BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Bagan 2.1. Kerangka konsep penelitian
Keterangan : Cetak tebal variabel yang diteliti
C. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan penjelasan semua variable dan istilah yang akan digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga akhirnya mempermudah pembaca dalam mengartikan makna penelitian. (Setiadi, 2007)
Di bawah ini merupakan tabel definisi operasional. Tabel 2.1 Definisi Operasional
No. Variabel Definisi Cara Ukur Alat Ukur Skala Hasil ukur
1. Wanita usia 15-55 tahun Wanita usia produktif menurut penelitian Fadil 2008 Menjawab pertanyaan
Kuesioner Ordinal 15-55 tahun merupakan kriteria inklusi Wanita selainnya merupakan kriteria eksklusi
2. Pengetahuan tentang tanda dan gejala kanker payudara Jumlah jawaban responden yang benar terhadap 8 pertanyaan
mengenai tanda dan gejala kanker payudara
Menjawab pertanyaan
Kuesioner Ordinal Baik : 76-100% Cukup: 55-75% Kurang: < 55% (Nursalam, 2003) 3. Tingkat pendidikan Jenjang pendidikan formal yang terakhir responden selesaikan Menjawab pertanyaan
Kuisioner Ordinal Dasar ; SD dan SMP Menengah ; SMA Tinggi ; PT 4. Tanda kanker payudara
Keadaan fisik pada payudara yang dapat dilihat oleh orang lain dan dirasakan oleh penderita
- - - -
5. Gejala kanker
payudara
Segala kondisi yang hanya bisa
dirasakan oleh penderita tanpa terlihat dengan jelas oleh orang lain
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian
Metode penelitian pada karya ilmiah ini merupakan penelitian Analyitic observational dengan menggunakan desain cross secsional melalui kuisioner yang diberikan, untuk meneliti tingkat pengetahuan wanita usia produktif -15-55 tahun- di kelurahan Rempoa tentang tanda dan gejala kanker payudara yang dihubungkan dengan tingkat pendidikan terakhir.
3.2. Tempat dan Waktu
Penelitian ini akan dilakukan di KELURAHAN REMPOA RW 02 pada bulan September tahun 2010.
3.3. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 1998: 15). Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2002: 79). Populasi dalam penelitian ini adalah 357 jiwa wanita usia 15-55 tahun yang bertempat tinggal di RW 02 Kelurahan Rempoapada tahun 2010.
3.4. Kerangka Operasional
3.5. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 1998:57). Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik sample Random sampling, untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini digunakan rumus sebagai berikut :
n1= Z2 .p.q
L2 n1 : jumlah sampel awal Z : 1.96
P : keadaan yang akan dicari = 0.19
Disebabkan karena belum ada data tentang hal terebut sebelumnya di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta maka diambil angka :
q = 100%-p = 100%-50% = 50%
L = derajat kesalahan yang dapat diterima, dalam hal ini digunakan 10 % n1 = Z2 .p.q
L2
= (1,96)2 x 0,5 x 0,5 (0,1)2
= 96,04 = 96 sampel
Jumlah sample awal di atas perlu dikoreksi terhadap jumlah populasi yang ada untuk menjaga adanya kemungkinan responden yang tidak berhasil ditemui, maka jumlah responden ditambah menjadi 100 orang untuk mengindari adanya data yang kurang valid.
Dari 100 responden yang didapat dialokasikan dalam 2 lokal dengan menggunakan rumus (Sugiono, 1997) :
nh = NH n N
Keterangan :
nh : sampel terpilih
N : total sampel yang terpilih NH : jumlah warga terpilih n : total sampel
Tabel 3.1 Pembagian Jumlah Sampel Setiap Rt di Wilayah Rw.02 yang Akan Diteliti Tahun 2010
No. Data Jumlah Warga Wanita Jumlah sampel
1. Rt. 06 209 orang 59 orang
2. Rt. 07 148 orang 41 orang
Jumlah 357 orang 100 orang
3.6. Kriteria Penelitian
Kriteria responden yang layak untuk diteliti:
3.6.1. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk diteliti. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah:
1. Wanita usia 15-55 tahun yang tinggal di Kompleks Taman Rempoa Indah 2. Bisa membaca dan menulis
3. Bersedia untuk menjadi responden 4. Kooperatif
3.6.2. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi adalah bagian dari populasi yang tidak menjadi sampel karena berbagai sebab. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah;
1. Wanita di bawah usia 15 tahun dan di atas 55 tahun di kelurahan Rempoa 2. Bagian dari populasi yang tidak bersedia menjadi responden
3. Responden yang tidak bersedia mengisi kuisioner
3.7. Teknik Pengolahan Data
Data yang dikumpulkan diolah secara manual melalui beberapa tahap, yaitu: a. Pengkodean (coding)
Memberi kode jawaban atau hasil pernyataan pada lembar kuesioner. b. Pengolahan data (editing)
Isian lembaran kuesioner diteliti kembali c. Pemasukan data (entry)
Data yang telah di coding kemudian dimasukkan ke dalam tabel. d. Pembersihan data (cleaning)
Data diperiksa kembali sehingga benar-benar bebas dari kesalahan.
3.8. Teknik Analisa Data
Selanjutnya setelah data diolah maka dilakukan analisis data yaitu dengan analisis Deskriptif Univariabel dengan menggunakan distribusi gfrekuensi terhadap hasil kuesioner dan dijadikan dalam bentuk tabel atau grafik.
a. Untuk pengetahuan
P = F / N x 100%
Keterangan :
P : jumlah presentase yang dicari
F : jumlah frekuensi untuk setiap sistemik N : jumlah objek penelitian
Pemberian skor 3 untuk setiap jawaban yang benar dan pemberian skor 2 untuk jawaban yang mendekati benar dan skor 1 untuk jawaban yang salah. Untuk tingkat
pendidikan peneliti mengkategorikan variable ini menjadi 3 kategori yaitu pengetahuan tinggi, pengetahuan sedang dan pengetahuan rendah. Pengolahan data untuk variable pendidikan peneliti menggunakan program SPSS for windows versi 17.0
b. Untuk Pendidikan
Untuk tingkat pendidikan peneliti mengkategorikan variable ini menjadi 3 kategori yaitu Dasar (SD dan SMP), Menengah (SMA) dan Tinggi (S1). Pengolahan data untuk variable pendidikan peneliti menggunakan program SPSS for windows versi 17.0.
c. Uji Hipotesis
Pada penelitian ini data hasil penelitian diolah menggunakan rumus Chi-Square Test untuk pengujian hipotesis, karena pada penelitian ini peneliti mengkategorikan kedua variable tersebut menjadi 3 kategori yaitu rendah sedang tinggi. Uji hipotesis dengan Chi Square test ini dioperasikan dengan menggunakan SPSS for windows versi 17.0.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil penelitian mengenai hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan wanita usia 15-55 tahun tentang tanda dan gejala kanker payudara di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa berdasarkan hasil pengumpulan data pada bulan September 2010 diperoleh 100 responden.
4.1.1.Data Umum
Pada bagian ini peneliti akan membahas data umum responden berupa tingkat pendidikan terakhir yang ada di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa.
Tabel 4.1. Distribusi Tingkat Pendidikan
No. Tingkat Pendidikan N Persentase (%)
1. Dasar 17 17
2. Menengah 47 47
3. Tinggi 36 36
Total 100 100
Dari tabel 4.1. di atas dapat diketahui bahwa terdapat 17 orang (17%) dari total sampel (100 orang) yang mempunyai tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP), 47 orang (47%) tingkat pendidikan menengah (SMA) dan sisanya 36 orang (36%) memiliki tingkat pendidikan tinggi (PT).
4.1.2. Data Khusus
Pada bagian ini peneliti akan membahas data khusus responden berupa hubungan tingkat pendidikan terakhir yang ada di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa dengan tingkat pengetahuan tentang tanda dan gejala kanker payudara.
Tabel 4.2. Distribusi Skor Pengetahuan
No Skor Pengetahuan N Persentase
1 Rendah 4 4
2 Sedang 73 73
3 Tinggi 23 23
Total 100 100
Table 4.2. di atas menunjukkan skor pengetahuan yang berhasil didapatkan dari kuisioner yang diberikan. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 4 orang 4 sampel yang pengetahuannya rendah, juga terdapat 73 orang (73%) yang memiliki pengetahuan sedang dan 23 orang 23 yang memiliki pengetahuan tinggi tentang tanda dan gejala kanker payudara.
Tabel 4.3. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan
Tingkat Pendidika n Pengetahuan Total OR 95 % CI P
Rendah Sedang Tinggi
N % N % N % N % Dasar Menengah Tinggi 1 1 2 5,9% 2,1% 5,6% 15 34 24 88,2% 72,3% 66,7% 1 12 10 5,9% 25,5% 27,8% 17 47 36 100% 100% 100% - 0,419 Total 4 4% 73 73% 23 23% 100 100%
Dari tabel 4.3. diatas, diketahui terdapat wanita yang berpendidikan dasar dan berpengetahuan rendah sebanyak 1 orang atau 5,9%, wanita yang berpendidikan dasar berpengetahuan sedang sebanyak 15 orang atau 88,2% dan terdapat wanita yang berpendidikan dasar berpengetahuan tinggi sebanyak 1 orang atau 5,9%.
Dari tabel 4.3. juga dapat diketahui wanita yang berpendidikan menengah dan berpengetahuan rendah sebanyak 1 orang atau 2,1%, wanita yang berpendidikan menengah berpengetahuan sedang sebanyak 34 orang atau 72,3%
dan wanita yang berpendidikan menengah berpengetahuan tinggi sebanyak 12 orang atau 25,5%.
Dari tabel 4.3. diatas, diketahui terdapat wanita yang berpendidikan tinggi dan berpengetahuan rendah sebanyak 2 orang atau 5,6%, wanita yang berpendidikan tinggi berpengetahuan sedang sebanyak 24 orang atau 66,7% dan wanita yang berpendidikan tinggi berpengetahuan tinggi sebanyak 10 orang atau 27,8%.
Dari hasil uji statistik diperoleh nilai probabilitas 0,419 artinya pada α 5%, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan wanita tentang tanda dan gejala kanker payudara.
Table 4.4. Rincian tiap pertanyaan dalam kuisioner yang dijawab oleh responden
No. No soal Jawaban benar (n) Jawaban mendekati benar (n) Jawaban salah (n) Total 1. 1 6 33 44 33 50 27 49 42 58 44 45 58 38 36 39 27 36 23 11 9 12 37 12 31 100 2. 2 100 3. 3 100 4. 4 100 5. 5 100 6. 6 100 7. 7 100 8. 8 100
Dari table 4.4. diatas dapat dilihat bahwa:
Soal no. 1 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 6 orang, mendekati benar sebanyak 58 orang dan jawaban yang salah sebanyak 36 orang.
Soal no. 2 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 33 orang, mendekati benar sebanyak 44 orang dan jawaban yang salah sebanyak 23 orang.
Soal no. 3 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 44 orang, mendekati benar sebanyak 45 orang dan jawaban yang salah sebanyak 11 orang.
Soal no. 4 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 33 orang, mendekati benar sebanyak 58 orang dan jawaban yang salah sebanyak 9 orang.
Soal no. 5 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 50 orang, mendekati benar sebanyak 38 orang dan jawaban yang salah sebanyak 12 orang.
Soal no. 6 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 27 orang, mendekati benar sebanyak 36 orang dan jawaban yang salah sebanyak 37 orang.
Soal no. 7 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 49 orang, mendekati benar sebanyak 39 orang dan jawaban yang salah sebanyak 12 orang.
Soal no. 8 berhasil dijawab benar oleh sebanyak 42 orang, mendekati benar sebanyak 27 orang dan jawaban yang salah sebanyak 31 orang.
4.2. Pembahasan Penelitian
Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna karena mempunyai cita, rasa dan karsa. Manusia memiliki kehendak untuk mengetahui segala sesuatu yang ada disekitarnya untuk itu manusia selalu mencari jalan untuk memperoleh pengetahuan. Menurut Notoatmodjo (2002 : 94) bahwa pengetahun merupakan hasil tahu dan nilai terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi pada penglihatan, pendengaran, penerimaan, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan (kognitif) merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).
Dari pendapat tersebut penulis menyimpulkan bahwa pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang yang merupakan hasil dari tahu setelah orang itu melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu dan kemudian diproyeksikan oleh orang tersebut menjadi suatu gambaran, presepsi, pengamatan, konsep dan fakta.
Pengetahuan sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor eksternal maupun internal dari dalami diri seorang pencari tahu.
4.2.1. Pendidikan wanita usia 15-55 tahun di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa dari total sampel 100 orang ditemukan bahwa 17 orang (17%) mempunyai tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP), 47 orang (47%) memiliki tingkat pendidikan menengah (SMA) dan sisanya 36 orang (36%) memiliki tingkat pendidikan tinggi (PT). Hal ini menunjukkan bahwa wanita usia 15-55 tahun di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa mempunyai jenjang pendidikan yang merata. Hal ini akan mempengaruhi seseorang dalam menerima informasi tentang kanker payudara khususnya informasi tentang tanda dan gejala kanker payudara.
Dengan banyaknya sampel yang berpendidikan sedang dan tinggi, menunjukkan bahwa sebagian besar wanita usia 15-55 tahun di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa sangat menyadari akan pentingnya tingkat pendidikan yang menjadi jembatan untuk memahami dan memberikan tanggapan terhadap informasi. Sebagaimana menurut Koenjoroningrat dalam Nursalam (2001) yang menyebutkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pula pengalaman yang dimiliki, dalam hal ini khususnya pengetahuan tentang tanda dan gejala pada kanker payudara.
Sebaliknya, pendidikan yang kurang akan menghambat pengetahuan perkembangan dan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian kecil wanita usia 15-55 tahun di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa kurang menyadari akan pentingnya tingkat pedidikan yang mungkin disebabkan oleh berbagai alasan.
4.2.2. Pengetahuan Responden Tentang Tanda dan Gejala Kanker Payudara
Menurut Notoatmodjo (2002 : 94) bahwa pengetahun merupakan hasil tahu dan nilai terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi pada penglihatan, pendengaran, penerimaan, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Dari hasil penelitian tingkat pengetahuan wanita usia 15-55 tahun yang telah dilakukan di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa ditemukan bahwa dari 100
responden yang diteliti ternyata sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang tanda dan gejala kanker payudara yang sedang yaitu sebanyak 73 orang (73%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar wanita usia 15-55 tahun di RT 06 dan RT 07 RW 02 Kelurahan Rempoa, sedikit mengetahui tentang tanda dan gejala kanker payudara kesan didalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya, yang berbeda sekali dengan kepercayaan, takhayul dan penerangan-penerangan yang keliru (Soerjono, 1990). Ini menggambarkan bahwa masyarakat di kelurahan Rempoa menggunakan informasi yang mereka dapat dari berbagai sumber.
4.2.3. Hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan
Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya melalui jenjang pendidikan yang pernah ditempuh. Pada beberapa teori, seharusnya pengetahuan berbanding lurus dengan pendidikan formal yang pernah ditempuh. Jika pendidikan yang pernah ditempuh tinggi, maka pengetahuan tentang segala sesuatu seharusnya memang lebih baik, begitu pula sebaliknya, jika tingkat pendidikan terakhir yang dicapai rendah, maka pengetahuan pun tidak akan lebih tinggi, setinggi orang yang pernah menduduki taraf pendidikan yang lebih tinggi dan bisa dikatakan rendah.
Dari hasil penelitian, diketahui terdapat wanita yang berpendidikan dasar dan berpengetahuan rendah sebanyak 1 orang atau 5,9%, wanita yang berpendidikan dasar berpengetahuan sedang sebanyak 15 orang atau 88,2% dan terdapat wanita yang berpendidikan dasar berpengetahuan tinggi sebanyak 1 orang atau 5,9%. Disana terdapat ketimpangan pada tingginya pengetahuan sedang orang yang berpendidikan rendah dan sedikitnya yang berpengetahuan rendah padahal berpendidikan sedang. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengetahuan selain pendidikan yang tidak kami teliti. Contohnya media informasi, berita atau internet yang telah memberikan pengetahuan lebih sehingga ikut andil dalam menyebabkan tingginya pengetahuan masyarakat, meskipun tingkat pendidikan yang pernah dicapai tidak terlalu tinggi. Menurut Wied Hary A (1996) informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang. Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media misalnya TV, radio atau surat kabar maka hal itu akan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang.
Dari hasil penelitian juga terdapat wanita yang berpendidikan menengah dan berpengetahuan rendah sebanyak 1 orang atau 2,1%, wanita yang berpendidikan menengah berpengetahuan sedang sebanyak 34 orang atau 72,3% dan wanita yang berpendidikan menengah berpengetahuan tinggi sebanyak 12 orang atau 25,5%. Jika melihat data tersebut, mungkin kita akan sepakat bahwa hasil yang dicapai sesuai dengan harapan. Dimana peran tingkat pendidikan bagi pengetahuan disini jelas terlihat perbedaannya. Menurut Notoadmojo (1997) pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri. Sasaran pendidikan dapat tercapai apabila hasil yang didapatkan seperti pada keadaan di atas, dimana sampel yang punya tingkat pendidikan sedang juga menghasilkan tingkat pengetahuan yang cukup.
Dari hasil pembahasan lainnya diperoleh wanita yang berpendidikan tinggi dan berpengetahuan rendah sebanyak 2 orang atau 5,6%, wanita yang berpendidikan tinggi berpengetahuan sedang sebanyak 24 orang atau 66,7% dan wanita yang berpendidikan tinggi berpengetahuan tinggi sebanyak 10 orang atau 27,8%. Hal ini mungkin tidak sesuai dengan dasar teori yang mengharuskan adanya kesesuaian antara tingkat pendidikan dan pengetahuan. Dimana pengetahuan yang lebih tinggi, justru dimiliki mayoritas oleh tingkat pendidikan sedang.
Dari hasil uji statistik diperoleh nilai probabilitas 0,419 artinya pada α 5%, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan wanita usia 15-55 tahun, tentang tanda dan gejala kanker payudara pada penelitian kami dengan sampel sebanyak 100 orang. Oleh karena itu, hipotesis kami ditolak. Hal ini dapat disebabkan oleh:
1. Media informasi yang sudah merambah dan sangat mempengaruhi hasil kuisioner dan tingkat pengetahuan yang dihasilkan menjadi bias
2. Maksud pertanyaan yang diberikan kurang tersampaikan dan tidak dipahami benar oleh responden
3. Pendidikan yang ditempuh oleh responden berbeda dengan kapabilitas responden untuk menjawab dengan tepat
4. Waktu penyelesaian jawaban yang diberikan terhadap responden terlalu singkat, sehingga tingkat validitas dalam menjawab pertanyaan berkurang
5. Tidak ditelitinya variabel lain yang sangat berperan dan mempengaruhi tingkat pengetahuan
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Pengetahuan adalah sensasi yang seseorang dapatkan dari berbagai sumber dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, diantaranya usia, tingkat pendidikan yang kami teliti pada penelitian ini, pekerjaan, intelegensi, lingkungan, sosial budaya, media informasi dan pengalaman.
Gambaran tingkat pendidikan wanita usia 15-55 tahun di Kelurahan Rempoa RW 02 didominasi oleh tingkat pendidikan menengah (SMA) sebanyak 47% dari populasi.
Gambaran tingkat pengetahuan wanita usia 15-55 tahun terhadap tanda dan gejala kanker payudara.di Kelurahan Rempoa RW 02 menunjukkan tingginya tingkat pengetahuan sedang sebanyak 73% dari populasi.
Dari penelitian hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan terhadap tanda dan gejala kanker payudara yang dilakukan di Kelurahan Rempoa pada bulan September tahun 2010 dengan 100 orang sampel, memberikan hasil bahwa tidak terdapatnya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan terakhir pada sampel dengan pengetahuan terhadap tanda dan gejala kanker payudara. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal serta faktor teknis dan non-teknis yang menjadi kendala pada penelitian ini, diantaranya ;
1. Media informasi yang sudah merambah dan sangat mempengaruhi hasil kuisioner dan tingkat pengetahuan yang dihasilkan menjadi bias
2. Maksud pertanyaan yang diberikan kurang tersampaikan dan tidak dipahami benar oleh responden
3. Pendidikan yang ditempuh oleh responden berbeda dengan kapabilitas responden untuk menjawab dengan tepat
4. Waktu penyelesaian jawaban yang diberikan terhadap responden terlalu singkat, sehingga tingkat validitas dalam menjawab pertanyaan berkurang 5. Tidak ditelitinya variabel lain yang sangat berperan dan mempengaruhi
tingkat pengetahuan
5.2. Saran
Dari hasil penelitian yang kami lakukan, dapat kami berikan saran yang akan membangun dan menjadikan penelitian berikutnya lebih baik, diantaranya sebagai berikut:
5.2.1. Bagi Peneliti
Peneliti perlu mengevaluasi lebih lanjut tentang proses penelitian yang lebih baik dengan sampel yang lebih banyak dan waktu yang cukup, sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan lebih akurat sesuai dengan dasar teori dan referensi hasil penelitian sebelumnya.
5.2.2. Bagi Tenaga Kesehatan
Alangkah baiknya apabila tenaga kesehatan ikut termotivasi untuk berperan serta dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala kanker payudara melalui penyuluhan maupun memberikan informasi-informasi yang edukatif tentang cara deteksi dini kanker payudara, sehingga adanya kanker tersebut dapat terdeteksi.
5.2.3. Bagi Masyarakat
Masyarakat sebagai responden dalam penelitian ini, khususnya bagi mereka dengan pengetahuan tinggi agar dapat menerapkan pengetahuan tentang tanda dan gejala kanker payudara. Adapun bagi yang memiliki tingkat pengetahuan sedang dan kurang, agar lebih termotivasi untuk menggali informasi lebih banyak tentang tanda dan gejala kanker payudara dari berbagai sumber, baik itu dari media massa ataupun dari berbagai penyuluhan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto S. 2002 , Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Edisi Revisi V, Jakarta.
Arthur CG, John EH. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed 9. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 1997.
Creagh, S. Pendidikan seks di SMA D.I. Yogyakarta. [serial on the internet]. 2004.
[cited 2009 April 4]. Available from :
http://www.acicis.murdoch.edu.au/hi/field_topics/screagh.pdf
EMEDICINE. Breast cancer. Cited december 2010 available from ; http://emedicine.medscape.com/article/263733-overview. Taken : 18 august 2010
Hartanto,Huriawati dkk. 2005. Kamus Kedokteran Dorlan.Jakarta:EGC.
Junquera LC,Carneiro J. 2007.Histologi Dasar Teks dan Atlas. Edisi 10. EGC : Jakarta.h:447-50
Kumar,V. Abbas, A. Robbins and Cotran Pathologic Basic of Disease, 7th edition. Elseviers Saunders, China.
Manuaba, IBG, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, EGC, Jakarta. 2003 Notoatmodjo S. 2002.Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta. Notoatmojo S. 2002. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan, PT. Rineka Cipta, Jakarta. PATH (UNFPA). Kesehatan reproduksi remaja: membangun perubahan yang
bermakna. C1998. [cited 2009 april 4]. Available from : http://www.path.org/outlook/kesehatan_reproduksi_remaja.pdf.
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kandungan. Ed.2. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2008.
Price, SA. Patofisiologi konsep klinis proses-proses perjalanan penyakit, edisi 6. Volume 2. Jakrta: EGC. 2006
Ramli M., Deteksi Dini Kanker, FKUI, Jakarta. 2002
R. Sjamsuhidajat, Wim de Jong. Buku ajar ilmu bedah. edisi revisi. Penerbit buku kedokteran EGC; Jakarta; 1997. hal. 542-7.
Sherwood, L. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. Ed 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 1996
Suryaningsih Koni, Endang. Sukaca Eka, Bertiani. 2009. Kupas tuntas kanker payudara. Yogyakarta : Paradigma Indonesia
Vinay, Kumar. Ramzi S, Cotran. 2007.Stanley L, Robbins. Buku Ajar Patologi.7th ed. Jakarta; EGC.
LAMPIRAN
KUISIONER TINGKAT PENGETAHUAN TANDA DAN GEJALA KANKER PAYUDARA
(Oleh : MUHAMAD NURUL YAKIN)
1. Apa yang anda ketahui tentang gejala tingkat awal kanker payudara ? a. Rasa sakit dan tidak nyaman pada payudara 2
b. Payudara terlihat besar sebelah 1 c. Tidak menunjukan adanya gejala 3
2. Dibawah ini yang menurut anda termasuk gejala kanker payudara adalah ? a. Terdapat benjolan pada payudara 2
b. Keluarnya cairan dari payudara 1 c. Semua benar 3
3. Apakah setiap benjolan di payudara yang dirasakan tidak nyaman merupakan kanker payudara ?
a. Ya 1 b. Tidak 3 c. Ragu-ragu 2
4. Apakah kulit payudara yang terlihat mengkerutmerupakan gejala kanker payudara ? a. Ya 3
b. Tidak 1 c. Ragu-ragu 2
5. Apakah penurunan berat badan merupakan salah satu gejala kanker payudara ? a. Ya 3
b. Tidak 1 c. Ragu-ragu 2
6. Ke manakah penyebaran kanker payudara yang anda anggap paling sering terjadi ? a. Ke kelenjar getah bening di sekitar ketiak 3
b. Ke paru-paru 2
c. Tidak akan menyebar 1
7. Apakah adanya benjolan di sekitar ketiak merupakan tanda kanker payudara ? a. Ya 3
b. Tidak 1 c. Ragu-ragu 2
8. Dibawah ini yang menurut anda merupakan tanda-tanda penyebaran kanker payudara adalah ?
a. Sesak napas 3 b. Nyeri tulang 2 c. Tidak tahu 1
ATAS SEGALA PARTISIPASI DAN KEIKUTSERTAAN ANDA DALAM