• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Keterbatasan Penelitian

Penelitian menyadari bahwa dalam mendapatkan data penelitian ini tidak mudah dan lancar, ada beberapa hambatan yang ditemui penulis dalam penelitian dan pengambilan data, berikut beberapa keterbatasan penelitian dari peneliti:

1) Sulitnya menemui kepala sekolah, guru, staf dan peserta didik untuk melakukan wawancara dikarenakan kesibukan guru dan kepala sekolah dan kondisi pandemi yang sedang naik turun pada tahun 2021 sehingga penelitian sempat tertunda dalam beberapa bulan. Hal tersebut menghambat informasi yang dibutuhkan dan menghambat proses penelitian.

2) Sejak masa pandemic Covid 19 sampai sekarang membuat peneliti tidak bisa melakukan kunjungan ke sekolah kapanpun untuk kepentingan observasi, di karenakan PSBB, dan perubahan aturan lain yang ditetapkan pemerintah terkait pandemi. Hal ini membuat observasi yang dilakukan peneliti kurang menyeluruh dan tidak maksimal.

3) Sulitnya mendapatkan dokumen-dokumen seperti program kerja dari sekolah dikarenakan selama pembelajaran dalam jaringan (daring) program kerja tidak dicetak dalam hard copy dan tidak dibagikan kepada seluruh karyawan, sehingga dalam mendapatkan dokumen program kerja

80Nasib, Dkk, Loc. Cit.

memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan. Hal tersebut juga menghambat proses analisis data dalam penelitian.

72

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di MTs Al-Ihsan Pamulang dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan kepala madrasah telah menjalankan beberapa peran dan tugasnya, temuan sebagai berikut:

1. Kepala madrasah MTs Al Ihsan Pamulang sebagai manajer sudah melakukan peranya dengan baik tercermin dari beliau melakukan penyusunan program sudah terstruktur dan berjalan dengan baik hanya saja masih belum maksimal dalam memilah program yang mengedepankan dimensi Tangiable, dan Reability artinya yang menunjang adanya teknologi terbaru dalam sistem sekolah dan menunjang adanya peningkatan kemampuan skill para tenaga pendidik dan pendidik. Kedua, Pelaksanaan pengorganisasian sekolah sudah berlangsung dengan baik, akan tetapi belum optimal karena alokasi tugas masih tidak sesuai dengan keahlian SDM sehingga menghambat penyelesaian tugas. Ketiga, Dalam Menggerakkan staf pendidik dan tenaga pendidik kepala sekolah sangat kreatif dalam memberi penghargaan dan tegas dalam memberi teguran, tetapi kurang teliti terhadap kebutuhan staf. Keempat, Proses mengoptimalkan sumber daya sekolah sudah baik, terbukti dengan memanfaatkan keahlian SDM dan fungsionalisasi sarana prasarana namun belum optimal karena kurangnya program penunjang skill staf dan guru oleh sekolah.

B. Implikasi

Semakin baik tugas manajerial kepala sekolah maka akan menjadikan mutu layanan pendidikan di MTs Al-Ihsan semakin berkualitas.

Dari segi penyusunan program jika kepala sekolah, staf dan guru secara baik merumuskan program, mengalokasikan dana untuk perbaikan mutu layanan, maka pelaksanaan mutu layanan seperti dalam pembelajaran, administrasi dan kegiatan mutu layanan lainya akan berjalan dengan baik dan lebih mudah. Guru pun akan mengelola kelas dengan baik dan kreatif, tenaga pendidik akan lebih profesional dalam tugasnya. Kemudian dari segi menggerakkan staf, jika kepala sekolah kurang dalam pengawasan dan bimbingan.

C. Saran

Berdasarkan paparan kesimpulan diatas, maka penulis menuliskan beberapa saran, semoga bermanfaat untuk perbaikan di masa yang akan datang, khususnya untuk peran manajer dan mutu layanan sekolah, sebagai berikut:

1. Kepala Madrasah agar selalu mendukung dan berani untuk berinovasi untuk meningkatkan kualitas sekolah khususnya dalam peningkatan potensi guru dan staf, serta memenuhi sarana prasarana untuk menunjang peningkatan mutu layanan.

2. Guru dan staff lebih mengoptimalkan strategi program yang sudah berjalan, dan sebaiknya ada penambahan pegawai atau mengajukan sistem yang mempermudah pekerjaan agar pelayanan lebih mudah dan cepat.

3. Ketua yayasan lebih terbuka untuk menerima saran atau keluhan serta meningkatkan pengawasan agar bersinergi dalam membangun madrasah yang bermutu.

74

DAFTAR PUSTAKA

Alamana, La Odde., Dkk., Tata Kelola Perguruan Tinggi Berbasis Akreditas (Penjaminan Mutudan Pengelolaan Pengetahuan di Pendidikan Tinggi).

Sleman: DEEPUBLISH, 2018.

Ananda, Rusdy. Profesi Pendidik dan tenaga Kependidikan (Telaah Terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Medan: LPPI 2018.

Ariga, Reni Asmara. Implementasi Manajemen Pelayanan Kesehatan dalam Keperawatan. Sleman: CV Budi Utama, 2020.

Aswan, Kepemimpinan Pendidikan. Sumatra Utara: Pusdikra Mitra Jaya, 2020.

Badan Pusat Statistik (Statistical yearbook of Indonesia), 2021, https://referensi.data.kemdikbud.go.id/index11_smp.php di akses pada 21 Desember 2021.

Bambang Wiyono, Produk- Produk Jasa Pendidikan, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Vol. 3, No. 2, 2020.

Caswita. Manajemen Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Sleman:

DEEPUBLISH, 2021.

Charles, Hoy., et al., Improving Quality In Education. London; Falmer Press, 2000.

C, Lovelock dan L, Wright. Principle Of Service Marketing And Management. New jersey ; prentice hall inc, 2002.

Daryono. Menuju manajemen Berbasis Sekolah. Pasuruan: Lembaga Academic &

Research Institute, 2020.

Edward, Sallis. Total Quality Management in Education. London; Kogan Page Ltd, 2002.

F., Shah T., Service Quality and Customer Satisfaction in Higher Education in Pakistan, Journal of quality and Technology Magement, Vol. IX, 2013.

Fitrah, Muh., dan Luthfiyah. Metode Penelitian (Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Study Kasus). Jawa Barat: CV Jejak, 2017.

Fitri Astuti, “Peran Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan di SMA Negeri 2 Sekampung Lampung Timur” Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Metro: 2017.

Firmansyah, Hamdan., Dkk., Pelayanan Publik di Era tatanan Normal Baru.

Bandung; Media Sains Indonesia, 2022.

Hanifah, Nurdinah. Memahami Peneltian Tindakan Kelas. Bandung: UPI PRESS, 2014.

Hasanah, Uswatun. Kepemimpinan Transformasional dalam Manajemen Pendidikan Islam. Surabaya: CV Jakad publishing, 2018.

Junaedi, “Kontribusi Peran Komite Sekolah Terhadap Mutu Layanan Pendidikan di SMK N 1 Depok” Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Jakarta: 2011.

Juliantoro, Mohamad. Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, Jurnal al–Hikmah vol. 5 no. 2 Oktober 2017

Kaharuddin. Kepemimpinan Kepala Sekolah (Konsep dan Strategis dalam Peningkatan Mutu Pendidikan), Bima; Pustaka Pencerah. 2021.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Evaluasi Sekolah dan Madrasah,BAN-S/M SiapkanReformasiSistemAkreditasi,2020. diakses pada 22 Desember 2021.

Kementrian Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI, Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, jakarta, 2003 Kotler. Marketing Manajemen 10Th edition. Upper Saddle River: Prentice Hall. Inc,

2002.

Lahaji dan Yusuf, Habibie,. Pokoknya Manajemen Pembiayaan. Tulung Agung:

Cahaya Abadi, 2020.

Machali dan Hidayat, The Hand Book of Education Management, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2018.

Marhawati, Besse. PenghantarPengawasan Pendidikan. Sleman; DEEPUBLISH, 2018.

Marmoah, Sri. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Sleman: DEEPUBLISH, 2016.

Miftah, Mohammad., Dkk., Sistem Informasi Managemen Pendidikan, Purwokerto:

CV. Zt Corpora, 2021.

Naibaho, Tutiarny., Dkk., Manajemen Mutu Pendidikan, Bandung: CV Media Sains Indonesia, 2021.

Nasib., Dkk., Konsep Kualitas Pelayanan. Harga, dan Citra Kampus Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Mahasiswa. Surabaya: Global aksara Press, 2021.

Noer, Salman M. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammadiyah, Sumatera Barat: CV Azka Pustaka, 2022.

Nuning Nurna Dewi. Penghantar Manajemen, Surabaya, Scopindo Media Pustaka, 2021.

Nugroho, Agung., Dkk. Manajemen Mutu Terpadu untuk Pendidikan. Yogyakarta:

Yayasan Kita Menulis, 2022.

Nurdin, Ismail dan Hartati, Sri. Metodologi Penelitian Sosial, Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Bab I, Pasal 1, ayat 11

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah pasal 9 ayat 1

Purnama, Basuki Jaka. Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Upaya Peningkatan Mutu Sekolah, Jurnal manajemen pendidikan. No. 2 Vol. 12, Oktober, 2016.

Purnomo, Sutrimo. Pengembangan Sasaran, Visi dan Misi Hubungan Masyarakat di Lembaga Pendidikan Berbasis Kepuasan Pelanggan. Jurnal Kependidikan.

Vol. I No. 2, 2015.

Rizka Zayyana, “Peran Tenaga Administrasi dalam Meningkatkan Mutu Layanan Administrasi di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta” Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Jakarta: 2016.

Ruky. Achmad S. Sukses Sebagai manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2002.

Rulitawati., Dkk., Model Pengelolaan Kinerja Guru SMA Muhammadiyah, Palembang: Tunas Gemilang Press. 2020.

Rosyadi, Yogi Irfan dan Pardjono. Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Smp 1 Cilawu Garut Jurnal Akutabilitas Manajemen Pendidikan, Volume 3, No. 1, April 2015

Rorimpandey, Widdy H. F. Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Guru Sekolah Dasar.

Malang: Ahlimedia Press, 2020.

Salim dan Haidir. Penelitian Pendidikan. Jakarta: PRENADAMEDIA Group, 2019.

Sein, Min., dan CC, Khoon. Demographic Factors in the evaluation of Service Quality in Higher Education; internastional students‟ Perspective, International Riview of Management and Business Research. Vol. 2. 2013.

Sholehuddin, M. Sugeng. Konsep Kebijakan Mutu Pendidikan, Bandung: PT. Nasya Expanding Management, 2021.

Suarsana, Yoman. Menjadi Sosok Kepala Sekolah Inspiratif (Prasyarat, Konsep, Teknik, Implementasinya). DKI Jakarta; Guepedia, 2020.

Sukmadi. Dasar-Dasar manajemen. Bandung: Humaniora Utama Press, 2017.

Tumanggor, Amiruddin., Dkk., Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: K-Media, 2021.

Yustini, Tien dan Yuliza. Manajemen Sumber Daya Manusia (Analisis Kajian di Masa Pandemi Covid-19). Malang: Literasi Nusantara abadi, 2021.

Zainal, Veithzal Rival., Dkk, Islamic Quality Education Management, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2016.

78

LAMPIRAN - LAMPIRAN

79

LAMPIRAN 1

HASIL WAWANCARA DENGAN KEPALA MADRASAH

Nama Narasumber : Drs. A. Sopandi

Jabatan : Kepala Madrasah

Hari/Tanggal Wawancara : 23 September 2021

1. Bagaimana teknis atau prosedur pengangkatan kepala madrasah?

Jawab : penunjukan langsung oleh pengurus yayasan, untuk periode sama saja seperti madrasah padaumumnya yaitu lima tahun, namun yayasan ini karena masih menggunakan azas keluarga dan juga milik keluarga jadi penunjukanya biasanya secara langsung tanpa harus melakukan serangkaian tes.

2. Selain sebagai kepala sekolah kesibukan apa yang bapak/ibu jalani ? Jawab : selain menjadi kepala sekolah saya memiliki usaha

3. Bagaimana upaya yang bapak/ibu lakukakan dalam rangka menjalankan tugas bapak/ibu sebagai manajer?

Jawab : menurut saya manajer itu tugasnya ya mengatur, merencanakan, memberi kebijakan, mengawasi

4. Bagaimana strategi sebagai kepala sekolah dalam menyusun program jangka panjang, menengah dan pendek?

Jawab : program jangka panjang tentu tertuang dalam visi dan misi sekolah ini, sedangkan program jangka menengah kami rumuskan dalam lima tahun sekali, dan program jangka pendek kami tuangkan dalam program tahunan yang dilaksankan saat waktu libur. Penyusunan program tentu melibatkan semua orang, merumuskan kebutuhan sekolah, dan menyiapkan dana.

5. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyusun menyusun program jangka panjang, menengah dan pendek?

Jawab : setiap unit berbeda, ada yang memang membutuhkan waktu yang agak lama, maksimal dua minggu.

80

6. Apa saja hal-hal yang pertimbangkan dalam menyusun program jangka panjang, menengah dan pendek?

Jawab : tentu mempertimbangkan waktu pelaksanaan agar semua orang bisa kontribusi atau terlibat, meminimalisir adanya mis komunikasi setiap unit. Menganalisa kebutuhan sekolah dan mempertimbangkan anggaran.

7. Siapa saja yang terlibat dalam penyusunan program jangka panjang, menengah dan pendek?

Jawab : semua SDM yang ada di sekolah

8. Adakah kendala atau hambatan dalam penyusunan program jangka panjang, menengah dan pendek?

Jawab : ada, dari segi waktu, keadaan yang kadang tak terduga seperti pandemi sehingga kebutuhan ikut berubah dengan cepat, dan biaya.

9. Apa yang bapak/ibu pertimbangkan ketika memilih guru atau tenaga ahli ? Jawab : tentu harus kompeten dalam bidangnya, dan guru harus sesuai dengan bidang pendidikanya.

10. Siapa saja yang terlibat dalam perumuskan wewenang dan tanggung jawab serta beban tugas masing-masing pejabat pada setiap unit

Jawab : pengurus yayasan dan kepala sekolah.

11. Bagaimana cara bapak/ibu menegur guru atau tenaga ahli?

Jawab : dengan menasehati baik baik itu yang paling utama

12. pakah penyusunan staff dan pembagian kerja selama ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan?

Jawab : ya, sudah sesuai

13. Apakah pengkoordinasian tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas sudah berjalan dengan baik?

Jawab : sudah berjalan dengan baik, karena sampai saat ini tidak ada hal yang kurang

14. Sejauh ini apakah bapak/ibu memberikan kesempatan kepada para staff untuk memberikan kebebasan berpikir, mengeluarkan gagasan, atau pendapat?

81

Jawab : ya tentu, saya membebaskan mereka untuk mengeuarkan gagasan, kritik dan saran, terutama saat evaluasi.

15. Adakah penghargaan yang diberikah terhadap prestasi kerja?

Jawab : tentu, menurut saya penghargaan dalam prestasi kerja itu perlu karena itu dorongan untuk mereka lebih semangat dan lebih baik mengerjakan tugas. Seperti pujian, pemberangkatan umroh untuk anak didik, honor lebih untuk tenaga pendidik/ tenaga kependidikan.

16. Apakah bapak/ibu selalu melakukan kontrol secara kontinyu terhadap pelaksanaan kebijakan yang sudah disusun?

Jawab : ya, saya melakukan control seminggu sekali dengan bertanya kepada kabag atau wakasek. Kadang mereka sendiri yang datang dan mengkomunikasikan terkait hambatan.

17. Apakah bapak/ibu selalu memotivasi bawahan baik secara formal maupun non formal?

Jawab : ya, secara verbal pasti baik sedang santai atau sedang rapat saya sampaikan.

18. Selama ini apakah pembagian tugas setiap pendidik dan tenaga kependidikan sudah sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan?

Jawab : ya sudah sesuai, guru sudah mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan/ linier, staf pun begitu kita tempatkan sesuai skill atau kemampuanya.

19. Apa saja upaya yang dilakukan bapak/ibu dalam pemanfaatan keahlian yang dimiliki oleh setiap pendidik dan tenaga kependidikan?

Jawab : pertama, dengan menempatkan dia sesuai pendidikanya dan kemampuanya. Kedua, kemampuan lebih yang mereka punya juga disalurkan seperti pak regi yang mengajarkan music juga. Ketiga, mendukung merka untuk mengembangkan kemampuanya.

20. Apakah sarana prasarana yang ada di sekolah bisa bermanfaat untuk menunjang pencapaian tujuan organisasi?

82

Jawab : sangat bermanfaat dan sangat menentukan, sarana prasarana saat ini sudah diusahakan sebaik mungkin hanya saja mungkin sekolah perlu melengkapi sistem terbaru yang lebih modern.

21. Adakah kartu perbaikan/perawatan barang-barang milik sekolah? Jika ada apakah selalu diisi dengan baik dan rapi?

Jawab : ada kartu perbaikan untuk barang milik sekolah terutama barang pemberian pemerintah, tapi untuk kerasipanya belum ada.

22. Apakah pihak sekolah pernah mengadakan program MGMP, rapat kerja, lokakarya, seminar dan pelatihan untuk para pendidik dan tenaga kependidikan ?

Jawab : jika secara menadiri pernah beberapa kali sebelum pandemi, tapi lebih banyak mereka ikut program yang diadakan pemerintah.

23. Usaha apa yang dilakukan bapak/ibu dalam meningkatkan mutu layanan di sekolah?

Jawab : pertama, memastikan bahwa saya sebagai kepala madrasah, guru, tenaga pendidik semuanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Kedua, setiap tahun berusaha memperbaiki dan menambah sarana prasarana agar pembelajaran dan kegiatan lainya bisa berlangsung dengan aman dan nyaman. Ketiga, terus memperbaiki apa yang perlu diperbaik.

83

LAMPIRAN 2

HASIL WAWANCARA DENGAN TENAGA PENDIDIK

Nama Narasumber : Intan Mulyadi

Jabatan : Staf

Hari/Tanggal Wawancara : 23 September 2021

1. Bagaimana cara dan strategi kepala sekolah dalam pemberian arahan secara dinamis terhadap staff?

Jawab : beliau memberikan arahan baik secaraformal atau santai, dan menegur secara langsung jika ada yang mengganjal.

2. Apakah pengkoordinasian tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas sudah berjalan dengan baik?

Jawab : sudah, namun kami merasa sudah sesuai dengan ahlinya masing masing.

3. Sejauh ini apakah kepala sekolah memberikan kesempatan kepada para staff untuk memberikan kebebasan berpikir, mengeluarkan gagasan, atau pendapat?

Jawab : iya, kepala sekolah sangat terbuka untuk menerima gagasan dari kami, selagi baik maka akan dipertimbangkan.

4. Adakah penghargaan yang diberikah kepala sekolah terhadap prestasi kerja?

Jawab : ya ada, selain beliau memberikan pujian, beliau juga memberikan uang tambahan bagi yang menyelesaikan tugas dengan cepat dan baik.

5. Apakah kepala sekolah selalu melakukan kontrol secara kontinyu terhadap pelaksanaan kebijakan yang sudah disusun?

Jawab : beliau juga melakukan control secara langsung tapi tidak sering 6. Apakah kepala sekolah selalu memotivasi bawahan baik secara formal

maupun non formal?

Jawab : ya, beliau memotivasi bawahan baik dengan santai atau di forum formal, seperti menanyakan apa kesulitanya, bagaimana tugasnya

84

7. Apakah keahlian pendidik dan dan tenaga kependidikan sudah dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah?

Jawab : kami ditempatkan sesuai kemampuan, dan jika ada beberapa tugas yang belum saya kuasai, saya bertanya dengan yang lain, terkadang ada beberapa hal baru yang kadang perlu dipelajari terlebih dahulu karena lingkungan disini sangat bekerja sama jadi sampai saat ini tidak ada masalah.

8. Adakah kartu perbaikan/perawatan barang-barang milik sekolah? Jika ada apakah selalu diisi dengan baik dan rapi?

Jawab : perbaikan dan perawatan barang-barang sekolah memang dilaksanakan rutin tapi 50% perbaikan mempunyai kartu dan diisi tapi 50%

sisanya juga tidak ada datanya.

9. Apakah kepala sekolah cepat menaggapi keluhan atau kebutuhan tenaga kependidikan?

Jawab : menurut saya kurang cepat, karena beberapa kali memang sering saya mengadukan hal-hal yang menjadi kendala dalam bekerja atau bisa memudahkan pekerjaan tapi harus menunggu waktu yang cukup lama sampai di realisasikan

10. Apakah pihak sekolah pernah mengadakan program MGMP, rapat kerja, lokakarya, seminar dan pelatihan untuk para pendidik dan tenaga kependidikan ?

Jawab : ya pernah beberapa kali, tapi lebih sering ikut kegiatan dari pemerintah.

11. Secara umum apakah kepala sekolah menjalankan tugasnya sebagai manajer dalam meingkatkan mutu layanan di sekolah dengan baik?

Jawab : ya sudah baik, namun dalam pengawasan beliau kurang optimal, karena tidak sering mengecek secara langsung sehingga hambatan dalam tugas tidak cepat ditangani seperti keterlambatan sistem.

85

LAMPIRAN 3

HASIL WAWANCARA DENGAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Nama Narasumber : Reghista, S.Pd

Jabatan ` : Guru

Hari/Tanggal Wawancara : 23 September 2021

1. Bagaimana cara dan strategi kepala sekolah dalam pemberian arahan secara dinamis terhadap guru?

Jawab : beliau memberi arahan secara langsung, dan menegur secara personal, tidak depan umum.

2. Apakah pengkoordinasian tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas sudah berjalan dengan baik dan sesuai?

Jawab : sudah, karena sekolah mempunyai program guru harus harus sesuai bidangnya.

3. Sejauh ini apakah kepala sekolah memberikan kesempatan kepada para staff untuk memberikan kebebasan berpikir, mengeluarkan gagasan, atau pendapat?

Jawab : ya kami selalu diberi kesempatan untuk ikut andil dalam memberi pendapat atau ide

4. Adakah penghargaan yang diberikah kepala sekolah terhadap prestasi kerja?

Jawab : ya kepala sekolah memberi reward dengan menambahkan honor lebih untuk kami jika lebih cepat mengerjakan tugas.

5. Apakah kepala sekolah selalu melakukan kontrol secara kontinyu terhadap pelaksanaan kebijakan yang sudah disusun?

Jawab : beliau tidak sering melakukan pengawasan secara langsung, karena lebih banyak ada di kantor.

6. Bagaimana kepala sekolah menegur guru ?

Jawab : diingatkan oleh beliau dengan baik baik, lalu jika belum ada perubahan maka aka nada sanksi

86

7. Apa saja upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam pemanfaatan keahlian yang dimiliki oleh setiap pendidik dan tenaga kependidikan?

Jawab :

8. Apakah pihak sekolah pernah mengadakan program MGMP, rapat kerja, lokakarya, seminar dan pelatihan untuk para pendidik dan tenaga kependidikan ?

Jawab : ya pernah sebelum pandemi

9. Apa saja hambatan yang dialami selama menjadi guru di sekolah ini?

Jawab : menurut saya hambatanya, kadang kala kepala sekolah lebih condong dan menunjuk tugas untuk guru PNS, sedangkan usia lanjut itu banyak kendala, misalnya dari segi memahami teknologi, sehingga pada akhirnya tugas itu tetep kami yang mengerjakan.

11. apa yang guru lakukan ketika ada murid yang susah atau lambat dalam memahami pembelajaran ?

Jawab : saya mencoba menjelaskan kembali tapi jika memang waktu tidak memungkinkan maka saya selalu buatkan kelompok untuk bisa bekerja sama dalam memahami pembelajaran.

10. Secara umum apakah kepala sekolah menjalankan tugasnya sebagai manajer dalam meingkatkan mutu layanan di sekolah dengan baik?

Jawab : ya sudah baik tapi kami berharap bapak kepala sekolah lebih responsive lagi dengan semua kebutuhan.

87

LAMPIRAN 4

HASIL WAWANCARA DENGAN PESERTA DIDIK

Nama Narasumber : Alzena dan Kayla

Jabatan : Siswa

Hari/Tanggal Wawancara : 23 September 2021

1. Bagaimana Pengawasan kepala sekolah dalam kegiatan KBM?

Jawab : jarang terlihat

2. Adakah pelayanan konseling untuk para siswa ?

Jawab : ada, kami sering dikumpulkan dan dipanggil untuk datang dan ditanya permasalahan pribadi.

3. Bagaimana cara guru mengajar? Apakah mudah dipahami?

Jawab : pelajaran yang disampaikan guru sangat mudah kami pahami, tapi untuk pelajaran seperti MTK perlu beberapa kali baru mengerti, karena itu pelajaran yang sulit tapi gurunya sangat ramah dan sabar ketika kami kembali bertanya, beliau kembali menyampaikan dengan pelan.

4. apakah guru memanfaatkan teknologi dan komunikasi untuk menunjang pembelajaran?

Jawab : ya, guru kadang menggunakan alat seperti infokus untuk pelajaran tertentu, dan alat perga lain yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

5. Selama pandemi apa saja teknologi dan digunakan oleh guru dalam KBM?

Jawab : hanya zoom untuk daring, google meet, dan pengumpulan tugas di google classroom.

6. Sejauh ini bagaimana kebersihan, keamanan dan kenyamanan sekolahan?

Jawab : keamanan baik, karena kami tidak pernah mendapatkan hal buruk seperti pencurian, kekerasan seksual, dll. kebersihan lingkungan juga baik, tapi ada beberapa toilet yang memang tidak bisa digunakan. Dan sangat nyaman terhadap lingkungan sekolah dan semua guru, staf juga baik dan ramah.

88

7. Sejauh ini bagaimana penampilan para guru dan staf dalam KBM?

Jawab : rapi dan wangi

8. Jika ada salah satu murid yang sedang murung atau tidak bersemangat belajar karna suatu hal, bagaimana sikap guru?

Jawab : kalau secara pribadi tidak pernah tapi jika ada permasalahan dalam kelas guru biasanya menanyakan klarifikasinya, dan mendamaikan, memberi

Jawab : kalau secara pribadi tidak pernah tapi jika ada permasalahan dalam kelas guru biasanya menanyakan klarifikasinya, dan mendamaikan, memberi

Dokumen terkait