• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kependudukan

Dalam dokumen PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN (Halaman 49-71)

Struktur Kependudukan

Salah satu ciri kependudukan di negara berkembang adalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi. Pada tahun 2011, jumlah penduduk Kabupaten Karimun mencapai216.146 jiwa, sedangkan pada tahun 2014 jumlahnya meningkat menjadi 223.117 jiwa. Dengan demikian selama tiga tahun terakhir telah terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar 6.971 jiwa atau 2.323 jiwa per tahun.

Gambar 4.1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Penduduk Kabupaten Karimun 2011-2014 1,69 1,08 1,10 1,01 212000 214000 216000 218000 220000 222000 224000 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2011 2012 2013 2014 Jml Pddk LPP

34 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Meskipun jumlah penduduk Kabupaten Karimun terus menunjukkan perkembangan, namun secara laju pertumbuhan penduduk (LPP) ternyata justru menunjukkan tren yang menurun. Jika LPP pada tahun 2011 mencapai 1,69 persen, maka pada tahun 2014 nilainya hanya sebesar 1,01 persen. Dengan demikian selama empat tahun terakhir, LPP Kabupaten Karimun telah mengalami penurunan hampir 0,68 persen, dengan rata-rata LPP Kabupaten Karimun hanya berkisar 1,22 persen.

Tabel 4.1. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Karimun Menurut Kecamatan Tahun 2014

Kecamatan Luas Wilayah (Km2) Distribusi Jml Pddk (%) Kepadatan per Km2 Moro 447,92 8,15 41 Durai 62,98 2,84 101 Kundur 83,74 13,21 352 Kundur Utara 245,65 5,19 47 Kundur Barat 189,92 7,67 90 Ungar 55,53 2,66 107 Belat 109,34 2,93 60 Karimun 59,76 19,83 740 Buru 73,40 4,20 128 Meral 57,85 17,23 664 Tebing 76,35 10,81 316 Meral Barat 61,55 5,29 192 Kab. Karimun 1.524 100,00 146

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 35

Pada tahun 2014 Kabupaten Karimun merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam. Jika ditinjau menurut persebaran penduduk, terlihat bahwa terdapat kesenjangan kepadatan penduduk yang tidak merata antara wilayah. Pulau Karimun yang luasnya hanya 16,76 persen menanggung beban lebih dari 53 persen penduduk. Hal ini secara tidak langsung mengakibatkan kebijakan pembangunan menjadi bias perkotaan dan bias kewilayahan.

Gambar 4.2. Jumlah Penduduk Kabupaten Karimun Menurut Kecamatan Tahun 2014

36 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Secara umum kepadatan penduduk Kabupaten Karimun adalah sebesar 146 jiwa/km2, kecamatan Karimun sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan memiliki kepadatan terbesar yaitu 740 jiwa/km2. Sementara itu Kecamatan Moro yang memiliki luas wilayah terbesar hanya ditempati oleh 41 jiwa/km2. Jika ditinjau menurut jenis kelamin, pada tahun 2014 jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Karimun sebanyak 113.832 jiwa atau 51,02 persen, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 109.285 jiwa atau 48,98 persen. Beberapa Kecamatan yang baru terbentuk memiliki jumlah penduduk yang cukup besar diantaranya Ungar, Belat, dan Meral Barat.

Gambar 4.3. Kepadatan Penduduk Kabupaten Karimun Menurut Kecamatan Tahun 2014

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 37

Tabel 4.2. Jumlah Penduduk Kabupaten Karimun Tahun 2014 Menurut Kecamatan dan jenis Kelamin

Kecamatan Laki-laki Perempuan Laki-laki +Perempuan Moro 9.251 8.629 17.880 Durai 3.173 2.865 6.038 Kundur 14.410 14.644 29.054 Kundur Utara 5.901 5.634 11.535 Kundur Barat 8.625 8.268 16.893 Ungar 2.910 3.073 5.983 Belat 3.356 3.099 6.456 Karimun 22.638 21.986 44.624 Buru 4.693 4.354 9.047 Meral 19.924 18.716 38.640 Tebing 12.503 12.285 24.788 Meral Barat 6.448 5.732 12.181 Kab. Karimun 113.832 109.285 223.117

Sumber: BPS Kabupaten Karimun

Perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan dikenal sebagai Rasio Jenis Kelamin (RJK). Indikator ini digunakan untuk menggambarkan banyaknya jumlah penduduk laki-laki yang ada untuk setiap 100 orang penduduk perempuan. Nilai-nilai RJK yang ekstrim perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan kerawanan sosial.Rasio jenis kelamin Kabupaten Karimun sebesar 104. Sementara itu rasio jenis kelamin tertinggi Kabupaten Karimun berada di Kecamatan Meral Barat dengan nilai 113, dan yang paling rendah berada di Kecamatan Ungar dengan nilai 94. Dengan

38 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

demikian terdapat kecenderungan bahwa terdapat tingkat kelahiran atau migrasi penduduk laki-laki yang tinggi di Kecamatan Meral Barat dan sebaliknya terjadi di Kecamatan Ungar.

Gambar 4.4. Rasio Jenis Kelamin Penduduk Kabupaten KarimunMenurut Kecamatan Tahun 2014

Pertumbuhan Penduduk

Terjadinya perbedaan jumlah penduduk, kepadatan, dan disparitas rasio jenis kelamin antar wilayah tersebutdisebabkan oleh perbedaan potensi wilayah, dan pertumbuhan penduduk alamiah. Pertumbuhan penduduk secara alami dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, migrasi masuk dan keluar.

107 109 99 105 104 94 108 103 107 106 102 113 0 20 40 60 80 100 120 Kab. Karimun

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 39

Tabel 4.3. Jumlah Kelahiran dan Kematian diKabupaten Karimun Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2014

Kecamatan Lahir Mati

Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

Moro 209 199 13 10 Durai 114 86 1 2 Kundur 380 321 7 7 Kundur Utara 132 138 3 1 Kundur Barat 234 187 4 4 Ungar 52 65 5 4 Belat 112 58 2 0 Karimun 1.044 982 43 22 Buru 116 93 0 0 Meral 469 455 31 16 Tebing 352 342 19 9 Meral Barat 222 206 19 8 Kab. Karimun 3.438 3.130 147 83

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karimun

Pada Tahun 2014, tingkat kelahiran penduduk Kabupaten Karimun mencapai 6.568 jiwa, dimana 3.438 orang diantaranya merupakan laki-laki dan 3.130 orang diantaranya perempuan. Dengan demikian untuk setiap 100 bayi perempuan yang dilahirkan, terdapat 110 bayi laki-laki yang juga dilahirkan. Jumlah kelahiran tertinggi berada di Kecamatan Karimun, sementara jumlah kelahiran paling rendah berada di kecamatan Ungar.

40 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Jumlah kematian penduduk Kabupaten Karimun pada tahun 2014 tercatat sebesar 230 orang, dimana 147 diantaranya merupakan penduduk laki-laki dan 83 penduduk perempuan. Dengan demikian rasio kematian penduduk Kabupaten Karimun adalah 1,77 laki-laki untuk setiap 1 perempuan. Sementara itu, perbandingan antar jumlah kelahiran dan kematian adalah sebesar 28 penduduk baru untuk setiap penduduk yang meninggal.

Tabel 4.4. Jumlah Migrasi Penduduk Kabupaten Karimun Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2014

Kecamatan Datang Pindah

Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

Moro 337 394 459 542 Durai 86 116 130 155 Kundur 700 813 941 1116 Kundur Utara 338 392 544 632 Kundur Barat 434 503 446 574 Ungar 126 164 103 118 Belat 177 252 136 181 Karimun 1589 1669 2024 2132 Buru 242 283 307 352 Meral 1285 1411 1543 1631 Tebing 889 924 884 957 Meral Barat 459 472 243 255 Kab. Karimun 6662 7393 7760 8645

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 41

Jumlah migrasi masuk di Kabupaten Karimun tahun 2014 sebesar 14.055 jiwa. Dari jumlah tersebut 6.662 orang merupakan penduduk laki-laki dan 7.393 merupakan penduduk perempuan. Dengan demikian rasio migrasi masuk antara penduduk perempuan terhadap laki-laki adalah sebesar 1,11. Hal ini menarik mengingat karakter lapangan kerja yang tercipta di Kabupaten Karimun saat ini diominasi oleh sektor industri. Maka menjadi pertanyaan apakah penduduk perempuan yang datang ini dapat terserap pada lapangan kerja yang ada, atau hanya menjadikan Kabupaten Karimun sebagai tempat transit sementara.

Dugaan Kabupaten Karimun sebagai tempat transit terkonfirmasi oleh jumlah migrasi keluar wilayah yang lebih besar dibandingkan dengan migrasi masuk. Pada tahun 2014 jumlah migrasi keluar mencapai 16.405 jiwa. Dari jumlah tersebut 7.760 orang diantaranya merupakan laki-laki, dan 8.645 perempuan. Dengan demikian secara keseluruhan Kabupaten Karimun mengalami out migration sebesar 2.350 jiwa.

Wilayah dengan migrasi masuk terbesar berada di Kecamatan Karimun dan Meral dengan proporsi masing-masing sebesar 23 dan 19 persen. Wilayah dengan migrasi masuk paling sedikit berada diKecamatan Durai. Hal yang sama terjadi pada migrasi keluar, dimana wilayah dengan jumlah migran terbesar berada di Kecamatan Karimun dan Meral. Namun demikian, jumlah migrasi keluar paling rendah berada di Kecamatan Ungar.

42 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Berdasarkan Tabel 2.3. diketahui bahwa pertumbuhan Penduduk Kabupaten Karimun sebagian besar dipengaruhi oleh angka kelahiran yang cukup tinggi.

Gambar 4.5. Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Karimun Menurut Kecamatan Tahun 2014 (%)

Pada tahun 2014, laju pertumbuhan penduduk tertinggi Kabupaten Karimun berada di kecamatan Meral Barat sebesar 4,21 persen. Sementara itu laju pertumbuhan paling rendah berada di Kecamatan Kundur Utara sebesar -0,91 persen. Artinya setiap tahun jumlah penduduk Kecamatan Kundur Utara justru semakin berkurang. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bagi pengambilan kebijakan, khususnya dalam kerangka pengembangan wilayah kedepannya. 0,34 1 0,23 -0,91 1,04 1,81 2,47 1,37 0,43 0,61 1,52 4,21 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Kab. Karimun

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 43

Tabel 4.5. Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Karimun Tahun 2014 (%)

Kecamatan Laki-laki Perempuan Moro 0,36 0,32 Durai 0,97 1,02 Kundur 0,42 0,05 Kundur Utara (0,59) (1,24) Kundur Barat 1,16 0,92 Ungar 1,13 2,45 Belat 2,09 2,88 Karimun 1,17 1,59 Buru 0,49 0,36 Meral 0,42 0,81 Tebing 1,29 1,75 Meral Barat 3,18 5,39 Kab. Karimun 0,89 1,14

Sumber: BPS Kabupaten Karimun

Selain mengetahui laju pertumbuhan, informasi mengenai struktur umur penduduk juga sangat penting dalam perencanaan kebijakan pembangunan. Berdasarkan data jumlah penduduk menurut kelompok umur dapat disusun suatu piramida penduduk. Pada tahun 2014 diketahui bahwa piramida penduduk Kabupaten Karimun menonjol di dua titik, yaitu pada penduduk kelompok umur 5-14 tahun dan 25-39 tahun. Kondisi tersebut memberikan informasi terkait dua hal.

44 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Gambar 4.6. Piramida Penduduk Kabupaten Karimun Tahun 2014

Pertama, Angka kelahiran yang cukup tinggi selama satu dekade terakhir menyebabkan jumlah penduduk berada pada kelompok umur 5-14 tahun menjadi cukup besar. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh pemerintah melalui penyediaan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Kedua, telah terjadi migrasi keluar dalam skala yang cukup besar pada penduduk kelompok umur 15-24 tahun. Dalam hal ini, migrasi yang dilakukan dalam rangka bersekolah/kuliah, sehingga sangat mungkin bahwa mereka ini akan kembali pada beberapa waktu mendatang.

15.000 10.000 5.000 0 5.000 10.000 15.000 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-75 75+ Perempuan Laki-laki

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 45

Tabel 4.6. Distribusi Penduduk Usia Produktif Kabupaten Menurut Jenis Kelamin Karimun Tahun 2014 (%)

Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki +Perempuan 0-14 31,58 31,29 31,44 15-64 64,53 64,55 64,54 65+ 3,89 4,16 4,02

Jumlah 100 100 100

Sumber: BPS Kabupaten Karimun

Struktur umur penduduk Kabupaten Karimun membawa konsekuensi bagi tingkat produktivitas penduduk. Jika ditelaah lebih lanjut penduduk dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu penduduk muda (0-14 tahun), penduduk usia produktif (15-64 tahun) dan penduduk tua (diatas 65 tahun). Kondisi di Kabupaten Karimun menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia produktif mencapai 64,54 persen. Artinya Angka ketergantungan (Dependency

Ratio) mencapai 64,94 persen.

Semakin besar nilai Dependency Ratio maka dapat dikatakan bahwa jumlah penduduk tidak produktif yang menjadi tanggungan penduduk usia produktif semakin tinggi, sehingga tinggat kesejahteraan menjadi berkurang. Sebaliknya, jika nilai Dependency

Ratio semakin rendah, maka semakin banya penduduk usia

produktif yang dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi dan menghasilkan pendapatan. Konsep inilah yang melatarbelakangi asumsi akan adanya Bonus Demografi Indonesia pada tahun 2030.

46 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Gambar 4.7. Rasio Ketergantungan Penduduk Kabupaten KarimunMenurut Jenis Kelamin Tahun 2014 (%)

Selanjutnya, pembahasan terkait dengan berbagai pencapaian pembangunan dilaksanakan menurut wilayah tempat tinggal. Untuk menetukan apakah suatu wilayah tertentu termasuk daerah perkotaan atau pedesaan digunakan suatu indikator komposit (indikator gabungan) yang skor atau nilainya didasarkan pada skor atau nilai-nilai tiga buah variabel: kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan akses ke fasilitas umum. Semakin baik skor yang didapatkan, maka wilayah tersebut digolongkan sebagai perkotaan dan sebaliknya.

Pada tahun 2014, jumlah penduduk Kabupaten Karimun yang tinggal di wilayah perkotaan sebanyak 136.924 jiwa atau 60,83 persen. Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki yang tinggal di

48,94 48,48 48,71 6,03 6,45 6,23 44,00 46,00 48,00 50,00 52,00 54,00 56,00 L P L+P

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 47

daerah perkotaan sebesar 60,64 persen, sedangkan penduduk perempuan mencapai 61,02 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dari segi kepadatan penduduk dan keberadaan fasilitas umum, Kabupaten Karimun termasuk kedalam wilayah yang cukup maju.

Tabel 4.7. Jumlah Penduduk Kabupaten Karimun Menurut Klasifikasi Wilayah Tempat Tinggal dan Jenis Kelamin Tahun 2014 (%)

Wilayah Laki-laki Perempuan Laki-laki +Perempuan

Perkotaan 60,64 61,02 60,83

Perdesaan 39,36 38,98 39,17

Total 100 100 100

Sumber: BPS Kabupaten Karimun Rumah Tangga

Jumlah rumah tangga di Kabupaten Karimun pada tahun 2014 mencapai 54.233 jiwa. Jumlah terbesar berada di Kecamatan Karimun sebanyak 20,37 persen. Sementara itu jumlah rumah tangga terkecil berada di Kecamatan Durai sebanyak 2,77 persen.Rata-rata setiap rumah tangga di Kabupaten Karimun terdiri atas 4-5 orang. Wilayah dengan yang memiliki rata-rata jumlah anggota rumah tangga tertinggi berada di Kecamatan Meral Barat, sementara rata-rata jumlah anggota rumah tangga paling sedikit berada di Kecamatan Kundur.

48 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Tabel 4.8 Jumlah Rumah Tangga dan Rata-Rata Jumlah Anggota Rumah Tangga di Kabupaten Karimun Menurut Kecamatan Tahun 2014

Kecamatan Jml Rumah Tangga Rata-rata Jml ART

Moro 4.456 4,08 Durai 1.502 4,22 Kundur 7.629 3,86 Kundur Utara 2.848 4,07 Kundur Barat 4.176 4,10 Ungar 1.415 4,19 Belat 1.581 4,13 Karimun 11.048 4,00 Buru 2.342 4,00 Meral 8.760 4,39 Tebing 5.874 4,11 Meral Barat 2.602 4,53 Kab. Karimun 54.233 4,11

Sumber: BPS Kabupaten Karimun

Banyaknya anggota rumah tangga akan berpengaruh pada kesejahteraan penduduk. Hal ini utamanya terkait dengan biaya hidup yang harus ditanggung oleh rumah tangga. Secara umum, biaya hidup akan lebih kecil pada rumah tangga dengan jumlah anggota rumah tangga yang sedikit bila dibandingkan dengan rumah tangga yang beranggotakan lebih banyak.

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 49

Ketenagakerjaan

Dalam publikasi ini batasan usia kerja yang digunakan adalah adalah 15 tahun keatas. Karena jenis kegiatan yang dilakukan oleh setiap penduduk pada kelompok umur ini berbeda-beda, maka secara umum Penduduk Usia Kerja (PUK) tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu Angkatan Kerja (AK) dan Bukan Angkatan Kerja (BAK). Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja yang terlibat dalam kegiatan ekonomi yaitu penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan. Sedangkan yang termasuk Bukan Angkatan Kerja adalah mereka yang mengurus rumah tangga, sekolah dan lainnya (pensiun, penerima transfer/kiriman, penerima deposito/bunga bank, jompo atau alasan lain.

Pada tahun 2014, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Karimun yang tergolong dalam angkatan kerja mencapai 97.964 orang. Dengan demikian, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 63,97 persen. Dari jumlah tersebut, 59,73 persen diantaranya merupakan mereka yang bekerja, sementara 4,25 persen sisanya tergolong sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, atau menganggur. Sementara itu golongan bukan angkatan kerja jumlahnya mencapai 55.166 orang, didominasi oleh kegiatan mengurus rumah tangga yang mencapai 24,23 persen, disusul oleh sekolah sebesar 7,03 persen dan lainnya sebesar 4,77 persen.

50 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Tabel 4.9. Jumlah Penduduk Kabupaten Karimun Usia 15 Tahun Keatas Menurut Kegiatan Utama Tahun 2014 (%)

Kegiatan Utama Laki-laki Perempuan Laki-laki +Perempuan Angkatan Kerja (%)

a. Bekerja 79,91 38,79 59,73

b. Mencari pekerja 4,99 3,48 4,25

Bukan Angkatan Kerja (%)

a. Sekolah 6,74 7,32 7,03

b. Mengurus rumah tangga 1,38 47,93 24,23

c. Lainnya 6,98 2,48 4,77

Jumlah (%) 100 100 100

Jumlah Angkatan Kerja 66.188 31.776 97.964

TPAK (%) 84,90 42,27 63,97

Tk Pengangguran Terbuka (%) 5,87 8,23 6,64

Sumber: BPS Kabupaten Karimun

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara penduduk laki-laki dan perempuan dalam struktur ketenagakerjaan. Pada penduduk laki-laki, tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 84,90 persen sedangkan perempuan hanya sebesar 42,27 persen atau separuhnya. Senada dengan itu, jumlah penduduk laki-laki yang bekerja juga mencapai 79,91 persen, dua kali lipat dibandingkan dengan perempuan yang hanya sebanyak 38,79 persen. Penduduk perempuan lebih banyak yang termasuk kedalam bukan angkatan kerja, khususnya mengurus rumah tangga. Mereka yang tergolong kedalam jenis ini jumlahnya mencapai 47,93 persen dari jumlah PUK perempuan.

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 51

Pada tahun 2014, jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 21.950 orang atau 23,94 persen. Lapangan usaha lain yang banyak menyerap tenaga kerja adalah peradagangan, hotel dan restoran. Jumlah tenaga kerja yang diserap oleh sektor ini mencapai 22,34 persen. Sektor lain yang juga menyerap tenaga kerja cukup besar adalah jasa kemasyarakatan dan perorangan dengan besaran mencapai 19,84 persen.

Tabel 4.10. Jumlah Penduduk Kabupaten Karimun Berumur 15 Tahun Keatas Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin Tahun 2014 (%)

Lapangan Usaha Laki-laki Perempuan Laki-laki +Perempuan Pertanian, Perkebunan,

Kehutanan, Perburuan & Perikanan

25,28 21,09 23,94

Pertambangan dan Penggalian 4,83 1,03 3,61

Industri 7,09 9,11 7,74

Listrik, Gas dan Air Minum 1,59 0,07 1,10

Konstruksi 20,51 0,50 14,10

Perdagangan, Rumah Makan dan Jasa Akomodasi

15,98 35,82 22,34

Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi

7,94 2,20 6,10

Lembaga Keuangan, Real Estate, Ush Persewaan & Jasa Perusahaan

0,70 2,36 1,24

Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan

16,06 27,83 19,84

Jumlah 100 100 100

52 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

Selain dipengaruhi oleh lapangan usaha tempat bekerja, tingkat kesejahteraan penduduk juga dipengaruhi oleh lamanya waktu dalam bekerja. Seyogyanya, seorang dapat dikatakan bekerja secara penuh dan produktif jika memiliki jam kerja lebih dari 35 jam per minggu. Dengan bekerja rata-rata lima jam per hari, maka penduduk bisa mendapatkan penghasilan yang memadai. Jika seseorang memiliki jam kerja kurang dari 35 jam per minggu maka dikatakan sebagai setengah pengangguran.

Gambar 4.8. Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Karimun Menurut Jam Kerja Selama Seminggu Tahun 2014 (%)

Jika ditinjau menurut produktifitas, maka dapat dikatakan bahwa sebagian besar penduduk Kabupaten Karimun termasuk kedalam kategori bekerja secara penuh. Jumlah penduduk yang

0 10 20 30 40 50 60 2009 2010 2011 2012 2013 2014 < 10 10 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 59 60 +

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 53

bekerja lebih dari 35 jam seminggu mencapai 69,5 persen, dimana 39,97 persen diantaranya merupakan mereka yang bekerja antara 45-59 jam per minggu. Sementara itu jumlah setengah pengangguran sebesar 30,5 persen, dengan jumlah penduduk yang bekerja kurang dari 10 jam per minggu hanya sebesar 1,87 persen.

Tabel 4.11. Jumlah Pencari Kerja di Kabupaten Karimun Menurut Bulan, Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2014 Bulan 15-19 20-54 >54 L+P L P L P L P Januari 6 1 22 9 - - 38 Februari 6 2 20 14 - - 42 Maret 3 - 18 7 - - 28 April 3 1 21 4 - - 29 Mei 4 1 26 31 1 - 63 Juni 12 4 57 63 - - 136 Juli - - 15 13 - - 28 Agustus 20 10 70 50 - - 150 September 9 9 47 30 - - 95 Oktober 4 4 18 10 - - 36 November 3 2 14 16 - - 35 Desember 4 2 31 20 - - 57 Jumlah 74 36 359 267 1 0 737

Sumber: Dinas Tenaga kerja Kabupaten Karimun

Selain jumlah penduduk yang kurang produktif, banyaknya jumlah penduduk usia kerja yang masih menganggur juga menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah. Dengan tingkat pengangguran

54 PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014

yang mencapai 6,64 persen tahun 2014, sebagian besar diantara pencari kerja merupakan mereka yang berada pada bukan usia sekolah yaitu 20-54 tahun. Pertambahan jumlah pencari kerja tersebut terutama terjadi ketika masa kelulusan sekolah dan sebelum atau sesudah lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja formal yang tersedia bagi penduduk Kabupaten Karimun masih perlu ditingkatkan.

PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN

2014 55

5. Sosial

Dalam dokumen PROFIL PEMBANGUNAN KABUPATEN KARIMUN (Halaman 49-71)

Dokumen terkait