Tujuan 8 ini merupakan tujuan yang digunakan untuk melihat seberapa besar keterlibatan para pihak dalam pembangunan di kampung-kampung target. Analisis dilakukan secara internal dan eksternal. Telaah terhadap tujuan 8 ini menunjukkan, bahwa bantuan pendanaan dari pemerintah untuk semua kampung berasal dari dana PNPM Mandiri RESPEK dan Dana GERBANGKU. Rata-rata kampung menyerap 300 - 500 juta rupiah per tahun. Tentu saja angka tersebut tak bisa dibilang sedikit.
Pembangunan perumahan masyarakat, gereja Protestan dan rehab gereja katholik, pembangunan Balai Kampung
Pembangunan Pustu
Pembangunan rumah guru dan gedung sekolah
Alat-alat pertanian dan bibit tanaman, traktor, dan treser, pelatihan budidaya tanaman sawah, hand traktor, gilingan padi, tanaman ubi-ubian, bantuan ternak.
Balai Kampung, Televisi, Solar Panel, dan Parabola
Angkutan Daerah Terpencil
Bantuan mesin jahit
Pelatihan Teknisi
Solar Sell
Pelatihan Bagi Aparat Kampung
Rawa Biru, Yanggandur,Kuler, Kondo, dan Onggaya Rawa Biru
Rawa Biru dan Yanggandur Rawa Biru, Tomerauw, Sota Tomerauw, Yanggandur, dan Sota Tomerauw Wasur Wasur Yanggandur Semua kampung Dinas Sosial Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Badan Pengelola Perbatasan Daerah Dinas Perhubungan Badan Pemberdayaan Perempuan Balai Latihan Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung
No Asal Bantuan Jenis Bantuan Nama Kampung
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tabel.8. Program Pembangunan dan Bantuan yang Masuk di Kampung-kampung di Kawasan Taman Nasional Wasur
No Asal Bantuan Jenis Bantuan Nama Kampung
Sarana dan prasarana, infrastruktur, diesel kampung, lampu penerangan jalan, diesel kampung, usaha peternakan, usaha kolam ikan, bantuan jaring, saluran air dan irigasi, mesin babat dan penimbunan jalan, sumur umum, pengadaan alat-alat
pertanian, penimbunan halaman PUSTU, gereja dan balai kampung. Pembangunan MCK, box cover, PUSTU, pasar kampung, instalasi pipa air bersih, PMT bagi balita, bayar gaji untuk guru honor, tiang listrik dan instalasi listrik, kabel induk listrik, beasiswa, bohlam lampu
Semua kampung
PNPM Mandiri dan RESPEK
Pembangunan jembatan, pembangunan MCK, PMT bagi balita, PKK, pengadaan bibit pertanian, pengadaan mesin jahit, untuk pengurus dan aparat, kampung, solar cell, televisi, penimbunan jalan, bak air bersih, pengadaan traktor, pembuatan sumur, pal batas kampung, kelompok usaha umbi-umbian, Sanggara Budaya, PUSTU, pendidikan, honor guru, PKK,
fondasi rumah, pasar kampung,
pendidikan, kader Posyandu, operasional gereja Katolik, operasional gereja
Protestan, operasional mesjid, operasional bengkel kampung, dan perahu Johnson
Semua kampung
GERBANGKU
Pelatihan pembuatan keripik pisang, jaring dan cool box, pelatihan dan pendampingan usaha produktif penyulingan minyak kayu putih, kopra, dan minyak kelapa.
Rawa Biru, Tomerauw, Onggaya, dan Sota BTNW
Pelatihan pengelolaan ekonomi rumah tangga dan pendampingan usaha produktif penyulingan minyak kayu putih
Rawa Biru, Tomerauw, dan Onggaya WWF 11 12 13 14 tabel lanjutan
No Asal Bantuan Jenis Bantuan Nama Kampung
Pelatihan dan pendampingan usaha produktif penyulingan minyak kayu putih
Rawa Biru, Tomerauw, dan Onggaya YWL
Peningkatan kapasitas dan kemampuan di bidang pertanian
Onggaya BPS-E Yasanto
Penyuluhan HIV dan AIDS, dan pendampingan KOMPAK
Sota, Yanggandur, Rawa Biru, Wasur, dan Kondo
BPKM -Yasanto
Pelatihan HIV/AIDS dan pentingnya pendidikan bagi aparat kampung
Sota YAMIKARI
dan WVI
Sumber: WWF Indonesia, 2012
Gambar 6. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga dan Pengembangan Usaha Produktif Penyulingan Minyak Kayu Putih
© W W F Indonesia - Program Papua 15 16 17 18 tabel lanjutan 41
e. Cara analisis
Tim WWF melakukan analisis hasil survei dari hasil temuan di lapangan dengan bantuan verifikasi dan pengumpulan informasi tambahan dari beberapa organisasi yang aktif berkegiatan di kampung-kampung. Berikut adalah beberapa organisasi yang terdapat di kampung-kampung dalam TN Wasur, yaitu:
Ÿ Pemerintah Kampung (semua kampung)
Ÿ Badan Permusyawaratan Kampung (BAMUSKAM)
Ÿ Dewan Gereja Katolik ( Wasur, Rawa Biru, Yanggandur, Sota, Tomerau, dan Kondo),
Ÿ Majelis Gereja Protestan (Sota, Onggaya, Tomer, Tomerau & Kondo)
Ÿ Pengurus Mesjid (Sota, Kuller, dan Tomer)
Ÿ PELWATA (Sota, Kuller, Onggaya, Tomer, Tomerau, dan Kondo)
Selain organisasi - organisasi dalam lingkung internal kampung terdapat juga beberapa organisasi eksternal kampung. Organisasi dari luar yang sering berkegiatan di kampung, yaitu: Pemerintah Distrik, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Badan
Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dinas Kesehatan, Balai TN Wasur, dan BPKM YASANTO.
Kesimpulan
Untuk menanggulangi kemiskinan dalam suatu negara diperlukan strategi yang tepat. Ada semboyan yang mengatakan bahwa "No data, no plan and no action." Strategi tersebut hanya dapat efektif jika pemerintah juga memiliki data dan informasi yang akurat dan relevan serta dimulai dari tingkatan yang paling rendah yakni tingkat kampung. Data dan informasi yang akurat dapat dipertanggung jawabkan selama indikator-indikatornya mudah terukur dan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah.
Untuk mendapatkan indikator yang mudah terukur, maka perlu melokalkan indikator yang digunakan di tingkat internasional dan nasional. Saat ini belum semua indikator yang digunakan dapat diterapkan, karena belum sesuai dengan kondisi di lapangan.
Untuk mendapatkan informasi yang benar dari kampung-kampung, tidak sesulit yang dibayangkan. Survei sosial ekonomi dengan pendekatan MDGs ala WWF ini dapat dilakukan secara cepat dan sederhana, namun terbukti dapat mengangkat permasalahan-permasalahan mendasar yang ada di masyarakat sehingga mendapat perhatian dan mudah dicarikan solusinya.
Rekomendasi
1. Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara terbuka dan teratur sehingga kekurangan-kekurangan yang ditemukan dapat segera diatasi,
2. Untuk meningkatkan dampak lebih luas terhadap capaian MDGs ini, maka survei sosial ekonomi dengan pendekatan MDGs ini akan lebih baik jika dilakukan pula di wilayah lain, sehingga permasalahan-permasalahan mendasar dalam kehidupan masyarakat bisa terangkat dan dipastikan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Daftar
Singkatan
AIDS : Acquired Immune Deficiency Syndrome BBM : Bahan Bakar Minyak
BOS : Bantuan Operasional Sekolah
BPS : Badan Pusat Statistik
BAMUSKAM : Badan Musyawarah Kampung
GERBANGKU : Gerakan Pembangunan Kampungku
GIS : Geographic Information System
HIV : Human Immunodeficiency Virus ISPA : Infeksi Saluran Pernapasan atas
JAMKESPA : Jaminan Kesehatan Papua
JAMKESMAS : Jaminan Kesehatan Masyarakat
KOMPAK : Kelompok Penanggulangan AIDs Kampung
MCK : Mandi, Cuci dan Kakus
MDGs : Millenium Development Goals PMT : Pemberian Makanan Tambahan
POSYANDU : Pelayanan Kesehatan Terpadu
PNPM : Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
PUSTU : Puskesmas Pembantu
RESPEK : Rencana Strategi Pembangunan Kampung
RPTN : Rencana Pengelolaan Taman Nasional SPKKD : Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar
SUSENAS : Survei Sosial Ekonomi Nasional
BPKM YASANTO : Badan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Yayasan Santo Antonius
YAMIKARA : Yayasan Mitra Karya Mandiri
YWL : Yayasan Wasur Lestari
Badan Pusat Statistik, 2013. Berita Resmi Statistik No.06/01/Th.XVI, Jakarta
Balai Taman Nasional Wasur, 2011. Review Zonasi Taman Nasional Wasur Buku Data dan Analisa, Merauke, Papua
Hartoyo, Syahrul Syah, Septiva H.Artati, Jumi Rahayu, Hamong Santono, Mike Verawati, 2012. Mari Bicara Fakta, INFID Jakarta.
http:/ www.mdgsindonesia.org, April 2013
Kantor Urusan Khusus Presiden . Website MDGs Indonesia.org. Untuk Urusan MDGs, Jakarta
M.Firdaus, Wahyu Susilo, Atashendartini Habsjah, Yenny Sucipto, Ulfa Hidayati, Tri Endang Sulistyowati,
Panduan Survei MDGs WWF Indonesia Program Papua ,2009, Paschalina
Rahawarin,2011. Case Study: Minyak Kayu Putih Alternatif Ekonomi Lestari di Taman Nasional Wasur, Merauke.
Paschalina Rahawarin, WWF ID 2009, Panduan Praktis Survey SOSEK dengan Pendekatan MDGs untuk Internal WWF di Papua.
Profil Kemiskinan di Indonesia September 2012, berita resmi statistik Badan Pusat Statistik Indonesia, 06/01/Th.XVI, 2 Januari 2013
Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. 282/Kpts-VI/1997, tanggal 23 Mei 1997.
Daftar
Pustaka
Tentang
Penulis
Biasa dipanggil Linke, lahir di Tanah Merah (Bouven Digoel) pada tanggal 23 April 1965. Menyelesaikan pendidikan dasar sampai SMA di Merauke kemudian melanjutkan pendidikan S1 sampai selesai di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih, Jayapura. Pada tahun 2005, penulis melanjutkan pendidikan S2 pada Program Kajian Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia.
Karir di WWF Indonesia dimulai pada tahun 1991 sebagai Finance & Administration Officer, setelah itu menjadi Environmental Education & Conservation Awarenesss Officer dan dilanjutkan sebagai Community Development Coordinator di Merauke. Tahun 1997-2000 menjabat sebagai Direktur Yayasan Wasur Lestari. Hingga tahun 2005 penulis juga menjabat sebagai Office Manager untuk WWF Kantor Merauke. Sejak tahun 2008 sampai sekarang penulis menjabat Kordinator Program Selatan Papua sekaligus sebagai Community Empowerment Coordinator untuk WWF Indonesia - Program Papua.
Paschalina Ch. M. Rahawarin
Tentang
Penulis
Maria Lahir di Merauke pada tanggal 13 September 1983, menyelesaikan pendidikan Sarjana Kehutanan pada Universitas Negeri Papua, Manokwari pada tahun 2007.
Bergabung pada Yayasan WWF Indonesia pada akhir tahun 2008 - Agustus 2009 sebagai Volunteer. Pada bulan September 2009-Desember 2009 bekerja sebagai Asisten
Administrasi & Librarian dan Awareness (non staf). Januari 2010 - Juli 2012 bekerja sebagai Asisten Librarian dan Awarness (non staf). Pada bulan Agustus 2012-13 Januari 2013 bekerja sebagai Asisten Awareness dan Forest Officer (non Staf). Pada tahun 2013-2015 diangkat sebagai staf WWF dengan jabatan sebagai Forest Officer untuk Kantor Merauke.
Beberapa studi dan kajian yang pernah diikuti selama bekerja pada Yayasan WWF Indonesia yaitu menggikuti Pelatihan Penggukuran Karbon REDD untuk Selatan Papua di Kabupaten Merauke, 26-28 Mei 2011, Bimbingan Teknis Pengelolaan East Asian
Australian Flyway Partnership (EAAFP) Site Network dan Pelatihan Pengamatan Burung Migran di Taman Nasional Wasur - Kabupaten Merauke, September-Desember 2011. Penulis juga mengikuti dan terlibat dalam Tim Survei Pengambilan Data Karbon terkait dengan REDD+ di Selatan Papua. Tahun 2014 terlibat dalam survei habitat dan populasi burung Cenderawasih dan Kangguru di Kabupaten Merauke.