2 TINJAUAN PUSTAKA
2. Kelompok Stok (Non Renewable)
Sumberdaya ini dianggap memiliki cadangan yang terbatas, sehingga eksploitasinya akan menghabisan cadangan sumberdaya. Sumber stok dikatakan tidak dapat diperbaharui (non renewable) atau terhabiskan (exhaustible).
Masalah utama usaha pertambangan adalah menaksir jumlah kandungan sumberdaya alam yang dimiliki. Menurut Sahat (1997), jumlah kandungan sumberdaya alam merupakan suatu hal yang sangat berharga. Pendugaan stok tambang tembaga ternyata lebih banyak kandungan emasnya dari pada tembaga, salah satu contahnya di Tembagapura Timika. Eksploitasi sumberdaya mineral berlanjut (economically sustainable), dapat menjadikan sumber pemasukan yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam pembahasan ini adalah upaya untuk menemukan cadangan baru sumberdaya mineral yang lebih dan menggantikan jika sumberdaya habis. Pembangunan berkelanjutan diarahkan untuk mencapai tiga tujuan mencakup tiga dimensi yaitu: tujuan ekonomi, tujuan sosial dan tujuan ekosistem. Hubungan ketiga tujuan dan unsur-unsur penting harus diperhatikan untuk mencapai tujuan. Uraian tersebut diatas dapat dilihat pada Gambar 2.
Analisis Dampak Sosial - Ekonomi - Ekologi dari Pertambangan Nikel Nikel merupakan sumberdaya alam yang mengandung logam tergabung dengan tanah dan bebatuan. Nikel umumnya terdapat pada kedalaman sampai 10 meter dari top soil dan sup soil (Sukandarrumidi, 1998). Jenis nikel ekonomis yaitu nikel Saprolit dan Limonit. Nikel saprolit berada pada daerah pegunungan, dimana pembentukan zona saprolit yang berkualitas tinggi dan banyak dipengaruhi struktur batuan dibandingkan morfologinya (Darijanto, 1999). Usaha tambang dapat memberikan nilai tambah, jika deposit yang berada di perut bumi dieksploitasi secara efektif (Yusgiantoro, 2000), sehingga memberikan manfaat secara ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.
Penambangan meliputi pengambilan dan persiapan pengelolaan lanjutan dari benda padat, cair dan gas (Yusgiantoro, 2000). Usaha yang dilakukan untuk mengambil bahan galian dengan tujuan pemanfaatan lanjut untuk kepentingan manusia (Boegel 1976). Penambangan nikel dimulai dengan melakukan penebangan pohon dan semak-semak, selanjutnya pemindahan permukaan tanah dengan melalui proses pengerukan dan selanjutnya dipindahkan ke tempat penampungan sementara (Suhala dan Supriatna, 1995). Penambangan nikel dilakukan dengan cara mengeruk pelapukan batuan ultra basa (peridotite), sehingga praktis seluruh tanah diambil (Sudrajat, 1999). Bagian permukaan tanah ditampung pada tempat tertentu sebagai tanah penutupan kembali saat rehabilitasi.
Pengusaha pertambangan, harus mendapatkan ijin penambangan yang disebut dengan IUP (Izin Usaha Pertambangan), dengan tugas melakukan penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan. Izin usaha pertambangan berisi hal-hal penting meliputi letak dan luas wilayah pengusahaan tambang, yang disertai dengan peta dan batas-batasnya (Sukandarrumidi, 1998). Pemerintah pusat menentukan kebijakan makro perencanaan, pendayagunaan sumberdaya tambang (pasal 7 ayat 2 UU. No. 22 Tahun 1999). Peran pemerintah pusat sebagai instrumen optimalisasi pendayagunaan sumberdaya tambang, Sujana (1996). Peran pemerintah pusat dalam penyusunan rencana makro pengelolaan tambang harus secara detail, efektif dan sistematik. Mangkusubroto (1995) menyatakan bahwa perlu perencanaan sistematik terhadap perusahaan pertambangan berskala operasi antara 25 – 30 tahun bahkan lebih dari 50 tahun. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan di Indonesia yaitu kegiatan pertambangan.
Penambangan yang dilakukan PT. Freeport di Papua telah menimbulkan pengaruh terhadap suatu wilayah yang sangat luas, mulai dari lokasi pertambangan di ketinggian sekitar 300 meter dipermukaan laut membujur ke selatan hingga ke daerah pesisir dan laut Arafura (Purwadhi, 2002).
Dampak pertambangan terhadap sumberdaya tanah seperti : 1. Kerusakan bentuk permukaan bumi.
2. Menumpuknya ampas buangan.
3. Polusi udara.
4. Erosi dan sedimentasi.
5. Terjadi penurunan permukaan bumi.
6. Kerusakan karena transportasi yang diakibatkan mobilisasi alat-alat berat.
Penambangan juga menyebabkan permukaan tanah runtuh, lahan pasca penambangan menjadi gersang dan sulit untuk dihijaukan kembali (Katili, 1998), sehingga menimbulkan erosi dan sedimentasi, pemadatan tanah, terganggunya flora dan fauna disekitar wilayah tambang, dan terjadinya perubahan iklim.
Kegiatan penambangan mengakibatkan : 1. Perubahan fisik dan kimia tanah.
2. Pengurangan sejumlah spesies tumbuhan maupun hewan.
3. Kanopi/tajuk tumbuhan menjadi terbuka, sehingga suhu tanah naik.
4. Faktor mikroklimat berubah (klimat disekitar daerah tumbuh aktif).
5. Terdorongnya water table lebih mendekati permukaan tanah.
Ekonomi yang dijadikan pedoman dalam penelitian ini didefinisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita riil penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Ekonomi merupakan suatu proses yang terjadi terus-menerus dan bersifat dinamis. Apapun yang dilakukan, hakikat dari sifat dan proses mencerminkan adanya terobosan yang baru, bukan gambaran ekonomi suatu saat saja. Ekonomi juga berkaitan dengan pendapatan riil, yaitu aspek penting yang saling berhubungan yaitu pendapatan total atau yang lebih banyak dikenal dengan pendapatan nasional. Orientasi ekonomi Indonesia lebih menekankan pada pertumbuhan antara desa dan kota.
Dampak ekonomi kadang-kadang tidak terduga, misalkan pembagunan irigasi, diharapkan menghasilkan manfaat berupa kenaikan produksi dan pendapatan kepada petani. Dampak ekonomi selanjutnya mungkin berupa kepemilikan lahan dan atau pendapatan para petani yang makin tidak merata. Jika pembangunan dinilai kelayakan hanya dari perbandingan manfaat langsung dan biaya langsung, seperti pada analisa finansial maka dampak sesungguhnya dari pembangunan itu tidak tergambarkan, tidak semua dampak ekonomi suatu pembangunan bersifat merugikan. Proyek irigasi dari contoh diatas, yang sama memungkinkan derajat penggunaan lahan yang lebih tinggi, sehingga menimbulkan kesempatan kerja yang meningkat.
Pertambangan nikel yang berada di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, mempunyai dampak/pengaruh ekonomi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan dampak tidak langsung berupa timbulnya hubungan antara berbagai kegiatan lingkungan ekonomi masyarakat seperti ada kegiatan ekonomi baru. Dampak sosial dapat dibagi dalam variabel sosial, demografi, dan dampak pada pelayanan sosial. Penggolongan dampak sosial berupa nilai-nilai sosial dan sikap sosial. Untuk setiap pembangunan, pembagian tertentu bervariasi bobotnya. Namun perlu diingat beberapa penambangan tidak sedikit mengubah tingkat sosial, ekonomi masyarakat akibat tambang tersebut.
Perubahan pendapatan masyarakat, tenaga kerja, pembebasan tanah, perpindahan penduduk, dan sosial masyarakat. Keadaan ini dapat juga terjadi pada penambangan nikel di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur dimana sebagai obyek penelitian penulis, dari suatu pengalaman membuktikan apabila pembangunan yang kurang mengindahkan lingkungan hidup dapat menyebabkan kerusakan sumberdaya alam dan pencemaran lingkungan hidup. Dalam analisis dampak lingkungan manusia tidak hanya dianalisa pada fisik, kimia, dan biota disekitar manusia saja tetapi juga termasuk sosial dan ekonomi dari manusia.
Analisis dampak lingkungan bermaksud untuk mengkaji (melalui suatu analisis), kemungkinan-kemungkinan perubahan pada lingkungan fisik, kimia, biologi, lingkungan sosial budaya, dan sosial ekonomi manusia. Namun pada penelitian dampak lingkungan, penelitian akan dipusatkan pada lingkungan sosial ekonomi, dengan demikian perlu dilengkapi dengan pertimbangan-pertimbangan lain misalnya dengan mengkaji apa yang terjadi dengan sumberdaya, termasuk sumberdaya manusia disekitar tambang, bagaimana penggunaan tenaga kerja disana, apakah terjadi proses realokasi sumberdaya ketaraf yang lebih tinggi atau tidak, apakah terjadi perubahan menjurus kepada pemusatan penguasaan ditangan sejumlah kecil penduduk, sehingga akan menyebabkan pola pembagian pendapatan yang timpang, karena dampak sosial.
Analisis SWOT
Analisis SWOT (Strength Weaknesses Opportunities Threats), analisis yang melihat empat faktor strategis yaitu Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Ancaman, keempat faktor tersebut digunakan secara bersamaan. Keempatnya merupakan dua faktor internal dan dua faktor eksternal. Faktor-faktor internal adalah kekuatan dan kelemahan, dan dua faktor eksternal adalah kesempatan dan ancaman. Dari sisi lain dua faktor, kekuatan dan kesempatan dipandang sebagai faktor yang positif sedangkan kelemahan dan ancaman sebagai faktor-faktor negatif. Analisis SWOT merupakan salah satu bentuk alat analisis terhadap situasi yang tengah dihadapi. Dalam pembangunan pedesaan, alat ini mampu menyediakan kerangka analisis terhadap situasi yang dihadapi, untuk menggali masukkan dari masyarakat, membangkitkan dan menggodok solusi serta kendala-kendala potensial, sekaligus mengumpulkan informasi yang berguna dalam aktivitas evaluasi nanti. SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan serta sebagai perencanaan strategis.
Analisis SWOT menyediakan sebuah kerangka pikir untuk lebih fokus melihat masalah. Umumnya analisis ini banyak ditujukan untuk penerapan dalam aktivitas bisnis. Analisis SWOT merupakan sebuah alat analisis yang cukup baik, efektif, dan efisien, serta cepat dalam menemukenali kemungkinan serta dapat melihat seluruh kemungkinan perubahan masa depan sebuah institusi dangan pendekatan yang sistematik melalui proses introspeksi dan mawas diri ke dalam, baik yang bersifat positif dan negatif. Makna dan pesan yang paling mendalam dari analisis SWOT adalah, bahwa apapun cara-cara serta tindakan yang diambil, dalam proses pembuatan keputusan harus mengandung dan mempunyai prinsip;
kembangkan kekuatan, minimalkan kelemahan, ambil kesempatan, dan hilangkan ancaman.
Analisis SWOT harus fleksibel, karena situasi dan kondisi yang cepat berubah. Analisis serupa harus sesering mungkin dibuat dan disesuaikan. Langkah pertama dalam membuat analisis SWOT adalah membuat sebuah lembaran kerja dan bentuk empat kuadran, masing-masing kotak berisi satu untuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Langkah berikutnya adalah membuat daftar item spesifik yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi di bawah topik masing-masing. Daftar dibatasi misalnya 10 poin saja, untuk menghindari
generalisasi yang berlebihan. Analisis SWOT dapat dilaksanakan secara individu atau sekelompok orang. Teknik secara kelompok lebih efektif khususnya dalam menggambarkan struktur, objektivitas, kejelasan dan fokus untuk diskusi mengenai strategi, sehingga tidak akan ngelantur. SWOT sangat praktis dan tidak boros terhadap waktu serta efektif karena kesederhanaannya, dan dapat digunakan secara kreatif, sehingga dapat membentuk serta membangun fondasi, yang sehingga dapat diciptakan sejumlah rencana strategis untuk pengembangan program-program baru. Keunggulannya lain, dari Analisis SWOT adalah sebuah teknik yang sederhana, mudah dipahami, dan juga dapat digunakan dalam merumuskan strategi-strategi dan kebijakan-kebijakan. SWOT tidak mempunyai akhir, artinya ia akan selalu berubah sesuai dengan tuntutan zaman, karena itu analisis SWOT sering dilakukan. Beberapa keuntungan atau kelebihan menggunakan analisis SWOT adalah :
1. Analisis SWOT adalah suatu alat yang mudah untuk menerangkan, mudah dalam menggunakan, mudah pula untuk dipahami oleh anggota komunitas sampai kepada level intelegensi yang rendah sekalipun.
2. Alat ini dapat digunakan untuk membuat analisis masalah (problem analisis), memonitor, dan juga untuk mengevaluasi kegiatan yang sedang berjalan.
3. Alat ini menyediakan kerangka pemahaman yang seimbang antara faktor-faktor kekuatan dan kelemahan yang dimilki.
4. Terbuka, dan terfokus, karena kegiatan diskusi akan difasilitasi jika menerapkan metode ini.
5. Memungkinkan bahwa seluruh ide dari satu masalah didiskusikan secara seimbang.
6. Dapat merekam perubahan dalam sikap dan presepsi suatu masyarakat jika analisis dilakukan secara fokus dan konsisten.
Hasil analisis SWOT biasa berupa profil SWOT (SWOT profile), yaitu berupa sebuah tabel dengan kotak, dimana masing-masing berisi point-point yang termasuk sebagai S,W,O dan T. Alat yang biasa dipakai adalah matriks SWOT, yang menggambarkan bagaimana menggabungkan antara faktor internal dan eksternal, sehingga menghasilkan empat bentuk strategi yang dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4 Matriks Analisis SWOT
Eksternal Internal
Strenythness (S):
Tentukan faktor-faktor yang merupakan kekuatan internal
Weaknesses (W):
Sebutkan berbagai faktor yang menjadi kelemahan organisasi menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang yang tersedia
W-O
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan organisasi sehingga mampu memanfaatkan peluang pengaruh negatif dan ancaman eksternal
W-T
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman
Sumber: Matriks SWOT yang akan dipakai sebagai alat analisis
Kelebihan menggunakan SWOT informal sehingga menggali partisipasi lebih baik. Partisipasi juga mendorong, karena informasi yang digunakan adalah berupa informasi kualitatif, sehingga menjadi keterlibatan semua orang. Analisis SWOT adalah tahap pertama dari perencanaan dan membantu pengambilan keputusan untuk berfokus pada isu-isu kunci dan tahap selanjutnya.
Persepsi Masyarakat dan Konflik Sosial
Persepsi merupakan suatu proses pengamatan seseorang yang berasal dari komponen kognetif yang sangat dipengaruhi oleh faktor pengalaman, proses belajar, cakrawala dan pengetahuannya. Menurut Sarwono (1999) persepsi merupakan proses pencarian informasi untuk dipahami, pandangan seseorang terhadap suatu fenomena dapat bersifat konotatif dan denotatif, menolak atau menerima, suka atau tidak suka terhadap obyek yang dihadapinya. Menyatakan persepsi masyarakat terhadap lingkungan sangat dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dan pendidikan. Seseorang akan memberi persepsi positif terhadap lingkungan, apabila lingkungan tersebut memberikan kesejahteraan kepadanya, sebaliknya jika lingkungan tidak mampu meningkatkan kesejahteraan, ia cenderung memberi nilai negatif terhadap lingkungan yang dihadapinya. Kegiatan penambangan nikel di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, menimbulkan implikasi pada terjadinya perubahan lingkungan sosial masyarakat yang bersifat positif dan negatif. Faktor-faktor menyebakan munculnya konflik di dalam suatu masyarakat karena adanya perbedaan individu, perbedaan budaya, perbedaan kepentingan, dan terjadinya perubahan sosial di dalam masyarakat.
Perbedaan individu terjadi karena perbedaan lingkungan yang membentuk kedua belah pihak yang melahirkan prinsip-prinsip nilai kebiasaan atau tatacara yang berbeda (Soekanto, 1982).
Konflik dapat terjadi jika masing-masing pihak tidak dapat menerima atau menghormati prinsip atau sistem nilai yang dimiliki pihak lain. Bila kedua unsur yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan masyarakat ini semakin terpolarisasi antara unsur dominan dan yang dipinggirkan, maka konflik dapat mengarah menjadi tindak kekerasan (Turner, 1998). Ketidak merataan distribusi faktor-faktor produksi, umumnya dirasakan oleh masyarakat lokal yang bermukim di sekitar wilayah lingkar pertambangan, padahal penduduk asli yang bermukim disekitar wilayah lingkar tambang selalu mengharapkan program pengembangan masyarakat yang dapat meningkatkan kehidupan masyarakat setempat (Tomagola, 2000). Salah satu faktor terjadinya konflik di Maluku Utara tahun 1999, adalah konflik sosial akibat gap sosial antara pendatang dan penduduk asli, akibat terjadi ketimpangan program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan PT. NHM.
Penelitian Terdahulu yang Relevan
Siregar (2007) melakukan penelitian dengan judul: Persepsi Masyarakat Terhadap Pembukaan Pertambangan Emas di Hutan Batang Toru (Studi kasus di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan). Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif, pada tingkat persepsi menggunakan skala likit dan untuk melihat hubungan sosial-ekonomi terhadap persepsi masyarakat setempat
tentang pembukaan pertambangan emas di kawasan hutan Batang Toru dengan menggunakan korelasi Sperman Rank, jumlah sampel sebanyak 80 KK, pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Aek Pining dan Desa Napa belum memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang pertambangan dan hutan. Deskripsi singkat dari penelitian terdahulu yang relevan dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5 Matriks Penelitian Sebelumnya yang Relevan
No Judul Penelitian Peneliti Hasil Penelitian Alat Analisis Yang Gunakan
Pasaribu (2010) penelitian dengan judul: Analisis Dampak Pertambangan Emas Terhadap Sosisal Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan, penelitian ini melihat dampak pertambangan emas terhadap sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Batang Toru, dan bagaimana pengaruh dampak sosial (pendidikan, dan kesehatan) dan ekonomi (kesempatan bekerja dan berusaha) tambang emas tersebut terhadap pengembangan wilayah di Kecamatan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pembagian kuesioner dan studi dokumentasi, sampel penelitian adalah masyarakat di 11 desa yang berdekatan dengan perusahaan. Sampel yang digunakan sebanyak 10 orang setiap desa, dengan total 110 orang, analisis data dilakukan dengan cara uji beda rata-rata dan regresi linier.
Industri Perkayuan Daerah Trans Samarinda Balikpapan Terhadap Lingkungan Sosial Eekonomi Masyarakat Sekitarnya, judul Tesis A. Gaffar Hidayat (1987), dan ABD. Wahab Hasyim (2007) dengan Judul Keberlanjutan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Tanpa Tambang Nikel (Studi di Pulau Gebe Propinsi Maluku Utara), dari kedua penelitian terdahulu menegaskan peran sosial dan ekonomi dan ekologi dalam masyrakat yang diakibatkan karena pertambangan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dan disajikan secara ringkas, dimana pada penelitian tersebut menggunakan alat analisis regresi dan uji t untuk dapat melihat dampak tambang terhadap sosial ekonomi dari sisi pendapatan, dan peluasan usaha, dan pendidikan serta kesehatan Pasaribu (2010), dan Yusuf (2008) menghitung sosial ekonomi secara AHP, dimana apabila kebijakan pemerintah berjalan baik dengan adanya tambang, maka perkembangan sosial ekonomi masyarakat pun dapat berjalan dengan baik. Keungggulan dari penelitian yang akan dilakukan penulis yaitu tidak hanya menghitung dampak tambang terhadap sosial ekonomi, tetapi juga membuat solusi dalam bentuk kebijakan untuk pemerintah dalam menentukan kebijakan selanjutnya guna pertumbuhan sosial ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, dengan menggunakan alat analisis Change in Productivity, analisis Chi-Square dan analisis SWOT.