BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.1 Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Dalam Merumuskan
Jalanan di Kota Bandung
Anak jalanan yang terlahir dari kompleksnya permasalahan sosial seperti minimnya pemenuhan kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakatnya, hingga mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial di dalam tatanan masyarakat, dalam penyelesaiannya membutuhkan suatu rumusan masalah yang dapat menjawab berbagi macam keperluan yang mereka butuhkan, sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan nasional.
Rumusan masalah yang menjadi pedoman bagi Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, merupakan dasar dari serangkaian proses pengambilan keputusan, baik itu yang akan dilakukan maupun pengambilan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya, yang akan berpengaruh pada pelaksanaan tugas dari semua elemen yang memilki keterkaitan dalam penyelesaian permasalahan anak jalanan di Kota Bandung, seperti apartur di Dinas Sosial Kota Bandung itu sendiri, instansi-instansi pemrintahan maupun lembaga-lembaga sosial masyarakat yang sebelumnya telah memiliki hubungan kerja sama dengan Dinas Sosial Kota Bandung.
Menurut Kepala Seksi Pembinaan Rawan Sosial Anak dan Remaja di Dinas Sosial Kota Bandung, untuk menyelesaikan permasalahan anak jalanan, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung memiliki suatu rumusan masalah yang disebut strategi penanganan anak jalanan di Kota Bandung. Berikut ini merupakan gambar dari strategi penangann anak jalanan di Kota Bandung tersebut:
Gambar 4.1
Strategi Penangan Anak Jalanan di Kota Bandung
Sumber : Badan Pembinaan Rawan Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, 2013.
Strategi penanganan anak jalanan di atas, merupakan langkah-langkah dalam pelaksanan tugas yang saling berkaitan dalam upaya penyelesaian permasalahan anak jalanan, sesuai dengan salah satu misi dari Dinas Sosial Kota Bandung untuk mewujudkan upaya kerja sosial sebagai suatu sistem melembaga dalam rangka pembangunan seutuhnya.
Peningkatan kebijakan pemerintahan dalam penanganan anak jalanan di Kota Bandung
Monitoring dan Evaluasi
Penjangkauan dan Pendataan Anak Jalanan
di Kota Bandung
Pembinaan dan Pemberdayaan anak jalanan dan Orang Tua
Anak Jalana di Kota Bandung
Chldern Of The Streets Childern On The Steet Hgh Risk To Be Street Childern
Penceghan Anak Berada Di Jalanan
Strategi penanganan anak jalanan di Kota Bandung sebagai suatu rumusan masalah memiliki bagian-bagian di dalamnya, bagian-bagian tersebut yakni sebagai berikut:
1. Monitoring dan evaluasi, merupakan suatu cara dari Kepala Dinas Sosial Kota Bandung untuk melihat sejauh mana pencapaian penjangkauan, pendataan dan pelaksanaan pemberdayaan bagi para anak jalanan.
2. Penjangkauan dan pendataan anak di jalanan, merupakan suatu cara untuk mengenali karakteristik para anak jalanan, untuk kepentingan pemberian layanan pada program pemberdayaan.
3. Pemberdayaan anak jalanan, merupakan suatu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dari para anak jalanan dalam menjalankan kehidupannya.
4. Peningkatan kebijakan pemerintahan dalam penanganan anak jalanan di Kota Bandung, merupakan suatu cara untuk mempererat hubungan kerjasama dengan instansi-instansi yang terkait, sesuai dengan masalah yang dihadapai oleh para anak jalanan.
5. Pencegahan anak berada di jalanan, merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mengatasi anak agar tidak kejalanan, baik itu anak jalanan yang telah memperoleh program pemberdayaan maupun anak yang belum mendapatkan program pemberdayaan.
Dinas Sosial Kota Bandung mengklasifikasikan anak jalanan kedalam tiga tegori yang berbeda, sesuai dengan strategi penanganan anak jalanan di Kota Bandung, kategori anak jalanan tersebut yakni sebagai berikut:
1. Childern of The Streets (anak yang tidak berhubungan dengan orang tuanya), yaitu anak yag hidup dijalanan selama 24 jam penuh dalam sehari dan mengunakan fasilitas jalanan sebagai ruang hidupnya, sehingga mengakibatkan, putusnya hubungan dengan keluarganya.
2. Child on The Streets (Anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tuanya), yaitu anak-anak yang bekerja dijalanan dan pulang ke orang tuanya secara tidak teratur, mereka umumnya pergi bekerja dari pagi sampai sore hari, ruang hidupnya dijalanan terbatas pada ruang kerja.
3. High Risk to be Streets Childern (Anak yang masih berhubungan secara teratur dengan orang tuanya), yaitu anak yang tinggal dengan orang tuanya, beberapa jam di jalanan dan kembali ke rumah, mereka umumnya masih bersekolah dan kejalanan sebelum dan sesudah sekolah. Motivasi kejalanan lebih karena terbawa teman, membantu orang tua atau disuruh oleh orang tua.
Menurut peneliti, berbedanya klasifikasi anak jalanan baik itu Childern of The Streets, Child on The Streets maupun Hight Risk to be Streets Childern, dalam penanganannya disatukan kedalam suatu rumusan masalah yang sama, karena secara umum ketiga kategori anak jalanan tersebut memiliki masalah yang sama pula, seperti:
1. Keluarga dengan tingkat ekonomi yang rendah.
2. Keluarga dan lingkungan dengan pendidikan yang rendah. 3. Kurangnya perhatian dari orang-orang disekitarnya.
Strategi penanganan anak jalanan di Kota Bandung tentunya perlu untuk diterapkan secara nyata dilapangan dan dalam pelaksanannya Kepala Dinas Sosial
Kota Bandung sebagai pejabat yang memiliki kewenangan di bidang sosial di Kota Bandung perlu untuk memperhatikan hak-hak yang dimiliki oleh para anak jalanan, karena bagaimanapun anak jalanan sama seperti anak-anak lain pada umumnya. Hak-hak anak tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 36 th 1990, yakni sebagai berikut:
1. Hak terhadap kelangsungan hidup. 2. Hak terhadap perlindungan. 3. Hak untuk tumbuh berkembang. 4. Hak untuk berpartisipasi.
Peneliti menganalisis strategi penanganan anak jalanan di Kota Bandung yang menjadi suatu rumusan masalah untuk menyelesaikan permasalahan anak jalanan di Kota Bandung sudah cukup tepat, karena strategi penanganan anak jalanan tersebut telah menjangkau berbagai aspek yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan anak jalanan di Kota Bandung, yang ditunjukan dari adanya monitoring dan evaluasi pada pelaksanaan pendataan maupun pemberdayaan, penguatan kebijakan yang melibatkan instansi yang terkait dan pencegahan anak untuk berada di jalanan.
4.1.2 Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Dalam Mengumpulkan Informasi