BAB II URAIAN TEORITIS
2.2. Kerangka Konsep
Konsep adalah generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu yang sama dimana dapat dipakai untuk menggambarkan fenomena yang sama. Konsep dibangun dari teori-teori yang digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel yang akan diteliti. Karena itu konsep memiliki tingkat generalisasi yang berbeda satu dengan lainnya, bila dilihat dari kemungkinan dapat diukur atau tidak.Selain itu, konsep harus merupakan atribut berbagai kesamaan dari fenomena yang berbeda.
Variabel penelitian yang terdapat judul atau masalah penelitian perlu dibatasi pengertiannya untuk menghindari salah maksud dalam menafsirkan konsep tersebut antara peneliti dan pembaca hasil penelitian, serta untuk membatasi penelitian itu sendiri. Tidak semua judul atau masalah dibatasi konsepnya secara harafiah, tetapi hanya konsep yang akan diuji. Pembatasan konsep dalam penelitian tidak saja menghindari salah maksud dalam memahami konsep penelitian dan membatasi penelitian, tetapi batasan konsep sangat diperlukan untuk penjabaran variabel penelitian maupun indicator variabel (Bungin, 2005:92).
Jadi kerangka konsep adalah hasil pemikiran yang rasional dalam menguraikan rumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari masalah yang diuji kebenarannya.Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris maka harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel. Adapun variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Variabel Bebas (X)
Variabel bebas adalah segala gejala, faktor dan unsur yang memengaruhi munculnya variabel kedua yang disebut variabel terikat. Tanpa variabel ini, variabel terikat yang lain akan muncul atau bahkan tidak ada sama sekali. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah terpaan iklan Vivo V7+
versi AgnezMo di televisi.
2) Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor maupun unsur yang dipengaruhi oleh variabel bebas, bukan karena adanya variabel lain.
Variabel terkait dalam penelitian ini adalah minat membeli produk pada kalangan mahasiswa USU.
3) Karakteristik Responden
Karakteristik responden adalah hal atau ciri yang ada pada diri responden penelitian yang berguna dalam memudahkan penelitian.Karakteristik ini yang mengakibatkan perubahan pada variabel bebas namun tidak berpengaruh terhadap hubungan variabel bebas dengan variabel terikat.
Berdasarkan kerangka konsep yang ada maka dapat disimpulkan bentuk skema kerangka konsep pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Sumber: Penulis (2018)
Gambar 2.1 Model Teoritis 2.3 Variabel Penelitian
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang telah diuraikan di atas maka peneliti membuat variabel penelitian sebagai berikut:
Variabel Terikat (Y) Minat Membeli Produk pada
Kalangan Mahasiswa USU Variabel Bebas (X)
Terpaan Iklan Vivo V7+ Versi AgnezMo di televisi
Tabel 2.1 Variabel Penelitian
No Variabel Teoritis Variabel Operasional 1. Variabel Bebas (X)
Terpaan Iklan Vivo V7+
Versi AgnezMo di televisi
• Frekuensi
• Minat Transaksional
• Minat Refrensial
• Minat Preferensial
• Minat Eksploratif 3. Karakteristik Responden • Fakultas/Jurusan
• Jenis Kelamin Sumber: Penulis (2018)
2.4 Defenisi Operasional
Defenisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya; tetapi lebih menitikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. Defenisi operasional diberikan kepada variabel yang akan diteliti.
Defenisi operasional adalah defenisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefenisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung, defenisi operasional itu akan menunjukan alat pengambil data yang cocok digunakan. Penyusunan defenisi operasional perlu dilakukan karena dengan teramatinya konsep atau konstruksi yang diselidiki, maka akan memudahkan proses pengukurannya (Syafruddin, 2012:12).
Defenisi operasional merupakan suatu petunjuk pelaksanaan mengenai cara untuk mengukur konsep-konsep yang akan diteliti yang bersifat operasional
(Sarwono, 2006:27). Adapun yang menjadi defenisi operasional dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel Bebas (X), yaitu terpaan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo di televisi, yang terdiri dari:
a. Frekuensi: meliputi frekuensi menyaksikan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo.
b. Durasi: meliputi lama mengikuti dan menyaksikan iklan Vivo V7+versi AgnezMo.
c. Atensi: meliputi menonton iklan Vivo V7+ versi AgnezModengan melakukan kegiatan lain, menyaksikan dengan tidak melakukan kegiatan lain, dan menyaksikan dengan melakukan diskusi.
d. Isi pesan, ialah pesan yang dibuat harus singkat, jelas, dan padat sehingga komunikan mengetahui isi pesan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo.
e. Tampilan, ialah tampilan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo yang dibuat untuk menarik perhatian khalayak.
f. Tata gambar, ialah penataan gambar dalam iklan Vivo V7+ versi AgnezMo yang dapat menarik minat khalayak.
g. Warna, ialah warna yang ditampilkan harus sesuai dengan iklan yang ditayangkan untuk menarik minat khalayak.
h. Musik/jingle, ialah instrumen musik yang dibuat ke dalam iklan Vivo V7+ versi AgnezMo, untuk menarik perhatian kahalayak.
i. Slogan, ialah kalimat atau kata-kata yang dibuat dalam iklan Vivo V7+ versi AgnezMo untuk memunculkan minat khalayak.
2. Variabel Terikat (Y), yaitu minat membeli produk pada kalangan mahasiswa USU, yang terdiri dari:
a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
b. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain.
c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku
d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
2.5 Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang diamati dalam usaha untuk memahaminya yang mungkin benar dan mungkin juga salah. Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang masih diuji kebenarannya secara empirik. Hipotesis juga merupakan jawaban sementara terhadap hasil penelitian yang akan dilakukan. Dengan hipotesis, peneliti menjadi lebih jelas arah pengujiannya dengan kata lain hipotesis membimbing peneliti dalam melaksanakan penelitian di lapangan baik sebagai objek pengujian maupun dalam pengumpulan data (Bungin, 2008:85).
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Hₐ : Tidak terdapat hubungan antara terpaan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo di televisi dengan minat membeli produk pada kalangan mahasiswa USU.
Hₒ : Terdapat hubungan antara terpaan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo di televisi dengan minat membeli produk pada kalangan mahasiswa USU.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kota Medan, tepatnya di Universitas Sumatera Utara (USU) yang berada di jalan Abdul Hakim, Padang Bulan, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Alasan peneliti memilih USU sebagai lokasi penelitian karena USU merupakan tempat untuk menimba ilmu pengetahuan yang terdiri dari beragam fakultas/jurusan dengan mahasiswa yang memiliki umur dan pengetahuan yang terbilang normal serta layak untuk dikaji dalam sebuah penelitian. Mahasiswa juga dianggap sebagai generasi muda sekaligus millennial yang merupakan target dari perusahaan Vivo serta seseorang yang cukup umur untuk diteliti dalam perkembangan alat komunikasi.
3.1.1 Metode Penelitian
Metode pada dasarnya berarti cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Oleh karena tujuan umum penelitian adalah memecahkan masalah maka langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan masalah yang akan dirumuskan (Nawawi, 2001:65)
Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode korelasional, yang memiliki tujuan untuk mengentahui hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya.Hubungan antara satu variabel dengan lainnya dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian secara statistik (Thoifah, 2016:159).Dalam penelitian ini, metode korelasional digunakan untuk meneliti sejauh mana terpaan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo di televisi mempengaruhi minat beli pada kalangan mahasiswa USU.
3.1.2 Populasi dan Sampel 3.1.2.1 Populasi
Populasi berasal dari kata bahasa inggris population, yang berarti jumlah penduduk.Hamdi dan Bahruddin (2015:58) mengutip Sugiyono (2007), populasi
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah mahasiwa Universitas Sumatera Utara yang terdiri atas 15 fakultas, yaitu kedokteran, hukum, pertanian, teknik, ekonomi, kedokteran gigi, ilmu budaya, matematika dan IPA, ilmu sosial dan ilmu politik, kesehatan masyarakat, keperawatan, psikologi, ilmu komputer dan teknologi informasi, farmasi, dan kehutanan angkatan 2016.
Berdasarkan informasi dari websitedirektori mahasiswa USU, jumlah mahasiswa angkatan 2016 dari 15 fakultas tersebut adalah 5549 orang.
Tabel 3.1 Populasi
No Fakultas Populasi
1 Kedokteran 237
2 Hukum 598
3 Pertanian 289
4 Teknik 725
5 Ekonomi dan Bisnis 540
6 Kedokteran Gigi 247
7 Ilmu Budaya 500
8 Matematika dan IPA 418
9 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 621
10 Kesehatan Masyarakat 322
11 Keperawatan 181
12 Psikologi 235
13 Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi 286
14 Farmasi 200
15 Kehutanan 150
Total Populasi 5549
Sumber: http://dirmahasiswa.usu.ac.id/
3.1.2.2 Sampel
Sampel berasal dari bahasa Inggris “sample” yang artinya contoh, comotan atau mencomot yaitu mengambil sebagian saja dari yang banyak.Dalam hal ini yang dimaksud dengan yang banyak adalah populasi. Dalam suatu penelitian, tidaklah selalu perlu untuk meneliti semua individu dalam populasi karena akan memakan banyak waktu dan biaya yang besar. Oleh karena itu dilakukan pengambilan sampel, dimana sampel yang diambil adalah sampel yang benar-benar representasi atau yang mewakili seluruh populasi.
Menurut Bailey (Prasetyo & Jannah, 2014:119), sampel merupakan bagian populasi yang ingin diteliti.Oleh karena itu, sampel harus dilihat sebagai suatu pendugaan terhadap populasi dan bukan populasi itu sendiri.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dengan tingkat kepercayaan 90%, yakni sebagai berikut:
n =
𝑁𝑁𝑁𝑁(𝑑𝑑)²+1
N : Jumlah Populasi n : Sampel
d : Presisi (digunakan 10% atau 0,1)
Berdasarkan data yang ada, maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak:
n = 5549
5549(0.1)2+ 1
= 5549
56.49
= 98.22 n = 98 orang
3.1.3 Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel yang digunakan peneliti yaitu:
1) Sampel Stratifikasi Proporsional (Proportionate Stratified Sampling) Proportionate Stratified Sampling adalah teknik sampling yang digunakan bila populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono, 2012:93).
Sampel ini bertujuan untuk membuat sifat homogen dari populasi yang heterogen dikelompokkan ke dalam sub populasi karakteristik tertentu sehingga setiap kelompok (strata) mempunyai anggota sampel yang relatif homogen. Dalam jenis pengambilan sampel ini, jumlah sampel yang daimbil dari setiap strata harus proporsional. Oleh karena itu, populasi yang lebih kecil tetap memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel.
Pada penelitian ini digunakan teknik penarikan sampel seperti ini karena populasi yang akan diteliti bersifat heterogen. Maksudnya heterogen adalah terdiri dari berbagai fakultas yang berbeda. Untuk menghitung jumlah sampel dari setiap fakultas, maka digunakan rumus (Arikunto, 2002:120) :
n =
𝑛𝑛1 ×𝑛𝑛𝑁𝑁
Keterangan:
n1 = jumlah populasi setiap fakultas n = jumlah sampel
N = jumlah populasi keseluruhan
Berdasarkan rumus tersebut, maka dapat dihitung sampel yang terpilih setiap fakultas, yaitu:
Tabel 3.2 Sampel N
o
Fakultas Populasi Penarikan Sampel Sampel
1 Kedokteran 237 237 𝑥𝑥 98
2) Purposive Sampling
Teknik penarikan sampel ini mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat oleh peneliti berdasarkan tujuan dari penelitian (Kriyantono, 2006:154).
Adapun ciri-ciri spesifik yang akan menjadi sampel penelitian ini adalah mahasiswa aktif dari 15 fakultas tersebut angkatan 2016 yang menonton iklan Vivo V7+ versi AgnezMo minimal tiga kali di televisi.
3.1.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data sehingga dapat menghasilkan data yang valid. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah:
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian yang diperoleh langsung dengan cara terjun ke lapangan terhadap objek yang telah dipilih yaitu dengan menyebarkan kuesioner.
Kuesioner yaitu pengumpulan data-data dalam bentuk sejumlah pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis oleh responden.
2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Cara pengambilan data yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data-data melalui kepustakaan yang relevan dengan penelitian.Penelitian ini dilakukan melalui buku-buku, jurnal-jurnal, dan sumber internet.
3.1.5 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan dipresentasekan (Singarimbun, 2006:264). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan perangkat lunak Statistifical Package for the Social Science (SPSS). Analisis data yang digunakan sebagai berikut:
1. Analisis Tabel Tunggal, yaitu analisis yang dilakukan dengan membagi-bagi variabel ke dalam kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi dasar.
Analisis ini adalah langkah awal dalam menganalisis data yang terdiri dari
kolom, yaitu jumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori (Suryanto, 2011:106).
2. Analisis Tabel Silang, dilakukan untuk mengetahui apakah variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel yang lainnya sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif (Suryanto, 2011:107).
3. Uji Hipotesis, yaitu proses yang terus menerus karena ilmu merupakan suatu proses. Akan tetapi, di dalam menganalisis hasil uji hipotesis, ada pernyataan yang sebaiknya dihindari yaitu “hipotesis telah terbukti” atau berupa kepastian final. Sebaiknya analisis dapat dibuat menjadi
“data/temuan sesuai dengan/mendukung hipotesis” (Prasetyo & Jannah, 2014:78).
Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis menggunakan rumus Spearman’s Rho Rank-Order Correlation oleh Spearman untuk mencari hubungan antara kedua variabel yang sebenarnya dengan skala ordinal. Rumus korelasi Spearman adalah sebagai berikut:
ρ = 1 -
𝑛𝑛(𝑛𝑛6𝛴𝛴𝑑𝑑2−1)Keterangan:
ρ : koefisien korelasi
1 : angka satu, bilangan konstan 6 : angka enam, bilangan konstan 𝛴𝛴𝑑𝑑 : jumlah kuadrat selisih kedua ranking 𝑛𝑛 : jumlah sampel
Spearman’s Rho Rank-Order Correlation adalah metode untuk menganalisis data dan melihat hubungan antara variabel yang sebenarnya dengan skala ordinal (Eriyanto, 2011:363).
Untuk menentukan kekuatan hubungan dari hasil perhitungan di atas maka digunakan skala Guilford sebagai berikut (Kriyantono, 2006:169):
0 : tidak ada korelasi
<0,20 : korelasi rendah sekali 0,20 - 0,40 : korelasi rendah tapi pasti 0,41 - 0,70 : korelasi yang cukup berarti 0,71 - 0,90 : korelasi yang tinggi; kuat
0,91 - 1,00 : korelasi sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan 1 : korelasi sempurna
Berdasarkan nilai rho (rs), untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y maka dilakukan uji determinasi (Kriyantono, 2006:169).Pada penelitian ini, uji determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terpaan iklan Vivo V7+ versi AgnezMo di televisi terhadap minat membeli pada kalangan mahasiswa USU.
D = rs2 . 100%
Keterangan:
D : kekuatan determinan (kekuatan prediksi) rs : korelasi Spearman
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan
Dalam melaksanakan penelitian, peneliti memiliki beberapa tahapan mulai dari proses pengumpulan data sampai dengan analisis data. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut:
4.1.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data
1. Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah membuat konsep kuesioner penelitian dengan bantuan dari dosen pembimbing. Setelah diperiksa dan diperbaiki, dosen pembimbing kemudian menyetujui kuesioner penelitian tersebut yang kemudian peneliti perbanyak menjadi 98 sesuai dengan sampel yang telah ditetapkan.
2. Selanjutnya peneliti meminta surat izin penelitian kepada bagian pendidikan FISIP USU. Adapun surat tersebut ditujukan kepada Rektor Universitas Sumatera Utara yang menerangkan bahwa peneliti resmi melaksanakan penelitian dari program studi Ilmu Komunikasi FISIP USU.
Hal ini bertujuan untuk kelancaran memperoleh data dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
3. Setelah kuesioner dan surat izin penelitian telah disetujui oleh dosen pembimbing, peneliti segera memberikan surat izin kepada yang bersangkutan di Biro Rektor Universitas Sumatera Utara.
4. Pada bulan Maret 2016, peneliti mengumpulkan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa setiap fakultas yang ada di Universitas Sumatera Utara. Kuesioner diberikan kepada mahasiswa yang sesuai dengan karakteristik responden. Peneliti mengumpulkan data dari siang hari menjelang malam hari, karena di pagi hari banyak mahasiswa yang masih sibuk untuk mengikuti jadwal perkuliahan.
5. Dalam pelaksanaannya, peneliti kesulitan menemukan mahasiswa yang sesuai dengan karakteristik responden di beberapa fakultas. Hal tersebut dikarenakan oleh waktu penelitian yang sering bertepatan dengan waktu responden yang harus mengikuti jadwal perkuliahan, sehingga beberapa mahasiswa menolak mengisi kuesioner peneliti. Tidak hanya itu, terdapat mahasiswa di beberapa fakultas melihat iklan Vivo V7+ versi Agnez Mo hanya sekali. Hal tersebut membuat peneliti harus mencari responden lainnya.
6. Setelah data-data terkumpul, peneliti mengolah data tersebut untuk menjadi acuan dalam penelitian ini. Pengolahan data terdiri dari beberapa proses, antara lain penomoran kuesioner, pengeditan, pengkodean, inventarisasi tabel, tabulasi data, dan pengujian hipotesis.
4.1.2 Teknik Pengolahan Data
Peneliti melakukan pengolahan data dengan beberapa tahap. Adapun tahapan tersebut adalah:
1. Penomoran kuesioner
Penomoran kuesioner yaitu mengumpulkan kuesioner dan memberikan nomor urut pada setiap kuesioner yang telah diisi oleh responden sebagai tanda pengenal (01-98).
2. Pengeditan
Kemudian dilakukan proses pengeditan jawaban responden untuk memperjelas jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesalahan pengisian kotak kode yang telah disediakan.
3. Pengkodean
Pengkodean yaitu proses pemindahan jawaban-jawaban responden ke dalam kotak kode yang telah disediakan pada lembar kuesioner dalam bentuk angka (skor).
4. Inventarisasi tabel
Inventarisasi tabel adalah data mentah yang diperoleh dimasukkan ke dalam lembar FC (Fortran Cobol) sehingga membuat seluruh data dalam satu kesatuan.
5. Tabulasi data
Tabulasi data yaitu memindahkan variabel responden yang sudah melalui pengkodean dan inventarisasi variabel ke dalam kerangka tabel.Adapun kerangka tabel yang digunakan oleh peneliti terdiri atas tabel tunggal dan tabel silang.Selain disajikan dalam bentuk tabel, data juga dijelaskan dalam bentuk deskripsi teks untuk mempermudah pemahaman para pembaca.
6. Uji hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui data mana yang dapat diterima atau ditolak.Untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antar variabel, digunakan rumus Spearman Rank.Peneliti menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Science 24 (SPSS versi 24) dalam melakukan uji hipotesis ini.
4.2 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.2.1 Universitas Sumatera Utara 4.2.1.1 Sejarah
Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU) dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952.Pendirian yayasan ini dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara untuk memenuhi keinginan masyarakat Sumatera Utara khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.
Pada zaman pendudukan Jepang, beberapa orang terkemuka di Medan termasuk Dr. Pirngadi dan Dr. T. Mansoer membuat rancangan perguruan tinggi Kedokteran.Setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah mengangkat Dr. Mohd.Djamil di Bukit Tinggi sebagai ketua panitia.
Setelah pemulihan kedaulatan akibat clash pada tahun 1947, Gubernur Abdul Hakim mengambil inisiatif menganjurkan kepada rakyat di seluruh Sumatera Utara mengumpulkan uang untuk pendirian sebuah universitas di daerah ini.
Pada tanggal 31 Desember 1951 dibentuk panitia persiapan pendirian perguruan tinggi yang diketuai oleh Dr. Soemarsono yang anggotanya terdiri dari Dr. Ahmad Sofian, Ir. Danunagoro dan sekretaris Mr. Djaidin Purba.
Sebagai hasil kerjasama dan bantuan moril dan material dari seluruh masyarakat Sumatera Utara yang pada waktu itu meliputi juga Daerah Istimewa Aceh, pada tanggal 20 Agustus 1952 berhasil didirikan Fakultas Kedokteran di Jalan Seram dengan dua puluh tujuh orang mahasiswa diantaranya dua orang wanita.
Kemudian disusul dengan berdirinya Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956),dan Fakultas Pertanian (1956).
Pada tanggal 20 November 1957, USU diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Dr. Ir. Soekarno menjadi universitas negeri yang ketujuh di Indonesia.
Pada tahun 1959, dibuka Fakultas Teknik di Medan dan Fakultas Ekonomi di Kutaradja (Banda Aceh) yang diresmikan secara meriah oleh Presiden R.I. kemudian disusul berdirinya Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (1960) di Banda Aceh. Sehingga pada waktu itu, USU terdiri dari lima fakultas di Medan dan dua fakultas di Banda Aceh.
Selanjutnya menyusul berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi (1961), Fakultas Sastra (1965), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (1965), Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (1982), Sekolah Pascasarjana (1992), Fakultas Kesehatan Masyarakat (1993), Fakultas Farmasi (2006), Fakultas Psikologi (2007), Fakultas Keperawatan (2009), Fakultas Kehutanan (2014).
Pada tahun 2003, USU berubah status dari suatu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi suatu perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).Perubahan status USU dari PTN menjadi BHMN merupakan yang kelima di Indonesia.Sebelumnya telah berubah status UI, UGM, ITB dan IPB pada tahun 2000. Setelah USU disusul perubahan status UPI (2004) dan UNAIR (2006).
Dalam perkembangannya, beberapa fakultas di lingkungan USU telah menjadi embrio berdirinya tiga perguruan tinggi negeri baru, yaitu Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, yang embrionya adalah Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan USU di Banda Aceh. Kemudian disusul berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Medan (1964), yang sekarang berubah menjadi Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang embrionya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USU. Setelah itu, berdiri Politeknik Negeri Medan (1999) yang semula adalah Politeknik USU.
Universitas Sumatera Utara (USU) merupakan perguruan tinggi negeri badan hukum yang mengelola bidang akademik dan non akademik secara otonom.Kampus USU berlokasi di Padang Bulan, sebuah area yang hijau dan rindang seluas 120 ha yang terletak di tengah Kota Medan.Zona akademik seluas 90 ha menampung hampir seluruh kegiatan perkuliahan dan praktikum mahasiswa.Sistem pembelajaran didukung oleh fasilitas perpustakaan dan lebih dari 200 laboratorium.Perpustakaan menyediakan berbagai jenis sumber belajar baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.Perpustakaan USU merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia saat ini. Kampus USU Padang Bulan juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi untuk memfasilitasi akses terhadap berbagai sumber daya informasi dan pengetahuan untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian mahasiswa dan tenaga pendidik.
Fakultas dan Program Studi di Universitas Sumatera Utara (USU) yaitu sebagai berikut, Fakultas Kedokteran terdiri dari: program studi Pendidikan Dokter Biomedik Ilmu Kedokteran Tropis Ilmu Kedokteran Ilmu Anastesi Ilmu Bedah Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Ilmu Kehakiman Kedokteran Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Patologi Anatomi Ilmu Patologi Klinik Ilmu Pencintraan (Radiologi) Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Jiwa Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Ilmu Penyakit Mata Ilmu Penyakit Paru Ilmu Penyakit Saraf Ilmu Penyakit T.H.T.
Fakultas Hukum terdiri dari: program studi Ilmu Hukum Kenotariatan. Fakultas Pertanian terdiri dari: program studi Agribisnis
Agroekoteknologi Ilmu Peternakan Ilmu dan Teknologi Pangan Kehutanan Manajemen Sumberdaya Perairan Ilmu Pertanian. Fakultas Teknik terdiri dari: program studi Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Kimia Teknik Mesin Teknik Sipil Teknik Lingkungan.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis terdiri dari: program studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis terdiri dari: program studi Akuntansi