• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.3. Kerangka Konseptual dan Pengembangan Hipotesis

Berdasarkan uraian yang dimulai dari latar belakang hingga penelitian terdahulu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Informasi Akuntansi Komputerisasi. Variabel-variabel yang diduga mempengaruhi Sistem Infromasi Akuntansi Komputerisasi adalah Infrastruktur, Sumber Daya Manusia, Biaya, Persepsi Kebermanfaatan, dan Persepsi Kemudahan. Berikut kerangka konseptual dari penelitian ini yaitu:

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Sugiyono (2013: 96) menyatakan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hal tersebut juga didukung oleh Davis (1986) dengan teorinya Technology Acceptance Model (TAM), Technology Acceptance Model (TAM) adalah salah satu model yang dapat digunakan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi diterimanya suatu sistem informasi dengan lima konsep yaitu persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, niat menggunakan, dan penggunaan

Infrastruktur (X1)

Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Komputerisasi (Y) Biaya (X3)

Sumber Daya Manusia (X2)

Persepsi Kebermanfaatan (X4)

Persepsi Kemudahan (X5)

2.3.1. Hubungan Infrastruktur terhadap implementasi Sistem Informasi Akuntansi Komputerisasi

Infrastruktur teknologi informasi dalam suatu perusahaan dapat menentukan pengelolahan informasi akuntansi yang baik dan handal. Semakin canggih infrastruktur teknologi informasi yang digunakan perusahaan sesuai dengan pekerjaan dan kemampuan sumber daya manusia dalam perusahaan, maka akan semakin menyakinkan perusahaan untuk mengimplementasikan sistem informasi akuntansi komputerisasi dan akan menggunakannya dengan optimal sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan.

Menurut Davis, Teori pengembang keberhasilan rancangan, evaluasi perencanaan dan implementasi sistem informasi memiliki salah satu konsep tujuan yaitu persepsi kegunaan yang merupakan suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tersebut dapat meningkatkan kinerjanya dalam bekerja. Infrastruktur/Prasarana menjadi salah satu penunjang kinerja dalam bekerja. Hasil dari penelitian ALshbiel dan Al-Awaqleh (2011: 50) serta Haleem (2016: 137) menunjukan bahwa infrastruktur mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap implementasi system informasi akuntansi komputerisasi.

Ha1: Infrastrutur berpengaruh positif terhadap implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi.

2.3.2. Hubungan Sumber Daya Manusia terhadap implementasi Sistem Informasi Akuntansi Komputerisasi

Menurut Haleem (2016: 135) sumber daya manusia merupakan unsur utama yang dapat berkontribusi terhadap efisiensi dan efektivitas setiap sistem operasi, mereka menggunakan output dalam mengelola masalah-masalah yang terorganisir. Untuk mencapai keberhasilan dalam pemanfaatan teknologi informasi yang mampu memberikan nilai lebih kepada perusahaan dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga tidak terlepas dari usaha suatu perusahaan dalam memberikan pelatihan dan pendidikan. Jadi semakin baik sumber daya manusia yang berkontribusi terhadap pemanfaatan sistem tersebut, maka semakin baik pula implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi yang ada di perusahaan Teori pengembang keberhasilan rancangan, evaluasi perencanaan dan implementasi sistem informasi yang dikemukaan Davis, tujuan lain konsep ini ialah Sikap terhadap penggunaan dimana dilihat dari kecenderungan perilaku dalam menggunakan teknologi. Teknologi tidak terlepas dari kehidupan Manusia, karena itu SDM dapat dimanfaatkan dalam penggunaan SIA. Menurut Setiawan (2018) dalam penelitiannya menyatakan bahwa sumber daya manusia mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap implementasi system informasi akuntansi komputerisasi.

Ha2: Sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi.

2.3.3. Hubungan Biaya terhadap implementasi Sistem Informasi Akuntansi Komputerisasi

Perusahaan yang telah mengadopsi sistem akuntansi komputerisasi dan perusahaan memiliki banyak biaya untuk pemeliharaan dan pengembangan sistem informasi akuntansi komputerisasi, maka sistem yang digunakan dalam perusahaan akan menjadi semakin baik serta berkembang sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan Menurut Davis dalam teori, persepsi kemudahan penggunaan menjadi salah satu konsep yang berarti suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tersebut tak perlu bersusah payah.

Teknologi dan akses yang mudah serta murah biayanya untuk memasarkan suatu bisnis mengubah cara organisasi maupun individu di berbagai negara dalam melakukan bisnis.

Penelitian Haleem (2016: 137) menunjukan bahwa biaya mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi. Sedangkan penelitian ALshbiel dan Al-Awaqleh (2011:50) menunjukkan bahwa biaya mempunyai korelasi negatif yang signifikan terhadap sistem informasi akuntansi komputerisasi.

Ha3: Biaya berpengaruh positif terhadap implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi.

2.3.4. Hubungan persepsi Kebermanfaatan terhadap implementasi Sistem Informasi Akuntansi Komputerisasi

Persepsi kebermanfaatan adalah derajat keyakinan seseorang bahwa menggunakan suatu sistem akan dapat meningkatkan pencapaian didalam

pekerjaanya. Sistem yang dinilai lebih tinggi didalam persepsi kebermanfaatan adalah sistem yang diyakini pengguna memiliki hubungan penggunaan dengan kerja yang positif.

Ketika pengguna merasa yakin dan penggunaan teknologi tersebut tidak sulit maka pengguna akan memberikan manfaat lebih besar dan meningkatkan kinerja. Jadi, semakin tinggi persepsi kebermanfaatan seseorang terhadap sistem tersebut, maka akan semakin tinggi pengoptimalan implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi.

Teori pengembang keberhasilan rancangan, evaluasi perencanaan dan implementasi sistem informasi yang dikemukaan Davis, salah satu konsepnya adalah penggunaan sesungguhanya. Thompson et. Al (1991) kemudian mengemukakan kesimpulan bahwa kemanfaatan teknologi informasi merupakan dampak yang diharapkan oleh pengguna teknologi informasi dalam menjalankan tugas mereka. Penilitian yang di lakukan oleh Noviandini (2012), bahwa persepsi kebermanfaatan berpengaruh positif terhadap intesitas pelaku dalam penggunaan e-filling di kota Yogyakarta.

Ha4: Persepsi kebermanfaatan berpengaruh positif terhadap implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi.

2.3.5. Hubungan persepsi terhadap implementasi Sistem Informasi Akuntansi Komputerisasi

Persepsi kemudahan adalah derajat keyakinan seseorang bahwa menggunakan suatu sistem tidak akan mengalami kesulitan atau tidak memerlukan upaya yang keras. Persepsi kemudahan merupakan keyakinan

seseorang mengenai proses pengambilan keputusan. Apabila seseorang merasa yakin bahwa sistem informasi mudah digunakan maka seseorang tersebut akan menggunakannya. Jadi semakin tinggi persepsi kemudahan seseorang terhadap sistem tersebut, maka akan semakin mengoptimalkan implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi Teori pengembang keberhasilan rancangan, evaluasi perencanaan dan implementasi sistem informasi dipengaruhi oleh persepsi kemudahan.

Davis (1989) dalam bukunya juga menyatakan bahwa perspektif kemudahan pengaplikasian merupakan sebuah tingkatan dimana seseorang percaya bahwasanya penggunaan sistem tertentu, mampu mengurangi usaha seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Penilitian yang di lakukan Lestariningsih (2016), bahwa persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap Pelaporan Faktur Pajak menggunakan e-Faktur di kota Sleman. Begitu juga studi yang dilakukan Wiyono (2008) terhadap para wajib pajak yang telah mencoba atau menggunakan E-Filling di Indonesia menunjukkan hasil bahwa persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan teknologi.

Ha5: Persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap implementasi sistem informasi akuntansi komputerisasi.

BAB III

Dokumen terkait