HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Wawancara Mendalam
2. Kepala Unit Linen Laundry RS USU
a. Perencanaan Terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) Pencucian Linen Laundry RS USU
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, informan menjawab dengan sederhana dan santai serta menyimpulkan masih ada SOP yang belum dijalankan di Unit Linen Laundry RS USU seperti kutipan wawancara berikut ini:
“SOP Pencucian kita ada dek cuman nggak semua kita jalankan dek tapi kita sudah punya aturan SOP tersebut dek, seperti penjahitan kita nggak ada dek yahhh karena mesin jahit kita nggak ada, petugas kita pun kurang dalam hal ini jikapun ada mesin jahit kita dek, terus perendaman kita nggak ada dek, mungkin 2 (dua) hal ini SOP yang belum kita jalankan dek “.
b. Mengenai Pembagian Shift Kerja Unit Linen Laundry RS USU Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, informan menjelaskan dengan singkat dan dengan alasan karyawan atau petugas masih kurang serta jumlah ketersediaan linen yang masih kurang seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Kami di unit laundry ini belum ada menggunakan pembagian shift kerja dek, yahhhh…hanya 1 shift kerja saja dek, kami masuk kerja pagi dan pulang sore dek yahhh kami disini kekurangan petugas dan jumlah linen stok nya pun masih dikit dek jadi sudah cukuplah sementara kami aja disini yang mengerjakan dek,kira-kira gitu lah dek “.
c. Mengenai Pembagian Tugas Pokok Kepada Petugas Laundry RS USU
Dari hasil wawancara peneliti kepada informan, informan menjelaskan singkat saja bahwa di unit laundry RS USU belum ada pembagian
tugas pokok dengan alasan yang sama yaitu petugas masih kurang dan dikerjakan dengan gotong royong seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Nggak ada dek kita disini pembagian tugas pokok dek, yahhh…. kayak tadi yang udah dijelasin karena kita disini masih kekurangan SDM dek, jadi kerjaannya disini saling kerja sama gitu dek yaa gotong royong dek acak-acakan gitu dek, ada yang menggosok,melipat, dan seterusnya dek saling bergantianlah mengerjakannya “.
d. Pengadaan Linen di Unit Linen Laundry RS USU
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, informan menjelaskan bahwa pengadaan linen tergantung anggaran yang sudah diusulkan kepada pihak yang berwenang dan saat ini masih belum terealisasi seperti kutipan wawancara berikut:
“Kalau mengenai pengadaan linen disini itu semua tergantung anggaran dan kita sudah usulkan kita dah buat surat ke atasan dek namun yahhhh…gini lah dek belum ada balasan lah sama kita disini yaa intinya belum terealisasi 100% dek “.
e. Pendapat Kepala Unit Linen Laundry RS USU Mengenai Penanganan Linen Rusak
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, informan menyatakan bahwa belum maksimalnya dalam penanganan linen yang rusak, robek bahkan hilang dikarenakan anggaran/biaya yang tidak mendukung dan belum ada respon dari pihak RS USU. Linen yang rusak atau Robek jika memang ada dan sudah didata, maka akan dijahitkan atau diperbaiki di luar laundry RS USU seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Masih dikumpulkan dan didata kalau ada anggaran atau biaya dek maka akan kami jahitkan atau perbaiki tapi jadinya di luar laundry RS USU ini dek. Penanganan linen kita disini belum maksimal lah dek jikapun ada yang rusak dan robek contohnya yak an, maka kita kumpulkan dulu nggak langsung kita jahitkan karena kita nggak punya peralatan dek, hehehe…”.
f. Pengecekan Kelayakan Linen
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, informan menjelaskan bahwa tindakan pengecekan ada dilakukan namun tindakan setelah pengecekan belum ada dilakukan bahwa pemakaian linen sudah lebih pemakaian standar karena alasan anggaran dan respon dari pihak RS USU belum ada keterangan seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Ada pengecekan tetapi belum ada pengganti linen yang sudah tidak layak pakai lagi sebenarnya dek, bahkan ada linen yang sudah dipakai sampai 120 kali bahkan lebih dari situ dek, intinya sudah tidak sesuai aturan departemen kesehatan lah dek, yahhh…kalau ngecek kami lakukan disini dek cuman gitulah dek nggak ada tindakan lanjutan dek “.
g. Pengadaan Bahan Baku Cucian
Saat peneliti melakukan wawancara, informan menjelaskan bahwa bahan baku cucian disesuaikan dengan jumlah cucian tiap hari nya dan bekerja sama dengan bagian perbekalan, seperti kutipan wawancara berikut:
“Pengadaan bahan bakunya nanti kita sampaikan sama bagian perbekalan dek sesuai yang kita sini butuhkan dek, yahhhh….intinya pengadaan dilakukan sesuai jumlah cucian/hari nya dek, gitu dek “.
h. Mengenai Anggaran/Pembiayaan Pengadaan Linen di Unit Linen Laundry RS USU
Saat Peneliti mewawancarai informan mengenai hal ini, informan menjelaskan bahwa Dia selaku Kepala Unit sudah membuat Rancangan Kerja Anggaran Tahunan namun sampai saat ini belum terealisasi, seperti kutipan wawancara berikut:
“Begini dek, hmmm….gimana ya dek, kalau kami pihak laundry RS USU ya dek melalui saya sendiri yang sudah lama membuat RKAT (Rancangan Kerja Anggaran Tahunan) namun banyak yang belum terealisasi ataupun belum dipenuhi dek tapi kami sudah usulkan ke atasan dek “.
i. Mengenai Keluhan Pasien/Pengunjung Terhadap Kualitas Linen RS USU
Saat peneliti menanyakan hal ini kepada informan, informan menjelaskan sejauh ini belum ada keluhan langsung yang datang kepada pihak Unit Linen Laundry RS USU, kemungkinan keluhannya kepada perawat setiap ruangan dan sejauh ini kepada kami tidak ada langsung datang dari pasien atau pengunjung, seperti kutipan wawancara berikut:
“Keluhan dari pasien atau pengunjung langsung kepada kami nggak ada dek sejauh ini ya dek, cuman kadang kami dikasih keluhan lewat perawat setiap ruangan dek dan itupun jarang dek hanya sekali-kali aja dek seperti noda masih ada,koyak, warna kain nya, gitu-gitu aja dek dan nggak terlalu fatal dek, dan seharusnya memang linen di RS USU sudah saatnya diganti karena kebanyakan linen dari segi warna lah dulu sudah banyak yang luntur dek dan ini sudah sering kita sampaikan kepada atasan kita dek, yah gini lah masih nunggu kami dek “.
j. Mengenai Sistem Pengolahan Air Limbah RS USU Khususnya Limbah Laundry
Saat peneliti melakukan wawancara mengenai hal ini, informan menjelaskan sesuai dengan peneliti lihat bersama-sama langsung ke lokasi IPAL RS USU (Instalasi Pembuangan Air Limbah), seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Seperti sama-sama kita lihat langsung ke lokasi IPAL RS USU dek yah sejauh ini belum ada permasalahan serius dek untuk lingkungan RS USU sendiri termasuk mengenai limbah Laundry RS USU kita ini dek, semua jenis limbah di RS USU ini termasuk unit laundry kita ini dibuat satu tempat dan proses nya sama semua dek, namun pembuangan air yang sudah di filter masih belum ada pemanfaatannya masih dibuang di tanah dan sebagian digunakan untuk mencuci dan menyiram atau buat yang lainnya dek seperti yang kita lihat tadi dek, intinya sejauh ini belum ada permasalahan serius dek”.
k. Mengenai Keseuaian Kualitas Unit Linen Laundry RS USU Terhadap Akreditasi RS USU Sekarang
Saat Peneliti menanyakan hal ini, informan hanya bisa tertawa kecil dan tersenyum menanggapi hal ini namun tetap menjelaskan sedikit bahwa walaupun RS USU sejak Juni 2018 sudah mendapatkan akreditasi B namun keadaan Unit Linen Laundry RS USU masih sama seperti yang sebelumnya belum ada perkembangan dan permasalahannya tetap saja mengenai anggaran yang belum terealisasi, seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Hmmm….gimana dibilang ya dek, hahaha…mengenai apakah sesuai dengan akreditasi yaaaa abang bisa jawab belum dek masih sama kayak yang kemarin dek, harapannya y ajika kita sudah akreditasi B sejak Juni 2018 ini, harusnya unit kita ini juga diperhatikan agar ada perkembangan dan sesuai dengan penilaian
akreditasi saat ini dek, cuman ya gini lah dek. Intinya belum sesuai dek dan tetap juga alasannya terkendala dengan anggaran sehingga belum dapat terealisasi dek dengan maksimal dan kita masih berharap ada perkembangan dek “.
l. Mengenai Perbedaan Kualitas Linen Setiap Ruangan RS USU Saat peneliti menanyakan hal ini, informan memberikan keterangan bahwa tidak ada perbedaan khusus setiap ruangan dikarenakan juga jumlah dan persediaan linen RS USU belum banyak jadi tidak terlalu ada perbedaan dan termasuk dalam hal pencucian linen tidak ada perbedaan, seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Kalau masalah perbedaan kualitas linen setiap ruangan yahhh…gak ada perbedaan khusus kita buat saat ini dek, palingan perbedaan warna linen, ketebalan linen seperti selimut misalnya selimut di ruangan VIP ketebalannya beda di ruangan lainnya, warna linen begitu juga dek setiap ruangan beda dek hanya sebagai tanda aja dek, terus mengenai pencucian yahhh kami satukan di unit laundry kita ini dek seperti yang adek lihat selama ini, di mesin cuci yang sama dengan bahan cucian yang sama juga dek, intinya nggak ada perbedaan terlalu khusus dek “.
m. Mengenai Survey Pihak Unit Linen Laundry RS USU Terkait Pelayanan Laundry Kepada Pasien/Pengunjung
Saat peneliti menanyakan hal ini, informan menjelaskan bahwa pihak laundry belum pernah melakukan survey mengenai hal ini karena tidak sempat melakukannnya apalagi petugas yang bekerja masih kekurangan, seperti kutipan wawancara berikut ini:
“Hmmm….mengenai survei ya dek, jujur ya dek, kami belum
setiap perawat ruangan yang bertugas dan menyampaikan kepada kami langsung dek “.