BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.3 Temuan Penelitian
4.3.3 Hasil Temuan Pada Responden (Yg)
4.3.3.1 Latar Belakang
4.3.3.1.1 Keluarga
Yg merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Kedua adik laki-lakinya (kembar) berusia 18 tahun sementara adik perempuannya berusia 7 tahun. Salah satu adik laki-lakinya sudah menikah dan mempunyai satu orang anak. Semua anggota keluarganya tersebut tinggal dalam satu rumah. Kedua orang tua Yg mempunyai pekerjaan, ayah Yg bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil bagian Tata Usaha Puskesmas dan ibu sebagai penjaga warung dan pembuat kue. Menurut Yg karakter ibu yang cerewet tidak berpengaruh terhadap dirinya. Yg dari kecil hingga sekarang tetap seorang yang pendiam.
Hem… Keluarga ku kan cerewet-cerewet tuh, ya… apa, gak, gak
kebawa sih, ya aku orangnya pendiam ya tetap pendiam. Terutama ibu ku, udah cerewet sukanya bentak-bentak, pokoknya keras lah,
aku dituntut harus nurut sama dia gak boleh bantah sedikit pun, kaya gitu (A2-W3: 080413).
Penilaian Yg terhadap ibu berbeda dengan penilaian terhadap ayah. Karakter ibu yang keras dan menuntut banyak hal dari Yg. Menurut Yg sosok ibu yang keras adalah ibu yang otoriter dalam mendidik anaknya. Lain halnya dengan ibu, ayah lebih bersikap pasif dalam keluarga. Ayah sangat pendiam dan terkesan tidak memperdulikan Yg, sehingga Yg tidak merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Ayah Yg hanya mencukupi kebutuhan secara materi semata. Karakter orang tua yang seperti ini membuat Yg merasa tidak nyaman. Terlihat bahwa keluarga Yg merupakan keluarga yang tidak ideal.
Hem… (terdiam sejenak). Kalau ibu ku keras wataknya, gak bisa
dibantah. Kalau sama dia gak boleh jawab, sekali jawab ngomel gak berhenti-berhenti. Pokoknya harus nurut, aku sampai takut, takut banget sama ibu ku. Kalau bapak ku sih lebih pendiam banget orangnya, terserah aku mau gimana dia gak perduli. Aku jarang banget ngomong sama bapak ku (A3-W1: 160613).
Hal yang tidak disukai dari kedua orang tua Yg adalah sifat keras dan terlalu banyak tuntutan dari ibu dan sifat cuek ayahnya. Cara didik orang tua Yg keras, banyak tuntutan-tuntutan dari ibu, dan ayah menyerahkan urusan anak sepenuhnya kepada ibu. Harapan Yg terhadap ibunya adalah Yg ingin ibunya tidak terlalu keras rterhadapnya dan untuk ayahnya Yg berharap agar ayahnya lebih bisa memperdulikannya dan menyayanginya.
Aku gak suka ibu ku yang keras banget sama aku Ds, gak suka! Mau ngomong saja sudah takut duluan, dia terlalu banyak tuntutan. Kalau
bapak ku (terdiam), aku gak suka dia yang cuek sama aku, berasa gak diperhatiin gitu, gitu lah pokoknya (A3-W2: 160613).
Cara didik mereka ya kayak gitu, ibu ku keras banget, banyak tuntutan, kayak gitu Ds. Kalau bapak ku lebih nyerahin ke ibu ku. Tapi sebenernya aku gak mau gitu, penginnya bapak ku juga peka sama aku. Ibu ku jangan terlalu keras sama aku dan bapak ku lebih perduli sama aku. Aku lebih suka di cost dari pada di rumah. Dirumah bawaannya pusing terus gitu (A3-W3: 160613).
Di rumah Yg dekat dengan adik perempuannya yang bernama Pt, sedangkan dengan kedua adik laki-lakinya kurang begitu dekat. Sifat pendiam ayah menimbulkan komunikasi antara Yg dan ayahnya sangatlah minim. Yg berharap ayahnya bisa lebih komunikatif sehingga kedekatan hubungan bisa terjalin dengan baik. Yg menganggap ayahnya terlalu cuek dengan dia. Harapan Yg adalah agar ayahnya memberikan perhatian yang lebih kepaadanya dan memberikan kasih sayang yang semestinya sebagai seorang ayah kepada anaknya.
Ya baik-baik saja, tapi kalau sama bapak jarang, jarang yang ya cerewet-cerewetan kayak gitu jarang (A2-W14: 080413).
Hem… (terdiam) enggak, biasa saja sih, tapi bapak ku tuh orangnya
cuek, aku ngapa-ngapain ya gak pernah komen, sampai sekarang juga gak pernah. Paling ibu ku doang yang cerewet-cerewet kayak gitu. Penginnya sih bapak ku lebih, lebih peka lagi, lebih perduli (A2-W15: 080413).
Di mata orang tuanya, Yg dinilai sebagai anak yang penurut, rajin dan taat beribadah, namun pada kenyataannya Yg termasuk anak yang tidak jujur, suka menipu uang orang tuanya dan suka berperilaku menyimpang dari norma yang semestinya misalnya minum miras
diketahui oleh orang tuanya, namun perilaku ini masih dalam batas yang bisa di tolerir. Sisi positif dari Yg adalah ia mampu menunjukkan hasil yang baik kepada orang tuanya dari hasil proses belajar selama ia berkuliah.
Aku tuh orangnya yang nurut sama kedua orang tua ku, terus eu…
rajin shalat, ngaji kayak gitu, kalem, gak sering ngebantah sama orang tua. Tetapi pada kenyataannya? Aku anak biasa, suka nakal, nipu uang orang tua ku buat beli-beli barang. Kadang aku juga suka minum (minuman keras) tapi jarang banget sih, terus pacaran sampai aku nginap di cost-nya dia. Yang kemaren malah mantan ku sering minta uang ke aku. Kalau gak dari orang tua, ya aku dari siapa lagi. Ngutang-ngutang sama teman juga sering banget. Pernah juga aku gadein laptop buat bayar hutang-hutang ku. Sampai sekarang orang tua ku gak tahu kelakuan ku kayak gitu, hehe… (tertawa) (A2-W13: 080413).
Yg mempunyai pengalaman traumatis waktu kecil yaitu dipukul oleh ibunya ketika malas belajar. Dari pengalaman tersebut Yg tidak berani menentang ibunya dan menganggap ibunya adalah orang yang menakutkan. Dari keadaan keluarga yang seperti ini subjek merasa tidak nyaman ketika berada di rumah. Sikap ibu yang kerap berlaku kasar terhadap Yg terutama secara verbal menimbulkan kemarahan dalam diri Yg, namun Yg tidak mampu mengekspresikan kemarahannya tersebut, respon yang ditunjukan hanyalah diam dan menangis.
Paling di bentak-bentak sih sama ibu. Dipukul juga pernah, kakinya sampai merah-merah. Gara-gara waktu dulu SD aku gak mau belajar, dari situ aku bertekad buat rajin belajar. Sakit banget rasanya tahu (A3-W4: 160613).
Masalah sih pasti ada, terutama masalah keuangan, untuk ngatur uang agak susah soalnya aku masih punya adik tiga. Di tambah adik ku yang satu malah ngehamilin anak orang kemarin tuh. Aku gak
tahu ideal apa enggaknya yang jelas aku ngerasa kurang nyaman. Keluarga ku tuh kaku banget Ds. Rumah tuh bawaannya panas, sedikit-sedikit ibu teriak tapi bapak ku cuma diam saja, gak perduli. Penat aku, penat banget (A3-W5: 160613).
Aku diam saja, diam saja di kamar, nangis gitu, kayak gitu. Mau ngelawan takut dimarahin, mau kabur tapi kabur kemana (A3-W6: 160613).