TINJAUAN PUSTAKA
E. Keluarga Berencana (KB)
1. Konsep Dasar a. Pengertian
Keluarga berencana merupakan usaha suami-istri untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Usaha yang dimaksud termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan pencernaan keluarga. Prinsip dasar metode kontrasepsi adalah mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilitas) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang didalam rahim.(Purwoastuti, 2015)
b. Macam – macam KB
1) Metode Amenorea Laktasi (MAL)
Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman apapun lainnya. Metode MAL dapat dipakai sebagai kontrasepsi bila :
a) Menyusui secara penuh (full breast feeding) lebih efektif bila pemberian lebih dari 8 kali sehari
b) Belum haid
c) Umur bayi kurang dari 6 bulan
2. Metode Keluarga Berencana Alamiah (KBA) a) Teknik pantang berkala
Senggama dihindari pada masa subur yaitu dekat dengan pertengahan siklus haid atau terdapat tanda-tanda adanya kesuburan yaitu keluarnya lendir encer dari liang vagina. Untuk perhitungan masa subur dipakai rumus siklus terpanjang dikurangi 11, siklus terpendek dikurangi 18. Antara kedua waktu senggama dihindari
b) Suhu basal (MSB)
Jika salah satu dari 3 suhu berada dibawah garis pelindung selama perhitungan 3 hari, ini mungkin tanda bahwa ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut –turut suhu tercatat diatas garis pelindung sebelum memulai senggama.
Ketika masa mulai tak subur, tidak perlu untuk mencatat suhu basal ibu. Ibu dapat berhenti mencatat sampai haid berikut mulai dan bersenggama sampai hari pertama haid berikutnya.
Ibu harus mendapat instruksi untuk metode lendir serviksdan suhu basal. Ibudapat menentukan masa subur ibu denganmengamati suhu basal ibu suhu tubuh lendir serviks. (1) Setelah darah haid berhenti, ibu dapat bersenggama pada
malam hari, pada hari kering dengan berselang sehari selama masa tak subur. Ini adalah aturan selang hari kering (aturan awal). Aturan yang sama dengan lendir serviks.
(2) Masa subur mulai ketika ada perasaan basah atau munculnya lendir, ini adalah aturan awal. Aturan yang sama dengan metode lendir serviks. Berpantang senggama sampai masa subur berakhir.
(3) Pantang bersenggama sampai hari puncak dan aturan perubahan suhu sudah terjadi.
(4) Apabila aturan ini tidak mengidentifikasi hari yang sama sebagai akhir masa subur, selalu ikuti aturan yang paling konservatif, yaitu aturan yang mengidentifikasi masa subur yang paling panjang.
d. Senggama Terputus
Senggama Terputus adalah metode keluarga berencana teradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi.
a. Kondom
Kondom merupakan selubung atau sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), pastik (vinil), atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat hubungan seksual. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muara berpinggir tebal, yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti puting susu.berbagai bahan telah ditambahkan pada kondom baik untuk meningkatkan efektivitasnya (misalnya penambahan spermisida) maupun sebagai aksesoris aktifitas seksual. Standart kondom dilihat dari ketebalan, pada umumnya standart ketebalan adalah 0,02 mm. Tipe kondom terdiri dari kondom biasa, kondom berkontur atau bergerigi, kondom beraroma, kondom tidak beraroma.
b. Diafragma
Diafragma adalah kap berbentuk bulat cembung terbuat dari lateks atau karet yang diinsersikan kedalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks. Jenis diafragma
1) Flat spring (flat metal band). 2) Coil spring (coiled wire).
3) Archi spring (kombinasi meta spring) c. Spermisida
Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia(non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sprema . Jenis spremasida terbagi menjadi :
1) Aerosol (busa)
2) Tablet vagina, suppositoria atau dissolvable film 3) Krim .(purrwoastuti, 2015)
4. Kontrasepsi Kombinasi (Hormon Estrogen dan Progesteron) a. Pil kombinasi
1) Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen atau progestin dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
2) Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen atau progestin dalam 2 dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
3) Trifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen atau progestin dengan 3 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
b. Suntikan kombinasi
Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depomedroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali (cyclofem), dan 50
mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol valerat yang diberikan injeksi IM 1 bulan sekali.
5. Kontrasepsi Progestin
a. Kontrasepsi suntikan progestin
Tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin, yaitu :
1) Depomedroksiprogesteron asetat (depoprofera) mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM (didaerah bokong).
2) Depo noretisteron enantat (depo noristerat), yang mengandung 200 mg noretrindon enantat, diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intra muskular
b. Kontrasepsi pil progestin (mini pil) Ada 2 jenis mini pil
1) Kemasan dalam isi 35 pil : 300 µg levonorgestral atau 350 µg noretrindon
2) Kemasan dengan 28 pil : 75 µg desogestral c. Kontrasepsi implant
Ada 3 jenis :
1) Norplant terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg levonogestrol dan lama kerjanya 5 tahun.
2) Implanont terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3-keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
3) Jadena dan indoplant
Terdiri dari 2 batang diisi dengan 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.
d. AKDR dengan progestin
Jenis AKDR yang mengandung hormon steroid adalah prigestase yang mengandung progesteron dari nirena yang mengandung levonogestrel.
6. Alat Kontrasepsi dalam Rahim a) AKDR CuT-380A
Kecil, kerangka dari plastik yang fleksibel, berbentuk huruf T diselubungi dengan kawat halus yang terbuat dari tembaga (Cu). Tersedia diindonesia dan terdapat dimana-mana.
b) AKDR lain yang beredar diindonesia ialah NOVA T. 7. Kontrasepsi Mantap
a) Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan.
b) Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi fasa deferensia sehingga alur tansportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
c) Rekanalisasi
Operasi rekanalisasi dengan teknik bedah mikro sudah banyak dikembangkan. Teknik ini tidak saja menyambung kembali tuba falopi dengan baik, tetapi juga menjamin kembalinya funsi tuba. Hal ini disebabkan oleh teknik bedah mikro yang secara akurat menyambung kembali tuba dengan trauma yang minimal, mengurangi perlekatan pasca operasi, mempertahankan fisiologi tuba, serta menjamin fimbriae tuba tetap bebas sehingga fungsi penangkapan ovum masih tetap baik.(Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi (Sarwono, 2010)
2. Dokumenasi Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana
Laporan asuhan kebidanan keluarga berencana di dokumentasikan dalam bentuk SOAP menurut (Haryani, 2012).
S : Data Subjektif
Berisi tentang data dari pasien melalui anamnesis (wawancara) yang merupakan ungkapan langsung tentang keluhan atau masalah. O : Data Objektif
Data yang didapat dari hasil observasi melalui pemeriksaan fisik sebelum atau selama pemakaian KB.
Berdasarkan data yang terkumpul kemudian dibuat kesimpulan meliputi diagnosis, antisipasi diagnosis, atau masalah potensial, serta perlu tidaknya tindakan segera.
P : perencanaan
Merupakan trencana dari tindakan yang akan diberikan termasuk asuhan mendiri, kolaborasi, tes diagnosis atau laboraturium, serta konseling untuk tindak lanj