• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

2.4 Kerangka Pemikiran

(Polancik, 2009), Kerangka pemikiran adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur logika berjalannya sebuah penelitian.

Kerangka pemikiran dibuat berdasarkan pertanyaan penelitian (research question), dan merepresentasikan suatu himpunan dari beberapa konsep serta hubungan diantara konsep-konsep tersebut.

Kerangka pemikiran dimaksudkan untuk menggambarkan paradigma penelitian sebagai jawaban atas masalah penelitian. Dalam kerangka teori terdapat satu variabel independen yaitu Pengaruh Program Keluarga Harapan yang

mempengaruhi variabel dependen (Kondisi Sosial Ekonomi). Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat pengaruh Program Keluarga Harapan Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi. Kebijakan ini tentunya akan mempengaruhi kondisi Sosial Ekonomi Masayarakat dan akan mengkaji lebih dalam mengenai dua permasalahan yaitu :

1. Mengenai pelaksanaan PKH di Desa Sei Muka.

2. Mengenai pengaruh kebijakan Program Keluarga Harapan terhadap Kondisi Sosial Ekonomi di Desa Sei Muka Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Program Keluarga Harapan adalah program pemberian bantuan tunai bersyarat kepada rumah tangga sangat miskin/keluarga sangat miskin (RTSM/KSM) yang ditetapkan sebagai peserta PKH. Program ini didasari oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang jaminan sosial dan ditindaklanjuti melalui Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dan diimplementasikan melalui Perpres Nomor 15 Tahun 2010 tentang percepatan penangulangan kemiskinan dan Inpres No. 3 Tahun 2010, tentang program pembangunan yang berkeadilan poin lampiran ke 1 tentang penyempurnaan pelaksanaan Program Keluarga Harapan..

Gambar 2.1 Bagan Alur Pikir

Pengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi (Y)

- Pendapatan - Kesehatan - Konsumsi - Status sosial - Pendidikan - Tempat tinggal

- Sandang pangan papan Program Keluarga Harapan

(PKH) (X)

penegasan dan pembahasan makna konsep dalam suatu penelitian. Untuk menghindari salah pengertian atas makna konsep yang dilakukan objek penelitian, maka seseorang peneliti harus menegaskan dan membatasi makna konsep yang akan diteliti. Dengan kata lain, peneliti berupaya mengiringi para pembaca hasil peneliti untuk memaknai konsep sesuai dengan yang diinginkan dan dimaksudkan oleh peneliti. Definisi konsep adalah pengertian yang terbatas dari suatu konsep yang dianut dalam suatu penelitian.

Untuk memahami dan memudahkan dalam menafsirkan banyak teori yang ada dalam penelitian ini, maka akan ditentukan beberapa definisi konseptual yang berhubungan dengan yang akan diteliti, antara lain :

1. Program Keluarga Harapan

Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang jaminan sosial dan ditindaklanjuti melalui Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dan diimplementasikan melalui Perpres Nomor 15 Tahun 2010 tentang percepatan penangulangan kemiskinan dan Inpres No. 3 Tahun 2010, tentang program pembangunan yang berkeadilan poin lampiran ke 1 tentang penyempurnaan pelaksanaan Program Keluarga Harapan.dalam hal ini pkh memberikan bantuan uang tunai kepada rumah tangga sangat miskin yang memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah adapun besaran bantuan yang diberikan yaitu .SD RP 770.000,SMP RP.1500.000,SMA.RP.2000.000,serta pemberian Beras konsumsi untuk

2. Kondisi Sosial Ekonomi

Menentukan tinggi rendahnya sosial ekonomi keluarga dimasyarakat dalam memenuhi sosial ekonomi keluarga. Menurut Murniati secara garis besar indikatornya dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

1.Pemenuhan kebutuhan hidup yaitu pendapatan, pendidikan, sandang, pangan, papan, kesehatan dan kepemilikan kekayaan.

2.Interaksi sosial, yaitu kegiatan bernegosiasi, kegiatan yang berhubungan antar keluarga dan kegiatan sosial lainnya. (Murniati, 2004:206)

Berikut ada beberapa indikator untuk menentukan sosial ekonomi keluarga dipenelitian ini yaitu pendapatan, pendidikan, papan/tempat tinggal, Pekerjaan, kesehatan, Tabungan dan interaksi sosial.

Keluarga

Menurut (Soerjono, 2004 : 23), adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah dan bersatu.Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan/hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain sebagainya. Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak yang belum menikah disebut keluarga batih. Berdasarkan Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).

karakteristik yang bisa diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji serta ditentukan kebenarannya oleh orang lain.

Dengan melihat definisi operasional suatu penelitian, maka seorang peneliti akan dapat mengetahui suatu variabel yang akan diteliti. Tanpa operasionalisasi variabel, peneliti akan mengalami kesulitan pada saat menentukan pengukuran hubungan antar variabel yang masih bersifat konseptual.

Ciri-ciri definisi operasional ialah mengacu pada target pekerjaan yang dicapai, berisi pembatasan konsep tempat dan waktu dan bersifat aksi, tindakan, atau pelaksanaan suatu kegiatan.

Tabel. 2.1 Definisi Operasional

Variabel Indikator Sub Indikator

1 2 3

Program Keluarga Harapan (PKH)

1. Bantuan uang tunai a. SD >Rp.770.000 a. Pembayaranm SPP sekolah bagi anggota rumah tangga b. SMP>Rp1.500.000 b. Perlengkapan sekolah sangat miskin (RTSM) c. SMA>Rp2000.000 c.biaya pendaftaran sekolah 2.Bantuan konsumsi a. Beras 5 Kg/bulan a.Kebutuhan hidup

Sosial Ekonomi

a.Pemenuhan Kebutuhan a.Pendapatan a.peningkatan pendapatan

hidup -.<500.000 -1000.000

-.<1000.000-1500.000

-Tempat berobat -Asuransi Kesehatan c. Sandang pangan –Pakaian

papan -pola makan -Tempat tinggal d. Pendidikan -minat belajar -prestasi sekolah e.kekayaan - tabungan

.

b.Interaksi Sosial a. kegiatan sosial - perkumpulan masyarakat - Gotong royong

-keakraban masyarakat

b.Kegiatan keluarga - kepedulian pendidikan anak -Keakraban dalam keluarga

47 3.1 Jenis Penelitian

Penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian kuantitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan korelasional. Pendekatan jenis ini bertujuan untuk melihat apakah antara dua variabel atau lebih memiliki hubungan atau korelasi atau tidak. Berangkat dari suatu teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris dilapangan. Bentuk penelitian kuantitatif penulis gunakan karena untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pengaruh Program Keluarga Harapan terhadap kondisi sosial ekonomi di Desa Sei Muka Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara. Dalam penelitian skripsi ini ada dua variabel yaitu Independen variabel (X) dalam hal ini adalah Program Keluarga Harapan. Dependen variabel (Y) dalam hal ini adalah Kondisi Sosial Ekonomi.

Dokumen terkait