Pembayaran
Pelanggan
Sumber: KEPMENDAGRI No. 47 Tahun 1999: Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum
Dalam penelitian ini pengukuran kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) difokuskan pada aspek operasional terutama pada prosedur kecepatan penyambungan baru, kemampuan penanganan pengaduan, dan kemudahan pelayanan pembayaran pelanggan, hal ini dikarenakan banyak komplain dari masyarakat Sidaorjo terkait dengan kurang bagusnya pelayanan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) “DELTA” Sidoarjo.
3.1. Metode Penelitian
Metode penelitian adalah penentuan metode yang sering juga disebut sebagai strategi pemecahan masalah, sebab dalam tahap ini mempermasalahkan bagaimana masalah penelitian yang ada dipecahkan atau ditemukan jawabanya.
Untuk memilih metode yang tepat dalam penelitian maka tergantung dari maksud dan tujuan penelitian, karena penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan variabel mandiri, yaitu tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain, maka penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutip Leyy.J.Maloeng dalam bukunya “Metodologi penelitian kualitatif”, bahwa penelitian kualitatif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dampak diamati (2003;3)
Sejalan dengan definisi tersebut, Kirk dan Miller mengungkapkan bahwa dalam Leyy J Maloeng mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergabung pada pengalaman pada manusia, dalam kawasanya sendiri yang berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahanya (2003; 3), sehingga dalam penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan dan ingin mengetahui bagaimana meningkatkan kinerja PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo.
3.2. Obyek Fokus dan Instr umen Penelitia n 3.2.1. Obyek Penelitian
Obyek penelitian merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati, obyek itu sebagai atribut dari sekelompok orang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainya dalam kelompok itu, dalam penelitian kualitatif digunakan variabel yang lain dalam hal ini yang menjadi variable adalah kinerja PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo pada aspek operasional terutama pada prosedur kecepatan penyambungan baru, kemampuan penanganan pengaduan, dan kemudahan pelayanan pembayaran pelanggan.
3.2.2. Fokus Penelitian
Masalah yang akan diteliti yang pada awalnya masih umum dan samar-samar akan bertambah jelas dan mendapat fokus setelah peneliti berada dalam lapangan, fokus ini masih mungkin mengalami perubahan selam berlangsung penelitian itu
Fokus penelitian pada dasarnya adalah masalah-masalah dalam hal ini adalah keadaan yang membingungkan akibat adanya 2 faktor atau lebih (Moloeng; 2003; 237), fokus penelitian kualitatif merupakan batas yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian, dengan merumuskan masalah sebagai fokus penelitian untuk mencari pemecahanya.
Adapun fokus penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui kinerja PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo dalam kaitannya dengan aspek operasional, yang dimaksud dengan aspek operasional adalah aspek- aspek yang digunakan dalam
Aspek- aspek operasional penelitian ini meliputi :
1. Prosedur kecepatan penyambungan baru yaitu tata cara dan waktu yang
dibutuhkan oleh pihak PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo dalam melakukan penyambungan baru.
2. Kemampuan penanganan pengaduan yaitu kemampuan pihak PDAM “Delta
Tirta” Sidoarjo dalam menangani keluhan dari warga Sidoarjo
3. Kemudahan pelayanan pembayaran pelanggan yaitu kemudahan prosedur
pelayanan yang berhubungan pembayaran pelanggan di pihak PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo.
3.2.3. Instr umen Penelitian
Didalam mengadakan penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrument penelitian, peneliti adalah “Key Instrumen” atau alat dalam yang hal ini semua karyawan PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo
Dalam penelitian kuantitatif tidak digunakan alat- alat seperti test atau angket yang lazim digunakan dalam penelitian kualitatif, melainkan hanya menggunakan manusia sebagai instrument. Menurut Moleong (2002;121-124), ciri- ciri umum manusia sebagai instrument yaitu :
1. Responsive
Adalah manusia sebagai instrument responsive terhadap lingkungan dan pribadi-pribadi yang menciptakan lingkungan.
2. Dapat menyesuaikan diri
Maksudnya bahwa manusia sebagai instrument tidak terbatas dapat menyesuaikan diri pada keadaan dan situasi pengumpulan data.
3. Menekankan keutuhan
Yaitu manusia sebagai instrument memanfaatkan imajinasi dan kreatifitasnya dalam memandang dunia ini sebagai suatu keutuhan
4. Mendasarkan diri atas perluasan pengetahuan
5. Memproses data secepatnya
Merupakan data yang diprotes secara cepat setelah diperolehnya menyusun kembali, mengubah arah atas dasar penemuanya, merumuskan hipotesis sewaktu berada dilapangan dan mengetes hipotesis itu pada respondennya.
6. Memanfaatkan kesempatan untuk mengklarifikasikan dan mengihtisarkan
7. Memanfaatkan kesempatan untuk mencari respon yang tidak lazim.
3.3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan keadaan sebenarnya dari obyek yang akan diteliti, guna memperoleh data yang akurat atau mendekati kebenaran. Disini peneliti memilih dan menetapkan tempat penelitian pada Kantor PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo. Pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan dan alasan bahwa penulis ingin mengetahui kinerja PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo dalam hubungan pelayanannya kepada masyarakat. Alasan pemilihan lokasi, dikarenakan penulis menemukan adanya berbagai masalah di lapangan. Salah satunya yang sering dikeluhkan masyarakat antara lain: terkait dengan debit air yang kurang merata, gangguan di meteran air, dan lambatnya penanganan penyambungan baru.
3.3. Sumber Data dan J enis Data
Sumber data utama penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain yang dikutip oleh Moleong (2002;112), berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi kedalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis dan foto, terdiri atas :
a. Kata-kata dan tindakan
Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau wawancara dari masyarakat setempat tentang kinerja PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo yang merupakan sumber data utama, pencatatan sumber data melalui wawancara atau pengamatan beberapa masyarakat termasuk karyawan PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo, dan merupakan hasil usaha gabungan di kegiatan melihat, mendengar, dan bertanya
b. Sumber tertulis
Dilihat dari sumber data, bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumber buku dan majalah ilmiah, sumber data dari arsip, dokumen pribadi maupun resmi yang didapat dari sumber data di PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo.
c. Foto
Foto menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan oleh menelaah segi-segi subyektif dan hasilnya sering dianalisi secara induktif, yaitu foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri dan foto dari surat kabar maupun media informasi lainya
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah merupakan bagian dalam penelitian karena pada hakekatnya dari peneliti adalah pencarian data yang nantinya diinterpretasikan dan dianalisis dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperlukan untuk memudahkan upaya- upaya pengumpulan data di lapangan.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menurut Patton yang dikutip oleh Moleong (2003;135) adalah :
1. Interview (wawancara)
Adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dan diwawancarai (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Wawancara dilakukan langsung terhadap pimpinandan karyawan PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo serta masyarakat Sidoarjo selaku subyek dalam penelitian ini
Penelitian dalam hal ini menggunakan pendekatan dengan penggunaan petunjuk umum wawancara yaitu jenis wawancara ini mengharuskan pewancara membuat karangan garis besar pokok-pokok yang ditanyakan dalam proses wawancara.
2. Observasi (Pengamatan)
Menurut Moleong (2002;126-127), peneliti mengadakan data dengan cara pengamatan langsung atau melihat dari dekat obyek penelitian, observasi dilakukan terhadap kegiatan keseharian di kantor PDAM “Delta Tirta”
mengenai keadaan lapangan, kegiatan manusia dan situasi sosial, serta konteks dimana kegiatan-kegiatan itu terjadi pengalaman yang terjadi atas : a. Pengamatan terbuka
Adalah pengamatan secara terbuka oleh subyek, sedangkan sebaliknya para subyek dengan sukarela memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengambil peristiwa yang terjadi, dan mereka menyadari bahwa ada orang yang mengamati hal yang dilakukan oleh mereka.
b. Pengamatan tertutup
Adalah pengamatanya beroperasi dan mengadakan pengamatan tanpa diketahui oleh para subyeknya, biasanya dilakukan penelitian ditempat hiburan, taman, bioskop, lapangan, dan tempat hiburan lainya
3. Catatan Lapangan
Adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan releksi terhadap data dalam penelitian kualitatif Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2002;153), catatan lapangan diperoleh pada saat dilakukannya pengamatan dan tentang apa yang didengar dan dilihat yang berkaitan dengan tujuan penelitian, catatan lapangan dilakukan di kantor PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo
4. Dokumentasi
Digunakan untuk melengkapi data-data yang telah diperoleh melalui wawancara ataupun observasi, perlu juga digunakan sebagai pendukung pencapaian tujuan penelitian, dan dokumen tersebut diperoleh di kantor PDAM “Delta Tirta” Sidoarjo
Menurut Patton yang dikutip oleh Moleong (2002;161-165), dokumen disini adalah semua catatan atau rekaman yang sudah tersedia, dokumen dibagi menjadi 2 yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi, dokumen pribadi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaanya, sedang dokumen resmi terbagi atas dokumen internal berupa memo, pengumuman, instruksi, aturan suatu lembaga, masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri, dan dokumen external adalah yaitu berisi bahan-bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial, contoh majalah, pernyataan dan berita yang disiarkan kepada media massa.
3.5. Analisa Data
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka data yang terkumpul, proses selanjutnya adalah penyederhanaan dana yang diperoleh kedalam bentuk yang mudah dibaca, dipahami dan dipresentasikan, yang pada hakekatnya merupakan upaya mencari jawaban atas permasalahan yang ada sesuai dengan tipe penelitian deskriptif, maka data akan dapat diuraikan sedetail mungkin dengan uraian-uraian kualitatif, karena itulah data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisa serinci mungkin dengan jalan mengabtrasikan secara teliti setiap informasi yang diperoleh dilapangan, sehingga diharapkan dapat diperoleh kesimpulan yang memadai, sedangkan proses analisa data kualitatif menurut Miles dan Huberman (2002; 15), terdiri atas :
a. Menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber.
b. Reduksi data, diartikan sebagai proses pemilihan, perumusan, perhatian pada
penyederhanaan, pengabstrakan dan informasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis dilapangan, reduksi data merupakan suatu analisa menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu akan mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan, akhirnya dapat ditarik dan diverifikasi.
c. Penyajian data, sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan
mudah dipahami yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
d. Menarik kesimpulan / verivikasi, kemampuan seseorang peneliti dalam
menyimpulkan berbagi temuan data yang diperoleh selama proses penelitian berlangsung.
Adapun pertimbangan menggunakan analisa deskritif kualitatif ini dikarenakan :
1. Analisa kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan
ganda.
2. Analisa kualitatif menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan sumber data.
3. Analisa kualitatif lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penjaman pengaruh terhadap obyek yang diteliti.
3.6. Keabsahan Data
Untuk menciptakan keabsahan data pada penelitian ini terdapa empat kriteria keabsahan data dan teknik pemeriksaan keabsahan dat, yang menurut Lincoln dan Guba dalam Moleong (2000:173) sebagai berikut :
1. Credibility (derajat kepercayaan)
Teknik pemeriksaan yang digunakan untuk meningkatkan derajat kepercayaan terhadap data adalah dengan memperpanjang keikutsertaan pada latar penelitian dan ketekunan pengamatan kedalam penelitian.
2. Transferbility (keteralihan)
Konsep ini menyatakan bahwa generalisasi suatu penemuan dapat berlaku atau diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang sama atas dasar penemuan yang diperoleh pada sampel yang secara dasar penemuan yang diperoleh secara representatif mewakili populasi.
3. Dependability (kebergantungan)
Untuk menentukan kebergantungan data peneliti menggunakan teknik audit kebergantungan dengan mengecek sejauh mana data digunakan dalam analisis, apakah hasil penelitian benar berasal dari data dan kesimpulan ditarik dari data.
4. Confirmability (kepastian)
Untuk menentukan kepastian data maka peneliti menggunakan teknik audit dengan menelusuri kembali jejak penelitian, mulai dari catatan wawancara, dokumen sampai analisis datanya apakah sesuai dengan data dilapangan.
4.1. Gambar an Umum Obyek Penelitian
4.1.1. Sejar ah Singkat PDAM “ DELTA TIRTA” SIDOARJ O
Dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3 telah disebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Cabang-cabang produksiyang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak diantaranya adalah air . Maka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan, pemerintah membentuk Pengolahan Air Minum.Proses terbentuknya Perusahan Daerah Air Minum “Delta Tirta”Kabupaten Dati II Sidoarjo adalah sebagai berikut, berdasarkan penjelasanatas peraturan daerah Propinsi Daerah Dati I Jawa Timur no. 4 tahun 1976,tentang peralihan pengurusan saluran air minum Mojokerto kepada Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Pemerintahan Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto, disebutkan bahwa pada massa Hindia Belanda telah ada beberapa Water Leading Bedrijuen yang dikuasai oleh pemeritnah Propinsi Jawa tanggal 14 Desember 1933 antara lain :
1. Provincial Water Leading Bedrijf Zuid Sidoarjo yang meliputi Daerah
Tingkat I Sidoarjo
2. Provincial Water Leading Bedrijf Zuid Surabaya yang meliput Daerah
Kedua Provincial Water Leading tersebut langsung dibawah pengawasan Hoofd Central Bedrijf Desint yang secara administatif dan teknis diatur oleh ketentuan dalam provincial von schroften van oost Java. Setelah tanggal 17 Agustus 1945 pengurusan kedua Provincial Water Leading Bedrijf tersebut dilakukan sejak tahun 1950 kedua provincial water leading bedrijf tersebut dilimpahkan kepengurusan padaDinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur sebagai Dinas Saluran Air Minum Keresidenan Surabaya di Mojokerto.
Kemudian memenuhi anjuran Pemerintah Mentri Dalam Negeri dalam suratnya tanggal 11 Juli 1974 nomor. EKBANG/8/43, agar segera dilaksanakan penyesuaian Perusahaan Air Minum menjadi Perusahaan Daerah, maka dipandang perlu untuk menyerahkan penguasaan saluran air minum Mojokerto kepada masing-masing pemerintah kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto, Jombang, Sidoarjo dan Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto. Sejak saat itu pengurusan Perusahaan Daerah Air Minum adalah sebagai perusahaan daerah oleh masing-masing Daerah Tungkat II termasuk pemerintahan Kabupaten Dati II Sidoarjo.
4.1.2. Per k embangan PDAM “ DELTA TIRTA” SIDOARJ O
Sejak perusahaan daerah air minum yang berlokasi di jalan Pahlawan no. 1, di dalam pengolahannya terdapat beberapa perkembangan. Adapun perkembangan perusahaan yang terjadi adalah sebagai berikut:
1. Terjadinya perubahan kepemimpinan / managerial perusahan mulai berdiri / disahkan 1974 sebagai berikut :
• Ir. H. Usman Djuanda, periode tahun 1993-1998
• Suhara H.A, periode tahun 1998-2001
• Drs. Suharyanto, MBA, periode tahun 2001-2006
• H. Djajadi, SH, MM, periode 2007-2012.
2. Perkembangan bidang produksi PDAM ”Delta Tirta” Kabupaten daerah
Tingkat II Sidoarjo terdiri dari 7 cabang, yaitu meliputi :
• Cabang 1 SidoarjoCabang Sidoarjo yang dilayani air dari IPA Siwalan Panji, IPA wonoayu
• Cabang 2 Porong Sumber air baku yang diambil dari sungai kanal yang terletak diwilayah Kecamatan Porong dan dari Umbulan. Air baku diolah dengan menggunakan sistem pengolahan lengkap yaitu dengan
menggunakan Water Treatment
• Cabang 3 KrianUntuk cabang Krian dilayani air dari PT. Taman Tirta Sidoarjo
• Cabang 4 Sepanjang Cabang Sepanjang dilayani air PT. Taman Tirta Sidoarjo
dan PT.Hanarida Tirta Birawa
• Cabang 5 Waru 1 Cabang 5 Waru 1 (Tambak Sumur) dilayani air dari PT .
TamanTirta Sidoarjo
• Cabang 6 Waru II Cabang Waru II (Makarya Binangun) dilayani air dari PT.Taman Tirta Sidoarjo dan PT. Hanarida Tirta Birawa
• Cabang 7 Gedangan Cabang Gedangan dilayani air dari PT. Taman
4.1.3. Visi dan Misi PDAM “ DELTA TIRTA” SIDOARJ O
Visi: Menjadi salah satu PDAM yang terbaik di bidang pelayanan air minum dan air limbah melalui pengelolaan yang berwawasan lingkungan, sedangkan misi PDAM “ DELTA TIRTA” SIDOARJO”
Misi: Memberikan layanan air minum dan air limbah kepada masyarakat
secara berkesinambungan dengan mengutamakan kepuasan pelanggan,
Meningkatkan kontribusi perusahaan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Manusia, dan Melestarikan sumber air
4.1.4. Lokasi
PDAM ”Delta Tirta” Kabupaten Sidoarjo berlokasi di jalan Pahlawan No. 1 Sidoarjo.
4.1.5. Ketenaga Ker jaan
1. Kebutuhan Tenaga dan J am Ker ja
Jumlah seluruh karyawan di PDAM ”Delta Tirta” Sidoarjo sebanyak 412 orang (per januari 2012) dengan jam kerja 8 jam per hari dan lima hari kerja. Hari efektif di IPA (Instalasi Pengolahan Air) sebanyak 6 hari.
2. Fasilitas kar yawan.
• Tunjangan keluarga (1 istri 10% dan maksimal 3).
• Tunjangan perumahan (berupa rumah dinas bagi direksi dan uang bagi karyawan yang tidak menempati rumah dinas).
• Tunjangan air (biaya pemakaian air).
• Tunjangan beras.
• Pendidikan bagi karyawan yang berprestasi dan bertujuan
untuk memajukan peusahaan (menyekolahkan karyawan).
• Tunjangan rekreasi, berupa rekreasi atau diganti dengan uang.
• Tunjangan pendidikan.
• Jasa Produksi (Jaspro).
• Dana pensiun dari ’Dapenma Pamsi’ (Dana Pensiun PDAM Seluruh
Indonesia).
3. K3 (Kesehatan dan Keselamatan Ker ja).
Di lingkungan PDAM Delta Tirta Sidoarjo, mulai diterapkan secara terpadu sistem kerja K3 secara terstruktur, hal ini dibuktikan dengan di bentuknya panitia (kepengurusan) yang mengurusi masalah K3 baik di lingkungan kantor pusat atau pun di lingkungan Area Pengolahan (Rumah Pengolahan).
Untuk lingkungan kantor pusat pelaksanaan K3 berupa penyediaan sarana dan prasarana kantor yang aman dan nyaman seperti alat pemadam kebakaran, dll. Untuk lingkungan Area Pengolahan pelaksanaan K3 berupa penyediaan masker, sepatu boot, sarung tangan dan alat penetral kebocoran gas klorin, apabila terjadi kebocoran gas klor yaitu cairan amonia (berupa spray).
Perusahaan sendiri juga mengadakan bimbingan teknis, serta sosialisasi K3 dan HIV AIDS di lingkungan perusahaan setiap 2 – 3 kali dalam satu tahun.
4.1.6. Per lindungan.
Perlindungan kesehatan bagi karyawan berupa ”JAMSOSTEK”yang meliputi :
a. Jaminan Kecelakaan Kerja.
b. Jaminan Kematian.
c. Jaminan Hari Tua.
4.1.7. Kebijakan Strategi Dar i Perusahaan.
a. Bila karyawan atau keluarga mengalami sakit dan harus rawat inap, maka perusahaan menanggung 50% dari seluruh biaya.
b. Bila karyawan atau keluarga mengalami sakit dan harus rawat jalan, maka perusahaan menanggung beberapa persen dari seluruh biaya (nilai prosentase menurut jabatan).
4.1.8. Str uktur Or ganisasi
Organisasi sebagai fungsi manajemen atau alat manajemen, hendaknya mampu untuk merealisasikan tujuan yang diinginkan, sedangkan struktur organisasi merupakan perwujudan yang menunjukkan hubungan antara fungsi-fungsi dalam suatu organisasi, serta menunjukkan wewenang dan tanggung jawab
Dengan kata lain, hubungan struktur organisasi itu mencerminkan bagaimana hubungan kerja, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing dalam tubuh perusahaan. Tujuan struktur organisasi perusahaan yaitu untuk membantu menyusun dan mengatur pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian dari masing-masing karyawan. Struktur organisasi terbagi tiga macam :
a. Struktur organisasi garis, yaitu suatu pembagian tugas melalui suatu garis komando dari atas kebawah sehingga tanggung jawabpun berdasarkan garis tersebut. Sistem organisasi sangatlah sederhana sekalipun demikian mengandung disiplin kerja yang lebih terjamin. Hal ini terjadi karena kesatuan dalam pimpinan.
b. Struktur organisasi fungsi, yaitu bahwa setiap fungsi harus dijalankan oleh orang-orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya dan mempunyai lini orthority atau garis kekuasaan.
c. Struktur organisasi garis dan staff, yaitu pimpinan memerlukan staff ahli yang biasanya berkedudukan sebagai penasehat pimpinan, tetapi bukan sebagai bawahan atau dengan kata lain bahwa setiap tingkatan mempunyai staff kecuali pada tingkat buruh.
Berikut ini akan struktur organisasi PDAM “ DELTA TIRTA” SIDOARJO”:
STRUKTUR ORGANISASI PDAM “DELTA TIRTA” KABUPATEN SIDOARJ O BUPATI DIREKTUR UTAMA BADAN PENGAWAS DIREKTUR UMUM KABAG. HUBLANG KABAG. KEUANGAN KABAG. S D M KABAG. UMUM
KASIE TATA USAHA
KASIE PERBEKALAN KASIE RUMAH TANGGA KASIE ANGKUTAN KASIE PERSONALIA KASIE PENGEMB. KARIR KASIE MUTASI KASIE ANGGARAN
KASIE KAS & PENAGIHAN KASIE PEMBUKUAN KASIE REKENING KASIE PELAYANAN KASIE PENGAWAS METER KASIE OPS. PELANGGARAN DIREKTUR TEKNIK KABAG. DISTRIBUSI KABAG. TRANSMISI KABAG. PRODUKSI KABAG. PERENCANAAN
KASIE KONSTRUKSI & DESIGN
KASIE PENELITIAN
KASIE. PENGOLAHAN AIR
KASIE LABORATORIUM
KASIE BANGDAL TRANS
KASIE PERAWATAN SUMBER
KASIE BANGDAL DIST
KASIE KEBOCORAN KABAG. PERALATAN KASIE GUDANG KASIE WORKSHOP KEPALA SPI KASIE PEMERIKSA PENGAWAS PERSONIL KASIE PEMERIKSA PENGAWAS KEUANGAN KASIE PENGAWAS TEKNIK UNIT PELAKSANAAN TIPE- B UNIT PELAKSANAAN TIPE- A UNIT PELAKSANAAN TIPE- C
Uraian tugas karyawan berdasarkan struktur organisasi PDAM ”Delta Tirta” tersebut adalah sebagai berikut :
A. Pimpinan ialah Direksi yang terdiri dari:
1. Direksi Utama
2. Direktur Bidang Umum
3. Direktur Bidang Teknik
B. Staf Direksi terdiri dari :
1. Satuan Penelitian dan Pengawasan
2. Satuan Pengawasan Intern
C. Staf Direktur Bidang Terdiri dari :
1. Bagian-bagian
D. Pelaksana terdiri dari :
1. Unit Perusahanan Daerah 2. Unit Instalasi Produksi
Adapun tugas dan pelaksanaan dari masing- masing bagian adalah sebagai berikut :
1. Direksi PDAM ”Delta Tirta” Sidoarjo
Memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memimpin perusahan, mengurus dan menguasai kekayaan perusahaan daerah, mengusulkan tarif air minum kepada kepala daerah, menyusun dan mengajukan rencana anggaran perusahan daerah selambat- lambatnya 3 bulan sebelum tutup buku, menyusun laporan berkala perhitungan hasil usaha dan kegiatan perusahaan daerah air minum untuk disampaikan kepada kepala daerahsetiap 3 bulan
sekali, mengangkat dan memperhatikan pegawai, setiapakhir tahun buku direksi berkewajiban menyampaikan perhitungan tahunan berupa rugi / laba kepada kepala daerah. Dengan persetujuan Kepala Daerah mengadakan perjanjian atas nama perusahan daerah yang berlaku dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, mengadakan pinjaman dan pengeluaran obligasi, memperoleh, memindah tangankan atau benda tak bergerak, mengadakan invetasi baru, penyertaan modal dalam perusahaan lain, mewakili perusahaan daerah di dalam maupun diluar pengadilan.
2 . Bagian SPI PDAM ”Delta Tirta” Sidoarjo
Satuan Pengawas Intern memiliki tugas pokok mengadakan penilaian atas