• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni teknik analisis kualitatif model yang dikembangkan oleh miles dan huberman yang dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Proses analisis data dilakukan secara terus menerus didalam proses pengumpulan data selama penelitian berlangsung.

1. Reduksi data (data reduction). Berarti merangkum, memilih hal pokok memfokuskan pada hal yang penting, dicari tema dan polanya. Reduksi data merupakan aktifitas memilih data. Data yang dianggap relevan dan penting yang berkaitan dengan peran kepala sekolah sebagai manajer untuk meningkatkan mutu layanan di MTs Al- Ihsan Pamulang.

2. Penyajian data (data display). Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flawchart dan sejenisnya. Penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kualitatif yang dihimpun dari informasi yang kompleks ke dalam kesatuan bentuk yang disederhanakan dan selektif atau konfigurasi yang mudah difahami.

Semuanya dirancang untuk menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu padan dan mudah diraih.

3. Penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification).

Data yang sudah diolah, selanjutnya difokuskan dan disusun secara

sistematik dalam bentuk naratif. Kemudian melalui indukstif, data tersebut disimpulkan sehingga makna data dapat ditemukan dalam bentuk tafsiran.

54

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum MTS Al Ihsan Pamulang 1. Profil dan Sejarah MTs Al Ihsan Pamulang

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ihsan beralamatkan di Jl. Bambu Apus Raya – Pamulang Tangerang Selatan 15415. Berdiri tanggal 1 juni 1999. Madrasah Tsanawiyah berada di bawah naungan yayasan al ihsan yang berafilasi ke departemen agama. Madrasah ini merupakan peralihan sekolah menengah pertama (SMP) Al - Ihsan yang berafiliasi ke departemen pendidikan nasional yang beroperasi tahun 1986-1999. Atas pertimbangan pengurus yaysan, SMP Islam ini berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah yang kelas satunya dimulai pada tahun 1999/2000.

Tanggal 1 September 1999, pengurus yayasan Al-Ihsan yang diketuai oleh Drs.H. Muatoha, MA dan sekertarisnya Bapak Drs. H.Idris Elby, MA mengangkat Drs.Agus Sunardi, salah seorang guru di MTs Negeri Pamulang, sebagai kepala sekolah untuk MI dan MTs. Drs. Agus Sunardi menggantikan Bapak H.M. Idris sebagai Kepala MI dan Dra. H.

Yenni Triasih sebagai Kepala Sekolah MTs. Kemudian diangkat pula Yatiman, pensiunan Pegawai Departemen Agama, sebagai Kepala Tata Usaha (TU). Kemudian tanggal 05 Juni 2003 Drs. Agus Sunardi, resmi diangkat oleh pemerintah sebagai Kepala MTs AL – IHSAN Pamulang berdasarkan Surat Keputusan Kepala Departemen Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten, Nomor : Kw.28/I/Kp.076/ 483/ 2003 tertanggal 05 Juni 2003, yang ditandatangani oleh Kepala Kanwil Drs. H. M. Suroh, M.Si atas nama Menteri Agama. Sejak saat itu Bapak Drs. Agus Sunardi resmi sebagai kepala sekolah difinitif yang diperbantukan pada yayasan AL – IHSAN dan tidak lagi sebagai guru di MTs Negeri Pamulang.

Pengurus yayasan sebagai penyelenggara pendidikan, unsur pimpinan

madrasah, dewan guru dan karyawan-karyawati terus berupaya mengembangkan misinya, yaitu memberikan sumbangan kepada Bangsa dan Negara dengan cara membentuk, menyelenggarakan dan mengembangkan program pendidikan untuk membina umat secara mantap dan terencana serta dijiwai oeh ajaran Islam.54

2. Visi, Misi dan Tujuan MTs Al-Ihsan Pamulang

Visi merupakan gambaran tentang masa depan yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu.55 Sedangkan Misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas, kewajiban dan rencana tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi.56 Visi dan misi ini merupakan amanah yang harus di wujudkan oleh kepala sekolah bersama sumber daya manusia yang ada di dalam sebuah lembaga. MTs Al ihsan Pamulang sendiri mempunyai visi misi dan tujuan sebagai sebuah organisi yakni:

a) Visi : Unggul dalam Prestasi dan Berakhlakul Karimah.

b) Misi :

1) Menciptakan suasana belajar yang kondusif

2) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan yang efektif dan efisien

3) Mengembangkan sikap dan prilaku sopan, tanggung jawab, jujur dan dapat dipercaya

4) Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif bagi seluruh warga madrasah

5) Mengembangkan bakat, minat, dan potensi siswa secara maksimal melalui kegiatan ekstrakurikuler

54Dokumen sejarah MTs Al Ihsan Pamulang, Tahun Ajaran 2021/2022

55Sutrimo Purnomo, Pengembangan Sasaran, Visi dan Misi Hubungan Masyarakat di Lembaga Pendidikan Berbasis Kepuasan Pelanggan, Jurnal Kependidikan, No. 2, Vol. I, 2015. h. 58

56Ibid. h. 59

6) Meningkatkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana

7) Mengembangkan dan membiasakan prilaku disiplin warga Madrasah57

Visi dan misi lembaga yang baik adalah visi misi yang berfokus kepada kepuasan pelanggan. Hal ini erat kaitannya dengan mutu layanan yang diberikan oleh perusahaan atau lembaga pendidikan tersebut. Visi dan Misi MTs Al ihsan selain berfokus dibidang akademik juga mengedepankan penanaman karakter dan akhlak yang baik untuk para peserta didiknya, visi misi ini terbentuk dari awal didirikannya MTs Al Ihsan. Segala upaya perbaikan dan evaluasi dilakukan guna mencapai visi misi tersebut. Visi misi ini akan terwujud jika kepala sekolah dapat mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai seorang manajer khususnya dalam meningkatkan mutu layanan.

c) Tujuan

1) Terwujudnya kehidupan madrasah yang disiplin dan islami

2) Terlaksananya Pemebelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)

3) Tersedianya Sarana Prasarana pendidikan yang memadai

4) Terwujudnya perkembangan siswa secara optimal sesuai potensi yang dimiliki

5) Terwujudnya lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlakul karimah dan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata‟ala.58

Tujuan dicerminkan oleh sasaran yang harus dilakukan baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. Tujuan organisasi memiliki pengaruh dalam mengembangkan organisasi baik untuk perekrutan anggota dan pencapaian apa yang akan atau ingin dilakukan dalam proses

57Dokumen visi dan misi MTs Al Ihsan Pamulang, Tahun Ajaran 2021/2022

58Dokumen tujuan MTs Al Ihsan Pamulang, Tahun Ajaran 2021/2022

berjalannya organisasi tersebut. Tujuan dari sebuah organisasi sangat mempengaruhi kinerja dari organisasi itu sendiri . Kepala sekolah sebagai seorang manajer memiliki peran penting dalam merealisasikan tujuan organisasi termasuk dalam merekrut pegawai, penentuan kebijakan dan pengambilan keputusan.

3. Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Berikut ini adalah daftar nama pendidik dan tenaga kependidikan di MTs Al-Ihsan Pamulang.

Tabel 4.1. Daftar Nama Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2022/2023 NO

Sunardi, MM PNS SERTIFIKASI

S.2 STEIBI B.INGGRIS

S.1 UN Padang B.INGGRIS

12

A.Md

S.1 UIN Jakarta AQIDAH/BTQ

23 Siti Nurbaya Non PNS -

Dari total 22 data tenaga pendidik yang ada di MTs Al ihsan, hanya 5 guru yang sudah tersertifikasi (23%), ini artinya sekolah harus meningkatkan kembali jumlah guru yang sudah tersertifikasi untuk menunjang mutu layann yang baik. Secara umum guru mengampu pelajaran yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, sedangkan untuk tenaga kependidikan dua masih menempuh sekolah di SMK, dan dua yang lainnya sedang menjalankan pendidikan di perguruan tinggi. Kepala sekolah sebagai manajer tentu perlu memperhatikan kondisi sumber daya ini, dengan mengadakan pelatihan, seminar ataupun workshop untuk menunjang skill dari tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, karena hal ini akan berdampak terhadap mutu layanan sekolah.

4. Peserta Didik

Jumlah siswa di MTs Al Ihsan seluruhnya berjumlah 384 orang. Pada setiap masing-masing terdapat 3 rombongan belajar. Berikut ini adalah daftar jumlah siswa di MTs Al Ihsan Pamulang.

Tabel 4.2. Daftar Jumlah Peserta Didik

Dokumen Peserta Didik MTs Al Ihsan Pamulang, Tahun Ajaran 2021/2022

Berdasarkan tabel di atas total keseluruhan peserta didik di MTs Al ihsan yaitu 384 peserta didik, terdiri dari 127 kelas VII, 127 kelas VIII dan 130 kelas IX. Jumlah laki-laki sebanyak 186 dari kelas VII-IX dan total perempuan berjumlah 198 dari kelas VII-IX. Dapat dikatakan bahwa secara umum MTs Al ihsan merupakan sekolah yang memiliki peminat yang cukup banyak dengan padatnya jumlah peserta didik tiap kelas. Hal ini harus diimbangi dengan kualitas dan kuantitas guru yang mencukupi sehingga bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap peserta didik. Tentunya dapat menjadi pertimbangan untuk kepala sekolah NO KELAS L P JUMLAH

TOTAL TOTAL

KESELURUHAN L P

1 VII-1 22 21 43

58 69 127 2 VII-2 20 23 43

3 VII-3 16 25 41 4 VIII-1 21 23 44

60 67 127 5 VIII-2 20 25 45

6 VIII-3 19 19 38

7 IX-1 22 22 44 68 62 130

8 IX-2 24 24 48

9 IX-3 22 16 38

TOTAL 384 186 198 384

sebagai manajer agar dapat memaksimalkan perannya dalam meningkatkan mutu layanan.

5. Sarana dan Prasarana

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar adalah sarana dan prasarana di sekolah. Sarana dan prasarana sekolah sangat menunjang dalam kelancaran proses pembelajaran, jika sarana prasarana kurang memadai maka akan terhambatnya proses belajar mengajar sehingga kan mengalami kesulitan ketika mengelola kelas.

Adapun Sarana dan prasarana yang terdapat di MTs Al Ihsan Pamulang adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3. Sarana dan Prasarana

No Sarana/Prasarana Jml. Ket. Panjang

1. Lab Komputer 1 Baik 8 m2

2 Lab Bahasa 1 Baik 8 m2

3 Lab Ipa 1 Baik 7 m2

4 Lapangan/Halaman Bola 1 Baik 17 m2

5 Ruang Kelas 9 Baik 8 m2

6 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 1,5 m2

7 Ruang Guru 2 Baik 10 m2

8 Ruang TU 1 Baik 1,5 m2

9 Ruang Musik 1 Baik 10 m2

10 Toilet Siswa 4 Baik -

11 Toilet Guru 1 Baik -

Jumlah 23

Dokumen Sarana dan Prasarana MTs Al Ihsan Pamulang, Tahun Ajaran 2021/2022

Berdasarkan data sarana dan prasarana di atas serta pengamatan peneliti, sarana dan prasarana yang ada di MTs Al ihsan sudah cukup baik dan lengkap. Namun, dari segi ketersediaan ruang kelas masih kurang dengan jumalah siswa yang cukup banyak. Menurut aturan data Jumlah Maksimal Siswa Per Rombel SD,SMP,SMA/SMK di Dapodik 2022 jumlah maksimum peserta didik per rombongan belajar yakni 32 untuk jenjang MTs.59 Sedangkan di MTs Al ihsan ini sudah mencapai batas maksimum untuk tiap rombongan belajar. Hal ini perlu perhatian dari kepala sekolah sebagai manajer demi tercapaianya pembelajaran yang efektif dan peningkatan layanan guru untuk peserta didik.

B. Deskripsi dan Analisis Data

Berdasarkan teori, peran kepala sekolah merupakan kegiatan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas-tugasnya termasuk dalam peningkatan layanan mutu. Drs. A Sopandi sebagai yang menjabat sebagai Kepala sekolah di MTs Al Ihsan sejak tahun 2015 dalam menjalankan perannya sebagai manajer beliau melakukan upaya-upaya dalam mewujudkan suatu organisasi agar mencapai suatu tujuan, upaya tersebut seperti menyusun program sekolah, mengorganisasi sekolah, menggerakkan staf (pendidik, tenaga kependidikan dan seluruh karyawan), mengoptimalkan sumber daya manusia dan meningkatkan mutu layanan. Hasil penelitian yang penulis dapatkan berdasarkan observasi dan wawancara yakni sebagai berikut:

1. Menyusun Program Sekolah

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah di MTs Pamulang, bahwa “strategi kepala sekolah dalam menyusun program jangka panjang sudah di lakukan secara bersama-sama yang diwujudkan dalam visi dan misi, kemudian program menengah dilakukan peninjauan dan revisi tiap lima tahun sekali, kemudian untuk program tahunan dengan cara

59Dapodik 2022, Aturan Jumlah Maksimal Siswa Per Rombel SD,SMP,SMA/SMK di Dapodik 2022

mempertimbangkan program dari tahun sebelumnya berdasarkan hasil evaluasi kemudian direncanakan kembali secara matang.”60 Drs A.

Sopandi juga menyampaikan bahwa waktu yang dibutuhkan dalam menyusun program tahunan biasanya saat libur tiap tahun ajaran baru,

“saat waktu libur, sebelum masuk tahun ajaran baru, kepala sekolah membuat program kerja, sebelum RAKER semua program dari berbagai unit itu kita kumpulkan, kadang ada juga unit-unit tertentu yang memang membutuhkan waktu yang agak lama, nanti kita kasih waktu maksimal dua minggu, yang penting sebelum tahun ajaran baru, dan akan dipaparkan pada saat Rapat Kerja (RAKER). Strategi yang digunakan yakni dengan meninjau kembali hasil evaluasi pada tahun sebelumnya dan perencanaan yang matang.61

Berdasarkan dari penyataan tersebut bahwa penyusunan program di MTs Al Ihsan dalam hal ini yang dilakukan oleh Kepala Sekolah sudah berjalan dengan baik, meliputi perencanaan program jangka panjang, jangka menengah dan program jangka pendek (tahunan).

Hal-hal yang di pertimbangkan saat menyusun program sekolah di MTs Al Ihsan Pamulang:

a. Sumber Daya Manusia

b. Analisis Peluang dan kemajuan teknologi c. Persiapan finansial62

Selain hal-hal tersebut yang dipertimbangkan, pada saat penyusunan program kerja di MTs Al Ihsan Pamulang juga melibatkan semua SDM yang ada di sekolah baik para guru, staf sampai ke office boy. Seperti pemaparan dari Drs. A, Sopandi bahwa “kalau untuk RAKER sendiri semuanya terlibat dari wakasek sampai OB semua kita libatkan”.63 Tentunya, dalam pelaksanaan penyusunan suatu program

60A. Sopandi (Kepala Sekolah MTs Al Ihsan Pamulang), Wawancara terkait Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Meningktakan Mutu Layanan, 23 September 2021, pukul: 07.30 WIB

61 Ibid.

62 Ibid.

63 Ibid.

baik di sekolah maupun lembaga lain ada beberapa hambatan maupun kendala yang dihadapi seorang pemimpin. Kepala Sekolah MTs Al ihsan mengaku bahwa tidak mudah dalam menyusun suatu program dan ada beberapa hambatan yang jumpai, seperti:

a. Perubahan teknologi yang begitu cepat

b. Kondisi yang tidak bisa di tebak seperti pandemic c. Alokasi waktu dan biaya64

Secara umum pelaksanaan penyusunan program kerja yang dilakukan kepala sekolah sudah cukup baik. Penyusunan program yang dilaksananakn oleh kepala sekolah sebagai manajer dapat digambarkan seperti bagan sebagai berikut:

Hani Handoko yang mengemukakan bahwa terdapat empat tahap dalam perencanaan, yaitu: (a) menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan, (b) merumuskan keadaan saat ini, (c) mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, (d) mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.65 Dalam tahap perencanaan suatu program Drs. A. Sopandi selaku Kepala Sekolah MTs. Al Ihsan Pamulang sudah menerapkan tahapan dalam perencanaan dengan baik, yakni telah mengidentifikasi keadaan saat ini dengan melakukan evaluasi, mengidentifikasi segala hambatan yang ada dalam

64Ibid.

65Daryono, Loc .Cit.

Penyusunan Program

Perencanaan

Penentuan Strategi Analisis peluang dan

hambatan Evaluasi dan rencana

perbaikan

organisasi dan telah melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi guna mengembangkan rencana untuk mencapai sebuah tujuan organisasi.

2. Mengorganisasi Sekolah

Menurut Drs. A. Sopandi dalam mengorganisasikan sebuah sekolah beliau mengidentifikasi beberapa sumber daya manusia yang ada untuk dikelompokkan ke dalam unit-unit sesuai kebutuhan. Misalnya “untuk mengelompokkan dan membentuk kepanitiaan itu dibahas tiap RAKER, kita rolling, seperti PTS, PAS, panitian field trip, sampai acara akhir tahun itu sistemnya rolling jadi adil dan semua merasakan.”66 Namun dalam kaitannya terhadap pembelajaran beliau menempatkan guru dan staf sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan “jadi, untuk guru itu yang utamanya dia menguasai dan punya skill di bidang apa ya kita tempatkan sesuai bidangnya, begitu juga dengan staf, apalagi untuk staf keuangan kan tidak bisa sembarang orang yang mengelola ya, harus yang mengerti dan faham untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.”

Adapula hal-hal yang di pertimbangkan dalam staffing oleh Kepala Sekolah MTs. Al Ihsan Pamulang, yaitu:

a. Pendidikan b. Usia

c. Pengalaman d. Pengetahuan67

Wahjosumidjo mengemukakan bahwa mengorganisasikan berarti kepala sekolah harus mampu menghimpun dan mengoordinasikan sumber daya manusia dan sumber-sumber material sekolah, sebab keberhasilan sekolah sangat bergantung pada kecakapan dalam mengatur dan mendayagunakan berbagai sumber dalam mencapai tujuan.68

66A. Sopandi, Loc. Cit.

67 Ibid.

68Sri Marmoah, Loc. Cit.

Berdasarkan teori dan hasil penelitian yang diperoleh bahwa dalam mengorganisasikan sekolah, Drs. A. Sopandi sudah sesuai dan sudah melaksanakan tugasnya dengan cukup baik.

3. Menggerakkan Staf (pendidik dan tenaga kependidikan)

Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.69 Hal ini juga telah dilakukan oleh Kepala Sekolah MTs Al Ihsan melalui pemaparan dari salah satu staf bahwa “pemberian arahan kalau untuk staf biasanya dari kabagnya, kalau dari kepala sekolah, mungkin seringnya dalam rapat dan rapat evaluasi. 70 Selain pemberian arahan Kepala Sekolah juga harus memberikan motivasi terhadap sumber daya manusia yang ada, hal ini pun sudah dilakukan oleh Kepala Sekolah MTs Al Ihsan menurut keterangan dari salah satu staf di MTs Al Ihsan. Menurutnya “Kalau memotivassi iya, kadang juga memberikan nassehat-nasehat baik.”71

Adapun cara-cara yang dilakukan Kepala Sekolah dalam pemberian arahan atau teguran yakni “Biasanya dalam rapat kalau arahan-arahan, tapi kalau misalnya mendesak dan penting langsung koordinasi dengan yang bersangkutan si.” Menurut pendapat dari salah seorang guru di MTs tersebut. Selain itu, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa dalam teguran bisanya Kepala Sekolah hanya menggunakan kalimat verbal saja yang sifatnya sindiran di dalam sebuah rapat untuk para guru, staf maupun karyawan yang kurang disiplin.72

69Mohamad Juliantoro, Loc. Cit.

70Intan Mulyadi, (Staf TU MTs Al Ihsan Pamulang), Wawancara terkait Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Meningktakan Mutu Layanan, 23 September 2021, pukul: 10.00 WIB

71Ibid.

72A. Sopandi, Loc. Cit.

Berdasarkan pemaparan tersebut, Kepala Sekolah sudah mempunyai strategi atau cara tersendiri dalam mendisiplinkan sumber daya yang ada, sehingga hal ini akan membuat para guru, staf maupun karyawan di MTs Al Ihsan dapat menjadi lebih baik yang akan berdampak baik pula untuk tujuan organisasi.

4. Mengoptimalkan Sumber Daya Manusia

Dalam upaya untuk mengoptimalkan sumber daya manusia, di MTs Al Ihsan ini belum maksimal dengan alasan kurang terselenggarakannya pelatihan maupun seminar untuk menunjang pengembangan sumber daya manusia yang ada di lingkungan MTs. Seperti dikutip dari penjelasan staf TU di MTs Al Ihsan bahwa “Kalau dari sekolah khusus gitu buat kita belum ada sejauh ini”. 73Adapun penjelasan dari salah satu guru yang menjelaskan juga bahwa “Pelatihan sejauh ini masih dalam naungan kemenag seperti missal latihan pembuatan soal yang sifiatnya se Tangerang Selatan dan dari sekolah hanya perwakilan seperti itu, missal pelatihan pengajaran secara daring paling inisiatif guru-guru itu sendiri, tetapi sempat pernah diadakan disekolah secara mandiri di MTs Al Ihsan dan itu bentuk dukungan oleh kepala sekolah.”74 menurutnya “untuk seminar, pelatihan kita masih banyak di bawah naungan kemenag saja, jadi sifatnya dari luar sekolah kalaupun pelatihan, seminar dan lokakrya, dan kita support para guru maupun staf untuk ikut.(kepsek).”75

Selain memberikan pelatihan kepada sumber daya manusia, pengoptimalan SDM juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada para guru, staf maupun karyawan yang telah berdedikasi tinggi maupun selalu disiplin dan bagus dalam kinerjanya.

Namun dalam aspek ini Kepala Sekolah juga belum bisa merealisasikan pemberian penghargaan dengan maksimal, namun selalu diupayakan,

73Intan Mulyadi, Loc. Cit.

74Reghista, (Guru MTs Al Ihsan Pamulang), Wawancara terkait Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Meningktakan Mutu Layanan, 23 September 2021, pukul: 11.30 WIB

75A. Sopandi, Loc. Cit.

seperti penjelasan dari guru bahwa untuk penghargaan belum ada hanya saja “kalau misal mau ada akreditasi, guru yang cepat mengumpulkan berkas ada honornya, lalu semisal pembuatan video untuk lomba penerimaan siswa baru kalau bagus dan menang ada honornya juga.

Selebihnya ya jarang paling pujian gitu aja.”

Menurut Edwin B. Flippo yang dikutip oleh Basuki Jaka Purnama dalam jurnal “ Optimalisasi Manajemen Sumberdaya Manusia dalam Upaya Peningkatan Mutu Sekolah” manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi, dan masyarakat.76 Jika dikaitkan dengan hasil penelitian maka upaya pengoptimalam sumber daya manusia yang dilakukan oleh Drs. A. Sopandi sudah cukup baik meskipun belum optimal.

5. Peningkatan Mutu layanan

Mutu layanan yang penulis coba teliti yakni layanan oleh kepala sekolah kepada pengguna jasa (peserta didik) dan layanan guru terhadap peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Layanan tersebut dianggap bermutu jika memenuhi aspek-aspek berikut:

76Basuki Jaka Purnama, Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Upaya Peningkatan Mutu Sekolah, Jurnal manajemen pendidikan, No. 2, Vol. 12, 2016. h. 31.

Berkaitan dengan peningkatan mutu layanan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah MTs Al Ihsan Pamulang ada banyak respon yang bermacam-macam dari guru, staf maupun pesertda didik. Dari dua peserta didik yang penulis wawancara, keduanya menyatakan bahwa tidak ada kesan dan belum mengenal sosok Kepala Sekolahnya, mereka mengaku tidak pernah di kontrol langsung oleh Kepala Sekolah, jadi dari aspek responsiveness dan empathy dari kepala sekolah belum dirasakan oleh pengguna jasa, dalam hal ini peserta didik. Namun, di sisi lain peserta didik mengatakan bahwa guru mata pelajaran jauh lebih memperhatika kondisi dari peserta diidk, misalnya memberikan nasehat dan motivasi, mengulang dan memberikan pengajaran ulang kepada murid yang belum faham, memaklumi keadaan murid saat sedang tidak baik-baik saja dan menurut penjelasan dari alzena dan kayla bahwa guru dapat menyelesaikan jika peserta didik ada masalah.77 Dari penjelasan tersebut bahwa tenaga pendidik sudah cukup baik dalam aspek empathy, responsiveness dan reliability.

Layanan dianggap bermutu jika memenuhi aspek Tangible atau Layanan/jasa tersebut dapat dilihat, diraba, dan dicium, maka aspek

77Alzena dan Kayla, (Siswa Kelas 7di MTs Al Ihsan Pamulang), Wawancara terkait Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Meningktakan Mutu Layanan, 23 September 2021, pukul:

13.15 WIB

77Ibid.

Tangible/ bukti langsung

Realibility/ Kehandalan

Resvonsiveness/ Ketanggapan

Assurance / Jaminan dan Keyakinan

Empaty / Empati

berwujud merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mengukur

berwujud merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mengukur

Dokumen terkait