• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV OBSERVATORIUM BOSSCHA SEBAGA

4.1 Daya tarik Bosscha

4.1.2 Kelengkapan peralatan

Observatorium Bosscha memiliki 5 (lima) teropong lama yang masih fungsional, yaitu Teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Teleskop Schmidt Bima Sakti, Teleskop Refraktor Bamberg, Teleskop Cassegrain GOTO, dan Teleskop Refraktor Unitron.

Selain 5 teleskop yang sudah ada dari tempo dulu, Bosscha juga menempatkan satu teropong baru yang bisa dioperasikan melalui internet, teropong ini tepatnya terletak pada sebelah timur bangunan utama Bosscha. Observatorium Bosscha juga selalu mengembangkan teknologi teropongnya dengan mengganti lensa teropong yang lebih canggih seiring dengan perkembangan zaman, tetapi bangunan bosscha sendiri tidak pernah mengalami renovasi, yang hanya dilakukan ialah perawatan bangunan.

Bangunan Observatium Bosscha ini memiliki bentuk atap kubah yang fungsional sekaligus estetik, atap ini selain dapat berputar dengan sistem rail dan sistem motor listrik sebesar 360 derajat ke seluruh arah dan dapat terbuka pada posisi searah dengan letak teleskop Refraktor Ganda Zeiss dengan menggunakan tombol yang dihubungkan dengan komputer.

1. Teropong Refraktor Ganda Zeiss

Bangunan utama dengan ciri khas kubah putih merupakan tempat di mana terdapat teleskop Zeiss. Teleskop ini mempunyai titik api paling panjang di antara teleskop lainnya, sehingga mampu mengamatu obyek langit secara lebih detail. Dengan panjang tabung sekitar 11 meter dan diameter sekitar 150 cm, teleskop ini dilengkapi dengan tiga lensa obyektif. Dua di antaranya berdiameter 60 cm untuk teropong visual dan teropong fotografis, dan sebuah lagi berdiameter 40 cm. berat ketiga teropong yang berada dalam satu tabung tersebut sekitar 17 ton.

Untuk memudahkan pengamatan benda langit, lantai teleskop bias dinaik-turunkan sesuai kebutuhan, dengan menggunakan daya listrik 10.000 watt. Bila benda langit rendah, lantai teropong dinaikkan. Sebaliknya jika benda langit yang akan diamati tinggi, lantai teropong diturunkan. Di dalam ruang inijuga terdapat jam bintang local yang digunakan secara praktis untuk mengamati bintang. Terutama dalam mengarahkan posisi bintang di barat atau timur meridian teropong Zeiss.

Bentuk teropong Zeiss yang besar dan berada di dalam bangunan berkubah, membuat teropong tersebut paling banyak dinimati. Tetapi, pengunjung tersebut hanya bias melihat sosok dan kerjanya secara umum. Penggunaan teropong ini diprioritaskan untuk pendidikan mahasiswa dan pengamatan dalam penelitian astronomi.

2. Teleskop Schmidt Bima Sakti

Teleskop Bima Sakti diinstalasi pada tahun 1960 dan merupakan sumbangan dari UNESCO kepada Observatorium Bosscha. Teleskop jenis ini termasuk jarang di dunia.

Teleskop Schmidt Bima Sakti mempunyai sistem optik Schmidt sehingga sering disebut Kamera Schmidt. Teropong ini mempunyai diameter lensa koreksi 51 cm, diameter cermin 71 cm, dan panjang fokus 127 cm. Perbandingan antara panjang fokus terhadap diameter lensa koreksi atau dikenal dengan f-ratio relatif paling kecil di antara teleskop- teleskop besar di Observatorium Bosscha. Angka ini besarnya 2,5, sehingga memang mirip dengan f-ratio kamera biasa. Karena itu, teropong Bima Sakti ini juga dinamakan kamera langit cepat, sedangkan refraktor ganda Zeiss merupakan kamera yang lambat. Artinya, perlu waktu yang lebih lama untuk memotret obyek yang sama apabila menggunakan refraktor Zeiss.

Teleskop ini memiliki medan pandang yang luas, kira-kira 5 x 5 derajat persegi, sehingga teropong sangat baik untuk keperluan survey. Teropong ini digunakan untuk pengamatan obyek langit dari panjang gelombang biru sampai inframerah dekat, dan juga dilengkapi dengan prisma obyektif dan prisma Racine. Teropong ini sangat peka sehingga sangat mudah terganggu oleh polusi cahaya.

Teropong ini digunakan untuk pengamatan bintang emisi garis hidrogen, bintang- bintang kelas M, serta bintang-bintang Wolf-Rayet.

3. Teleskop Refraktor Bamberg

Teropong Bamberg juga termasuk jenis refraktor yang ada di Observatorium Bosscha, dengan diameter lensa 37 cm dan panjang fokus 7 m. Teropong ini berada pada sebuah gedung beratap setengah silinder dengan atap geser yang dapat bergerak maju- mundur untuk membuka atau menutup. Karena konstruksi bangunan, jangkauan teleskop ini

hanya terbatas untuk pengamatan benda langit dengan jarak zenit 60 derajat, atau untuk benda langit yang lebih tinggi dari 30 derajat dan azimut dalam sektor Timur-Selatan-Barat. Untuk obyek langit yang berada di langit utara atau azimut sektor Timur-Utara-Barat praktis tak dapat dijangkau oleh teleskop ini. Teleskop ini selesai diinstalasi awal tahun 1929 dan digerakkan dengan sistem bandul gravitasi, yang secara otomatis mengatur kecepatan teleskop bergerak ke arah barat mengikuti bintang yang ada di medan teleskop sesuai dengan kecepatan rotasi bumi. Teleskop ini juga telah dilengkapi dengan detektor moderen, menggunakan kamera CCD.

Teropong Bamberg digunakan untuk pengamatan kurva cahaya bintang-bintang variabel, serta fotometri gerhana bintang, misalnya pengamatan kurva cahaya bintang ganda delta-Capricorni. Teropong ini juga digunakan untuk pengamatan matahari dan permukaan bulan. Teropong Bamberg juga sering digunakan untuk pendidikan publik, misalnya pada Malam Umum, untuk melihat kawah bulan, bintang ganda visual, gugus bintang, planet- planet, dan benda langit lainnya secara langsung melalui okuler teropong.

4. Teleskop Cassegrain GOTO

Teleskop Goto berjenis reflektor yaitu menggunakan cermin sebagai pengumpul cahaya. Tepatnya, teropong ini berjenis reflektor Cassegrain dengan diameter cermin utama 45 cm. Cermin utama yang berbentuk parabola memiliki panjang fokus 1,8 m dan cermin sekunder yang berbentuk hiperbola memiliki panjang fokus 5,4 m. Teleskop ini merupakan bantuan dari kementrian luar negeri Jepang melalui program ODA (Overseas Development Agency), Ministry of Foreign Affairs, pada tahun 1989.

Teleskop ini merupakan teleskop pertama di Observatorium Bosscha yang sepenuhnya digerakkan dengan kontrol komputer dan telah dilengkapi dengan kamera CCD dan instrumen lain. Sistem kontrol teleskop ini pernah mengalami kerusakan dan kini telah sepenuhnya diganti dengan sistem kontrol yang compatible dengan PC biasa.

Teleskop ini digunakan terutama untuk pengamatan bintang-bintang variabel, pengamatan kurva cahaya planet luar-surya, pengamatan asteroid, spektroskopi bintang, dan pencitraaan planet.

5. Teleskop Refraktor Unitron

Teleskop Unitron adalah teropong refraktor dengan lensa obyektif berdiameter 102 mm dan panjang fokus 1500 mm. Teropong ini diinstalasi pada mounting Zeiss yang masih asli dengan sistem penggerak bandul gravitasi, sama seperti pada teropong Bamberg. Dari segi ukuran, teropong ini baik untuk pengamatan matahari maupun bulan, dan banyak digunakan untuk praktikum mahasiswa. Dengan ukuran yang kecil dan ringan, teropong ini mudah dibawa dan telah beberapa kali digunakan dalam ekspedisi pengamatan gerhana matahari total, misalnya tahun 1983 di Cepu, Jawa Tengah, dan tahun 1995 di Sangihe Talaud, Sulawesi Utara.

Teleskop ini juga digunakan untuk publik pada acara Malam Umum, untuk mengamati bintang ganda visual, planet-planet, serta obyek-obyek yang menarik yang dapat dilihat pada saat pengamatan.

Dokumen terkait