• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Felliani Hernanda Novianti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh: Felliani Hernanda Novianti"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PRAKTIKUM BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK SMA KELAS XI

PADA KONSEP SISTEM PERNAPASAN SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (FITK) untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:

Felliani Hernanda Novianti 11140161000002

PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA 2021

(2)

i

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv N ABSTRAK

Felliani Hernanda Novianti (11140161000002). Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Praktikum Berbasis Guided Inquiry untuk SMA Kelas XI pada Konsep Sistem Pernapasan. Skripsi Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Praktikum Berbasis Guided Inquiry untuk SMA Kelas XI pada Konsep Sistem Pernapasan serta mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan. LKPD yang dikembangkan mencakup 2 kegiatan praktikum yaitu:

1) Mekanisme Pernapasan pada Manusia, 2) Pengaruh Pencemaran Udara terhadap Sistem Pernapasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan model pengembangan 4-D, yaitu: Pendefinisian (Define), Perancangan ( Design), Pengembangan (Develop), dan Penyebaran (Disseminate).

Pada tahap pengembangan dihasilkan LKPD yang telah divalidasi oleh 1 orang dosen dan 2 orang guru biologi. Pada tahap uji keterbacaan, LKPD yang telah divalidasi diuji pada 35 peserta didik kelas XI MIPA 5 SMAN 6 Tangerang Selatan. Produk divalidasi berdasarkan aspek kelayakan isi, kegrafisan, bahasa, dan Guided Inquiry, sedangkan proses respon berdasarkan uji keterbacaan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD Praktikum yang dikembangkan berdasarkan validator pada LKPD 1 dan 2 masing-masing memperoleh yaitu 80,8% dan 82,2% yang termasuk dalam kriteria layak dan sangat layak.

Sedangkan berdasarkan uji keterbacaan oleh peserta didik memperoleh rerata 94,3% termasuk dalam kriteria sangat layak. Sehingga, LKPD Praktikum yang telah dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar yang dapat menunjang pembelajaran Biologi di SMA.

Kata Kunci: LKPD; Guided Inquiry;Sistem Pernapasan; Deskriptif.

(6)

v ABSTRACT

Felliani Hernanda Novianti (11140161000002). Development Student Worksheet Base on Guided Inquiry laboratory for Grade XI of Senior High School on the Concept of Respiration System. Skripsi of Biology Education Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher’s Training, State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta, 2021.

This research aims to developing student worksheet base on guided inquiry for grade XI of senior high school on the concept of Respiration System and also to know student’s response toward the developed worksheet. The worksheet has 2 experiment, there are: 1) Respiratory mechanism of humans, and 2) the effect of pollution on respiratory system. The research method that was used is descriptive and using the model 4-D development, namely: Define, Design, Development, and Disseminate. The development stage had produced student experiment worksheet that had been validated by 1 lecturer and 2 biology teacher. The worksheet were tried out on 35 student’s of XI MIPA 6 of SMAN 6 Tangerang Selatan. Products were validated based on properness of content, design, language, and guided inquiry while the response process is based on the legibility of student. The results showed that the worksheet had been developed based on the 1st and 2nd worksheet validators obtained percentage of 80,8% and 82,2%, that value included in category decent and very decent to be used. While based on the legibility of students are also very valid 94,3%. In conclusion, the student experiment worksheet can support biology learning in High School as the teaching materials.

Keywords: Worksheet; Guided Inquiry; Respiratory System; Descriptive.

(7)

vi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia, kesehatan lahir dan batin kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Praktikum Berbasis Guided Inquiry pada Konsep Sistem Pernapasan” Shalawat serta salam tak lupa dipanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabatnya.

Sungguh peneliti hanya seorang manusia biasa yang membutuhkan bantuan dan dukungan dari banyak pihak dalam menyusun tugas akhir ini. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih tak terbatas kepada:

1. Dr. Sururin, M.Ag., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Yanti Herlanti, M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah banyak memberikan informasi kepada mahasiswa/i pendidikan biologi terutama angkatan 2014.

3. Meiry Fadilah Noor, M.Si, Sekretaris Program Studi Pendidikan Biologi

4. Nengsih Juanengsih, M.Pd selaku pembimbing akademik Biologi14 A sekaligus dosen pembimbing 1 yang dengan sabar membimbing dan memberikan saran serta masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik- baiknya

5. Seluruh Dosen dan Staff Jurusan Pendidikan IPA, khususnya Program Studi Pendidikan Biologi, yang telah banyak memberikan banyak ilmu dan pengalaman-pengalaman baru.

6. Para Validator LKPD Praktikum yang dikembangkan yang telah memberikan banyak masukan sehingga dapat menjadi bahan perbaikan LKPD.

7. Drs. Agus Hendrawan, Kepala SMAN 6 Tangerang Selatan yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut.

8. Diani Atika S.Si M.Pd dan Siti Hasanah S.Pd guru mata pelajaran Biologi SMAN 6 Tangerang Selatan yang telah banyak membantu, memberikan kesempatan dan meluangkan waktu kepada penulis dalam melakukan penelitian di sekolah.

(8)

vii

9. Peserta Didik XI MIPA 5 SMAN 6 Tangerang Selatan yang telah banyak membantu dalam melaksanakan kegiatan penelitian di sekolah.

10. Keluarga tercinta, papa, mama, mas Kiki, Afi yang selalu menjadi penyemangat dalam menyelesaikan skripsi ini serta telah memberikan limpahan doa, kasih sayang, dukungan moral maupun materil yang diberikan selama penelitian berlangsung dan dalam menyelesaikan skripsi ini.

11. Teman-teman seperjuangan Biologi 2014, khususnya SSTRHD dan semua support system yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah banyak membantu dan selalu memberikan motivasi.

Atas semua bantuan yang diberikan sangat berharga, penulis berdoa semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda sebagai amal shaleh dan ketaatan kepada-Nya, Amin.

Akhir kata, penulis mohon maaf atas segala kekurangan yang ada dalam laporan ini. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikkan dimasa yang akan datang. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sebagai rujukan dan bahan evaluasi serta pembelajaran yang akan menjadi seorang pengajar dan pendidik.

Jakarta, 14 Januari 2021

(9)

viii DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

ABSTRAK ... ii

ABSTRACT ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 3

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Perumusan Masalah ... 4

E. Tujuan Penelitian ... 4

F. Kegunaan Penelitian...5

BAB II ... 6

KAJIAN TEORITIK ... 6

A. Deskripsi Teoritik ... 6

1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ... 6

2. Guided Inquiry ... 11

3. Sistem Pernapasan ... 18

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... 20

C. Kerangka Berpikir ... 20

(10)

ix

BAB III ... 22

METODOLOGI PENELITIAN ... 22

A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 22

B. Metode Penelitian ... 22

C. Alur Penelitian ... 22

D. Instrumen Penelitian ... 26

E. Teknik Pengolahan Data ... 30

1. Pengolahan Data... 30

2. Pengolahan Data Instrumen Evaluasi Formatif... 31

F. Teknik Analisis Data... 31

BAB IV ... 34

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 34

A. Hasil Penelitian ... 34

1. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ... 34

B. Deskripsi dan Analisis Uji Coba ... 51

1. Data Hasil Validasi LKPD ... 51

2. Data Hasil Uji Keterbacaan LKPD Praktikum ... 66

C. Kajian Produk Akhir ... 67

BAB V ... 72

KESIMPULAN DAN SARAN ... 72

A. Kesimpulan ... 72

B. Saran ... 72

DAFTAR PUSTAKA ... 73 LAMPIRAN-LAMPIRAN ... Error! Bookmark not defined.

(11)

x

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Wawancara Guru dan Peserta Didik ... 26

Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Peserta Didik ... 28

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Validasi Ahli ... 29

Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Uji Keterbacaan... 30

Tabel 3.5 Kriteria Penskoran Skala Guttman ... 31

Tabel 3.6 Kriteria Penskoran Skala Likert ... 31

Tabel 3.7 Kriteria Interpretasi Skor ... ...32

Tabel 4.1 rekapitulasi wawancara guru biologi dan peserta didik...35

Tabel 4.2 Hasil Analisis Angket Peserta Didik...42

Tabel 4.3 Analisis Kompetensi Dasar Materi Sistem Pernapasan...43

Tabel 4.4 Judul Kegiatan pada LKPD...44

Tabel 4.5 Hasil Analisis Vaidasi LKPD 1 pada Tiap Aspek...53

Tabel 4.6 Hasil Analisis Validasi LKPD 1 pada Tiap Indikator...54

Tabel 4.7 Hasil Validasi LKPD 1...56

Tabel 4.8 Hasil Analisis Validasi LKPD 2 pada Tiap Aspek...65

Tabel 4.9 Hasil Analisis Validasi LKPD 2 pada Tiap Indikator...66

Tabel 4.10 Hasil Validasi LKPD 2...68

Tabel 4.11 Hasil Analisis Angket Uji Keterbacaan LKPD...70

(12)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir ... 21

Gambar 4.1 Tampilan Peta Konsep ... 43

Gambar 4.2 Petunjuk Belajar LKPD ... 44

Gambar 4.3 Kompetensi Dasar...46

Gambar 4.4 Pendahuluan Yang Berisis Materi Pendukung...47

Gambar 4.5 Tampilan Kegiatan Peserta Didik...50

Gambar 4.6 Tampilan Kesimpulan...51

Gambar 4.7 Kompetensi Dasar dan Tujuan Sebelum dan Sesudah Revisi...58

Gambar 4.8 Petunjuk Belajar...58

Gambar 4.9 Peta Konsep Sebelum dan Setelah Revisi...59

Gambar 4.10 Tujuan Sebelum dan Setelah Revisi...60

Gambar 4.11 Gambar Informasi Pendukung Sebelum dan Setelah Revisi...61

Gambar 4.12 Permasalahan Sebelum dan Setelah Revisi...62

Gambar 4.13 Desain Percobaan Sebalum dan Setelah Revisi...63

Gambar 4.14 Pertanyaan Penuntun Sebelum dan Setelah Revisi...63

Gambar 4.15 Analisis Data Sebelum dan Setelah Revisi...64

Gambar 4.16 Analisis Pertanyaan Sebelum dan Setelah Revisi...64

Gambar 4.17 Tujuan Sebelum dan Setelah Revisi...69

Gambar 4.18 Permasalahan Sebelum dan Setelah Revisi ...69

(13)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Instrumen Wawancara Guru ... Error! Bookmark not defined.

Lampiran 2. Instrumen Wawancara Peserta Didik Error! Bookmark not defined.

Lampiran 3. Hasil Analisis Wawancara Guru Dan Peserta Didik ... Error!

Bookmark not defined.

Lampiran 4. Hasil Wawancara Dengan Guru BiologiError! Bookmark not defined.

Lampiran 5. Angket Peserta Didik Terhadap Pembelajaran Biologi di SMAN 6 Tangsel ... Error! Bookmark not defined.

Lampiran 6. Hasil Analisis Angket Peserta DidikError! Bookmark not defined.91

Lampiran 7. Hasil Analisis Angket Peserta Didik...93

Lampiran 8. Hasil Analisis Angket Uji Coba Keterbacaan Peserta Didik...94

Lampiran 9. Perancangan Awal Lkpd Berbasisis Guided Inquiry...97

Lampiran 10. Instrumen Validasi Ahli...103

Lampiran 11. Hasil Analisis Validasi Lkpd Berdasarkan Tiap Aspek...107

Lampiran 12. Hasil Instrumen Evaluasi Formatif...113

Lampiran 13. Angket Uji Keterbaaan Peserta Didik...116

Lampiran 14. Hasil Keterbacaan Peserta Didik...118

Lampiran 15. Rubrik Penilaian LKPD Sistem Pernapasan Berbasis Guided Inquiry ...Err or! Bookmark not defined. Lampiran 16. LKPD...141

Lampiran 17. Kegiatan Penelitian Dan Uji Coba...169

Lampiran 18. Surat-Surat Penelitian...189

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.1 Hakikat sains meliputi tiga aspek yakni, produk, proses, dan sikap ilmiah.

Aspek produk meliputi pengetahuan, konsep, prinsip-prinsip sains, sementara aspek proses terkait dengan serangkaian kegiatan ilmiah yang memungkinkan produk ilmiah pengetahuan atau produk diperoleh. Sikap ilmiah merupakan sikap seorang peneliti ketika melakukan sebuah pengamatan atau penelitian.2 Pendidikan IPA di sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum IPA dibagi menjadi tiga bidang ilmu yaitu Biologi, Fisika, dan Kimia. Biologi sebagai salah satu bidang IPA memberikan beberapa pengalaman belajar dalam memahami konsep dan proses sains.

Biologi merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang didalamnya mengandung aspek proses, produk, dan sikap. Aspek proses adalah bagaimana peserta didik dapat menemukan dan mengembangkan sendiri apa yang sedang dipelajari yang meliputi kegiatan mengamati, bereksperimen dan membangun deduksi teori. Sebagai salah satu rumpun IPA, Biologi membentuk sikap ilmiah peserta didik seperti berfikir terbuka, rasa ingin tahu, berfikir kritis, keinginan memecahkan masalah,

1 Departemen Pendidikan Nasional, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Biologi SMA&MA, (Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas, 2003), h.6.

2 Zulfiani,dkk., Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), h.

161.

(15)

membangun sikap peka terhadap lingkungan dan dapat merespon suatu tindakan. Lingkup pembelajaran Biologi merupakan produk dari sekumpulan fakta, teori, prinsip, dan hukum yang diperoleh yang dikembangkan berdasarkan serangkaian kegiatan (proses) yang mencari jawaban atas apa, mengapa dan bagaimana.

Pembelajaran biologi akan lebih bermakna jika peserta didik diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Seperti pada teori konstruktivisme yang dinyatakan oleh Piaget bahwa pada dasarnya setiap individu sejak kecil sudah memiliki kemampuan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.3 Sehingga guru tidak memberikan informasi secara utuh kepada peserta didik melainkan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggali kemampuan berpikirnya.

Pelaksanaan pembelajaran biologi tidak hanya dilaksanakan di kelas, tetapi juga di laboratorium. Kegiatan laboratorium merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dengan tujuan untuk melatih keterampilan berpikir peserta didik, mengembangkan sikap ilmiah peserta didik, dan dapat melatih peserta didik untuk memecahkan masalah secara kritis. Pembelajaran di laboratorium merupakan salah satu proses pembelajaran melalui pendekatan pengalaman, karenanya guru harus memberikan bimbingan kepada peserta didik untuk melakukan praktikum agar peserta didik mampu mengungkapkan percobaan mereka secara kritis dan dapat menggali kemandirian untuk menemukan sesuatu.

Model pembelajaran akan diterapkan pada kegiatan laboratorium adalah Guided inquiry. Hal ini karena pada metode ini peserta didik diberi masalah terlebih dahulu baru ditugaskan untuk memecahkan masalah tersebut dengan rancangan mereka sendiri. Pemberian masalah diawal dapat membantu peserta didik dalam menentukan arah penyelidikan sehingga peserta didik tidak terlalu kesulitan untuk melakukan kegiatan

3 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:

Kencana, 2010), h. 124.

(16)

laboratorium. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Evrim Ural yang menerapkan guided inquiry menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman tentang materi pelajaran dengan membangun pemahaman baru yang belum pernah miliki sebelumnya.4

Kegiatan dalam laboratorium terutama laboratorium yang ada di sekolah harus disertai dengan lembar praktikum. Agar kegiatan praktikum berjalan sesuai tujuan yang diinginkan, membutuhkan sarana laboratorium yang memadai dan sebuah bahan ajar yang relevan, antara lain dalam bentuk petunjuk/lembar praktikum.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 6 Tangerang Selatan, SMA Negeri 6 Tangerang Selatan telah melaksanakan kurikulum 2013 dan dalam kegiatan praktikum pada sistem konsep pernapasan hanya dilakukan praktikum pernapasan pada hewan dan menghitung volume pernapasan pada manusia, sedangkan KD yang terdapat pada konsep sistem pernapasan yaitu KD 3.8 Menganalisis hubungan antara struktur jarigan penyusun organ pada sistem respiasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem respirasi manusia dan KD 4.8 Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan literatur.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Guided Inquiry Laboratory pada Konsep Sistem Pernapasan Untuk Peserta didik Kelas XI”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dilakukan identifikasi masalah sebagai berikut:

4 Evrim Ural, The Effect Of Guided-Inquiry Laboratory Experiments On Science Education Students Chemistry Laboratory Attitude, Anxiety And Achievment, Jurnal Penelitian, 2016, h.

221.

(17)

1. Belum adanya bahan ajar yang sesuai dengan ketentuan kurikulum, karakteristik sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah.

2. Penerapan model guided inquiry yang digunakan guru belum sepenuhnya tercantum dalam LKPD Praktikum berdasarkan langkah-langkah guided inquiry

3. Pemberian kegiatan praktikum belum dapat menunjang pencapaian Kompetensi Dasar.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini tidak menyimpang dari judul penelitian, maka masalah yang akan diteliti hanya dibatasi pada penggunaan LKPD praktikum sistem pernafasan berbasis guided inquiry untuk SMA kelas XI. Adapun aspek-aspek yang dibatasi pada penelitian ini, yaitu:

1. Materi yang dimuat dalam lembar praktikum adalah Sistem pernapasan.

2. Lembar praktikum yang dikembangkan berbasis inkuiri terbimbing terdiri dari komponen-komponen: judul, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, merumuskan masalah, hipotesis, alat dan bahan, langkah percobaan, tabel hasil pengamatan, analisis data dan kesimpulan.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang diuraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Bagaimana pengembangan LKPD praktikum pada Konsep Sistem Pernapasan berbasis guided inquiry untuk SMA Kelas XI?”.

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan LKPD Praktikum berbasis guided inquiry untuk SMA kelas XI pada Konsep Sistem Pernapasan yang layak digunakan pada proses pembelajaran.

(18)

F. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat, antara lain:

1. Bagi guru, memberikan informasi kepada guru dengan menggunakan LKPD Praktikum berbasis guided inquiry sebagai panduan dalam eksperimen, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi.

2. Bagi sekolah, memberikan keuntungan diperolehnya LKPD praktikum berbasis guided inquiry yang dapat digunakan untuk eksperimen dalam mata pelajaran Biologi.

3. Bagi peneliti, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman mengenai pengembangan LKPD berbasis guided inquiry sehingga menambah bekal peneliti sebagai calon pendidik untuk dapat mengembangkan bahan ajar sendiri yang lebih baik.

4. Sebagai acuan untuk peneliti selanjutnya.

(19)

6

BAB II

KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Teoritik

1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) a) Pengertian

Penggunaan lembar kerja dapat membantu mengarahkan pembelajaran sehingga lebih efisien dan efektif. Lembar kerja/lembar tugas merupakan bagian dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan merupakan sebagian alat yang digunakan guru dalam mengajarnya.5 Menurut Depdiknas, lembar kegiatan siswa (Student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tuagas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.6

Lembar kerja siswa bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisis tugas yang dikerjakan oleh siswa baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan peserta didik.7

b) Struktur

Struktur LKPD secara umum adalah sebagai berikut : 1) Judul

2) Petunjuk belajar (petunjuk siswa) 3) Kompetensi yang akan dicapai 4) Informasi pendukung

5) Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja 6) Penilaian 8

5 Abdul Majid dan Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), h.232.

6 Depdiknas, Panduan Pengembangan Bahan Ajar, (Depdiknas, 2008), h.23.

7 Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Panduan Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Jarak Jauh (BA-PJJ) Sekolah Dasar, (Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, 2020), h.8.

8Depdiknas, Panduan …, op .cit., h.24.

(20)

c) Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan LKPD

Menurut Steffen-Peter Ballstaedt bahan ajar cetak harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:9

1) Susunan tampilan, yang menyangkut: Urutan yang mudah, judul yang singkat, terdapat daftar isi, struktur kognitifnya jelas, rangkuman, dan tugas pembaca.

2) Bahasa yang mudah, menyangkut: mengalirnya kosa kata, jelasnya kalimat, jelasnya hubungan kalimat, kalimat yang tidak terlalu panjang.

3) Menguji pemahaman, yang menyangkut: menilai melalui orangnya, check list untuk pemahaman.

4) Stimulan, yang menyangkut: enak tidaknya dilihat, tulisan mendorong pembaca untuk berfikir, menguji stimulan.

5) Kemudahan dibaca, yang menyangkut: keramahan terhadap mata (huruf yang digunakan tidak terlalu kecil dan enak dibaca), urutan teks terstruktur, mudah dibaca.

6) Materi instruksional, yang menyangkut: pemilihan teks, bahan kajian, lembar kerja (work sheet).

d) Evaluasi dan Revisi

Depdiknas menyatakan bahwa evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah bahan ajar telah baik ataukah masih ada hal yang perlu diperbaiki. Teknik evaluasi bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya evaluasi teman sejawat ataupun uji coba kepada siswa secara terbatas.

Komponen evaluasi mencangkup :10

1) Komponen kelayakan isi mencakup, antara lain:

a) Kesesuaian dengan SK, KD

b) Kesesuaian dengan perkembangan anak

9 Depdiknas, Panduan…,Ibid. h.18.

10 Depdiknas, Panduan…,Ibid. h.28.

(21)

c) Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar d) Kebenaran substansi materi pembelajaran e) Manfaat untuk penambahan wawasan

f) Kesesuaian dengan nilai moral, dan nilai-nilai sosial 2) Komponen Kebahasaan antara lain mencakup:

a) Keterbacaan

b) Kejelasan informasi

c) Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar d) Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien (jelas dan singkat) 3) Komponen Penyajian antara lain mencakup:

a) Kejelasan tujuan (indikator) yang ingin dicapai b) Urutan sajian

c) Pemberian motivasi, daya tarik

d) Interaksi (pemberian stimulus dan respond) e) Kelengkapan informasi

4) Komponen Kegrafikan antara lain mencakup:

a) Penggunaan font; jenis dan ukuran b) Lay out atau tata letak

c) Ilustrasi, gambar, foto d) Desain tampilan

e) Fungsi Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)

Berdasarkan pengertian dan penjelasan awal mengenai LKPD, dapat diketahui bahwa LKPD memiliki setidaknya empat fungsi sebagai berikut:11

1) Sebagai bahan ajar yang bias meminimalkan peran pendidik, namun lebih mengaktifkan peserta didik.

2) Sebagai bahan ajar yang mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan

3) Sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih.

11 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Jogjakarta:DIVA Press,2011) h. 205-206

(22)

4) Memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.

f) Tujuan Penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)

Dalam hal ini, paling tidak terdapat empat poin yang menjadi tujuan penyusunan LKPD, yaitu:12

1) Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan.

2) Menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan.

3) Melatih kemandirian belajar peserta didik.

4) Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik.

g) Macam-macam Bentuk Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)

Setiap LKPD disusun dengan materi-materi dan tugas tugas tertentu yang dikemas sesuai dengan maksud dan tujuan dari penggunaan LKPD tersebut, sehingga LKPD memiliki berbagai macam bentuk.13 Dilihat dari tujuan penggunaan LKPD, LKPD terbagi menjadi lima macam, yaitu:

1) LKPD yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep

LKPD jenis ini memuat kegiatan yang yang memiliki tujuan untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri di dalam otaknya, meliputi kegiatan melakukam, mengamati, dan menganalisis.14 Sesuai dengan prinsip kontruktivisme, belajar dengan membangun, yaitu .siswa dapat mengkosntruksi sendiri pemahamannya dengan melakukan aktivitas aktif dalam pembelajarannya.15 Dalam LKPD jenis ini diberikan pertanyaan analisis yang membantu peserta didik untuk mengaitkan fenomena yang

12 Ibid. h. 206

13 Ibid. h. 208

14 Ibid. h. 209

15Zulfiani, Tonih Feronika, dan Kinkin Suartini., Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), h. 119

(23)

mereka amati dengan konsep yang belum diberikan tetapi akan siswa bangun sendiri.16

2) LKPD yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan.

Di dalam pembelajaran, setelah peserta didik berhasil menemukan konsep, peserta didik selaanjutnya dapat dilatih untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari ke dalam kehidupan seharihari.17 LKPD yang memiliki tujuan membantu peserta didik menerapkan dan mengitegrasikan konsep yang telah ditemukan dibutuhkan oleh peserta didik untuk menerapkan pengetahuannya dan melatih kemampuan berpikir siswa

3) LKPD yang berfungsi sebagai penuntun belajar

LKPD bentuk ini merupakan LKPD yang berisi pertanyaan yang jawabannya terdapat di dalam buku, sehingga fungsi LKPD ini adalah membantu peserta didik menghafal dan memahami materi pembelajaran di dalam buku tersebut.18

4) LKPD yang berfungsi sebagai penguatan

LKPD ini merupakan LKPD yang diberikan setelah peserta didik mempelajari topik atau konsep tertentu. Materi pembelajaran yang dikemas dalam LKPD ini lebih mengarah pada pendalaman dan penerapan materi pembelajaran yang terdapat dalam buku pelajaran.19 5) LKPD yang berfungsi sebagai petunjuk praktikum

Metode eksperimen atau praktikum merupakan metode mengajar dengan membuktikan langsung untuk menguji atau membuktikan suatu konsep yang sedang dipelajari.20 Praktikum sendiri membutuhkan petunjuk praktikum, alih-alih memisahkan petunjuk praktikum ke dalam

16 Andi Prastowo, Loc.Cit.

17 Ibid., h.210

18 Ibid., h.210-211

19 Ibid., h.211

20 Zulfiani dkk., Op. Cit., h. 104

(24)

buku tersendiri, kita dapat menggabungkan petunjuk praktikum ke dalam LKPD sehingga LKPD berisikan petunjukpratikum.21

h) Praktikum

Metode eksperimen adalah metode mengajar dengan cara mempraktekkan langsung untuk menguji atau membuktikan suatu konsep yang sedang dipelajari.22

Pembuktian suatu konsep secara langsung melalui praktikum akan lebih memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran yang telah diperoleh di dalam kelas. Melalui kegiatan praktikum peserta didik akan secara aktif terlibat langsung pada proses diantaranya mengamati, mengobservasi, dan menganalisis suatu masalah.

2. Guided Inquiry

a. Pengertian inquiry

Secara bahasa inkuiri berasal dari kata inquiry yang merupakan kata dalam bahasa inggris yang berarti: penyelidikan/ meminta keterangan;

terjemahan bebas untuk konsep ini adalah “siswa diminta untuk mencari dan menemukan sendiri”. Dalam konteks penggunaan inkuiri sebagai metode belajar mengajar, siswa ditempatkan sebagai subjek pembelajaran, yang berarti bahwa siswa memiliki andil besar dalam menentukan suasana dan model pembelajaram. Dalam metode ini setiap peserta didik didorong untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar, salah satunya dengan secara aktif mengajukan pertanyaan yang baik terhadap setiap materi yang disampaikan dan pertanyaan tersebut tidak harus selalu dijawab oleh guru, karena semua

21 Andi Prastowo, Op.Cit.h. 211

22 Zulfiani, Tonih Feronika, Kinkin Suartini, Strategi…, Op. cit., (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), Cet. I, h.104.

(25)

peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.23

National Research Council mengungkapkan inquiry adalah kegiatan multifase yang melibatkan melakukan pengamatan; mengajukan pertanyaan;

memeriksa buku dan sumber informasi lain untuk melihat apa yang sudah diketahui; perencanaan investigasi; meninjau apa yang sudah dikenal dalam terang bukti eksperimental; menggunakan alat untuk mengumpulkan data, menganalisis, dan menafsirkan data; mengusulkan jawaban, penjelasan, dan prediksi; dan mengkomunikasikan hasilnya. Inquiry membutuhkan identifikasi asumsi, penggunaan berpikir kritis dan logis, dan pertimbangan alternatif penjelasan.24

Bruner, seorang psikolog dari Harvard University di Amerika Serikat juga menegaskan metode inkuiri memiliki kelebihan sebagai berikut:25

1. Siswa akan memahami konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih baik.

2. Membantu dalam menggunakan daya ingat dan transfer pada situasi- situasi proses belajar yang baru.

3. Mendorong siswa untuk berpikir inisiatif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.

4. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifya sendiri.

5. Memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik.

6. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang.

b. Langkah inquiry

Langkah-langkah umum dalam melaksanakan metode inquiry secara umum menurut richard Suchman adalah sebagai berikut:26

23 Khoirul Anam, Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Metode Dan Aplikasi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), h.7-8

24 National Research Council (NRC), Inquiry and the national science education standards : A guided for teaching and learning, (Washington, DC: National Academies Press, 2000), h. 22- 23

25 Khoirul Anam, op.cit., h.16

(26)

a) Identifikasi kebutuhan siswa

b) Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip pengertian, konsep, dan generalisasi yang akan di pelajari.

c) Seleksi materi pembelajaran dan problema atau tugas-tugas.

d) Membantu memperjelas:

1) Tugas problema yang akan di pelajari 2) Peranan masing-masing siswa.

e) Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan.

f) Mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa.

g) Memberi kesempatankepada siswa untuk melakukan penemuan.

h) Membantu siswa dengan informasi/data jika diperlukan.

i) Memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses.

j) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa.

k) Memuji siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuan.

c. Tingkatan Inquiry 1) Inkuiri Terkontrol

Inkuiri terkontrol merupakan kegiatan inkuiri di mana masalah atau topik pembelajaran berasal dari guru atau bersumber dari buku teks yang ditentukan oleh guru. Dalam tahap ini, guru memegang kontrol penuh atas seluruh proses pembelajaran. Meski demikian tidak berarti bahwa guru sama sekali tidak memberi kesempatan pada siswa untuk terlibat, guru hams tetap memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, hanya saja porsinya masih sedikit, mungkin hanya sebatas mengajukan pertanyaan yang sifatnya closesended.

26 Sumiati, Metode Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima, 2009), h. 104

(27)

2) Inkuiri terbimbing

Pada tahap ini siswa bekerja (bukan hanya duduk, mendengarkan lalu menulis) untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dikemukakan oleh guru di bawah bimbingan yang intensif dari guru. Tugas guru 1ebih seperti ’memancing’ siswa untuk melakukan sesuatu. Guru datang ke kelas dengan membawa masalah untuk dipecahkan oleh siswa, kemudian mereka dibimbing untuk menemukan cara terbaik dalam memecahkan masalah tersebut.

3) Inkuiri terencana

Dalam inkuiri terencana, siswa difasilitasi untuk dapat mengidentifikasi masalah dan merancang proses penyelidikan. Siswa dimotivasi untuk mengemukakan gagasannya dan merancang cara untuk menguji gagasan tersebut. Untuk itu siswa perlu memiliki perencanaan yang baik dalam melatih keterampilan berpikir kritis seperti mencari informasi, menganalisis argumen dan data, membangun dan mensintesis ide-ide baru, memanfaatkan ideide yang awalnya untuk memecahkan masalah serta menggeneralisasikan data. Guru berperan dalam mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan tentatif yang menjadikan kegiatan belajar lebih menyerupai kegiatan penelitian seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.

4) Inkuiri bebas

Tahap terakhir adalah inkuiri bebas; siswa diberi kebebasan untuk menentukan masalah lalu dengan seluruh daya upayanya memecahkan masalah tersebut. Pada tahap ini, siswa didorong untuk belajar secara mandiri dan tidak lagi hanya mengandalkan instruksi dari guru. Oleh karenanya siswa selain harus responsif, juga tertuntut harus tetap teliti.

Guru hanya akan berperan sebagai fasilitator selama proses pembelajaran berlangsung, berperan pasif. Namun pada akhir pembelajaran, guru akan memberikan penilaian serta masukan-masukan yang membangun,

(28)

sehingga kedepannya siswa dapat menjalani proses pembelajaran secara lebih baik.

Pada guided inquiry guru hanya menyajikan masalah dan alat bahan yang dibutuhkan sedangkan siswa yang merancang sendiri langkah-langkah untuk memecahkan permasalahan tersebut. Pada open inquiry siswa merancang sendiri permasalahan yang akan dilakukan penyelidikan. Dalam pembelajaran Biologi yang berhubungan dengan kerja ilmiah, guru sangat tepat jika memilih dan menerapkan metode inquiry. Guru menggunakan teknik ini dengan tujuan siswa dapat terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah.27 Jenis inkuiri terbimbing ini cocok digunakan dalam pembelajaran sains.28

Pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) yaitu model pembelajaran inkuiri yang pada pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada peserta didik.29 Peserta didik dibimbing guided inquiry merupakan salah satu metode di mana guru membimbing dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi.30 Pada hakikatnya guided inquiry merupakan tangga untuk mencari inti dari sebuah informasi di mana hal itu tidak dapat diolah tanpa adanya masalah.31 Dari pendapat di atas inkuiri terbimbing merupakan salah satu metode yang dilakukan guru dengan cara membimbing siswa untuk dapat menemukan pemahamannya sendiri terhadap suatu materi melalui suatu masalah yang disajikan oleh guru.

27 Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), Cet.7, h. 76

28 Paidi, Peningkatan Scientific Skill Siswa melalui Implementasi Metode Guided Inquiry pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman, Jurnal Penelitian, h. 3

29Dyah Shinta Damayanti, dkk., Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Listrik Dinamis SMA Negeri 3 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2012/2013, Jurnal Radiasi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo, h. 59.

30 Nurhidayati, dkk., Penggunaan LKS berbasis Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Pokok Ekosistem, Jurnal Penelitian, 2012, h.77.

31 Lee Fitz Gerald, The Twin Purposes of Guided Inquiry: guiding student inquiry and evidence based practice, Scan Research, Vol. 30, 2011, p. 26.

(29)

d. Tahap-tahap Guided Inquiry

Langkah-langkah yang bisa diterapkan guru untuk pembelajaran inquiry menurut Gagne meliputi:

1) Penyajian masalah

2) Verifikasi dan penemuan jawaban dengan merancang suatu percobaan 3) Pengumpulan data

4) Perumusan penjelasan 5) Perumusan kesimpulan32

Pada tahap-tahap awal guru memberikan bimbingan lebih banyak yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa mampu mencari jawaban dari pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Pertanyaan tersebut selain dikemukakan langsung oleh guru dapat juga di dalam LKS. Karena guru dapat memberikan bentuk bimbingan pada siswa dengan memberikan LKS yang dapat membantu siswa untuk menemukan jawaban dari suatu permasalahan. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan berbasis inkuiri terbimbing terdiri dari komponen-komponen: judul, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, merumuskan masalah, hipotesis, alat dan bahan, langkah percobaan, tabel hasil pengamatan, analisis data dan kesimpulan.33 Menurut Paidi, pada guided inquiry siswa diberikan kesempatan untuk merumuskan prosedur, menganalisis hasil dan mengambil kesimpulan secara mandiri.34 Proses-proses mental yang ada di inkuiri di antaranya adalah:

1) Merumuskan masalah 2) Merencanakan eksperimen 3) Melakukan eksperimen

4) Mengumpulkan dan menganalisis data,

32 Paidi, Peningkatan Scientific Skill Siswa melalui Implementasi Metode Guided Inquiry pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman, Jurnal Penelitian, h. 9

33 Y. Astuti, dan B. Setiawan, Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran Kooperatif pada Materi Kalor, Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2013, h. 91

34 Paidi, op. cit., h. 8.

(30)

5) serta menarik kesimpulan.35

Menurut Gulo untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri adalah mengajukan pertanyaan atau permasalahan, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat kesimpulan.36

Pendapat lain menyatakan bahwa tahapan pembelajaran inkuiri adalah:

1) menyajikan pertanyaan atau masalah, 2) membuat hipotesis,

3) merancang percobaan,

4) melakukan percobaan untuk memperoleh informasi, 5) mengumpulkan dan menganalisis data, dan

6) membuat kesimpulan.37

e. Manfaat dari Pembelajaran Guided Inquiry

Menurut Roestiyah keunggulan dari teknik inkuiri adalah:38

1) Dapat membentuk dan mengembangkan “self concept” pada diri siswa 2) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi

proses belajar yang baru

3) Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur, dan terbuka

4) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri

5) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik 6) Merangsang siswa untuk belajar

7) Dapat mengembangkan bakat siswa

8) Memberikan kebebasan kepada siswa sehingga lebih mandiri

35 Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, op.cit., h. 76.

36Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Konsep, Landasan,dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2010), Cet. 4, h. 168-169.

37 Ibid., h. 172.

38Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, op.cit., h. 76-77.

(31)

9) Dapat memberikan waktu siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi informasi

Selain keunggulan di atas manfaat lain yang diperoleh dengan menggunakan strategi guided inquiry siswa dapat:

1) Mengembangkan sikap sosial, kemampuan berbahasa, dan kemampuan membaca,

2) mengkonstruksi pemahamannya sendiri,

3) memperoleh kebebasan dalam melakukan percobaan dan pembelajaran,

4) memberikan suatu pengalaman yang dapat meningkatkanmotivasi dan mengaktifkan keterlibatan siswa,

5) memahami dan memiliki kemampuan yang dapat diteruskan pada rancangan percobaan yang selanjutnya.

3. Sistem Pernapasan a. Pengertian Pernapasan

Pada dasarnya pernapasan merupakan serangkaian pengambilan oksigen melalui alat pernapasan dan pengeluaran sisa oksidasi yang berupa karbon dioksida dan uap air. Pernapasan meliputi proses inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah pemasukan udara luar ke dalam tubuh melalui alat-alat pernapasan. Ekspirasi merupakan pengeluaran udara pernapasan dari alat pernapasan.39

b. Alat Pernapasan Manusia

Udara, terutama oksigen masuk ke dalam tubuh melalui alat-alat pernapasan yang terdiri atas rongga hidung, trakea, bronkus, dan alat paru-paru.40

39 Suaha Bakhtiar , BIOLOGI untuk SMA dan MA Kelas XI, ( Jakarta: PT. Sarana Panca Karya Nusa. 2011), h. 149

40 Faidah Rachmawati, dkk, BIOLOGI untuk SMA/ MA Kelas XI Program IPA, (Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009), h. 106

(32)

c. Mekanisme Pernapasan Manusia

Terdapat dua mekanisme pernapasan pada manusia, yaitu inspirasi atau inhalasi dan ekspirasi atau ekshalasi. Efisiensi pertukaran udara di paru-paru didukung dengan adanya diafragma, yaitu suatu sekat berotot berbentuk kubah yang membatasi rongga dada dengan rongga perut.41

d. Volume Udara Pernapasan

Paru-paru dapat menampung sekitar 5.000 ml udara yang disebut kapasitas total paru-paru. Apabila kita bernapas biasa, volume udara yang dapat keluar masuk lebih kurang 500 ml. Udara ini biasa disebut udara tidal. Jika kita menarik napas dalam-dalam maka volume udara yang masih dapat masuk sekitar 1.500 ml. Udara ini disebut udara komplementer. Sebaliknya, udara suplementer adalah jika kita mengembuskan napas sekuat-kuatnya masih dapat mengeluarkan volume udara sebanyak 1.500 ml. Ternyata, setelah kita mengeluarkan udara suplementer volume udara yang masih tersisa di dalam paru- paru kira-kira 1.500 ml. Sisa udara ini disebut udara residu.

Kemampuan paru-paru mengeluarkan udara sekuat-kuatnya dan mengambil udara sebanyak-banyaknya disebut dengan kapasitas vital paru-paru. Volume udara ini lebih kurang 3.500 ml.42

Kecepatan bernapas dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain suhu, oksigen, dan karbon dioksida.43

1) Suhu Pada saat suhu tubuh tinggi, misalnya demam, kecepatan bernapas meningkat.

2) Oksigen jika kadaroksigen turun misalnya saat kelelahan setelah lari maka kecepatan bernapas meningkat.

3) Karbon dioksida Jika kadar karbon dioksida dalam darah meningkat maka kecepatan bernapas akan meningkat.

41 Suaha Bakhtiar, op. Cit., h. 152

42 Ibid., hal. 153

43 Ibid., hal. 154

(33)

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Faesal Amri telah melakukan penelitian berjudul Pengembangan Lembar Praktikum Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Berbasis Open Guided Inquiry Laboratory Untuk Peningkatan Keterampilan Laboratorium Siswa Kelas XI (2015), hasilnya, penelitian menunjukkan bahwa keterampilan laboratorium siswa mengalami peningkatan pada masing-masing aspek penilaian,siswa memberikan respon positif terhadap lembar pratikum yang dikembangan, serta dapat meningkatkan keterampilan laboratorium siswa.

Istiqomah Nuraini telah melakukan penelitian yang berjudul Penggunaan LKS Berbasis Guided Inquiry Untuk SMA Kelas XI Pada Konsep Sistem Sirkulasi (2014), hasilnya siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran dan dapat mengkontruksi pemahamannya sendiri, sehingga nilai siswa mengalami peningkatan karena melalui pembelajaran menggunakan LKS dengan model inkuiri terbimbing.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Evrim Ural yang berjudul The Effect of Guided-Inquiry Laboratory Experiments on Science Education Students' Chemistry Laboratory Attitudes, Anxiety and Achievement (2016) siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan pada sikap laboratorium kimia, prestasi akademik siswa, dan mengurangi kekhawatiran dalam laboratorium.

C. Kerangka Berpikir

Pembelajaran Biologi tidak hanya dilakukan di kelas, tetapi juga di laboratorium melalui kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum yang dapat dilakukan di laboratorium sekolah diharapkan kegiatan praktikum berbasis penyelidikan (inquiry). Kegiatan praktikum berbasis inquiry dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam membangun konsep pengetahuan melalui kegiatan praktikum penyelidikan. Berdasarkan keadaan ini maka perlu dikembangkan lembar praktikum berbasis guided inquiry yang dapat meningkatkan keterampilan laboratorium siswa. Kerangka berfikir pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 2.1.

(34)

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

(35)

22

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020, bertempat di SMAN 6 Tangerang Selatan.

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Pada metode penelitian dan pengembangan terdapat beberapa jenis model. Model yang digunakan adalah pengembangan model 4-D. Dalam penelitian ini akan dikembangkan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) yang berorientasi kepada pendekatan guided inquiry dengan tahap pengembangannya merujuk kepada model pengembangan perangkat tipe 4-D. Model pengembangan 4-D dipilih karena merupakan model pengembangan yang disarankan dalam pengembangan perangkat pembelajaran.44 Model ini terdiri dari empat tahap pengembangan, yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Develop(Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran).

C. Alur Penelitian

Alur penelitian mengikuti tahapan model pengembangan perangkat tipe 4- D. Alur penelitian dibagi menjadi empat tahapan yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Develop(Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran).

1. Tahap Define (Pendefinisian)

Tujuan dilakukannya tahap ini adalah untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Dalam menentukan

44 Trianto, Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam KTSP, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h.93

(36)

syaratsyarat pembelajaran diawali dengan analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan. Tahap ini meliputi tiga langkah pokok yaitu:

a. Analisis Ujung Depan

Analisis ujung depan diawali dari bagaimana keadaan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum.

b.Analisis Karakteristik Siswa

Analisis karakter siswa dilakukan dengan cara mengetahui rentang usia siswa yang mempelajari konsep sistem pernapasan dan mengkategorikannya ke dalam tahap perkembangan kognitif Piaget.

c. Analisis Tugas

1) Analisis Struktur isi

Analisis struktur isi adalah analisi termasuk isi kurikulum, seperti standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi.

2) Analisis Konsep

Analisis konsep merupakan identifikasi konsep-konsep utama yang akan diajarkan dan menyusunnya secara sistematis serta mengaitkan konsep, sehingga membentuk suatu peta konsep.

3) Analisis Prosedural

Analisis prosedural digunakan untuk mengidentifikasi tahap-tahap penyelesaian tugas. Tahap penyelesaian tugas yang digunakan padaLKPD adalah menggunakan tahap IDEAL menurut Bransford dan Stein.

4) Analisis Pemrosesan Informasi

Analisis pemrosesan informasi dilakukan untuk mengelompokkan tugas-tugas yang dilaksanakan siswa selama pembelajaran dengan mempertimbangkan waktu.

5) Perumusan Tujuan

Perumusan tujuan pembelajaran dilakukan dengan berdasarkan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran.

(37)

2. Tahap Design (Perancangan)

Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan. Pada tahap ini, peneliti akan membuat rancangan LKPD yang memenuhi kriteria LKPD yang baik. Pada tahap design dilakukan: (1) Penulisan LKPD pada konsep sistem pernapasan dan instrumen yang diidentifikasi pada tahap analisis, (2) penulisan buku panduan guru yang merupakan kunci dari LKPD. Tahap penulisan dijelaskan secara rinci sebagai berikut:

a. Penulisan LKPD

Penulisan LKPD dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Perumusan kompetensi dasar yang harus dikuasai yang berasaldari standar isi.

2) Perancangan dari sisi teknis 3) Menentukan bentuk penilaian 4) Penyusunan materi

b. Penulisan Buku Panduan Guru

Buku panduan guru merupakan kunci jawaban dari LKPD. Buku panduan disusun sebagai pegangan guru untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa dalam LKPD Dalam penyusunan buku panduan diberi tambahan tujuan aktivitas, instruksi dan panduan penilaian.

3. Tahap Develop (Pengembangan)

Pada tahap pengembangan dikembangkan LKPD berorientasi pendekatan guided inquiry pada konsep sistem pernapasan berdasarkan validasi ahli dan revisi I. Tahapan dalam proses ini dijelaskan sebagai berikut:

a. Pengembangan LKPD sebagai berikut:

1) Berbentuk media cetak

2) StrukturLKPD sesuai dengan struktur yang dianjurkan dalam Panduan Penggembangan Bahan Ajar (Depdiknas)

3) Ditampilkan dengan layout

4) Disusun memperhatikan syarat kualitas kevalidan meliputi:

a) Aspek pendekatan pemecahan masalah

(38)

b) Komponen evaluasi (aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, aspek sajian, dan aspek kegrafisan) LKPD yang telah dikembangkan kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, dosen ahli, dan guru mata pelajaran biologi agar mendapat masukan untuk pengembangan dan perbaikan sebelum diujicobakan.

b. Validasi Ahli

Tahap ini bertujuan untuk mengetahui salah satu aspek kualitas produk pengembangan yaitu aspek kevalidan. Hal ini dilakukan dengan menguji validitas desain produk oleh ahli dan guru mata pelajaran biologi, serta mendapat saran dan kritik dari validator terhadap produk yang dikembangkan

c. Revisi I

Data validasi yang diperoleh kemudian di analisis, dan dilakukan revisi. Produk hasil revisi merupakan pengembangan dan penyempurnaan berdasarkan validasi ahli.

d. Uji coba

Langkah selanjutnya adalah mengujicobakan LKPD kepada siswa di kelas. Uji coba yang dilakukan adalah uji coba lapangan pada sekolah yang dijadikan subjek penelitian untuk menguji kualitas produk. Uji coba ini dilakukan di kelas XI IPA. Uji coba dilakukan untuk mendapatkan data kepraktisan dan keefektifan LKPD yang dikembangkan.

e. Revisi II

Setelah dilakukan uji coba, selanjutnya dilakukan revisi II sebagai penyempurnaan produk berdasarkan hasil uji coba (observasi dan respon siswa). Revisi II perlu dilakukan apabila secara praktik masih sulit digunakan oleh siswa.

(39)

4. Tahap Disseminate (Penyebaran).

Setelah uji coba terbatas dan instrumen telah direvisi, tahap selanjutnya adalah tahap diseminasi. Tujuan dari tahap ini adalah menyebarluaskan LKPD. Pada penelitian ini hanya dilakukan diseminasi terbatas, yaitu dengan menyebarluaskan dan mempromosikan produk akhir LKPD secara terbatas kepada guru Biologi di SMAN 6 Tangerang Selatan.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat ukur dalam penelitian, atau suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan yaitu:

1. Lembar Wawancara Guru dan Peserta Didik

Instrumen ini digunakan untuk mengetahui infomasi mengetahui kebutuhan, ketersediaan dan pemanfaatan LKPD di sekolah. Wawancara ditujukan pada guru biologi dan 5 orang peserta didik kelas XI di SMA Negeri 6 Tangerang Selatan untuk mengetahui kendala yang terjadi saat praktikum dan khususnya terhadap LKPD yang digunakan. Kisi-kisi lembar wawancara dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut ini:

Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Wawancara Guru dan Peserta Didik

No. Aspek Indikator

Nomor Pertanyaan

Guru Peserta didik 1. Pembelajaran

Kurikulum 2013

Pelaksanaan praktikum biologi di

sekolah 1,2,3 1

Penggunaan model pembelajaran praktikum di sekolah

8,9,10,

11 4

(40)

No. Aspek Indikator

Nomor Pertanyaan

Guru Peserta didik 2. Kompetensi

Keterampilan

Pencapaian KD-4 di sekolah 4,5,6,31,

32 2

Pemenuhan sarana dan prasarana

praktikum di sekolah 29,30 15,16,17 3. Standar

proses

pembelajaran

Peningkatan motivasi peserta didik

terhadap praktikum 21,22,23 6,13 Respon sikap peserta didik dalam

berpraktikum 19,20 3,12

Peningkatan keterampilan peserta

didik 25 3

Peningkatan bahasa yang dimiliki

peserta didik 27,28 -

4. Bahan Ajar Penggunaan LKPD praktikum di sekolah

12,13,14 ,1

5,16,17 8,9,10, 11

5. Hasil Kinerja Penyusunan Laporan praktikum di

sekolah 20,26 14

6. Konsep pembelajaran

Pencapaian konsep pembelajaran

di sekolah 7 7

Pemberian stimulus pada peserta

didik 18 18,19

Jumlah 32 19

2. Angket Peserta didik

Instrumen ini digunakan untuk mengetahui infomasi karakteristik peserta didik mengenai sejauh mana pengalaman berpraktikum dan media yang digunakan dalam berpraktikum di sekolah. Instrumen ini ditujukan pada 35 orang peserta didik kelas XI di SMA Negeri 6 Tangerang selatan..

Kisi-kisi angket peserta didik dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut ini:

(41)

Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Peserta Didik

No. Aspek Indikator Nomor

Pertanyaan

Jumlah Item 1. Pembelajaran

Kurikulum 2013

Pelaksanaan praktikum biologi di sekolah

1 1

2. Kompetensi Keterampilan

Pencapaian KD-4 di sekolah

2 1

3. Standar proses pembelajaran

Peningkatan motivasi peserta didik terhadap praktikum

4 1

Respon sikap peserta didik dalam berpraktikum

3 1

4. Bahan Ajar Penggunaan LKPD

praktikum di sekolah

6,7,8,9 4

5. Hasil Kinerja Penyusunan Laporan praktikum di sekolah

11,12 2

6. Konsep pembelajaran

Pencapaian konsep pembelajaran di sekolah

10 1

Pemberian stimulus pada peserta didik

5 1

Jumlah 12

3. Instrumen Validasi Ahli

Instrumen validasi ahli digunakan sebagai lembar validasi yang akan diberikan kepada Ahli (dosen) dan Praktisi (guru) bertujuan untuk menilai dan mempertimbangkan kelayakan produk LKPD praktikum yang dikembangkan.

Kisi-kisi instrumen evaluasi formatif dapat dilihat pada tabel 3.1 sebagai berikut ini:

(42)

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Validasi Ahli

Aspek Indikator No.

Pertanyaan Jumlah

Kelayakan isi

Kesesuaian KI/KD 1 1

Kesesuaian dengan kebutuhan peserta didik

2

2 4

Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar

3 2

5

Penambahan wawasan 6 1

Kebahasaan

Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar

7 8 2

Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien (jelas dan singkat)

9 10 2

Penyajian Kejelasan tujuan yang ingin dicapai

11 1

Urutan penyajian 13 1

Ketersediaan ruang yang cukup 12

3 14

15

Kelengkapan informasi 16 1

Kegrafikan Tata letak konsisten dan teratur 17

2 18

Memiliki daya tarik 19

20 2 Tahapan

Guided Inquiry

Merumuskan masalah 21 1

Merencanakan eksperimen 22 1

Melakukan eksperimen 23 1

Mengumpulkan dan menganalisis data

24 1

Menarik kesimpulan 25 1

(43)

4. Instrumen Uji Keterbacaan

Instrumen uji keterbacaan digunakan sebagai angket respon peserta didik yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan LKPD Praktikum yang dikembangkan. Setelah LKPD yang dikembangkan telah melalui tahapan validasi dan perbaikan atas saran dari validator kemudian LKPD diuji cobakan kepada peserta didik dengan melakukan kegiatan praktikum sesuai yang terdapat pada LKPD Praktikum. Angket uji coba keterbacaan diberikan kepada peserta didik kelas XI MIPA5 SMAN 6 Tangerang Selatan sebanyak 3 orang.. Kisi-kisi instrumen uji keterbacaan dapat dilihat pada tabel 3.5 sebagai berikut:

Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Uji Keterbacaan

Aspek Indikator Nomor

Pertanyaan Jumlah Keterbacaan Kemudahan

Penggunaan 1,2,3,4 4

Kesesuaian

Tampilan 5,6,7,8,9 5

Kegunaan Fitur

LKPD Praktikum 10,11,12,13,14,15 6

Jumlah 15

(diadaptasi dari Zidni Rodliyah dan Depdiknas)

E. Teknik Pengolahan Data 1. Pengolahan Data

Angket Pengolahan jumlah data yang diperoleh disesuaikan dengan bentuk angket peserta didik yang digunakan. Cara pengolahan data menggunakan skala Guttman. Skala Guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat

(44)

jelas (tegas) dan konsisten. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0).45 Bobot nilai yang diberikan sebagai berikut:

Tabel 3.5 Kriteria Penskoran Skala Guttman

No. Alternatif Jawaban Skor

1 Ya 1

2 Tidak 0

2. Pengolahan Data Instrumen Evaluasi Formatif

Pengolahan data instrumen evaluasi formatif menggunakan pengukuran skala Likert. Dengan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Berikut skala lima yang digunakan dalam pengolahan data angket:

Tabel 3.6 Kriteria Penskoran Skala Likert46 Alternatif Jawaban Skor

Sangat baik 5

Baik 4

Sedang 3

Buruk 2

Buruk sekali 1

F. Teknik Analisis Data

Data yang dianalisis dengan tujuan untuk disederhanakan ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca untuk dapat dianalisis dan diambil kesimpulan. Adapun pengolahan datanya adalah sebagai berikut47

45 Riduwan dan Akdon, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, (Bandung: ALFABETA, 2013), Cet.V, h.20-21.

46 Riduwan dan Akdon, Rumus dan Data dalam…,Ibid.,h.16-17

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir
Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Wawancara Guru dan Peserta Didik
Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Peserta Didik
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Validasi Ahli
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan variabel intervening sarana prasarana dalam rangka peningkatan kinerja guru, untuk variabel diklat adalah tidak efektif, karena pengaruh tidak langsung

PUBLIC HEALTH AND PREVENTIVE MEDICINE ARCHIVE Public Health and Preventive Medicine Archive (PHPMA) adalah jurnal resmi yang dikelola oleh Program Magister Ilmu Kesehatan

faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat motivasi berprestasi individu adalah keluarga dan pengaruh budaya, peran konsep diri, pengaruh peran sex, serta

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Konsep model pembelajaran akidah menurut perspektif Alquran adalah konsep desain atau deskripsi singkat proses pembelajaran akidah

Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.. Oleh

Mempersiapkan dokumen untuk dikirim Prepare Open Membuka dokumen Mengirim dokumen Send Menyimpan File Save Mempublukasikan dokumen Publish.. Menyimpan file dengan nama baru

Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Jambi Tahun 2017, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang

 pasar modal syariah adalah pasar modal yang sesuai dengan syariah islam atau dengan kata lain instrument yang digunakan berdasarkan pada prinsip syariah dan mekanisme yang