NOMOR:
Perjanjian Kemitraan Pengembangan Penanaman Bawang Putih ini (selanjutnya disebut Sebagai Perjanjian Kemitraan) dibuat pada hari ini Jumat Tanggal Tiga Puluh Satu Bulan Agustus Tahun Dua Ribu Delapan Belas (31 Agustus 2018)
bertempat di desa Sukamulya kecamatan cugenang, kabupaten Cianjur, propinsi jawa barat oleh dan antara :
1. Agus Santoso Selaku Direktur PT. Putra Santoso Maju, beralamat di Jl. Tanjung Sedari No 137D Surabaya
Selanjutnya disebut “ PIHAK PERTAMA”,
2. Rusmini Selaku Ketua Kelompok Tani Karya Jaya I yang memiliki anggota para petani Bawang putih di Desa Sukamulya, Kecamatan
Cugenang, Kabupaten Cianjur. Propinsi Jawa Barat, Selanjutnya disebut “ PIHAK KEDUA”
Untuk tujuan pelaksanaan perjanjian kemitraan ini, penyebutan Pihak Pertama dan Pihak Kedua dalam hal mewakili masing-masing pihak, selanjutnya dalam hal bersama-sama disebut sebagai “Para Pihak”.
MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU :
1. Bahwa perjanjian kemitraan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua adalah pelaksaaan dari Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 38/PERMENTAN /HR.060/11/2017 tanggal 21 November 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura.
2. Bahwa Pihak Pertama adalah Badan Usaha yang bergerakk dibidang perdagangan komoditas pertanian, termasuk komoditas Bawang Putih, yang diproduksi didalam negeri maupun yang berasal dari Impor.
3. Bahwa Pihak Kedua adalah Ketua Kelompok Tani Karya Jaya I yang membawahi dan mengkoordinasi para petani Bawang Putih di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat
78 PASAL 1
BENTUK KERJASAMA
1. Para Pihak sepakat melakukan kemitraan dalam penanaman komoditas bawang putih Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Propinsi Jawa Barat untuk musim tanam tahun 2018
2. Pihak Pertama menyediakan dan menyerahkan bantuan bibit bawang putih varietas GBL/Lumbu Kuning/Sangga Sembalun siap tanam kepada Pihak Kedua sesuai kebutuhan Pihak Kedua dengan asumsi kebutuhan bibit bawang putih sebanyak 600 Kg perhektar
3. Pihak Pertama menyediakan bimbingan teknis dan administrative yang diperlukan oleh Pihak Kedua guna keberhasilan kemitraan penenaman bawang putih.
4. Pihak Kedua menyediakan lahan tanah/ladang milik sendiri yang terletak Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Propinsi Jawa Barat dengan meninjukan bulti surat-surat kepemilikan tanah yang telah diverifikasi oleh Pihak Pertama, dan pernyataan bahwa Pihak Kedua menjamin lahan tanah tersebut tidak dalam keadaan sengketa serta bebas dari sita jaminan dan/atau tidak dalam keadaan dijadikan sebagai jaminan hutang kepada Pihak manapun.
5. Pihak Kedua menyediakan pupuk tanaman. Obat tanaman, dan biaya pengelolaan/ongkos kerja sesuai dengan luasan lahan.
6. Pihak kedua akan menyerahkan Bawang Putih dalam keadaan kering kepada Pihak Pertama sesaat setelah panen Bawang Putih Musim Tanam 2018 senilai bibit Bawang Putih tang berasal dari Pihak Pertama.
PASAL 2
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Hak Pihak Pertama :
1. Menerima daftar Para Petani anggota Kelompok Tani Karya Jaya I, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Propinsi Jawa Barat yang dikoordinir oleh Pihak Kedua yang bersedia mengikuti Program Kemitraan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara lengkap berikut data luasan lahan da kebutuhan bibit Bawang Putih.
2. Melakukan verifikasi terhadap daftar Para Petani yang akan mengikuti Program Kemitraan termasuk tetapi tidak terbatas kepada bukti surat-surat kepemilikan lahan.
3. Mengusulkan penggunaan bibit Bawang Putih varietas GBL/Lumbu Kuning/Sangga Sembalun siap tanam kepada Pihak Kedua
4. Menerima pengembalian Bawang Putih dalam keadaan kering dari Pihak Kedua sesaat setelah panen Bawang putih Musim Tanam 2018 senilai Bibit Bawang putih yang diserahkan kepada Pihak Kedua.
Kewajiban Pihak Pertama
1. Menyediakan dan menyerahkan bantuan bibit bawang putih varietas GBL/Lumbu Kuning/Sangga Sembalun siap tanam kepada PihaK Kedua dengan asumsi kebutuhan bibit Bawang Putih sebanyak 600Kg per hektar.
79
2. Menyediakan bimbingan teknis dan administrative yang diperlukan oleh Pihak Kedua guna keberhasilan kemitraan penanaman Bawang Putih.
Hak Pihak Kedua :
1. Mengusulkan daftar Petani anggota Kelompok Tani Karya Jaya I, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Propinsi Jawa Barat dibawah koordinasi Pihak Kedua yang akan mengikuti Program Kemitraan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua berikut data luasan lahan dan kebutuhan bibit Bawang Putih.
2. Menerima bantuan bibit bawang putih siap tanam dari Pihak Pertama sesuai kebutuhan Pihak Kedua dengan asumsi kebutuhan bibit Bawang Putih sebanyak 600 kg per hektar.
3. Mengusulkan penggunaan bibit Bawang Putih varietas GBL/Lumbu Kuning/Sangga Sembalun siap tanam kepada Pihak Pertama
4. Menerima bimbingan teknis dan administrative yang diperlukan oleh Pihak Kedua guna keberhasilan kemitraan penanaman Bawang Putih.
Kewajiban Pihak Kedua
1. Menyediakan lahan tanah/lading milik sendiri yang terletak di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Propinsi Jawa Barat dengan luas 5 Hektar.
2. Memberikan pernyataan untuk menjamin lahan tanah yang diikutsertakan dalam Program Kemitraan tidak dalam keadaan sengketa serta bebas dari sita jaminan dan /atau tidak dalam keadaan dijadikan sebagai jaminan hutang kepada pihak manapun
3. Menyediakan pupuk tanaman, obat tanaman dan biaya pengelolaan/ongkos kerja sesuai dengan luasan lahan.
4. Menyerahkan Bawang putih dalam keadaan kering kepada Pihak Pertama saat setelah panen Bawang putih Musim Tanam 2018 senilai Bibit Bawang putih yang diserahkan yang berasal dari Pihak Pertama.
PASAL 3 PELAPORAN
Jika diminta, Pihak Pertama berkewajiban memberikan laporan perkembangan usaha kepada Pihak Kedua secara periodic dengan Format laporan fotocopy dan diserahkan melalui email, laporan perkembangan usaha ini akan digunakan sebagai bahan pedoman tentang posisi usaha yang dilakukan Pihak Pertama. Sebaliknya Pihak Kedua berkewajiban menyampaikan laporan kondisi dilapangan tentang keberasaan usaha bersama pertanian ini apabila melihat dan menemukan hal-hal yang diduga menimbulkan kerugian usaha ini.
80 PASAL 4
JANGKA WAKTU KERJASAMA
1. JANGKA WAKTU Perjanjian Kemitraan ini adalah selama Musim Tanam 2018 untuk Tanaman Bawang Putih dan akan berakhir pada akhir Musim Tanam Tahun 2019 2. Perjanjian Kemitraan ini dapat diperpanjang dengan kesepakatan tertulis dari para
Pihak dan dituangkan dalam addendum Perjanjian Kemitraan ini.
PASAL 5
PENGALIHAN DAN PEMBATALAN KERJASAMA
Perjanjian kemitraan ini tidak dapat dialihkan dan dibatalkan secara sepijhak baik oleh Pihak Pertama maupun Pihak Kedua maupun oleh Pihak Manapun juga sebelum jangka waktu kerjasama berakhir, kecuali oleh Putusan Hakim Pengadilan melalui gugatan pembatalan perjanjian ini melalui Pengadilan Negeri
PASAL 6 FORCE MAJEURE
1. Para Pihak dibebaskan dari tanggung jawab terhadap kerugian dan atau keterlambatan penyerahan barang apabila terjadi Force Majeure hal-hal yang termasauk force Majeure yaitu :
a. Bencana alam :
Gunung meletus, banjir besar, kebakaran, gempa bumi, tsunami, ombak besar yang menyebabkan kapal tenggelam dan lainnya diluar kemampuan manusia yang lazim disebut Force Majeure.
b. Kondisi social :
Perang pemberontakan, pemogokan, demonstrasi. c. Kebijakan Pemerintah :
Adanya perubahan peraturan pemerintah dan peraturan moneter oleh Pemerintah yang secara langsung menyangkut dan mengakibatkan kenaikan harga, upah dan jasa dimana perubahan tersebut telah diterbitkan oleh Pemerintahdalam suatu ketetapan beserta petunjuk pelaksanaan bahwa peraturan tersebut dapat menyebabkan perubahan nilai surat perjanjian
d. Kondisi lain:
Erupsi gunung berapi, wabah penyakit, kapal rusak, kapal tenggelam, kapal terbakar, kelambatan kapal dari pabrik, kesalahan pabrik yang disertai bukti-bukti.
2. Apabila terjadi Force Majeure, maka pihak yang terkena langsung akibatnya, wajib memberitahukan keadaan Force Majeure tersebut secara tertulis kepada Pihak lainnya dalam waktu selambat-lambatnya 3 x 24 jam terhitung sejak terjadinya Force Majeure tersebut untuk diketahui.
3. Dalam hal terjadi force majeure, maka kewajiban Para Pihakk akan ditunda berdasarkan kesepakatan Para Pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian Kemitraan ini.
81 PASAL 7
PERSELISIHAN
Bilamana terjadi perselisihan dalam pelaksanaan Perjanjian Kemitraan Ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat antara Para Pihak, dan apabila tidak tercapai kesepakatan maka Para Pihak memilih tempat kedudukan hokum (domisili) yang tetap pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat.
PASAL 8 LAIN-LAIN
1. Perjanjian Kemitraan ini lampirannya dibuat sebagai satu kesatuan dan dimengerti oleh Para Pihak sebagai bagian dari perjanjian ini.
2. Bila dikemudian hari timbul suatu keadaan yang belum cukup diatur dalam Perjanjian Kemitraan ini, maka perubahan, perbaikan, tambahan dimaksud akan diatur dalam addendum dan amandemen tersendiri yang akan ditandatangani oleh Para Pihak dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian Kemitraan ini.
PASAL 9 PENUTUP
Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani oleh Para Pihak, masing-masing bermaterai cukup dan mempnyai kekuatan pembuktian yang sama serta dinyatakan mulai berlaku pada tanggal, hari, bulan, tahun seperti tersebut pada awal perjanjian kemitraan ini.
Demikian surat perjanjian kerjasama ini dibuat oleh kedua belah pihak dengan sadar tanpa paksaan dan dengan itikad yang baik untuk tujuan saling menguntungkan.
PIHAK PERTAMA