• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepada Hambanya

Dalam dokumen Al Mawaqif Wal Mukhotoba1 (Halaman 60-102)

1. Hai hamba “Bila engkau telah menghilangkan (melalaikan) hikmat kebijaksanaan apa yang telah engkau ketahui, maka apa yang akan ngkau perbuat dengan ilmu yang tiada engkau ketahui itu ?

2. Hai hamba! “Kesedihan yang menimpa dirimu, adalah kesedihan yang sebenar-benarnya, (yakni bilai engkau telah melalaikan Daku, maka sesungguhnya engkau telah melalaikan sesuatu yang tiada lagi gantinya).

3. Hai hamba! “Jika bukan karena Shomad Ku (shomad = kesudahan dari semua pinta), niscaya engkau tidak menemukan tujuan permintaanmu. Dan jika bukan karena Dawam Ku (dawam = yang terus menerus tanpa hentinya) niscaya engkau bosan,

4. Hai hamba! “Aku lebih utama bagimu daripada apa yang Kunyatakan, sedangkan engkau lebih utama bagi Ku dari apa yang Ku sembunyikan.

5. Tanda ampunanku di dalam suatu ujian, ialah bahwa ujian itu menjadi suatu ilmu pengetahuan bagimu.

60 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

6. Siapa yang Ku bodohkan, Ku beri dalih dengan kejahilan, Aku bermuslihat dengan ilmu pengetahuan Ku terhadap siapa yang Ku bodohkan.

7. Hai Hamba! Andaikan Ku beritahukan padamu apa yang terkandung di dalam penglihatanmu itu, maka pastilah engkau akan merasa sedih masuk ke dalam surga.

8. Hai Hamba! Barang siapa yang sudah melihat Ku, maka ia akan dapat melampaui “ucapan dan diam” dan melangakahi “Ilmu pengetahuan dan kebodohan” dan melangkahi epmbatasan.

9. Hai Hamba! Manakala engkau memohon, hendaklah engkau berdiri menghadap kepada Ku, niscaya engkau Ku beri, Jangan sekali-kali engkau berdiri menghadap kepada permohonanmu, yang demikian membuatmu terhijab dan Ku tolak.

10. “Aku sendiri adalah bukti nyata, dan tiada selain Ku yang dapat dijadikan bukti.

11. Tanda-tanda keyakinan adalah keteguhan, dan tanda-tanda keteguhan adalah keamanan dalam menghadapi bahaya.

12. Siapa yang menyembah kepada Ku demi wajah Ku, niscaya akan kekal. Siapa yang menymbah pada Ku karena takut siksa Ku, niscaya akan berhenti tanpa kelanjutan; dan siapa yang menyembah pada Ku karena rakus dalam kenikmatan Ku, niscaya akan putus.

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 61

engkau ajak bermaksiat pada Ku.

14. Hai hamba! Buatlah bendungan di depan pintu hatimu, dan jangan diperkenankan masuk selain Ku, engkau pun hendaknya menjadi pengawas atas bendungan itu dan tinggalah sekali di dalamnya, hatimu adalah rumahku, sampai tiba saatnya saling jumpa dalam pertemuan.

15. Letakkan dosa-dosamu di bawah telapak kakimu, dan letakkan kebaikanmu di bawah dosa-dosamu.

16. Huruf itu adalah huruf Ku, dan ilmu itu adalah ilmu Ku, sedangkan engkau adalah hamba Ku, bukan hamba huruf Ku, bukan pula hamba ilmu Ku.

17. Hai Hamba! Jangan engkau berdiri di persimpangan, niscaya engkau akan diarahkan ke perbagai jurusan, dan janganlah engkau berdiri di dalam ilmu, niscaya engkau akan diarahkan ke pelbagai pengetahuan-pengetahuan, dan janganlah engkau keluar dari Hadirat Ku, niscaya engkau akan disambar kenyataan-kenyataan.

18. Hai Hamba! Bila engkau tertawan oleh nama Ku, niscaya engkau akan diserahkan kepada namamu sendiri, dan bila engkau tertangkap oleh sifat Ku, maka engkau akan diserahkan kepada sifatmu sendiri, dan bila yang menahanmu selain dari Ku, niscaya

62 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

engkau akan dikembalikan kepada dirimu sendiri, dan bila dirimu sendiri yang mengambilmu maka engkau akan diserahkan kepada musuh dirimu.

19. Hendaklah engkau berdiri di Hadirat Ku; jika engkau berkata-kata, maka itulah tutur kata Ku; jika engkau menghukum, maka Akulah hakim itu.

20. Huruf dan apa yang diuraikan oleh huruf adalah serambi ilmu, dan ilmu itu adalah serambi makrifah, dan makrifah adalah serambi nama, dan nama itu adalah serambi dari apa yang dinamakan.

21. Hai hamba! Engkau telah menerima baik setiap undangan, mengapa undanganKu tidak?? Hai hamba! Gantungkanlah ucapanmu kepada Ku, niscaya perbuatanmu pun akan bergantung padaKu; jika perbuatanmu sudah bergantung pada Ku, maka akan berkelangsungan pemikiranmu dalam beribadat kepada Ku, dan akan masygul lah hati dan batin mu. Hai hamba! Meyerahlah kepada Ku, dengan demikian Ku buka pintu untukmu, agar engkau dapat bergantung pada Ku.

22. Hai hamba! Jangan engkau berputus harapan daripada Ku, niscaya engkau terlepas dari perlindungan Ku; bagaimana engkau berputus asa daripada Ku, sedangkan dalam hatimu terdapat utusan Ku dan juru bicara Ku.

23. Hai Hamaba! Penghuni maqam-maqam itu adalah daripada Ku, mereka tidak menghendaki

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 63

24. Bila tiba hari kiamat, maka berdatanganlah jiwa-jiwa menuju kepada Nur Ku. Apabila di dunia Jiwa ddan Nur Ku telah saling berkaitan, maka terbukalah hijab, tetapi jika tidak, maka tetaplah sebagaimana adanya dahulu.

25. Hai hamba! Jika engkau berada di sisi Ku, tiada satupun di alam semesta ini yang membekas pada dirimu; engkau tidak girang dengan apa yang engkau peroleh , dan tiak pula menyesali apa yang luput daripadamu. Engkau berada di sisi Yang Maha Pencipta Segala, engkau telah cukup kaya, tidak memerlukan lagi apa-apa yang ada di alam semesta.

26. Hai hamba! Jika dirimu menentagmu, maka laporkan tantangannya kepada Ku.

27. Hai hamba! Segala sesuatu Ku beri keperkasaan untuk menyambarmu dari dirimu sendiri, maka jika terjadi hal yang demikian, bermohonlah engkau akan pertolongan Ku. Maka akan Ku perlihatkan keperkasaan Ku, lalu Ku himpun engkau dengan keperkasaan Ku.

28. Hai Hamba! Akulah Allah. Telah Ku jadikan segala sesuatu itu mempunyai kelemahan (ketidaksanggupan) dan Ku jadikan setiap kelemahan itu kefakiran.

64 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

29. Hamba Ku yang sebenar-benarnya adalah yang memarahi dirinya sendiri demi Aku, dan tidak rela pada dirinya sendiri; Hamba Ku yang sebenar-benarnya adalah yang tetap berzikir kepada Ku tanpa diselingi oleh kealpaan.

30. Hendklah engkau jadikan terjemahn, tafsiran dan huruf-huruf itu sebagai alat dan kendaraan untuk sampai kepada Ku yang merupakan untaian kata-kata.

31. Hai hamba! Janganlah engkau menukarkan Daku dengan sesuatupun, maka tiadalah sesuatu yang memadai dan menanadingi Ku.

32. Hai hamba! Jangan hendaknya engkau menyertai yang fana. Hai hamba! Hendaklah engkau dala segala hal bersama Ku saja, niscaya Ku utus padamu pada hari Aku bernyata suatu tanda dan alamat yang akan meneguhkanmu, maka engkau tidak dikenai oleh kengerian dan ketakuatan, dan tiada pula digemparkan oleh apa yang mendahsyatkan.

33. Hai hamba! Engkau akan bebas di dlam maqam Hadirat Ku! Tiada satu pun baik perkataan-perkataan maupun perbuatan-perbuatan yang memanggil dan menyeru padamu.

34. Hai hamba! Kosongkanlah hatimu dari kedamaian apapun, niscaya engkau tidak lagi punya tandingan; Jika engkau menyimpan yang damai, maka apa yang bertentangan akan menjadi tandinganmu. Yang damai akan mengakibatkan keselamatan dan yang bertentangan akan mengakibatkan kebinasaan.

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 65

Aku menganugrahkan dunia ini dalam kemwewahan dan kelezatan, yang mana engkau sendiri telah mengetahui terhadap seseorang yang durhaka, maka engkaupun akan rela terhadap apa yang Ku jauhkan daripadamu, dan engkau akan mengetahui akan apa yang Ku palingkan, agar Ku jauhkan engkau dari hijab Ku. Hai hamba! Ketahuilah bahwa ada suatu janji antaramu dan antara ahli dunia ini akan lenyap, dan engkau akan melihat kedudukanmu dan kedudukan ahli dunia ini.

36. Yang berdiri di anatar kedua tanganKu, tangannya akan menjulang tinggi atas langit dan bumi, jauh di atas surga dan neraka, maka tidak ia akan berpaling menoleh kepada kesemuanya ini. Akulah yang mencukupinya... tiada dasar makrifatnya kecuali di atas landasan Ku; dan tiadalah ilmu pengetahuan serta renungan hatinya melainkan berkisar antara kedua tangan Ku.

37. Hai hamba! Robohkan apa yang telah engkau bangun dengan kedua tanganmu, sebelum Aku merobohkan dengan kedua tangan Ku.

38. Engkau adalah hamba selama engkau di kuasai.

39. Hai hamba! Bila engkau tidak melihat Ku di dalam sesuatu, maka penglihatanmu adalah kelalaian belaka.

66 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

40. Hai hamba! Bila engkau telah melihat Ku di dalam du hal yang saling bertentangan dengan sekali pandang, maka sesungguhnya Aku sudah memilihmu untuk diri Ku.

41. Hai hamba! Di dalam Aku melemahkan engkau di antara orang-orang yang lemah, dan menguatkan engkau di antara orang-orang yang kuat, tidaklah engkau merasakan cinta Ku.

42. Hai Hamba! Tidaklah dapat dibenarkan saling bertutur kata, melainkan yang satu berkata dan yang lain diam, tetapi hendaklah engkau diam dan dengarkan tutur kata Ku.

43. Hai hamba! Engkau telah membuat rumus dan telah engkau terangkan pula maksudmu dengan kefasehan lidah, toh kesudahannya kepada Ku Juga.

44. Hai Hamba! Hendaklah engkau perhatikan apa yang dengannya engkau menjadi baik, itulah harga dirimu di sisi Ku.

45. Penglihatan itu adalah suatu ilmu yang mengekalkan, maka hendaknya terus engkau ikuti, dengan demikian akan membawa kemenangan bagimu atas dua hal yang saling berlawanan.

46. Hai hamba! Jangan hendaknya engkau jinak pada sesuatu selain Ku, lalu engkau menuju kepada Ku; maka serta merta Aku akan menolakmu dan Ku kembalikan engkau pada sesuatu itu.

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 67

48. Rumahmu di akhirat kelak yang daripada Ku, laksana hatimu sekarang di dunia ini daripada Ku.

49. Hendaklah engkau tidur, sedang engkau melihat pada Ku, begitulah nanti di kala Aku mewaafatkan engkau, engkau akan melihat pada Ku.

50. Hendaklah engkau bangun dari tidurmu, sedangkan engkau melihat pada Ku, begitu pulalah nanti di kala engkau Ku bangkitkan di Hari Kiamat, engkau akan melihat pada Ku pula.

51. Hai hamba! Ketahuilah bahwa penyakit dan obat itu bagi orang yang lalai.

52. Salian Ku tolak engkau dengan pelbagai hijab, kemudian Ku buka untukmu pintu-pintu dan lorong untuk tobat, yang demikian itu adalah peluang Ku bagimu agar engkau melintasi hijab itu menuju kesudahan pintu-pintu itu.

53. Hai hamba! Aku bukannya untuk sesuatu, lalu sesuatu itu akan meliputi Ku, bukan pula engkau untuk sesuatu lalu sesuatu itu meliputimu; tetapi sesungguhnya engkau hanyalah untuk Ku dan dengan Ku.

54. Hai hamba! Jangan dikira setiap yang terbuka itu dapat dilihat. Aku adalah Raja yang terbuka

68 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

dengan Kemuliaan, yang berhijab dengan Keperkasaan.

55. Hendaklah engkau melihat segala sesuatu sedangkan engkau melihat pada Ku, sama halnya dengan engkau menghukum padanya dan ia tidak dapat menghukum padamu.

56. Hai hamba! Engkau ditimpa suatu persoalan, maka katakanlah “Tuhanku! Tuhanku! Niscaya Ku jawab : Labbaik! Labbaik! Labbaik!!!

57. Bila engkau melihat Ku, sedangkan engkau tidak melihat apapun yang daripada Ku, maka sesungguhnya enggkau sudah melihat Ku benar-benar.

58. Hai hamba! Bila engkau melihat Ku, berarti engkau berada di sisi Ku; bila engkau tidak melihat Ku, berarti engkau berada di sisimu sendiri. Maka selayaknya engkau berada di sisi siapa yang datang dengan membawa kebaikan.

59. Hai hamba! Aku telah memuliakanmu dan Ku jadikan segala sesuatu itu bersikap lembut dan lunak kepadamu, maka sekali-kali Aku tidak rela dengan berhentimu sampai di situ, sangat sekali Ku sayangkan! Demi perhatian terhadap padamu dan atasmu.

60. Hai hamba! Bila engkau telah melihatku! Tiadalah akan sirna bahaya itu sebelum sirna angan-anganmu.

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 69

Ku dengan sebanyak bilangan dari apa yang telah Ku ciptakan dari kebaikan-kebaikan itu.

62. Engkau menjadi hamba assiwa selama engkau telah melihat bagi dia bekas.

63. Barangsiapa telah melihat Ku, niscaya ia akan menyaksikan bahwa sesuatu itu adalah milik Ku, dan barangsiapa yang sudah menyaksikan bawa sesuatu itu adalah milik Ku, engganlah ia mengadakan tali hubungan dengannya, dan selama engau mengikatkan tali hubungan dengan sesuatu, hingga dari satu segi engkau melihat bahwa sesuatu itu kepunyaanmu dan di segi-segi lain engkau melihat bahwa sesuatu itu adalah milik Ku, niscaya engkau tidak akan mengikatkan tali hubungan.

64. Hai hamba! Ucapkanlah : “Labbaika Wasa’adaika Walkhairu Bika Waminka Wailaika Waiyadaika” Artinya : Aku selalu menaati Mu, Menuruti Seruan Mu, dan kebaikan itu adalah dengan Mu, daripada Mu, kembali kepada Mu, dan di kedua tangan Mu”.

65. Hai hamba! Hilangkanlah kebiasaanmu berikhtiar (memilih) niscaya akan Ku buang sama sekali tuntutan Ku itu.

66. Hai hamba! Manakala negkau telah melihat Ku, maka apapun selain Ku (Assiwa) kesemuanya itu adalah merupakan suatu dosa.

70 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

67. Hai hamba! Aku telah mencintaimu, lalu Aku bermaqam di dlam makrifatmu terhadap segala sesuatu; lalu engkau mengenal Ku demi segala sesuatu dan mengingkari segala sesuatu.

Hai hamba! Bila engkau telah melihatKu, maka hendaklah engkau berada di dalam kegaiban laksana jembatan yang menjadi tempat lalu lintas segala sesuautu tanpa hentinya.

68. Hai hamba! Perselisihan itu disebabkan oelhe pertentangan kebalikannya *Adh dhiddah), sedangkan melihat pada Ku, tiada satu pun pertentangan maupun perlawanan.

69. Hai hamba! Bila engkau telah melihat Ku, sangat Aku rindukan padamu untuk datang menjumpai Ku diantara kedua tangan Ku. Maka sekali-kali tidaklah Aku maqamkan engkau dengan selain Ku.

70. Hai hamba! Puncak kemanjaan Ku padamu ialah, bahwa Aku bertutur kata, yang mana dengan Firman Ku, Aku perintahkan padamu untuk mengulang baca”. Yang dimaksud adalah (QS. Al Isra’ 17:111).

71. Hai hamba! Akulah yang membangkitkan keinginan-keinginan, cita-cita, maka bila engkai didatangi olehnya, hendaklah engkau ucapkan : “Ya Tuhan! Selamatkanlah kami dari utusan-utusan Mu”.

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 71

niscaya akan putus segala nisbah.

73. Aku telah menguji engkau antara ilmu Ku dan ilmumu, dan Ku uji pula antara hukum Ku dan hukummu.

74. Pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari selain Ku, dapat diingkari oleh pengetahuan-pengetahuan yang berasal daripada Ku.

75. Ucapan segala sesuatu merupakan hijabnya, apabila berkata, maka segala sesuatu terhijab oleh ucapannya sendiri.

76. Makrifat yang bersikap diam dapat menghukum, dan makrifat yang berbicara dapat menyeru.

77. Aku lebih dekat dari apa yang dirasakan dengan ilmu pengetahuan, dan Aku lebih jauh untuk dicapai dengan ilmu penegetahuan.

78. Aku ditegakkan berdiri di antara kedua tangan Nya, lalu ia pun mengajukan pertanyaan : Apakah engkau melihat selain Ku? Kujawab : Tidak... Lalu ia berkata pula : Sekali-kali tiadalah engkau dapat melihat Ku melainkan di antara kedua tangan Ku. Inilah dia! Engkau menyingkir dan melihat kepada selain Ku, niscaya engkau tidak akan melihat Ku lagi... Bila engkau melihatnya (selain Ku), maka

72 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

janganlah engkau mengingkari dia; Jagalah wasiat Ku baik-baik, jangan sampai hilang karena bila hilang, kafirlah kamu... Jika dia berkata padamu dengan sebutan kata “AKU” maka hendaknya engkau mempercayainya, maka sesungguhnya Aku telah membenarkan; Dan bila dia mengatakan padamu kata “dia” maka hendaknya engkau mendustakan dia, karena Aku telah mendustakan dia.

79. Telah terungkaplah bagiku wajah segala wajah, kesemuanya kulihat saling bergantung kepada wajah Nya; kulihat pula jasad, maka kesemuanya bergantung pada titah Nya, baik perintah maupun larangan Nya, lalu ia pun berkenan berkata kepadaku : “Pandanglah wajah Ku” lalu ku pandang.... lalu ia pun berkata lagi : “Bukan selain Ku”.... kujawab : “Bukan selain Mu”.... Lalu katanya lagi : ‘Lihatlh wajahmu sendiri” Lalu kulihat wajahku ... Ia pun berlanjut lagi .... “Bukan lainmu!”.... maka kujawab : Bukan lainku... maka iapun berkata lagi : “Engkau adalah seorang faqih, maka hendaklah engkau keluar!... akupun keluar dan berusaha mendalami ilmu fiqih, telah sah bagiku “membalik mata” (Qolbul ‘ain), maka akupun mengikuti dengan cara ilmu fiqih. Akupun datang kembali dengan membawa bekal ilmu ini, dan ia pun berkata : “Aku tidak mau melihatmu dengan berbekal bikinan *mashnu)... (membalik mata ... itu adalah perkataan ... sesuatu yang dikatakan); bahwa mata sesuautu (ainusy syai’) atau mahiyatnya (apa yang ia nya) dan zatnya adalah mata Allah (‘ainullah), zat Allah (semata-mata) itu adalah suatu persoalan yang dibuat-buat (mulaffaq)

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 73

uraian huruf.... yang mungkin dapat diuraikan dalam maudhu, persoalan ini ialah “Bahwa zat dari segala sesuautu itu bergantung pada zat Allah, tetapi jangan salah tafsir bahwa itu adalah mata zat Ilahiat (zat Allah). Jika tidak maka kami dengan demikian telah membalikkan mata dan telah memalsu kebenaran (Al Haqiqat). Firman Allah, yang artinya : “Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia dari tanah, maka bila ia telah Ku bentuk dan Ku tiupkan dari sebagian roh Ku dalam dirinya, hendaklah kamu sujud kepadanya” (QS. Shad 38:71-72). Ruh anak Adam, adalah dari Ruh Alloh.... ia suatu tiupan dari ruh Alloh dan berkaitan dengan zat Allah... tetapi sesungguhnya ia bukanlah ia... karena zat Ilahiat tiada satu pun yang menyamai Nya (Laisa Kamitslihi Syai’un).

80. Hai hamba! “Kepada kalian Ku sampaikan : “Andaikan benar-benar kalian telah melihat bahwa Dialah yang berkuasa menyempitkan dan melapangkan, tentu kalian akan cuci tangan dari nasab keturunanmu yang mulia itu.

81. Hai hamba! Kehalusan Ku tiada bertara, Akulah yang meneguhkan apa-apa selain Ku (assiwa), maka lenyaplah apa-apa yang selain Ku.... Dan tiadalah tandingan keperkasaan Ku, maka segala keperkasaan-keperkasaan akan lenyap. Aku yang menyirnakan yang selain Ku dan apapun yang diperlihatkan olehnya”.

74 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

82. Hai hamba! Akulah yang Dhahir, tiada dapat dicapai oleh penglihatan mata; dan Akulah yang Bathin yang tidak dapat dijangkau oleh prasangka apapun, dan Akulah yang Daim (terus menerus tanpa kesudahan) tidak dapat diberitakan oleh abad demi abad, dan Akulah yang tunggal, dan tidak dapat dimiripi oleh bilangan dan hitungan... Segala sesuatu akan ditutntut oleh asal mulanya. Dan Akulah Yang Satu, Yang Tunggal dan Yang Maha Esa.... Aku tidak berasal dari sesuatu. Lalu sesuatu itu akan berkhusus dengan Ku.

83. Sekali-kali tidak sampai kemampuanmu untuk mencakup dan melingkupi sifat Ku, umpamakan saja keindahan (Al Jamal) ini adalah sifatKu, untuk Ku, dan kepunyaan Ku, karena Aku meliputi segala sesuatu.

84. Semua ilmu pengetahuan ibarat lorong-lorong ... tiada jalan-jalan dan lorong-lorong yang sampai kepada makrifat. Makrifat itu adalah induk segala tujuan dan puncak segala kesudahan.... Bila engkau telah berada di maqam makrifat, maka akan terungkaplah pandangan tembus (Kasyaf) dan bagimu mata keyakinan (‘Ainul yaqin) terhadap pada Ku.. pada taraf ini--- gaiblah makrifatmu dan engkau pun gaib pula pada dirimu sendiri, inilah hukum makrifat yang berlaku .... Bila makrifatmu tidak dapat menghukum dirimu, maka Akulah yang tampil menjadi hakim. Sapaimu di taraf ini berarti engkau sudah mencapai puncak ilmu, dan diwajibkan pdamu agar engkau berbicara sambil menunggu ijin Ku,

An-Nafri | Apa apa yang diserukan Allah 75

disebut dalam Al Kitab... Kedudukannya lebih tinggi, baik nilai maupun martabatnya dari ilmu pengetahuan, karena makrifat itu adalah hasil pencapaian terhadap hakikat-hakikat yang menyeluruh, sedang ilmu pengetahuan itu adalah pencapaian terhadap persoalan-persoalan yang terbagi-bagi bidangnya. Mengenai “penyaksian” jauh lebih tinggi dari keduanya, karena penyaksian itu adalah hasil dari kebulatan tekad yang disertai dengan usaha yang gigih terhadap kebenaran, dengan ikut sertanya upaya hati dan pengalaman, maka itulah yang menghasilkan penyaksian, dan penyaksian itu adalah setinggi-tingginya keyakinan.

85. Bagiku.... bahwa memohon keridhaan Nya itu adalah merupakan kemaksiatan pada Nya, kemudian ia berkata kepadaku : “Hendaklah engkau taat kepada Ku”, Lalu engkau merasa telah menaati Nya, maka yang demikian engkau sudah bohong besar, Ia pun melanjutkan L “Engkau tidak mentaati Ku, tida pula Aku diaati oleh sesuatu pun” .... Baru kalilah aku melihat ke Esaan yang sebenar-benarnya. Arti ayat : Kepunyaan Nya jua bahtera-bahtera yang berlayar di lautan dengan layar-layar yang tinggi menjulang)QS. Ar Rahman 55:25). Perhatikan ayat tersebut di atas, bahwa Allah menyatakan jika bahtera-bahtera itu adalah milik Nya, sekalipun milik kita pada lahirnya; Dialah yang membina, sekalipun pada lahirnya kita yang membuat. Ingat renungkan! Kita membina dengan ilmu Nya, dengan pengetahuan Nya,

76 Apa apa yang diserukan Allah | An-Nafri

peraturan-peraturan Nya, serta ilham Nya, begitu pula halnya dengan taat, tiada Ia ditaati oleh siapa yang menaatiNya, melainkan ketaatannya adalah kemurahan Nya... Inilah Tauhid itu.

86. Aku telah ditegakkan berdiri di antara kedua tangan Nya, lalu ia berkata kepada ku : “Aku tiada rela engkau menjadi utuk sesuatu, dan tidak pula rela jika semua itu menjadi untukmu... Ku sucikan engkau, Aku bertasbih padamu. Maka janganlah engkau mentasbihkan Ku. Aku yang membuatmu! Bagaimana

Dalam dokumen Al Mawaqif Wal Mukhotoba1 (Halaman 60-102)

Dokumen terkait