• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor

DAFTAR LAMPIRAN

III. METODE PENELITIAN

3.1 Kerangka Pemikiran Konseptual

Penelitian ini diawali dengan melakukan studi tahap awal di CV Massitoh

Catering Services, yaitu mengenai struktur organisasi, ruang lingkup, tujuan serta target yang ingin dicapai. Setelah itu dilakukan pengamatan terhadap lingkungan dan fasilitas produksi perusahaan. Pengamatan dalam sistem produksi didasarkan pada teori-teori mengenai tata letak dan penanganan bahan serta mengidentifikasi terhadap tata letak yang ada.

Berdasarkan hasil pengamatan , dilakukan analisis mengenai kondisi bagian produksi terutama pada tata letak dan kegiatan penanganan bahan. Pada penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis Activity Relation Chart (ARC). Analisis ini digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antar aktivitas produksi. Sementara untuk menyusun rancangan tata letak fasilitas produksi digunakan analisis Peta Dari-Ke (From-To Chart). Analisis Peta Dari-Ke menggunakan data masukan berupa aliran bahan, luas lantai, dan hubungan antara aktivitas produksi.

Setelah mendapatkan data dan informasi kemudian dilakukan perbandingan jika dilakukan perancangan ulang dengan menggunakan Unequal-Area Facility Layout Problem UA-FLP, kemudian hasil dari perbandingan tersebut dijadikan usulan kepada pihak manajemen. Jika dilakukan perancangan ulang hasilnya lebih baik, maka perusahaan perlu melakukan perancangan ulang. Kerangka pemikiran penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 7.

Tidak Ya

Gambar 7. Kerangka Pemikiran

Perbandingan indikator optimasi tata letak terhadap kegiatan penanganan bahan

CV Massitoh Catering Services

Pengamatan keadaan terkini pada bagian produksi terkait

tata letak dan kegiatan penaganan bahan

Perancangan ulang dengan

software UA-FLP Analisis terhadap kondisi

saat ini dengan metode

Form-To Chart dan ARC

Usulan dan rekomendasi

perbaikan Lebih baik ?

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini di lakukan di CV. Massitoh Catering Services yang berlokasi di perumahan Taman Pagelaran Jl. Anggrek Raya blok F-2 No. 9, Bogor. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Agustus sampai Oktober 2011

3.3 Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mengenai organisasi dan proses produksi. Selain itu juga melakukan pengamatan langsung kegiatan produksi, kegiatan penanganan bahan serta melakukan pengukuran yang terkait dengan tata letak seperti luas lantai dan jarak antar fasilitas produksi. Sedangkan data sekunder berupa laporan produksi dan studi pustaka.

3.4 Metode Pengolahan Data

3.4.1 Analisis Activity Relationship Chart (ARC)

Metode ini menghubungkan aktivitas-aktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui tingkat hubungannya. Hubungan aktivitas dapat ditinjau dari sisi keterkaitan secara organisasi, keterkaitan aliran, keterkaitan lingkungan dan keterkaitan proses. ARC disusun berdasarkan alasan–alasan tertentu dan tingkat kepentingan yang disimbolkan dengan huruf A, I, E, O, U, dan X. Huruf-huruf tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas dari setiap stasiun kerja akan mempunyai hubungan secara langsung atau erat kaitannya dengan satu sama lain. Simbol-simbol yang seringdigunakan untuk menunjukkan derajat keterkaitan aktivitas adalah sebagai berikut:

A = Mutlak perlu (Absolutely necessary) E = Sangat penting (Especially important) I = Penting (Important)

O = Cukup/biasa (Ordinary) U = Tidak penting (Uninmportant) X = Tidak dikehendaki (Undesirable)

Langkah-langkah dalam menyusun diagram keterkaitan meliputi: 1. Mendaftarkan semua ruangan dan fasilitas.

2. Memasukan nomor kegiatan dari peta keterkaitan pada tiap kolom untuk memnunjukan derajat kedekatan dengan kegiatan.

3. Melanjutkan prosedur untuk setiap baris pada lembar kerja, sampai seluruh kegiatan tercatat.

4. Memasukan nama-nama kegiatan yang telah ditentukan dengan menggunakan formulir diagram kegiatan.

5. Mengalirkan angka-angka dari kolom-kolom lembar kerja ke sudut-sudut model kegiatan tadi dengan menggunakan formulir.

6. Memindahkan model kegiatan dari formulir.

7. Menyusun model kedalam sebuah diagram keterkaitan kegiatan. Pasangkan A terlebih dahulu, kemudian E dan seterusnya, dalam susunan paling sesuai.

8. Menyalin susunan terakhir ke atas kertas berkotak (diagram keterkaitan kegiatan).

3.4.2 Analisis Tata Letak Dengan Peta Dari-Ke (from-to chart)

Analisis kuantitatif aliran bahan akan diukur berdasarkan kuantitas material yang dipindahkan seperti berat, volume, jumlah unit dan satuan kuantitatif lainnya. Peta yang umum digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif ini adalah from to chart. Teknik ini sangat berguna untuk kondisi-kondisi di mana banyak items yang mengalir melalui suatu area. Angka - angka yang terdapat dalam suatu from to chart akan menunjukkan total dari berat beban yang harus dipindahkan, jarak perpindahan bahan, volume atau kombinasi-kombinasi dari faktor-faktor ini.

3.4.3 Penggunaan SoftwareUnequal-Area Facility Layout Problem (UA-FLP)

Plant Layout Problem (Tata Letak Pabrik, TLP) atau yang lebih populer dengan Unequal-Area Facility Layout Problem (UA-FLP) adalah permasalahan optimasi dalam tata letak fasilitas. Dalam UA-FLP diasumsikan ada sebuah fasilitas dengan panjang dan lebar tertentu. Selain itu ada sejumlah departemen ingin dialokasikan ke dalam fasilitas tadi. Tiap departemen diketahui hanya

memiliki luasan tertentu, belum memiliki panjang dan lebar yang tetap. Akan tetapi, ada rasio maksimum antara panjang dan lebar departemen (MAR, Maximum Aspect Ratio), atau minimum panjang dan lebar untuk tiap departemen. Untuk sebagian pasangan departemen, ada hubungan kedekatan yang biasanya ditunjukkan dengan aliran material. Jika besaran aliran material dikalikan biaya perpindahannya besar, maka kedua departemen tersebut harus diletakkan berdekatan.

IV.HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Umum dan Perkembangannya

CV Massitoh Catering Services adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa boga yang terletak di Perumahan Taman Pagelaran Jalan Anggrek Raya Blok F-2 No. 9 Kota Bogor Jawa Barat. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 12 November 1999 oleh Hj. Massitoh dengan Akta Notaris Nomor 08/CN/PR/P/1999/PN. Bogor.

CV Massitoh Catering Services melayani pesanan dari perusahaan- perusahaan sebagai penyelenggara makanan bagi karyawan perusahaan tersebut. Selain itu juga CV Massitoh Catering Services melayani pelanggan untuk berbagai acara pernikahan, perayaan tertentu, atau pesta-pesta yang diadakan atau dipesan oleh konsumen secara individual. Sampai saat ini ada beberapa perusahaan yang masih dan telah bekerja sama dengan CV Massitoh Catering Services diantaranya adalah:

1. PT. Good Year Indonesia 2. PT. Branta mulia Tbk 3. PT. Holcim Indonesia 4. Telkomsel

5. PT. Mercedes Benz Indonesia 6. PT. Boehringer Ingelheim 7. PT. Astra Aoutoparts

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik CV Massitoh Catering Services

berkomitmen menjaga dan meningkatkan sistem dan standar yang berkesinambungan untuk menghasilkan produk makanan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan dan harapan para pelanggan. Adapun visi dari CV. Massitoh

Catering Services adalah menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan jasa boga terkemuka yang mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan serta mengedepankan proses produksi yang halal, bersih, sehat berkualitas dan inovatif. Sedangkan misi adalah untuk mengolah dan menyediakan mutu jasa boga yang

tinggi dan perkembangan keterampilan kinerja sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan dan kemauan pelanggan secara keseluruhan.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, CV. Massitoh Catering Sevices

didukung oleh karyawan-karyawan yang produktif dan terampil dan telah melakukan berbagai proses sertifikasi, diantaranya adalah:

1. Sertifikasi kelayakan hygiene jasa boga 2. Sertifikasi uji laboratotium

3. Sertifikasi halal 4.1.2 Struktur Organisasi

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam suatu organisasi dibutuhkan personel yang tepaat dengan pekerjaannya untuk menjalankan tugas yang bisa mencapai tujuan organisasi tersebut. CV. Massitoh Catering Services dipimpin oleh Komisaris dan Direktur, kemudian

General Manager dan Marketing membawahi 5 departemen. Bagan dari struktur organisasi CV. Massitoh Catering Services dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8. Struktur Organisasi CV. Massitoh Catering Services

Uraian tugas dari struktur organisasi CV. Massitoh Catering Services adalah sebagai berikut :

1. Komisaris

Merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan. Tugas komisaris adalah menentukan kebijakan yang menyangkut kegiatan dan masa depan perusahaan, memberhentikan pengurus serta mengembangkan atau pun membubarkan perusahaan.

2. Direktur

a. Memimpin dan menjalankan roda perusahaan secara menyeluruh dan mempertanggung jawabkan kelangsungan hidup perusahaan.

b. Melakukan motivasi serta menggerakkan bawahan untuk kelangsungan hidup perusahaan

c. Mengontrol jalannya aktivitas perusahaan.

d. Menentukan kebijakan teknis dan manajemen dalam operasional perusahaan.

3. General Manager & Marketing

a. Bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan.

b. Bertanggung jawab kepada Direktur terhadap keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam produk penjualan.

c. Mengemban tugas dari Direktur. d. Menerima laporan dari bawahan.

e. Merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengawasi sistem pemasaran yang digunakan.

f. Melakukan penelitian dan pengontrolan terhadap tingkat penjualan produk perusahaan.

4. Manajer Produksi

a. Mempunyai tanggung jawab yang meliputi seluruh aspek yang mencakup perancangan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengontrolan produksi. b. Melaksanakan agar hasil produksi sesuai dengan mutu yang baik dan

waktu telah ditetapkan.

c. Mengambil pemecahan masalah apabila terdapat penyimpangan dalam bagian produksi.

5. Manajer Accounting

a. Mempunyai tanggung jawab mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data, transaksi keuangan perusahaan.

b. Membentuk laporan terhadap hasil pemeriksaan keuangan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

c. Membuat laporan rugi laba, perubahan modal dan laporan neraca perusahaan.

6. Manajer Keuangan

Mempunyai tanggung jawab kepada Direktur untuk mengatur seluruh keuangan perusahaan.

7. Manajer Pembelian

Mempunyai tanggung jawab kepada Direktur untuk mengatur, mengawasi, dan mencatat seluruh pembelian bahan-bahan baku produksi.

a. Bertanggung jawab terhadap terhadap rekrutmen dan pemutusan kerja terhadap karyawan.

b. Mempunyai tanggung jawab kepada Direktur untuk mengatur kinerja karyawan.

c. Bertanggung jawab absensi dan penetapan gaji karyawan.

d. Bertanggung jawab mengelola kebutuhan dan fasilitas yang ada di dalam perusahaan.

e. Bertanggung jawab mengatur operasional semua lini perusahaan. 4.1.3 Ketenagakerjaan

CV. Massitoh Catering Services memiliki karyawan berjumlah 65 orang dan merupakan tenaga kerja tetap. Tenaga kerja yang direkrut umumnya adalah warga sekitar perusahaan. Sistem hari kerja yang diterapkan pada CV. Massitoh

Catering Services dari hari senin sampai minggu. Waktu kerja pada bagian staf dimulai pukul 08.00 – 16.00 WIB dengan waktu istirahat 1 jam yaitu pada pukul 12.00 – 13.00 WIB. Pada hari sabtu dan minggu terkadang libur atau masuk kerja disesuaikan dengan kebutuhan kantor. Untuk bagian produksi waktu kerja dibagi dalam 3 shift karena proses produksi berlangsung 21 jam. Pembagian waktu kerja adalah sebagai berikut:

a) Shift 1, bekerja dari pukul 22.00 – 07.00 WIB b) Shift 2, bekerja dari pukul 08.00 – 16.00 WIB c) Shift 3, bekerja dari pukul 17.00 – 21.00 WIB 4.1.4 Proses Produksi

CV. Massitoh Catering Services memproduksi makanan dengan jumlah porsi perharinya untuk bulan September - Oktober sekitar 1445 porsi yang dibagi dalam 3 jadwal pengerjaan. Menu yang dibuat perharinya pun selalu bervariasi sesuai pesanan. Akan tetapi ada beberapa menu favorit salah satunya adalah Ayam Bakar Kecap, yang terdiri dari nasi putih, ayam bakar, sayur asem, tempe, sambal, kerupuk dan buah semangka sebagai penutupnya. Dalam proses produksinya semua bahan baku dibeli pada hari itu juga, tapi ada juga beberapa bahan yang sudah tersedia didalam gudang seperti bumbu, semangka, dan beras.

Akan tetapi dalam penelitian ini diasumsikan seluruh bahan baku disimpan terlebih dahulu pada gudang masiing-masing sesuai jenisnya

Urutan proses produksi menu Ayam Bakar Kecap adalah sebagai berikut: 1. Bahan-bahan yang sudah dibeli masuk ke ruang penerimaan untuk

dicatat oleh petugas penerimaan barang.

2. Setelah itu bahan baku disimpan ke gudang bahan baku masing masing sesuai dengan jenisnya.

3. Kemudian bahan-bahan yang dibutuhkan disiapkan untuk dibawa ke dapur.

4. Bahan-bahan kemudian dipisah-pisahkan sesuai dengan jenisnya seperti daging ayam, sayuran, beras dan bumbu.

5. Untuk daging ayam, setelah dipisahkan kemudian dicuci pada ruang pencucian.

6. Untuk Beras, dicuci terlebih dahulu sebelum dimasak dan membutuhkan waktu selama satu setengah jam untuk matang menjadi nasi.

7. Untuk sayuran dipotong-potong terlebih dahulu sebelum dicuci. Akan tetapi untuk sayuran wortel dan kentang harus dikupas kulitnya terlebih dahulu.

8. Bahan bumbu seperti bawang dan lengkuas sebelum diracik dengan bumbu yang lainnya harus dipotong-potong dan dicuci terlebih dahulu. 9. Untuk cabai dan tomat sebelum digoreng terlebih dahulu dicuci. 10. Meracik bumbu-bumbu.

11. Tempe dipotong-potong untuk membuat tempe goreng.

12. Ayam yang sudah dicuci kemudian dicampurkan dengan bumbu yang sudah diracik kemudian diungkep dengan kuali yang besar.

13. Tempe yang sudah dipotong-potong kemudian dicampurkan dengan bumbu yang sama dengan bumbu untuk ayam kemudian didiamkan agar bumbunya meresap.

14. Sayuran yang sudah dicuci kemudian dimasukan kedalam panci besar dan dicampurkan dengan bumbu yang sudah diracik kemudian dimasak.

15. Cabai dan tomat setelah dicuci kemudian digoreng dalam kuali yang besar.

16. Setelah digoreng kemudian cabai dan tomat dimasukkan kedalam mesin giling untuk dijadikan sambal.

17. Ayam yang sudah selesai diungkep kemudian dibakar.

Setelah semua masakan selesai dimasak, kemudian dimasukkan ke dalam box plastik untuk dikemas. Ada dua macam pengemasan, yang pertama pengemasan dengan rantang plastik dan yang kedua dengan box plastik. Pengemasan dengan box plastik bertujuan untuk memudahkan pengiriman ke perusahaan yang menginginkan penyajian makanan dengan cara prasmanan. 4.2 Tata Letak Pada CV. Massitoh Catering Services

CV. Massitoh Catering Services memiliki luas sekitar 569 m2 dibagi menjadi dua bangunan yang terpisah dengan jarak sekitar 60 m. Untuk bangunan pertama merupakan bangunan utama yang terdiri dari kantor dan beberapa ruang penyimpanan bahan baku dan peralatan. Sementara untuk bangunan kedua dengan luas sekitar 144 m2 merupakan tempat untuk memasak. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada Gambar 9 dan Gambar 10.

Gambar 9. Denah Bagunan 1

Bangunan pertama memiliki luas sekitar 425 m2, bangunan ini sebenarnya adalah 2 rumah yang dijadikan satu sehingga layout bangunan tersebut masih mengikuti layout bangunan awal namun sudah ada perubahan. Dari gambar tersebut bisa dijelaskan letak gudang kering, gudang buah dan gudang beku saling berdekatan, hal tersebut dikarenakan untuk mempermudah pengawasan.

Gambar 10. Denah Bangunan 2

Berdasarkan Gambar 9 dan Gambar 10, maka pada CV. Massitoh Catering Services terbagi beberapa stasiun kerja antara lain

1. Ruang penerimaan 2. Gudang bahan pokok 3. Gudang sayur

4. Gudang beku 5. Gudang buah

6. Gudang peralatan makan 7. Gadang peralatan masak

8. Tempat pencucian bahan makanan 9. Tempat pencucian peralatan makan 10.Tempat pencucian peralatan masak 11.Area memasak

12.Ruang penyiapan masakan matang 13.Ruang pengemasan

Berdasarkan proses produksi yang ada pada CV. Massitoh Catering Services, maka tata letak yang ada digolongkan kedalam tata letak berdasarkan proses, ini dikarenakan jenis produk yang bervariasi. Kekurangan dari tata letak pabrik yang sekarang adalah pengaturan tata letak tiap stasiun kerja yang belum sesuai, karena belum memperhitungkan derajat tingkat hubungan antar stasiun kerja, terlihat dari letak area memasak yang jauh dari gudang bahan baku dimana hal tersebut dapat mempengaruhi lamanya proses produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak manajemen ingin merancang ulang tata letak stasiun kerja dengan memindahkan semua stasiun kerja yang berada di gedung 2 ke gedung 1 agar kegiatan produksi bisa berjalan dengan lancar.

4.3 Analisis Peta Dari-Ke (From To Chart)

From To Chart merupakan suatu teknik yang digunakan dalam perencanaan

layout. Chart ini sangat menolong, khususnya pada problem dimana banyak item (part) yang melintasi daerah kerja. Chart ini juga sangat berguna sebagai alat untuk merencanakan hubungan yang optimum dari daerah-daerah kerja.

Sebelum melakukan analisis Peta Dari-Ke, terlebih dahulu ditentukan stasiun kerja/departemen yang ada. Berdasarkan gambar tata letak dan urutan proses produksi, maka pada CV. Massitoh Catering Services terdapat 13 stasiun kerja/departemen. Luas tiap departemen ditunjukkan pada Tabel 2. Pada Tabel 2 bisa dijelaskan bahwa total luas keseluruhan luas adalah 259,74 m2 dan luas stasiun kerja K memiliki luas terbesar yaitu 52 m2. Hal ini karena stasiun kerja tersebut merupakan pusat dari kegiatan proses produksi pada CV. Massitoh

Tabel 2. Luas Departemen

Nama Stasiun Kerja/Departemen Luas Area (m2)

A.Ruang Penerimaan 10.89

B.Gudang Kering/Sembako 13.2

C.Gudang Sayur 9

D.Gudang Beku 17

E. Gudang Buah 10.5

F. Gudang Peralatan Makan 25.75

G.Gudang Peralatan Masak 7.5

H.Tempat Pencucian Bahan Makanan 10.5

I. Tempat Pencucian Peralatan Makan 45

J. Tempat Pencucian Peralatan Masak 15

K. Area Masak 52.9

L. Area Penyimpanan Masakan Matang 10.5

M. Ruang Pengemasan 32

Total 259.74

Langkah pertama dalam penyusunan metode ini adalah menentukan kuantitas dan urutan produksi. Jumlah material yang dipindahkan adalah kebutuhan bahan dalam seharinya untuk memenuhi 1445 porsi. Bahan-bahan yang dibutuhkan merupakan bahan-bahan untuk membuat menu ayam bakar kecap, jumlah bahan merupakan jumlah rata-rata yang dibutuhkan per hari. Selain itu juga peralatan makan berupa rantang plastik serta peralatan-peralatan memasak dimasukkan kedalam aliran material karena peralatan makan dan peralatan memasak merupakan material yang berpindah pada stasiun kerja dan merupakan material pendukung.

Tabel 3. From-To Chart Bahan/Barang Jumlah Rata- rata/Hari (Kg) Urutan Proses 1. Beras 160 ABHKLM 2. Ayam 150 ADHKLM

3. Sayur (Wortel, Kentang, Buncis, Kol, Tomat, B. Merah, B. Putih, B. Bombay, D. Bawang, Seledri, Tempe, Cabai)

385 ACHKLM

4. Kerupuk 25 ABKLM

5. Buah (Semangka) 155 AEHKLM

6. P. Makan (Rantang Plastik) 362 IFM 7. P. Masak (Dandang, Panci,

Penggorengan, Saringan, Centong, Sendok Sayur, Sodet)

30 JGK

Tabel 3 menunjukan nama bahan dan barang yang dibutuhkan untuk mebuat menu ayam bakar kecap sebanyak 1445 porsi. Urutan proses dimulai dari ruang penerimaan dan berakhir di ruang pengemasan. Untuk peralatan makan dan perlengkapan masak merupakan material penunjang produksi, dan tujuannya dimasukkan kedalam metode ini adalah untuk memudahkan pengerjaan dengan

software.

Langkah berikutnya adalah menjumlahkan bahan baku yang mengalir antar stasiun kerja. Perpindahan material antar departemen merupakan jumlah dari jenis bahan baku yang mengalami proses pada satu stasiun kerja yang sama. Jumlah material yang dipindahkan antar stasiun kerja dijelaskan pada Tabel 3.

Tabel 4. Jumlah Material yang Dipindahkan Antar Stasiun Kerja. Ke Dari A B C D E F G H I J K L M A 185 385 150 155 B 160 25 C 385 D 150 E 155 F 362 G 30 H 850 I 362 J 30 K 875 L 875 M

Tabel 4. menunjukkan jumlah perpindahan bahan dan barang antar stasiun kerja setiap harinya. Misalnya, jumlah bahan yang dipindahkan dari stasiun kerja H (T. Pencucian Bahan) menuju stasiun kerja K (Area Memasak) setiap harinya sebanyak 875 Kg. Jumlah tersebut diperoleh dari total bahan yang diterima dari Tempat Pencucian Bahan berupa beras sebanyak 160 Kg, sayur-sayuran sebanyak 385 Kg, ayam sebanyak 150 Kg dan buah semangka sebanyak 155 Kg.

Selanjutnya menentukan titik pusat antar stasiun kerja untuk menentukan jarak perpindahan antar stasiun kerja atau stasiun kerja. Pengukuran jarak dilakukan dengan menggunakan pegukuran rectilinier dan pada pengukuran jarak masing-masing tidak memperhatikan adanya aisle (lintasan), sehingga pengukuran dilakukan secara langsung dari masing-masing titik tengah stasiun kerja. Berdasarkan Gambar 9 dan Gambar 10, maka jarak suatu stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain dapat ditentukan, masing-masing stasiun kerja dicari titik pusatnya yaitu (0.0) dari x dan y. Berdasarkan perhitungan tersebut maka diperoleh titik pusat masing-masing stasiun kerja sebagai berikut:

Departemen A (Xa,Ya) = (5.15, 6.95) Departemen B (Xb,Yb) = (8.8, 6.85)

Departemen C (Xc,Yc) = (7.5, 5) Departemen D (Xd,Yd) = (13, 6.9) Departemen E (Xe,Ye) = (7.3, 13.25) Departemen F (Xf,Yf) = (22.425, 14.5) Departemen G (Xg,Yg) = (10.5, 8.25) Departemen H (Xh,Yh) = (10.5, 5.25) Departemen I (Xi,Yi) = (6, 2.5) Departemen J (Xj,Yj) = (4.5, 2.5) Departemen K (Xk,Yk) = (5.049, 9.368) Departemen L (Xl,Yl) = (4.5, 6.75) Departemen M (Xm,Ym) = (13, 11.8)

Setelah titik pusat ditentukan, kemudian perhitungan jarak antar departemen bisa dilakukan dengan Metode Rectilinier. Perhitungan jarak tersebut bisa dilihat pada Lampiran 1. Berdasarkan perhitungan tersebut maka jarak antar pusat stasiun kerja dapat dilihat pada Tabel 5 yang menunjukkan jarak antar stasiun kerja, sehingga bisa dilihat total jarak yang ditempuh oleh material yang diproses untuk membuat 1445 porsi dalam sehari.

Tabel 5. Jarak Tempuh Material Antar Departemen Dari Ke Jarak (m) A B 3.75 A C 69.3* A D 7.9 A E 8.45 B H 66.268* B K 63.3* C H 3.25 D H 64.15* E H 71.2* F M 12.125 G K 6.569 H K 9.569 I F 28.425 J G 11.75 K L 3.167 L M 73.55* TOTAL 502.723

Ket (*) jarak antar stasiun kerja atau departemen berbeda bangunan dengan jarak sekitar 60m.

Dari Tabel 5 bisa dijelaskan bahwa dalam proses produksi dalam sehari, material atau bahan menempuh jarak 502,723 meter. jarak tersebut sangat besar dikarenakan lokasi bangunan terbagi menjadi dua bagian dengan jarak 60 meter. 4.4 Analisis Activity Relation Chart (ARC)

Pembuatan Activity Relation Chart (ARC) didapat dari data-data urutan aktivitas dalam proses produksi yang akan dihubungakan secara berpasangan untuk mengetahui tingkat hubungan antar aktivitas tersebut. Hubungan tersebut ditinjau dari beberapa aspek diantaranya adalah hubungan keterkaitan secara organisasi, aliran material, peralatan yang digunakan, manusia, informasi, dan keterkaitan lingkungan. Activity Relation Chart (ARC merupakan peta keterkaitan aktivitas yang berupa belah ketupat yang terdiri dari 2 bagian yaiti bagian atas yang menunjukkan simbol derajat keterkaitan antar dua departemen sedangkan bagian bawah merupakan alasan yang dipakai untuk mengukur derajat keterkaitan.

 Tempat penerimaan mutlak dekat dengan gudang bahan pokok, gudang sayur, gudang beku, dan gudang buah karena proses yang berurutan (disimbolkan huruf A).

 Gudang sayur, gudang buah, gudang beku mutlak dekat dengan tempat pencucian bahan makanan (disimbolkan huruf A).

 Tempat pencucian bahan makanan mutlak dekat dengan area masak (disimbolkan huruf A).

 Area masak mutlak dekat dengan ruang penyimpanan masakan jadi (disimbolkan huruf A).

 Ruang penyimpanan masakan jadi mutlak dekat dengan ruang pengemasan (disimbolkan huruf A).

 Tempat pencucian peralatan makan mutlak dekat dengan gudang peralatan makan (disimbolkan huruf A).

 Tempat pencucian peralatan masak mutlak dekat dengan gudang peralatan masak (disimbolkan huruf A).

 Gudang peralatan makan mutlak dekat dengan ruang pengemasan (disimbolkan huruf A).

Berdasarkan derajat hubungan antar aktivitas dan alasannya, maka peta hubungan keterkaitan aktivitas (ARC) untuk 13 stasiun kerja selengkapnya pada Gambar 11. Sedangkan alasan derajat kedekatan antar stasiun kerja dijelaskan pada Tabel 6.

Tabel 6. Alasan Hubungan Antar Departemen

Kode Alasan

1 Urutan proses

2 Kemudahan pengawasan

3 Perpindahan alat

4 Aliran informasi

5 Karyawan yang sama

Gambar 11. Diagram Keterkaitan Aktifitas

Dari Gambar 11 diatas menunjukan hubungan keterkaitan aktivitas antar