• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Kendala yang dihadapi oleh Petani Coklat di Desa Tandikek

Adapun beberapa kendala yang dihadapi oleh petani coklat dalam melaksanakan usaha coklat yaitu:

1. Serangan hama dan penyakit

Tanaman coklat merupakan tanaman yang mudah diserang hama dan penyakit, hama merupakan organism pengganggu tumbuhan yang disebabkan oleh serangga tungau dan mamalia yang kehadirannya sangat merugikan tanaman cokla. Beberapa hama dan penyakit yang dijumpai di daerah penelitian adalah sebagai berikut: serangga penggerek buah dan batang, jamur putih, tikus dan tupai. Penggerek batang buah ini menyerang buah-buah coklat mulai dari yang masih muda sampai menjelang masak.

Hal ini diperkuat dengan wawancara saya pada salah seorang petani coklat:

Serangan pada tanaman yang masih muda mengakibatkan kerusakan pada buah, karena bijinya akan melekat kuat pada kulit buah sehingga coklat berwarna hitam dan hal ini berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas buah coklat. Masalah ini hama dan penyakit ini sulit diberantah oleh petani coklat didaerah penelitian.67

Dari hasil penelitian di Desa tandikek dapat penulis analisa bahwasannya hama dan penyakit yang menyerang tanaman coklat berpengaruh buruk pada hasil yang akan di dapat petani.

2. Kurangnya pengetahuan petani dengan informasi pasar

Petani kurang mengetahui bagaimana pasar, yakni mengenai harga coklat, posisi coklat itu sendiri dipasar. Dalam penentuan harga posisi petani sangat lemah dan petani tidak berperan dalam penentuan harga coklat

67Nurhalimah, masyarakat, wawancara pribadi, 21 Desember 2015

karena pembeli datang sendiri kedaerah penelitian. Dengan demikian yang menentukan harga adalah pembeli tersebut dengan harga rendah. Harga jual coklat bervariasi mulai dari Rp 18.000,00 – Rp 22,000,00 tergantung kualitasnya, untuk kualitas I dihargai Rp 22.000,00. Petani harus bisa menerima harga yang ditawarkan oleh pembeli dan hal ini juga disebabkan karena sarana dan prasarana desa yang kurang memadai.

3. Transfortasi yang kurang lancar karena jalan rusak

Masalah tranfortasi merupakan masalah yang penting didaerah penelitian, baik masalah jalan rusak maupun pengangkutannya. Jalan rusak mengakibatkan pengangkutan sedikit yang mau datang sehingga ongkos transfortasi menjadi mahal, yang menimbulkan biaya lebih besar lagi. Untuk itu, perlu diadakannya kebijakan infrastruktur dari pemerintah. Kebijakan infrastruktur adalah kebijakan infrastruktur adalah kebijakan yang menyangkut kegiatan pembangunan sarana transfortasi dan pusat-pusat informasi.

4. Modal yang terbatas

Petani di daerah penelitian memiliki modal yang terbatas, sehingga usaha coklat mereka tidak dilaksanakan secara optimal. Misalnya melakukan pemupukan hanya satu kali dalam setahun, bahkan ada yang tidak melakukan pemupukan. Padahal standarnya yang pemupukan pada tanaman coklat dilakukan dua kali dalam setahun.

5. Tidak adanya lembaga yang menyatukan petani

Didaerah penelitian lembaga seperti kelompok tani, KUD, koperasi pertanian tidak berjalan lagi, sehingga tidak ada lembaga yang mengayomi dan menyatukan petani dalam hal-hal yang berkaitan dengan urusan mereka.

6. Kurangnya penyuluhan terhadap petani

Akibat kurang penyuluhan kepada masyarakat tentang pertanian maka masyarakat kurang paham akan bagaimana teknik budidaya yang benar dan jumlah input produksi yang digunakan agar efisien.

Untuk mengatasi kendala-kendala dalam usaha petani coklat didaerah penelitian, maka diperlukan upaya sebagai berikut:

1. Mengatasi serangan hama dan penyakit

Upaya untuk mengatasi hama dan penyakit khususnya hama penggerek buah coklat perlu dilakukan berbagai cara yang merupakan salah satu paket penanggulangan yang penentuannya didasarkan pada tingkat serangan dan keadaan tanaman coklat. Mengatasi serangan hama dan penyakit petani telah melakukan upaya dengan cara alami (hayati) yaitu dengan pengasapan dan pemanfaatan semut hitam. Pemanfaatan semut hitam banyak dilakukan. oleh karena itu, perlu dikembangkan populasi jumlah semut hitam dengan cara membuat sarang yang terbuat dari lipatan daun kelapa atau daun coklat.

Perlu juga menggunakan cara kimiawi yaitu dengan cara menyemprot, untuk mempermudah pengendaliannya maka pengetahuan tentang gejala-gejala serangan perlu dipelajari agar dapat melakukan pencegahan. Diperlukan peran pemerintah untuk memberikan bimbingan,

bantuan kepada petani tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh petani dalam melakukan usaha mereka, baik dalam bentuk penyuluhan atau brosur-brosur.

2. Kurangnya pengetahuan petani dengan informasi pasar

Aspek pasar diperlukan untuk melihat posisi suatu produk di pasar dalam konteks pertumbuhan, komposisi, distribusi dan persaingan. Salah satu yang dilakukan adalah dengan cara menganalisis pangsa pasar, dengan asumsi pasar tidak dalam perubahan. Adapun usaha yang dilakukan adalah dengan cara mencari informasi harga dipasaran baik dengan membaca, media televisi, pemerintah dan internet. Selain itu perlu juga membangun kembali kelompok tani agar para petani dapat bertukar pikiran dalam usaha mereka.

3. Transportasi yang kurang lancar karena jalan rusak

Masalah infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun masyarakat saja, melainkan merupakan masalah kedua-duanya. Masalah infrastruktur ini sudah tidak asing lagi bagi petani didesa-desa. Pemerintah harus mengambil bagian dalam usaha perbaikan infrastruktur tersebut, diantaranya pemerintah membantu masuknya ANGKUDES ke dalam Desa Tandikek dan menambah alokasi dana umum atau khusus terhadap dinas PU, baik tingkat Kabupaten maupun Kecamatan.

Masyarakat juga tidak lepas dari masalah ini, karena masyarakat langsung berkenaan dengan masalah tersebut. Masyarkat perlu meminta bantuan kepada pemerintah setempat agar dilakukan upaya perbaikan jalan,

disamping itu juga masyarakat harus aktif melakukan perbaikan jalan rusak misalnya denga cara gotong royong.

Setiap program atau kegiatan yang ada dalam masyarakat Tandikek hendaknya seluruh masyarakat ikut berpartisipasi untuk mengembangkan kegiatan tersebut karena dukungan dari masyarakat banyak maka setiap masalah akan cepat terselesaikan. Seperti bergotong royong atau bekerja sama, seluruh masyarakat hendaknya ikut serta dalam setiap diadakan gotong royong tanpa memandang status sosial dan pekerjaan dan masyarakat ikut bekerja sama jika terjadi musibah yang dialami oleh salah seorang warga seperti musibah kebakaran, kematian, hendaknya seluruh masyarakat ikut memberikan bantuan baik materi maupun non materi seperti memberikan semangat untuk menghadapi musibah yang dialami. Hal ini diperkuat dengan wawancara saya dengan ketua pemuda Tandikek:

Kami mengharapkan masyarakat Tandikek bekerja sama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan baik kabar bahagia maupun berita duka.

Hendaknya masyarakat dapat memberikan semangat dan bantuan setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahan. Kami mengharapkan masyarakat Tandikek dapat bersatu padu untuk menuju kesuksesan dimasa yang akan datang dengan prinsip “hari ini lebih baik dari pada hari kemaren”68

4. Modal yang terbatas

Petani dalam mengatasi kekurangan modal harus melakukan upaya yaitu dengan cara meminjamkan modal. Petani meminjamkan modal bisa berasal dari Bank, tetangga dan koperasi. Dalam hal ini, juga diperlukan peran pemerintah yaitu menghubungkan masyarakat dengan lembaga

68Hengki sumito, Ketua pemuda, Wawancara pribadi, 24 Desember 2014

keuangan (Bank, BPRS, BMT) dan mempermudah proses peminjaman serta memberikan bantuan kepada petani dalam bentuk sarana produksi maupun uang tunai.

Masyarakat Tandikek masih kekurangan dana untuk mengembangkan setiap kegiatan yang membutuhkan biaya seperti pemberian pupuk terhadap pertanian coklat. Masyarakat terhambat untuk mengalihkan mata pencarian dari pertanian coklat ke pertanian sawit karena pertanian coklat tidak membutuhkan biaya yang besar sedangkan pertanian kelapa sawit harus diberi pupuk agar dapat menghasilkan. Harga pupuk yang mahal sehingga masyarakat membutuhkan biaya yang besar untuk mendapatkannya.

Masyarakat sangat memerlukan bantuan dari pemerintah agar pertanian dapat berkembang dengan subur dan menghasilkan panen yang banyak. Hasil observasi ini diperkuat dengan wawancara saya dengan masyarakat:

Kami sangat memerlukan biaya untuk merawat pertanian seperti pemberian pupuk dan biaya pembersihan kebun. Jika kebun tidak dibersihkan dan diberi pupuk maka tanaman coklat sangat lama untuk dapat dipanen69.

5. Tidak adanya lembaga yang menyatukan masyaakat

Masyarakat Tandikek kurang memperhatikan terhadap lembaga yang ada dalam jorong Tandikek. Apalagi membuat lembaga-lembaga baru yang akan dikembangkan. Mengembangkan lembaga-lembaga-lembaga-lembaga yang telah ada dan membuat lembaga-lembaga baru sangat diperlukan

69Roza firdaus, Masyarakat, Wawancara pribadi, 23 Desember 2015

dalam meningkatkan dan kemajuan masyarakat yang ada di Tandikek.

Contoh mengembangkan lembaga-lembaga yang telah ada seperti mengaktifkan kembali kelompok tani dan koperasi yang telah ada. karena kedua lembaga ini dapat membantu perekonomian masyarakat Tandikek dalam memenuhi kebutuhan baik untuk perkebunan, maupun untuk konsumsi.

Dengan mengaktifkan lembaga ini, masyarakat Tandikek berkesempatan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Karena kurangnya perhatian dari masyarakat sulit untuk mengaktifkan kelompok tani dan koperasi tersebut. Apabila masyarakat tidak ikut serta dalam mengaktifkan baik kelompok tani maupun koperasi, sangat sulit untuk mengembangkan lembaga ini karena masyarakat akan kekurangan masukan dana sedangkan baik ketua maupun anggota memerlukan gaji untuk mengurus lembaga-lembaga tersebut.

Masyarakat Tandikek kurang memperhatikan terhadap lembaga yang ada dalam jorong Tandikek. Apalagi membuat lembaga-lembaga baru yang akan dikembangkan. Mengembangkan lembaga-lembaga-lembaga-lembaga yang telah ada dan membuat lembaga-lembaga baru sangat diperlukan dalam meningkatkan dan kemajuan masyarakat yang ada di Tandikek.

Contoh mengembangkan lembaga-lembaga yang telah ada seperti mengaktifkan kembali kelompok tani dan koperasi yang telah ada. karena kedua lembaga ini dapat membantu perekonomian masyarakat Tandikek dalam memenuhi kebutuhan baik untuk pertanian, maupun untuk konsumsi.

Dengan mengaktifkan lembaga ini, masyarakat Tandikek berkesempatan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Karena kurangnya perhatian dari masyarakat sulit untuk mengaktifkan kelompok tani dan koperasi tersebut. Pernyataan dari observasi ini diperkuat dengan wawancara saya dengan ketua koperasi:

Apabila masyarakat tidak ikut serta dalam mengaktifkan baik kelompok tani maupun koperasi, sangat sulit untuk mengembangkan lembaga ini karena kami kekurangan masukan dana sedangkan baik ketua maupun anggota memerlukan gaji untuk mengurus lembaga-lembaga tersebut. Jika lembaga ini aktif, kadang-kadang kami mendapatkan dana dari pemerintah daerah yang di masukan kedalam rekening lembaga kami70.

6. Kurangnya penyuluhan terhadap petani

Kegiatan penyuluhan pertanian sangat penting dilakukan pengingat produktifitas pertanian disumatra Barat pada umumnya dan Kabupaten pada kususnya. Peran penyuluhan pertanian sangat berarti bagi petani dalam menyampaikan inovasi-inovasi baru kepada petani. Penyuluhan pertanian harus lebih konsentrasi pada maslah-masalah yang benar-benar dihadapi petani. Untuk itu, pemerintah perlu menggalakkan penyuluhan pertanian kepada masyarakat, baik dalam bentuk bimbingan, arahan, ajakan, maupun ajaran kepada petani, dimana inti dari semua kegiatan itu adalah menguntungkan petani.

Dengan pernyatan diatas hendaknya masyarakat Tandikek lebih memahami tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi bermanfaat untuk menambah wawasan tentang

70Pohan, Ketua koperasi, Wawancara pribadi, 23 Desember 2015

tata cara bertani yang efektif dan efisien agar mendapatkan nilai panen yang banyak. Untuk itu masyarakat yang seperti ini sangat memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mengolahan lahan pertanian dapat menggunakan mesin sehingga proses pengerjaan bisa cepat terselesaikan.

Untuk meningkatkan perekonomian dari suatu daerah sangat besar pengaruhnya dari pemerintah. Begitu pula dengan jorong Tandikek yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah karena perkembangan ekonomi dari waktu ke waktu yang kurang mengalami peningkatan yang berarti. Selain dari usaha masyarakat petani coklat itu sendiri peran pemerintah juga diperlukan untuk meningkatkan perekonomian. Dengan cara pemerintah memberikan modal kepada petani coklat untuk mengolah dan merawat pertanian mereka. Bantuan pemerintah juga bisa berupa pembangunan daerah seperti PNPM untuk pembangunan jalan dan irigasi.

Jalan ke Tandikek ini belum diaspal sehingga menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi.

Dalam menerapkan usaha yang cocok dilakukan oleh petani coklat di Tandikek tidak terlepas dari aturan ajaran agama Islam yang berlandasan kepada Al-quran dan hadist nabi. Yang memiliki tiga fundamental yaitu tauhid (keesaan Allah), khilafah dan keadilan (‘adalah). Manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah dimuka bumi yang akan merawat dan menjaga kelestarian alam dan juga akan mendapatkan pertanggung jawaban di akhirat nanti atas pekerjaan yang dilakukan di dunia.

Dari adanya faktor dan kendala-kendala yang dihadapi petani dan juga cara yang dilakukan petani dalam mengatasi kendala tersebut, maka perlu adanya usaha yang juga harus diterapkan oleh petani coklat di Desa Tandikek agar terciptanya kesejahteraan masyarakat adalah: saling memberikan Motivasi, arahan dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.

Dalam ajaran agama Islam juga dianjurkan untuk mengajak atau mendorong orang kearah yang lebih baik termasuk dalam bidang perekonomian seperti anjuran untuk bekerja. Nabi pun menyuruh umatnya untuk giat bekerja agar dapat memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan seperti anjuran untu berinfak dan bersedekah.

Masyarakat Tandikek sangat memerlukan motivasi atau dorongan untuk meningkatkan pola pikir dalam mengolah pertanian agar pertanian tersebut dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Masyarakat juga memerlukan motivasi untuk mengembangkan usaha lain agar pendapatan masyarakat bisa meningkat. Hal ini diperkuat dengan wawancara saya dengan salah seorang masyarakat:

Kami sangat membutuhkan motivasi dari pihak lain agar kami dapat mengolah perkebunan secara baik namun tidak memerlukan biaya yang besar. Kami memerlukan orang yang dapat membangkitkan semangat untuk bekerja. Hal tersebut dapat dilakukan melalui motivasi yang diberikan pihak lain kepada masyarakat kami71

Meningkatkan sumber daya manusia, sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang mampu

71M. Agil, Masyarakat, Wawancara pribadi, 22 Desember 2015

mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam meningkatkan program sumber daya manusia, masyarakat harus mengikuti pendidikan baik secara formal maupun non formal. Dalam ajaran Islam diwajibkan kepada setiap pemeluknya untuk belajar sehingga dalam surat pertama turun dalam Al-quran disuruh untuk membaca yang berarti belajar. Dan banyak pula hadist nabi yang menyuruh umat Islam untuk giat bekerja dengan pekerjaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Al-quran dan sunnah.

Perumusan target perencanaan untuk satu masa jabatan jorong.

Perencanaan adalah suatu alat yang digunakan sebagai skema untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Perencaan ini biasanya meliputi alokasi sumber daya, jadwal dan tindakan-tindakan penting lainnya. Perumusan perencanaan harus melibatkan seluruh komponen di dalam jorong Tandikek, didasarkan kepada tata ruang yang telah disusun serta didasarkan kepada kewajaran dan ketersediaan anggaran yang dimiliki oleh jorong. Perencaan harus jelas dan bertujuan untuk membangun jorong Tandikek sesuai dengan visi dan misi masyarakat. Perencaan yang telah dibuat agar dapat dicapai dalam waktu yang paling singkat supaya terbentuk perencaan-perencaan lain yang dapat memajukan daerah Tandikek. Semakin cepat perencaan selesai semakin cepat pula daerah dapat berkembang.

BAB V