BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kepustakaan Yang Relevan
Kajian pustaka merupakan paparan atau konsep yang mendukung pemecahan masalah dalam suatu penelitian. Paparan atau konsep tersebut berasal dari pendapat para ahli, empiris (pengalaman peneliti), dokumentasi, dan nalar penelitian yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Penulisan skripsi ini merujuk ke beberapa buku pendukung yang relevan.
Buku-buku yang digunakan skripsi ini adalah
1. “Kearifan Lokal (hakikat, peran, dan metode tradisi lisan),” yang ditulis Sibarani, 2014 dalam buku ini dinyatakan bahwa tradisi tidak sekedar penuturan, melainkan konsep pewarisan sebuah budaya dan bagian dari diri kita sendiri sebagai makhluk sosial menurut (Pudentia, 2010) tradisi lisan tidak hanya kelisanan yang membutuhkan tuturan seperti peribahasa, dongeng, legenda, mantra, dan pantun, tetapi juga bagaimana kelisanan itu diwariskan secara epistemologi dan suatu tradisi lisan yang hidup bagi setiap etnik di Indonesia yang berisi nilai dan norma budaya dalam mengatasi dan menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Dalam hal ini, tradisi lisan menjadi sumber kearifan lokal untuk mengatur tatanan kehidupan secara arif atau bijaksana. Kearifan lokal adalah nilai budaya lokal yang dimanfaatkan untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat secara arif.
2. Buku selanjutnya yaitu “Pembentukan karakter (langkah-langkah berbasis kearifan lokal),” yang ditulis Sibarani, 2015 dalam buku ini dinyatakan bahwa pembentukan karakter bertujuan untuk membentuk manusia berkarakter etos kerja dan berkarakter etika baik. Karakter etos kerja berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan karakter etika baik berupaya menciptakan kedamaian sehingga tercipta manusia, masyarakat, dan bangsa yang damai dan sejahtera .pembentukan karakter berbasis kearifan lokal berusaha untuk membentuk karakter seseorang dengan menerapkan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam tradisi budaya bangsa. Budaya yang terdapat dalam tradisi budaya bangsa. Pembentukan karakter seperti itu yang akan menghasilkan karakter seseorang diterima dimasyarakat dan yang sesuai dengan kbutuhan bangsa. Pengenalan nilai budaya dan penjelasan mengenai peran nilai-nilai budaya tersebut untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat sangat penting dilakukan agar anak-anak dan generasi muda memahami manfaat praktisnya. Pembentukan karakter mencakup segala usaha terencana dan membangun karakter disegala ranah dengan berbagai tipe, metode, strategi , dan prosedur pembentukan karakter.
3. Skripsi yang ditulis oleh Berliana Beata Nababan (2015) dengan judul
“Kearifan lokal tradisi Bertani Padi di Baktiraja : kajian Antropolinguistik”.
Skripsi ini membahas tentang tahapan menanam padi,ritual ritual bertani pada masyarakat Batak Toba di Baktiraja dan Kearifan lokal bertani padi.
Konstribusi skripsi ini terhadap skripsi penuis yaitu membantu penulis dalam
mengetahui tahap tahap dan ritual serta kearifan lokal yang terdapat dalam bertani padi pada objek yang penulis teliti.
4. Buku sumber selanjutnya yaitu “Kearifan Lokal Gotong-royong Pada Upacara Adat Etnik Batak Toba,” (Sibarani, 2014). Buku ini menjelaskan konsep gotong-royong yang terdapat dalam perumpamaan Batak Toba sebagai memori kolektif, bahkan sebagai penyimpan kegotong-royongan dalam masyarakat Batak Toba. Berdasarkan memori kolektif itu, konsep kegotong-royongan mencakup nilai gotong-royong, yakni saling mendukung, saling mengiakan, saling menyetujui, saling membantu, saling bekerja sama, bersama-sama bekerja, saling memahami, dan mendukung.
5. Kemudian dalam laporan hasil penelitian Sibarani, dkk, 2014 yang berjudul
”Pola Gotong-royong dan Model Revitalisasinya Pada Masyarakat Batak Toba,” gotong royong merupakan pekerjaan atau aktivitas yang harus kompak, serempak, dam bersama-sama begitu juga dalam hal nya menanam padi pada masyarakat Batak Toba di Desa Baktiraja.
2.1.1 Pengertian Sejarah Tradisi
Sejarah adalah gambar tentang peristiwa – peristiwa masa lampau yang dialami oleh manusia, disusun secara ilmiah, meliputi ukuran waktu, diberi tafsiran dan analisa kritis, sehingga mudah dimengerti dan dipahami (Hugiono dan Poerwanto 1992: 9). Sedangkan menurut Abdahman Hamid dan Muh. Saleh Madjid (2011:10) sejarah adalah bidang
kajian yang memahami manusia dan tindakannya yang selalu berubah dalam ruang dan waktu sejarah.
Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa sejarah merupakan cerita perubahan – perubahan, peristiwa atau kejadian – kejadian masa lampau yang telah diberi tafsir atau alasan yang dikaitkan sehingga mmembentuk suatu pengertian yang lengkap.
Tradisi adalah kebiasaan yang diwariskan dari suatu generasi kegenerasi berikutnya secara turun-temurun, mencakup berbagai nilai budaya yang meliputi adat istiadat, sistem kepercayaan, dan sebagainya, kata tradisi berasal dari bahasa Latin“tradition” yang berarti diteruskan.
Dalam pengertian yang paling sederhana, tradisi diartikan sebagai sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Dalam pengertian tradisi ini, hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan oleh karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah. Selain itu, tradisi juga dapat diartikan sebagai kebiasaan bersama dalam masyarakat manusia, yang secara otomatis akan mempengaruhi aksi dan reaksi dalam kehidupan sehari-hari para anggota masyarakat itu, bisaanya dari suatu Negara, kebudayaan waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah. sebagai pengatahuan yang telah
diwariskan secara turun-temurun termasuk cara penyampaian doktrin dan praktek tersebut.
Tradisi merupakan sebuah persoalan dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana tradisi tersebut terbentuk. Menurut Funk dan Wagnalls seperti yang dikutip oleh Muhaimin tentang istilah tradisi di maknai sebagaipengatahuan, doktrin, kebisaaan, praktek dan lain-lain yang dipahami 2.1.2 Pengertian Tahapan dan Ritual
Tahapan atau proses merupakan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu keadaan atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tahapan atau proses yang dikemukakan oleh Gibson sebagai berikut : “Aktivitas yang memberikan nafas kehidupan bagi kehidupan organisasi, proses yang umum adalah komunikasi, evaluasi, prestasi kerja, keputusan, sosialisasi dan pengembangan karier”. (1989 : 21) Kemudian Tahapan atau proses dikemukakan oleh Handayaningrat sebagai berikut :“Proses adalah rangkaian tahap kegiatan mulai dari penentuan sasaran samapai dengan berakhirnya sasaran untuk tercapainya tujuan”. (1995 : 20) Dari beberapa pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Tahapan atau proses merupakan suatu rangkaian kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya melalui tahap-tahap komunikasi, evaluasi, prestasi kegiatan, keputusan, sosialitas dan pengembangan karier yang dapat membantu meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktifitas kerja.
Ritual merupakan bagian khusus dari tradisi dimana banyak studi atau penelitian folkloris sebagai kategori yang membedakan folklore.
Ritual-ritual diulangi, perilaku yang menjadi kebiasaan tetapi lebih bertujuan daripada kebiasaan.Ritual sering sangat terorganisir dan terkendali, sering dimaksudkan untuk menunjukkan atau mengumunkan keanggotaan dalam kelompok. Kebanyakan ritual mempertemukan banyak cerita rakyat lisan tertentu seperti nyanyian,pembacaan puisi atau lagu, biasanya seperti gerak tubuh, tarian atau gerak gerik dan material seperti makanan, buku, pemberian,pakaian dan kostum.
Secara umum, ritual merupakan pertujunkan yang diulangi, berpola dan sering meliputi tindakan seremonial yang menghubungkan symbol-simbol perilaku, pengulangan dan mungkin yang lebih penting bagi kita untuk bias mengenali ritual mereka memiliki sebuah kerangka yang menunjukan saat ritual dimulai dan berakhir (Myerhoff; 1977: 200).
Kebanyakan ritual bergaya, sangat kontekstual, aktivitasyang sangat simbolik yang memungkinkankelompok untuk menyatakan atau mewujudkan ide-ide tradisi tertentu, nilai-nilai dan kepercayaan.