BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2) Kendala Eksternal
Beberapa kendala eksternal yang dimiliki oleh UPT Selatan selama ini adalah pegawai yang tidak pernah mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahliannya, kemudian fasilitas yang dimiliki belum sepenuhnya mendukung aktivitas bekerja pegawai, struktur organisasi yang tidak sesuai dengan kondisi aslinya, pegawai yang memiliki rincian tugas namun kurang memahaminya sehingga hampir semua pekerjaan dilakukan dengan bekerjasama dan peran pimpinan yang kurang memiliki daya dorong untuk memotivasi pegawai dalam bekerja. Berikut ini akan dijelaskan lebih mendalam mengenai kendala eksternal yang dimiliki oleh UPT Selatan:
a) Pelatihan
Pelatihan merupakan usaha untuk memperbaiki dan menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan pada diri pegawai sesuai dengan pekerjan dan tanggung jawabnya. Pegawai di UPT Selatan belum pernah melakukan pelatihan, hal ini disampaikan oleh DW selaku pegawai di UPT Selatan pada wawancara di hari Kamis, 30 Oktober 2014 “Tidak pernah ada pelatihan dari pemerintah mbak.” Hal lain juga ditambahkan oleh KS selaku Kasubag TU UPT Selatan dalam wawancara “Tidak pernah ada pelatihan untuk pegawai mbak, dinas pendidikan tidak pernah memberikan undangan untuk melaksanakan pelatihan bagi pegawai.” Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan dari instansi manapun, sehingga keterampilan dan pengetahuan pegawai tidak bertambah. Salah satu contoh kurangnya pelatihan bagi pegawai adalah pegawai tidak mahir dalam mengoperasikan microsoft office, hanya beberapa pegawai saja yang terampil. Itupun juga terbatas mengingat perkembangan teknologi tiap tahunnya mengalami perkembanganm sedangkan kemampuan pegawai tidak dapat mengikutinya. Keterampilan menggunakan komputer sangat penting bagi pegawai mengingat semakin banyak pekerjaan yang menggunakan komputer baik itu untuk pengetikan surat, mengolah data maupun menyimpan data sedangkan pelatihan untuk hal itu tidak pernah didapatkan oleh pegawai UPT Selatan. Surat undangan pelatihan atau pelatihan juga tidak dapat peneliti penuhi untuk kepentingan dokumentasi.
b)Fasilitas
Keberadaan dan kelengkapan fasilitas mendukung kinerja pegawai agar lebih maksimal. Dijaman modern ini hampir semua instansi memiliki fasilitas untuk mendukung kinerja pegawainya Terdapat beberapa fasilitas yang dimiliki oleh UPT Selatan, diantaranya ruang pegawai, ruang Kepala UPT dan sarana lainnya. Berikut ini akan dijelaskan beberapa fasilitas yang mendukung kinerja pegawai di UPT Selatan sesuai dengan hasil observasi yang peneliti laksanakan pada hari Senin, 3 November 2014. Hasil dari observasi yang peneliti lakukan disajikan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 4. Fasilitas UPT Selatan
No Nama Barang Jumlah Kondisi
1 Komputer 3 Rusak
2 Printer 2 Rusak
3 Laptop 1 Baik
4 Mesin Ketik 2 Baik
5 Brankas 1 Baik
6 Filling Cabinet 2 Baik
7 Meja pegawai 4 Baik
8 Kursi 4 Baik
9 Almari 2 Baik
10 Telepon 1 Baik
Sumber : Observasi dan Wawancara
Ditambahkan pula keterangan dari DW, salah satu pegawai UPT Selatan dalam wawancara pada hari kamis, 30 Oktober 2014,
“Fasilitas ada mbak, tapi tidak komplit. Komputer itu hanya dua yang dari dinas, karena kurang maka kita meminta bantuan dari bank BPD kan kita ada kerjasama dengan pihak bank mbak, guru-guru sering meminjam bank lewat UPT maka inisiatif saja mbak kita minta bantuan 1 unit komputer, ya dikasih mbak. Laptop hanya 1 itu kalo ada yang bertugas keluar boleh dibawa. Mesin ketik ada 2 mbak, kondisinya bagus. Printer 2, kadang rusak mbak”
KS selaku Kasubag TU UPT Selatan dalam wawancara hari Rabu, 29 Oktober 2014 menambahkan “Fasilitas ada mbak, tapi gak komplit. Menghambat pekerjaan jadinya, apalagi komputer. Pegawai jadi gak biasa pakai komputer mbak.” Dari hasil wawancara tersebut pegawai menyatakan kekurangan fasilitas untuk mendukung kinerja sehingga meminta bantuan kepada instansi bank untuk menyumbangkan 1 unit komputer. Hal ini dilakukan karena pengadaan dari Dinas Pendidikan lambat, permintaan penambahan sarana sudah dibuatkan dalam proposal namun hingga sekarang belum mendapat tanggapan, hal inilah yang membuat UPT Selatan meminta bantuan kepada salah satu bank di Kota Magelang dengan persetujuan Kepala UPT Selatan. Kondisi komputer yang tidak bisa digunakan karena rusak juga menghambat kinerja pegawai, dimana pegawai dalam mengoperasikan komputer secara bergantian, karena dari ketiga komputer yang dimiliki hanya dua yang bisa digunakan.2 printer yang dimiliki juga hanya 1 yang dapat berfungsi dengan baik.
Dari hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan di UPT Selatan terlihat bahwa beberapa fasilitas yang dimiliki oleh UPT Selatan belum sepenuhnya dapat mendukung kinerja pegawai, beberapa peralatan mengalami kerusakan sehingga menghambat pegawai untuk bekerja. Kurangnya fasilitas yang dimiliki oleh UPT Selatan membuat pegawai berinisiatif untuk meminta bantuan pada instansi lain untuk memenuhi kekurangan tersebut.
c) Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan struktur yang dapat menjadi dasar tanggung jawab dan kewajiban dari profesi yang dimiliki oleh seseorang dalam lembaga atau organisasi yang diikuti. UPT Selatan memiliki struktur organisasi yang menjelaskan kedudukan masing-masing perorangan yang bekerja di UPT Selatan. Dalam struktur organisasi UPT Selatan dijelaskan bahwa terdapat 1 Kepala UPT, 1 Kasubag TU, 2 pengawas SD dan 4 pegawai / staff (PNS). Menurut penuturan KS selaku Kasubag TU UPT Selatan dalam wawancara pada hari Rabu, 20 Oktober 2014 struktur organisasi sudah ada dan terpasang diruang tamu UPT Selatan namun struktur organisasi tidak tepat dengan keadaan sebenarnya dan masih terdapat kesalahan dalam struktur organisasi, hal ini disampaikan dalam kutipan wawancara sebagai berikut
“Struktur organisasi ada, tapi gak sesuai dengan kondisi aslinya. Misalnya itu satu nama namun merangkap dua jabatan, padahal kerjaannya gak sama seperti yang ada distruktur. Saya sendiri menjadi Kasubag TU tapi nyatanya saya mengerjakan bagian kepegawaian yang diisi oleh nama lain.”
Peneliti juga menanyakan hal tersebut kepada DW salah satu pegawai di UPT Selatan pada Rabu, 20 Oktober 2014 pada saat wawancara dan didapatkan jawaban “Struktur organisasi itu tidak sesuai mbak, Kasubag TU itu selain jadi kasubag juga melakukan pekerjaan kepegawaian. Struktur organisasi itu gak sama dengan keadaan aslinya.”
Hal itu juga yang peneliti temui saat observasi pada hari Senin, 3 November 2014 dimana pegawai dalam mengerjakan tugas tidak memahami
dengan baik akan tugas dan kewajiban yang diperolehnya dari jabatan yang ia duduki. Kasubag TU melakukan pekerjaan pegawai pada bidang kepegawaian, struktur organisasi tidak diperbaharui karena hampir setiap tahunnya terdapat perombakan perubahan jabatan pada struktur dari Pemerintah Kota Magelang dan juga penambahan tugas bagi pegawai yang membuat kebingungan jika struktur organisasi diubah-ubah. Kemudian tenaga lepas harian juga tidak dicantumkan dalam struktur organisasi. Selain itu bukti dokumentasi yang diambil pada hari Senin, 3 November 2014 berupa struktur organisasi UPT Selatan yang memang belum tepat sesuai dengan penuturan Kasubag TU. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi maka dapat dilihat bahwa struktur organisasi pada UPT Selatan belum tepat dengan dengan keadaan yang sebenarnya dan juga terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan di struktur organisasi, pegawai harian lepas yang juga tidak termasuk dalam struktur organisasi, karena hal tersebut pegawai menjadi kurang peka terhadap kewajibannya dalam bekerja sehingga dalam melaksanakan pekerjaan pegawai masih kebingungan dan menjadikan pegawai kurang bertanggung jawab. Tidak adanya rasa tanggung jawab tersebut membuat prestasi kerja pegawai masih rendah.
d)Job Description (Rincian Tugas)
Job description atau yang biasa disebut dengan rincian tugas merupakan penjabaran dari Tupoksi. Pegawai di UPT Selatan tidak memiliki tupoksi namun rincian tugas yang merupakan jabaran tupoksi yang
dimiliki oleh Kepala UPT dan Kasubag TU. Job description merupakan rincian tugas yang harus dikerjakan oleh para pegawai yang menjadi kewajibannya. Pegawai di UPT Selatan tidak memiliki rincian tugas, hal ini dituturkan oleh pegawai UPT Selatan dalam wawancara pada hari Kamis, 30 Oktober 2014 “Gak ada rincian tugas mbak, kalau ada kerjaan ya dilaksanakan.” Hal berbeda dituturkan oleh KS selaku Kasubag TU UPT Selatan pada wawancara hari Rabu, 29 Oktober 2014
“Pegawai mempunyai rincian tugas ataupun tupoksi mbak, itu yang memiliki hanya Kepala UPT dan Kasubag TU, mereka menjalankan tugas sesuai jabaran dari tupoksi kami namun secara tertulis ada mbak tapi gak saklek karena pekerjaan disini dikerjakan bersama, target setiap hari juga tidak ada karena pekerjaan itu tidak tentu, kadang sedikit kadang banyak.”
Selanjutnya ketika peneliti melakukan observasi pada hari Senin, 3 November 2014 dan meminta hasil kinerja berupa laporan atau catatan bukti pegawai sebagai dokumentasi pegawai ternyata tidak semua pegawai memiliki hasil kerja. Jika pimpinan meminta maka akan dibuatkan, namun jika pimpinan tidak memintanya pegawai jarang membuatnya dan hanya dituliskan pada buku pribadinya sebagai pengingat, laporan kerja dibuat jika dibutuhkan dan ditanyakan saja. Sebenarnya pegawai di UPT Selatan memiliki rincian tugas yang terdapat pada Formulir Sasaran Kerja PNS yang menjelaskan tugas yang harus dikerjakan masing-masing pegawai selama satu tahun dan pada akhirnya akan dinilai oleh pimpinan.
e) Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan aktivitas mempengaruhi orang lain, baik itu individu maupun kelompok agar melakukan aktivitas dalam usaha
mencapai tujuan dalam suatu organisasi. Saat ini UPT Selatan belum memiliki pimpinan tetap untuk memimpin bawahan di UPT Selatan, hal ini karena pimpinan yang lama baru saja pensiun maka kedudukan pimpinan yang baru diisi oleh Ketua Seksi TK dan SD di Dinas Pendidikan Kota Magelang, karena sementara waktu belum ditentukan pimpinan untuk menduduki jabatan Kepala UPT Selatan maka Kasie TK dan SD diserahi tugas tambahan sebagai Kepala UPT Selatan. Berikut adalah penuturan MU selaku Kepala PLT UPT Selatan saat diwawancarai pada hari Rabu, 29 Oktober 2014
“Dalam mengarahkan maupun membawahi pegawai saya dibantu oleh Kasubag TU karena tidak setiap saat saya berada disini. Namun saya rasa masih kurang optimal karena kerjaan pegawai juga masih tidak beres. Pekerjaan kurang maksimal, mungkin kurang pengawasan.”
Hal senada juga disampaikan oleh KS selaku Kasubag TU UPT Selatan dalam wawancara hari Rabu 29 Oktober 2014
“Terkadang tidak adanya pimpinan ditempat membuat pegawai kurang pengawasan dalam bekerja, pimpinan sangat berpengaruh dikantor mbak, menjadikan kantor lebih terkontrol. Kalau tidak ada pimpinan pegawai disini menjadi malas-malasan dalam bekerja.” Kedua hasil wawancara trsebut kemudian peneliti tambahkan dengan melakukan penelitian pada hari Senin, 3 November 2014 di kantor UPT Selatan, terlihat bahwa memang tidak adanya pimpinan membuat pegawai dalam bekerja kurang cekatan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan tersebut terlihat bahwa UPT Selatan belum memiliki figur pimpinan yang setiap hari dapat mengawasi bawahannya dalam bekerja, hal ini sudah diatasi dengan Kasubag TU menggantikan pimpinan
ketika tidak berada di tempat, namun figur pimpinan masih dirasa kurang sehingga masih terdapat pegawai yang kurang efektif dalam bekerja, fungsi pimpinan untuk menggerakan, koordinasi dan pengawasan belum berjalan di UPT Selatan.
Tabel 5. Temuan Lapangan Kendala Kinerja Pegawai UPT Selatan
INDIKTOR KENDALA KINERJA PEGAWAI
a. Internal
Pegawai kurang semangat dalam bekerja, pimpinan tidak setiap hari berada ditempat, pegawai berada dikantor namun dalam bekerja tidak maksimal
b. Eksternal
Pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan, dari 2 komputer hanya 1 yang bisa digunakan, struktur organisasi tidak sesuai kondisi aslinya, pegawai tidak memahami rincian tugas, pimpinan kurang memikiki daya dorong untuk meningkat kinerja pegawai
c. Upaya yang sudah dilaksanakan dalam mengatasi kendala di UPT Selatan Dinas Pendidikan Kota Magelang
Dalam suatu organisasi pastilah terdapat kendala yang membuat kinerja itu terhambat. Kendala tersebut dapat berasal dari dalam yaitu faktor internal ataupun dari luar yaitu eksternal, namun tentunya suatu organisasi pastilah memiliki tindakan-tindakan, gagasan dan berbagai upaya lainnya untuk mengatasi kendala tersebut.
1) Upaya dalam Mengahadapi Kendala Internal
Kendala internal yang dimiliki oleh UPT Selatan adalah pegawai yang kurang termotifasi dalam bekerja, dalam melaksanakan pekerjaan pegawai lebih sering menunda pekerjaan. Seringkali pegawai meninggalkan pekerjaan dan melakukan aktivitas lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Dengan kasus tersebut, peneliti menanyakan upaya apa yang sudah dilakukan
pimpinan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam bekerja pada wawancara pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 kepada KS selaku Kasubag TU UPT Selatan, dan didapatkanlah jawaban sebagai berikut “Untuk memotivasi pegawai saya dan pimpinan biasanya mengajak mengobrol mbak dan memberikan wejangan seperti nasehat-nasehat pada pegawai agar lebih rajin dalam bekerja.” Kemudian ditambahkan pula oleh MU selaku pimpinan pada UPT Selatan dalam wawancara pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 “Saya mengajak ngobrol pegawai yang kelihatannya memiliki kesulitan dalam bekerja dan memberikan dukungan agar lebih semangat dalam bekerja.”
Hal lain yang juga menjadi kendala adalah keberadaan pimpinan dalam kesehariannya yang tidak selalu berada di kantor UPT Selatan, dan juga pegawai yang selalu berada di kantor namun tidak efektif dalam bekerja, menurut KS selaku Kasubag TU UPT Selatan untuk mengatasi masalah tersebut diungkapkan dalam wawancara pada hari Rabu, 29 Oktober 2014
“Kalau tidak ada pimpinan saya yang mengantikan tugas beliau untuk mengawasi pegawai agar lebih giat dalam bekerja. Walaupun begitu masih saja ada pegawai yang malas dalam bekerja, kalau begitu saya biasanya menegurnya jika pegawai tiak mentaati peraturan”
Pada saat peneliti melakukan observasi pada tanggal 30 Oktober 2014 ketika pimpinan meninggalkan UPT Selatan memang terlihat bahwa Kasubag TU menggantikam posisi pimpinan dengan lebih memperhatikan kinerja pegawai. Berdasarkan data yang peneliti peroleh maka dapat disimpulkan bahwa upaya untuk menghadapi kendala internal yang dialami oleh UPT Selatan terkait dengan kurangnta motivasi pegawai dalam bekerja adalah pimpinan lebih memberikan dorongan dan dukungan dengan mengajak ngobrol
pegawai, melalui pembicaraan tersebut diharapkan pimpinan mengetahui apa yang menjadi kendala didalam diri pegawai tersebut apakah masalah memang berasal dari diri pegawai atau dari luar. Kemudian mengenai keberadaan terutama keberadaan pimpinan yang tidak setiap saat berada di UPT Selatan, Kasubag TU kemudian mengambil alih tugas pimpinan untuk mengkondisikan UPT Selatan dalam mengawasi kinerja pegawai agar keberadaan pegawai di kantor menjadi lebih produktif dengan pengawasan yang dilakukan Kasubag TU dan menegur jika pegawai melanggar peraturan
2) Upaya dalam Menghadapi Kendala Eksternal
Pegawai di UPT Selatan belum pernah mendapatkan pelatihan untuk mengasah keterampilan maupun pengetahuannya, upaya yang sudah dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan kemampuan pegawai khususnya dalam mengoperasikan komputer adalah bertanya pada orang yang lebih pandai karena tidak ada kursus ataupun hal lain yang dilakukan untuk mengasah kemampuan pegawai. Hal tersebut disampaikan oleh DW selaku pegawai di UPT Selatan “Bertanya pada yang lebih pandai mbak, minta diajarin.” Kemudian disampaikan pula oleh KS selaku Kasubag TU UPT Selatan pada wawancara 29 Oktober 2014 “Pegawai itu kurang mbak, tapi UPT tidak bisa berbuat apa-apa karena memang jatah pegawainya segitu jadi kita memaksimalkan kerja masing-masing saja agar pekerjaan tetap selesai.” Kekurangan pegawai juga merupakan masalah yang dialami oleh UPT Selatan maka untuk mengatasi kekurangan pegawai dan tidak pernah diadakannya pelatihan, pegawai dituntut untuk semaksimal mungkin dalam melaksanakan
pekerjaannya meskipun pada kenyataannya masih banyak pegawai yang menunda pekerjaan dan melakukan aktivitas lain pada saat jam kerja.
Selain itu keterbatasan fasilitas yang dimiliki oleh UPT Selatan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pegawai dalam bekerja,salah satu contohnya adalah keberadaan 2 unit komputer yang dimiliki oleh UPT Selatan dirasa belum memenuhi kebutuhan pegawai dalam melaksanakan tugas karena kerusakan yang terjadi pada komputer tersebut, maka pegawai mengajukan proposal dengan persetujuan Kepala UPT Selatan kepada salah satu bank di Kota Magelang untuk memberikan bantuan 1 unit komputer untuk membantu
pegawai dalam bekerja dan hal tersebut sudah terlaksana. “Karena
komputernya rusak maka meminta bantuan pada bank BPD dan Alhamdulillah diberikan 1 unit komputer. Jadi ada 2 komputer yang bisa dipakai” Begitulah penuturan DW selaku pegawai UPT Selatan pada wawancara Kamis, 30 Oktober 2014
Struktur organisasi yang dimiliki oleh UPT Selatan belum sesuai dengan keadaan aslinya, hal ini menyebabkan pegawai kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap jabatan yang dimilikinya sehingga pekerjaan yang menjadi bagian dalam tugasnya seringkali tidak sesuai dengan harapan pimpinan.
“Struktur oganisasi memang tidak sesuai dengan kondisi aslinya, tapi masing-masing pegawai sudah mengetahui kerjaannya, sebagian pekerjaan dikerjakan bersama mbak. Trus kalo ada pihak lain yang bertanya saya atau pegawai lain akan mengkonfirmasi.”
Begitulah jawaban KS selaku Kasubag TU ketika ditanyakan mengenai kesesuaian struktur organisasi yang dipasangkan dengan keadaan yang sebenarnya dalam wawancara hari Rabu 29 Oktober 2014. Kemudian
sebenarnya pegawai di UPT Selatan memiliki rincian tugas sebagai patokan dalam bekerja namun tampaknya belum memahami apa yang menjadi tugas dan kewajibannya, dari penuturan DW selaku pegawai di UPT Selatan dalam wawancara pada Kamis 30 Oktober 2014 mengatakan “Kalau gak ada kerjaan saya membantu yang lain, begitu sebaliknya mbak, karena gak ada tugas tetap mbak.” Dari keterangan tersebut pegawai mengaku saling bekerja sama dalam mengerjakan tugas agar cepat selesai, ketika ada yang sibuk maka akan dibantu oleh pegawai lain
Kepemimpinan juga menjadi kendala di UPT Selatan karena belum adanya pimpinan yang tetap yang setiap hari dapat mengawasi kinerja pegawai. Upayanya adalah Kasubag TU menggantikan pimpinan ketika tiak berada di tempat dengan lebih giat dalam mengontrol dan mengawasi kinerja pegawai UPT Selatan. Hal ini disampaikan oleh KS selaku Kasubag TU UPT Selatan pada wawancara pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 “Saya biasanya menggantikan tugas pimpinan kalau sedang ditinggal pergi. Meskipun begitu pegawai masih saja ada yang kurang produktif dalam bekerja.”, Kemudian ketika peneliti melakukan observasi ke UPT Selatan pada tanggal 6 Januari 2014 pimpinan yang tadinya PLT (Pelaksana Tugas) sudah diangkat secara resmi menjadi Kepala UPT Selatan per Januari 2015 yang diresmikan dalam pengangkatan jabatan oleh Wali Kota Magelang. Sehingga mulai tanggal tersebuat UPT memiliki pimpinan yang tetap dan jabatan lama sebagai Ketua Seksi Pembinaan TK dan SD di Dinas Pendidikan Kota Magelang telah
digantikan oleh orang lain sehingga dapat berkonsentrasi penuh dan bekerja lebih maksimal sebagai pimpinan di UPT Selatan.
Tabel 6. Temuan Lapangan Upaya Mengatasi Kendala Kinerja Pegawai UPT Selatan
INDIKATOR UPAYA MENGATASI KENDALA
a. Internal Pimpinan memberikan dorongan dengan mengobrol, kasubag TU menggantikan posisi pimpinan untuk mengawasi pegawai jika pimpinan tidak ditempt b. Eksternal Bertanya pada pegawai yang lebih pandai,
pengajuan proposal pengajuan komputer pada bank swasta, saling bekerjasama, PLT diangkat menjadi Kepala UPT pada 6 Januari 2015
2. UPT Tengah Dinas Pendidikan Kota Magelang a. Kinerja Pegawai
Kinerja pegawai di UPT Tengah terlihat dari prestasi kerja yang hasil kerjanya ternyata kurang teliti dan seringkali tidak sesuai deadline, keahlian pegawai dalam bekerja meskipun pengetahuan terbatas dan inisiatif bekerja kurang namun karena komunikasi dan kerjasama yang terjalin diantara pegawai membuat hal itu tidak menjadi masalah. Namun perilaku pegawai belum sepenuhnya disiplin, hal ini terlihat dari diberhentikannya salah satu pegawai karena kurang memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan. Beberapa hal tersebut akan dibahas lebih mendalam sebagai berikut:
1) Prestasi Kerja
Prestasi kerja pegawai di UPT Tengah dapat dilihat dari hasil kerja yang dicapai pegawai dalam menyelesaikan tugas yang diberikan pimpinan
kepadanya. Baik dan buruknya kinerja pegawai sangat berpengaruh terhadap kualitas kerja atau kuantitas hasil pekerjaan dari pegawai. Menurut pengakuan SY selaku Kepala UPT Tengah dengan melakukan wawancara pada hari Kamis, 30 Oktober 2014 pukul 08.00 WIB di ruang Kepala UPT Tengah bahwa
“Hasil kerja pegawai di UPT Tengah dalam penyelesaian tugasnya tidak tepat waktu mbak, mungkin kurangnya personil yang mengerjakan tugas disini pegawainya cuman 3 mbak, yang 1 honorer kalau misalnya mau keluar bisa saja gak ada ikatan, selain itu biasanya data yang dibutuhkan dari TK atau SD terlambat sehingga tertunda untuk dikerjakan. Selain itu kemampuan tiap pegawai kan beda mbak, ada yang aktif dan ada yang kurang aktif ada yang hasil kerjanya tidak teliti itu hal yang lumrah, biasanya saya suruh benahi kalau saya tau.”
Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan Kepala UPT Tengah terlihat bahwa kinerja pegawai berdasarkan kualitas dan kuantitas pekerjaan belum sepenuhnya sesuai dengan harapan pimpinan, penyelesaian tugas sering tidak tepat waktu karena kurangnya pegawai dalam menyelesaikan tugas. Kemudian diungkapkan oleh MR salah satu pegawai UPT Tengah pada Kamis, 30 Oktober 2014 melalui wawancara sebagai berikut:
“Tidak tentu mbak, kadang mundur karena data dari SD terlambat karena infonya juga terlambat. Selain itu pegawainya dikit jadi kalau pekerjaan sedang banyak ya bisanya dikerjakan pelan-pelan, kalau sudah diburu-buru pimpinan cepat-cepat dikerjakan biar gak dimarahi” Hal ini juga didukung dengan hasil pengamatan yang peneliti laksanakan