• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Konseptual

Dalam dokumen 2. TINJAUAN KEPUSTAKAAN (Halaman 22-27)

Pada kerangka konseptual ini terdapat bagan pembanding yang membandingkan dua teori dari tiap variabel nya. Hal tersebut dapat dilihat pada bagan 2.4 mengenai kerangka konseptual. Dan setelah dilakukan perbandingan antar kedua teori tersebut maka penulis memutuskan untuk menggunakan beberapa pilihan teori yang terdapat pada bagan 2.5.

Customer Service Quality

Product Quality

Customer Satisfaction

Customer Loyalty

 

Loyalitas griffin (2005)

• Melakukan pembelian berulang secara teratur

• Membeli antar lini produk dan jasa

• Mereferensikan kepada orang lain

• Menunjukkan kekebalan terhadap tarikan dari pesaing

Product Quality

• Kualitas dari produk yang ditawarkan

• Aroma

• Kuantitas dari produk

• Warna makanan yang disajikan

• Bentuk (Ninemeier &

Hayes 2006)

Service Quality a. Technical Quality

ƒ Credence Quality 

ƒ Experience Quality 

ƒ Search Quality  b. Corporate Image  c. Functional

Quality (Gronroos et al,1992) 

Service Quality

ƒ Reliability

ƒ Responsiveness

ƒ Assurance

ƒ Empathy

ƒ Tangibles (Zeithaml et al, 2009)

Store Atmosphere

ƒ Exterior / bagian depan toko.

ƒ General Interior

ƒ Store Layout /

ƒ Desain eksterior bangunan (Levy

& Weitz,2001) Kepuasan (Zeithaml,2006)

• Konsumen puas dengan jasa atau produk yang ditawarkan

• Jasa atau produk tersebut memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen

Product Quality Service Quality Store Atmosphere

2.4 Gambar Kerangka Konseptual

29

Universitas Kristen Petra

Product Quality

Gaman & Sherrington serta Ninemeier & Hayes merupakan peneliti yang meneliti bidang product quality yaitu kualitas makanan. Pada teori yang dikemukakan oleh Gaman & Sherrington (1996) faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas makanan di dalam product quality dibagi menjadi 9 faktor yaitu faktor Warna, faktor Penampilan, faktor Porsi, faktor bentuk, faktor temperature, faktor tekstur, faktor aroma, faktor tingkat kematangan dan faktor rasa. Sedangkan menurut Ninemeier dan Hayes (2006) juga terdapat 9 faktor yang mempengaruhi kualitas dari suatu makanan yaitu faktor Penampilan, faktor Kualitas dari produk yang ditawarkan, faktor Aroma, faktor Kuantitas dari produk, faktor Standar konsistensi produk, faktor rasa dan tekstur, faktor Temperature, faktor Warna makanan yang disajikan dan faktor bentuk. Dari teori di atas dapat dilihat bahwa keduanya memiliki sudut pandang yang hampir sama mengenai kualitas makanan. Bila dipelajari lebih dalam sebenarnya dimensi yang dimiliki oleh Gaman & Sherrington (1996) serta Ninemeier & Hayes (2006) sama-sama membahas mengenai kualitas makanan. Secara garis besar dimensi yang terdapat di dalam dimensi kualitas makanan milik Gaman & Sherrington hampir sama dengan dimensi-dimensi kualitas makanan yang dimiliki oleh Ninemeier & Hayes. Teori milik Gaman & Sherrington memiliki kelebihan yaitu adanya faktor tingkat kematangan yang mengukur apakah tingkat kematangan terhadap suatu makanan akan mempengaruhi tekstur makanan. Sedangkan teori milik Ninemeier & Hayes lebih diperbaharui, hal tersebut terlihat dari tahunnya.

Selain itu pada teori milik Ninemeier & Hayes memiliki faktor pembeda dengan teori yang dikemukakan oleh Gaman & Sherrington yaitu faktor kualitas dari produk yang ditawarkan yang mengukur apakah daktor tersebut dapat berpengaruh terhadap seorang konsumen dalam memilih restoran serta Standar konsistensi produk yang mengukur makanan yang konsumen pesan memiliki penampilan, kualitasm aroma, porsi, rasa, dan tekstur yang sama pada saat mereka datang sebelumnya. Oleh karena pertimbangan di atas makan peneliti memilih teori yang diungkapkan oleh Ninemeier & Hayes karena lebih lengkap dan telah diperbaharui untuk digunakan dalam penelitian ini.

Service Quality

Teori mengenai service quality yang dikemukakan oleh Gronroos dalam Hutt dan Speh (1992) faktor-faktor yang mempengaruhi service quality dibagi menjadi 3 yaitu faktor Technical Quality, faktor Functional Quality, dan faktor Corporate Image dengan indikator pada faktor Technical Quality dalam Bojanic (1991) antara lain Search Quality, Experience Quality, dan Credence Quality.

Kelebihan dalam teori ini yaitu adanya variabel Technical Quality, Functional Quality berserta dimensinya. Kedua variabel tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kualitas jasa yang diberikan dari sebuah restoran kepada pelanggannya. Sedangkan variabel Corporate Image menurut penulis kurang memberikan pengaruh terhadap sebuah kualitas jasa. Sedangkan teori milik Zeithaml, Bitner, dan Gremler (2009) yang menjelaskan bahwa service quality terbagi menjadi 5 bagian yaitu Reliability, Responsiveness, Assurance, Tangibles , Empathy. Kelebihan dari teori milik Zeithaml, Bitner, dan Gremler adalah memiliki 5 dimensi dalam mengkur sebuah kualitas jasa. Dan kelima dimensi tersebut sangat berpengaruh terhadap pengukuran kualitas jasa pada sebuah restoran. Dalam penelitian ini penulis lebih memilih menggunakan teori tersebut karena teori yang dikemukakan oleh Zeithaml, Bitner, dan Gremler lebih relevan untuk digunakan untuk mengukur kualitas dari sebuah jasa.

Store Atmosphere

Pada penelitian ini penulis juga mengukur bagaimana Store Atmosphere dari Dream Cars Resto and Café menurut konsumennya. Teori store atmosphere dikemukakan oleh 2 ahli yaitu menurut Levy dan Weitz serta teori menurut Berman. Teori menurut Levy dan Weitz mengatakan bahwa store atmosphere terbagi menjadi 2 bagian yaitu instore atmosphere serta outstore atmosphere. Di dalam vaiabel instore atmosphere sendiri terbagi menjadi beberapa sub variabel yaitu layout internal, suara, bau, tekstur, dan desain interior bangunan sedangkan outstore atmosphere terbagi menjadi 3 sub variabel yaitu layout eksternal, tekstur, dan desain eksterior bangunan. Sedangkan menurut Berman store atmosphere terbagi menjadi 4 variabel yaitu exterior/bagian depan toko, general interior, store layout/tata letak, serta interior (Point-of-Purchase) Display. Secara garis

besar kedua teori tersebut memiliki kesamaan dalam memandang mengenai store Atmosphere baik dari dalam ruangan maupun di luar ruangan. Namun menurut penulis teori menurut Levy dan Weitz lebih spesifik untuk menilai Store Atmosphere dari Dream cars café & resto.

  Menurut Levy dan

Weitz (2001)

& Hayes (2006)

• Penampilan

• Kualitas dari produk yang ditawarkan

• Aroma

• Kuantitas dari produk

• Warna makanan yang disajikan

• Bentuk

Kepuasan (Zeithaml,2006)

• Konsumen puas dengan jasa atau produk yang ditawarkan

• Jasa atau produk tersebut memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen

Service Quality Menurut Zeithaml, Bitner, dan Gremler

(2009)

ƒ Reliability

ƒ Responsiveness

ƒ Assurance

ƒ Empathy

ƒ Tangibles

Loyalitas Griffin (2005)

• Melakukan pembelian berulang secara teratur

• Membeli antar lini produk dan jasa

• Mereferensikan kepada orang lain

• Menunjukkan kekebalan terhadap tarikan dari pesaing

Dalam dokumen 2. TINJAUAN KEPUSTAKAAN (Halaman 22-27)

Dokumen terkait