BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.4 Kerangka Berfikir
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti melakukan tahapan-tahapan kegiatan dengan mengikuti rencana kegiatan yang telah tertulis di dalam kerangka berfikir.
Dalam kerangka berfikir meliputi metode pengumpulan data dan metode pengembangan sistem.
Metode
Gambar 3.1 Kerangka Berfikir
ANALISIS, PERANCANGAN, DAN IMPLEMENTASI
4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Observasi
Peneliti melalukan observasi langsung pada saat pelaksanaan sertifikasi guru pada tanggal 15 sampai dengan 17 Juni 2017 di Sekolah Islam ABATA Srengseng, Jakarta Barat dan juga observasi yang kedua dilakukan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Fath Ciledug Kota Tangerang. Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses dari awal seorang calon guru yang ingin mengajar menggunakan metode ummi melakukan tashih sehingga lulus dan masuk ke dalam proses sertifikasi pengajar metode ummi untuk mendapatkan hasil sertifikasi.
4.1.2 Wawancara
Wawancara yang dilakukan oleh peneliti ditujukan kepada salah seorang Trainer yaitu Al-Ustad Muhammad Al-Badru S.Pd, yang merupakan seseorang yang sudah mendapat sertifikat untuk melayani orang-orang yang ingin melakukan Tashih Al-Quran khususnya para calon guru yang ingin menggunakan metode ummi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara ini adalah mendapakan parameter sebagai variabel inputan yaitu variabel yang digunakan untuk menidentifikasikan seorang calon guru yang melakukan sertifikasi pengajar ummi.
Peneliti melakukan pembelajaran terhadap buku atau jurnal dengan mengacu pada tema pembahasan judul penelitian. Yaitu buku pedoman dari Ummi Foundation yang menjadi lembaga penemu metode pembelajaran Qur’an Ummi, serta buku dan tiga jurnal nasional maupun jurnal internasional yang berkaitan dengan penelitian ini. Sebagai sumber referensi dan bahan acuan terhadap aplikasi yang akan dibuat dijadikan bahan pertimbangan dan acuan untuk menghasilkan aplikasi yang lebih baik. Tabel 4.1 adalah tabel studi pustaka sejenis.
Peneliti menggunakan 4 studi pustaka terbitan 2014 sampai dengan 2017, yang sudah terdaftar pada jurnal nasional maupun internasional. Studi pustaka yang pertama berjudul, Implementasi Metode Klasifikasi Naïve Bayes Dalam Memprediksi Besarnya Penggunaan Listrik Rumah Tangga yang ditulis oleh Alfa Saleh. Studi pustaka kedua berjudul Penerapan Algoritma Naive Bayes Untuk Mengklasifikasi Data Nasabah Asuransi ditulis oleh Bustami. Studi pustaka ketiga berjudul Penerapan Naive Bayes untuk Prediksi Penyakit Tuberculosis ditulis oleh Rizal Ameiga Putra. Studi literatur keempat berjudul Sistem Pengambil Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Penerima Kredit Mobil di PT. Adira Finance Cabang Kota Pasuruan oleh Prakasa Putra Irawan, M. Misdram, dan Ratih Fitri Aini.
Judul Penulis Index Berbasis
Web Berbasis Desktop Pengujian >2 Class Aplikasi Dibuat Sendiri Atribut Data
Sampel Data Implementasi Metode Klasifikasi Naïve Bayes Dalam
Memprediksi Besarnya Penggunaan Listrik Rumah Tangga
Alfa Saleh Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 – Juli
2015 ISSN: 2354-5771
- V V - 6 60
Penerapan Algoritma Naive Bayes Untuk Mengklasifikasi Data Nasabah Asuransi
Bustami JURNAL
INFORMATIKA Vol.
8, No. 1, Januari 2014
- V - V 9 20
Penerapan Naive Bayes untuk Prediksi Penyakit Tuberculosis
Sistem Pengambil Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Penerima Kredit Mobil di PT. Adira Finance Cabang Kota Pasuruan
Putra
Implementasi Algoritma Naive Bayes pada Sistem Pendukung Kelayakan Sertifikasi Guru Al-Qur'an Metode Ummi Berbasis Web
Faizal
Bahri - V - V V >9 200
48
UIN Syarif Hidayatulla
4.2.1 Identifikasi Masalah
Dari hasil observasi yang penliti amati di yayasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Fath, peneliti melihat adanya ketidak adaan efesiensi waktu dalam melakukan kualifikasi hasil tashih Al-Quran secara manual dalam metode ummi ini, hal itu dikarenakan seorang calon guru harus meunggu trainer dari pusat untuk memutuskan hasil, kemudian juga peneliti melihat adanya ketidak seragaman dalam penilaian sehingga dari satu trainer dengan trainer lainnya memberikan penilaian yang berbeda.
Sehingga para calon guru pun banyak yang kebingungan pada hasil akhirnya. Kemudian dari hasil wawancara kepada seorang trainer peneliti mendapatkan hasil aturan baku cara untuk menentukan hasil klasifikasi sertifikasi Qur’an metode ummi yang berupa parameter dari buku-buku pelajaran Qur’an metode ummi dari mulai jilid 1 sampai dengan jilid Ghoribul Quran.
4.2.2 Analisa Sistem
Proses sertifikasi yang dilakukan oleh TPQ untuk melakukan sertifikasi guru pengajar qur'an metode ummi ini masih banyak dilakukan secara manual.
Terlebih saat ingin mengetahui hasil dari keikutsertaan sertifikasi peserta banyak menemukan kendala, berupa kecepatan waktunya, nilai tashih, nilai tes coaching mengajar mereka. Kesemuanya harus menunggu hasil dari pusat.
Mengacu pada kendala-kendala yang telah dijelaskan diatas, maka TPQ Al-Fath membutuhkan sistem untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
lebih efisien dalam pelaksanaannya.
4.2.3 Analisa Sistem Berjalan
Mengajukan Pendaftaran Sertifikasi / Registrasi
Calon Peserta Trainer TPQ
Menyimpan Data Diri Peserta
Trainer TPQ
Sistem
Trainer TPQ Penguji Tashih /
Trainer Ummi Pusat
Memberikan Data Peserta Menguji Bacaan (Tashih) Quran oleh Trainer
Tashih Quran
Admin Ummi Pusat Memberikan Nilai Hasil Tashih Untuk
direkap ke Sistem
Penguji Tashih / Trainer Ummi
Pusat
Memberikan Nilai Hasil Tashih &
Training, Workshop Guru Qur’an Metode Ummi Peserta
Peserta Melakukan Training &
Workshop Guru Qur’an Metode Ummi
Admin Ummi Pusat
Sertifikat Kelulusan Sertifikasi
Trainer TPQ Peserta
Gambar 4.1 Skema Sistem Berjalan
TPQ-Al-Fath Paninggilan Ciledug:
1. Calon peserta / guru datang ke kantor sekretariat, kemudian mengajukan diri untuk menjadi pengajar dengan melakukan registrasi yaitu mengisikan data pribadi dan pengalaman atau Curriculum Vitae (CV).
2. Setelah itu Trainer TPQ menginput data peserta ke dalam sistem dan memberikan data tersebut kepada Trainer ummi pusat sebelum melakukan uji tashih.
3. Setelah itu Trainer ummi pusat melakukan pengujian dengan memberikan beberapa ayat-ayat Al-Qur'an untuk diklasifikasi kemampuan bacaan si calon guru, tentunya dengan ayat-ayat yang mencakup hukum-hukum tajwid dasar berserta ghoribul Quran.
3. Setelah selesai tashih maka trainer memberikan data kepada Trainer TPQ untuk disimpan ke dalam sistem.
4. Kemudian peserta melakukan workshop dan trainng guru qur’an metode ummi.
5. Trainer pusat akan memberikan semua data penilaian peserta sertifikasi kepada admin pusat Ummi Foundation.
6. Admin pusat selanjutnya akan memberikan hasil dari sertifikasi berupa sertifikat kelulusan sertifikasi guru qur’an metode ummi.
7. Peserta menunggu paling lambat satu bulan untuk mengetahui hasil sertifikasi dari ummi foundation yang akan diberikan kepada Trainer TPQ.
sertifikat kelulusan sebagai pengajar atau guru qur’an metode ummi jika peserta yang bersangkutan dinyatakan lulus atau layak.
4.2.4 Sistem Usulan
Registrasi Data Diri Peserta Calon Peserta
Validasi Peserta
Trainer TPQ SPK GURU UMMI
Admin Ummi Pusat
Calon Peserta SPK GURU UMMI
SPK GURU UMMI
Gambar 4.2 Skema Sistem Usulan
Berikut uraian sistem usulan untuk TPQ Al-Fath:
1. Peserta calon guru melakukan registrasi pada sistem SPK guru ummi.
2. Trainer melakukan validasi data diri peserta calon guru ummi.
3. Setelah peserta calon guru tervalidasi maka peserta dapat melakukan ujian tashih dengan melakukan upload video sesuai soal ujian tashih ke dalam sistem SPK guru ummi.
4. Trainer pusat sebagai penguji kemudian akan memberikan penilaian ke dalam sistem dengan melihat video yang telah diupload oleh peserta.
5. Setelah diberikan nilai selanjutnya Admin ummi pusat akan mengolah data peserta dan mengklasifikasi kelulusan peserta dengan bantuan sistem yang telah menggunakan algoritma Naïve Bayes.
6. Hasil kelulusan kelayakan sertifikasi akan diinformasikan kepada seluruh peserta di dalam sistem, sehingga pesesrta dapat mudah mengakses informasi hasil sertifikasinya.
Tabel 4. 2 Tabel kelebihan dan kekurangan sistem berjalan dan usulan
Sistem Kelebihan Kekurangan
Berjalan
1. Kualifikasi Tashih dengan cara tatap muka lebih akan menghasilkan penilaian yang cepat dan lebih akurat disbanding sistem usualn
Dalam memberikan hasil tashih cukup memakan waktu yang lama karena pengesahan harus mendatangkan trainer dari kantor
pusat.
Dan hasil sertifikasi untuk mendapat kelayakan menjadi 2. Penilaian lebih efektif
meunggu hasil pusat dengan waktu yang tidak sebentar.
Usulan 1. Melakukan Tashih secara online dengan meng-upload video tes Tashih Quran.
Membutuhkan jaringan internet yang baik agar untuk user Aplikasi.
Membutuhkan ruang memori penyimpanan yang cukup besar 2. Menggunakan metode
perhitungan klasifikasi kelayakan keikut sertaan sertifikasi guru quran ummi yang dapat dipertanggung jawabkan
3. Membantu memberikan hasil probabilitas klasifikasi kelayakan sertifikasi dengan presentase yang cukup akurat.
4.3 Tahap Workshop Design
Pada tahap ini penulis melakukan beberapa perancangan untuk pembuatan sistem penunjang keputusan kelayakan sertifikasi guru quran metode ummi dengan mengimplementasikan algoritma Naïve Bayes.
Sebelum melakukan pemecahan masalah dengan metode Naïve Bayes maka perlu dilakukan persiapan data, adapun data diperoleh dari bagian administrasi TPQ Al-Alfath. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa data yang berkaitan dengan proses sertifikasi yaitu identitas calon peserta sertifikasi, nama peserta calon guru, jenis kelamin, usia calon guru, pekerjaan, pendidikan terakhir, pengalaman mengajar, dan hasil tashih diambil dari data hasil uji tes qur’an sesuai kireteria metode Ummi dari jilid 1 sampa dengan jilid ghorib.
A. Langkah Algoritma
Langkah algoritma akan menjelaskan cara kerja dari proses perhitungan Naive Bayes adalah dengan melakukan pemberian nilai dari setiap variable yang telah dikonversi untuk digunakan dalam mengklasifikasikan data peserta calon guru yang telah dikonversi.
Adapun variabel penentu yang telah dikonversi untuk digunakan dalam mengklasifikasi data peserta calon guru yaitu:
1. Untuk Nama Peserta
Dikarenakan nama bersifat variatif maka nama tidak dilakukan dikonversi.
2. Untuk Jenis Kelamin
Untuk jenis kelamin, dikarenakan hanya berisi dua nilai maka tidak dilakukan konversi.
3. Untuk Usia
Konversi usia dilakukan dengan membuat kelompok usia yaitu, usia 18-22
Untuk pekerjaan dikelompokkan menjadi 2 kategori, jika pekerjaan peserta seorang guru maka dikonversi menjadi ‘Pengajar’ selain guru maka dikonversi menjadi ‘Non-Pengajar’
5. Untuk Pendidikan Terakhir
Untuk pendidikan terakhir dikelompokkan menjadi 2 kategori, jika peserta seorang yang merupakan lulusan pada sebuah perguruan tinggi maka dikonversi menjadi ‘Bergelar’, namun jika peserta bukan merupakan lulusan sebuah perguruan tinggi maka dikonversi menjadi ‘Non-Gelar’.
6. Untuk Pengalaman Mengajar Qur’an
Karena pengalaman mengajar hanya bersi dua nilai saja yaitu ‘pernah’ dan
‘belum pernah’.
7. Untuk Pengalaman Belajar Metode Ummi
Pengalaman belajar metode ummi berisi dua nilai saja yaitu ‘pernah’ dan
‘belum pernah’.
8. Untuk Metode Tahsin Sebelumnya
Metode tahsin sebelumnya berisi enam nilai yaitu, Iqro, Yanbu’a, Tartili, An-Nahdhiyah, Qiroati, atau lainnya.
9. Untuk Suka Dunia Anak
Suka dunia anak hanya berisi dua nilai saja “Ya” dan “Tidak”.
10. Untuk Hasil Tashih
Hasil tashih hanya berisi dua nilai saja “Lulus” dan “Belum Lulus”.
Konversi Nilai Keterangan
11. Untuk Hasil Training
Hasil training memiliki dua nilai yaitu, “Lulus” dan “Belum Lulus”.
Setelah dilakukan proses konversi maka diperoleh susunan data training yang tampak pada tabel calon peserta 4.4 di bawah ini:
Tabel 4.4 Tabel Data Latih Peserta Calon Guru Qur’an Ummi
Nama Kelamin Usia pddkan Penglmn
Berdasarkan tabel data latih di atas maka dapat dihitung klasifikasi data kelayakan sertifikasi guru quran metode ummi jika diberikan inputan berupa jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendidikan terakhir, pengalaman mengajar qur'an, hasil tashih menggunakan algoritma Naive Bayes.
dari data kelayakan sertifikasi guru dapat ditentukan melalui langkah berikut:
1. Menghitung Jumlah class/label
P (H1=Layak) = (76/200) “Jumlah data layak pada data peserta sertfikasi dibagi dengan jumlah keseluruhan data”.
P (H2 =Layak Bersyarat) = (30/200) “Jumlah data layak bersyarat pada data perserta sertifikasi dibagi dengan jumlah keseluruhan data”.
P (H3 =Belum Layak) = (94/200) “Jumlah data tidak layak pada data perserta sertifikasi dibagi dengan jumlah keseluruhan data”.
2. Menghitung jumlah kasus yang sama dengan class yang sama P(E1= Jenis Kelamin = Pria | H1 =Layak) = 42/76
P(E1= Jenis Kelamin = Pria | H2 =Layak Bersyarat) = 11/30 P(E1= Jenis Kelamin = Pria | H3 =Belum Layak) = 45/94
P(E2= Usia = 23 - 27 Tahun| H1 =Layak) = 27/76
P(E2= Usia = 23 – 27 Tahun| H2 =Layak Beryarat) = 0/30 P(E2= Usia = 23 – 27 Tahun| H3 =Belum Layak) = 30/94 P(E3= Pekerjaan = Pengajar | H1 =Layak) = 69/76
P(E3= Pekerjaan = Pengajar | H2 =Layak Bersyarat) = 8/30 P(E3= Pekerjaan = Pengajar | H3 =Belum Layak) = 23/94 P(E4= Pdk.Terakhir = Non-Gelar | H1 =Layak)= 34/76
P(E4= Pdk.Terakhir = Non-Gelar | H2 =Layak Bersyarat)= 30/30 P(E4= Pdk.Terakhir = Non-Gelar | H3 =Belum Layak)= 49/94
P(E5= Pengalaman Ngajar = Pernah| H2 =Layak Bersyarat)= 22/30 P(E5= Pengalaman Ngajar = Pernah| H3 =Belum Layak)= 20/94
P(E6= Pengalaman B.Ummi = Pernah| H1 =Layak)= 64/76
P(E6= Pengalaman B.Ummi = Pernah| H2 =Layak Bersyarat)= 30/30 P(E6= Pengalaman B.Ummi = Pernah| H3 =Belum Layak)= 42/94 P(E7= Metode Tahsin Sebelumnya = Iqro| H1 =Layak)= 0/76
P(E7= Metode Tahsin Sebelumnya=Iqro| H2 =Layak Bersyarat)= 0/30 P(E7= Metode Tahsin Sebelumnya = Iqro| H3 =Belum Layak)= 19/94 P(E8= Suka Dunia Anak = Ya| H1 =Layak)= 68/76
P(E8= Suka Dunia Anak = Ya| H2 =Layak Bersyarat)= 3/30 P(E8= Suka Dunia Anak = Ya| H3 =Belum Layak)= 94/94 P(E9= Hasil Tashih = Lulus| H1 =Layak)= 0/76
P(E9= Hasil Tashih = Lulus| H2 =Layak Bersyarat)= 0/30 P(E9= Hasil Tashih = Lulus | H3 =Belum Layak)= 78/94 P(E10= Hasil Training = Lulus| H1 =Layak)= 76/76
P(E10= Hasil Training = Lulus| H2 =Layak Bersyarat)= 0/30 P(E10= Hasil Training = Lulus | H3 =Belum Layak)= 30/94
3. Kalikan semua hasil variabel Layak, Layak Bersyarat, Belum Layak:
P(E1|Pria\Layak) * P(E2|23-27Th\Layak) * P(E3|Non-Gelar\Layak) * P(E4|Pernah\Layak) * P(E5|Non-Pengajar\Layak) * P(E6|Pernah\Layak)
(E10|Lulus\Layak)=? P(E3|Non-Gelar\ Layak Bersayarat) * P(E4|Pernah\ Layak Bersayarat) * P(E5|Non-Pengajar\ Layak Bersayarat) * P(E6|Pernah\ Layak Bersayarat)
* P(E7|Iqro\ Layak Bersayarat) * P(E8|Ya\ Layak Bersayarat) * (E9|Belum Lulus\ Layak Bersayarat) * (E10|Lulus\ Layak Bersayarat)=?
P(Ei | Hi) * P (Hi) | P (H2 = Layak Bersyarat) |Non-Gelar\ Belum Layak) * P(E4|Pernah\ Belum Layak) * P(E5|Non-Pengajar\
Belum Layak) * P(E6|Pernah\ Belum Layak) * P(E7|Iqro\ Belum Layak)
* P(E8|Ya\ Belum Layak) * (E9|Belum Lulus\ Belum Layak) * (E10|Lulus\
hasil diatas, terlihat bahwa nilai probabilitas tertinggi ada pada kelas (P|
Belum Layak) sehingga dapat disimpulkan bahwa status calon guru tersebut masuk dalam klasifikasi “Belum Layak”.
B. Pseudocode
Pseudocode Menentukan Prior Probabilitas INPUT: ClassCount, TotalCount
ClassCount is the count of instance with that class value in the training set TotalCount is the count of all instances in the training set
OUTPUT: Prior Probability of The Class BEGIN
{
Compute PriorProbality as ClassCount / Total Count }
END
Pseudocode Menentukan Posterior Probabilitas INPUT:
Training Dataset T.
E= (E1, E2, E3,...,En) // Value of Predictor variable in testing dataset OUTPUT:
A Class of testing dataset.
BEGIN {
1. Read the training dataset T
2. Calculate the mean and standart deviation of the predictor variables in each class;
3. Repeat
Calculate the mean and standart deviation of the predictor variables in each class;
until the probability of all predictor variables (E1, E2, E3,...,En) has been calculated
4. Calculate the likhood for each class 5. Get the greatest likelihood
} END
Berikut ini merupakan Flowchart metode naive bayes yang digunakan dalam pembuatan aplikasi SPK Sertifikasi Guru Qur’an Metode Ummi:
Mulai
Kalkulasi Prior Probabilitas Untuk Menentukan Data Training
P(E | H) * P (H)
Kalkulasi Posterior Probabilitas Untuk Setiap Class
P(E|H) = (P(E | H) * P(H))
P(E)
Menampilkan Hasil Klasifikasi
Selesai Masukkan Data
Simpan Hasil Klasifikasi
Gambar 4.3 Flowchart Naïve Bayes SPK Sertifikasi Guru Qur’an Metode Ummi
4.3.2 Desain UML
Sebelum memasuki fase selanjutnya di dalam perencanaan perancangan sebuah aplikasi diperlukan pembuatan UML untuk memudahkan semua pihak yang bekerja di dalam proses perancangan aplikasi SPK sertifikasi guru quran metode ummi. Berikut ini akan dijelaskan beberapa diagram yang terdapat di UML yaitu, Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram.
A. Use Case Diagram
Dibawah ini adalah Diagram Use Case yang menggambarkan interaksi antara pengguna dan sistem. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat Diagram Use Case,yaitu:
1. Identifikasi Aktor
Di bawah ini adalah identifikasi aktor yang terlibat di dalam menjalankan aplikasi sistem pendukungan keputusan kelayakan sertifikasi guru Quran metode ummi.
Tabel 4.5 Indentifikasi aktor
No NamaAktor Deskripsi
1. Admin Aktor yang telah terdaftar dalam sistem yang dapat mengakses seluruh menu dan membuat kebijakan kelayakan sertifikasi
2. Trainer Aktor yang telah terdaftar dalam sistem memiliki hak akses untuk memasukkan penilaian hasil tashih, melihat bobot atribut, menghapus bobot atribut, melihat database peserta, menghapus database peserta, merubah nilai tashih, melihat hasil tashih, dan menghapus.
3. User Aktor yang diberikan akses untuk memasukan data diri peserta, dan video ujian tashih, serta dapat melihat data peserta, dan merubah data peserta.
2. Identifikasi Use Case
Dibawah Ini Adalah Tabel Identifikasi UseCase. Sebagai Berikut:
Tabel 4.6 Indentifikasi aktor
No Use case Aktor Deskripsi
1. Login Admin,
Trainer, User
Use Case menggambarkan kegiatan Login, dengan memasukkan username dan password.
2. Masukkan data Peserta
User, Admin Use Case menggambarkan kegiatan memasukkan data Peserta sertifikasi
3. Menampilkan data User
Admin, User Use Case menggambarkan kegiatan menampilkan data peserta
4. Mengubah data User
Admin, User Use Case menggambarkan kegiatan mengubah data peserta 5. Menghapus data kegiatan memasukkan Nilai Tashih kegiatan menampikan hasil tashih
8. Mengubah Nilai Hasil Tashih
Trainer Use Case menggambarkan kegiatan mengubah nilai hasil tashih peserta. kegiatan mengunggah vidio ujian tashih peserta kegiatan mengunggah vidio ujian tashih peserta
Berikut ini merupakan Use Case Diagram dalam bentuk diagram yang sudah dibentuk berdasarkan penjelasan identifikasi di atas.
Gambar 4.4 Use Case Diagram SPK Kelayakan Sertifikasi Guru UMMI
Kelayakan Sertifikasi Guru Ummi
kegiatan aktor menentukan kelayakan sertifikasi guru ummi 12. Logout Admin,
Trainer,User
Use Case menggambarkan kegiatan logout dari sesi halaman berjalan
Tabel 4.7 Use Case Login
Use case Name Login Use case Id 1
Actor Admin, Trainer, Peserta
Description Use Case menggambarkan kegiatan Login, dengan memasukkan username dan password.
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course username dan password kembali.
Conclusion Aktor berhasil login kedalam sistem
Post Condition Menampilkan halaman index dalam sistem sesuai dengan hak akses
4. Narasi Use Case Memasukkan Data Peserta
Tabel 4.8 Use Case Masukan Data Peserta
Use case Name Masukkan Data Peserta Use case Id 2
Actor Peserta
Description Use Case menggambarkan kegiatan memasukkan data peserta sesuai yang diminta oleh sistem
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course
2.Menampilkan halaman form registrasi peserta
5.Memasukkan data peserta ke dalam database
Alterate Course jika data yang dimasukkan terdapat kesalahan maka akan kembali ke halaman form registrasi peserta.
Conclusion Aktor berhasil registrasi
Post Condition Menampilkan halaman profil peserta
Tabel 4.9 Use Case Mengubah Data Peserta
Use case Name Mengubah Data Peserta Use case Id 3
Actor Peserta, Admin
Description Use Case menggambarkan kegiatan mengubah data peserta sesuai yang diminta oleh sistem
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course username & password Peserta.
3. Menampilkan data peserta
6.Memasukkan data baru peserta ke dalam database Alterate Course jika data yang dimasukkan terdapat kesalahan maka
akan kembali ke halaman form ubah data peserta.
Conclusion Aktor berhasil ubah data
Post Condition Menampilkan halaman profil peserta
6. Narasi Use Case Menampilkan Data Peserta
Tabel 4.10 Use Case Menampilkan Data Peserta
Use case Name Menampilkan Data Peserta Use case Id 4
Actor Peserta, Admin, Trainer
Description Use Case menggambarkan kegiatan menampilkan data peserta.
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course username & password Peserta.
3. Menampilkan data peserta
Alterate Course jika dalam database peserta tidak ada maka akan menampilkan tabel kosong
Conclusion Aktor berhasil menampilkan data peserta Post Condition
Tabel 4.11 Use Case Menghapus Data Peserta
Use case Name Menghapus Data Peserta Use case Id 4
Actor Admin
Description Use Case menggambarkan kegiatan menghapus data peserta.
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course username & password Peserta.
3. Menampilkan data peserta 5.Tampilkan pesan peringatan karena userakan dihapus 7.User dengan id yang dipilih terhapus dari tabel user
8.Menampilkan user dari database yang belum dihapus Alterate Course Jika id user yang dimaksud tidak ada maka akan
kembali ke halaman hapus user Conclusion Aktor berhasil menghapus user Post Condition Data peserta berkurang satu
8. Narasi Use Case Menunggah Video Tes Ujian
Tabel 4.12 Use Case Mengunggah Vidio Ujian Tashih
Use case Name Mengunggah Vidio Peserta Use case Id 6
Actor Peserta
Description Use Case menggambarkan kegiatan Unggah vidio ujian tashih
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course username & password Peserta.
3. Menampilkan data peserta 5. Munculkan pesan konfirmasi unggah vidio
7.Menyimpan di dalam database peserta
8.Menampilkan vidio yang telah diunggah
sistem maka akan muncul pesan ketidaksesuaian konten
Conclusion Aktor berhasil mengunggah vidio Post Condition Vidio siap diputar
9. Narasi Use Case Mengunduh Video Tes Ujian
Tabel 4.13 Use Case Mengunduh Vidio Ujian Tashih
Use case Name Mengunduh vidio ujian tashih Use case Id 7
Actor Trainer
Description Use Case menggambarkan kegiatan mengunduh vidio ujian tashih peserta
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course username & password Peserta.
4. Menampilkan data peserta 7.Munculkan pesan konfirmasi unduh vidio
8.Mengambil vidio dari database
Alterate Course Jika file vidio tidak vidio gagal diunduh, sistem maka akan muncul pesan vidio gagal diunduh
Conclusion Aktor berhasil mengunduh vidio Post Condition -
10. Narasi Use Case Memberi Nilai Tashih
Tabel 4.14 Use Case Memberi Nilai Tashih
Use case Name Memberi Nilai Tashih Use case Id 8
Actor Trainer
Description Use Case menggambarkan kegiatan Memberi Nilai Tashih
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course username & password Peserta.
4. Menampilkan data peserta 6.Munculkan form inpu nilai
Masukkan nilai Tashih
7. Pilih Input Nilai
8.Munculkan pesan konfirmasi Input Nilai
Alterate Course Jika nilai gagal dimasukkan maka sistem akan mengembalikan kepada form input nilai
Conclusion Aktor berhasil masukkan nilai
Post Condition Nilai Tashih tersimpan dalam database Nilai Tashih
11. Narasi Use Case Mengubah Nilai Tashih
Tabel 4.15 Use Case Mengubah Nilai Tashih
Use case Name Mengubah Nilai Tashih Use case Id 9
Actor Trainer
Description Use Case menggambarkan kegiatan Mengubah Nilai Tashih
Precondition Aktor memilih aplikasi Typical Course 7. Pilih Ubah Nilai
Respon Sistem
2.mengambil database username & password Peserta.
4. Menampilkan data peserta 6.Munculkan form ubah nilai 8.Munculkan pesan konfirmasi Ubah Nilai
Alterate Course Jika nilai gagal dimasukkan maka sistem akan mengembalikan kepada form ubah nilai
Conclusion Aktor berhasil masukkan nilai baru
Post Condition Nilai Tashih berubah dalam database Nilai Tashih
12. Narasi Use Case Menganalisa Kelayakan Sertifikasi
Tabel 4.16 Use Case Menganalisa Kelayakan Sertifikasi
Use case Name Menganalisa Kelayakan Sertifikasi Use case Id 10
Actor Admin
Description Use Case menggambarkan kegiatan Menganalisa Kelayakan Sertifikasi
Precondition Aktor memilih aplikasi
of Events 1.Pilih Menu login username & password Peserta.
4. Menampilkan data hasil ujian peserta
6.Munculkan database hasil tes ujian peserta sertifikasi
8.Munculkan halam form kelola.
10.Menjalankan perhitungan Naive Bayes.
11.Selesai menghitung, menampilkan hasil Naive Bayes
12.Hasil perhitungan Naive Bayes
Alterate Course Jika nilai gagal dimasukkan maka sistem akan
Alterate Course Jika nilai gagal dimasukkan maka sistem akan