BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Hasil Optimalisasi
5.2.2 Analisis Alokasi Sumberdaya
5.2.2.2 Kendala Nutrisi AB Mix
Seperti penanaman hidroponik pada umumnya, dalam proses produksi melon hidroponik juga menggunakan nutrisi AB Mix. Penggunaan nutrisi AB Mix dapat dilihat dari nilai slack/surplus dan nilai dual secara terperinci seperti yang tersaji pada Tabel 7.
Tabel 7. Nilai Slack/Surplus dan Nilai Dual Kendala Nutrisi AB Mix
Sumberdaya Slack/Surplus (Kg) Nilai Dual (Rp)
Nutrisi AB Mix Melon Golden 2.13 0
Nutrisi AB Mix Melon Glamour 0.61 0
Berdasarkan Tabel 7, terlihat bahwa nutrisi AB Mix memiliki persediaan berlebih atau sumberdaya yang digunakan tidak habis terpakai. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai slack/surplus yang lebih dari nol. PT Mekar Unggul Sari menyediakan nutrisi AB Mix dalam jumlah yang berlebih untuk persediaan.
72 5.2.2.3 Kendala Rockwool
Rockwool merupakan media tanam yang penting dalam produksi tanaman melon secara hidroponik. Penggunaan rockwool dapat dilihat dari nilai slack/surplus dan nilai dual secara terperinci seperti yang tersaji pada Tabel 8.
Tabel 8. Nilai Slack/Surplus dan Nilai Dual Kendala Rockwool
Sumberdaya Slack/Surplus (Unit) Nilai Dual (Rp)
Rockwool Melon Golden 83.86 0
Rockwool Melon Glamour 0 83.25
Berdasarkan Tabel 8, terlihat bahwa rockwool untuk melon golden memiliki persediaan berlebih atau sumberdaya yang digunakan tidak habis terpakai. Berbeda dengan rockwool melon golden, rockwool melon glamour merupakan sumberdaya yang habis terpakai/sumberdaya yang terbatas.
5.2.2.4 Kendala Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan hal yang terpenting dalam suatu perusahaan, begitu pula dengan produksi melon secara hidroponik. Penggunaan tenaga kerja dapat dilihat dari nilai slack/surplus dan nilai dual secara terperinci seperti yang tersaji pada Tabel 9.
Tabel 9. Nilai Slack/Surplus dan Nilai Dual Kendala Tenaga Kerja
Sumberdaya Slack/Surplus Nilai Dual (Rp)
Tenaga Kerja Melon Golden 59.64 0
Tenaga Kerja Melon Glamour 59.64 0
Berdasarkan Tabel 9, terlihat bahwa tenaga kerja untuk melon golden dan glamour memiliki nilai slack/surplus dan nilai dual yang sama. Nilai slack/surplus lebih dari nol menandakan bahwa tenaga kerja memiliki persediaan berlebih atau sumberdaya yang digunakan tidak habis terpakai.
73 5.2.2.5 Kendala Polibag
Polibag merupakan wadah yang digunakan untuk produksi melon hidroponik di PT Mekar Unggul Sari. Penggunaan polibag dapat dilihat dari nilai slack/surplus dan nilai dual secara terperinci seperti yang tersaji pada Tabel 10.
Tabel 10. Nilai Slack/Surplus dan Nilai Dual Kendala Polibag
Sumberdaya Slack/Surplus Nilai Dual (Rp)
Polibag Melon Golden 0 8522,72
Polibag Melon Glamour 3.76 0
Berdasarkan Tabel 10, terlihat bahwa polibag untuk melon golden merupakan sumberdaya yang habis terpakai/sumberdaya yang terbatas. Berbeda dengan polibag untuk melon glamour yang merupakan sumberdaya berlebih atau sumberdaya yang digunakan tidak habis terpakai.
5.2.3 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas pada penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu yang berhubungan dengan perubahan salah satu koefisien keuntungan dan berhubungan dengan perubahan salah satu ketersediaan sumberdaya. Pada analisis sensitivitas terdapat batasan perubahan, yaitu allowable increase (batasan penambahan) dan allowable decrease (batasan pengurangan).
Batasan pada koefisien keuntungan menunjukkan batas perubahan yang tidak akan mengubah tingkat produksi optimalnya. Batasan sensitivitas pada ketersediaan sumberdaya menunjukkan batas perubahan yang tidak akan mengubah nilai dual dari sumberdaya yang bersangkutan. Berikut merupakan hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan menggunakan aplikasi LINDO.
74 Tabel 12. Analisis Sensitivitas Koefisien Fungsi Tujuan Produksi Melon
Hidroponik
Melon Golden 7500.00 Infinity 7500.00
Melon Glamour 5100.00 Infinity 5100.00
Berdasarkan Tabel 12, terlihat bahwa nilai allowable increase koefisien fungsi tujuan (keuntungan) dari buah melon golden dan melon glamour dapat ditingkatkan pada besaran yang tidak terhingga (infinity). Nilai allowable decrease koefisien fungsi tujuan (keuntungan) dari buah melon golden dan melon glamour dapat dilakukan pengurangan nilai koefisien tidak melebihi 7500 untuk melon golden dan 5100 untuk melon glamour. PT Mekar Unggul Sari dapat meningkatkan keuntungan untuk masing-masing jenis melon berapapun besarnya. Nilai hasil perhitungan analisis sensitivitas untuk sumberdaya, tersaji pada Tabel 13 berikut.
Tabel 13. Analisis Sensitivitas Ruas Kanan Produksi Melon Hidroponik pada PT Mekasr Unggul Sari
Benih Melon glamour 176.00 Infinity 2.45
Nutrisi AB Mix Melon Golden 91.00 Infinity 2.13 Nutrisi AB Mix Melon
Glamour 32.00 Infinity 0.61
Rockwool Melon Golden 16095.00 Infinity 83.86 Rockwool Melon Glamour 5655.00 76.92 5655.00 Tenaga Kerja Melon Golden 15876.00 Infinity 59,64 Tenaga Kerja Melon Glamour 15876.00 Infinity 59,64 Polibag Melon Golden 230.00 Infinity 230.00
Polibag Melon Glamour 85.00 Infinity 3.76
Berdasarkan Tabel 13, dapat diketahui bahwa analisis sensitivitas pada nilai sumberdaya untuk kendala benih melon golden, benih melon glamour, nutrisi AB mix melon golden nutrisi AB mix melon glamour, rockwool melon golden, tenaga
75 kerja melon golden, polibag melon golden, polibag melon glamour, dapat mengalami peningkatan tanpa batas, tetapi kenaikan untuk kendala tersebut tidak akan mengubah tingkat keuntungan. Hal tersebut karena nilai dual sama dengan nol. Pada kendala rockwool melon glamour dan tenaga kerja melon glamour dapat dinaikkan dan diturunkan sampai batas yang tertera pada Tabel 13.
76 BAB VI
PENUTUP
6. 1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil olahan optimalisasi produksi melon secara hidroponik pada PT Mekar Unggul Sari, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Kombinasi produksi melon hidroponik pada PT Mekar Unggul Sari belum mencapai kondisi optimal. Hasil tersebut dapat dilihat dari hasil selisih produksi aktual dan optimal bernilai negatif dan positif, yaitu -42 buah untuk melon golden dan +44 buah untuk melon glamour.
2. Berdasarkan hasil perhitungan optimalisasi produksi melon hidroponik pada PT Mekar Unggul Sari, kombinasi produksi melon hidroponik optimal adalah 261 buah untuk melon golden dan 92 buah untuk melon glamour. Dengan memproduksi 261 buah melon golden dan 92 buah melon glamour, maka perusahaan dapat meningkatkan keuntungan menjadi Rp 2.431.016.
3. Analisis sumberdaya optimal yang digunakan PT Mekar Unggul Sari memiliki banyak sumberdaya yang berlebih dan sedikit sumberdaya yang habis terpakai. Sumberdaya yang berlebih pada produksi melon hidroponik di PT Mekar Unggul Sari, yaitu benih melon golden dan glamour, nutrisi AB Mix melon golden dan glamour, rockwool melon golden, tenaga kerja, dan polibag melon glamour. Sumberdaya yang habis terpakai yaitu rockwool melon glamour dan polibag melon golden.
77 6. 2 Saran
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Pada produksi melon hidroponik jenis melon golden, perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan sumberdaya yang berlebih, yaitu benih melon, nutrisi AB Mix, tenaga kerja dan rockwool, agar produksi buah melon hidroponik jenis melon golden dapat mencapai kondisi optimal.
2. Pada produksi melon hidroponik jenis melon glamour, perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan sumberdaya yang berlebih, yaitu benih melon, nutrisi AB Mix, tenaga kerja, dan polibag, agar produksi buah melon hidroponik jenis melon glamour dapat mencapai kondisi optimal.
78 DAFTAR PUSTAKA
Andalona Rizki Fauzhi, Sherly. 2013. Optimalisasi Penanganan Pasca Panen Benih Sayuran Pada PT Sang Hyang Seri (Persero) Regional III Cabang Pujon-Malang. [Skripsi]. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.
Anonim. 2007. Budi Daya Melon. PT Agromedia Pustaka: Jakarta.
Anonim. 2009. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. PT Agromedia Pustaka: Jakarta.
Astuti, Marhanani Tri. 2014. Potensi Agrowisata dalam Meningkatkan Pengembangan Pariwisata. Jurnal Departemen Pariwisata Vol. 1 No. 1.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Jakarta.
Dimyati, et al. 2010. Operations Research: Model-Model Pengambilan Keputusan, Cetakan Kesebelas. Sinar Baru Algensindo: Bandung.
Ferniasari, Rani. 2011. Optimalisasi Produksi Tanaman Hias untuk Vertical Garden pada PT Godongijo Asri, Sawangan, Depok, Provinsi Jawa Barat.
[Skripsi]. Fakultas Ekononomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.
Bogor.
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 2014. Capaian Sektor Pariwisata 3 Tahun Jokowi-JK. Kementerian Pariwisata: Jakarta.
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 2015. Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2015. Kementerian Pariwisata: Jakarta.
Lipsey, RG Steiner, P.O dan Purvis, D, D. 1995. Pengantar Mikro Ekonomi.
Erlangga: Jakarta.
Margianasari, et al. 2012. Bertanam Melon Eksklusif dalam Pot. Penebar Swadaya:
Jakarta.
Maulidah, Silvana. 2011. Pengantar Manajemen Agribisnis. UB Press: Malang.
79 Muslich, Muhammad. 2010. Metode Pengambilan Keputusan Kuantitatif, Edisi 2.
PT Bumi Aksara: Jakarta.
Nasendi, BDE dan Anwar. 1985. Program Linier dan Variasinya. PT Gramedia:
Jakarta.
Nicholson, Walter. 2002. Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya . Ign Bayu Mahendra [penerjemah]. PT Penerbit Erlangga: Jakarta.
Nugroho, Anto. 2017. Perkembangan Pariwisata Indonesia 2016.
https://jpp.go.id/infografis/118-perkembangan-pariwisata-indonesia-2016 diakses pada 3 Agustus 2018 pukul 21.50 WIB.
Prawirosentono, S. 2007. Manajemen Operasi (operations management) Analisis dan Studi Kasus. Ed ke-4. Bumi Aksara: Jakarta.
Prihmantoro, A dan Y.H. Indriani. 2002. Hidroponik Tanaman Buah untuk Hobi dan Bisnis. Penebar Swadaya: Jakarta.
Ratya, Mega Putra. 2017. Kontribusi Pertanian ke Pertumbuhan Ekonomi RI.
https://finance.detik.com/berita-berita-ekonomi-bisnis/d-3612066/kontribusi-ke-pertumbuhan-ekonomi-ri diakses pada 29 Maret 2018 pukul 09:23 WIB.
Samadi, Budi. 2007. Melon Usaha Tani dan Penanganan Pascapanen. Kanisius:
Jakarta.
Sedarmayanti dan Hidayat, Syarifudin. 2011. Metodologi Penelitian. Mandar Maju:
Bandung.
Sinulingga, Sukaria. 2009. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Graha Ilmu:
Yogyakarta.
Trihandono. 2017. Optimalisasi Usahatani Sayuran Hidroponik Kasus Carneige Hydroponics Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor [Skripsi] Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.
80 LAMPIRAN
Lampiran 1. Jenis Melon Hidroponik PT Mekar Unggul Sari
Jenis Melon Hidroponik Dokumentasi
Golden
Glamour
81 Lampiran 2. Produksi Buah Melon Secara Hidroponik PT Mekar Unggul Sari per Kuartal Tahun 2015 – 2017
82 Lampiran 3. Produksi Buah Melon Secara Hidroponik PT Mekar Unggul Sari Tahun 2017
a. Produksi Melon Golden
Kuartal Produksi Melon Golden per GH (Buah)
Total Rata-rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 33 307 386 254 127 216 197 165 400 311 447 - 2843 258
2 210 211 225 93 162 - 348 432 319 292 94 0 2386 217
3 56 197 112 462 324 - 325 187 31 336 258 119 2407 219
b. Produksi Melon Glamour
Kuartal Produksi Melon Glamour per GH (Buah)
Total Rata-rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 340 17 0 0 0 0 27 12 7 0 0 - 403 37
2 0 46 16 99 0 - 0 48 7 6 56 60 338 30,7
3 428 121 287 100 65 - 0 102 32 145 84 134 1498 136
83 Lampiran 4. Wawancara Penelitian
a. Wawancara Staff Unit Melon & Kompos Narasumber : Bapak Didi
Tanggal : Senin, 20 Agustus 2018
Peneliti : Assalamu’alaikum pak, bagaimana kabarnya? Hari ini saya ingin melakukan wawancara kepada bapak untuk keperluan penelitian skripsi saya.
Bapak Didi : Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah baik. Sebelumnya judul penelitian kamu apa ya?
Peneliti : Judul penelitian saya optimalisasi produksi melon secara hidroponik di Mekarsari, pak.
Bapak Didi : Oh iya. Jadi data-data apa yang Lintang perlukan untuk penelitiannya?
Peneliti : Saya butuh data biaya produksi, hasil produksi melon hidroponik dari tahun 2015 sampai tahun 2017, jenis melon yang sedang diproduksi, dan target produksi melon hidroponik per greenhouse.
Selain itu saya ingin mengetahui masalah dalam produksi melon hidroponik serta menentukan variabel kendala pada produksi melon hidroponik.
Bapak Didi : Untuk data biaya produksi bisa tanya bapak Yanto karena dia yang memegang datanya. Untuk hasil produksi melonnya ada di map ini, kamu bisa foto saja atau nanti akan saya kirimkan rekapan nya.
Selain itu data produksi melon hidroponik bercampur dengan data melon tabulampot (tanam buah dalam pot).
Peneliti : Baik pak nanti saya akan tanyakan pada pak Yanto. Kemudian akan saya foto hasil produksinya dan nanti akan saya pisahkan data hidroponiknya dengan yang tabulampot. Selanjutnya untuk jenis melon yang diproduksi 2015-2017 apa saja ya pak? Serta target produksinya berapa?
Bapak Didi : Jenis melon yang diproduksi dari tahun 2015-2017 adalah melon golden dan melon glamour. Target produksinya yaitu 85% dari total populasi dalam satu greenhouse, yang dalam satu greenhouse
84 terdapat 608 tanaman melon dengan asumsi produksi satu tanaman menghasilkan satu buah melon.
Peneliti : Jadi 85% dari 608 tanaman yaitu sekitar 517 buah melon dalam satu greenhouse ya pak targetnya?
Bapak Didi : Iya kurang lebih seperti itu.
Peneliti : Selanjutnya untuk masalahnya apa saja yang dihadapi dalam produksi melon secara hidroponik ini pak?
Bapak Didi : Masalahnya lebih ke hasil produksinya yang sekarang lebih sedikit (menurun) dari tahun-tahun sebelumnya.
Peneliti : Kendalanya apa saja ya pak sehingga bisa terjadi masalah seperti itu?
Bapak Didi : Kendalanya ya seperti greenhouse yang sudah mulai rusak karena umurnya sudah tua, kurangnya tenaga kerja, serangan hama dan penyakit tanaman.
Peneliti : Memang sudah berapa lama umur greenhouse tersebut? Apakah tidak ada peremajaan?
Bapak Didi : Sudah lebih dari 20 tahun dan belum ada peremajaan sampai saat ini.
Peneliti : Oh iya pak untuk biaya pembangunan greenhouse berapa ya pak?
Bapak Didi : Untuk biayanya saya kurang tahu karena sudah ada sebelum saya bekerja disini.
Peneliti : Kira-kira apakah masih ada kendala berpengaruh terhadap produksi melon secara hidroponik apa saja ya pak?
Bapak Didi : Hal yang paling berpengaruh ya seperti tenaga kerja, benih, media tanam, nutrisi AB Mix, dan polibag.
Peneliti : Media tanam yang digunakan apa saja pak?
Bapak Didi : Kita menggunakan media tanam arang sekam yang kita produksi sendiri, cocopeat yang kita produksi sendiri juga, dan juga rockwool yang dipasok dari agen.
85 Peneliti : Oh begitu ya pak, apakah ada hal-hal lain yang berpengaruh terkait
produksi melon secara hidroponik?
Bapak Didi : Iya kurang lebih seperti itu.
Peneliti : Kalau begitu terimakasih banyak pak sudah berkenan untuk saya wawancara. Nanti setelah saya Seminar Proposal saya akan segera kembali untuk turun lapang.
Bapak Didi : Sama-sama, semoga sukses dan lancar penelitiannya.
Peneliti : Aamiin aamiin aamiin.
Narasumber : Bapak Didi
Tanggal : Kamis, 25 Oktober 2018
Peneliti : Assalamu’alaikum pak maaf mengganggu waktunya lagi. Apakah bapak ada waktu untuk saya wawancara lagi?
Bapak Didi : Wa’alaikumussalam iya boleh, ada apa ya Lintang? Apa ada data yang kurang?
Peneliti : Saya ingin mengonfirmasikan terkait kendala-kendala produksi melon hidroponik pak. Sebelumnya dari hasil wawancara saya dengan bapak, bapak Yanto, dan bapak Agus mengatakan kalau kendala produksinya adalah benih, greenhouse, serangan hama dan penyakit, tenaga kerja, nutrisi AB Mix, polibag, rockwool dan target produksi. Namun, setelah saya pelajari lagi, kendala-kendala tersebut tidak semuanya saya gunakan, karena beberapa pertimbangan.
Bapak Didi : Jadi apa saja kendala-kendala yang dipakai?
Peneliti : Saya hanya menggunakan kendala benih, karena benih adalah salah saru bahan baku yang penting serta ketersediannya tergantung pihak pemasok. Kemudian, kendala kedua saya menggunakan kendala polibag untuk menggantikan greenhouse karena biaya pembangunan greenhouse yang tidak diketahui pasti, sehingga tidak dapat dihitung biaya penyusutannya. Kendala ketiga yang saya gunakan yaitu tenaga kerja. Kendala keempat yang digunakan adalah nutrisi AB Mix, karena nutrisi sangat penting untuk pertumbuhan melon hidroponik dan ketersediaan serta harganya masih tergantung pemasok. Kendala kelima yang digunakan yaitu rockwool karena harga dan ketersediaan rockwool tergantung pada pemasok. Saya
86 tidak menggunakan pestisida karena penggunaannya yang tidak pasti sehingga sulit untuk dicari biayanya.
Bapak Didi : Oh baiklah jika kendala yang digunakan hanya itu saja. Semoga sukses seminarnya.
Peneliti : Iya pak terima kasih banyak. Aamiin aamiin aamiin.
b. Wawancara Koordinator Unit Melon & Kompos Narasumber : Bapak Yanto Maryanto
Tanggal : Senin, 20 Agustus 2018
Peneliti : Maaf pak saya ingin menanyakan terkait data penelitian saya disini, sebelumnya sudah saya tanyakan juga kepada pak Didi, apakah boleh pak?
Bapak Yanto : Oh boleh silahkan.
Peneliti : Saya membutuhkan data target produksi melon hidroponik, data hasil produksi, kendala-kendala dalam produksi, dan biaya produksinya, apakah ada pak?
Bapak Yanto : Oh ada, untuk target produksi melon hidroponik dalam satu greenhouse yaitu 85% dari total populasi tanaman. Data hasil produksi bisa kamu lihat di cacatan harian ini. Kemudian kendala-kendalanya seperti serangan hama dan penyakit, greenhouse yang sudah tua, sumberdaya manusianya, benih yang cenderung meningkat, media tanamnya, dan nutrisi AB mix. Untuk biaya produksi ada catatan datanya namun sedang tidak saya bawa.
Peneliti : Untuk data hasil produksinya boleh saya foto pak? Media tanam arang sekam dan cocopeat disini kan produksi sendiri, untuk media tanam yang beli diluar apa saja ya pak? Untuk biaya produksinya
87 Peneliti : Boleh saya tahu pak terkait biaya produksinya mulai dari apa saja yang dibutuhkan untuk produksi melon secara hidroponik dan harga-harganya?
Bapak Yanto : Boleh, akan saya sebutkan satu persatu apa saja. Untuk harga benih melon golden 450 ribu per saset isi 550 benih dan glamour 75 ribu per saset isi 100 benih. Harga rockwool satu lembar 45 ribu dan polibag 17 ribu per pack isi 45 pcs, nutrisi AB mix per set 625 ribu, greenhouse 60 juta tahun 1993. Untuk pestisida Calebtin 165 ribu per botol, Abuki 100 ribu per botol, Agrimec 165 ribu per botol, Agristik 110 ribu per botol. Untuk gaji sdm (sumberdaya manusia) sih UMR atau sekitar 3.3 juta per bulannya.
Peneliti : Terimakasih pak telah meluangkan waktunya untuk saya wawancara.
Bapak Yanto : Sama-sama.
c. Wawancara Karyawan Unit Melon Hidroponik (Gudang & Nutrisi) Narasumber : Bapak Agus K
Tanggal : Senin, 20 Agustus 2018
Peneliti : Maaf bapak Agus, apakah saya boleh meminta waktu nya untuk saya wawancara?
Bapak Agus : Boleh, ada apa ya?
Peneliti : Begini pak, saya ingin menanyakan terkait target produksi melon hidroponik, data hasil produksi melon, hal-hal yang bisa menjadi kendala dalam produksi, dan data biaya produksi melon hidroponiknya?
Bapak Agus : Untuk target produksi bisa ditanyakan kepada pak Didi selaku atasan saya, data hasil produksi dapat dilihat pada catatan harian ini atau minta rekapannya dengan bapak Didi, kendala-kendala produksinya ya seperti serangan hama dan penyakit, benihnya, media tanamnya, nutrisi AB mix, dan sdm (sumberdaya manusia) nya. Untuk data biaya produksi bisa ditanyakan pada pak Yanto karena yang megang datanya dia.
Peneliti : Baik pak nanti saya akan tanyakan pada kepada pak Didi dan pak Yanto terkait data-data tersebut. Terimakasih pak sebelumnya telah berkenan untuk saya wawancarai.
88 Lampiran 5. Hasil Perhitungan Koefisien Masing-Masing Kendala
a. Kendala Benih
Periode Produksi Jumlah Produksi Persentase Penggunaan Koefisien Kebutuhan (Unit) Kapasitas (Unit)
X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2
1 295 258 37 87% 13% 585,0915 83,90847 2,267797 2,267797 448 160 493 176 2 247 217 30 88% 12% 587,7449 81,25506 2,708502 2,708502 448 160 493 176 3 355 219 136 62% 38% 412,707 256,293 1,884507 1,884507 448 160 493 176
b. Kendala Nutrisi AB Mix
Periode Produksi Jumlah Produksi Persentase Penggunaan Koefisien Kebutuhan (Kg) Kapasitas (Kg)
X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2
1 295 258 37 87% 13% 107,5729 15,42712 0,416949 0,416949 82 29 91 32 2 247 217 30 88% 12% 108,0607 14,93927 0,497976 0,497976 82 29 91 32 3 355 219 136 62% 38% 75,87887 47,12113 0,346479 0,346479 82 29 91 32
c. Kendala Rockwool
Periode Produksi Jumlah Produksi Persentase Penggunaan Koefisien Kebutuhan Kapasitas
X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2
1 295 258 37 87% 13% 19022,03 2727,966 73,72881 73,72881 12096 4320 16095 5655 2 247 217 30 88% 12% 19108,3 2641,7 88,05668 88,05668 12096 4320 16095 5655 3 355 219 136 62% 38% 13417,61 8332,394 61,26761 61,26761 12096 4320 16095 5655
89 d. Kendala Tenaga Kerja
Periode Produksi Jumlah Produksi Persentase Penggunaan Koefisien
X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2
1 295 258 37 87% 13% 13884,77 1991,227 53,81695 53,81695
2 247 217 30 88% 12% 13947,74 1928,259 64,2753 64,2753
3 355 219 136 62% 38% 9793,927 6082,073 44,72113 44,72113
e. Kendala Polibag
Periode Produksi Jumlah Produksi Persentase Penggunaan Koefisien Kebutuhan Kapasitas
X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2 X1 X2
1 295 258 37 87% 13% 275,4915 39,50847 1,067797 1,067797 224 80 230 85 2 247 217 30 88% 12% 276,7409 38,25911 1,275304 1,275304 224 80 230 85 3 355 219 136 62% 38% 194,3239 120,6761 0,887324 0,887324 224 80 230 85
90 Lampiran 6. Hasil Perhitungan Optimalisasi Menggunakan LINDO
91 Lampiran 7. Keluaran Integer Programming
92 Lampiran 8. Data Karyawan