• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi dan Misi Kepala Daerah

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) (Halaman 27-36)

PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA BONTANG

C. Visi dan Misi Kepala Daerah

Dalam rangka membangun Visi dan Misi Pembangunan Kota Bontang lima tahun kedepan 2016-2021, selain melihat kondisi realitas di lapangan dan kondisi lingkungan strategis dengan berbagai tantanganya baik nasional maupun internasional, kami juga melihat visi dan misi Kota Bontang yang tertuang dalam RPJP Kota Bontang 2006-2025 yang merupakan arah dan landasan berpijak pembangunan Kota Bontang sampai tahun 2025.

Visi yang tertuang dalam dalam RPJP Kota Bontang 2006-2025 adalah “Kota Maritim Berkebudayaan Industri Yang Berwawasan Lingkungan Dan Mensejahterakan Masyarakat“. Filosofi yang tertuang dalam dalam Visi RPJP tersebut adalah bagaimana mewujudkan kota Bontang sebagai Kota Maritim dengan karakteristik wilayah yang kurang lebih 70% wilayahnya perairan laut dengan tetap mengembangkan kegiatan industri yang berwasan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang.

Seperti yang diamanatkan dalam RPJPD Kota Bontang 2006-2025, maka untuk periode pembangunan 2016-2021 merupakan tahapan penguatan dalam dua periode tahapan pembangunan sebelumnya yaitu kualitas SDM baik bidang kesehatan mapun pendidikan semakin baik, pemerataan hasil pembangunan, prasarana dan sarana dasar pembangunan telah tercapai dan pemerintahan berjalan makin efisien, efektif, dan transparan, penataan ruang menjadi acuan pokok pembangunan wilayah, serta kualitas lingkungan hidup terkendali Dengan latar belakang di atas, maka VISI pembangunan kota Bontang lima tahun kedepan, sebagai periode pembangunan RPJP tahun ketiga yaitu tahun periode 2016-2021 adalah :

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

25

”MENGUATKAN BONTANG SEBAGAI KOTA MARITIM BERKEBUDAYAAN INDUSTRI YANG BERTUMPU PADA KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT”

Rumusan Visi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

Kota Maritim adalah untuk mewujudkan Visi Kota Bontang 2016-2025 sebagai Kota Maritim, dan Visi Pembangunan Nasional yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019. Hal tersebut sangat beralasan mengingat sebagai entitas administratif ekonomi dan ekologis yang didominasi oleh wilayah pesisir dan laut sehingga unsur kemaritiman menjadi salah satu penciri kuat (city icon) bagi Kota Bontang. Aspek kemaritiman ini mencakup domain fungsional ekonomi dan industri kelautan yaitu jasa-jasa kelautan, kepelabuhanan, transportasi laut, perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil laut, industri penyedia jasa kemaritiman, perdagangan maritim, eksplorasi, eksploitasi dan pengolahan minyak-gas di laut (off-shore) dan wilayah pesisir (on-shore).

Berkebudayaan industri adalah sebuah nilai sistem profesional berbasis pada nilai-nilai keragaman lokal dan nasional yang mampu mendorong dan menopang perekonomian di sektor industri maritim pada khususnya dan industri lain pada umumnya sehingga ke depan industry maritim dan industri petrokimia bisa berjalan secara sinergi dan saling menunjang.

Kualitas Sumber daya Manusia mempunyai arti bahwa kualitas Sumberdaya Manusia baik menjadi tumpuhan utama untuk mewujudkan Visi tersebut, sehingga dalam kurun waktu lima tahun ke depankualitas Sumbedaya Manusia semakin meningkat baik pendidikan maupun kesehatanya, melalui peningkatan sarana dan prasarana yang berkualitas.

Kualitas lingkungan hidup mempunyai arti bahwa pembangunan harus berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup yang ada di Bontang, yaitu dengan meningkatkan kualitas lingkungan hidup termasuk di dalamnya sumberdaya alam melalui mekanisme yang adil, bermartabat dan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.

Kesejahteran Masyarakat merupakan tujuan akhir pembangunan Kota Bontang, yaitu mewujudkan masyarakat Kota Bontang yang terpenuhi hak-hak dasarnya sehingga menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, berkualitas dan memilliki pilihan yang luas dalam seluruh kehidupannya.

Dalam upaya mewujudkan Visi Pembangunan Kota Bontang tersebut, maka Misi Pembangunan Kota Bontang lima tahun kedepan adalah sebagai berikut :

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

26 1. Menjadikan Kota Bontang sebagai Smart City melalui peningkatan kualitas

sumberdaya manusia

2. Menjadikan Kota Bontang sebagai Green City melaluipeningkatan kualitas lingkungan hidup

3. Menjadikan Kota Bontang sebagai Creative City melalui pengembangan kegiatan perekonomian berbasis sektor maritim.

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

27 D. Tantangan dan Peluang dalam Peningkatan Pelayanan Dinas Pemuda dan Olahraga

TABEL ANALISIS SWOT

SITUASI INTERNAL KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)

- Aturan Perundang-undangan yang mendukung Pelayanan Tupoksi - Belum adanya Perda yang mengatur tentang Pembinaan Kepemudaan dan olahraga

- Komitmen yang tinggi dari seluruh jajaran Dispora (Disiplin dan Loyalitas) - Kurangnya koordinasi antara stake holder

- Terjalinnya komunikasi dan koordinasi di jajaran Dispora - Minimnya anggaran yang tersedia dlm pembinaan pemuda dan olahraga

- Sumber daya manusia Dispora yang masih berusia muda dan memiliki semangat untuk bekerja

- Minimnya sarana dan prasarana pemuda dan olahraga di Kota Bontang

- Tupoksi Organisasi cukup jelas -Terbatasnya jumlah sumber daya manusia aparatur

SITUASI EKSTERNAL

PELUANG (O) STRATEGI SO (OFFENSIF / PROAKTIF) STRATEGI WO (PEMBALIKAN)

-Undang-undang No. 03 Tahun 2005 tentang sistem Keolahragaan Nasional

- Membuat kajian dalam rangka usulan rancangan perda mengenai Kepemudaan dan Keolahragaan.

- Laporan dan koordinasi kepada Kepala Daerah untuk meminta arahan serta petunjuk pemecahan masalah Kepemudaan dan Keolahragaan

- Undang - undang No.12 Tahun 2010 tentang Revitalisasi Pramuka - Turun langsung kelapangan mengumpulkan aspirasi masyarakat, mengenai pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan

- Musyawarah mufakat dengan pihak - pihak terkait mengenai solusi permasalahan Pemuda dan Olahraga Kota Bontang

- Undang - undang No.40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan - Menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan stakeholder - Meningkatkan koordinasi dan konsultasi kepada pihak - pihak terkait, guna menyusun kegiatan yang menunjang suksesnya visi dan misi

-Undang - Undang 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah - Mencari sumber pembiayaan diluar APBD Kota Bontang ( APBN, APBD Provinsi ataupun swasta ) untuk membiayai pembangunan maupun peningkatan sarana prasarana pemuda dan olahraga

- Mengklasifikasikan kegiatan secara skala prioritas berdasarkan dengan situasi, kondisi, kemampuan SDM dan anggaran,.

- Dukungan dari masyarakat dan perusahaan besar di Kota Bontang dalam pembinaan Pemuda dan Olahraga

-Menyusun dokumen perencanaan yang berkualitas dan sesuai dengan pencapaian visi dan misi

- Merealisasikan sebaik mungkin program kegiatan yang dimiliki dengan tetap berpedoman pada target indikator kinerja.

- Kemajuan Informasi Teknologi memungkinkan Dispora mengakses informasi tentang Kepemudaan dan Olahraga

- Membangun sinergisitas antara Kemenpora, Dispora Provinsi dan Dispora Kota Bontang

- Banyaknya prestasi pemuda dan olahraga di Kota Bontang untuk skala kota, provinsi dan nasional

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

28

ANCAMAN (T) STRATEGI ST (DIVERSIFIKASI) STRATEGI WT (PERTAHANAN)

- Kondisi ekonomi global yang tidak stabil karena adanya krisis ekonomi dunia

- Menjalin kemitraan dengan perusahaan swasta dan masyarakat dalam pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan

- Mempertahankan komitmen SDM Dispora untuk mencapai visi dan misinya

-Dualisme kepengurusan yang terjadi pada Mitra Dinas Pemuda dan Olahraga

- Mengembangkan Olahraga kemasyarakatan ( Olahraga Tradisional ) agar lebih menyentuh kemasyrakat, sebab olahraga tradisional tetap dicintai masyarakat dan bagian dari budaya bangsa

- Mengaplikasikan tupoksi secara maksimal dalam pelayanan dengan masyarakat

- Kurangnya nilai - nilai cinta tanah air, bangsa dan negara dikalangan pemuda

- Mensosialisasikan olahraga melalui olahraga permainan yang banyak diminati oleh masyarakat.

- Mengoptimalisasikan keterbatasan dana yang ada untuk membiayai kegiatan rutin maupun bidang

-Keenganan Pemuda untuk terlibat aktif dalam organisasi - Memperbanyak kegiatan yang berhubungan langsung dengan pelayanan terhadap masyarakat dengan melibatkan pemuda

- Mengoptimalkan keterbatasan sarana dan prasarana guna pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan

- Tingginya tingkat pengangguran dikalangan pemuda - Meningkatkan peran aktif pemuda dalam pembangunan dan perekonomian

- Meningkatkan kerjasama yang baik dengan organisasi Kepemudaan dan Keolahragaan yang selama ini menjadi mitra Dispora

- Tidak adanya jamina kesejahteraan untuk atlit dimasa depan - Melibatkan peran aktif OKP, pemuda, Organisasi Olahraga dan pelaku olahraga dalam kegiatan Dispora

- Tingginya persaingan perebutan atlit/pelaku olahraga yang berprestasi oleh daerah lain ( mutasi atlit )

- Memanfaatkan Musrenbang sebagai momentum didalam mensinergikan keinginan masyarakat dengan program kerja yang direncanakan

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

29 E. Perumusan Program dan Kegiatan Prioritas di Tahun 2018

Untuk anggaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata di Tahun 2018 di proyeksi sebesar Rp. 9.379.351.000, Maka Dinas Pemuda dan Olahraga untuk anggaran tahun 2018, menetapkan program dan kegiatan prioritas antara lain :

 PROGRAM PENINGKATAN PERAN SERTA KEPEMUDAAN 1. Pertukaran Pemuda Antar Propinsi

2. Studi Orientasi bagi Paskibra, Pendamping, dan Pelatih Paskibra 3. Seleksi Paskibraka Kota Bontang

4. Pelatihan dan Pembinaan Calon Anggota Paskibraka 5. Peringatan Hari Sumpah Pemuda

 PROGRAM PEMBINAAN DAN PEMASYARAKATAN OLAH RAGA

1. Pekan Olah Raga Pelajar Provinsi (POPPROV) Kalimantan Timur

2. Pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Usia Dini Walikota Cup 12 dan U-14

3. Peringatan Hari Olahraga Nasional

 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA OLAH RAGA 1. Pemeliharaan Rutin/Berkala Stadion Taman Prestasi 2. Pemeliharaan Rutin/Berkala Stadion Bessai Berinta 3. Pemeliharaan Rutin/Berkala GOR Taman Lestari

4. Pemeliharaan Rutin/Berkala Lapangan Tennis Bessai Berinta 5. Pemeliharaan Rutin/Berkala Sport Center

 PROGRAM PEMASARAN PARIWISATA

1. Pengembangan Jaringan Kerjasama Promosi Pariwisata 2. Koordinasi Dengan Sektor Pendukung Pariwisata 3. Penyusunan Rencana Induk Pariwisata

 PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA

1. Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata 2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Penyusunan rancangan awal RKPD tahun 2018 dilaksanakan secara simultan dengan proses penyusunan RPJMD 2016-2021. Disamping mengacu pada kebijakan makro RPJPD, RPJMD Provinsi, RKP, dan RPJMN, juga akan menselaraskan dengan visi dan misi walikota terpilih. Proses ini ditempuh untuk menjamin arahan kebijakan dalam RKPD 2018 tetap memiliki konsistensi dan kesesuaian dengan sasaran-sasaran

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

30 pembangunan dalam RPJMD yang akan ditetapkan dan kebijakan-kebijakan pembangunan baik provinsi Kaltim maupun nasional.

Agenda-agenda pembangunan daerah dalam RKPD pada prinsipnya merupakan sebuah proses yang direncanakan dalam rangka mencapai kondisi yang lebih baik dibandingkan keadaan sebelumnya. Oleh karena itu RKPD menjadi sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintah daerah untuk menjamin tercapainya sasaran-sasaran pembangunan pada setiap tahunnya sebagai sebuah proses yang tersistem dan terukur dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Secara lebih rinci kedudukan strategis RKPD dijabarkan sebagai berikut:

1. RKPD merupakan dokumen yang secara substansial merupakan penerjemahan dan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang ditetapkan dalam RPJMD kedalam program dan kegiatan pembangunan tahunan daerah.

2. RKPD memuat arahan operasional pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahunan bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD).

3. RKPD merupakan acuan Kepala Daerah dan DPRD dalam menentukan Kebijakan Umum APBD dan penentuan prioritas serta pagu anggaran sementara yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

4. RKPD merupakan salah satu instrumen evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melalui evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD ini dapat diketahui sampai sejauh mana capaian kinerja RPJMD sebagai wujud dari kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah hingga tahun berkenaan.

Mengingat posisi strategis dokumen RKPD dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagaimana telah dikemukakan di atas, maka perhatian yang besar pantas diberikan sejak awal tahapan penyusunan hingga penetapan dokumen RKPD sehingga dapat dihasilkan dokumen RKPD yang berkualitas. Berkualitas dalam hal ini adalah telah memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, antara lain:

1. Disusun berdasarkan evaluasi pelaksanaan RKPD tahun sebelumnya.

2. Program prioritas dalam RKPD harus sesuai dengan program prioritas sebagaimana tercantum dalam dokumen RPJMD pada tahun berkenaan.

3. Program dan kegiatan prioritas dalam RKPD harus konsisten dengan program dan kegiatan yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan dalam forum Musrenbang.

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

31 4. Program dan kegiatan prioritas dalam RKPD harus dilengkapi dengan indikator

kinerja hasil (outcome) untuk program dan indikator kinerja keluaran (output) untuk kegiatan, yang bersifat realistis dan terukur.

5. Program dan kegiatan dalam RKPD harus dilengkapi dengan pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju.

Penyusunan RKPD sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, dimulai dengan penyusunan Rancangan Awal RKPD. Dokumen ini pada dasarnya disusun untuk memberikan panduan kepada seluruh SKPD dalam menyusun rancangan Renja SKPD. Secara substansi Rancangan Awal RKPD memuat informasi tentang hasil evaluasi kinerja tahun lalu, penelaahan kebijakan pemerintah nasional dan provinsi, penelaahan terhadap pokok-pokok pikiran DPRD, permasalahan pembangunan daerah, rancangan kebijakan ekonomi dan kebijakan keuangan daerah, prioritas pemabangunan daerah dan rancangan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan beserta pagu indikatifnya. Rancangan awal RKPD Kota Bontang tahun 2018 disusun untuk menjadi panduan bagi seluruh SKPD dalam menyusun Renja SKPD yang telah dipadu-serasikan dengan hasil-hasil perencanaan partisipatif melalui pelaksanaan Konsultasi Publik dan Musrenbang.

Sedangkan telahaan terhadap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra, Renja dan Pencapaian Kinerja ( LKIP ) yang dicapai Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang. RKPD harus sesuai dan selaras dengan RPJMD serta skala prioritas program/kegiatan yang dicanangkan oleh Kepala Daerah, dalam menunjang pencapaian visi dan misinya. Telahaan tersebut dapat diukur dan menjadi indikator penting dalam penyusunan LPPD dan LKPJ Kepala Daerah.

Review terhadap rancangan awal RKPD, meliputi kegiatan identifikasi prioritas program dan kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan, tolok ukur atau target sasaran program/kegiatan, serta pagu indikatif yang dialokasikan untuk setiap program/kegiatan untuk SKPD yang bersangkutan. Hasil review tersebut tertuang dalam Renja Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang Tahun 2018.

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

32 2.5 Penelahaan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Kajian usulan program dan kegiatan dari masyarakat merupakan bagian dari kegiatan jaring aspirasi terkait kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan, terhadap prioritas dan sasaran pelayanan serta kebutuhan pembangunan tahun yang direncanakan, sesuai dengan tugas dan fungsi OPD.

Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata Kota Bontang juga mengakomodir usulan program dan kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari LSM, asosiasi-asosiasi, maupun berdasarkan hasil musrenbang tingkat kota, selama usulan tersebut sesuai dengan tupoksi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bontang. Serta yang menjadi acuan juga dalam usulan program/kegiatan Tahun 2018 adalah hasil rapat sinkronisasi program/kegiatan kepemudaan dan keolahragaan.

RENCANA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

2018

33 BAB III

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) (Halaman 27-36)

Dokumen terkait