BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran
Hasil penelitian keterampilan membaca pegon siswa pada mata pelajaran Akhlaq melalui strategi reading aloud pada materi sifat mustahil Allah dikelas III B SDI Terpadu Saroja Kutisari Surabaya dari siklus I hingga siklus II adalah sebagai berikut:
Grafik 4.1
Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Siklus I dan II
Tabel 4.9
Hasil Prosentase Peningkatan Observasi Terhadap Aktivitas Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pegon Menggunakan
Strategi Reading Aloud
Siklus Hasil Prosentase
Siklus I 82,69% Siklus II 92,59% 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 Persiapan Guru Kegiatan Awal
Kegiatan Inti Kegiatan
Penutup
Siklus I Siklus II
102
Berdasarkan diagram di atas, terdapat peningkatan hasil observasi guru. Hal ini dibuktikan dengan prosentase hasil peningkatan pada siklus I sebesar 82,69% dan setelah dilaksanakan siklus II hasil prosentasenya meningkat sebesar 92,59% .
Berdasarkan gambar grafik di atas, dapat diketahui bahwa kemampuan guru dalam mempersiapkan pembelajaran pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 3,5 dan pada siklus II meningkat menjadi 4. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru telah mempersiapkan perangkat- perangkat yang di butuhkan dalam mengajar, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Kemampuan guru dalam melakukan kegiatan awal pembelajaran, pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,33 dan meningkat pada siklus II memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,5. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah mampu membuka pelajaran dengan sangat baik, mempu menarik perhatian siswa serta memotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya.
Kemampuan guru dalam melakukan kegiatan inti pembelajaran, pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,08 dan meningkat pada siklus II dengan memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,69. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah mampu meningkatkan keterampilan membaca pegon siswa, membimbing siswa untuk belajar membaca pegon, menjelaskan isi materi bacaan, memberikan dorongan kepada siswa agar percaya diri
103
terhadap kemampuannya membaca pegon serta mampu memberikan penguatan terhadap peserta didik.
Kemampuan guru dalam menutup pembelajaran, pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,66 dan meningkat pada siklus II dengan memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,83. Hal ini membuktikan bahwa guru telah mampu meninjau materi kembali, memberikan evaluasi secara individu serta memberikan dorongan pada siswa untuk tetap belajar dirumah.
2. Aktivitas Siswa
Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa yang dilakukan selama 2 siklus, diperoleh data aktivitas siswa yang terdapat pada grtafik berikut:
Grafik 4.2
Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran Siklus I dan II
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 Persiapan Siswa Aktivitas Siswa Saat Kegiatan Awal Aktivitas Siswa Saat Kegiatan Inti Aktivitas Siswa Saat Kegiatan Penutup Siklus I Siklus II
104
Tabel 4.10
Hasil Prosentase Peningkatan Observasi Terhadap Aktivitas Siswa Selama Proses Pembelajaran Menggunakan Strategi Reading Aloud
Siklus Hasil Prosentase
Siklus I 81,25%
Siklus II 92%
Dari data hasil observasi pada aktivitas siswa di atas, terdapat peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dikelas. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan prosentase aktivitas siswa pada siklus I dan pada siklus II, yaitu pada siklus I hasil prosentase aktivitas siswa dalam pembelajaran sebesar 81,25% dan pada siklus II hasil observasi terhadap aktivitas siswa prosentase meningkat sebesar 92%.
Hal tersebut dibuktikan dengan semua aspek yang dinilai dari siklus I dan Siklus II telah terjadi peningkatan, hal tersebut dibuktikan dari aspek persisapan siswa untuk mengikuti pembelajaran pada siklus I siswa memeroleh nilai rata-rata 3,66 sedangkan pada siklus II meningkat, siswa memperoleh nilai rata-rata 4. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan aktivitas merapikan bangkunya, menyiapkan buku Akhlaqnya serta duduk tenang untuk mengikuti pelajaran.
Aktivitas siswa dalam kegiatan awal pembelajaran, pada siklus I siswa mendapatkna nilai rata-rata 3,33 akan tetapi pada siklus II mengalami penurunan dengan perolehan nilai rata-rata 3,2. Meski mengalami penurunan akan tetapi aktivitas siswa masih tergolong baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah memperhatikan guru saat mengucapkan
105
salam, merespon pertanyaan yang diberikan guru pada kegiatan apersepsi, memperhatikan guru saat menyampaikan tujuan pembelajaran serta temotivasi untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya.
Aktivitas siswa dalam kegiatan inti pembelajaran, pada siklus I siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,2 dan meningkat pada siklus II dengan perolehan nilai rata-rata 3,81. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah mampu meningkatkan keterampilan membaca pegon, siswa memperhatikan guru saat memberikan contoh membaca pegon, perwakilan siswa dari kelompoknya mampu membaca pegon dengan suara yang keras dan teman lainnya menyimaknya.
Aktivitas siswa dalam kegiatan penutup pembelajaran, pada siklus I siswa memperoleh nilai rata-rata 3,5 dan meningkat pada siklus II siswa memperoleh nilai rata-rata 3,66. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah mampu menyimpulkan pembelajaran yang telah diikuti, mampu merespon umpan balik dari guru serta mampu mengikuti evaluasi unjuk kerja secara individu.
Hasil belajar siswa pada penelitian ini adalah tes unjuk kerja siswa membaca pegon secara individu dalam meningkatkan keterampilan membaca pegon pada tiap siklus. Ketuntasan hasil belajar perseorangan siswa diukur dengan nilai KKM 70 yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Siswa yang hasil tes belajarnya mencapai 70 atau lebih maka dinyatakan tuntas, dan sebaiknya. Sedangkan ketuntasan hasil belajar secara
106
klasikal ditetapkan oleh peneliti yakni 80%. Kelas dinyatakan tuntas belajar apabila 80% dari siswa tersebut hasil belajarnya telah mencapai nilai 70.
C.Peningkatan Keterampilan Membaca Pegon Siswa Mata Pelajaran Akhlaq
Ketuntasan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi reading aloud pada materi sift mustahil Allah mata pelajaran Akhlaq dari siklus I hingga siklus II secara klasikal pada setiap siklus disajikan dalam grafik berikut ini:
Grafik 4.3
Peningkatan Keterampilan Membaca Pegon Siswa Pada Sklus I dan II
Berdasarkan grafik di atas dapat dianalisis bahwa pada siklus I ketuntasan belajar siswa sebesar 68% kemudian terjadi peningkatan pada siklus II yakni sebesar 84%. Hal tersebut menunjukkan hasil ketuntasan belajar siswa dalam peningkatan keterampilan membaca pegon materi sifat
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% Siklus I Siklus II
107
mustahil Allah matapelajaran Akhlaq menggunakan strategi reading aloud pada siswa kelas III B SDI Terpadu Saroja Kutisari Surabaya sudah mencapai target yang telah ditentukan yakni 80% dan dinyatakan berhasil (tuntas).
Adapun tabel perbandingan peningkatan keterampilan membaca pegon siswa pada mata pelajaran akhlaq mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11
Perbandingan Data nilai akhir keterampilan membaca pegon siswa kelas III B SDI Terpadu Saroja saat Pra Siklus, siklus I dan siklus II
No Nama Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 ADS 40 50 60 2 ADW 60 70 80 3 AHA 70 70 90 4 ARW 60 70 80 5 AUP 60 60 70 6 BEN 50 70 80 7 DEM 70 70 80 8 DIV 50 50 80 9 FEA 70 100 100 10 FIR 40 50 60 11 IBQ 60 60 70 12 MOF 80 90 100 13 MIA 70 80 90 14 MOD 70 80 100 15 NAS 70 80 90 16 NIE 70 70 70 17 PUS 40 50 60 18 RAM 80 80 90 19 REA 70 90 100 20 RIM 70 80 90 21 ROA 70 80 80 22 ROD 60 70 70 23 VIP 60 60 70
108
24 ZUU 80 80 90
25 RIA 50 50 60
Berdasarkan hasil-hasil data yang telah dijelaskan di atas, dapat diketahui bahwa peningkatan keterampilan membaca pegon dan strategi
reading aloud sesuai digunakan untuk meningkatkan keterampilan
membaca pegon siswa.
Hal tersebut di dukung dengan pernyataan bahwa membaca suatu teks dengan keras yang dapat membantu memfokuskan perhatian secara mental menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan merancang diskusi. Strategi ini mempunyai efek pada memusatkan perhatian dan membuat suatu kelompok yang kohesif.76
76
Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang: RaSAIL Media Group, 2008), hlm 76.
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan analisis data tentang peningkatan keterampilan membaca
pegon mata pelajaran Akhlaq materi sifat mustahil Allah dengan
menggunakan strategi reading aloud di kelas III B SDI Terpadu Saroja Kutisari Surabaya. Peneliti dapat mengambil kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah yang telah diajukan yakni sebagai berikut:
1. Penerapan strategi reading aloud dalam meningkatkan keterampilan membaca pegon mata pelajaran Akhlaq di kelas III B SDI Terpadu Saroja Kutisari Surabaya dengan langkah-langkah sebagai berikut, pertama guru membentuk siswa menjadi 5 kelompok, memilih wacana yang akan dipelajari, guru mencontohkan cara membaca pegon terlebih dahulu dan siswa menirukannya secara berulang-ulang, kemudian perwakilan tiap kelompok membaca kedepan, berhenti pada poin-poin tertentu guru menjelaskan maksud dari wacana tersebut, guru bersama siswa melakukan tanya jawab serta memberi penguatan jika ada yang salah dalam menjawab serta memberi evaluasi unjuk kerja membaca
pegon materi sifat mustahil Allah secara individu. Dalam penerapan
strategi reading aloud diperoleh hasil observasi pada siklus I dan siklus II pada lembar observasi aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, yaitu 82,69% pada siklus I dan 92,59% dalam siklus II. Sedangkan hasil
112
observasi aktivitas siswa pada tiap siklusnya yaitu 81,25% pada siklus I, dan pada siklus II mencapai 92%. Hal ini dapat terjadi peningkatan pada pada siklus II karena adanya penambahan media visual berupa tulisan besar serta metode game group (permainan adu cepat dalam menjawab pertanyaan).
2. Peningkatan keterampilan siswa membaca pegon mata pelajaran Akhlaq menggunakan strategi reading aloud di kelas III B SDI Terpadu Saroja Kutisari Surabaya pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai hasil belajar siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu rata-rata nilai belajar siklus I hanya mencapai 70,4 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 68%. Kemudian rata-rata nilai belajar siswa meningkat pada siklus II rata-rata nilai belajar telah mencapai 80,4 dengan persentase ketuntasan belajar 84%. Terjadi peningkatan nilai persentase ketuntasan dari siklus I ke siklus II sebesar 16%. Hal ini dapat terjadi peningkatan karena adanya penambahan media visual berupa tulisan besar serta metode game group (permainan adu cepat dalam menjawab pertanyaan) pada siklus II.
B. Saran
Berdasarkan pembuktian keberhasilan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan strategi reading aloud dalam meningkatkan keterampilan membaca pegon mata pelajaran Akhlaq, maka dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut ini:
113
1. Bagi guru mata pelajaran Akhlaq, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan keterampilan membaca pegon siswa pada mata pelajaran Akhlaq.
2. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian yang sejenis.
3. Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan minat siswa untuk membaca pegon dalam proses pembelajaran. Melalui strategi
reading aloud siswa akan percaya diri terhadap kemampuan
membacanya serta membuat siswa lebih aktif saat kegiatan belajar mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
A. S. Broto, 1980. Pengajaran Bahasa di Sekolah Dasar. Jakarta : bulan Bintang.
Asy’ari, Ahm, dkk. 2005. Pengantar Studi Islam. Surabaya : IAIN Sunan Ampel Press.
Bahrul Hayat. 2010. Mutu Pendidikan,. Jakarta:Bumi Aksara.
Budi nuryanta, 1998. Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Media Press.
Dalman. 2013. Keterampilan Membaca. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada. David Hunger dan Thomas L. Wheelen. 2003. Manajemen Strategi.
Yogyakarta:Armilo.
Dedy Mulyana, 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu
Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Rosdakarya.
Eni Purwati, 2011. Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa
Kelas I MI An-Nur Menggunakan Metode Kata Lembaga. Laporan
Penelitian. Semarang : Unnes.
Farida Rahim, 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamzah B. Uno. 2012. Menjadi Peneliti PTK yang Profesional. Jakarta:PT. Bumi Aksara.
Hamzah Tualeka, Zn, dkk. 2011. Akhlaq Tasawuf. Surabaya : IAIN SA Press. Henry Guntur Tarigan. 1982. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
Henry Guntur Tarigan. 1994. Membaca Ekspresif. Bandung:Angkasa.
Hisyam Zaini, dkk, 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Insan Madani.
Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, 2013. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Ismail SM, 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM
(Pembelajaran Aktif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan). Semarang:
James E. Collin. 2011. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Jauharoti Alfin, 2009. Keterampilan Dasar Berbahasa. Surabaya: Pustaka Intelektual.
Masnur muslich. 2009. Melaksanakan PTK Itu Mudah. Jakarta:PT. Bumi Aksara.
Mastuhu, 1994. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, Cet.I. Jakarta: INIS. Melvin L. Silberman, 2004. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif.
Bandung: Raisul Muttaqien.
Mimin Haryati, 2010. Model dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan
Pendidika. Jakarta: Gaung Persada Press.
Muhammad fauqi hajjaj. 2011. Tasawuf islam akhlaq. Jakarta ; Mathba’ah Al- Fajr Al-Jadid.
Mulyasa H. E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung:PT. Rosdakarya.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013.
Riyanto, Yaim. 2001. Metodologi Penelitian pendidikan. Surabaya:SIC.
Suharsami Arikunto, dkk. 2009. PenelitianTindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Tadjab, Muhaimin, Abd. Mujib, 1994. Dimensi-Dimensi Studi Islam. Surabaya: Karya Abditama.
Tatapangsara Humaidi, 1980. Akhlaq Yang Mulia. Surabaya : Bina Ilmu. Tim guru SDI Terpadu Saroja, Kutisari-Surabaya, Tahun Pelajaran 2015-2016. TIM Lapis PGMI. 2009. Penelitian tindakan Kelas. Surabaya:Amanah
Pustaka.
W. Gulo, 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:PT Grasindo.
Wawancara, Farida Hasani Triwulandari. di SDI Terpadu Saroja Kutisari Surabaya. 23Oktober 2015. 09.00 WIB.
Wina Senjaya. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Kencana Prenada Media.