• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

I. Kerangka Berpikir

Kawasan Percandian Muarajambi

Daya Tarik Wisata Komponen Destinasi

Aksesibilitas Amenitas

Fasilitas Pendukung

Kelembagaan

Partisipasi Penduduk Wisatawan

Sapta Pesona

KOMPEPAR

Segmentasi Wisatawan Kemenarikan

Pemerintah

Scoring & Wawancara Angket & Wawancara Angket

- Pengharkatan

- Perhitungan

Kemenarikan

- Persentase

Faktor Tingginya Kunjungan

Tingkat Kemenarikan

Partisipasi Penduduk

Upaya Pemerintah

Kemenarikan Sebagai Destinasi Wisata Kesimpulan Saran Respon Data Primer Data Skunder

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

A.Kesimpulan

Setelah penulis mengadakan pembahasan yang terdapat pada bab sebelumnya, maka penulis dalam bab ini dapat menarik suatu kesimpulan secara garis besar mengenai kemenarikan Percandian Muarajambi sebagai destinasi wisata dan memberikan saran berdasarkan atas uraian yang telah penulis kemukakan dalam bab sebelumnya.

1. Berdasarkan hasil skoring lapangan dengan beberapa parameter yang telah ditentukan diketahui faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kunjungan wisatawan. Aksesibilitas menuju lokasi memiliki tingkat kemenarikan cukup menarik, atraksi daya tarik wisata memiliki kemenarikan tinggi/ sangat menarik, amenitas memiliki kemenarikan rendah atau kurang menarik, dan infrastruktur pendukung wisata memilikikemenarikan rendah atau kurang menarik.

2. Tingkat kemenarikan untuk daya tarik wisata menurut wisatawan untuk datang ke Kawasan Percandian Muarajambiditentukan dengan beberapa indikator: keragaman daya tarik wisata dalam satu kawasan, kemenarikan berdasarkan persepsi wisatawan, penataan lingkungan, kebersihan dan kerapihan, pelayanan, keramah-tamahan penduduk, kelengkapan fasilitas wisata, keramhan-tamahan penduduk, keberadaan tempat parkir, aksesibilitas, keragaman aktifitas wisata, atraksi budaya, keragaman dan keunikan cinderamata yang dapat dibeli, dan kekhasan makanan. Nilai kemenarikan keragaman daya tarik, kemenarikan, dan keragaman aktifitas yang dapat dilakukan wisatawan mendapatkan nilai kemenarikan tertinggi dari wisatawan. Hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola pariwisata dalam hal ini pemerintah terkait yaitu atraksi wisata, kualitas pelayanan dan fasilitas pariwisata yang mendapat nilai terendah dan dapat mengurangi kemenarikan serta kenyamanan wisatawan ketika berwisata.

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Kawasan Percandian Muarajambi dikelola oleh dua lembaga yaitu Dinas Pariwisata dan Balai Pelestarian Cagar Budaya. Pemerintah terkait telah melibatkan penduduk sekitar dalam pengelolaan dengan menjadikan penduduk sekitar sebagai juru pelihara candi dan tenaga keamanan. Promosi wisata yang telah dilakukan yaitu melalui media lokal Jambi, video profil wisata di dunia maya, pemilihan duta wisata dan pameran budaya. Even wisata yang diadakan pemerintah terkait adalah festival candi Muarajambi yang diselenggarakan rutin setiap tahun yang berisikan acara seperti pertunjukan seni budaya tiap Kota/ kabupaten, lomba perahu, lomba tari, lomba musik tradisional, tour sepeda, bazar UKM dan hiburan artis ibu kota. Kendala pengembangan Kawasan Percandian Muarajambi adalah luasnya persebaran bangunan candiyang harus diekskavasi, terbatasnya SDM dan perlunya waktu yang lama untuk ekskavasi, terbatasnya dana ekskavasi, adanya perusahaan penimbunan batu bara, dan pekebunan sawit .

4. Meskipun sebagian besar masyarakat belum mengatahui sapta pesona, akan tetapi sesungguhnya mereka telah melaksanakan beberapa unsur sapta pesona sebagai kebiasan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat kelompok penggerak pariwisata yaitu Padmasana Foundation yang merupakan kolaborasi antara Macro Film International, Dwarapalamuja dan Saramuja yang digerakan oleh pemuda sekitar serta menjadi rekan kerja pemerintah dalam mempercepat pengembangan pariwisata. Selanjutnya terdapat The Society Of Muaro Jambi Temple (The SOMT) yang merupakan sebuah komunitas masyarakat yang peduli terhadap Candi Muarjambi dan berusaha untuk memperkenalkan Candi Muarajambi ke dunia internasional, organisasi ini membatu mempromosikan wisata dan sejarah yang menpercepata pengembangan pariwisata. Kemudian terdapat Gerakan Muaro Jambi Bersakat (GMJB)merupakan lembaga kemasyarakatan yang konsen dalam penyelamatan anggrek hutan di Kabupaten Muaro Jambi yang loasinya bersentuhan langsung dengan Kawasan Pecandian Muarajambi.

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B.Rekomendasi

Berdasarkan hasil dari penelitian, maka sebagai arahan bagi pengembangan kemenarikan Kawasan Percandian Muarajambi sebagai destinasi wisata unggulan di rekomendasikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kemanarikan daya tarik wisata yang tinggi harus diimbagi dengan pembangunan aksesibilitas yang baik seperti menyediakan transportasi umum dan infrastruktur pendukung pariwisata sehingga menimbulkan rasa nyaman dan keiinginan berkunjung kembali bagi wisatawan, serta mempercepat pengembangan pariwisata yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2. Perlu adanya keragaman variasi aktifitas pariwisata dan daya tarik wisata, sehingga menimbulkan keragaman pilihan aktifitas wisata dan pengalaman yang dirasakan. Dalam hal ini perlunya pengembangan wisata air seperti kanal kuno dan Sungai Batanghari, paket wisata agro dengan memanfaatkan kebun-kebun milik penduduk sekitar, dan membuat desa wisata sehingga memperbanyak atraksi wisata yang akan disajikan kepada wisatawan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi penduduk sekitar.

3. Dalam usaha pengembangan wisata diperlukan koordinasi antara pihak pemerintah terkait sehingga pengembangan wisata semakin cepat dan tetap melindungi cagar budaya yang ada. Perlu adanya sosialiasi sadar wisata dan pelatihan kepada penduduk sekitar sehingga mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada menjadi cinderamata yang menarik bagi wisatawan. Promosi pariwisata yang lebih bervariasi dengan cakupan wilayah yang lebih luas sehingga Percandian Muarajambi lebih diketahui keberadaannya.

4. Keberadaan penduduk sekitar sebagai tuan rumah turut menentukan pengembangan pariwisata, sehingga penduduk harus lebih dilibatkan agar merasakan dampak langsung dari keberadaan pariwisata di daerahnya. Keberadaan kelompok penggerak pariwisata harus terus didukung keberadaannya untuk mempercepat pengembangan pariwisata dan turut didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendukung usulan

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dari kelompok organisasi masyarakat. Meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat melalu kelompok penggerak pariwisata.

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sumber Kutipan Buku

Anwas, Oss M. (2013). Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung: Alfabeta.

Arikunto,Suharsimi.

(1990).ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPenelitian.Bandung:Rinekaci pta.

Hadiwijoyo, S. Sakti. (2012). Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ismayanti. (2010).Pengantar Pariwisata. Jakarta: Grasindo.

Noor, T. Junaidi. (2011). Mencari Jejak Sangkala, Mengirik Pernak-pernik Sejarah Jambi. Jambi: Pusat Kajian Pengembangan dan Budaya Jambi. Pitana, G. P. & Diarta, I. S. (2009) Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta:

Penerbit Andi.

Pitana, G. P. & Gayatri, Putu. G. (2005) Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Saudagar, Fachruddin. (2013). Memasuki Gerbang Situs Sejarah Muaro Jambi. Jambi: Yayasan FORKKAT Jambi.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, Bambang. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi

PariwisataKonsep dan Aplikasinya. Yogyakarta : Penerbit Gava Media. Surydana, M. Liga. (2013) Sosiologi Pariwisata. Bandung: Humaniora. Tika, Pabundu. (2005). Metode Penelitian Geografi. Jakarta: Bumi Aksara.

Utama, I G. & Mahadewi, E. (2012). Metodologi Penelitian Pariwisata dan Perhotelan. Yogyakarta: Penerbit Andi

Sumber Kutipan Selain Buku

Ali, Helmy. (2012). Pemanfaatan Sumber Daya Budaya Sebagai Atraksi Wisata Dalam Rangka Terciptanya Pemerataan Pendapatan Dan Kesejahteraan Bagi Rakyat. Widyaiswara Madya BKPP Aceh

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jambi. (2007).Laporan Master Plan Provinsi Jambi Tahap I. Jambi: BAPPEDA Jambi.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. (2000). Rencana Tata Ruang Kabupaten Muaro Jambi. Jambi: Bappeda.

Badan Pusat Statistik Jambi. (2012). Jambi Dalam Angka 2012. Jambi. BPS Jambi.

Badan Pusat Statistik Muaro Jambi. (2012). Taman Rajo Dalam Angka 2012, Jambi: BPS Muaro Jambi.

Badan Pusat Statistik Muaro Jambi. (2013). Muaro Sebo Dalam Angka 2013, Jambi: BPS Muaro Jambi.

Badan Pusat Statistik Nasional. (2015). Berita Resmi Statistik, Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional 2014. Jakarta: BPS Nasional.

Badan Pusat Statistik Nasional. (2014).Statistik Politik 2014. Jakarta: BPS Nasional.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi. (2010). Data Base Pariwisata Provinsi Jambi. Jambi: Disbudpar.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi. (2013). Data Base Pariwisata Provinsi Jambi. Jambi: Dibudpar

Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi. (2013). Laporan Draft Akhir Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTRKSP) Kawasan Wisata Muaro Jambi. Jambi: Dinas PU.

Dirjen Perhubungan Darat. (1998). Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir. Jakarta: Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dirjen Perhubungan Darat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Salinan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 259/M/2013 Tentang Penetapakan Satuann Ruang Geografis Muarajambi Sebagai Cagar Budaya Nasional. Jakarta: Kemendikbud.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. (2007). Peraturan Kebudayaan Dan Pariwisata No : Pm.37/Um.001/Mkp/07 Tentang Kriteria dan Penetapan Destinasi Pariwisata Unggulan. Jakarta: Kemenbudpar.

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2012). Pedoman Kelompok Sadar Wisata. Jakarta: Kemenparekraf

Logayah, Dina S. (2007). SebaranDan Kemenarikan Bandung Sebagai Kota Wisata Warisan Budaya (Culture Heritage). (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Maryani, Enok (2011).Pengembangan Wisata Bandung Persepsi Wisatawan. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Maryani, Enok .(2011). Geografi Pariwisata. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Muhamad. (2014). Lanskap Ekologi Keserasian Dan Kemenarikan Kepariwisataan Alam Di Wilayah Yogyakara Utara. Jurnal Teknosains,3(2) Hlm, 81-166.

Nadawati, Ivira. (2009). Potensi Kawasan Wisata Bandung Timur.(Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung

PT Angkasa Pura II. (2013).Angkasa Pura II Gandeng Pemprov Jambi Kembangkan Bandara Sultan Thaha. Tanggerang: Angkasa Pura Pers. Pujaswara, R. & Kusprianto. (2012). Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi

Perbedaan Jumlah Wisatawan Di Pantai Kenjeran Lama Dan Pantai KenjeranBaru Kota Surabaya.Jurnal: Universitas Negeri Surabaya, Hlm, 1-5.

Ramdani, Rendi. (2012). Potensi Pengembangan Pantai Jayanti dan Pantai Sereg di Kabupaten Cianjur. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Sumaryadi, Aditio. (2014). Kesesuaian Rencana Pengembangan Pariwisata Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura, Dengan Persepsi Wisatawan Terhadap Kebutuhan Pariwisata.(Jurnal). Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB.

Suprayit no, Teguh. (2014, 23 September). Mukthar Hadi dan Seko lah Gratis Alam Raya Muaro Jambi.Tribun Jambi, hlm 1 dan 7.

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Teguh, Frans. (2013). Kebijakan Pengembangan Destinasi Nasional Untuk Pembangunan Pariwisata. Seminar Nasioonal Ekowisata Universitas Wigyatama. Malang: tidak diterbitkan.

Universitas Pendidikan Indonesia. 2014. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.

Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Waluya, Bagja. (2012). Kriteria Prasarana dan Sarana Pariwisata. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Sumber Kutipan Internet

Association Of South East Asian Nations (ASEAN). (2013). Tourist arrivals in ASEAN. [Online]. Diakses dari

http://www.asean.org/images/2015/february/asean_statistic/Table%2028.pdf Badan Informasi Geospasial (BIG). (2012).Satu Peta Untuk Membangun

Kelautan Indonesia. [Online]. Diakses dari

http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/show/satu-peta-untuk-membangun-kelautan-indonesia-2

Balai Pengelolaan DAS Batanghari. (2013).Wilayah dan Biofisik Das Batangahari. [Online]. Diakses dari

http://bpdasbatanghari.net/index.php?pilih=hal&id=46.

Budiwiyanto, Adi. (2012).Kontribusi Kosakata Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia. [Online]. Diakses

darihttp://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/kontribusi-kosakata-bahasa-daerah-dalam-bahasa-indonesia

Departemen Perhubungan. Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan. [Online]. Diakses dari http://hubdat.web.id/component/rokdownloads/328-pedoman-teknis-panduan-penempatan-fasilitas-perlengkapan-jalan.

Hadi, Mukthar. (2013). Profil Sekolah Alam Raya Muarajambi. [Online]. Diakses dari http://sekolahalamrayamuarajambi.blogspot.com/2013/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html.

Harson, Andi. (2011). Sumber Daya Pari wisata. [Online]. Diakses dari https://andie394.wordpress.com/2011/08/21/sumber-daya-pariwisata/

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2013). Ranking Devisa Pariwisata Tahun 2009 – 2013. [Online]. Diakses dari

http://www.parekraf.go.id/userfiles/file/Ranking%20Devisa%20Pariwisata %202009%20-%202013.pdf

Mardianto, Roy. (2013). Profil Padmasana Foundation. [Online]. Diakses dari http://padmasanafoundation.blogspot.com/2013/11/padmasana.html.

Novendra. (2015, 29 April). Kearifan Lokal Dalam Seloko Jambi. [Online]. Diakses dari

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbtanjungpinang/2015/04/29/kearifan -lokal-dalam-seloko-jambi/

Rambe, Lili. (2014, 25 Juni ). Menyelamatkan Anggrek Hutan, Menyelamatkan Kehidupan. [Online]. Diakses dari

http://www.mongabay.co.id/2014/06/25/menyelamatkan-anggrek-hutan-menyelamatkan-kehidupan/

Ro my.(2011, 14 Maret).The SOMT Perjuangkan Candi Muaro Jambi. [Online]. Diakses dari http://citizen6.liputan6.com/read/324202/the-somt-perjuangkan-candi-muaro-jambi.

Sunarto. (2011. Oktober 26).Kepengurusan Masyarakat Peduli Candi Muaro Jambi Terbentuk.[Online]. Diakses

darihttp://www.kabarindonesia.co m/berita.php?pil=26&jd=Kepeng urusan+Masyarakat+Peduli+Candi+Muaro+Jambi++Terbentuk&dn =20111026091057

Suryadana, M Lingga. (2012). Pengertian dan Ruang Lingkup Geografi Pariwisata. [Online]. Diakses

darihttp://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/LAINNYA/LIGA_SURYA DANA/Pengert ian_dan_Ruang_lingkup_Geografi_Pariw isata.pdf Tanaamah, Andeka Rocky. (2008). Pariwisata Sebagai Alternatif Peningkatan

Pertumbuhan Ekonomi. [Online]. Diakses dari

https://atanaamah.files.wordpress.com/2008/02/pariwisata.pdf The Societ y o f Muaro Jambi Temple (SOMT). (2011). Bangunan

Ade Suryansyah S, 2015

KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

darihttp://home.candimuarojambi.com/index.php?option=com_content&vie w=category&layout=blog&id=40&Itemid=122.

Dokumen terkait