• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Metode pemberian tugas (latihan soal)

2.7 Kerangka Berpikir

Dalam proses belajar mengajar di sekolah, guru dan siswa saling berinteraksi dalam pertukaran ilmu. Interaksi ini menentukan berhasil tidaknya belajar siswa. Dengan melakukan interaksi guru akan menggunakan suatu pendekatan yang mudah diterima oleh siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar. Proses belajar mengajar guru diharapkan mampu memanfaatkan potensi oleh siswa untuk dapat digunakan dalam belajar. Fungsi fasilitator akan berhasil jika dalam merancang proses belajar mengajar dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang sistematis dan baik yang memungkinkan terjadinya penyempurnaan terhadap tujuan, bahan ataupun strategi belajar mengajar melalui proses umpan balik yang diperoleh dari hasil evaluasi. Pembelajaran dapat dikatakan berhasil tidak hanya dilihat dari hasil belajarnya saja tetapi minat dan motivasi siswa juga penting dalam proses belajar mengajar atau dengan kata lain hasil belajar harus memuat tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Upaya meningkatkan hasil belajar dapat dilakukan dengan mengaplikasikan metode-metode dan media-media yang disesuaikan dengan karakteristik pelajaran, kemampuan sekolah, kondisi siswa, dan kondisi lingkungan. Metode pembelajaran yang dapat diaplikasikan saat ini banyak jenisnya, salah satunya adalah metode pembelajaran NHT. Metode NHT sesuai

digunakan pada mata pelajaran Mekanika Teknik khususnya kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan roll) karena sesuai dengan karakteristik materi ini. Pembelajaran Mekanika Teknik memiliki karakteristik antara satu kompetensi dasar dengan kompetensi dasar lainnya saling berkesinambungan. Selain itu pembelajaran mekanika teknik lebih mengutamakan target pencapaian melalui latihan- latihan yang dialami langsung oleh siswa. Oleh karena itu pemahaman materi penting untuk ditekankan pada masing-masing siswa.

Metode NHT termasuk dalam metode pembelajaran kooperatif yang menggunakan struktur sederhana dan terdiri atas 4 tahap yang digunakan untuk memerinci fakta – fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk mengatur interaksi siswa. Adapun kelebihan dari metode NHT menurut Ibrahim (2000:18) pembelajaran NHT memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari pembelajaran NHT adalah: (1) Rasa harga diri menjadi lebih baik. (2) Memperbaiki kehadiran. (3) Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar. (4) Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil. (5) Konflik antar pribadi menjadi berkurang. (6) Pemahaman yang lebih mendalam. (7) Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi. (8) Hasil belajar lebih tinggi.

Melalui penelitian ini dibuat mekanisme pembelajaran kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) kepada dua kelas yaitu kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran NHT dan kelas kontrol menggunakan metode yang biasa digunakan oleh guru yaitu metode pembelajaran konvensional (metode konvensional, tanya jawab dan latihan soal). Sebelum diberi perlakuan kedua kelas tersebut terlebih dahulu diberikan Pre test, hal ini

dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa kedua kelas tersebut terhadap materi yang akan diajarkan. Sebelum diadakannya perlakuan tingkat kemampuan siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sama.

Setelah Pre test dilakukan kemudian kedua kelas akan diberikan perlakuan yang berbeda. Pembelajaran di kelas eksperimen guru menggunakan metode pembelajaran NHT yang lebih menekankan peran aktif siswa dalam belajar berkelompok dan terstruktur. Sedangkan kelas kontrol digunakan metode pembelajaran yang biasa digunakan guru selama ini yaitu konvensional, tanya jawab dan latihan soal. Di kelas ini guru hanya memberikan informasi secara verbal dan pemberian latihan soal, siswa cenderung hanya menerima materi dan pasif. Sehingga hasil belajar kelas eksperimen dengan metode pembelajaran NHT diharapkan lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kelas kontrol dengan metode pembelajaran konvensional, tanya jawab dan latihan soal. Hal ini dilihat dari hasil tes yang diadakan setelah diadakannya perlakuan, dimana hasil tes kedua kelas dibandingkan.

Adapun beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan kefektifan penggunaan metode NHT dalam proses pembelajaran sebagaimana dikemukakan oleh Maheady, dkk (2006) menyimpulkan bahwa setelah diterapkannya NHT, nilai rata-rata siswa meningkat dari yang semula 65,5 menjadi 84,3. Sulistiyorini (2007) menyatakan bahwa NHT lebih efektif dalam pencapaiaan tingkat berpikir siswa dibandingkan dengan metode konvesional karena dari tabel perhitungan diperoleh nilai thitung = 5,69 lebih besar dari nilai ttabel = 1,99. Dengan demikian

terbukti bahwa metode NHT lebih efektif dibandingkan dengan metode konvesional.

Mekanisme kerangka berfikir di atas digambarkan dalam gambar berikut:

Gambar 2.1 Skema Kerangka Berpikir Proses belajar mengajar

Materi menghitung balok sederhana

Kelas Kontrol : Pembelajaran dengan

Metode Konvensional, tanya

jawab dan latihan soal Kelas Eksperimen:

Pembelajaran dengan Metode NHT

Perbandingan Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Pos test Pos test

Diharapkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode NHT lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode

konvensional Pre test

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Pre test D i b a n d i n g k a n

2.5 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (Sugiyono, 2010:96). Berdasarkan kerangka berpikir diatas, maka hipotesis penelitian ini adalah:

H1 : Peneliti percaya pembelajaran dengan menggunakan metode NHT dapat meningkatkan hasil belajar yang berupa nilai kognitif, nilai afektif dan nilai psikomotorik mekanika teknik kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) yang akan dilakukan pada siswa kelas X TGB SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015. Sehingga hasil belajar siswa lebih baik dari pada sebelum dilakukan penelitian.

H2 : Peneliti percaya pembelajaran dengan menggunakan metode NHT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar jika dibandingkan dengan metode konvensional mata pelajaran mekanika teknik kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) yang akan dilakukan pada siswa kelas X TGB pada SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015. Sehingga siswa dapat melaksanakan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas siswa.

38 3.1 Jenis dan Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen jenis quasi experiment.Menurut Sugiyono (2010:114) bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan.Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.Walaupun demikian desain ini lebih baik dari pre-experimental design.Quasi-experimental design, digunakan karena pada kenyataanya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian

Penelitianeksperimen menurut Arikunto (2010:9) adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang menganggu. Pada penelitian ini,digunakandesain Nonequivalent Control Group Design. Sugiyono (2010:116) menyatakan desain ini hampir sama dengan Pre test – Post test Control Group yaitu proses pembelajaran yang diawali dengan pre-test kemudian perlakuan atau treatment dan di akhir pembelajaran dilakukan post-test.

Desainini terdapat dua kelompok yang dipilih untuk diberi perlakuan, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan metode pembelajaran NHTdan kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan menggunakan metode

pembelajaran konvensional. Untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan uji homogenitas terhadap 2 (dua) kelas yaitu kelas X TGB 1 dan kelas X TGB 2, sehingga varian kedua kelas dianggap sama dan bisa dilakukan penelitian perbandingan antara dua varian tersebut. Berikut ini adalah gambaran mengenai penelitian ini :

Tabel 3.1Nonequivalent Control Group Desain

Kelas Pre test

Perlakuan (treatment) Post test Eksperimen O1 X1 O2 Kontrol O3 X2 O4 Sumber : Sugiyono (2010:116) Keterangan :

O1 : Nilai rata-rata pre-test kelompok eksperimen O2 : Nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen

X1 : Perlakuan menggunakan metode pembelajaran NHT X2 : Perlakuan menggunakan metode pembelajaran konvesional O3 : Nilai rata-rata pre-test kelompok kontrol

O4 : Nilai rata-rata post-test kelompok kontrol

Efek dari eksperimen ini menurut Sugiyono (2010:116) adalah (O2 – O1)

– (O4 – O3) atau (O2 – O4) – (O3 – O1).Proses eksperimen dilakukan dengan memberikan pembelajaran dengan metode pembelajaran NHTkepada grup treatment (kelompok eksperimen) tetapi tidak pada grup kontrol.

Menurut Sugiyono (2010:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri

atas obyek/subyek yangmempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Populasi dalam

penelitian di sini adalah seluruh siswa kelas X TGB SMK Negeri 5 Semarang yang

berjumlah72 siswa yang terbagi dalam dua kelas.

Tabel 3.2 Populasi Penelitian

NO KELAS SISWA

1 X TGB 1 36

2 X TGB 2 36

JUMLAH 72

Sumber : Dokumentasi SMK Negeri 5 Semarang

Dalam penelitian ini tidak ada sampel karena ukuran sampel yang digunakan adalah minimum berjumlah 100, Ferdinand (2005:80). Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka seluruh populasi tersebut digunakan sebagai subyek penelitian.

Dokumen terkait