• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Kerangka Konseptual dan Hipotesis

Beberapa faktor yang mempengaruhi praktik Internet Financial Reporting (IFR) diantaranya: ukuran perusahaan, umur listing, leverage, reputasi auditor, likuiditas, struktur kepemilikian asing, dan profitabilitas.Setiap variabel memiliki pengaruh terhadap IFR, baik secara positif ataupun negatif.

Jumlah aset dari suatu perusahaan merupakan suatu indikator terhadap ukuran perusahaan tersebut, semakin banyak aset perusahaan tersebut maka semakin besar pula ukuran perusahaan tersebut. Hal ini membantu perusahaan dalam meyakinkan para investor terhadap prospek perusahaan,

maka dari itu perusahaan juga semakin terdorong untuk lebih memperluas pengungkapan laporan perusahaan, khususnya mengenai laporan keuangan perusahaan. Selain melalaui pasar modal, perusahaan juga dapat melakukan pelaporan melalui website perusahaan, hal ini akan mempermudah investor dalam mengakses informasi dan mempercepat pengambilan keputusan. Dengan demikian ukuran perusahaan berpengaruh bagi keputusan perusahaan untuk menerapkan praktik IFR.

Perusahaan yang telah listing diBursa Efek Indonesia (BEI) cenderung melakukan pelaporan yang lebih lengkap dibandingkan dengan perusahaan yang belum listing, dan perusahaan yang telah lama listing diBEI akan lebih berpengalaman dalam menerapkan metode metode yang akan lebih menarik para investor ataupun calon investor. Perusahaan cenderung merubah metode yang digunakan sejalan dengan perkembangan tekhnologi, salah satu nya adalah IFR. Dengan demikian umur listing berpengaruh bagi keputusan perusahaan untuk menerapkan praktik IFR.

Leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Semakin tinggi leverage suatu perusahaan, semakin besar pula kemungkinan perusahaan tidak dapat membayar kewajiban. Leverage yang tinggi akan menyulitkan manajemen untuk memprediksi hal yang akan terjadi dimasa depan, hal ini tentu memberikan penilaian negatif bagi manajemen. Kondisi ini tentu mengancam posisi manajemen karena dianggap tidak dapat mengelola perusahaan dengan baik (Chairiri dan Lestari, 2007). Perusahaan dengan tingkat leverage tinggi akan

menerapkan IFR dengan anggapan dapat “mengaburkan” kelemahan perusahaan berupa tingginya tingkat leverage perusahaan, dan memfokuskan pelaporan informasi-informasi positif kepada investor. Dengan demikian leverage berpengaruh terhadap keputusan perusahaan dalam menerapkan praktik IFR.

Penggunaan Kantor Akuntansi Publik (KAP) yang berkualitas (Big Four) pada perusahaan akan menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas pula, hal ini akan memberikan citra positif pada perushaan. Kondisi ini akan mendorong perusahaan untuk me mberikan informasi setransparan mungkin dan seluas mungkin ,salah satunya melalui IFR. Dengan demikian reputasi auditor mempengaruhi keputusan perusahaan untuk menerapkan IFR.

Struktur kepemilikan pihak asing menggambarkan persentase kepemilikan saham oleh pihak asing atas semua jumlah saham perusahaan. Semakin besar persentase kepemilikan pihak asing, maka peerusahaan akan melakukan pengungkapan secara lebih luas. Hal ini agar menjaga kepercayaan para investor dan calon investor yang berada diluar negeri dengan tetap memberikan pelaporan secara transaparan dan cepat. Salah satu media pelaporan tersebut ialah IFR, dengan IFR perusahaan dapat melakukan pengungkapan pada website perushaan, sehingga para investor yang berada diluar negeri dapat dengan mudah mengaksesnya. Dengan demikian struktur kepemilikan pihak asing mempengaruhi keputusan perusahaan dalam menerapkan praktik IFR.

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Pada saat kondisi keuangan suatu perusahaan tidak baik dan perusahaan tidak mampu membayar kewajiban pada tanggal jatuh tempo, perusahaan cenderung meminjam dana dengan bunga yang tinggi, bila hal ini terus berjalan dan kondisi keuangan perusahaan masih tetap tidak baik atau tidak likuid, maka perusahaan dapat mengalami kebangkrutan (Lestari dan Chairiri, 2007). Namun apabila pada tingkat likuiditas tinggi, tentu hal ini merupakan penilaian positif bagi perusahaan dan mendorong perusahaan agar menyajikan laporan keuangannya seluas mungkin agar informasi positif tersebut dapat diketahui oleh banyak pihak, salah satu medianya adalah IFR. Dengan demikian likuiditas berpengaruh terhadap keputusan perusahaan dalam menerapkan praktik IFR.

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam satu periode tertentu. Profitibilitas yang tinggi pada suatu perusahaan menggambarkan kinerja yang baik oleh manajemen perusahan. Semakin tinggi tingkat profitibilitas tersebut, maka semakin baikpula keuangan perusahaan tersebut, yang membuat perusahaan ingin mengungkapkan laporan keuangan perusahaan secara lebih luas dan transparan. Dan sebaliknya, perusahaan dengan kinerja yang buruk akan menghindari pelaporan secara sukarela, agar tidak banyak pihak yang mengetahui mengenai badnews perusahaan tersebut. Penerapan IFR merupakan salah satu cara yang paling membantu dalammenyebarluaskan goodnews agar dapat diketahui oleh investor secara lebih cepat dan mudah.

Dengan demikian profitabilitas berpengaruh terhadap keputusan perusahaan dalam penerapan praktik IFR.

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Keterangan: Ukuran Perusahaan (X1) Umur Listing (X2) Leverage (X3) Reputasi Auditor (X4)

Struktur Kepemilikan Pihak Asing (X5)

Likuiditas (X6)

Profitabilitas (X7)

Internet Financial Reporting (IFR) (Y) H1 H2 H3 H4 H5 H6 H7 H8

Y = Internet Financial Reporting (IFR) X1 = Ukuran Perusahaan

X2 = Umur Listing X3 = Leverage

X4 = Reputasi Auditor

X5 = Struktur Kepemilikan Pihak Asing X6 = Likuiditas

X7 = Profitabilitas 2.3.2 Hipotesis

Menurut Erlina (2008:49), Hipotesis menyatakan “hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proporsi yang dapat diuji secara empiris”. Hipotesis dari penelitian yang akan dilakukan berdasarkan permasalahan dan tujuan adalah sebagai berikut : H1:Ukuran Perusahaanberpengaruh secara parsial terhadap Internet Financial

Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. H2 : Umur Listing berpengaruh secara parsial terhadap Internet Financial

Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. H3 : Leverage berpengaruh secara parsial terhadap Internet Financial

Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. H4 : Reputasi Auditor berpengaruh secara parsial terhadap Internet

Financial Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

H5 : Struktur Kepemilikan Pihak Asing berpengaruh secara parsial terhadap Internet Financial Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

H6 : Likuiditas berpengaruh secara parsial terhadap Internet Financial Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. H7 : Profitabilitas berpengaruh secara parsial terhadap Internet Financial

Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

H8 : Ukuran Perusahaan, Umur Listing, Leverage, Reputasi Auditor, Struktur Kepemilikan Pihak Asing, Likuiditas, dan Profitabilitas berpengaruh secara simultan terhadap Internet Financial Reporting (IFR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Dokumen terkait