Pembelajaran Biologi tidak hanya dilakukan di kelas, tetapi juga di laboratorium melalui kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum yang dapat dilakukan di laboratorium sekolah diharapkan kegiatan praktikum berbasis penyelidikan (inquiry). Kegiatan praktikum berbasis inquiry dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam membangun konsep pengetahuan melalui kegiatan praktikum penyelidikan. Berdasarkan keadaan ini maka perlu dikembangkan lembar praktikum berbasis guided inquiry yang dapat meningkatkan keterampilan laboratorium siswa. Kerangka berfikir pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir
22
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020, bertempat di SMAN 6 Tangerang Selatan.
B. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Pada metode penelitian dan pengembangan terdapat beberapa jenis model. Model yang digunakan adalah pengembangan model 4-D. Dalam penelitian ini akan dikembangkan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) yang berorientasi kepada pendekatan guided inquiry dengan tahap pengembangannya merujuk kepada model pengembangan perangkat tipe 4-D. Model pengembangan 4-D dipilih karena merupakan model pengembangan yang disarankan dalam pengembangan perangkat pembelajaran.44 Model ini terdiri dari empat tahap pengembangan, yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Develop(Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran).
C. Alur Penelitian
Alur penelitian mengikuti tahapan model pengembangan perangkat tipe 4-D. Alur penelitian dibagi menjadi empat tahapan yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Develop(Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran).
1. Tahap Define (Pendefinisian)
Tujuan dilakukannya tahap ini adalah untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Dalam menentukan
44 Trianto, Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam KTSP, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h.93
syaratsyarat pembelajaran diawali dengan analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan. Tahap ini meliputi tiga langkah pokok yaitu:
a. Analisis Ujung Depan
Analisis ujung depan diawali dari bagaimana keadaan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum.
b.Analisis Karakteristik Siswa
Analisis karakter siswa dilakukan dengan cara mengetahui rentang usia siswa yang mempelajari konsep sistem pernapasan dan mengkategorikannya ke dalam tahap perkembangan kognitif Piaget.
c. Analisis Tugas
1) Analisis Struktur isi
Analisis struktur isi adalah analisi termasuk isi kurikulum, seperti standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi.
2) Analisis Konsep
Analisis konsep merupakan identifikasi konsep-konsep utama yang akan diajarkan dan menyusunnya secara sistematis serta mengaitkan konsep, sehingga membentuk suatu peta konsep.
3) Analisis Prosedural
Analisis prosedural digunakan untuk mengidentifikasi tahap-tahap penyelesaian tugas. Tahap penyelesaian tugas yang digunakan padaLKPD adalah menggunakan tahap IDEAL menurut Bransford dan Stein.
4) Analisis Pemrosesan Informasi
Analisis pemrosesan informasi dilakukan untuk mengelompokkan tugas-tugas yang dilaksanakan siswa selama pembelajaran dengan mempertimbangkan waktu.
5) Perumusan Tujuan
Perumusan tujuan pembelajaran dilakukan dengan berdasarkan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran.
2. Tahap Design (Perancangan)
Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan. Pada tahap ini, peneliti akan membuat rancangan LKPD yang memenuhi kriteria LKPD yang baik. Pada tahap design dilakukan: (1) Penulisan LKPD pada konsep sistem pernapasan dan instrumen yang diidentifikasi pada tahap analisis, (2) penulisan buku panduan guru yang merupakan kunci dari LKPD. Tahap penulisan dijelaskan secara rinci sebagai berikut:
a. Penulisan LKPD
Penulisan LKPD dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Perumusan kompetensi dasar yang harus dikuasai yang berasaldari standar isi.
2) Perancangan dari sisi teknis 3) Menentukan bentuk penilaian 4) Penyusunan materi
b. Penulisan Buku Panduan Guru
Buku panduan guru merupakan kunci jawaban dari LKPD. Buku panduan disusun sebagai pegangan guru untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa dalam LKPD Dalam penyusunan buku panduan diberi tambahan tujuan aktivitas, instruksi dan panduan penilaian.
3. Tahap Develop (Pengembangan)
Pada tahap pengembangan dikembangkan LKPD berorientasi pendekatan guided inquiry pada konsep sistem pernapasan berdasarkan validasi ahli dan revisi I. Tahapan dalam proses ini dijelaskan sebagai berikut:
a. Pengembangan LKPD sebagai berikut:
1) Berbentuk media cetak
2) StrukturLKPD sesuai dengan struktur yang dianjurkan dalam Panduan Penggembangan Bahan Ajar (Depdiknas)
3) Ditampilkan dengan layout
4) Disusun memperhatikan syarat kualitas kevalidan meliputi:
a) Aspek pendekatan pemecahan masalah
b) Komponen evaluasi (aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, aspek sajian, dan aspek kegrafisan) LKPD yang telah dikembangkan kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, dosen ahli, dan guru mata pelajaran biologi agar mendapat masukan untuk pengembangan dan perbaikan sebelum diujicobakan.
b. Validasi Ahli
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui salah satu aspek kualitas produk pengembangan yaitu aspek kevalidan. Hal ini dilakukan dengan menguji validitas desain produk oleh ahli dan guru mata pelajaran biologi, serta mendapat saran dan kritik dari validator terhadap produk yang dikembangkan
c. Revisi I
Data validasi yang diperoleh kemudian di analisis, dan dilakukan revisi. Produk hasil revisi merupakan pengembangan dan penyempurnaan berdasarkan validasi ahli.
d. Uji coba
Langkah selanjutnya adalah mengujicobakan LKPD kepada siswa di kelas. Uji coba yang dilakukan adalah uji coba lapangan pada sekolah yang dijadikan subjek penelitian untuk menguji kualitas produk. Uji coba ini dilakukan di kelas XI IPA. Uji coba dilakukan untuk mendapatkan data kepraktisan dan keefektifan LKPD yang dikembangkan.
e. Revisi II
Setelah dilakukan uji coba, selanjutnya dilakukan revisi II sebagai penyempurnaan produk berdasarkan hasil uji coba (observasi dan respon siswa). Revisi II perlu dilakukan apabila secara praktik masih sulit digunakan oleh siswa.
4. Tahap Disseminate (Penyebaran).
Setelah uji coba terbatas dan instrumen telah direvisi, tahap selanjutnya adalah tahap diseminasi. Tujuan dari tahap ini adalah menyebarluaskan LKPD. Pada penelitian ini hanya dilakukan diseminasi terbatas, yaitu dengan menyebarluaskan dan mempromosikan produk akhir LKPD secara terbatas kepada guru Biologi di SMAN 6 Tangerang Selatan.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat ukur dalam penelitian, atau suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan yaitu:
1. Lembar Wawancara Guru dan Peserta Didik
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui infomasi mengetahui kebutuhan, ketersediaan dan pemanfaatan LKPD di sekolah. Wawancara ditujukan pada guru biologi dan 5 orang peserta didik kelas XI di SMA Negeri 6 Tangerang Selatan untuk mengetahui kendala yang terjadi saat praktikum dan khususnya terhadap LKPD yang digunakan. Kisi-kisi lembar wawancara dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut ini:
Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Wawancara Guru dan Peserta Didik
No. Aspek Indikator
Pelaksanaan praktikum biologi di
sekolah 1,2,3 1
Penggunaan model pembelajaran praktikum di sekolah
8,9,10,
11 4
No. Aspek Indikator
Pencapaian KD-4 di sekolah 4,5,6,31,
32 2
Pemenuhan sarana dan prasarana
praktikum di sekolah 29,30 15,16,17 3. Standar
proses
pembelajaran
Peningkatan motivasi peserta didik
terhadap praktikum 21,22,23 6,13 Respon sikap peserta didik dalam
berpraktikum 19,20 3,12
Peningkatan keterampilan peserta
didik 25 3
Peningkatan bahasa yang dimiliki
peserta didik 27,28 -
5. Hasil Kinerja Penyusunan Laporan praktikum di
sekolah 20,26 14
6. Konsep pembelajaran
Pencapaian konsep pembelajaran
di sekolah 7 7
Pemberian stimulus pada peserta
didik 18 18,19
Jumlah 32 19
2. Angket Peserta didik
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui infomasi karakteristik peserta didik mengenai sejauh mana pengalaman berpraktikum dan media yang digunakan dalam berpraktikum di sekolah. Instrumen ini ditujukan pada 35 orang peserta didik kelas XI di SMA Negeri 6 Tangerang selatan..
Kisi-kisi angket peserta didik dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut ini:
Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Peserta Didik peserta didik terhadap praktikum
5. Hasil Kinerja Penyusunan Laporan praktikum di sekolah
Pemberian stimulus pada peserta didik
5 1
Jumlah 12
3. Instrumen Validasi Ahli
Instrumen validasi ahli digunakan sebagai lembar validasi yang akan diberikan kepada Ahli (dosen) dan Praktisi (guru) bertujuan untuk menilai dan mempertimbangkan kelayakan produk LKPD praktikum yang dikembangkan.
Kisi-kisi instrumen evaluasi formatif dapat dilihat pada tabel 3.1 sebagai berikut ini:
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Validasi Ahli
Aspek Indikator No.
Pertanyaan Jumlah
Kelayakan isi
Kesesuaian KI/KD 1 1
Kesesuaian dengan kebutuhan peserta didik
2
2 4
Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar
3 2
5
Penambahan wawasan 6 1
Kebahasaan
Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar
7 8 2
Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien (jelas dan singkat)
9 10 2
Penyajian Kejelasan tujuan yang ingin dicapai
11 1
Urutan penyajian 13 1
Ketersediaan ruang yang cukup 12
3 14
15
Kelengkapan informasi 16 1
Kegrafikan Tata letak konsisten dan teratur 17
2 18
Memiliki daya tarik 19
20 2 Tahapan
Guided Inquiry
Merumuskan masalah 21 1
Merencanakan eksperimen 22 1
Melakukan eksperimen 23 1
Mengumpulkan dan menganalisis data
24 1
Menarik kesimpulan 25 1
4. Instrumen Uji Keterbacaan
Instrumen uji keterbacaan digunakan sebagai angket respon peserta didik yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan LKPD Praktikum yang dikembangkan. Setelah LKPD yang dikembangkan telah melalui tahapan validasi dan perbaikan atas saran dari validator kemudian LKPD diuji cobakan kepada peserta didik dengan melakukan kegiatan praktikum sesuai yang terdapat pada LKPD Praktikum. Angket uji coba keterbacaan diberikan kepada peserta didik kelas XI MIPA5 SMAN 6 Tangerang Selatan sebanyak 3 orang.. Kisi-kisi instrumen uji keterbacaan dapat dilihat pada tabel 3.5 sebagai berikut:
Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Uji Keterbacaan
Aspek Indikator Nomor
Pertanyaan Jumlah Keterbacaan Kemudahan
Penggunaan 1,2,3,4 4
Kesesuaian
Tampilan 5,6,7,8,9 5
Kegunaan Fitur
LKPD Praktikum 10,11,12,13,14,15 6
Jumlah 15
(diadaptasi dari Zidni Rodliyah dan Depdiknas)
E. Teknik Pengolahan Data 1. Pengolahan Data
Angket Pengolahan jumlah data yang diperoleh disesuaikan dengan bentuk angket peserta didik yang digunakan. Cara pengolahan data menggunakan skala Guttman. Skala Guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat
jelas (tegas) dan konsisten. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0).45 Bobot nilai yang diberikan sebagai berikut:
Tabel 3.5 Kriteria Penskoran Skala Guttman
No. Alternatif Jawaban Skor
1 Ya 1
2 Tidak 0
2. Pengolahan Data Instrumen Evaluasi Formatif
Pengolahan data instrumen evaluasi formatif menggunakan pengukuran skala Likert. Dengan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Berikut skala lima yang digunakan dalam pengolahan data angket:
Tabel 3.6 Kriteria Penskoran Skala Likert46 Alternatif Jawaban Skor
Sangat baik 5
Baik 4
Sedang 3
Buruk 2
Buruk sekali 1
F. Teknik Analisis Data
Data yang dianalisis dengan tujuan untuk disederhanakan ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca untuk dapat dianalisis dan diambil kesimpulan. Adapun pengolahan datanya adalah sebagai berikut47
45 Riduwan dan Akdon, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, (Bandung: ALFABETA, 2013), Cet.V, h.20-21.
46 Riduwan dan Akdon, Rumus dan Data dalam…,Ibid.,h.16-17
P=
x 100%
Keterangan:
P = Persentase
Σx = Jumlah jawaban responden dalam 1 item Σxi = Jumlah ideal (skor maksimal) dalam item
Peneliti menentukan kriteria penilaian untuk menentukan kesimpulan dengan menggunakan kriteria kualitas media terhadap pengembangan LKPD berbasis Guided Inquiry untuk kelas XI SMA pada Konsep Sistem Pernapasan termasuk ke dalam kriteria sangat layak, layak, cukup layak, kurang layak, atau sagat kurang layak berdasarkan tabel berikut:
Tabel 3.7 Kriteria Interpretasi Skor48
No. Interval Skor Kriteria
1 81-100% Sangat Layak
2 61-80% Layak
3 41-60% Cukup Layak
4 21-40% Kurang Layak
5 0-20% Sangat Kurang Layak
(Diadaptasi dari Riduwan)
47 Nurina, dkk, Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Dengan Model Siklus Belajar 5E Berbasis Konstruktivistik Pada Materi Sistem Sirkulasi Manusia Untuk Kelas XI SMA, Jurnal Universitas Negeri Malang 2013, pp.3.
48 Riduwan dan Akdon, Rumus dan Data dalam…,Loc.Cit.,h.16-17.
34 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Sesuai dengan model pengembangan 4-D, langkah-langkah pengembangan LKPD adalah sebagai berikut.
a. Define (Pendefinisian)
Dalam tahap define ini dilakukan beberapa kegiatan yaitu:
1) Analisis Ujung Depan
Analisis ujung depan dilakukan dengan menganalisis permasalahan pembelajaran berdasarkan fakta yang terdapat di lapangan dengan standar kurikulum pembelajaran yang berlaku. Kurikulum 2013 ditetapkan berdasarkan standar nasional sebagai kualitas minimal suatu jenjang pendidikan.49 Sehingga untuk mengetahui kualitas minimal pada suatu jenjang pendidikan dilakukan analisis ujung depan dengan wawancara dan observasi terhadap LKPD praktikum menggunakan daftar ceklist.
Wawancara dilakukan kepada 1 orang guru biologi dan 5 orang peserta didik.
Wawancara merupakan proses tanya jawab yang berlangsung secara lisan oleh dua orang atau lebih dengan bertatap muka untuk mendengarkan informasi secara langsung.50 Informasi yang diperoleh terdiri dari 5 Aspek yaitu pembelajaran kurikulum 2013, kompetensi keterampilan, standar proses pembelajaran, bahan ajar, hasil kinerja dan konsep pembelajaran. Hasil rekapitulasi wawancara guru biologi dan peserta didik dapat dilihat pada tabel 4.1.
49 Abdul Majid dan Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah dan Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), h. 12
50 Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, 2009, (Jakarta: Bumi Aksara), h. 83.
Tabel 4.1 Rekapitulasi Wawancara Guru Biologi dan Peserta Didik
No. Indikator Deskripsi wawancara
Guru Peserta didik kegiatan praktikum di sekolah lumayan sering dilakukan
No. Indikator Deskripsi wawancara
Guru menyatakan sarana dan prasana di laboratorium sudah cukup menunjang dan sudah dibentuk pengelola lab seperti kepala laboran dan laboran.
6 peserta didik menyatakan sarana dan prasarana di laboratorium sudah cukup lengkap hanya saja dari segi
Guru menyatakan peserta didik selalu memiliki daya tarik ketika melakukan praktikum dan proses praktikum berlangsung
Guru menyatakan respon yang diberikan selama kegiatan praktikum berlangsung sangat baik dan peserta didik menjadi lebih paham dari pembelajaran di kelas
5 peserta didik menyatakan dalam berpraktikum banyak hal yang didapatkan dan
Guru menyatakan peserta didik belum mampu meningkatan
keterampilannya secara mandiri
5 peserta didik menyatakan praktikum harusnya lebih sering lagi dilaksanakan
penggunaan bahasa ilmiah masih bercampur dengan bahasa sehari-hari
9. Penggunaan LKPD Praktikum di Sekolah
Guru menyatakan LKPD telah dibuat sendiri tetapi hanya menjadi buku pegangan guru
5 peserta didik menyatakan setiap dilakukannya praktikum lembar kegiatan dibuat dalam buku tugas
No. Indikator Deskripsi wawancara
Guru Peserta didik
berdasarkan arahan yang diberikan oleh guru
10. Penyusunan Laporan Praktikum di Sekolah
Guru menyatakan laporan yang dibuat peserta didik telah di tentukan format laporannya
5 peserta didik menyatakan laporan yang dibuat berdasarkan format yang diberikan oleh guru
11. Pencapaian Konsep Pembelajaran
Guru menyatakan konsep yang akan dicapai dalam
Guru menyatakan sebelum dilakukan praktikum pemberian stimulus perlu dilakukan
5 Peserta didik menyatakan guru selalu memberikan arahan sebelum dilakukanya praktikum
Tabel 4.1 berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa guru telah menggunakan model Guided Inquiry dalam kegiatan praktikum meskipun langkah-langkah model Guided Inquiry belum terlaksana sepenuhnya dan peserta didik yang belum terbiasa untuk penerapan guided inquiry pada saat praktikum. Sehingga diperlukan adanya penerapan model Guided inquiry pada LKPD Praktikum berdasarkan tahapan-tahapan yang dimulai dari penyajian masalah hingga penarikan kesimpulan.
Praktikum di sekolah sering terkendala dalam pencapaian kompetensi keterampilan, dikarenakan belum terdapatnya LKPD praktikum yang dapat digunakan secara mandiri oleh peserta didik sehingga setiap melakukan praktikum peserta didik mencatat arahan guru ke dalam buku tugasnya masing-masing. Hal ini akan menyebabkan kesulitan bagi peserta didik akan pemahaman berpraktikumnya terhadap konsep yang dipelajari. Karena seharusnya kegiatan pembelajaran dapat memberdayakan potensi yang dimiliki peserta didik menggunakan strategi pembelajaran sebagai fasilitas yang diberikan guru untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan pada kurikulum 2013.51
51 PERMENDIKBUD, Nomor 81A Tahun 2014 Tentang Implementasi kurikulum lampiran IV,
h.3.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan peserta didik menyatakan bahwa di sekolah kegiatan praktikum dilakukan pada hampir semua materi pembelajaran yang seharusnya dilakukan praktikum, ketersediaan alat dan bahan sudah cukup lengkap dan cukup memfasilitasi peserta didik dalam kegiatan praktikum meskipun ada beberapa alat yang kurang terawat/ rusak. Menurut peserta didik kegiatan praktikum di sekolah dalam pelaksanaannya masih berupa pembuktian konsep sehingga untuk memahami suatu konsepnya masih harus menghafal.
Selama kegiatan praktikum berlangsung peserta didik mencatat hal-hal yang harus dilakukan ke dalam buku tugasnya dibantu dengan arahan dari guru. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan praktikum di sekolah belum berpusat pada peserta didik. Guru seharusnya berperan sebagai fasilitator namun tetap bisa membimbing jalannya praktikum, untuk menunjang kegiatan ini guru dapat menggunakan bahan ajar.
Bahan ajar yang disediakan guru dapat berupa LKPD Praktikum berbasis Guided inquiry yang menjadi penunjang dalam praktikum menggunakan model Guided inquiry yang sudah guru terapkan dalam kelas.
2) Data Hasil Analisis Peserta Didik
Analisis peserta didik diperlukan untuk mengetahui karakteristik peserta didik itu sendiri. Adapun hasil analisis angket peserta didik dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini:
Tabel 4.2 Hasil Analisis Angket Peserta Didik No. Aspek Indikator Presentase
(%) Kriteria Presentase
No. Aspek Indikator Presentase
5. Hasil kinerja Penyusunan laporan
Tabel 4.2 menjelaskan mengenai hasil analisis angket peserta didik yang pada aspek pembelajaran kurikulum 2013 di sekolah mendapatkan persentase sebesar 91% dengan kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kurikulum 2013 di sekolah berjalan baik.
Pada aspek kompetensi keterampilan mendapatkan persentase sebesar 97% dengan kriteria sangat baik, dalam hal ini menunjukkan bahwa praktikum di sekolah telah berjalan dengan sangat baik. Pada aspek standar proses pembelajaran memperoleh persentase sebesar 71% dengan kriteria baik. Hal ini dikarenakan motivasi peserta didik dan respon peserta didik dalam berpraktikum masih dapat mengikuti dengan baik.
Pada aspek bahan ajar mendapatkan persentase sebesar 58%
dengan kriteria cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD praktikum di sekolah masih belum bisa menjadi pegangan
masing-masing peserta didik, sehingga peserta didik masih menggunakan buku tugasnya.
Pada aspek hasil kinerja menunjukkan persentase 91% dengan kriteria sangat baik. Dalam hal ini peserta didik telah mampu menyusun laporan praktikum dengan sangat baik berdasarkan sistematika yang telah guru berikan dan pada aspek konsep pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 79% dengan kriteria baik. Menunjukkan bahwa peserta didik tidak menemukan kendala yang cukup berarti selama praktikum berlangsung di sekolah.
Kesimpulan dari hasil analisis peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik sudah cukup baik dalam mengikuti kegiatan praktikum di sekolah dan presentase terendah diperoleh pada indikator Prnggunaan LKPD praktikum di sekolah yang menunjukkan LKPD di sekolah belum dapat digunakan secara maksimal.
3) Analisis Tugas
Analisis tugas dilakukan dengan mengidentifikasi tugas-tugas yang diberikan oleh guru dalam LKPD. Hasil analisis digunakan sebagai acuan dalam pengembangan LKPD berbasis guided inquiry. Analisis tugas dapat di ketahui dari hasil wawancara terhadap guru dan peserta didik. Guru menyatakan bahwa tugas tugas yang diberikan kepada peserta didik yaitu berupa laporan praktikum yang disusun secara perkelompok. Dalam konsep sistem pernapasan kegiatan praktikum yang dilaksanakan yaitu mengukur udara pernapasan dengan mengukur volume udara pernapasan pada jangkrik.
4) Analisis Konsep
Analisis konsep dilakukan berdasarkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditentukan. Konsep sistem pernapasan dipilih karena dalam kegiatan berpraktikum di sekolah hanya 1 kegiatan praktikum saja yaitu mengukur udara pernapasan. Sedangkan KD yang harus dicapai pada materi sistem pernapasan yaitu menganalisi hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pernapasan dan analisis pengaruh
pencemaran udara terhadap organ sistem pernapasan. Maka dari itu peneliti dapat mengembangkan LKPD sistem pernapasan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) sesuai kurikulum 2013. Berikut Kompetensi Dasar materi sistem pernapasan pada tabel 4.3 di antaranya:
Tabel 4.3 Analisis Kompetensi Dasar Materi Sistem Pernapasan 3.8 Menganalisis hubungan antara struktur jarigan penyusun organ
pada sistem respiasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem respirasi manusia.
4.8 Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan literatur.
(Permendiknas N0.24, 2016) Tabel 4.3 menjelaskan tentang Kompetensi Dasar pada materi sistem pernapasan. Kompetensi Dasar 3 dan 4 akan dimuat ke dalam pengembangan LKPD. Dari Kompetensi yang telah ditentukan peneliti merumuskan indikator pembelajaran dan aktivitas pembelajaran.
5) Menentukan Tujuan Pembelajaran
Penentuan tujuan pembelajaran dilakukan setelah melakukan analisis tugas dan analisis konsep. Dari hasil analisis tugas dan konsep yang telah ditentukan peneliti merumuskan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan tahapan Guided inquiry.
Peneliti menggunakan tahapan inkuiri terbimbing (guided inquiry) menurut Gulo untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri yaitu mengajukan pertanyaan atau permasalahan, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat kesimpulan. Kelima tahapan tersebut selanjutnya menjadi tahapan dalam aktivitas LKPD dan menjadi tema dalam setiap tahapan.
b. Design (Perancangan)
Tahap perancangan ini dilakukan dengan menyusun LKPD Praktikum Berbasis Guided Inquiry. Berikut adalah tahap perancangan (Design) di antaranya:
1) Penulisan LKPD
Pada fase design disusun LKPD pada materi sistem pernapasan.
Rancangan LKPD berbasi guided inquiry pada konsep sistem pernapasan dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
a) Perumusan kompetensi dasar yang harus dikuasai yang berasal dari standar isi (Tabel 4.3)
b) Perancangan dari sisi teknis selanjutnya dilakukan perancangan dari sisi media dengan menggunakan aplikasi komputer yaitu Adobe Photoshop CS4, Microsoft ® Paint, PhotoScape V6.3.2, dan Microsoft Office Word 2007. Dari sisi teknis, rancangan LKPD yang akan dikembangkan memuat struktur LKPD sesuai dengan panduan pengembangan bahan ajar (depdiknas):
i. Judul
Judul LKPD terdapat di awal halaman pada sampul dan judul kegiatan terdapat dalam setiap awal kegiatan. Judul dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut ini:
Tabel 4.4 Judul Kegiatan pada LKPD
Judul LKPD : Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Guided Inquiry Biologi Sistem Pernapasan
Mekanisme Pernapasan Pada Manusia
Kegiatan 1:
Melakukan Percobaan Mengenai Gas Yang Di Keluarkan Saat Menghembuskan Napas
Kegiatan 2:
Membuat Model Mekanisme Pernapasan Paru-Paru Manusia
Pengaruh Pencemaran Udara Pada Sistem Pernapasan
Kegiatan 1:
Simulasi Pengaruh Rokok Terhadap
Simulasi Pengaruh Rokok Terhadap