Banyak faktor yang mempengaruhi process pembelajaran, satu
diantaranya adalah fasilitas pembelajaran siswa. Dalam Praktik pemesinan,
fasilitas belajar siswa sangat berperan penting untuk kelancaran
pembelajaran. Semakin lengkap fasilitas siswa, maka akan semakin lancar
process pembelajarannya. Pada indicator peralatan praktik dari ke 3 kelas
dapat dirinci dalam kategori sangat baik.
Tabel 47. Evaluasi Kelengkapan Peralatan
Hasil pengolahan instrument pada aspek kelengkapan peralatan
praktik, nilai mean dari komponenen ini berada di atas 3 dan dari jumlah
yang menjawab kategori sangat baik lebih dari 50% pada kategori baik ada
39,7% dan pada hasil kategori cukup baik ada 5,9% dari total semua
102
baik. Pada kelengkapan peralatan praktik terdapat mesin CNC beserta
Computer simulator CNC yang baru saja didatangkan dan akan menambah kelengkapan pelaratan dalam pembelajaran praktik.
Media pembelajaran saat praktik pemesinan dan CNC yang
meliputi job sheet, papan tulis beserta alat tulisnya serta computer dan
proyektor ketika sedang belajar praktik CNC. Bila hal tersebut tersedia
dengan baik maka process pembelajaran akan tercipta dengan baik juga.
2) Media pembelajaran dan jobshet
Media yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa,
menumbuhkan motivasi belajar, memudahkan penyampaian dan
penerimaan materi, mengefisienkan waktu, dan media yang dapat
membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan belajarnya. Kemudahan siswa
dalam menggunakan fasilitas internet yang tersedia juga akan menambah
minat siswa dalam belajar.
Tabel 48. Evaluasi Media Pembelajaran
Penggunaan multi media oleh guru dalam penyampaian
pembelajaran perlu di tingkatkan agar nantinya siswa tidak ketinggalan
dengan teknologi pendidikan.kemudahansiswa untuk menggunakan buku
sumber belajar mata pelajaran hal ini perlu ditingkatkan agar siswa diberi
103
Untuk semua pada aspek ini sudah berada pada kategori sangat baik
karena memperoleh nilai 54,4%. Dengan dukungan dari guru dan berbagai
pihak seperti perpustakaan untuk memberi motifasi tentang minat siswa
untuk membaca.
3) Kondisi tempat Praktik
Tabel 49. Evaluasi Kondisi Tempat Praktik
Kondisi ruangan juga berpengaruh terhadap berlangsungnya
process pembelajaran. Ruangan yang bersih, tenang, nyaman, pencahayaan
yang baik dan sirkulasi udara yang bagus akan mempermudah siswa dalam
menyerap dan melaksanakan pembelajaran. Sebaliknya kondisi ruangan
yang kurang baik akan membuat process pembelajaran menjadi tidak
efektif. Tujuannya tidak lain agar terjadinya keberhasilan dalam process
belajar dan hasil belajar siswa yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Pada
aspek ini berada pada kategori baik 52,9%. Hal ini dikarenakan pada saat
pembelajaran praktik untuk shift 1 banyak yang merasakan kepanasan jadi
agak kurang maksimal dalam pembelajarannya. Pada aspek ini dapat jadi
masukan bagi sekolah agar mengupayakan peralatan pendingin seperti AC
agar nantinya siswa tidak merasakan kepanasan.
Dari hasil semua komponen input dengan populasi 3 kelas
104
Tabel 49. Evaluasi Input
Adapun grafik input seperti yang di bawah ini :
Gambar 19. Diagram Evaluasi Input
3. Evaluasi Process
Pelaksanaan proses pembelajaran menjadi sesuatu yang sangat penting
dalam upaya menghasilkan product yang berkualitas. Evaluasi process pada
pembelajaran Mata Pelajaran Praktik pemesinan meliputi 3 faktor, yaitu
program pembelajaran, cara penilaian, dan partisipasi belajar siswa.
a. Peran Guru dalam pembelajaran
Untuk menjalankan tugasnya sebagai pendidik, guru seyogyanya
melakukan banyak hal dalam menilai siswanya. Dengan menguasai materi
pembelajaran dengan baik, memahami karakteristik dan kebutuhan siswa serta
0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0%
Sangat Baik Baik Cukup Baik 55,9% 36,8% 7,4% Pe rse n tas e Kategori Input
105
mengembangkan kepribadian keprofesionalannya.Guru juga harus membekali
diri dengan berbagai materi paling mutakhir dari berbagai sumber. Pada
penelitian ini terbukti peran guru dalam pembelajaran praktik pemesinan
sudah baik namun perlu peningkatan agar tidak tertinggal dari yang lainnya.
Tabel 51. Evaluasi Peran Guru Dalam Pembelajaran
Sebanyak 42 % siswa menyatakan peran guru dalam pembelajaran sangat
baik, hanya 5,9 % siswa yang menyatakan kurang baik. Dalam pembelajaran
guru adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas.
Sehingga berhasil tidaknya pendidikan mencapai tujuan selalu dihubungkan
dengan kiprah para guru.
b. Metode Pembelajaran Praktik
Metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk
membantu process belajar sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal.
Metode pembelajaran mempunyai kaitan dalam pengorganisasian isi materi,
penyampaian materi, dan pengelolaan kegiatan belajar yang dilaksanakan
untuk mendukung efisiensi waktu dan efektifitas pembelajaran. Dalam memilih
metode pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa aspek. metode
pembelajaran yang dipilih harus disesuaikan dengan materi, kompetensi dan
106
Tabel 52. Evaluasi Metode Pembelajaran Praktik
Pemilihan metode haruslah yang mendukung keaktifan siswa dalam
pembelajarannya agar process pembelajarannya lebih efektif dalam hal
keaktifan, dan lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan. Strategi
pembelajaran yang menyenangkan merupakan strategi yang dapat
menciptakan proses belajar yang efektif. Dengan suasana yang menyenangkan
maka siswa menjadi lebih mudah menyerap materi pelajaran. Untuk
menciptakan suasana yang menyenangkan dapat dilakukan dengan
memberikan intermezo atau humor.
Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran sangat baik,
hal ini membuktikan bahwa peran guru dalam pembelajaran di kelas dapat
memberikan pembelajaran walau harus ditingkatkan lagi untuk dapat
mingikuti perkembangan kurikulum yang berlaku.
c. Partisipasi Belajar Siswa
Pembelajaran akan lebih berhasil apabila memandang siswa sebagai
subjek. Sebagai subjek, partisipasi siswa dalam pembelajaran menjadi suatu
hal yang penting. Keaktifan siswa akan muncul apabila ada kesadaran
menjadikan pelajaran menjadi suatu kebutuhan. Saat siswa sadar akan
kebutuhannya maka siswa akan bergerak sendiri untuk memenuhi kebutuhan
107
membangkitkan motivasi siswa, bahwa pembelajaran bukan hanya untuk
pemenuhan nilai saja, melainkan lebih dari itu. Pengalaman dan materi
belajar akan bermanfaat bagi kehidupan siswa.
Motivasi belajar adalah daya penggerak dari dalam diri siswa yang
menimbulkan kegiatan belajar. Oleh karenanya motivasi belajar mempunyai
peranan yang penting dalam mendukung keberhasilan process pembelajaran.
Motivasi dapat dirangsang dari luar, tetapi tumbuh dari dalam diri
seseorang.Dalam pembelajaran, guru adalah seseorang yang bertugas untuk
menumbuhkan motivasi siswa. Dengan tumbuhnya motivasi siswa, maka
akan memunculkan semangat untuk belajar. Siswa yang mempunyai motivasi
yang kuat akan selalu bersemangat dalam melaksanakan semua kegiatan
belajar. Pada soal no 35 untuk (Bila praktik pada shift 2 pagi hari digunakan
untuk belajar) masih tergolong rendah. Hal ini mungkin dapat berguna bagi
pihak sekolah khususnya guru konseling untuk memberikan pengertian
kepada siswa untuk belajar di pagi hari sebelum masuk ke shift siang.
Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa partisipasi
belajar siswa kelas TP A- TP C ada pada kategori sangat baik.
Tabel 53. Evaluasi Partisipasi Siswa
Hanya saja untuk pernyataan tentang Bila praktik pada shift 2 pagi
108
berguna semisal untuk istirahat atau belajar. Dalam pernyataan ini dapat
digunakan untuk masukan sekolah, agar pihak guru dapat memberikan
motivasi untuk dapat digunakan belajar / mengerjakan tugas yang belum
terselasaikan.
Dari semua komponen pada indikator Process dapat dikategorikan
sangat baik. Walaupun sudah ada pada kategori sangat baik namun harus
tetap ada perbaikan agar dapat lebih baik lagi.
Tabel 54. Evaluasi Process
Berikut merupakan diagram untuk evaluasi proses pembelajaran
praktik dengan program 2 shift :
Gambar 20. Diagram Aspek proses
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60%
Sangat Baik Baik Cukup Baik 55,90% 36,80% 7,40% Per sen tase Kategori Proses
109
4. Evaluasi Product
Penilaian terhadap product mempunyai peranan dalam memberikan
gambaran tentang keberhasilan program pembelajaran. Dalam melakukan
penilaian product dapat diperoleh dari hasil belajar siswa. Hasil belajar
merupakan cerminan dari kemampuan yang telah diperoleh siswa setelah
mengikuti proses pembelajaran praktik. Untuk mengetahui tingkat
keberhasilan siswa pada akhir diadakan uji kompetensi. Bila dalam uji
kompensi lulus akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh
(LSP-LMI). Pada uji kompetensi telah terjadi peningkatan kelulusan setelah
menggunakan program 2 shift.
Evaluasi product yang dinilai baik, sesungguhnya merupakan
cerminan dari keberhasilan komponen suatu program. Keberhasilan product
tidak selalu dipengaruhi oleh keberhasilan semua komponen pembelajaran.
Bahkan keberhasilan beberapa komponen atau keberhasilan dari hanya satu
komponen saja dapat memberikan pengaruh terhadap keberhasilan product
suatu program. Komponen yang dapat memberikan pengaruh terhadap
keberhasilan product suatu program diantaranya komponen context, input,
dan process.
Komponen yang diteliti dalam penelitian ini adalah komponen
context, input dan process. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa keberhasilan product program pembelajaran dapat dipengaruhi oleh
110
dikarenakan adanya keterbatasan dalam penelitian. Penjabaran dari instrumen
dibuat berdasarkan teori pendukung yang mengacu hanya pada tujuan yang
ingin diteliti.Sehingga tidak semua komponen, aspek, dan indikator yang
berpengaruh dalam program pembelajaran, diukur oleh peneliti.