• Tidak ada hasil yang ditemukan

20.1 PROGRAM DAN KEGIATAN

Kebijakan Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian diarahkan pada peningkatan kualitas produk hukum daerah, kualitas sarana dan prasarana pelayanan publik, serta peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah dan aset daerah. Selain

h a l | 2 6 3

itu, kebijakan urusan wajib ini juga diarahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dan peningkatan kualitas aparatur pemerintah.

Program- program yang dilaksanakan pada Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian adalah sebagai berikut :

a. Program Program Penunjang, yaitu :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan administrasi perkantoran, termasuk peningkatan kualitas pelelangan dengan sistem E procurement.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana aparatur dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, seperti pengadaan dan pemeliharaan kendaraan dinas operasional, pengadaan dan pemeliharaan perlengkapan gedung kantor, serta rehabilitasi dan pemeliharaan gedung kantor.

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur;

Program ini diarahkan pada peningkatan kedisiplinan penggunaan pakaian dinas bagi aparatur pemerintah dan Anggota DPRD Kota Semarang.

4. Program fasilitasi pindah/purna tugas PNS

Program ini diarahkan pada pemberian santunan kematian bagi ahli waris PNS yang meninggal dunia.

5. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur;

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya aparatur Pemerintah dan DPRD dalam menunjang tugas – tugas kedinasan melalui pelaksanaan bintek dan diklat serta pengiriman peserta bintek / diklat / workshop, termasuk bintek pengadaan barang dan jasa pemerintah.

6. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan ;

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas akuntabiltas keuangan terutama dalam penyusunan perencanaan anggaran, penyusunan laporan kinerja dan penyusunan laporan keuangan daerah.

b. Program – Program Pelaksanaan Urusan :

1. Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah.

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas lembaga perwakilan rakyat daerah dalam melaksanakan tugas tugas kedewanan, seperti penetapan Raperda menjadi Perda dan penyerapan aspirasi masyarakat.

h a l | 2 6 4

2. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan.

Program ini diarahkan pada peningkatan kepastian hukum di daerah melalui penetapan produk hukum daerah, publikasi dan sosialisasi produk hukum daerah, pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum daerah. pemberian fasilitasi penanganan permasalahan hukum bagi SKPDdan masyarakat kurang mampu di Kota Semarang, serta pembinaan keluarga sadar hukum di daerah.

3. Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah.

Program ini diarahkan pada peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah melalui peningkatan silaturahmi, dialog, audensi dan koordinasi dengan masyarakat, Muspida, serta dengan pemerintah lain, baik pemerintah daerah lainya, pemerintah pusat, dan pemerintah negara lain. 4. Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah.

Program ini diarahkan pada peningkatan kerjasama antara pemerintah Kota Semarang dengan daerah lain baik di dalam maupun diluar negeri, seperti kerjasama Kedungsepur, APEKSI, Citynet Indonesia, Citynet Asia Pasifik, Sister City, dll.

5. Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat.

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitaspelayanan penanganan pengaduan masyarakat terhadap pelayanan publik Pemerintah Kota Semarang. 6. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian

Pelaksanaan Kebijakan KDH.

Program ini diarahkan pada upaya – upaya meminimalkan terjadinya pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Selain itu, program ini juga diarahkan pada peningkatan kualitas laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah.

7. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan.

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya aparatur pengawas intern pemerintah.

8. Program OptimalisasiPemanfaatan Tehnologi Informasi.

Program ini diarahkan padapenyempurnaan sistem informasi penyusunan APBD dan peningkatan data base kepegawaian melalui pemanfaatan tehnologi informasi. Disamping itu, program ini juga diarahkan pada peningkatan kualitas data/ informasi tentang perangkat kelurahan.

h a l | 2 6 5

9. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah. Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui upaya upaya intensifikasi / ekstensifikasi sumber-sember pendapatan asli daerah, dan peningkatan kualitas pelaksanaan APBD seperti peningkatan kualitas pengadaan barang dan jasa pemerintah, peningkatan kualitas pengelolaan barang daerah , serta penetapan standarisasi harga satuan, bahan dan upah.Selain itu, program ini juga diarahkan pada upaya peningkatan penyehatan BUMD melalui penyertaan modal BUMD.

10. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota . Program ini diarahkan pada peningkatan asistensi penyusunan laporan keuangan daerah kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

11. Program Pengelolaan Aset Daerah.

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas pengelolaan aset daerah yang meliputi pengadaan tanah, pengadministrasian dan pensertifikatan, pemanfaatan, pengendalian dan pengamanan, serta penghapusan aset daerah. 12. Program Pembinaan dan Peningkatan Organisasi Perangkat Daerah.

Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas organisasi perangkat daerah melalui peningkatan kualitas administrasi ketatalaksanaan, kajian penataan kelembagaan perangkat daerah, dan peningkatan kualitas analisa jabatan. Selain itu, program ini juga diarahkan pada peningkatan kualitas penyusunan indek kepuasan masyarakat (IKM) dan kualitas akuntabilitas pemerintah Kota Semarang.

13. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur.

Program ini diarahkan peningkatan kualitas pengelolaan kepegawaian seperti data kepegawaian, pengembangan karier PNS, rekruitmenCPNS, pembinaan disiplin PNS, serta pengembangan sistem informasi kepegawaian (SIMPEG). Selain itu, program ini juga diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan aparatur kelurahan melalui pemberian penghargaan bagi lurah yang berprestasi.

20.2 HASIL PENCAPAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN

Dalam penyelenggaraan urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian, hasil yang di capai pada tahun 2015 di kelompokkan dalam 3 sub urusan wajib, yaitu Sub Urusan Wajib Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum, Sub Urusan Wajib Administrasi Keuangan Daerah, dan Sub Urusan Wajib Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian

h a l | 2 6 6

1) SUB URUSAN WAJIB OTONOMI DAERAH DAN PEMERINTAHAN

UMUM

Pembangunan hukum daerah dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib otonomi daerah dan pemerintahan umum adalah merupakan suatu yang sangat diperlukan guna menciptakan adanya kepastian hukum di daerah. Keberhasilan dalam menciptakan kepastian hukum daerah ini akan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Beberapa upaya yang yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan terciptanya kepastian hukum di daerah diantaranya adalah dengan mengeluarkan berbagai produk hukum daerah baik yang berupa Peraturan Daerah, Keputusan DPRD, Peraturan Kepala Daerah maupun Keputusan kepala Daerah.

Pada tahun 2015, beberapa produk hukum yang dihasilkan oleh DPRD berupa Peraturan Daerah dan Keputusan DPRD adalah sebagai berikut : jumlah Raperda yang masuk dalam prolegda sebanyak Raperda 45 ditetapkan jadi Perda 12 Atau sekitar 26.67 %. Sedangkan pada tahun 2014, dari 42 Raperda yang masuk Prolegda telah berhasil ditetapkan oleh DPRD menjadi perda sebanyak 11 Perda, atau sekitar 26%.

Terkait keputusan yang dikeluarkan DPRD, pada tahun 2015 DPRD telah mengeluarkan keputusan sebanyak 36 keputusan dan semuanya telah ditindaklanjuti. Sedangkan pada tahun 2014, keputusan yang telah dikeluarkan DPRD sebanyak 35 keputusan.

JUMLAH PERDA DAN KEPUTUSAN DPRD