METODOLOGI PENELITIAN
3.1 KERANGKA BERPIKIR
Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan teori yang menjadi dasar pada penelitian yang bertujuan untuk membangun rancangan skema konseptual global untuk mengintegrasikan beberapa sumberdata berbasis XML memiliki kerangka berpikir sebagai berikut:
Gambar 6. Bagan kerangka pikir penelitian
Integrasi adalah proses yang menggabungkan beberapa intermediate skema, yang kemudian gabungan skema ini akan dilakukan strukturisasi ulang untuk menghasilkan integrasi skema. Penggabungan akan sempurna jika semua informasi dari semua skema diintegrasikan menjadi bentuk skema yang baru.
Penelitian ini akan menggunakan model data XML atau dikenal sebagai dokumen XML sebagai model basisdata yang akan digunakan, alasan penggunaan model data ini adalah karena XML masih tetap menggunakan skema meskipun skema yang digunakan bukan merupakan skema yang tetap tetapi skema yang bersifat bebas (arbitrary), skema yang digunakan untuk membentuk struktur model data yang dibangun. Selain skema, model data XML juga menggunakan document type definition (DTD) yang bersama dengan skema digunakan untuk melakukan validasi model data.
Proses integrasi yang akan dilakukan terdiri dari 2 (dua) proses, yaitu proses schema translation dan proses integrasi (integration) itu sendiri. Proses schema translation yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah merubah model data basisdata relasi (relational) yang dijadikan sebagai basisdata lokal ke bentuk model data XML yang kemudian disebut sebagai skema lokal, translasi dilakukan dengan membentuk metadata basisdata lokal tersebut dengan membangun skema dan DTD. Selain translasi model data, pada proses ini juga dibangun dokumen XML yang akan digunakan untuk menyimpan data yang dikenal sebagai XML instance. Pembentukan metadata ini menggunakan perangkat lunak XML Spy.
Setelah proses translasi skema ini berhasil dilakukan dengan terbentuknya skema dan DTD skema lokal, kemudian dilakukan proses integrasi data dengan membangun skema konseptual global. Skema konseptual global yang dibangun menggunakan XML sebagai model data, sehingga untuk kebutuhan pembuatan skema konseptual global dibentuk skema dan DTD.
Selain pembangunan skema dan DTD untuk skema konseptual global, pada proses integrasi juga dilakukan pemetaan (mapping) antara skema lokal hasil proses translasi terhadap skema konseptual global. Selama proses pemetaan, ditentukan pula beberapa semantik yang dipakai untuk tetap menjaga hubungan (relationship) antar skema lokal, sehingga keberhasilan integrasi data melalui pemetaan terhadap skema konseptual global dapat terlihat. Proses pemetaan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak MapForce, yang di produksi oleh Altova, Inc.
Pemetaan pada proses integrasi dapat dilakukan dengan memetakan seluruh elemen data pada skema basisdata lokal terpetakan pada skema konseptual global, jika terdapat
elemen pada skema basisdata lokal tidak terpetakan pada skema konseptual global maka skema konseptual global belum dapat dipakai untuk integrasi data.
3.2 BAHAN dan ALAT PENELITIAN
Basisdata yang digunakan sebagai bahan penelitian adalah basisdata relasional (relational database) pada Sistem Informasi Akademik di UPN “Veteran” Jakarta.
Basisdata relational yang digunakan terdiri dari 3 (tiga) basisdata yang memiliki skema yang berbeda satu dengan yang lain yang kemudian disebut sebagai basisdata Alumni, Yudisium dan Lulusan. Berikut ini adalah basisdata Alumni yang terdiri dari file Mahasiswa, ProgramStudi dan Yudisium, adapun elemen data dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Field Nama Field Tipe Panjang Desimal
1. Mh_NRP Character 9
10. Mh_AsalSMU Character 3
11. Mh_ThnLulusSMU Date
12. Mh_NmOrtu Character 35
13. Mh_Yudis Date
14. Mh_Ps Character 3
Tabel 2. Struktur data File Mahasiswa
Field Nama Field Tipe Panjang Desimal
1. Ps_Kode Character 3
Tabel 3. Stuktur data File ProgramStudi
18
Field Nama Feld Tipe Panjang Desimal
1. Yudis_NRP Character 9
2. Yudis_TglSkep Date
3. Yudis_IPK Numerik 4 2
4. Yudis_SKS Numerik 3
5. Yudis_Peringkat Character 1
Tabel 4. Struktur data File Yudisium
Sedangkan untuk basisdata Yudisium, yang memiliki 3 (tiga) file yaitu Mh_Siswa, Program_Studi dan file Alamat. Hal yang membedakan kedua Basisdata adalah pada file Yudisium dan file Alamat, pada basisdata Alumni tidak terdapat file Alamat sebaliknya pada basisdata Yudisium tidak terdapat file Yudisium.
Field Nama Field Tipe Panjang Desimal
1. NRP Character 9
Tabel 5. Struktur data File Mh_Siswa
Field Nama Field Tipe Panjang Desimal
1. Kode Character 3
Tabel 6. Stuktur data File Program_Studi
Field Nama Feld Tipe Panjang Desimal
Tabel 7. Struktur data File Alamat
Sebagai basisdata terakhir yang digunakan pada penelitian ini adalah basisdata Lulusan, yang dapat dilihat pada table berikut ini:
Field Nama Field Tipe Panjang Desimal
1. Mhs_NRP Character 9
Tabel 8. Struktur data File MHS
Field Nama Field Tipe Panjang Desimal
1. Kode Character 3
Tabel 9. Stuktur data File ProgramStudi
Field Nama Feld Tipe Panjang Desimal
1. Yudis_NRP Character 9
2. Yudis_TglSkep Date
3. Yudis_IPK Numerik 4 2
4. Yudis_SKS Numerik 3
5. Yudis_Peringkat Character 1
Tabel 10. Struktur data File Yudisium
20
Field Nama Feld Tipe Panjang Desimal
1. Alamat_NRP Character 9
2. Alamat_NmJalan Character 20
3. Alamat_Kabupaten Character 20
4. Alamat_Kodepos Character 5
5. Alamat_Telepon Character 12
Tabel 11. Struktur data File Alamat
Pemilihan basisdata tersebut di atas sebagai bahan penelitian ini didasarkan pada ketentuan yang berlaku dalam penentuan mahasiswa yang menjadi alumni pada fakultas ini, yaitu seseorang dapat dikatakan sebagai alumni apabila orang tersebut adalah mahasiswa pada satu program studi yang telah menyelesaikan studi berdasarkan hasil yudisium.
Alat penelitian yang digunakan adalah perangkat lunak aplikasi XML Spy, perangkat lunak ini digunakan sebagai tools pada pembuatan skema dan Document Type Definitions (DTD) sebuah dokumen XML. Perangkat lunak ini menyediakan juga fasilitas untuk memasukkan isi daripada elemen pada dokumen XML. Hal lain yang dapat dilakukan dengan perangkat lunak ini adalah menulis kode program (coding) untuk menghasilkan keluaran (output) berupa dokumen dengan format HTML. Perangkat lunak ini digunakan pada penelitian pada proses translasi.
Perangkat lain yang digunakan adalah perangkat lunak MapForce, yang berfungsi sebagai tools pada proses pemetaan (mapping) antara skema basisdata lokal dengan skema basisdata global. Hasil yang diperoleh dari proses pemetaan dengan menggunakan perangkat lunak ini adalah keluaran yang sesuai diantara kedua skema, dimana setia elemen pada skema basisdata lokal yang dipetakan ke elemen pada skema basisdata global akan menampilkan isi yang benar dari elemen tersebut. Dengan menggunakan perangkat lunak ini, hubungan antar skema basisdata lokal tetap dapat terjaga seperti pada basisdata relasional melalui penggunaan beberapa fungsi yang telah disediakan, penggunaan fungsi-fungsi ini dapat melengkapi kebutuhan semantik dari skema basisdata yang bersifat semi terstuktur.