Penelitian ini bertitik tolak dari anggapan dasar bahwa mutu pendidikan berbasis madrasah khususnya yang diselenggarakan di MTs dapat ditingkatkan melalui penjabaran visi, misi dan tujuan madrasah yang dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk merealisasikan visi, misi dan tujuan-tujuan tersebut, perlu dilakukan perencanaan peningkatan mutu untuk merespon tantangan kehidupan masyarakat. Semakin kompleksnya tantangan kehidupan masyarakat dalam era kehidupan globalisasi dan otonomi daerah, maka perencanaan peningkatan mutu pendidikan menjadi suatu keharusan. Demikian juga halnya dalam pengembangan dan implementasi sistem pendidikan berbasis madrasah. Sesuai dengan visi dan misi serta tujuan pendidikan berbasis madrasah, diharapkan dapat diupayakan pendidikan yang bermutu, termasuk lulusan yang bermutu/unggul, baik dalam penguasaan iptek maupun dalam pengendalian akhlak berdasarkan ajaran Islam.
Kerangka berpikir penelitian adalah yang mendasari operasional penelitian ini didasarkan pada seperangkat asumsi-asumsi, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan/atau proposisi-proposisi yang diyakini kebenarannya. Hal ini sesuai dengan pemikiran Bogdan dan Biklen (1992: 33) yang menyatakan bahwa paradigma merupakan sejumlah asumsi, konsep, dan/atau proposisi yang diyakini kebenarannya sehingga dapat mengarahkan cara-cara berpikir dan melaksanakan penelitian. Paradigma penelitian tentang strategi peningkatan mutu pendidikan berbasis madrasah disusun berdasarkan premis-premis yang mendasari kajian terhadap masalah penelitian.
Kerangka berpikir penelitian ini didasarkan pada pemikiran mengenai fenomena-fenomena kehidupan kemasyarakatan termasuk kebijakan-kebijakan pengembangan dan implementasi pendidikan pada umumnya, dan khususnya pendidikan berbasis madrasah di MTs. Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam era kehidupan globalisasi dan otonomi pendidikan dalam kerangka otonomi daerah, pembagunan pendidikan harus diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai mutu sesuai dengan standar-standar yang diharapkan. Keluaran (outputs) pendidikan berupa lulusan yang memiliki kemampuan kondusif dalam merespon tuntutan masyarakat.
Analisis terhadap visi dan misi pendidikan berbasis madrasah dan kaitannya dengan aspirasi atau harapan dari pihak stake holders, dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam perumusan tujuan dan sasaran (objectives) pendidikan berbasis madrasah, dan selanjutnya dijadikan sebagai dasar pertimbangan syarat ambang (norma-norma dan standar-standar) bagi implementasi pendidikan berbasis madrasah. Proses implementasinya didasarkan pada pertimbangan terhadap komponen-komponen input (raw, instrumental, dan environmental
inputs), proses, dan output pendidikan berbasis madrasah; dan selanjutnya
diharapkan tercapai output berupa pendidikan dan layanan pendidikan yang bermutu. Berdasarkan kerangka pemikiran ini, maka dapat ditegaskan bahwa mutu inputs mempengaruhi mutu proses, dan pada gilirannya mempengaruhi mutu output pendidikan berbasis madrasah, khususnya yang diselenggarakan pada jenjang MTs. Dalam konteks yang lebih luas, mutu output tersebut dapat
dijadikan sebagai bahan pertimbangan relevansinya dengan outcomes pendidikan (return of investment dan efektivitasnya dengan aspirasi stake holders).
Berdasarkan pertimbangan terhadap fenomena-fenomena dan isu-isu dalam kehidupan masyarakat, serta pertimbangan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah (dalam hal ini, kebijakan Depdiknas, Depag, dan Pemda) tentang pengembangan pendidikan berbasis madrasah, peneliti memfokuskan kajiannya pada strategi-strategi peningkatan mutu pendidikan berbasis madrasah di MTsN Kabupaten Jember, khususnya yang meliputi aspek-aspek: (1) kebijakan-kebijakan yang mendasari program peningkatan mutu pendidikan berbasis madrasah, dan bagaimana pemahaman ‘stake holders’ terhadap kebijakan-kebijakan tersebut; (2) strategi-strategi yang digunakan dalam program tersebut yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan berbasis madrasah. Dalam konteks ini, perlu dianalisis bagaimana dukungan sumber-sumber daya, indikator-indikator keberhasilan, dan evaluasi terhadap keberhasilan program yang bersangkutan; (3) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan program peningkatan mutu pendidikan berbasis madrasah; dan (4) bagaimana prospek program peningkatan mutu pendidikan berbasis madrasah. Kerangka pemikian yang mendasari keempat gugus permasalahan penelitian ini dapat diilustrasikan seperti dalam gambar di bawah ini.
Gambar I-3 Kerangka Berpikir Penelitian Aspirasi/Harapan ‘Stake Holders’ Tujuan Pendidikan Berbasis Madrasah Struktur Substansi yang Dipelajari: Peningkatan Mutu Pend.
Berbasis Madrasah ALTERNATIF STRATEGI PENINGKATAN MUTU MTs PROSES PENDIDIKAN BERBASIS MADRASAH INPUT-INPUT PENDIDIKAN BERBASIS MADRASAH Struktur Teori yang Mendasari Kajian: - Tantangan Pend. - Kebijakan Pend. - Peningkatan Mutu
Masalah-masalah: - Kebijakan & Pemahaman - Strategi Peningkatan Mutu
- Faktor-faktror Pendukung - Prospek Pengembangan
Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa kerangka pemikiran penelitian terdiri atas seperangkat premis-premis atau asumsi-asumsi, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau proposisi-proposisi yang telah dianggap benar dan berfungsi untuk mendasari arah pemikiran penelitian. Premis-premis yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) Masyarakat masih menaruh harapan yang demikian tinggi pada potensi lembaga madrasah untuk pengembangan nilai-nilai keagamaan dan intelektual generasi muda dalam era kehidupan globalisasi, otonomi daerah, dan otonomi pendidikan. Dengan kata lain, masyarakat tetap menaruh harapan yang tinggi terhadap potensi madrasah untuk mengembangkan imtak dan iptek bagi generasi muda (Husni Rahim, 2001).
2) Madrasah mengandung arti sebagai tempat atau wahana dimana anak didik mengenyam proses pembelajaran secara terarah, terpimpin dan terkendali. Secara teknis madrasah menggambarkan proses pembelajaran secara formal yang tidak berbeda dari sekolah, tetapi dalam lingkup kultural peserta didik memperoleh pembelajaran hal-ihwal atau seluk-beluk agama dan keagamaan. Secara harfiah, istilah ‘madrasah’ identik dengan ‘sekolah agama’ (Malik Fadjar, 1998: 112).
3) Perubahan organisasi merupakan dinamika yang tumbuh selarah dengan perkembangan masyarakat. Organisasi kelembagaan madrasah sebagai suatu sistem terbuka tidak dapat dilepaskan dari interaksi-interaksi dengan lingkungan eksternal (kebijakan, sosial-politik, ekonomi, teknologi, dan lain-lain) dan lingkungan internal (sasaran, strategi, struktur, sistem dan proses manajemen, dan lain-lain) (Duncan McRae, Jr., 1992).
4) Dalam lingkungan madrasah sebagai suatu organiasi, personel merupakan salah satu komponen sumber daya yang memiliki dukungan terhadap pencapaian tujuan-tujuan madrasah. Dalam penyelenggaraan pendidikan yang dikelola melalui pengelolaan lembaga madrasah, kepala madrasah, tenaga guru dan tenaga administratif merupakan seperangkat sumber daya manusia, dimana kemampuannya perlu dibina secara kontinu untuk meningkatkan mutu pendidikan berbasis madrasah (Abu-Duhou, 1999).
5) Untuk meningkatkan mutu MTs sebagai salah satu satuan/jenjang pendidikan berbasis madrasah, sekolah/madrasah hendaknya dikelola dengan menerapkan pendekatan manajemen berbasis madrasah melalui penerapan prinsip-prinsip perencanaan strategik dalam manajemen pendidikan berbasis madrasah (Abu-Duhou, 1999; Dess & Miller, 1993; dan Harvey, 1982).