“SOSA”,(Kenagarian Koto Bangun, Kec. Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota) untuk kategori penyelamat lingkungan
8. Armayus, (Kenagarian Tarung-Tarung Kec. Rao Kab. Pasaman) untuk kategori Penyelamat Lingkungan.
Berdasarkan hasil penilaian tim dari 8 (delapan) calon tersebut diatas, baik penilaian administrasi maupun penilaian fisik lapangan kegiatan calon sesuai dengan kategori yang sudah ditetapkan, maka Tim merekomendasikan 5 (lima) calon diantaranya dinilai memenuhi syarat dan layak direkomendasikan untuk diusulkan sebagai Calon Penerima Penghargaan Kalpataru tingkat nasional Tahun 2015, yaitu :
a. Hamidil Wahab, Nagari Guguk Malalo, Kec. Batipuh Selatan Kab.
Tanah Datar kategori Perintis Lingkungan.
b. Fachrudin, Nagari Sundatar Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman untuk kategori Perintis Lingkungan
c. Jasman,S.Ag. Nagari Paninggahan Kec. Junjung Sirih Kab. Solok untuk kategori Pengabdi Lingkungan.
d. Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)
“SOSA”,(Kenagarian Koto Bangun, Kec. Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota) untuk kategori Penyelamat lingkungan
e. Armayus, (Kenagarian Tarung-Tarung Kec. Rao Kab. Pasaman) untuk kategori Penyelamat Lingkungan.
Dari 5 (lima) usulan penerima penghargaan Kalpataru Tingkat Nasional Tahun 2015, hanya satu yang masuk nominasi yaitu : Jasman,S.Ag.
Nagari Paninggahan Kec. Junjung Sirih Kab. Solok untuk kategori Pengabdi Lingkungan
b. Perbandingan dengan beberapa tahun terakhir
Dibandingkan dengan 3 (tiga) tahun terakhir, jumlah usulan peraih penghargaan Kalpataru selalu mengalami peningkatan dari 6 (enam) usulan pada tahun 2013 menjadi 10 (sepuluh) usulan pada tahun 2014.
Pada tahun 2015 ini juga terjadi peningkatan menjadi 12 (dua belas) usulan. Tetapi dengan peningkatan usulan dari kab/kota pada tahun 2015 ini belum menambah jumlah penerima penghargaan Kalpataru Tahun 2015 tingkat nasional. Hal ini terlihat dengan berkurangnya jumlah penerima penghargaan Kalpataru tingkat nasional tahun 2015 dari Provinsi Sumatera Barat. Pada Tahun 2013 dan 2014 jumlah peraih penghargaan Kalpataru masing-masing sebanyak 3 orang dengan berbagai kategori tetapi pada Tahun 2015 tidak ada peraih penghargaan dari Provinsi Sumatera Barat. Dari 5 (lima) usulan calon penerima penghargaan Kalpataru tingkat nasional tahun 2015, hanya 1 (satu) usulan yang masuk nominasi yaitu Jasman,S.Ag dari Nagari Paninggahan, Kec. Junjung Sirih Kab. Solok dengan kategori Pengabdi Lingkungan tetapi belum memperoleh penghargaan Kalpataru.
Grafik 12. Jumlah Usulan & Capaian Peraih Penghargaan Kalpataru Tingkat Nasional Tahun 2013-2015
Hal ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor diantaranya pembinaan yang dilakukan Bapedalda Provinsi Sumatera Barat maupun Instansi Lingkungan Hidup Kab/Kota masih kurang, pemahaman berbagai pihak
pembinaan di Bapedalda Provinsi Sumatera Barat dan Instansi Lingkungan Hidup belum memadai. Bahkan di beberapa daerah, masih belum menganggarkan pendanaan untuk kegiatan Kalpataru.
c. Perbandingan dengan Target Renstra Tahun 2015
Target pencapaian kinerja berupa usulan calon peraih penghargaan Kalpataru yang diproyeksikan sebesar 20%, pada tahun 2015 ini telah dapat dipenuhi. Disamping telah memenuhi target kinerja tahun 2015, pengusulan peraih penghargaan Kalpataru ini diharapkan akan terus bertambah seiring dengan gencarnya sosialisasi dan makin meningkatnya pemahaman stakeholder terkait tentang penghargaan Kalpataru.
d. Perbandingan dengan kondisi nasional
Jumlah usulan peraih penghargaan Kalpataru di Provinsi Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Hal ini berimbas kepada jumlah peraih penghargaan Kalpataru tingkat nasional. Dibandingkan dengan usulan dan capaian peraih penghargaan Kalpataru tingkat nasional secara nasional, Provinsi Sumatera Barat, Semenjak Program Kalpataru di luncurkan pada tahun 1980 hingga sekarang, telah memperoleh Penghargaan Kalpataru sebanyak 15 orang/kelompok.
Berada dibawah Sumatera Utara sebanyak 16 orang/kelompok.
Sedangkan secara nasional Provinsi Sumatera Barat berada diurutan ketujuh. Provinsi paling banyak memperoleh Penghargaan Kalpataru adalah Jawa Timur, sebanyak 47 orang/kelompok, disusul Jawa Barat (30 orang/kelompok) dan Nusa Tenggara Timur (22 orang/kelompok).
e. Analisis Penyebab Keberhasilan dan Solusi Yang Telah Dilakukan
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam penyampaian usulan calon peraih penghargaan Kalpataru antara lain:
- Adanya komitmen yang kuat dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengusulkan calon penerima penghargaan kalpataru. Keberhasilan individu atau kelompok masyarakat tertentu sebagai penerima penghargaan Kalpataru nasional yang berasal dari pemerintah kabupaten/kota tertentu juga merupakan salah satu lambang kesuksesan kepala daerah.
- Tersedianya anggaran untuk melakukan pembinaan terhadap instansi LH kab/kota dan melakukan verifikasi terhadap usulan yang masuk
yang berasal dari Kabupaten/Kota. Ketersediaan anggaran untuk melakukan pembinaan dan verifikasi usulan dapat membantu kabupaten/kota yang mempunyai anggaran yang sangat terbatas untuk melakukan pembinaan dan penjaringan calon yang akan diusulkan.
- Gencarnya melakukan penyampaian informasi terkait Kalpataru baik di media cetak maupun elektronik sehingga pemahaman berbagai pihak tentang Kalpataru semakin lebih baik.
- Adanya publikasi kegiatan-kegiatan penyelamatan lingkungan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat atau individu tertentu oleh media massa lokal Sumatera Barat sangat membantu Bapedalda Provinsi Sumatera Barat dalam menjaring calon-calon yang dapat dibina sebagai calon penerima penghargaan Kalpataru.
Dalam rangka pencapaian target pada tahun 2015, Bapedalda Provinsi Sumatera Barat telah melakukan berbagai langkah antara lain :
- Melakukan penyebarluasan informasi ke berbagai pihak seperti SKPD provinsi, Instansi Lingkungan Hidup kab/kota, LSM, Perguruan tinggi dll baik melalui media cetak, media elektronik maupun penyampaian melalui surat.
- Melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap instansi lingkungan hidup kab/kota.
- Menindaklanjuti dengan peninjauan ke lapangan setiap informasi yang diperoleh baik dari media cetak maupun instansi lingkungan hidup kab/kota.
f. Analisis atas efisiensi sumber daya
Dalam rangka pencapaian target, Bapedalda Provinsi Sumatera Barat telah melakukan penyebarluasan informasi dengan memanfaatkan media cetak dan elektronik sehingga informasi tersebut dapat sampai ke masyarakat dan pelosok daerah. Disamping itu, penyebar luasan informasi dan sosialisasi melalui instansi lingkungan hidup kab/kota telah menghemat sumber daya baik anggaran maupun sumber daya manusia.
Sehingga pemahaman berbagai pihak terkait kegiatan Kalpataru, akan semakin baik dan akan menghasilkan pengusulan calon yang lebih banyak dan kualitas.
g. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
Terdapat beberapa program/kegiatan menunjang pencapaian target peningkatan jumlah stakeholder dalam pengelolaan lingkungan, antara lain :
Kegiatan Pembinaan dan Penilaian Peranserta masyarakat dan kelompok peduli lingkungan hidup (Kalpataru).
Melalui kegiatan ini peserta program yang berhasil meraih penghargaan Kalpataru diberikan reward/hadiah/penghargaan/uang pembinaan dan piagam yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Anggaran untuk hadiah tersebut dapat dialokasikan pada kegiatan ini maupun sumbangan dari pihak ke-tiga. Diharapkan dengan adanya hadiah ini dapat memberikan motivasi bagi masyarakat dan atau kelompok masyarakat di kabupaten/kota lainnya untuk dapat ikut diusulkan sebagai calon peraih Penghargaan Kalpataru.
Kegiatan Sistem Informasi Lingkungan.
Melalui kegiatan ini dapat dikampanyekan dan disebarluaskan informasi tentang Program Kalpataru. Melalui kegiatan ini juga dapat dipublikasikan kegiatan peraih penghargaan Kalpataru tahun sebelumnya sehingga dapat memotivasi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengirimkan usulan calon peraih Penghargaan Kalpataru.
PROPER dan Proper-Daerah
Pada pelaksanaan kegiatan Proper maupun Proper-Daerah, pada saat penilaian ke berbagai perusahaan dapat juga disebarluaskan informasi terkait Kalpataru. Disamping itu, kegiatan ini dapat diperoleh informasi masyarakat maupun pemilik usaha yang memenuhi kriteria penerima Penghargaan Kalpataru. Karena Penghargaan Kalpataru dapat untuk semua kalangan termasuk dunia usaha/perusahaan.
Selain kegiatan-kegiatan internal Bapedalda tersebut, masih diperlukan langkah lainnya guna menunjang pencapaian target peningkatan jumlah usulan calon penerima penghargaan Kalpataru, seperti pelibatan instansi lain baik instansi pemerintah seperti Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan, dll maupun swasta seperti LSM dan lain sebagainya.
3. Adiwiyata