2. Capital gain yaitu keuntungan yang diterima karena adanya selisih antara harga jual dengan harga beli saham dari suatu instrument investasi. Capital gain sangat
2.3 Kerangka Pemikiran
No Nama Peneliti Judul Peneliti Hasil Penelitian Perbedaan persamaan
5. Mariana
Mathelda (2012)
Pengaruh Price Earnings Ratio dan Price To Book Value terhadap Return Saham Indeks LQ 45 (Perioda 2007-2009)
Price Earnings Ratio (PER) dan ukuran perusahaan (Firm Size) berpengaruh positif secara simultan terhadap return saham. Secara parsial, Return on Asset (ROA) dan Price Earnings Ratio (PER) berpengaruh terhadap return saham Periode waktu dan objek penelitian Sama-sama
Meneliti faktor price to book value dan Retrun Saham 6. Najmiyah, Edy Sujana,Ni Kadek Sinarwati (2014) Pengaruh Price to book value (PBV), Price earning ratio (PER) Dan Debt to equity (DER) Terhadap Rtuen saham pada industri real estate dan Property yang Terdaftar di bursa efek Indonesia 2009-2013.
secara parsial dapat diketahui bahwa Variabel Price to Book Value (PBV) terhadap return saham menunjukkan bahwa antara kedua variabel ini tidak memiliki hubungan yang signifikan. Periode waktu dan objek penelitian Sama-sama
Meneliti faktor price to book value dan Retrun Saham
Seiring dengan perkembangan pasar modal, maka saham telah menjadi alternatif yang menarik bagi investor untuk dijadikan sebagai obyek investasi mereka. Pada umumnya para investor akan tertarik pada investasi yang dapat memberikan penghasilan (Return) yang relatif lebih tinggi.Setiap investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang mempunyai tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan yang disebut Return, baik secara langsung maupun tidak langsung. Investor perlu melakukan analisis kondisi keuangan perusahaan karena selain berguna untuk pengambilan keputusan investasi saham, juga berguna untuk mengetahui hasil pengembalian saham Return Saham.Namun para investor tidak begitu saja melakukan pembelian saham sebelum melakukan penilaian dengan baik terhadap emiten. Investasi dalam bentuk saham merupakan investasi yang berisiko sehingga menawarkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat keuntungan investasi lainnya yang kurang berisiko untuk menarik minat para investor. Karena itulah Besar kecilnya nilai PBV dapat dipergunakan oleh investor sebagai pertimbangan dalam melakukan investasi yang nantinya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perolehan Return saham.Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan analisis terhadap pengaruh rasio Price Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) terhadap return saham perusahaan. Kedua rasio ini merupakan rasio yang mencerminkan penilaian pasar terhadap saham yang digunakan untuk menentukan apakah harga saham tertentu dinilai terlalu rendah atau terlalu tinggi.
31
Dwi Mulyono (2009) mengemukakan bahwa PBV digunakan untuk melihat berapa besar tingkat undervalued maupun overvalued harga saham yang dihitung berdasarkan nilai buku setelah dibandingkan dengan harga pasar. Rasio ini menunjukkan seberapa jauh perusahaan mampu menciptakan nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan. Investasi Informasi Saham Mengahasilkan Laba/Return atau Rugi Fundamental PBV Kurs Harga Saham Menurut Tjiptono dan Hendy (2001:141) Price To Book Value merupakan rasio yang menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek suatu perusahaan, sehingga mengakibatkan harga saham dari perusahaan tersebut akan meningkat pula dan semakin rendah PBV akan berdampak pada rendahnya kepercayaan pasar akan prospek perusahaan yang berakibat pada turunnya permintaan saham dan selanjutnya berimbas pula dengan menurunnya harga saham dari perusahaan tersebut, sehingga return yang diterima menurun. Dengan demikian, PBV dan return saham berbanding positif. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi rasio PBV, semakin tinggi pula return yang diterima oleh investor
2.3.2 Hubungan Antara Rasio Harga Laba Terhadap Pengembalian Saham Mariana Mathelda (2012), menyatakan bahwa :“Price Earning Ratio merupakan pendekatan yang lebih popular dipakai dikalangan analis saham dan praktisi. Dalam pendekatan PER atau disebut juga dengan pendekatan multiplier,
investor akan menghitung berapa kali (multiplier) nilai earning yang tercermin dalam harga suatu saham.Menurut Darmadji dan Fakhrudin (2006:198), menyatakan bahwa: “Price Earning Ratio menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba”. Menurut Abdul Halim (2003:23), menyatakan bahwa : “Price Earning Ratio memberikan indikasi tentang jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan dana pada tingkat harga saham dan keuntungan perusahaan pada suatu periode tertentu”.
Berdasarkan teori di atas, maka Price Earning Ratio ini mencerminkan penilaian investor terhadap pendapatan perusahaan di masa mendatang atas kegiatan investasi yang dilakukannya. Price Earning Ratio yang tinggi menunjukkan bahwa pasar mengharapkan pertumbuhan return saham di masa mendatang. Semakin optimistik ekspektasi ini, maka akan semakin tinggi pula kemungkinan Price Earning Ratio-nya. Keinginan investor melakukan analisis kesehatan suatu saham melalui Price Earning Ratio, dikarenakan adanya keinginan investor atau calon investor akan hasil (return) yang layak dari suatu investasi saham.
2.3.3 Hubungan Antara Nilai Perusahaan (PBV) Dan Rasio Harga Laba (PER) Terhadap Pengembalian Saham
Najmiyah, Edysujana, KadekSinarwati (2014) melakukan pengujian mengenai pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Earnings per Share (EPS), Price Earnings Ratio (PER), Price to Book Value (PBV) terhadap return saham. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
33
dalam perioda tahun 2005. Jumlah sampel yang digunakan adalah 43 perusahaan dari 151 perusahaan yang diambil dengan menggunakan metoda purposive sampling. Data diperoleh dari data sekunder dengan metoda dokumentasi yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan. Teknik regresi berganda digunakan untuk melakukan analisis data pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Earnings per Share
(EPS), Price Earnings Ratio (PER), Price to Book Value (PBV) terhadap return saham. Simpulan dari penelitian ini adalah secara simultan variabel DER, EPS, PER dan PBV berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Secara parsial,
Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan negatif, Earnings per Share
(EPS) berpengaruh signifikan positif, dan Price to Book Value (PBV) memiliki pengaruh negatif terhadap return saham secara signifikan. Pengaruh Price Earnings Ratio (PER) terhadap return saham tidak signifikan. Raharjo (2005) melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. Indikator kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah PER, PBV, DER, OPM, NPM, ROA, ROE, dan EPS. Raharjo menggunakan 42 perusahaan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 dalam penelitiannya. Sampel ini dipilih dengan menggunakan metoda purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari data publikasi Bursa Efek Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PER dapat memiliki pengaruh yang signifikan pada tahun 2003 dan dapat juga tidak berpengaruh pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2002 terhadap return saham,
sedangkan PBV tidak memiliki pengaruh terhadap return saham perusahaan. Secara simultan, kinerja keuangan berpengaruh terhadap return saham pada tahun 2000 dan tidak memiliki pengaruh pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2003.
\ Dwi Mulyono (2009)