4.1 Hasil Penelitian
4.1.5 Hasil dan Analisis Penelitian Kualitatif
4.1.5.1 Kemampuan Literasi Matematika Kelas Eksperimen
Untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan literasi matematika siswa dari kelas penelitian, peneliti menentukan dua instrumen yang terdiri dari tes dan wawancara. Wawancara dilakukan dua kali yaitu setelah siswa mengerjakan soal pre-test dan setelah siswa mengerjakan soal post-test. Daftar subjek penelitian dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut:
No Nama Kode Kelompok 1 2 3 4 5 6
Risma Nahva Firdausy Iin Setyaningsih
I Nyoman Karma D N W Linda Setyawan
Regis Erlang Pramudya Rico Jafar Saputra
SE-22 SE-10 SE-09 SE-12 SE-19 SE-20 Atas Atas Tengah Tengah Bawah Bawah
4.1.5.1.1 Wawancara Setelah Pre-Test
Wawancara pre-test dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum siswa mendapatkan materi dari peneliti. Penyajian data tentang analisis kualitatif setelah pre-test ini didasarkan pada data lengkap pre-test yang telah disajikan (lampiran 49-54) dan reduksi data (lampiran 62-67). Dari hasil reduksi yang telah dilakukan oleh peneliti dilakukan penyajian data dengan indikator-indikator kemampuan literasi matematika. Berikut ini penyajian data berdasarkan indikator kemampuan literasi matematika:
1. Kemampuan Literasi Matematika Kelas Atas a. Subjek penelitian SE-22
Subjek SE-22 merupakan salah satu peserta didik yang menempati klasifikasi kelompok atas.
1) Hasil Tes Kemampuan Literasi Matematika Subjek SE-22 dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut:
Berdasarkan hasil pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 49) dan reduksi data (lampiran 62) terlihat bahwa subjek SE-22 telah menunjukkan kemampuan literasi matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan subjek SE-22 mengerjakan soal tersebut dengan
lancar SE-22 mampu mengkomunikasikan masalah, mengubah permasalahan dari dunia nyata ke bentuk matematika atau sebaliknya, menyusun strategi, tetapi belum mampu memberi alasan yang logis untuk menghasilkan kesimpulan, belum terlihat menggunakan simbol matematika, dan menggunakan alat bantu matematika.
2) Hasil Wawancara Subjek SE-22 a) Communication
Berdasarkan hasil wawancara pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 49) dan reduksi (lampiran 62) SE-22 mampu menjawab soal yang diberikan. Hasil pekerjaan 22 juga telah menunjukkan bahwa SE-22 memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses communication yaitu ditandai dengan SE-22 mampu menuliskan sebagian besar informasi yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal nomor 5. Siswa juga membuat simpulan dari pekerjaannya.
b) Mathematizing
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 49) dan reduksi (lampiran 62) menunjukkan kemampuan mathematizing. Kemampuan matematisasi siswa ditunjukkan dengan siswa dapat mengubah permasalahan sehari-hari ke dalam bentuk matematika. Walaupun siswa tidak menggambarkan bentuk kerangka dari persegi panjang dan persegi pada pekerjaannya namun kemampuan SE-22 telah mampu mengubah masalah nyata ke dalam bentuk matematika dilihat dari strategi yang digunakan SE-22 untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
c) Devising strategies for solving problems
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 49) dan reduksi (lampiran 62) menunjukkan kemampuan SE-22 dalam devising strategies for solving problems. SE-22 mampu menggunakan strategi untuk menyelesaikan masalah yang diberikan meskipun pada langkah mencari panjang rusuk persegi SE-22 melakukan kesalahan dengan membagi panjang rusuk persegi panjang dengan .
d) Reasoning and argument
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 49) menunjukkan kemampuan SE-22 dalam proses reasoning and argument. Berdasarkan hasil wawancara SE-22 telah mampu menyampaikan hasil jawaban dari pekerjaan yang telah diselesaikan disertai dengan argument dari jawaban yang telah SE-22 tuliskan.
e) Using symbolic, formal and technical language and operation
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 49) dan reduksi (lampiran 62) belum menunjukkan kemampuan pada proses using symbolic, formal and technical language and operation dan pada saat wawancara SE-22 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan simbol matematika. f) Using mathematics tools
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 49) belum menunjukkan kemampuan pada proses using mathematics tools dan pada saat wawancara SE-22 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan alat matematika. 3) Kesimpulan
Berdasarkan hasil tes nomor 5, wawancara (lampiran 49) dan reduksi (lampiran 62) menunjukkan bahwa subjek SE-22 belum memenuhi semua komponen literasi matematika yaitu SE-22 belum menunjukkan kemampuan using symbolic, formal and technical language and operation dan using mathematics tools. Dapat disimpulkan bahwa subjek SE-22 teridentifikasi memiliki kemampuan literasi matematika yang cukup.
b. Subjek penelitian SE-10
Subjek SE-10 merupakan salah satu peserta didik yang menempati klasifikasi kelompok atas.
1) Hasil Tes Kemampuan Literasi Matematika Subjek SE-10 dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut:
Berdasarkan hasil pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63) terlihat bahwa subjek SE-10 telah menunjukkan kemampuan literasi matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan subjek SE-10 mengerjakan soal tersebut dengan lancar SE-10 mampu mengkomunikasikan masalah, mengubah permasalahan dari dunia nyata ke bentuk matematika atau sebaliknya,
mempresentasikan masalah memberi alasan yang logis untuk menghasilkan kesimpulan, menyusun strategi dalam memecahkan suatu masalah tetapi belum menggunakan simbol matematika dan menggunakan alat bantu matematika.
2) Hasil Wawancara Subjek SE-10 a) Communication
Berdasarkan hasil pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63) terlihat bahwa subjek SE-10 mampu menjawab soal yang diberikan. SE-10 memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses communication yaitu ditandai dengan SE-10 mampu menuliskan sebagian besar informasi yang diketahui, yang ditanyakan pada soal nomor 5 dan juga membuat simpulan dari pekerjaannya
b) Mathematizing
Hasil pekerjaan SE-10 (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63) menunjukkan kemampuan mathematizing. Kemampuan matematisasi siswa ditunjukkan dengan siswa dapat mengubah permasalahan sehari-hari ke dalam bentuk matematika. Walaupun siswa tidak menggambarkan hubungan kerangka dari persegi panjang dan persegi pada pekerjaannya namun kemampuan SE-10 telah mampu mengubah masalah nyata ke dalam bentuk matematika dilihat dari strategi yang digunakan SE-10 untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
c) Devising strategies for solving problems
Hasil pekerjaan SE-10 (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63) juga menunjukkan kemampuan SE-10 dalam devising strategies for solving problems. SE-10 mampu menggunakan strategi untuk menyelesaikan masalah yang diberikan yaitu dengan cara SE-10 mencari keliling persegi panjang lalu untuk mencari panjang rusuk maksimal dari persegi SE-10 menggunakan persamaan keliling persegi panjang samadengan .
d) Reasoning and argument
Hasil pekerjaan SE-10 (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63) juga menunjukkan kemampuan SE-10 dalam proses reasoning and argument. SE-10 mampu menyampaikan hasil jawaban dari pekerjaan yang telah diselesaikan disertai dengan argument dari jawaban yang telah diberikan SE-10.
e) Using symbolic, formal and technical language and operation
Hasil pekerjaan SE-10 (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63) belum menunjukkan kemampuan pada proses using symbolic, formal and technical language and operation dan pada saat wawancara SE-10 mengakui bingung ketika harus menggunakan simbol matematika.
f) Using mathematics tools
Hasil pekerjaan SE-10 (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63) belum menunjukkan kemampuan pada proses using mathematics tools dan pada
saat wawancara SE-10 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan alat matematika.
3) Kesimpulan
Hasil pekerjaan dan wawancara dengan SE-10 (lampiran 50) dan reduksi (lampiran 63), menunjukkan bahwa subjek SE-10 belum memenuhi semua komponen literasi matematika yaitu belum menggunakan simbol matematika dalam pengerjaan soal. Dapat disimpulkan bahwa subjek SE-10 teridentifikasi memiliki kemampuan literasi matematika yang cukup.
2. Kemampuan Literasi Matematika Kelas Sedang a. Subjek penelitian SE-09
Subjek SE-09 merupakan salah satu peserta didik yang menempati klasifikasi kelompok sedang.
1) Hasil Tes Kemampuan Literasi Matematika Subjek SE-09 dapat dilihat pada gambar 4.3 berikut:
Berdasarkan hasil pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) terlihat bahwa subjek SE-09 belum menunjukkan kemampuan literasi matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan subjek SE-09 mengerjakan soal tersebut dengan cara Gambar 4 3 Hasil Pre-Test Kemampuan Literasi Matematika SE-09
cepat sehingga belum menunjukkan kemampuan dalam memberikan alasan logis untuk menghasilkan kesimpulan dan pada kemampuan mengubah permasalahan nyata ke bentuk matematika hanya ditunjukkan sedikit oleh subjek SE-09.
2) Hasil Wawancara Subjek SE-09 a) Communication
Hasil pekerjaan SE-09 (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) menunjukkan bahwa SE-09 memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses communication yaitu ditandai dengan SE-09 mampu menuliskan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal nomor 5 walaupun informasi yang SE-09 tuliskan masih belum lengkap.
b) Mathematizing
Hasil pekerjaan SE-09 (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) menunjukkan bahwa SE-09 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses mathematizing. Karena SE-09 menggunakan cara yang cepat dalam pengerjaan soal nomor 5 ini jadi belum terlihat bahwa SE-09 memiliki kemampuan mathematizing.
c) Devising strategies for solving problems
Hasil pekerjaan SE-09 (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) menunjukkan bahwa SE-09 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses devising strategies for solving problems karena berdasarkan wawancara SE-09 belum mampu
menjelaskan dengan baik apa yang sudah SE-09 tuliskan untuk menjawab persoalan yang ada pada nomor 5 ini.
d) Reasoning and argument
Hasil pekerjaan SE-09 (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) menunjukkan bahwa SE-09 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses reasoning and argument. Hal ini dikarenakan SE-09 belum mampu menjelaskan alasan dari setiap strategi yang telah SE-09 gunakan untuku menjawab persoalan nomor 5.
e) Using symbolic, formal and technical language and operation
Hasil pekerjaan SE-09 (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) belum menunjukkan kemampuan pada proses using symbolic, formal and technical language and operation dan pada saat wawancara SE-09 mengakui bingung ketika harus menggunakan simbol matematika.
f) Using mathematics tools
Hasil pekerjaan SE-09 (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) belum menunjukkan kemampuan pada proses using mathematics tools dan pada saat wawancara SE-09 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan alat matematika.
3) Kesimpulan
Berdasarkan hasil pekerjaan dan wawancara dengan SE-09 (lampiran 51) dan reduksi (lampiran 64) menunjukkan bahwa subjek SE-09 belum memperlihatkan kemampuan dalam menggunakan simbol matematika, kemampuan menyusun strategi dalam menyelesaikan suatu masalah,
kemampuan dalam memberikan alasan yang logis untuk menghasilkan kesimpulan tetapi sudah dapat mengubah permasalahan nyata ke bentuk matematika. Dapat teridentifikasi bahwa SE-09 memiliki kemampuan literasi matematika yang kurang.
b. Subjek penelitian SE-12
Subjek SE-12 merupakan salah satu peserta didik yang menempati klasifikasi kelompok sedang.
1) Hasil Tes Kemampuan Literasi Matematika Subjek SE-12 dapat dilihat pada gambar 4.4 berikut:
Berdasarkan hasil pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65) terlihat bahwa subjek SE-12 belum menunjukkan kemampuan literasi matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan subjek SE-12 mengerjakan soal tersebut dengan cara cepat sehingga belum menunjukkan kemampuan dalam memberikan alasan logis untuk menghasilkan kesimpulan dan pada kemampuan mengubah permasalahan nyata ke bentuk matematika hanya ditunjukkan sedikit oleh subjek SE-12.
2) Hasil Wawancara Subjek SE-12 a) Communication
Hasil pekerjaan SE-12 (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65) menunjukkan bahwa SE-12 memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses communication yaitu ditandai dengan SE-12 mampu menuliskan sebagian besar informasi yang diketahui, yang ditanyakan pada soal nomor 5, dan juga membuat simpulan dari pekerjaannya
b) Mathematizing
Hasil pekerjaan SE-12 (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65) menunjukkan bahwa SE-12 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses mathematizing. Hal ini terlihat dari hasil pekerjaan SE-12 yang langsung menggunakan rumus sesuai dengan informasi yang ada pada soal tanpa berpikir apakah rumus yang SE-12 tuliskan akan membantunya menyelesaikan soal nomor 5 ini.
c) Devising strategies for solving problems
Hasil pekerjaan SE-12 (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65) menunjukkan bahwa SE-12 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses devising strategies for solving problems. Hal ini terlihat saat wawancara dengan SE-12, SE-12 belum mampu menjelaskan setiap strategi yang sudah SE-12 tuliskan pada lembar jawabnya.
d) Reasoning and argument
Hasil pekerjaan SE-12 (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65) menunjukkan bahwa SE-12 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses reasoning and argument hal ini diperkuat dari hasil wawancara dengan SE-12, SE-12 belum mampu menjelaskan alasan dari setiap strategi dan langkah yang sudah SE-12 tuliskan untuk menjawab persoalan nomor 5 ini.
e) Using symbolic, formal and technical language and operation
Hasil pekerjaan SE-12 (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65) SE-12 sudah menunjukkan kemampuan pada proses using symbolic, formal and technical language and operation walaupun pada saat wawancara SE-12 mengakui masih bingung ketika harus menggunakan simbol matematika. f) Using mathematics tools
Hasil pekerjaan SE-12 (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65) SE-12 belum menunjukkan kemampuan pada proses using mathematics tools dan pada saat wawancara SE-12 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan alat matematika.
3) Kesimpulan
Berdasarkan hasil pekerjaan SE-12 (lampiran 52) dan reduksi (lampiran 65), menunjukkan bahwa subjek SE-12 belum memperlihatkan kemampuan dalam menggunakan simbol matematika, kemampuan menyusun strategi dalam menyelesaikan suatu masalah, kemampuan dalam memberikan alasan yang logis untuk menghasilkan
kesimpulan tetapi sudah dapat mengubah permasalahan nyata ke bentuk matematika. Dapat disimpulkan bahwa SE-12 teridentifikasi memiliki kemampuan literasi matematika yang kurang.
3. Kemampuan Literasi Matematika Kelas Rendah a. Subjek penelitian SE-19
Subjek SE-19 merupakan salah satu peserta didik yang menempati klasifikasi kelompok rendah.
1) Hasil Tes Kemampuan Literasi Matematika Subjek SE-19 dapat dilihat pada gambar 4.5 berikut:
Berdasarkan hasil pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66) terlihat bahwa subjek SE-19 kurang menunjukkan kemampuan literasi matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan subjek SE-19 mampu menunjukkan kemampuan mengubah masalah nyata ke dalam masalah matematika dan menunjukkan kemampuan dalam memberikan alasan logis untuk menghasilkan kesimpulan. Tetapi belum mampu menunjukkan strategi yang tepat dalam mengerjakan permasalahan matematika.
2) Hasil Wawancara Subjek SE-19 a) Communication
Hasil pekerjaan SE-19 (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66) menunjukkan bahwa SE-19 memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses communication yaitu ditandai dengan SE-19 mampu menuliskan informasi yang diketahui, yang ditanyakan pada soal nomor 2, dan juga membuat simpulan dari pekerjaannya
b) Mathematizing
Hasil pekerjaan SE-19 (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66) menunjukkan bahwa SE-19 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses mathematizing. Hal ini ditunjukkan dari hasil pekerjaan SE-19 terlihat bahwa SE-19 memilih menggunakan luas persegi panjang padahal yang ditanyakan pada soal adalah keliling persegi panjang.
c) Devising strategies for solving problems
Hasil pekerjaan SE-19 (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66) menunjukkan bahwa SE-19 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses devising strategies for solving problems. Hal ini terlihat ketika wawancara dengan SE-19, SE-19 tidak mampu menjelaskan strategi yang sudah SE-19 pilih untuk menyelesaikan soal nomor 2.
d) Reasoning and argument
Hasil pekerjaan SE-19 (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66) menunjukkan bahwa SE-19 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses reasoning and argument. Hal ini terlihat dari hasil wawancara dengan SE-19 yang menunjukkan bahwa SE-19 tidak dapat memberikan alasan yang logis dalam menjelaskan strategi yang sudah SE-19 pilih untuk menyelesaikan soal nomor 2. e) Using symbolic, formal and technical language and operation
Hasil pekerjaan SE-19 (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66) sudah menunjukkan kemampuan pada proses using symbolic, formal and technical language and operation walaupun pada saat wawancara SE-19 mengakui masih bingung ketika harus menggunakan simbol matematika. f) Using mathematics tools
Hasil pekerjaan SE-19 (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66) belum menunjukkan kemampuan pada proses using mathematics tools dan pada saat wawancara SE-19 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan alat matematika.
3) Kesimpulan
Berdasarkan hasil pekerjaan SE-19 (lampiran 53) dan reduksi (lampiran 66), menunjukkan bahwa subjek SE-19 belum menunjukkan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah dan masih ragu dalam memberikan alasan logis untuk menghasilkan kesimpulan. Sehingga melakukan kesalahan saat proses comprehension, transformation,
process skill, dan encoding. Dapat disimpulkan bahwa SE-19 teridentifikasi memiliki kemampuan literasi matematika yang kurang. b. Subjek penelitian SE-20
Subjek SE-20 merupakan salah satu peserta didik yang menempati klasifikasi kelompok rendah.
1) Hasil Tes Kemampuan Literasi Matematika Subjek SE-20 dapat dilihat pada gambar 4.6 berikut:
Berdasarkan hasil pre-test kemampuan literasi matematika (lampiran 54) dan reduksi (lampiran 67) terlihat bahwa subjek SE-20 kurang menunjukkan kemampuan literasi matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan subjek SE-20 mampu menunjukkan kemampuan mengubah masalah nyata ke dalam masalah matematika. Tetapi belum mampu menunjukkan strategi yang tepat dalam mengerjakan permasalahan matematika.
2) Hasil Wawancara Subjek SE-20 a) Communication
Hasil pekerjaan SE-20 (lampiran 54) dan reduksi (lampiran 67) menunjukkan bahwa SE-20 memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses communication yaitu ditandai dengan SE-20
mampu menuliskan sebagian besar informasi yang diketahui, yang ditanyakan pada soal nomor 2, dan juga membuat simpulan dari pekerjaannya
b) Mathematizing
Hasil pekerjaan SE-20 (lampiran 54) dan reduksi (lampiran 67) menunjukkan bahwa SE-20 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses mathematizing. Hal ini terlihat dari hasil pekerjaan SE-20 yang hanya mengalikan semua angka yang terdapat pada soal tanpa mengetahui apakah dengan langkah itu SE-20 mendapatkan jawaban dari persoalan yang ada.
c) Devising strategies for solving problems
Hasil pekerjaan SE-20 (lampiran 54) dan reduksi (lampiran 67) menunjukkan bahwa SE-20 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses devising strategies for solving problems. Hal ini terlihat saat wawancara dengan SE-20, SE-20 belum mampu menjelaskan strategi yang sudah SE-20 tuliskan untuk menjawab soal nomor 2.
d) Reasoning and argument
Hasil pekerjaan SE-20 (lampiran 54) dan reduksi (lampiran 67) menunjukkan bahwa SE-20 belum memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses reasoning and argument Hal ini terlihat saat wawancara dengan SE-20, SE-20 belum mampu memberikan
alasan dari setiap strategi dan langkah yang SE-20 tuliskan guna menjawab persoalan yang ada pada nomor 2.
e) Using symbolic, formal and technical language and operation
Hasil pekerjaan SE-20 (lampiran 54) dan reduksi (lampiran 67) sudah menunjukkan kemampuan pada proses using symbolic, formal and technical language and operation walaupun pada saat wawancara SE-20 mengakui masih bingung ketika harus menggunakan simbol matematika. f) Using mathematics tools
Hasil pekerjaan SE-20 (lampiran 54) dan reduksi (lampiran 67) SE-20 belum menunjukkan kemampuan pada proses using mathematics tools dan pada saat wawancara SE-19 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan alat matematika.
3) Kesimpulan
Berdasarkan hasil tes nomor 2 dan wawancara di atas, menunjukkan bahwa subjek SE-20 belum menunjukkan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah dan masih ragu dalam memberikan alasan logis untuk menghasilkan kesimpulan. Sehingga melakukan kesalahan saat proses comprehension, transformation, process skill, dan encoding. Berdasarkan wawancara kesalahan-kesalahan yang 20 lakukan disebabkan karena 20 tidak memahami soal dengan baik sehingga saat proses perhitungan SE-20 hanya mengerjakan tetapi tidak dapat memberikan alasan yang logis. Dapat disimpulkan bahwa SE-20 teridentifikasi memiliki kemampuan literasi matematika yang kurang.
4.1.5.1.2 Wawancara Setelah Post-test
Data yang didapat selama di lapangan meliputi hasil pre-test dan post-test kemampuan literasi matematika telah disajikan pada subbab hasil penelitian kuantitatif pada halaman 105. Selain pre-test penentuan subjek juga diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terkait kemampuan literasi matematika (lampiran 49 sampai 54).
Wawancara post-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan literasi matematika setelah siswa mendapatkan materi dari peneliti. Tes kemampuan literasi matematika dan wawancara yang telah diselesaikan oleh keenam subjek dianalisis dengan pedoman wawancara kemampuan literasi matematika sedangkan kesalahan dalam mengerjakan soal kemampuan literasi matematika dianalisis dengan menggunakan prosedur Newman (lampiran 55 sampai 60). Setelah dilakukan reduksi data dari seluruh data yang diperoleh (lampiran 62 sampai 67) selama penelitian kemudian dilakukan penyajian data dengan indikator-indikator kemampuan literasi matematika. Berikut ini penyajian data kemampuan literasi matematika dan analisis kesalahan berdasarkan Newman: 1. Kemampuan Literasi Matematika Kelas Atas
a. Subjek SE-22
SE-22 merupakan salah satu peserta didik yang menempati klarifikasi kelompok atas.
Tes kemampuan literasi matematika terdiri dari delapan butir soal. Salah satu butir soal yang telah dikerjakan oleh SE-22 dapat dilihat pada gambar 4.7 berikut:
Berdasarkan hasil post-test kemampuan literasi matematika (lampiran 55) dan reduksi (lampiran 68) menunjukkan kemampuan mengkomunikasikan masalah, mengubah permasalahan nyata ke bentuk matematika, menggunakan simbol matematika, memberikan penalaran logis untuk menghasilkan kesimpulan, dan menyusun strategi dalam memecahkan suatu masalah. Tetapi subjek SE-22 belum menunjukkan kemampuan dalam menggunakan alat matematika.
2) Hasil Wawancara SE-22
Hasil rangkuman wawancara dengan SE-22 menunjukkan beberapa informasi sebagai berikut:
a) Communication
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 55) dan reduksi (lampiran 68) menunjukkan bahwa SE-22 memenuhi kemampuan literasi matematika pada komponen proses communication yaitu ditandai dengan SE-22 mampu menuliskan sebagian besar informasi yang diketahui, yang ditanyakan pada soal nomor 5 dan juga membuat simpulan dari pekerjaannya.
b) Mathematizing
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 55) dan reduksi (lampiran 68 menunjukkan kemampuan mathematizing. Kemampuan matematisasi siswa ditunjukkan dengan siswa dapat mengubah permasalahan sehari-hari ke dalam bentuk matematika. Walaupun siswa tidak menggambarkan hubungan cermin persegi dan persegi panjang pada pekerjaannya namun kemampuan SE-22 telah mampu mengubah masalah nyata ke dalam bentuk matematika dilihat dari strategi yang digunakan SE-22 untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan. c) Devising strategies for solving problems, Newman (reading and
comprehension)
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 55) dan reduksi (lampiran 68) terlihat bahwa SE-22 telah menunjukkan kemampuan devising strategies for solving problems dan lancar dalam proses reading and comprehension berdasarkan wawancara menurut Newman. SE-22 mampu membaca soal dengan lancar dan menjelaskan setiap strategi yang SE-22 tuliskan untuk menjawab soal nomor 5 ini.
d) Reasoning and argument, Newman (transformation, process skill, encoding)
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 55) dan reduksi (lampiran 68) terlihat bahwa SE-22 telah menunjukkan kemampuan reasoning and argument dan pada analisis Newman (transformation, process skill, dan encoding). Hal ini terlihat saat wawancara dengan SE-22, SE-22 telah menunjukkan kemampuan menalar dan memberikan alasan dari setiap strategi yang SE-22 pilih untuk menjawab persoalan yang ada. e) Using symbolic, formal and technical language and operation
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 55) dan reduksi (lampiran 68) menunjukkan kemampuan pada proses using symbolic, formal and technical language and operation dan pada saat wawancara SE-22 mengakui bahwa hanya kadang-kadang menggunakan simbol matematika.
f) Using mathematics tools
Hasil pekerjaan SE-22 (lampiran 55) dan reduksi (lampiran 68) belum menunjukkan kemampuan pada proses using mathematics tools