Hipotesis 1 menyatakan bahwa metode pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar, nilai sikap dan nilai keterampilan mekanika teknik siswa untuk kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol). Peningkatan hasil belajar, nilai sikap dan nilai keterampilan ini dapat dilihat dari perbedaan kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dan kemampuan akhir siswa kelas eksperimen setelah diberi perlakuan pembelajaran NHT. Cara
menguji hipotesis ini yaitu dengan membandingkan hasil kemampuan awal (Pre test) dengan kemampuan akhir (Post test) siswakelas eksperimen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan program SPSS 16paired sample t-test pada skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen dengan taraf kepercayaan α = 5%. H1 diterima apabila nilai signifikansi (2 sisi)< 0,05.
Ho : Pembelajaran dengan menggunakan metode NHT tidak dapat meningkatkan hasil belajar, nilai sikap dan nilai keterampilanmekanika teknik kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) siswa kelas X TGB pada SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015. H1 : Pembelajaran dengan menggunakan metode NHTdapat meningkatkan
hasil belajar, nilai sikap dan nilai keterampilanmekanika teknik kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) siswa kelas X TGB pada SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015.
b. Uji Hipotesis 2
Hipotesis 2 menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode NHT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar jika dibandingkan dengan metode konvensional pada kompetensi dasar kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) pada siswa kelas X TGB tahun pelajaran 2014/2015.Pengujian hipotesis ini menggunakan program SPSS 16 Independent Sample T Test dengan taraf kepercayaan α = 5%. Hasilnya H2
varian sama) untuk data homogen dan H2 diterima jika signifiknasi (2 sisi) < 0,05 pada Equal varians not assumed(asumsi varian tidak sama)untuk data tidak homogen.
Ho : Pembelajaran dengan menggunakan metode NHT tidak lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar jika dibandingkan dengan metode konvensional pada kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) siswa kelas X TGB pada SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015.
H2 :Pembelajaran dengan menggunakan metode NHT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar jika dibandingkan dengan metode konvensional pada kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) siswa kelas X TGB pada SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015.
102 5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut :
1. Pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) pada siswa kelas X TGB SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015 yang ditunjukkan dengan . Nilai rata-rata pre test dan post test pada kelas eksperimen dari 62,78 meningkat menjadi sebesar 79,72. Pada nilai afektif terjadi peningkatan dari 62,91 meningkat menjadi 77,36 dan nilai psikomotorik juga terjadi peningkatan dari 64,72 meningkat menjadi 77,36 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Karena pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan metode pembelajaran NHT sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional..
2. Pembelajaran dengan menggunakan metode NHT efektif dalam meningkatkan hasil belajar, nilai sikap dan nilai keterampilan mekanika teknik kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) siswa kelas X TGB pada SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2014/2015 dengan rata-rata hasil belajar yang diperoleh mengalami
peningkatan yaitu sebesar 16,94 dengan ketercapaian standar kelulusan minimal 100 %, walaupun ada 11 (sebelas) siswa yang memiliki nilai 75 (C+) sudah dianggap lulus. Nilai sikap juga mengalami peningkatan 14,44% dan nilai keterampilan 12,64%. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan hasil belajar kelas kontrol yang tanpa perlakuan metode pembelajaran NHT yaitu 13,19 dengan ketercapaian standar kelulusan minimal 77,78%. Nilai sikap 12,23% dan nilai keterampilan 7,64% dengan menggunakan metode konvesional. Selain dari peningkatan hasil belajar, efektifitas metode pembelajaran NHT juga dapat dilihat dari meningkatnya aktivitas siswa dari 66,67 menigkat menjadi 83,10 lebih tinggi dari pada nilai aktivitas siswa pada kelas kontrol.
5.2 Saran
Saran yang dapat diajukan terkait dengan penelitian ini adalah : 1. Metode pembelajaran NHTdapat digunakan sebagai alternatif metode
pembelajaran mekanika teknik yang inovatif pada kompetensi dasar menghitung balok sederhana (sendi dan rol) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Namun dalam penerapanya, ada hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan metode pembelajaran NHT, yaitu Guru lebih memotivasi siswa untuk berani maju ke depan kelas guna mengemukakan pendapat atau hasil diskusinya mengenai materi mekanika teknik.
104
Algifari. 2000. Analisis Regresi Teori, Kasus, dan Solusi.Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Arifin,Zaenal. 1991. Evaluasi Intruksional Prinsip, Tekhnik, Prosedur. Bandung PT.Remaja Rosdakarya.
Darmali, Arief dan Ichwan. 1979. Ilmu Gaya Teknik Sipil. Jakarta : Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.
Dimyati dan Mudjiono, 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah,Syaiful Bahri. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta : PT.Rineka Cipta. Ferdinand, Augusty. 2006. Metode Penelitian Manajemen. Semarang : Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam . 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 19. Semarang : BP UNDIP.
Hamalik,Oemar. 2012. Psikologi Belajar&Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Hasbullah. 2001.Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Persada. Ibrahim, H. Muslimin. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : University
Press.
Masnur Muslich. (2007). KTSP pembelajaran berbasis kompetensi dan komtekstual panduan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa. 2009. Menjadi Guru Profesional : Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Munib, Achmad. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang : UPT.MKK UNNES.
Purwanto, Ngalim. 2011. Ilmu pendidikan Teoritis dan Praktis. Jakarta : PT.Remaja Rosdakarya.
Rifa’i, Akhmad dan Catharina, Tri Anni. 2010. Psikologi Pendidikan. Semarang : Universitas Negeri Semarang Press.
Roestiyah. 2008. Strategi Belajar mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Salim, Agus. 2006. Teori dan Paradigma penelitian Sosial. Yogyakarta : Tiara Wacana.
Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT.Rineka Cipta.
Sudjana. 2001. Metode Statistika.Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : ALFABETA. Suharsimi, Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi
Revisi). Jakarta : PT.Rineka Cipta.
Supriyono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori, dan Aplikasi PAKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Surya, Moch. 2004. Psikologi Pembelajaran. Bandung : Pustaka Bani Quraisy. Suryabrata, Sumadi. 2006.Psikologi Pendidikan.Jakarta: PT.Raja Grafindo
Persada.
Suwarno, Wiji. 2008. Dasar- dasar Ilmu Pendidikan. Jogjakarta : Ar-ruzz Media Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Press.
Trianto. 2007. Model – model Pembelajaran Inovatif berorientasi konstruktivistik: Konsep, LandasanTeoritis – Praktis. Jakarta : Prestasi Pustaka Raya.
Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin dalam Perilaku dan Prestasi Belajar. Jakarta : PT.Grasindo.
Wiryawan, Siswadi. 1998. Analisis Struktur Tertentu. Jakarta
Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidikan Dasar dan Menengah.
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : PT.Sinar Grafika.
Lampiran 1