• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA

3.3. Kerangka Pendanaan

Analisis kerangka pendanaan bertujuan untuk menghitung kapasitas riil keuangan daerah yang akan dialokasikan untuk pendanaan program pembangunan jangka menengah daerah selama 5 (lima) tahun ke depan. Suatu kapasitas riil keuangan daerah adalah total penerimaan daerah setelah dikurangkan dengan berbagai pos atau belanja dan pengeluaran pembiayaan yang wajib dan mengikat serta prioritas utama.

Langkah awal yang harus dilakukan untuk menganalisis kerangka pendanaan adalah mengidentifikasi seluruh penerimaan daerah ke pos-pos mana sumber penerimaan tersebut akan dialokasikan. Sebelum dialokasikan ke berbagai pos belanja dan pengeluaran, besaran masing-masing sumber penerimaan memiliki kebijakan pengalokasian yang harus diperhatikan, antara lain:

1) Penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah diupayakan alokasi belanjanya pada program atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan peningkatan layanan dimana retribusi pajak tersebut dipungut. Kebijakan pajak daerah dan retribusi daerahdi Kabupaten Maluku Tenggara selama periode 2013-2018 diarahkan untuk lebih meningkatkan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah.

2) Penerimaan dari pendapatan hasil pengelolaan aset daerah yang dipisahkan dialokasikan kembali untuk upaya-upaya peningkatan kapasitas dimana dana penyertaan dialokasikan sehingga menghasilkan tingkat pengembalian investasi terbaik bagi kas daerah.

Kebijakan penerimaan dari pendapatan hasil pengelolaan aset daerah di Kabupaten Maluku Tenggara selama periode 2013-2018 diarahkan kepada perbaikan sistem penerimaan dan pengalokasi anggaran yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah dimana sebagian hasil pajak daerah dan retribusi daerah dialokasikan untuk membiayai kegiatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh pembayar pajak dan retribusi tersebut.

Kebijakan penerimaan dari pendapatan hasil pengelolaan aset daerah yang dipisahkan dialokasikan kembali untuk upaya-upaya peningkatan kapasitas

93

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

pengembalian investasi di Kabupaten Maluku Tenggara selama periode 2013-2018 diarahkan kepada rasionalitas hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan atas penyertaan modal atau investasi daerah dengan memperhitungkan nilai kekayaan daerah yang dipisahkan baik dalam bentuk uang maupun barang sebagai penyertaan modal (investasi daerah).

3) Penerimaan dana alokasi umum diprioritaskan bagi belanja umum pegawai dan operasional rutin pemerintahan daerah. Kebijakan alokasi DAU di Kabupaten Maluku Tenggara selama periode 2013-2018 diarahkan untuk memenuhi prinsip efisiensi yaitu jelas penggunaannya, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan serta alokasi DAU didasarkan pada alokasi dana yang relevan dengan tujuan program daerah dan meminimumkan kemungkinan manipulasi.

4) Penerimaan dari dana alokasi khusus dialokasikan sesuai dengan tujuan dimana dana tersebut dialokasikan. Kebijakan alokasi DAK di Kabupaten Maluku Tenggara selama periode 2013-2018 diarahkan untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat dengan tetap meningkatkan kesesuaian pengalokasian DAK pada tahap perencanaan, pemanfaatan dana dalam pelaksanaan, dan pengawasan penggunaan DAK yang diperuntukkan.

5) Penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) agar dialokasikan secara memadai untuk perbaikan layanan atau perbaikan lingkungan sesuai jenis dana bagi hasil didapat. Kebijakan alokasi penerimaan dana bagi hasil di Kabupaten Maluku Tenggara selama periode 2013-2018 diarahkan untuk membiayai program dan kegiatan prioritas kecuali DBH SDA Kehutanan yang berasal dari Dana Reboisasi (DBH DR) digunakan untuk RHL (rehabilitasi hutan dan lahan).

Kerangka pendanaan Kabupaten Maluku Tenggara selama Tahun 2013-2018 meliputi tiga prioritas dengan arahan peruntukkan sebagai berikut:

1. Alokasi pendanaan prioritas pertama diperuntukkan untuk :

1) Program yang berhubungan langsung dengan kepentingan publik, bersifat monumental, berskala besar, dan memiliki kepentingan dan nilai manfaat yang tinggi, memberikan dampak luas pada masyarakat dengan daya ungkit yang tinggi pada capaian visi/misi daerah;

2) Prioritas belanja yang wajib sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan seperti untuk prioritas bidang pendidikan 20 persen.

2. Alokasi pendanaan prioritas kedua berkaitan dengan:

1) Program prioritas ditingkat SKPD yang merupakan penjabaran dari analisis per urusan;

2) Program/kegiatan unggulan SKPD yang paling berdampak luas pada masing-masing segmentasi masyarakat yang dilayani sesuai dengan prioritas dan permasalahan yang dihadapi berhubungan dengan layanan

94

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

dasar serta tugas dan fungsi SKPD termasuk peningkatan kapasitas kelembagaan yang berhubungan dengan itu.

3. Alokasi pendanaan prioritas ketiga berkaitan dengan alokasi belanja-belanja tidak langsung seperti penghasilan PNS, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan, belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan distrik/kelurahan, serta belanja tidak terduga. Pengalokasian dana pada prioritas ketiga baru akan dipenuhi setelah pemenuhan dana pada prioritas pertama dan kedua terlebih dahulu.

3.3.1 Analisis Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama Analisis terhadap realisasi pengeluaran wajib dan mengikat dilakukan untuk menghitung kebutuhan pendanaan belanja dan pengeluaran pembiayaan yang tidak dapat dihindari atau harus dibayar dalam suatu tahun anggaran.

Pengeluaran periodik yang wajib dan mengikat adalah pengeluaran yang wajib dibayar serta tidak dapat ditunda pembayarannya dan dibayar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara seperti gaji dan tunjangan pegawai serta anggota dewan, belanja jasa kantor, serta sewa kantor yang telah ada kontrak jangka panjang atau belanja sejenis lainnya.

Pengeluaran periodik prioritas utama adalah pengeluaran yang harus dibayar setiap periodik oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam rangka keberlangsungan pelayanan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yaitu pelayanan pendidikan dan kesehatan seperti honorarium guru dan tenaga medis serta belanja sejenis lainnya.

Tabel 3.13. memberikan gambaran Pengeluaran periodik wajib dan mengikat serta prioritas utama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pada saat penyusunan RPJMD, yaitu:

1. Pertumbuhan rata-rata Belanja Tidak Langsung sebesar 15,59 persen.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2009-2010 sebesar 28,40 persen dan terendah terjadi pada tahun 2011-2012 sebesar 7,09 persen.

2. Pertumbuhan rata-rata Belanja Langsung sebesar 6,71 persen.

Pertumbuhan nilai tertinggi dari Belanja Langsung terjadi pada tahun 2012 sebesar Rp.23.824.282.690,00 dan terendah terjadi pada tahun 2011 dengan nilai sebesar Rp.16.341.571.053,00.

3. Pertumbuhan rata-rata Pengeluaran Pembiayaan sebesar 1.317,09 persen.

Pengeluaran Pembiayaan terbesar terjadi pada tahun 2011 yang diperuntukan bagi pembayaran piutang Pemda sebesar Rp.10.611.419.476,00.

95

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Tabel 3.13 Pengeluaran Periodik,Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2009-2012

No Uraian 2009 2010 2011 2012 Rata-Rata

Pertumbuh an (persen)

A BELANJA TIDAK LANGSUNG 127.607.048.365,80 163.851.822.646,21 182.308.299.688,46 195.242.668.007,29 15.59

1 Belanja Pegawai 127.607.048.365,80 163.851.822.646,21 182.308.299.688,46 195.242.668.007,29 15.59

B BELANJA LANGSUNG 21.763.259.530,00 21.031.215.357,00 16.341.571.053,00 23.824.282.690,00 6,71

1 Belanja Pegawai 21.763.259.530,00 21.031.215.357,00 16.341.571.053,00 23.824.282.690,00 6.71

C PENGELUARAN PEMBIAYAAN 3.731.449.777,00 250.000.000,00 10.611.419.476,00 0,00 1,317.09

1 Penyertaan Modal (Investasi) Pemda 500.000.000,00 250.000.000,00 0,00 0,00 - 50.00

2 Pembayaran Utang Pemda 3.231.449.777,00 0,00 10.611.419.476,00 0,00 - 66.67

TOTAL BELANJA WAJIB &

PENGELUARAN YANG WAJIB MENGIKAT SERTA PRIORITAS UTAMA

153,101,757,672.80 185,133,038,003.21 209,261,290,217.46 219,066,950,697.29 12.88

Sumber : APBD Kabupaten Maluku Tenggara

96

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

3.3.2 Proyeksi Data Tahun 2013-2018

Gambaran mengenai kebijakan-kebijakan dan proyeksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2013-2018 dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Kebijakan dan Proyeksi Pendapatan Tahun 2013-2018

Berdasarkan perkembangan pendapatan daerah yang dicapai pada tahun 2008-2012, maka kebijakan pengelolaan pendapatan daerah untuk meningkatkan pendapatan lebih tinggi pada lima tahun mendatang adalah sebagai berikut :

1) Mengoptimalkan penerimaan daerah yang bersumber dari PAD baik pajak, retribusi dan pendapatan lain yang sah tanpa memberatkan pelaku usaha dan masyarakat melalui berbagai langkah sebagai berikut:

(1) Membenahi dan memantapkan sistem dan prosedur administrasi dalam pemungutan, pencatatan dan pengelolaan pajak dan retribusi daerah;

(2) Meningkatkan sosialisasi dan pelayanan perpajakan untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah;

(3) Melakukan evaluasi dan revisi secara berkala terhadap berbagai peraturan daerah yang mengatur pajak dan retribusi daerah;

(4) Meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pemungutan PAD yang diikuti dengan peningkatan mutu, kemudahan, ketepatan dan kecepatan pelayanan;

(5) Melakukan intensifikasi pemungutan pajak daerah, dan menggali sumber pajak baru dan penagihan tunggakan dengan cara persuasif yang ditindaklanjuti dengan penagihan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(6) Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan gedung/asrama/aula yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sehingga dapat memberikan layanan yang lebih baik dan meningkatkan retribusi sewa dari gedung/asrama/aula tersebut;

(7) Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan berbagai pihak terkait lainnya dalam pemungutan, pencatatan dan pengelolaan pendapatan daerah.

2) Mengupayakan peningkatan penerimaan dari dana perimbangan terutama dana bagi hasil pengelolaan sumberdaya alam secara lebih adil.

(1) Mengembangkan data dasar dan sistem informasi yang akurat dalam pendataan sumber daya alam sebagai dasar perhitungan pembagian dana perimbangan;

(2) Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dalam pengalokasian dan pengelolaan dana perimbangan;

(3) Membenahi dan memperkuat sistem informasi dan kelembagaan seluruh SKPD dalam pengelolaan berbagai aset daerah;

97

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

3) Menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah yang baru dan yang sah.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, proyeksi pendapatan tahun 2013-2018 dihitung dengan mendasarkan pada rata-rata pertumbuhan realisasi pendapatan tahun 2009-2012 sehingga diperoleh proyeksi pendapatan daerah seperti yang disajikan pada Tabel 3.14 dengan penjelasan sebagai berikut :

1) Struktur pendapatan daerah tahun 2013-2018 diharapkan secara bertahap akan berubah dengan meningkatnya sumbangan PAD terhadap pendapatan daerah sehingga mengurangi ketergantungan pada dana perimbangan dan memperkuat kapasitas fiskal daerah.

2) Pendapatan daerah diproyeksikan meningkat dengan rata-rata proporsi sumbangan setiap tahun untuk :

(1) PAD terhadap pendapatan sebesar 3,44 persen;

(2) dana perimbangan terhadap pendapatan sebesar 90,75 persen;

(3) lain-lain pendapatan yang sah sebesar 5,82 persen.

3) PAD diproyeksikan akan meningkat dengan rata-rata tumbuh sebesar 1,81 persen setiap tahunnya dimana komponen PAD yang diproyeksikan mengalami peningkatan terbesar adalah retribusi daerah dengan rata-rata tumbuh sebesar 44,57 persensedangkan komponen dengan rata-rata tumbuh terendah adalah Lain-lain PAD yang sah (0,59 persen). Pajak Daerah diproyeksikan meningkat dengan rata-rata sebesar 4,50 persen.

Pertumbuhan retribusi dan pajak yang diproyeksikan meningkat dengan presentase besar untuk mengurangi ketergantungan dana pembangunan yang bersumber dari dana perimbangan.

4) Dana Perimbangan diperkirakan akan mengalami peningkatan dengan pertumbuhan masing-masing komponen :

(1) Dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 3,38 persen.

(2) DAU diperkirakan tumbuh paling tinggi dibandingkan dengan komponen lainnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,24 persen.

(3) DAK diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,89 persen.

5) Lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan tumbuh negatif sebesar 1,21 persen. Pertumbuhan proyeksi yang negatif karena dihilangkannya proyeksi masuknya dana bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya sejak tahun 2014 sampai tahun 2018.

98

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Tabel 3.14 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2013-2018

NO URAIAN 2013 2014 2015 2016 2017 2018

1 PENDAPATAN 513.532.315.158,37 537.448.890.805,00 567.276.381.228,76 604.244.760.980,12 643.873.370.897,93 686.347.095.341,24 1.1. Pendapatan Asli Daerah 19.243.425.844,37 23.176.969.800,00 18.922.479.478,65 19.346.690.159,24 19.800.111.700,58 20.275.637.895,66 1.1.1 Pajak daerah 4.985.966.226,00 5.191.081.280,00 5.427.225.295,72 5.669.668.501,20 5.930.952.374,51 6.213.659.121,37 1.1.2 Retribusi daerah 2.666.592.466,00 10.373.888.520,00 3.234.354.015,38 3.260.862.739,59 3.292.700.216,87 3.319.876.181,85 1.1.3 Hasil pengelolaan kekayaan daerah

yang dipisahkan 636.618.721,00 600.000.000,00 741.340.660,16 795.588.676,48 853.806.321,66 916.284.075,50 1.1.4 Lain-lain PAD yang sah 10.954.248.431,37 7.012.000.000,00 9.519.559.507,38 9.620.570.241,96 9.722.652.787,54 9.825.818.516,94 1.2. Dana Perimbangan 458.319.753.037,00 480.725.592.390,00 514.750.199.334,50 551.236.448.675,60 590.353.165.936,83 632.292.336.173,19 1.2.1 Dana bagi hasil pajak /bagi hasil

bukan pajak 23.829.390.037,00 23.094.919.390,00 24.249.665.359,50 25.462.148.627,48 26.735.256.058,85 28.072.018.861,79 1.2.2 Dana alokasi umum 376.516.763.000,00 399.953.093.000,00 429.949.574.975,00 462.195.793.098,13 496.860.477.580,48 534.125.013.399,02 1.2.3 Dana alokasi khusus 57.973.600.000,00 57.677.580.000,00 60.550.959.000,00 63.578.506.950,00 66.757.432.297,50 70.095.303.912,38

1.3. Lain-Lain Pendapatan Daerah yang

Sah 35.969.136.277,00 33.546.328.615,00 33.603.702.415,61 33.661.622.145,28 33.720.093.260,52 33.779.121.272,40 1.3.1 Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan

Pemerintah Daerah lainnya 6.108.782.277,00 5.456.481.591,00 5.511.046.406,91 5.566.156.870,98 5.621.818.439,69 5.678.036.624,09 1.3.2 Dana penyesuaian dan otonomi khusus 28.693.254.000,00 28.089.847.024,00 28.092.656.008,70 28.095.465.274,30 28.098.274.820,83 28.101.084.648,31 1.3.3 Bantuan keuangan dari provinsi atau

Pemerintah Daerah lainnya 1.167.100.000 0 0 0 0 0

Sumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

99

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

2. Kebijakandan Proyeksi Belanja Daerah Tahun 2013-2018

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggarapada tahun 2013-2018 akan mengalokasikan belanja daerah untuk meneruskan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang berhasil meningkatkan kinerja, mempertajam program dan kegiatan pembangunan yang belum optimal; serta menambahkan program dan kegiatan untuk mempercepat pencapaian visi pembangunan jangka menengah. Kebijakan belanja daerah pada lima tahun mendatang adalah sebagai berikut :

1) Kebijakan belanja langsung:

(1) Melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan yang diterapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

(2) Meningkatkan wajib belajar 12 tahun melalui sekolah gratis bagi masyarakat miskin dan alokasi anggaran pendidikan diusahakan mendekati 20 persen sesuai peraturan perundangan yang berlaku dengan prioritas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

(3) Meningkatkan pelayanan kesehatan untuk memenuhi hak-hak dasar rakyat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang baik, cepat, bermutu, dan terjangkau.

(4) Mengoptimalkan belanja modal yang dapat memberikan dampak berganda bagi pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja dan pengurangan kemiskinan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dasar bagi masyarakat secara umum seperti pembangunan jalan dan jembatan, sarana kelistrikan, sarana air bersih, sarana transportasi dan lainnya.

(5) Melakukan efisiensi anggaran dengan menilai secara ketat terhadap jenis belanja atau pengeluaran yang terkesan boros seperti belanja honor, perjalanan dinas, serta belanja barang dan jasa.

(6) Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran khususnya yang berkaitan dengan bantuan keuangan, bantuan sosial dan belanja hibah menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(7) Meningkatkan efektivitas bantuan subsidi yang diberikan secara adil dan proporsional dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan prioritas pembangunan ohoi, daerah terpencil, dan pulau-pulau kecil.

(8) Meningkatkan sinergi anggaran pembangunan melalui dana bagi hasil antara APBD Kabupaten Maluku Tenggara dengan APBD Provinsi Maluku dan antara APBD Kabupaten Maluku Tenggara dengan APBN.

(9) Mengembangkan pola pelaksanaan anggaran kegiatan pembangunan yang lebih efektif dan efisien terutama kegiatan yang lebih dari satu tahun yang berbasis kinerja dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam peraturan perundangan yang berlaku.

100

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

2) Kebijakan belanja tidak langsung:

(1) Mendorong efektivitas dan efisiensi berbagai program dan kegiatan yang dapat memberi nilai tambah dan peningkatan mutu pelayanan umum dan administrasi pemerintahan.

(2) Mengoptimalkan pelayanan umum dan administrasi pemerintahan melalui pelaksanaan tugas pokok dan fungsi SKPD sehingga menghasilkan kesesuaian antara masukan dan daya dukung setiap unit kerja, antara keluaran dan manfaat yang dirasakan masyarakat, serta antara dampak dan nilai tambah bagi kemajuan daerah.

(3) Meningkatkan efektivitas organisasi dengan kriteria kegiatan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja, tidak terjadi tumpang tindih, dan dapat mendorong keterpaduan tindakan antarunit.

Dengan kebijakan belanja daerah di atas, maka diproyeksikan :

1) Proyeksi belanja daerah periode 2013-2018 disajikan pada Tabel 3.15 dengan penjelasan sebagai berikut :

(1) Perubahan struktur belanja dari belanja tidak langsung ke belanja langsung diharapkan secara bertahap terjadi untuk :

a. mewujudkan pengelolaan anggaran berbasis kinerja dan partisipatif dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal dan berorientasi pada pencapaian visi dan misi, tujuan dan sasaran pembangunan seperti tertuang dalam RPJMD 2013-2018.

b. merealisasikan upaya dan tekad yang kuat dan bulat Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk mendorong pengelolaan anggaran daerah lebih berpihak kepada masyarakat.

(2) Belanja daerah diproyeksikan rata-rata tumbuh 6,51 persen per tahun dengan komposisi belanja langsung diprediksi sekitar 8,95 persen per tahun dan belanja tidak langsung sekitar 4,12 persen per tahun.

Dengan kenaikan belanja tersebut, struktur belanja daerah dalam lima tahun akan semakin condong pada belanja langsung. Persentase belanja langsung terhadap total belanja daerah akan meningkat dari 47,39 persen pada tahun 2013 menjadi 53,05 persen pada tahun 2018 sedangkan belanja tidak langsung diperkirakan akan menurun dari 52,61 persen pada tahun 2014 menjadi sekitar 46,95 persen pada tahun 2018.

2) Proyeksi kebutuhan belanja dan pengeluaran pembiayaan yang bersifat wajib dan mengikat serta prioritas utama untuk penghitungan kerangka pendanaan pembangunan daerah disajikan pada Tabel 3.16.

101

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Tabel 3.15 Proyeksi Belanja Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2013-2018

NO URAIAN 2013 2014 2015 2016 2017 2018

2 BELANJA 501.566.250.439,00 555.713.829.265,00 567.276.381.228,76 604.244.760.980,13 643.873.370.897,93 686.347.095.341,25 2.1 Belanja Tidak langsung 263.875.342.095,00 287.674.197.994,00 287.862.401.192,60 293.063.151.932,45 304.119.850.769,63 322.225.979.825,49 2.1.1 Belanja Pegawai 221.013.847.545,00 259.200.066.303,00 261.792.066.966,03 267.728.333.030,34 279.446.823.507,72 298.148.392.870,74 2.1.2 Belanja Hibah 30.382.599.279,00 9.521.502.027,00 6.236.551.227,57 5.612.896.104,81 5.051.606.494,33 4.546.445.844,90 2.1.3 Belanja Bantuan Sosial 1.065.000.000,00 1.265.000.000,00 1.135.800.000,00 1.022.220.000,00 919.998.000,00 827.998.200,00 2.1.4 Belanja Bantuan Keuangan Kepada

Provinsi

Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

11.278.902.108,00 16.187.629.664,00 17.197.982.999,00 17.199.702.797,30 17.201.422.767,58 17.203.142.909,85 2.1.5 Belanja Tidak Terduga 134.993.163,00 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00 2,2 Belanja Langsung 237.690.908.344,00 268.039.631.271,00 279.413.980.036,16 311.181.609.047,67 339.753.520.128,30 364.121.115.515,76 2.2.1 Belanja Pegawai 23.086.401.500,00 28.191.830.532,00 34.299.004.681,63 42.304.486.671,52 52.439.133.011,94 65.564.798.771,69 2.2.2 Belanja Barang dan Jasa 108.485.042.339,00 133.920.662.402,00 132.832.208.717,31 143.120.423.742,47 150.239.585.605,64 149.144.783.097,39 2.2.3 Belanja Modal 106.119.464.505,00 105.927.138.337,00 112.282.766.637,22 125.756.698.633,69 137.074.801.510,72 149.411.533.646,68 Sumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

102

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Tabel 3.16 Proyeksi Belanja dan Pengeluaran Pembiayaan yang Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2013-2018

NO URAIAN DATA TAHUN DASAR (2013)

TINGKAT PERTUMB

UHAN (persen)

PROYEKSI

2014 2015 2016 2017 2018

8 BELANJA TIDAK LANGSUNG 221.013.847.545,00 6,32 259.200.066.303,00 261.792.066.966,03 267.728.333.030,34 279.446.823.507,72 298.148.392.870,74 Belanja Wajib dan Mengikat 221.013.847.545,00 6,32 259.200.066.303,00 261.792.066.966,03 267.728.333.030,34 279.446.823.507,72 298.148.392.870,74 B BELANJA LANGSUNG 23.086.401.500,00 23,22 28.191.830.532,00 34.299.004.681,63 42.304.486.671,52 52.439.133.011,94 65.564.798.771,69 1 Belanja Wajib dan Mengikat 23.086.401.500,00 23,22 28.191.830.532,00 34.299.004.681,63 42.304.486.671,52 52.439.133.011,94 65.564.798.771,69 2 Belanja Prioritas 100.032.950.385,61 -10,90 46.739.070.151,00 26.070.336.241,57 25.334.820.918,11 24.673.029.278,91 24.077.588.972,75 C PENGELUARAN PEMBIAYAAN 2.750.000.000,00 178,18 15.300.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00

1 Penyertaan Modal

(Investasi) Pemda 2.750.000.000,00 -45,45 3.000.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2 Pembayaran Piutang Pemda 0,00 -100,00 12.300.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00

TOTAL BELANJA DAN PENGELUARAN PEMBIAYAAN YANG WAJIB MENGIKAT SERTA PRIORITAS UTAMA

334.883.201.443,61 3,14 349.430.969.000,00 322.161.407.889,23 335.367.640.619,97 356.558.985.798,57 387.790.780.615,17 Sumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

103

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

3. Kebijakan dan Proyeksi Pembiayaan Daerah Tahun 2013-2018

Pembiayaan daerah ditetapkan untuk menutup defisit yang disebabkan oleh jumlah belanja daerah lebih besar dibanding pendapatan daerah yang diperoleh. Penyebab utama terjadinya defisit anggaran adalah adanya kebutuhan pembangunan daerah yang semakin meningkat. Kebijakan pembiayaan daerah pada periode 5 tahun mendatang adalah sebagai berikut:

1) Kebijakan penerimaan pembiayaan adalah :

(1) Mencegah terjadinya SiLPA dengan menerapkan perencanaan dan penganggaran secara terpadu dan konsisten, serta prinsip perencanaan dan anggaran berbasis kinerja.

(2) Penggunaan SiLPA dilakukan secara cermat untuk mempertahankan kesinambungan fiskal dan menjaga keberlanjutan pelayanan umum.

2) Kebijakan pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk :

(1) Mendorong percepatan pengembangan ekonomi daerah melalui pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal.

(2) Menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan pinjaman daerah jika defisit anggaran.

(3) Mendukung penyertaan modal dan pemberian pinjaman pada saat surplus anggaran dengan tetap mempertimbangkan kesinambungan fiskal dan ketentuan peraturan perundangan.

3) Kebijakan pengelolaan dana masyarakat dan mitra pihak ketiga untuk mendukung kesinambungan pembangunan dengan membangun kerjasama yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi swasta dalam pembangunan daerah.

Berdasarkan kebijakan di atas, gambaran pembiayaan daerah Tahun 2013-2018 dapat dilihat pada Tabel 3.17 dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Penerimaan pembiayaan tahun 2013 diperoleh dari SiLPA dan

penerimaan pinjaman daerah sedangkan pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal.

2) Penerimaan pembiayaan tahun 2014 diperoleh dari SiLPA sehingga perlu upaya mengalokaskan SiLPA secara cermat agar tetap dapat mempertahankan kesinambungan fiskal dan menjaga keberlanjutan pelayanan umum sedangkan pengeluaran diproyeksikan untuk penyertaan modal dan pembayaran piutang Pemda.

3) Pembiayaan daerah mulai tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 diproyeksikan untuk anggaran berimbang sehingga diproyeksikan tidak ada penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.

104

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Tabel 3.17 Proyeksi Pembiayaan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2013-2018

NO URAIAN 2013 2014 2015 2016 2017 2018

3 Pembiayaan Daerah 57.171.455.835,61 18.264.938.460,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3.1 Penerimaan Pembiayaan 59.921.455.835,61 33.564.938.460,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3.1.1 Sisa Lebih Perhitungan Angggaran Tahun sebelumnya 47.921.455.835,61 33.564.938.460,00 0,00 0,00 0,00 0,00

3.1.2 Pengembalian Dana Revolving 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

3.1.3 Pengambilan sebagian Deposito Pemda 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3.1.4 Penerimaan Pinjaman Daerah 12.000.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3.2 Pengeluaran Pembiayaan 2.750.000.000,00 15.300.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3.2.1 Penyertaan Modal (Investasi) Pemda 2.750.000.000,00 3.000.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3.2.2 Pembayaran Piutang Pemda 0,00 12.300.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Sumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

105

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

3.3.3 Penghitungan Kerangka Pendanaan

Penghitungan kerangka pendanaan bertujuan untuk mengetahui kapasitas riil kemampuan keuangan Kabupaten Maluku Tenggara dan rencana penggunaannya.

Tabel 3.18 memperlihatkan kapasitas riil kemampuan keuangan daerah untuk mendanai pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara selama periode 2013-2018. dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Proyeksi Tahun 2014 sebesar Rp.221.582.862.279,00 atau sebesar 38,81 persen dari total penerimaan.

2. Proyeksi Tahun 2015 sebesar Rp.245.114.975.354,53 atau sebesar 43,21 persen dari total penerimaan

3. Proyeksi Tahun 2016 sebesar Rp.268.877.122.376,15 atau sebesar 44,50 persen dari total penerimaan

4. Proyeksi Tahun 2017 sebesar Rp.287.314.387.116,36 atau sebesar 44,62 persen dari total penerimaan

5. Proyeksi Tahun 2018 sebesar Rp.298.556.316.744,07 atau sebesar 43,50 persen dari total penerimaan

Rencana penggunaan kapasitas riil kemampuan keuangan daerah untuk memenuhi kebutuhan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung dalam rangka pendanaan program pembangunan jangka menengah daerah selama 5 (lima) tahun ke depantersaji pada Tabel 3.19.

Alokasi kapasitas riil keuangan daerahsesuai urutan prioritas disajikan pada Tabel 3.20. Prioritas program/kegiatan dipisahkan menjadi prioritas I, prioritas II dan prioritas III, dimana prioritas I mendapatkan prioritas pertama sebelum prioritas II. Prioritas III mendapatkan alokasi anggaran setelah prioritas I dan II terpenuhi kebutuhan dananya.Penetapan persentase tiap tahun sesuai urutan prioritas (I, II, dan III) bukan menunjukkan urutan besarnya persentase tetapi lebih untuk keperluan pengurutan pemenuhan kebutuhan pendanaannya.

Besar persentase ditentukan sesuai analisis umum tentang kapasitas pendanaan dari program prioritas yang dibayangkan akan menunjang prioritas dimaksud. Evaluasi atau analisis dari penyelenggaraan pembangunan daerah dimasa lalu cukup baik untuk mendapatkan gambaran yang diinginkan.

Berdasarkan perhitungan di atas, maka proyeksi APBD Tahun 2013-2018 disajikan pada Tabel 3.21.

106

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Tabel 3.18 Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah untuk Mendanai Pembangunan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2013-2018

No Uraian Proyeksi (Rp)

2013 2014 2015 2016 2017 2018

1 Pendapatan 513.532.315.158,37 537.448.890.805,00 567.276.381.228,76 604.244.760.980,12 643.873.370.897,93 686.347.095.341,24

2 Sisa Lebih Riil Perhitungan

Anggaran 47.921.455.835,61 33.564.938.460,00 0,00 0,00 0,00 0,00

3 Penerimaan Pinjaman Daerah 12.000.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Total penerimaan 573.453.770.993,98 571.013.829.265,00 567.276.383.243,76 604.244.762.996,12 643.873.372.914,93 686.347.097.359,24

DIKURANGI

4

Belanja dan Pengeluaran Pembiayaan yang Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama

346.883.199.430,61 349.430.966.986,00 322.161.407.889,23 335.367.640.619,97 356.558.985.798,57 387.790.780.615,17

Kapasitas riil kemampuan

keuangan 226.570.571.563,37 221.582.862.279,00 245.114.975.354,53 268.877.122.376,15 287.314.387.116,36 298.556.316.744,07 Sumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

107

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Tabel 3.19 Rencana Penggunaan Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2013-2018

No Uraian Proyeksi (Rp)

2013 2014 2015 2016 2017 2018

I Kapasitas riil kemampuan keuangan 226.570.571.563,37 221.582.862.279,00 245.114.975.354,53 268.877.122.376,15 287.314.387.116,36 298.556.316.744,07

Rencana Alokasi Pengeluaran Prioritas I

II.a Belanja Langsung 237.690.908.344,00 268.039.631.271,00 279.413.980.036,16 311.181.609.047,67 339.753.520.128,30 364.121.115.515,76

DIKURANGI

II.b Belanja Langsung yang wajib dan mengikat

serta prioritas utama 128.821.443.839,00 146.812.492.934,00 167.131.213.398,94 185.424.910.413,99 202.678.718.617,59 214.709.581.869,08 II.c Pengeluaran pembiayaan yang wajib mengikat

serta prioritas utama 2.750.000.000,00 15.300.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 II Total Rencana Pengeluaran Prioritas I 106.119.464.505,00 105.927.138.337,00 112.282.766.637,22 125.756.698.633,69 137.074.801.510,72 149.411.533.646,68

Sisa Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah setelah menghitung Alokasi Pengeluaran Prioritas I

120.451.107.058,37 115.655.723.942,00 132.832.208.717,31 143.120.423.742,46 150.239.585.605,64 149.144.783.097,39

Rencana Alokasi Pengeluaran Prioritas II

III.a Belanja Tidak Langsung 263.875.342.095,00 287.674.197.994,00 287.862.401.192,60 293.063.151.932,45 304.119.850.769,63 322.225.979.825,49

DIKURANGI

III.b Belanja tidak Langsung yang wajib dan

mengikat serta prioritas utama 155.390.299.756,00 153.753.535.592,00 155.030.192.475,29 149.942.728.189,99 153.880.265.163,98 173.081.196.728,10 III Total Rencana Pengeluaran Prioritas II 108.485.042.339,00 133.920.662.402,00 132.832.208.717,31 143.120.423.742,47 150.239.585.605,64 149.144.783.097,39 Surplus anggaran riil atau berimbang 11.966.064.719,37 -18.264.938.460,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Keterangan : Surplus anggaran diperbolehkan apabila nilainya tidak material dan tidak dapat digunakan untuk membiayai suatu program Sumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

108

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara 2013 – 2018

Dokumen terkait