Racun pestisida masuk kedalam tubuh melalui pernafasan, tertelan melalui mulut maupun diserap oleh tubuh. Gejala keracunan akan berkembang selama pemaparan atau 12 jam kontak. Pestisida yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami perubahan secara hidrolisa di dalam hati dan jaringan-jaringan lain. Hasil dari perubahan/pembentukan ini mempunyai toksisitas rendah dan akan keluar melalui urine (Prijanto, 2009).
Melalui kulit hal ini dapat terjadi apabila pestisida terkena pada pakaian atau langsung pada kulit. Ketika petani memegang tanaman yang baru saja
disemprot, ketika pestisida terkena pada kulit atau pakaian, ketika petani
mencampur pestisida tanpa sarung tangan, atau ketika anggota keluarga mencuci
pakaian yang telah terkena pestisida. Untuk petani atau pekerja lapangan, cara
Melalui pernapasan Hal ini paling sering terjadi pada petani yang
menyemprot pestisida atau pada orang-orang yang ada di dekat tempat
penyemprotan. Perlu diingat bahwa beberapa pestisida yang beracun tidak berbau.
Melalui mulut hal ini terjadi bila seseorang meminum pestisida secara
sengaja ataupun tidak, ketika seseorang makan atau minum air yang telah
tercemar, atau ketika makan dengan tangan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
setelah berurusan dengan pestisida.
2.3.2 Tipe Keracunan Pestisida
Semua pestisida mempunyai bahaya potensial bagi kesehatan. Ada dua
tipe keracunan, yaitu :
1. Keracunan Akut
Terjadi bila efek-efek keracunan pestisida dirasakan langsung pada saat itu.
Efek akut lokal terjadi bila efeknya hanya mempengaruhi bagian tubuh yang
terkena kontak langsung dengan pestisida. Efek akut lokal biasanya berupa iritasi,
seperti rasa kering, kemerahan dan gatal-gatal di mata, hidung, tenggorokan dan
kulit; mata berair dan batuk.Atau berupa masalah-masalah kulit, seperti
kemerahan, gatal-gatal, kudis, melepuh dan kulit kehilangan warna.Gejala yang
umum dari keracunan pestisida adalah bila kuku-kuku jari berubah warna menjadi
hitam atau biru. Pada kasus- kasusyang lebih serius kuku-kuku jari akan lepas.
Efek sistemik muncul bila pestisida masuk kedalam tubuh manusia dan
mempengaruhi seluruh sistem tubuh. Darah akan membawa pestisida ke seluruh
bagian dari tubuh dan mempengaruhi mata, jantung, paru-paru, perut, hati,
bekerjanya tergantung pada jenis bahan kimia, waktu dan kadar racun dalam
pestisida tersebut.
Pestisida adalah bahan beracun yang dapat diserap oleh tubuh melalui kulit.
Kemudian kulit akan dirusak oleh bahan-bahan kimia yang beracun ini dari
dalam. Kadang-kadang kulit bereaksi berupa alergi terhadap pestisida atau
komponen lain dalam formula racun tersebut. Kulit dapat bereaksi dengan kuat
walaupun hanya terkena dalam jumlah sedikit. Sinar matahari dapat memperburuk
beberapa penyakit kulit yang diakibatkan oleh pestisida.
2. Keracunan Kronis
Terjadi bila efek-efek keracunan pada kesehatan membutuhkan waktu untuk
muncul atau berkembang. Efek-efek jangka panjang ini dapat muncul setelah
berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah terkena pestisida.
Banyak pestisida yang digunakan di bidang pertanian sangat berbahaya bagi
otak dan syaraf. Bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi sistem syaraf disebut
neurotoksin. Beberapa gejala dari penyakit pada otak yang disebabkan oleh
pestisida adalah masalah ingatan yang gawat, sulit berkonsentrasi, perubahan
kepribadian, kelumpuhan, kehilangan kesadaran dan koma.
Hati adalah organ tubuh yang berfungsi menetralkan bahan-bahan kimia
beracun, maka hati itu sendiri sering kali di rusak oleh pestisida. Hal ini dapat
menyebabkan hepatitis.
Muntah-muntah, sakit perut dan diare adalah gejala umum dari keracunan
pestisida. Banyak orang yang bekerja dengan pestisida selama bertahun-tahun,
sengaja atau tidak) efeknya sangat buruk pada perut dan tubuh secara umum.
Pestisida merusak langsung melalui dinding-dinding perut.
Reaksi alergi adalah gangguan sistem kekebalan tubuh manusia. Hal ini adalah
reaksi yang diberikan tubuh kita terhadap bahan-bahan asing. Pestisida bervariasi
dalam mengakibatkan reaksi alergi, setiap orang memberi reaksi berbeda untuk
derajat penggunaan pestisida yang berbeda pula. Beberapa jenis pestisida telah
diketahui dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara yang
lebih berbahaya. Beberapa jenis pestisida dapat melemahkan kemampuan tubuh
untuk menahan dan melawan infeksi. Ini berarti tubuh kita menjadi lebih mudah
terkena infeksi. Atau, jika telah terjadi infeksi penyakit ini menjadi lebih serius
dan makin sulit untuk disembuhkan.
Penelitian terhadap hewan menunjukan bahwa pestisida mempengaruhi
produksi hormon dalam tubuh. Hormon adalah bahan kimia yang diproduksi oleh
organ-organ seperti otak, tiroit, paratiroit, ginjal, adrenalin, testis dan ovarium
untuk mengontrol fungsi-fungsi tubuh yang penting.Beberapa pestisida
mempengaruhi hormon reproduksi yang dapat menyebabkan penurunan produksi
sperma pada pria atau pertumbuhan telur yang tidak normal pada wanita.
Beberapa pestisida dapat menyebabkan pelebaran tiroid yang akhirnya kanker
tiroid.(Romeo Quijano dan Sarojeni VR, 1999). 2.3.3 Gejala Keracunan Pestisida
Menurut Romeo Quijano dan Sarojeni VR (1999) menyatakan bahwa gejala keracunan pestisida :
Seseorang yang keracunan dapat menunjukan beberapa atau seluruh gejala
berikut ini, tergantung kepada jenis pestisida dan jangka waktunya. Sangatlah
tidak biasa untuk hanya muncul satu gejala. Seseorang mungkin keracunan ringan
dan tidak mengenali gejala-gejala ini, terutama jika munculnya secara bertahap.
Gejala tersebut seperti pusing, mata kabur, diare, sakit perut, sakit dada, mual dan muntah-muntah, keringat berlebihan, sakit kepala, sakit otot dan keluar air
berlebihan dari mata, hidung dan mulut kram.
2. Gejala Keracunan Sedang
Gejala-gejala untuk keracunan tingkat sedang sama dengan gejala untuk
keracunan ringan ditambah beberapa gejala lain, seperti : sempoyongan, bingung,
badan lemah, susah konsentrasi, kejang otot pupil mata mengecil(miosis).
Jika keracunan ini terjadi selama beberapa hari atau lebih, gejala lainnya
adalah: Gelisah terus menerus, susah tidur, mimpi buruk. Bila hal ini terus
berlanjut maka keracunan berat dapat terjadi. Seorang pekerja yang keracunan
sedang dapat mengalami beberapa atau seluruh gejala tadi, tergantung pada jenis
pestisida dan jangka waktunya.
3. Gejala Keracunan Berat
Gejala-gejala keracunan berat karena pestisida gas syaraf sama seperti
yang telah disebutkan di atas ditambah kehilangan kesadaran, pengeluaran air seni
dan defekasi tanpa sadar, koma, pupil mata menjadi sangat kecil (marked miosis),
bibir dan kuku membiru (cyanosis), sesak nafas, sawan, kematian. Jika keracunan
berat tidak dikenali dan dirawat dengan baik dan benar, korban dapat mengalami