Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri sipil (PNS). Kelurahan berada di wilayah perkotaan. Kelurahan memiliki tugas menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan, dan penyelenggaraan urusan pemerintah di wilayahnya.
2.6.1 Fungsi Kelurahan
Dalam pelaksanaan tugasnya, Kelurahan menyelenggarakan fungsi. Kelurahan mempunyai fungsi yaitu sebagai berikut;
a. Koordinator jalannya pemerintahan b. Pembina di masyarakat
c. Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan gotong royong d. Membina ketentraman dan ketertiban umum
e. Pelaksanaan kegiatan pemerintahan kelurahan;
f. Pelaksanaan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat; g. Penyelenggaraan pelayanan masyarakat di wilayah kelurahan;
h. Penyelenggaraan dan pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah; i. Pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di
wilayah kelurhan;
j. Pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat diwilayah kelurahan;
k. Penyusunan dan sinkronisasi usulan program dan kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan;
l. Pembinaan lembaga sosial kemasyarakatan dan swadaya gotong royong masyarakat;
m. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2.6.2 Lembaga Pemerintahan Kelurahan
Lembaga pemerintahan kelurahan terdiri dari kepala kelurahan dan perangkat kelurahan yaitu akan di jelaskan ini sebagai berikut:
1. Kepala Kelurahan
Kelurahan dipimpin oleh seorang kepala kelurahan. Kepala kelurahan disebut lurah. Lurah diangkat dari PNS yang memenuhi syarat oleh bupati atau wali kota atas usul camat. Syarat-syarat menjadi lurah seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2005 tentang kelurahan pada pasal 3 yaitu dibawah ini:
a. Memiliki pangkat atau golongan minimal penata (III atau C). b. Memiliki masa kerja minimal 10 tahun.
c. Memiliki kemampuan teknis di bidang administrasi pemerintahan dan memahami kondisi sosial budaya masyarakat setempat.
Dalam menjalankan tugasnya, lurah bertanggung jawab kepada bupati atau wali kota melalui camat.
2. Perangkat Kelurahan
Dalam melaksanakan tugasnya, lurah dibantu oleh para perangkat kelurahan. Perangkat kelurahan diisi dari PNS yang diangkat oleh sekretaris daerah kabupaten atau kota atas usul camat. Perangkat kelurahan terdiri dari sekretris kelurahan, seksi-
seksi dan jabatan fungsional. Dalam melaksanakan tugasnya, perangkat kelurahan bertanggung jawab kepada lurah Dan berikut ini merupakan penjelasan mengenai perangkat kelurahan :
1. Sekretaris Kelurahan
Sekretaris kelurahan bertanggung jawab atas penyelenggaraan administrasi pemerintahan, seperti surat-menyurat, dan kearsipan. Selain itu, sekretaris kelurahan juga membantu lurah dalam urusan ketata-usahaan. Sekretariat Kelurahan dipimpin oleh seorang sekretaris yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Lurah. Sekretariat mempunyai tugas :
a. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kegiatan tahunan kelurahan; b. Melaksanakan pelayanan administrasi umum dan ketatausahaan; c. Melaksanakan pengelolaan keuangan kantor;
d. Menyelenggarakan administarasi kepegawaian;
e. Menyiapkan dan memproses usulan diklat aparatur kelurahan;
f. Melaksanakan urusan perlengkapan, rumah tangga dan keamanan kantor; g. Melaksanakan tertib administrasi, dokumentasi dan kearsipan;
h. Melaksanakan pengadaan, pemeliharaan sarana, prasarana kantor dan pengelolaan inventarisasi barang;
i. Melaksanakan tugas kehumasan dan keprotokolan; j. Menyusun bahan pembinaan kedisiplinan pegawai;
k. Menyusun laporan pelaksanaan program dan kegiatan kelurahan;
l. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Seksi Seksi
Seksi-seksi yang ada di kelurahan antara lain seksi pemerintahan, seksi pembangunan, seksi pelayanan umum, serta keamanan dan ketertiban yang penjelasan sebagai berikut :
A. Seksi Pemerintahan
Seksi pemerintahan bertugas membantu lurah melaksanakan pembinaan, pemerintahan kelurahan dan pembinaan Rukun Warga (RW). Contohnya
memfasilitasi pelaksanaan, pengangkatan, dan pemberhentian ketua RT dan ketua RW. Seksi Pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Lurah. Seksi Pemerintahan mempunyai tugas :
1. Menyusun program dan kegiatan di
bidang pemerintahan;
2. Melaksanakan kegiatan pelayanan di
bidang pemerintahan;
3. Melaksanakan pelayanan administrasi
kependudukan dan administrasi pertanahan di wilayah kelurahan;
4. Melaksanakan pemberian layanan
rekomendasi/surat keterangan dilingkup seksi pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
5. Melaksanakan pembinaan lembaga-
lembaga kemasyarakatan di kelurahan;
6. Melaksanakan tertib administrasi dan
pendataan kependudukan;
7. Melaksanakan pembinaan Rukun
Tetangga (RT) di wilayah kelurahan;
8. Menyusun profil dan monografi
kelurahan;
9. Memfasilitasi pelaksanaan keg iatan
pemilihan umum (PEMILU) di wilayah kelurahan;
10. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan
seksi.
B. Seksi Ekonomi Dan Pembangunan
Seksi ini bertugas membantu lurah dalam melaksanakan pengendalian dan pembinaan ekonomi pembangunan, koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah, serta melaksanakan pembangunan partisipasi masyarakat. Contohnya merencanakan pembangunan jalan dan jembatan. Seksi Pembangunan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada
dan bertanggungjawab langsung kepada Lurah. Seksi Pembangunan Masyarakat mempunyai tugas :
1. Menyusun program dan kegiatan
di bidang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pembangunan di wilayah kelurahan.
2. Menyelenggarakan musyawarah
pembangunan kelurahan bersama dengan LPM;
3. Melaksanakan pelayanan kepada
masyarakat di bidang usaha ekonomi kemasyarakatan dan pembangunan.
4. Melaksanakan pembinaan dan
peningkatan, swadaya masyarakat, budaya gotong royong serta pendayagunaan teknologi tepat guna (TTG) di wilayah kelurahan.
5. Melaksanakan pembinaan dan
fasilitasi peningkatan usaha ekonomi kemasyarakatan dan pembangunan.
6. Melaksanakan pembinaan
penataan pembangunan permukiman penduduk di wilayah kelurahan.
7. Melakukan monitoring dan
pengawasan pelaksanaan pembangunan di wilayah kelurahan.
8. Melaksanakan pemberian
layanan rekomendasi persyaratan perizinan tertentu yang berhubungan dengan perekonomian dan pembangunan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
9. Menyusun laporan pelaksanaan
kegiatan seksi.
10. Melaksanakan tugas lainnya
yang diberikan oleh atasan / pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Seksi ini bertugas membantu lurah dalam menyiapkan bahan penyusunan program serta melaksanakan pembinaan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Contohnya menyalurkan bantuan kepada keluarga miskin. Seksi Kesejahteraan Sosial atau social kemasyarakatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada Lurah. Seksi Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas :
1. Menyusun program dan kegiatan
di bidang kesejahteraan social;
2. Melaksanakan pemberian
layanan rekomendasi / surat keterangan yang berhubungan dengan kesejahteraan social sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
3. Memfasilitasi pembinaan
kerukunan hidup antar warga dan antar umat beragama di wilayah kelurahan.
4. Melaksanakan pendataan
terhadap masyarakat yang rentan masalah sosial dan keluarga miskin di wilayah kelurahan.
5. Melaksanakan pengawasan
terhadap pelaksanaan bantuan, program dan kegiatan kesejahteraan social di wilayah kelurahan.
6. Memfasilitasi rapat sosialisasi
program pemerintah di bidang kesejahteraan sosial kemasyarakatan di wilayah kelurahan.
7. Melaksanakan pembinaan dan
fasilitasi program kegiatan usaha kesehatan sekolah dan organisasi sosial kemasyarakatan di wilayah kelurahan.
8. Melaksanakan pembinaan dan
fasilitasi kegiatan / program kesehatan masyarakat, kesehatan ibu dan anak serta keluarga berenana di wilayah kelurahan.
9. Melaksanakan fasilitasi terhadap
usaha-usaha kesejahteraan rakyat dan penanggulangan korban bencana alam.
10. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan usaha kesejahteraan rakyat.
11. Menyusun laporan pelaksanaan
kegiatan seksi.
12. Melaksanakan tugas lainnya
yang diberikan oleh atasan / pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
D. Seksi Ketertiban Dan Keamanan
Seksi ini bertugas membantu lurah melaksanakan pembinaan ketertiban dan keamanan. Contohnya melaksanakan penertiban terhadap gangguan sosial. Seksi Ketentraman, Ketertiban dan Lingkungan Hidup dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada Lurah. Seksi Ketentraman, Ketertiban dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas :
1. Menyusun program dan kegiatan ketentraman dan ketertiban dan lingkungan hidup;
2. Melaksanakan pemberian
layanan di bidang ketentraman dan ketertiban serta pemberian layanan rekomendasi izin pertunjukan dan keramaian di wilayah kelurahan;
3. Mengkoordinasikan pelaksanaan
pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah kelurahan
4. Melaksanakan
pengadministrasian dan pelaporan data eks. G.30.S.PKI;
5. Melaksanakan pengawasan
umum terhadap kegiatan mendirikan bangunan, membuka lahan, galian C dan Kegiatan lainnya yang tidak memiliki perizinan di wilayah kelurahan;
6. Melaksanakan monitoring dan
7. Melaksanakan pembinaan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara ketentraman, ketertiban dan kelestarian lingkungan hidup;
8. Memfasilitasi rapat penyelesaian
permasalahan di bidang trantib, lingkungan hidup dan perizinan lainnya di wilayah kelurahan.
9. Melaksanakan pemberian
layanan administrasi perijinan yang berhubungan dengan keamanan dan ketertiban wilayah.
10. Melaksanakan koordinasi dengan
instansi terkait, lembaga masyarakat, tokoh agama, LSM, RT.
11. Menyusun laporan pelaksanaan
kegiatan seksi.
12. Melaksanakan tugas lainnya
yang diberikan oleh atasan / pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3. Jabatan Fungsional
Jabatan fungsional merupakan perangkat kelurahan yang memegang fungsi khusus bagi jalannya pemerintahan kelurahan. Jabatan fungsional membantu lurah untuk membina masyarakat.
2.6.3 Sumber Keuangan Kelurahan
Sumber keuangan kelurahan dapat diperoleh dari: 1. APBD kabupaten atau kota.
2. Bantuan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten atau kota.
2.6.4 Pembentukan, Penghapusan, Dan Penggabungan Kelurahan
Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini:
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006. Berdasarkan Permendagri 31/2006 tentang pembentukan, penghapusan, dan penggabungan kelurahan, dan Permendagri 28/2006 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, maka syarat-syarat pembentukan suatu kelurahan adalah:
1. Wilayah Jawa dan Bali
paling sedikit 4.500 jiwa atau 900 KK, dengan luas paling sedikit 3 km2;
2. Wilayah Sumatera dan
Sulawesi paling sedikit 2.000 jiwa atau 400 KK, dengan luas paling sedikit 5 km2; dan
3. Wilayah Kalimantan,
NTB, NTT, Maluku, Papua paling sedikit 900 jiwa atau 180 KK, dengan luas paling sedikit 7 km2.
4. serta memiliki memiliki
kantor pemerintahan, memiliki jaringan perhubungan yang lancar, sarana komunikasi yang memadai, dan fasilitas umum yang memadai. Kelurahan yang tidak lagi memenuhi kondisi di atas dapat dihapuskan atau digabungkan dengan kelurahan yang lain, berdasarkan hasil penelitian dan pengkajian yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota.
5. Sedangkan pemekaran
kelurahan dapat dilakukan setelah mencapai paling sedikit lima tahun penyelenggaraan pemerintahan di kelurahan tersebut.
2.7 Lembaga Kemasyarakatan