SIMPULAN DAN SARAN PENELITIAN
6.2.1 Kepada Pemerintah Daerah
6.2 SARAN
6.2.1 Kepada Pemerintah Daerah
Sesuai dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah dalam melakukan pengeluaran daerah, tidak semata-mata melalui pengalokasian belanja modal secara langsung, melainkan dapat mempertimbangan pengeluaran untuk intensifikasi dan ekstensifikasi dalam rangka optimalisasi PAD.
Intesifikasi dalam rangka optimalisasi PAD, dapat berupa kegiatan yang sangat sederhana, namun di banyak daerah sangat jarang dilakukan, misalnya berupa kegiatan pemutakhiran data wajib pajak daerah dan atau wajib pajak retribusi daerah. Dengan kegiatan pemutakhiran tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi potensi yang dimiliki atas besarnya wajib pajak daerah dan retribusi daerah yang dapat dihasilkan. Data tentang potensi wajib pajak dan wajib retribusi tersebut sangatlah penting dalam proses penganggaran penerimaan pendapatan. Besarnya anggaran pendapatan dapat dihitung berdasarkan data faktual, bukan dengan hanya sekadar menaikan prosentase tertentu dari anggaran atau realisasi pendapatan pajak dan retribusi tahun sebelumnya.
Ekstensifikasi dalam rangka optimalisasi PAD, dapat berupa kegiatan untuk mengidentifikasi atas objek pajak daerah maupun retribusi daerah yang telah menjadi kewenangan pemerintah kabupatem/kota sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Misalnya pemerintah kabupaten/kota dapat memungut Pajak Parkir. Selama ini, kegiatan penerimaan daerah berkaitan dengan parkir, hanya diidentifikasi sebagai objek retribusi, namun belum mengidentifikasi parkir sebagai objek pajak daerah.
Sesuai dengan UU Nomor 28 Tahun 2009, yang menjadi objek pajak parkir adalah penyelenggaraan tempat Parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor. Namun tidak termasuk penyelenggaraan tempat Parkir oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah, penyelenggaraan tempat Parkir oleh perkantoran yang hanya digunakan untuk karyawannya sendiri, penyelenggaraan tempat Parkir oleh kedutaan, konsulat, dan perwakilan negara asing dengan asas timbal balik, dan penyelenggaraan tempat Parkir lainnya yang diatur dengan Peraturan Daerah.
Seluruh kegiatan tersebut di atas, baik intensifikasi maupun ekstensifikasi dalam rangka optimalisasi PAD, memerlukan sumber daya, baik sumber daya manusia, sarana prasaran, maupun dana. Dengan menyelenggarakan kegiatan tersebut, pemeritah daerah harus mengalokasikan anggaran daerah yang memadai. Dengan demikian pengeluaran daerah tersebut dapat meningkatkan PAD, dan dengan meningkatnya PAD, maka pemerintah daerah lebih fleksibel untuk mengalokasi pada belanja modal atau kegiatan produktif lainnya, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing. Kepada Peneliti Berikutnya
Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan instrumen kuesioner dan melakukan pengamatan langsung ke pemerintah daerah, serta melakukan wawancara dengan pihak-pihak terkait. Penelitian selanjutnya juga dapat mengembangkan penelitian ini dengan
69
menambahkan variabel lain seperti rasio efisiensi belanja, rasio likuiditas, dan solvabilitas, sehingga hasil penelitian lebih representatif.
70
Adi, P. H. .2005. Dampak Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi.
Jurnal Kritis. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
_________.2007. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Belanja Pembangunan Dan Pendapatan Asli Daerah (Studi pada Kabupaten dan Kota se Jawa-Bali), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik. Vol 08. No. 1.
Alexiou Constantinous. 2009. Government Spending and Economic Growth: Econometric Evidence from the South Eastern Europe (SSE). Journal of
Economic and Social Research. Vol 11. No. p. 1-16.
Asha Florida, 2007, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara.
BPKP, 2012. Petunjuk Penyusunan Kompilasi Laporan Keuangan dan Analisis
Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Revisi).
BPS, 2014, PDRB Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Bali 2009-2013. Browne, M.W., dan Cudeck, R. 1993. Alternative ways of as essing model fit.
Dalam K.A Bollen dan J.S. Long (Eds.) Testing structural equation model. Newbury park, CA: Sage.
Byrne, B.M. 1998. Issues and opinion on structural equation modeling with
LISREL, PRELIS and SIMPLIS: Basic concepts, applications and programming. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.
Darwanto dan Yulia Yurikasari. 2007. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal. Simposium Nasional Akuntansi X 26-28 Juli. Makasar.
Diamantopaulus, A., dan Siguaw, J.A. 2000. Introducing LISREL: A guide for the
uniniated. Sage Publications.
Efron, B. & R. J. Tibshirani. 1993. An Introduction to the Bootstrap. New York: Chapman and Hall
71
Ferdinand. A. 2002. Structural Equation Modelling dalam Penelitian Manajemen.
Aplikasi Model-Model Rumit dalam Penelitian untuk Tesis S-2 dan Disertasi S-3. Semarang: BP Universitas Diponegoro
Fitriyanti dan Pratolo. 2008. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Pembangunan Terhadap Rasio Kemandirian dan Pertumbuhan Ekonomi.
Proceeding Konferensi Penelitian Keuangan Sektor Publik. Jakarta.
Ghozali, Iman. 2008. Model Persamaan Struktural Konsep dan Aplikasi dengan
Program AMOS 16.0. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
__________. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan IBM SPSS 19. Edisi 5. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
__________. Structural Equation Modeling: Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan
Program Lisrel 8.80. edisi 3. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
Gujarati, Damodar. 1995. Basic Econometrics.Third Edition. McGraw Hill International Editions
Halim, Abdul. 2002. Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
__________. 2007. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat
__________. 2008. Analisis Investasi (Belanja Modal) Sektor Publik Pemerintah
Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Halim, A. dan Abdullah, S. 2006. Hubungan dan Masalah Keagenan di Pemerintahan Daerah (Sebuah Peluang Penelitian Anggaran dan Akuntansi). Jurnal Akuntansi Pemerintah. Vol.2 No.1: 53-64.
___________. 2006. Studi atas Belanja Modal pada Anggaran Pemerintah Daerah dalam Hubungannya dengan Belanja Pemeliharaan dan Sumber Pendapatan.
Jurnal Akuntansi Pemerintah. Vol.2, No.2. Hal. 17-32.
Hamzah, A. 2008. Analisa Kinerja Keuangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi,
Pengangguran dan Kemiskinan: Pendekatan Analisis Jalur. Universitas
Trunojono.
Hanafi, Imam dan Nugroho, T. 2009. Kebijakan Keuangan Daerah: Reformasi
Insukindro, Mardiasmo, Widayat, W., Jaya, W.K., Purwanto, B.M., Halim, A., Suprianto, J., Purnomo, A.B., 1994, Peranan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam Usaha Peningkatan PAD, Buku I, KKD FE UGM, Yogyakarta
Kawedar, Warsito, dkk. 2008. Akuntansi Sektor Publik. Semarang: Universitas Diponegoro
Lin, J. Y, dan Liu, Z. 2000. Fiscal Decentralization and Economic Growth ni China, Economic Development and Cultural Change. Chicago. Vol 49. Mardiasmo. 2006. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah: Serial Otonomi
Daerah. Yogyakarta: Andi.
Nuarisa, Sheila A. 2013. Pengaruh PAD, DAU dan DAK Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal. Accounting Analysis Journal. Vol.1 No.3: 89-95. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Purbadharmaja. 2006. Implikasi Variabel Pengeluaran dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Propinsi Bali. Jurnal Buletin Studi Ekonomi. Vol .11 No.1. Hal. 79-91.
Rahayu Tri. 2004. Peranan Sektor Publik Lokal Dalam Pertumbuhan Ekonomi Regional di Wilayah Surakarta. Jurnal Kinerja. Vol. VIII. Hal.133-147. Ramayandi Arief. 2003. Economic Growth and Government Size In Indonesia:
Some Lessons for The Local Authorities. Working Paper in Economics and
Development Studies. No. 200302. Padjadjaran University
Ridwan, Kuncoro Engkos Achmad. 2007. Cara Menggunakan dan Memaknai
Analisis Jalur (Path Analysis). Cetakan Pertama. Bandung : Alfabeta.
Samuelson, P.A, dan Nordhaus, W, D. 2004. Ilmu Makroekonomi. Edisi XVII. alih bahasa Gretta dkk. Jakarta: PT Media Global Edukasi.
73
Saragih, J. P. 2003. Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah dalam Otonomi. Bandung: Ghalia Indonesia.
Setiaji, Wirawan, dan Priyo Hari Adi. 2007. Peta Kemampuan Keuangan Sesudah Otonomi Daerah: Apakah Mengalami Pergeseran (studi pada kabupaten dan kota se Jawa Bali), Simposium Nasional Akuntansi, Juli 26-28, Makssar Sodik Jamzani. 2007. Pengeluaran Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi
Regional: Studi Kasus Data Panel di Indonesia. Jurnal Ekonomi
Pembangunan. Vol.12 No.1. Hal. 27-36.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
Sukirno Sadono. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah dan Dasar
Kebijakan. Edisi II. Jakarta: Kencana.
Sularso, H., dan Restianto, Y.E. 2011. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Alokasi Belanja Modal dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Media Riset Akuntansi. Vol.1 No.2: 109-124.
Sulistyowati, D. 2011. Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Alokasi Belanja Modal. Universitas Diponegoro. Semarang.
Suryarini Trisni (2012). Perilaku Oportunistik Legislatif dalam Penganggaran Daerah Bukti Empiris atas Aplikasi Agency Theory di Sektor Publik. Jurnal
Reviu Akuntansi dan Keuangan. Vol.2 No. 1. Hal. 207-216.
Tambunan Tulus T.H. 2011. Perekonomian Indonesia. Bandung: Ghalia Indonesia.
Todaro, Michael P. and Stephen C. Smith. 2003. Pembangunan Ekonomi. Edisi 8. alih bahasa Haris Munandar. Jakarta: Erlangga.
Tuasikal, Askam. 2008. Pengaruh DAU, DAK, PAD dan PDRB Terhadap Belanja Modal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi. Vol. 1. No. 2 Juli. Hal 142 – 155.
Wandira, Arbie G. 2013. Pengaruh PAD, DAU, DAK, dan DBH Terhadap Pengalokasian Belanja Modal. Accounting Analysis Journal. Vol.1 No.3: 45-51.
Wibowo Puji. 2008. Mencermati Dampak Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Jurnal Keuangan Publik. Vol. 5 No.1. Hal. 55-83.
Widayat dan Amirullah. 2002. Riset Bisnis. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wong, J. D. 2004. The Fiscal Impact of Economic Growth and Development on Local Government Capacity. Journal of Public Bugdeting, Accounting and
Financial Management. Fall, 16.3.
Yuliarmi, Nyoman. 2008. Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga, Investasi dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap PDRB Propinsi Bali. Bulletin Studi
Lampiran 1: Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Descriptive Statistic
Variabel N Minimum Maksimum Mean Std.
Deviation Derajat Desentralisasi (X1)
Ketergantungan Keuangan (X2) Kemandirian Keuangan (X3) Efektivitas PAD (X4)
Derajat Kontribusi BUMD (X5) Alokasi Belanja Modal (Y1) Pertumbuhan Ekonomi (Y2) Valid N (listwise) 72 72 72 72 72 72 72 72 0.03 0.22 0.03 0.9 0.02 0.06 0.07 0.77 0.97 3.53 1.69 0.14 0.31 0.26 0.18 0.81 0.35 1.17 0.07 0.16 0.14 0.18 0.18 0.65 0.14 0.04 0.06 0.04
Common Model
Dependent Variable: SY1? Method: Pooled Least Squares Date: 01/25/15 Time: 16:49 Sample: 2006 2013
Included observations: 8
Number of cross-sections used: 9 Total panel (balanced) observations: 72
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.568962 0.270888 -2.100364 0.0395 SX1? 4.083337 1.857084 2.198789 0.0314 SX2? -1.392422 0.692235 -2.011488 0.0484 SX3? 0.092850 0.658998 0.140896 0.8884 SX4? 0.901112 0.203521 4.427612 0.0000 SX5? 0.020841 0.083828 0.248611 0.8044
R-squared 0.570135 Mean dependent var -1.39E-07
Adjusted R-squared 0.537569 S.D. dependent var 1.000000
S.E. of regression 0.680023 Sum squared resid 30.52046
F-statistic 17.50728 Durbin-Watson stat 0.325796
Prob(F-statistic) 0.000000
Fixed Model
Dependent Variable: SY1? Method: Pooled Least Squares Date: 01/25/15 Time: 16:53 Sample: 2006 2013
Included observations: 8
Number of cross-sections used: 9 Total panel (balanced) observations: 72
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. SX1? 3.162681 1.154199 2.740153 0.0081 SX2? -1.365112 0.443063 -3.081078 0.0032 SX3? -0.187025 0.376415 -0.496860 0.6212 SX4? 0.546104 0.142016 3.845373 0.0003 SX5? -0.061651 0.047531 -1.297052 0.1997 Fixed Effects _JBR--C -0.877447 _TBN--C -1.089990 _BDG--C -0.012201 _GIA--C -1.373432 _KLK--C 0.321984 _BGL--C -0.353272 _KAR--C 0.440938 _BLL--C -0.361270 _DPS--C -0.661435
R-squared 0.889593 Mean dependent var -1.39E-07
Adjusted R-squared 0.864847 S.D. dependent var 1.000000
S.E. of regression 0.367632 Sum squared resid 7.838902
F-statistic 116.8322 Durbin-Watson stat 0.904081
Prob(F-statistic) 0.000000
Random Model
Dependent Variable: SY1?
Method: GLS (Variance Components) Date: 01/25/15 Time: 16:55
Sample: 2006 2013 Included observations: 8
Number of cross-sections used: 9 Total panel (balanced) observations: 72
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
SX3? 0.174190 0.366138 -0.475750 0.6358 SX4? 0.556981 0.133938 4.158504 0.0001 SX5? 0.059076 0.046248 -1.277385 0.2059 Random Effects _JBR--C -0.423630 _TBN--C -0.628313 _BDG--C 0.398497 _GIA--C -0.907044 _KLK--C 0.744716 _BGL--C 0.087781 _KAR--C 0.861579 _BLL--C 0.080022 _DPS--C -0.213609 GLS Transformed Regression
R-squared 0.880707 Mean dependent var -1.39E-07
Adjusted R-squared 0.871670 S.D. dependent var 1.000000
S.E. of regression 0.358232 Sum squared resid 8.469812
Durbin-Watson stat 0.836895
Unweighted Statistics including Random
Effects
R-squared 0.889338 Mean dependent var -1.39E-07
Adjusted R-squared 0.880954 S.D. dependent var 1.000000
S.E. of regression 0.345030 Sum squared resid 7.857018
Pemilihan common vs fixed model
Rumus Chow test
H0: Common Effect Model
H1: Fixed effect model
Struktur 1
Commond SSE1 = 30.52046Fixed SSE2 = 7.838902 n-1 = 7 nt-n-k = 57
F = 23.56104 F tabel= 2.1751
Pemilihan model
Hipotesis
H0: Common effect model
H1: Fixed effect model
taraf nyata 0,05
Kriteria keputusan:
H0 ditolak jika F hitung > F tabel
Hasil analisis
F hitung = 23,56
F tabel = 2,17
Kesimpulan
Struktur 2
Common model
Dependent Variable: SY2? Method: Pooled Least Squares Date: 01/25/15 Time: 18:27 Sample: 2006 2013
Included observations: 8
Number of cross-sections used: 9 Total panel (balanced) observations: 72
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -28.45489 18.22823 -1.561034 0.1230
SY1? 0.014249 0.009071 1.570864 0.1207
R-squared 0.034051 Mean dependent var 0.179167
Adjusted R-squared 0.020252 S.D. dependent var 0.178174
S.E. of regression 0.176361 Sum squared resid 2.177220
F-statistic 2.467614 Durbin-Watson stat 0.176991
Prob(F-statistic) 0.120724
fix Model
Dependent Variable: SY2? Method: Pooled Least Squares Date: 01/25/15 Time: 18:29 Sample: 2006 2013
Included observations: 8
Number of cross-sections used: 9 Total panel (balanced) observations: 72
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
SY1? 0.014249 0.002485 5.734803 0.0000
_JBR--C -28.56929 _TBN--C -28.49785 _BDG--C -28.03010 _GIA--C -28.44352 _KLK--C -28.56071 _BGL--C -28.58975 _KAR--C -28.52662 _BLL--C -28.54641 _DPS--C -28.32980
R-squared 0.935807 Mean dependent var 0.179167
Adjusted R-squared 0.926489 S.D. dependent var 0.178174
S.E. of regression 0.048308 Sum squared resid 0.144689
Durbin-Watson stat 2.663282
random model
Dependent Variable: SY2?
Method: GLS (Variance Components) Date: 01/25/15 Time: 18:30
Sample: 2006 2013 Included observations: 8
Number of cross-sections used: 9 Total panel (balanced) observations: 72
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -28.45489 4.957641 -5.739603 0.0000 SY1? 0.014249 0.002467 5.776210 0.0000 Random Effects _JBR--C -0.113474 _TBN--C -0.042613 _BDG--C 0.421383 _GIA--C 0.011283 _KLK--C -0.104965
_BLL--C -0.090779
_DPS--C 0.124091
GLS Transformed Regression
R-squared 0.928559 Mean dependent var 0.179167
Adjusted R-squared 0.927539 S.D. dependent var 0.178174
S.E. of regression 0.047962 Sum squared resid 0.161025
Durbin-Watson stat 2.393094
Unweighted Statistics including Random
Effects
R-squared 0.935749 Mean dependent var 0.179167
Adjusted R-squared 0.934831 S.D. dependent var 0.178174
S.E. of regression 0.045485 Sum squared resid 0.144821
Durbin-Watson stat 2.660867
Pemilihan model Common vs fixed Model
Pemilihan model
Hipotesis
H0: Common effect model
H1: Fixed effect model
taraf nyata 0,05
Kriteria keputusan
H0 ditolak jika F hitung > F tabel
Hasil analisis
Struktur 2
n-1 = 7 nt-n-k = 56 F = 112.3807 F tabel= 2.1782 F hitung = 112.3807 F tabel = 2.1782 Kesimpulan
Pemilihan model Hipotesis
H0: Random effect model H1: Fixed effect model taraf nyata 0,05
Kriteria keputusan
H0 ditolak jika p value uji hausman < 0,05 Hasil analisis
Hausman test (fixed versus random effects)
Chi-square (5 d.f.)
0.2252016 p-value 0.9988184
Simpulan:
Pemilihan Fixed vs Random Model Struktur 2 Pemilihan model
Hipotesis
H0: Random effect model H1: Fixed effect model taraf nyata 0,05
Kriteria keputusan
H0 ditolak jika p value uji hausman < 0,05 Hasil analisis
Hausman test (fixed versus random effects)
Chi-square (6 d.f.)
6.0166096 p-value 0.4213320
Simpulan:
No Variable Coefficient Std. Error axb Uji Sobel a SX1? 3.2162 1.1009 0.0458 0.0175 2.6069 b SX2? -1.3561 0.4157 -0.0193 0.0068 -2.8403 c SX3? 0.1741 0.3661 0.0024 0.0052 0.4741 d SX4? 0.5569 0.1339 0.0079 0.0023 3.3747 e SX5? 0.0590 0.0462 0.0008 0.0006 1.2472
Variable Coefficient Std. Error
f SY1? 0.014249 0.002467 2 2 2 2 b a hitung