Rp 6.649.848.669,18 Rincian nilai pengurangan aset tetap lainnya di atas dapat dijabarkan sebagai
7.5.3.4 Aset Lainnya
7.5.3.4.2 Kemitraan Dengan Pihak Ketiga
Kemitraan dengan pihak ketiga sebesar Rp10.527.175.022,71 rincian sebagai berikut :
Tabel 90 Aset Pemerintah Kabupaten yang di sewakan kepada pihak ke tiga
NO Nama Aset Pengelola Nilai
1 Pasar Besar Tuban Dinas Koperasi dan Perdagangan 6.669.960.000,00
2 Tanah dan Bangunan di Desa Glondonggede Kec.
Tambakboyo
PT. Holcim Indonesia Tbk (PT.Semen Dwima Agung)
3.056.850.000,00 3 Tanah dan Solar Packed Dealer (SPDN) KUD Mina Bhakti Samodra 800.365.022,71
Jumlah 10.527.175.022,71
Adapun rincian kemitraan dengan pihak ketiga per 31 Desember 2018 adalah sebagai berikut:
1. Aset kemitraan Pasar Besar Tuban sampai dengan saat ini belum dapat dioperasikan karena proses pembangunan yang belum selesai.
Penambahan nilai sebesar Rp625.800.000,00 berasal dari belanja jasa perubahan sertifikat tanah dari dari hak pengelolaan ke hak pakai. Berikut kronologis pembangunan Pasar Besar Tuban : 1. Pada tanggal 19 Juni 2002, ditandatangani perjanjian kerjasama
tentang pembangunan pasar besar Tuban dengan pola “Build Operated And Transfer” (BOT), nomer : 050/ 1562/ 414.012/
2002, yang ditandatangani oleh Bupati Tuban selaku pihak pertama dan Ir. Muchammad Asngad sebagai Direktur PT.Kharisma Bengawan Solo sebagai pihak kedua yang bekerjasama dengan PT. Hutama Karya Persero.
2. Pelaksanaan penyelesaian pembangunan pasar besar Tuban adalah selama 12 bulan yaitu sejak ditandatangani perjanjian kerjasama, dengan masa pengelolaan selama 7 tahun.
138 3. Namun sejak ditandanganinya perjanjian kerjasama sampai dengan kurang lebih tahun 2008 ternyata PT. Kharisma Bengawan Solo tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan Pasar Besar Tuban.
4. Pada tanggal 27 Oktober 2008 dengan suratnya nomer : M.IV-A/DGN.094/ 10-27/ 2008 yang pada pokoknya PT. Hutama Karya berniat menggantikan posisi PT.Kharisma Bengawan Solo sebagai investor dengan cara take over. Dan hal ini telah dilakukan oleh PT. Hutama Karya sesuai dengan perjanjian antara PT. Kharisma Bengawan Solo dengan PT. Hutama Karya Wilayah IV Jatim, Bali, NTB, dan NTT tentang pengalihan hak tentang pelaksanaan pembangunan pasar besar Tuban pada tanggal 20 Mei 2008.
5. Pengambilalihan dilakukan oleh PT. Hutama Karya untuk melanjutkan pembangunan Pasar Besar Tuban ini karena PT.
Hutama Karya selama ini ikut serta melaksanakan pembangunan pasar besar Tuban dan masih mempunyai piutang kepada PT.
Kharisma Bengawan Solo sebesar Rp13,6 milyar yang digunakan untuk membangun toko, kios, dan los.
6. Pada tanggal 13 Nopember 2008, Pemerintah Kabupaten Tuban melakukan pemutusan perjanjian kerjasama dengan PT.
Kharisma Bengawan Solo dengan surat nomor : 180/ 3645/
414.012/ 2008, tanggal 13 Nopember 2008, karena sejak penandatanganan perjanjian kerjasama sampai dengan tanggal 21 April 2008, PT.Kharisma Bengawan Solo melakukan ingkar janji (Wanprestasi) terhadap perjanjian kerjasama nomor: 050/1562/
414.021/ 2002, tentang pembangunan pasar besar Tuban dengan pola “Build Operated and Transfer” (BOT), tanggal 19 Juni 2002.
7. Selanjutnya pada tanggal 9 September 2009, bertempat di Kabupaten Tuban telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Tuban dan PT. Hutama Karya tentang kelanjutan pembangunan pasar besar Tuban nomor : 180/ 188/ 414.012/ 2009-GM.V/ DNG.1263LL/ 2009.
8. Penyelesaian pelaksanaan pembangunan sebagaimana diatur dalam perjanjian nomer : 180/188/414.012/2009-GM.V/DGN.1263LL/2009 adalah selama 10 bulan dengan tambahan biaya investasi yang direncanakan oleh PT.Hutama Karya sebesar Rp10 Milyar.
9. Sejak ditandatangani perjanjian kerjasama nomor : 180/188/
414.012/ 2009-GM.V / DNG. 1263LL/ 2009 tahun 2009, ternyata PT. Hutama Karya juga tidak dapat melanjutkan pembangunan sebagaimana yang diperjanjian dan hanya dapat melaksanakan pembangunan dengan progres hanya 15 prosen atau sekitar Rp1,5 milyar.
10. Tidak terselesaikannya pembangunan Pasar Besar Tuban karena adanya masalah hukum dengan para sub kontraktor, dimana para
139 sub kontraktor telah melaksanakan pembangunan namun belum dibayar oleh PT. Kharisma Bengawan Solo.
11. Untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Besar Tuban, perlu dilakukan kerjasama lagi dengan PT. Hutama Karya, sehingga pada tahun 2012 telah diadakan Adendum atas perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Tuban dengan PT.Hutama Karya tentang kelanjutan pembangunan Pasar Besar Tuban dan perjanjian tersebut sudah ditandatangani oleh PT.
Hutama Karya Wilayah VII Jatim, Jateng, dan DIY yang diwakili oleh Ir.Kuncoro. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Tuban telah memberikan paraf pada draft adendum perjanjian kerjasama, namun dengan memberikan persyaratan bahwa permasalahan hukum yang ada di PT. Hutama Karya harus diselesaikan terlebih dahulu terutama yang berkaitan dengan Sub-Kontraktor. Apabila permasalahan hukum telah dapat diselesaikan Bupati akan segera menandatangani perjanjian dan pelaksanaan pembangunan dapat segera dimulai.
12. Berdasarkan persyaratan yang ditentukan Pemerintah Kabupaten Tuban, PT. Hutama Karya telah melakukan berbagai upaya penyelesaian dengan para Sub Kontraktor antara lain dengan CV.
Mega Jaya, CV. Bara Sakti, dengan pengalihan piutang atas pekerjaan kontruksi berdasarkan SPK PT. Kharisma Bengawan Solo sebesar kurang lebih Rp3,9 milyar, dan telah dibayar oleh PT. Hutama Karya sebesar 25 %, dan sisanya akan dibayarkan secara bertahap setelah perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Bupati dan PT. Hutama Karya melanjutkan pelaksanaan pembangunan Pasar Besar Tuban.
13. Sebelum penandatanganan perjanjian kerjasama kelanjutan pembangunan Pasar Besar Tuban, ada pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Timur, dan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Propinsi Jawa Timur atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011, Nomor : 30.B/ LHP/ XVII.JATIM/ 05/ 2012, tanggal 16 Mei 2012, merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Tuban :
a. Melakukan upaya penagihan kepada PT.Kharisma Bengawan Solo I ;
b. Memerintahkan PT. Kharisma Bengawan Solo mempertanggung-jawabkan nilai investasi yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tuban termasuk jaminan pelaksanaan ;
c. Memerintahkan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) untuk segera melakukan inventarisasi atas aset gedung Pasar Besar Tuban;
140 14. Berdasarkan hasil temuan tersebut Bupati telah menindaklanjuti dengan mengirim surat kepada PT. Kharisma Bengawan Solo namun selalu tidak ada jawaban.
15. Mengingat tidak ada penyelesaian secara jelas, maka Pemerintah Kabupaten Tuban bekerja sama denga Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Tuban mengajukan gugatan ke Pengadilan Tuban sebagai alat untuk suatu kepastian hukum bahwa PT.Kharisma Bengawan Solo sudah Wanprestasi sehingga dibelakang hari PT. Kharisma Bengawan Solo tidak akan mengugat lagi dan membuat masalah apabila pembangunan Pasar Besar Tuban sudah selesai dibangun. Disamping itu untuk memastikan siapa yang berhak atas bangunan Pasar Baru Tuban.
Berdasarkan proses gugatan di Pengadilan tersebut maka Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tuban telah memutus perkaranya yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
Dalam Konpensi, Dalam Pokok Perkaranya :
a) Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian.
b) Menyatakan secara hukum Tergugat I (PT. Kharisma Bengawan Solo ) telah melakukan ingkar janji (Wanprestasi) kepada Penggugat terkait Perjanjian kerjasama tentang Pembangunan Pasar Besat Tuban Dengan Pola “Build Operated And Transfer” (BOT), Nomor : 050/1562/414.012/2002, pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 2002, di Tuban.
c) Membatalkan Perjanjian Kerjasama antara Penggugat dengan Tegugat I tentang Pembangunan Pasar Baru Tuban Dengan Pola “Build Operated And Transfer” (BOT), Nomor : 050/1562/414.012/2002, pada ghari Rabu, tanggal 19 Juni 2002, di Tuban
d) Menolak Gugatan penggugat selain selebihnya;
Dalam Rekonpensi (gugatan balik PT. Hutama Karya):
a) Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi untuk sebagian;
b) Menyatakan sah dan mengikat menurut hukum Perjanjian kerjasama Nomor : 180// 188/414.012/2009-GM.V/DNG.1263/II/2009 tentang Kelanjutan Pembangunan Pasar Bersar Tuban dengan degala akibat hukumnya ;
c) Menyatakan bahwa bangunan Pasar Baru Tuban yang berdiri sebagaiman dimaksud dalam perjanjian Nomor : 050/1562/414.012/2002 tanggal 19 Juni 2002 dan No : 180/188/414.012/2009-GM.V/1263/LL/2009 pada tanggal 9 September 2009 sebatas bangunan Blok G dan Blok H berupa los ios, gapura, pagar keliling, taman air mancur dan paving jalan adalah prestasi Penggugat Rekonpensi yang apabila dinilai dengan nominal uang sebesar Rp16.508.077.392,- (enam belas miliar lima ratus delapan juta tujuh puluh tujuh ribu tiga ratus sembilan puluh dua rupiah);
141 d) Menyatakan Penggugat Rekonpensi berhak atas bangunan yang menjadi prestasinya tersebut hingga Penggugat Rekonpensi mendapatkan kembali seluruh investasi yang telah dikeluarkannya;
e) Menghukum tergugat I Rekonpensi (Pemkab Tuban) untuk melanjutkan kerjasama pembangunan Pasar Besar Tuban sebagaimana perjanjian kerjasama Nomor : 180/188/414.012/2009-GM.V/DNG.1263/LL/2009 pada tanggal 9 September 2009;
f) Menyatakan Penggugat Rekonpensi (PT. Hutama Karya) berhak untuk meneruskan pelaksanaan Pembangunan Pasar Baru Tuban sebagaimana Perjanjian kerjasama Nomor : 180/188/414.012/2009-GM.V/DNG.1263/LL/2009 pada tanggal 9 September 2009 tentang Kelanjutan Pembangunan Pasar Baru Tuban dengan penyesuaian harga sesuai dengan eskalasi harga saat ini dan sesuai dengan rencana bisnis yang disepakati bersama, serta memperoleh hak penjualan atas toko, kios, los, melakukan pemungutan dan pengelolaan, retribusi, mck, parkir kendaraan dan pendapatan lainya sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Kabupaten Tuban selama masa pengelolaan;
g) Menolak Gugatan Rekonpensi selain dan selebihnya ; Dalam Konpensi Dan Rekonpensi:
Menghukum tergugat I Konpensi/ Tergugat II Rekonpensi untuk membayar biaya perkara yang timbul sebesar Rp1.711.000,-(satu juta tujuh ratus sebelas ribu rupiah) ; 16. Berdasarkan putusan tersebut Pemerintah Kabupaten Tuban
mengajukan banding. Banding diajukan sebagai upaya mengawal komitmen dari PT. Hutama Karya yang akan melanjutkan Pembangunan Pasar Besar Tuban.
17. Pemerintah Kabupaten Tuban juga telah membentuk tim Pemantauan Percepatan Kelanjutan Pembangunan Pasar Baru Tuban Nomor 188.45/98/KPTS/414.031/2017, tanggal 13 Maret 2017.
18. Sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, bahwa Pemerintah Kabupaten Tuban harus merubah sertifikat Hak Pakai Menjadi Hak Pengelolaan dan melanjutkan perjanjian kerjasama pembangunan pasar baru tuban dengan PT.
Hutama Karya (Persero).
19. Terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut Pemerintah Kabupaten Tuban telah merubah Hak Pakai menjadi Hak Pengelolaan dengan setifikat Nomor 0001 Surat Keputusan tanggal 22 Januari 2019, Surat Ukur tanggal25 Januari 2019 seluas 57.720 M2. Sedangkan Perjanjian kerjasama dengan PT.
Hutama Karya, dari pihak Pemerintah Kabupaten Tuban juga PT.
Hutama Karya (Persero) telah ditandatangani, tinggal menunggu proses tindak lanjut isi perjanjian tersebut.
142 2. Penyewaan tanah dan bangunan oleh PT Holcim Indonesia Tbk (PT Semen Dwima Agung) diikat dengan perjanjian kerjasama Nomor 593.1/3799/414.032/2010-Nomor 0119/TBN/2010 tanggal 29 November 2010 tentang Pemanfaatan Tanah Hak Pengelolaan Milik Pemerintah Kabupaten Tuban seluas 35.205 m2 yang berlokasi di Desa Glondonggede Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban.
Perjanjian tersebut berlaku selama 25 tahun mulai tanggal 29 November 2010 s.d. 29 November 2035. Dalam addendum nomor 593.1/4848/414.032/2014-Nomor 0119/TBN/XI/2010 tanggal 29 November 2014 tentang Pemanfaatan Tanah Hak Pengelolaan Milik Pemerintah Kabupaten Tuban diketahui bahwa luas tanah yang disertakan dalam kerjasama dimaksud bertambah 5.553 m2 sehingga menjadi 40.758 m2. Besaran kontribusi tetap sebesar Rp50.000,00 per meter persegi dan akan ditinjau dan disesuaikan dengan kenaikan inflasi setiap tahunnya.
3. Kerjasama pemanfaatan aset pemda yang berlokasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangagung Palang dengan KUD Mina Bhakti Samodra sesuai perjanjian kerjasama Nomor 593.1/878.414.032/2015-Nomor 004/KUD-MBS/P/XII/2015 tanggal 2 Januari 2015 tentang Pemanfaatan Aset Pemerintah Kabupaten Tuban berupa Tanah dan 1 (Satu) Unit Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) di Pangkalan Pendaratan Ikan Karangagung Kecamatan Palang. Jangka waktu perjanjian tersebut selama 5 (lima) tahun mulai tanggal 2 Januari 2015 s.d. 2 Januari 2020. Besaran kontribusi tetap sebesar Rp60.000,00 per meter persegi dan akan ditinjau dan disesuaikan dengan kenaikan inflasi setiap tahunnya.