HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Kendala-Kendala yang Dihadapi Orang-Tua Dalam Penanaman Akhlak Pada Anak Usia Remaja di Dusun Iraja Lebo Kec
Bontoharu Kab Kepulauan Selayar.
Sebagaimana diketahui bahwa menjadi Orang-tua ternyata lebih sulit dan berat karena memiliki tugas yang berat dan tanggung-jawab yang besar utamanya dalam hal pemenuhan kebutuhan (ekonomi) keluarga dan mendidik anak.
Pada umumnya Orang-tua dalam menanamkan akhlak pada anak yang berusia remaja adalah sangat berat karena pada masa itu la berada di dunia baru bagi anak remaja dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru, dan pada masa itu diketahui adalah masa teransisi yang sering menimbulkan kebingungan bagi sang anak. Bahkan sulit baginya untuk menentukan pilihan yang tepat, pembentukan sistem nilai menjadi penting, karena dalam menjalani fase usia remaja tersebut, remaja mengalami proses penyesuaian diri, dengan adanya sistem nilai atau penanaman Akhlak yang jelas untuk dijadikan pegangan, diharapkan kegoncangan batin dapat diminimalisasi. Selain itu, remaja merupakan masa persiapan untuk memasuki dunia dewasa. Dengan demikian, agar masa persiapan ini bisa dilalui dengan baik, remaja perlu mendapat bimbingan yang intensif dan terarah. Bimbingan dan arahan yang benar diharapkan dapat mengatasi gejolak batin serta pengaruh yang ditimbulkannya.
Dalam menanamkan akhlak itu adalah sama halnya dengan pekerjaan yang lain yang mempunyai kendala atau masalah.
Adapun kendala-kendala yang di hadapi orang tua dalam penanaman akhlak pada anak remaja di dusun Iraja Lebo Desa Kalepadang Kec. Bontoharu Kab. Kepulaun Selayar yaitu:
1. kurangnya pemahaman agama yang dimiliki orang tua.
2. kurangnya komunikasi anak dengan orang tua
3. kesibukan orang tua di luar rumah dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel11
Shalat berjamaah di rumah
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase(%)
1. Sering 3 9%
2. Kadang-Kadang 13 32%
3. Tidak Pernah 20 59%
J u m I a h 36 100
Sumber Data: Hasil Tabulasi Angket No 5
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa anak yang menjawab sering sebanyak 3 orang atau dengan persentase 9 % anak yang menjawab kadang-kadang sebanyak 13 orang dengan persentase 32 % dan anak yang menjawab tidak pernah sebanyak 20 orang dengan persentase 59 %. Data tersebut menunjukkan bahwa masih kurang orang-tua yang melaksanakan shalat berjamaah di rumah karena disebabkan oleh pemahaman tua yang minim, sebahagian orang-tua yang ada di Dusun Iraja Lebo Kec. Bontoharu Kab. Kepulauan Selayar masih ada yang buta aksara Al-Qur'an sehingga memimpin shalat di
rumah sangat sulit dan sebahagian Orang-tua ada yang mampu membaca Al-Qur'an dengan fasih (lancar), pemahaman agamanya luas dan tinggi tetapi kesibukan di luar rumah menyebabkan jarang melaksanakan shalat berjamaah di rumah.
Tabel12
Membaca Al-qur'an bersama yang dipimpin oleh orang-tua
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase (%)
1. Sering 9 26%
2. Kadang-Kadang 15 39%
3. Tidak Pernah 12 35%
J u m la h 36 100
Sumber Data: Hasil Tabulasi Angket No 6
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebanyak 9 orang atau 26% anak yang menjawab sering, 15 orang atau 39 % anak yang menjawab kadang-kadang dan 12 orang atau 35 % anak yang menjawab tidak pernah. Dari data di atas menunjukkan bahwa masih kurang anak-anak usia remaja yang membaca Al-Qur’an bersama yang dipimpin oleh Orang-tuanya sehingga dapat dilihat masih banyak anak yang belum lancar atau masih tersendak-sendak dalam membaca Al-Qur'an meskipun mereka itu sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama (SLTP) ini dikarenakan oleh Orang-tua yang ada di Dusun Iraja Lebo masih ada yang buta aksara Al-Qur'an sehingga untuk mengajak anak untuk mengaji bersama masih sulit dan sebagian Orang-tua yang bisa mengaji ada yang bermasa bodoh dengan bacaan Al-Qur'an anaknya. Mereka tidak
mengerti bahwa anak adalah titipan Allah Swt. Untuk didik utamanya dalam membaca Al-Qur'an karena jika seorang anak tau dan memahami Al-Qur'an akan mempengaruhi hidupnya dan bagaimana la bertingkah laku. (akhlak).
Tabel13
Anak ditemani orang-tua menonton televisi
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase (%)
1. Sering 18 48%
2. Kadang-Kadang 11 32%
3. Tidak Pernah 7 20%
J u m I a h 36 100
Sumber Data: Hasil Tabulasi Angket No 7
Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa 18 orang atau 48 % yang menjawab sering, 11 orang atau 32 % yang menjawab kadang-kadang dan 7 orang atau 20 % yang menjawab tidak pernah. Dari tabel di atas juga dapat disimpulkan bahwa anak yang sering menonton televisi tanpa ditemani sehingga anak-anak yang berusia remaja semakin mudah terpengaruh dan semakin mudah untuk meniru apa yang ia tonton melalui media televisi.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas dijelaskan pula oleh ibu Rosmawati sebagai berikut:
"Orang-tua pada jam-jam tertentu tidak bisa menemani anaknya menonton televisi karena banyak kesibukan baik itu yang ada di luar rumah maupun yang ada di dalam rumah sehingga anak kurang mendapat bimbingan dan pengarahan dari Orang-tuanya yang menyebabkan akan terpengaruhnya dengan apa yang la
tonton dan lihat di televisi dan seorang anak remaja pula sering mempraktekkan gerakan-gerang oleh sang idolanya". (Wawancara pada tanggal 29 juni 2013)
Dari hal di atas, diketahui bahwa salah satu kendala yang dihadapi oleh Orang-tua adalah kesibukan di luar rumah yang mana kesibukan tersebut membuatnya tak bisa mengontrol anak remaja mereka dalam waktu-waktu tertentu untuk menonton televisi, disinilah pentingnya arahan Orang-tua terhadap anak remaja dengan cara yang lemah lembut dan penuh kasih sayang agar sang anak remaja bisa mematuhi apa yang disampaikan oleh Orang-tuanya.
D. Usaha-Usaha yang Dilakukan Oleh Orang-tua Untuk Mengatasi