• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Kondisi Demografi

4.3. Analisis Menggunakan Data Responden

4.3.3 Kendala utama

Faktor kendala utama yang dihadapi dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Depok, antara lain:

1. Keterampilan SDM yang terbatas

2. Maraknya industry dan supermarket besar 3. Pola hidup modern (hedonis, shopping) 4. Pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser 5. Sulitnya akses modal usaha

6. Modal sosial yang lemah 7. Pertumbuhan perumahan

8. Anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan sektor 4 sektor 3 sektor 1 sektor 2 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 D DP

Responden LKPD, Distan, Bapeda dan Desperindag menyatakan pendapat untuk faktor kendala utama sebagai berikut. Hasil Reachability Matriks untuk faktor kendala utama dengan responden LKPD, Distan, Bapeda dan Desperindag, disajikan pada Tabel 10.

Tabel 10. Reachability Matrik Faktor Kendala Utama dengan Responden LKPD, Distan, Bapeda dan Desperindag

1 2 3 4 5 6 7 8 DP R 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 7 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 8 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 D 8 8 8 8 8 8 8 8 L 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan :

D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking

1. Keterampilan SDM yang terbatas 5. Sulitnya akses modal usaha 2. Maraknya industry dan supermarket besar 6. Modal sosial yang lemah 3. Pola hidup modern (hedonis, shopping) 7. Pertumbuhan perumahan 4. Pola budaya kekerabatan sudah bergeser 8. Anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan

Berdasarkan Tabel 10 dijelaskan bahwa seluruh sub faktor penentu kendala utama saling berinteraksi dan saling berpengaruh. Berdasarkan nilai L, interpretasi dari Tabel 10 disajikan pada Gambar 15 model struktur di bawah ini:

Gambar 15. Diagram model struktur untuk faktor kendala utama dengan

Responden LKPD, Distan, Bapeda dan Desperindag

Gambar 15 menunjukkan bahwa sub faktor penentu kendala utama dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kota Depok hanya terbagi dalam 1 level saja. Kedelapan faktor ini saling mempengaruhi satu dan yang lainnya. Gambar 16 berdasarkan interpretasi dari Tabel 10 menjadikan nilai DP menjadi sumbu X dan nilai D menjadi sumbu Y.

7 6

2 4 5

1 3 8

Gambar 16. Matrik Driver Power – Dependence Faktor Kendala Utama dengan Responden LKPD, Distan, Bapeda dan Desperindag

Gambar 16 memperlihatkan seluruh sub faktor penentu kebutuhan program, berpusat di sektor 3. Dimana sektor 3 yaitu, keterampilan SDM yang terbatas, maraknya industry dan supermarket besar, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, sulitnya akses modal usaha, modal sosial yang lemah, pertumbuhan perumahan dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan. Setiap tindakan pada sektor ini akan menghasilkan keberhasilan penanggulangan kemiskinan di Kota Depok dari faktor kendala utama sedangkan lemahnya perhatian pada sub faktor ini akan menyebabkan kegagalan program.

Dekopinda mempunyai pendapat yang berbeda, berikut adalah Hasil Reachability Matriks untuk faktor kendala utama dengan responden Dekopinda, disajikan pada Tabel 11. Sub faktor penentu kendala utama adalah keterampilan SDM yang terbatas, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, sulitnya akses modal usaha, modal sosial yang lemah, pertumbuhan perumahan dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan. Kendala utama tersebut yang menjadi pokok permasalahan dalam program penanggulangan kemiskinan di Kota Depok.

Tabel 11 selanjutnya diinterpretasikan kedalam model stuktur faktorpenentu industri terkait dan pendukung (Gambar 17) dan matriks DP-P (Gambar 18). Gambar 17 menunjukan faktor penentu Keterampilan SDM yang terbatas, Pola hidup modern (hedonis, shopping), Pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, Sulitnya akses modal usaha, Modal sosial yang lemah, Pertumbuhan perumahan dan Anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan untuk memecahkan masalah maraknya industri dan supermarket besar. Faktor ini

sektor 4 sektor 3 sektor 1 sektor 2 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 D DP

akan mendorong faktor lain yang berada di level 2 sehingga membentuk system yang akan memperkuat kebutuhan program pada faktor kendala utama.

Tabel 11. Reachability Matrik Untuk Faktor Kendala Utama dengan Responden Dekopinda

1 2 3 4 5 6 7 8 DR R 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 2 0 1 0 0 0 0 0 0 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 7 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 8 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 D 7 8 7 7 7 7 7 7 L 2 1 2 2 2 2 2 2 Keterangan :

D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking

1. Keterampilan SDM yang terbatas 5. Sulitnya akses modal usaha 2. Maraknya industry dan supermarket besar 6. Modal sosial yang lemah 3. Pola hidup modern (hedonis, shopping) 7. Pertumbuhan perumahan 4. Pola budaya kekerabatan sudah bergeser 8. Anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan

Keterangan: artinya mempengaruhi/mendorong.

Gambar 17. Diagram model struktur untuk faktor kendala utama dengan

Responden Dekopinda

Gambar 18 memperlihatkan di sektor 2, terdapat satu sub faktor yaitu maraknya inustri dan supermarket besar. Sub faktor penentu tersebut bersifat tidak bebas, yang artinya kinerja dari sektor ini dipengaruhi oleh sub sektor lainnya atau merupakan akibat dari kegiatan sub faktor lainnya. Jika tidak ada dorongan dari sub faktor lain maka sub faktor ini kurang memberikan dampak. Pada sektor 3 terdapat tujuh sub faktor yaitu keterampilan SDM yang terbatas, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, sulitnya akses modal usaha, modal sosial yang lemah, pertumbuhan perumahan dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan. Sub faktor yang berada di sektor 3 artinya adalah driver power pada sektor ini sangat besar tetapi sifat ketergantungannya pun sangat besar. Setiap tindakan pada sub faktor ini akan

2 7 6 5 4 3 8 1 Level 2 Level 1

menghasilkan keberhasilan program sedangkan lemahnya perhatian pada sub faktor ini akan menyebabkan kegagalan program.

Gambar 18. Matrik Driver Power – Dependence Faktor Kendala Utama dengan Responden Dekopinda

Pada Disnaker menyatakan pendapat yang berbeda, hasil Reachability Matriks kendala utama dengan responden Disnaker, disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12. Reachability Matriks kendala utama dengan responden Disnaker

1 2 3 4 5 6 7 8 DP L 1 1 1 1 1 0 0 1 0 5 2 2 1 1 1 1 0 0 1 0 5 2 3 1 1 1 1 0 0 1 0 5 2 4 1 1 1 1 0 0 1 0 5 2 5 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 7 1 1 1 1 0 0 1 0 5 2 8 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 D 8 8 8 8 3 3 8 3 L 1 1 1 1 2 2 1 2 Keterangan :

D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking

1. Keterampilan SDM yang terbatas 5. Sulitnya akses modal usaha 2. Maraknya industry dan supermarket besar 6. Modal sosial yang lemah 3. Pola hidup modern (hedonis, shopping) 7. Pertumbuhan perumahan 4. Pola budaya kekerabatan sudah bergeser 8. Anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan

Tabel 12 memperlihatkan bahwa sub faktor penentu sulitnya akses modal usaha, modal sosial yang lemah dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan merupakan sub faktor yang paling berperan untuk mendorong keterampilan SDM yang terbatas, maraknya industry dan supermarket besar, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser dan pertumbuhan perumahan. Berdasarkan nilai L, interpretasi dari Tabel 12 disajikan pada Gambar 19 model stuktur:

sektor 4 sektor 3 sektor 1 sektor 2 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 D DP

Keterangan: artinya mempengaruhi/mendorong.

Gambar 19. Diagram model struktur untuk faktor kendala utama dengan

Responden Disnaker

Gambar 19 menunjukkan sub faktor penentu kendala utama terdiri dari 2 level dimana level 2 yang terdiri dari 3 sub faktor penentu. Faktor ini akan mendorong sub faktor lainnya yang berada di level 1 sehingga membentuk sistem yang akan memperkuat kebutuhan akan program penanggulangan kemiskinan di Kota Depok pada faktor kendala utama.

Gambar 20. Matrik Driver Power – Dependence Faktor Kendala Utama dengan Responden Disnaker

Gambar 20 memperlihatkan sub faktor penentu kendala utama, berada disektor 3 dan sektor 4. Dimana sektor 3 yaitu, Mendorong keterampilan SDM yang terbatas, maraknya industry dan supermarket besar, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser dan pertumbuhan perumahan. Setiap tindakan pada sektor ini akan menghasilkan keberhasilan penanggulangan kemiskinan di Kota Depok dari faktor kendala utama sedangkan lemahnya perhatian pada sub faktor ini akan menyebabkan kegagalan program. Pada sektor 4 terdapat tiga sub faktor yaitu, sulitnya akses modal usaha, modal sosial yang lemah dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan. Pada sektor 4 sub faktor merupakan penggerak yang besar namun punya sedikit ketergantungan pada program.

sektor 4 sektor 3 sektor 1 sektor 2 1, 2, 3, 4, 7 5, 6, 8 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 D DP Level 1 Level 2 5 6 8 1 2 3 4 7

PNPM mempunyai jawaban yang berbeda, hasil Reachability Matriks kendala utama dengan responden PNPM, disajikan pada Tabel 13.

Tabel 13. Reachability Matriks kendala utama dengan responden PNPM

1 2 3 4 5 6 7 8 DP R 1 1 0 0 1 0 1 0 1 4 3 2 1 1 1 1 0 1 0 1 6 1 3 1 0 1 1 0 1 0 1 5 2 4 0 0 0 1 0 0 0 0 1 5 5 1 0 0 1 1 1 0 1 5 2 6 1 0 0 1 0 1 0 1 4 3 7 0 0 0 1 0 0 1 0 2 4 8 0 0 0 1 0 0 0 1 2 4 D 5 1 2 8 1 5 1 6 L 3 5 4 1 5 3 5 2 Keterangan :

D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking

1. Keterampilan SDM yang terbatas 5. Sulitnya akses modal usaha 2. Maraknya industry dan supermarket besar 6. Modal sosial yang lemah 3. Pola hidup modern (hedonis, shopping) 7. Pertumbuhan perumahan 4. Pola budaya kekerabatan sudah bergeser 8. Anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan

Pada tabel 13 dapat diinterpretasikan melalui nilai L, dapat dilihat pada Gambar 21. Sub faktor kendala utama dengan responden PNPM menunjukan bahwa sub faktor terbagi menjadi 5 level, dimana level 5 yaitu maraknya industri dan supermarket besar akan mendorong pola hidup modern (hedonis, shopping) dan sulitnya akses modal usaha yang berada di level 4.

Keterangan: artinya mempengaruhi/mendorong.

Gambar 21. Diagram model struktur untuk faktor kendala utama dengan

Responden PNPM Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5 8 7 3 5 2 6 1 4

Gambar 22. Matrik Driver Power – Dependence Faktor Kendala Utama dengan Responden PNPM

Gambar 22 memperlihatkan bahwa sub faktor kendala utama pada responden PNPM terbagi dalam 4 sektor. Sektor 1 yaitu pertumbuhan perumahan, pada sektor ini tingkat ketergantungannya sangat kecil tetapi kekuatan sub faktor ini tidak besar. Sub faktor tersebut berisi peubah yang umumnya tidak berkaitan dengan sistem dan mungkin mempunyai hubungan yang kecil walaupun dapat saja hubungan tersebut kuat. Sektor 2 yaitu anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan serta pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, pada sektor ini tingkat ketergantungannya besar serta kekuatan pada sektor ini kecil. Kedua sub faktor yang berada di sektor 2 bersifat tidak bebas, artinya kinerja dari sektor ini dipengaruhi oleh sub faktor lain atau merupakan akibat dari kegiatan dari sub faktor lainnya. Jika tidak ada dorongan dari sub faktor lain maka kedua sub faktor ini kurang memberikan dampak. Sektor 3 terdapat 2 sub faktor yaitu keterampilan SDM yang terbatas dan modal sosial yang lemah. Sub faktor yang berada di sektor 3 artinya adalah driver power pada sektor ini sangat besar tetapi sifat ketergantungannya pun sangat besar. Setiap tindakan pada sub faktor ini akan menghasilkan keberhasilan program sedangkan lemahnya perhatian pada sub faktor ini akan menyebabkan kegagalan program. Sektor 4 terdapat 3 sub faktor, sektor 4 mengartikan bahwa sub faktor yang berada di sektor ini merupakan penggerak (Driver Power) yang besar namun punya sedikit ketergantungan pada program. Sub faktor yang berada di sektor 4 ini adalah maraknya industry dan supermarket besar, pola hidup modern (hedonis, shopping) serta sulitnya akses modal usaha.

Reachability Matriks hasil analisis faktor kendala utama dengan responden PT Bahana Putra dapat dilihat pada Tabel 14. Pembahasan lebih lanjut bisa dilihat

sektor 4 sektor 3 sektor 1 sektor 2 1, 6 2 3 4 5 7 8 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 D DP

pada Gambar 23 dan Gambar 24, dimana Gambar 23 adalah interpretasi nilai L pada Tabel 14, sedangkan Gambar 24 adalah interpretasi nilai DP-D pada Tabel 14.

Tabel 14. Reachability Matriks kendala utama dengan responden PT Bahan Putra

1 2 3 4 5 6 E 8 DP R 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 2 0 1 0 0 0 1 0 0 2 2 3 0 0 1 0 0 0 0 1 2 2 4 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 5 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 6 0 1 0 0 0 1 0 0 2 2 7 0 0 0 0 0 0 1 0 1 3 8 0 0 1 0 0 0 0 1 2 2 D 2 4 4 3 2 4 3 4 L 3 1 1 2 3 1 2 1 Keterangan :

D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking

1. Keterampilan SDM yang terbatas 5. Sulitnya akses modal usaha 2. Maraknya industry dan supermarket besar 6. Modal sosial yang lemah 3. Pola hidup modern (hedonis, shopping) 7. Pertumbuhan perumahan 4. Pola budaya kekerabatan sudah bergeser 8. Anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan

Keterangan: artinya mempengaruhi/mendorong.

Gambar 23. Diagram model struktur untuk faktor kendala utama dengan

Responden PT Bahana Putra

Faktor kendala utama menghasilkan 8 sub faktor yaitu keterampilan SDM yang terbatas, maraknya industry dan supermarket besar, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, sulitnya akses modal usaha, modal sosial yang lemah, pertumbuhan perumahan dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan. Hasil analisis menggunakan model ISM menghasilkan struktur hirarki seperti yang disajikan pada Gambar 23.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sub-faktor yaitu keterampilan SDM yang terbatas dan sulitnya akses modal usaha berada pada level yang merupakan dasar bagi sub-faktor lain. Selanjutnya, hasil analisis ISM menunjukkan bahwa apabila faktor kendala utama dapat memecahkan keterampilan SDM yang terbatas

Level 1

Level 2 1 5

dan sulitnya akses modal, maka dapat tercapainya tujuan maraknya industry dan supermarket besar, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, modal sosial yang lemah, pertumbuhan perumahan dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan. Pada Gambar 24 kedua sub faktor tersebut masuk kedalam sektor 4 yang menggartikan kekutana pada sektor ini tinggi.

Gambar 24. Matrik Driver Power – Dependence Faktor Kendala Utama dengan Responden PY. Bahana Putra

Sub faktor lainnya yaitu maraknya industry dan supermarket besar, pola hidup modern (hedonis, shopping), pola budaya kekerabatan yang sudah bergeser, modal sosial yang lemah, pertumbuhan perumahan dan anggapan yang salah mengenai kredit/bantuan. Termasuk kedalam sektor 2 (Gambar 24) yaitu elemen yang memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pencapaian tujuan sub-faktor lainnya, sehingga keenam tujuan ini dapat dicapai apabila tujuan lainnya telah tercapai.