KERANGKA PENELITIAN 1. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koping yang digunakan lansia terhadap penyakit kronik yang dideritanya di Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan johor, Medan. Menurut UU No. 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia menyebutkan lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas. Sedangkan penyakit kronis adalah penyakit yang mempunyai karakteristik yaitu suatu penyakit bertahap-tahap, mempunyai perjalanan penyakit yang cukup lama, dan sering tidak dapat disembuhkan. Keterampilan koping yang digunakan dalam menghadapi situasi ini adalah merasa optimis mengenai masa depan, menggunakan dukungan sosial, menggunakan sumber spiritual, mencoba tetap mengontrol situasi maupun perasaan dan mencoba menerima kenyataan yang ada (Smeltzer & Bare, 2001).
Skema 1. Kerangka konsep penelitian ini digambarkan sebagai berikut:
Lansia dengan penyakit kronis
Koping Lansia :
Mesara optimis mengenai masa depan
Menggunakan dukungan sosial
Menggunakan sumber spiritual
Mencoba tetap mengontrol situasi maupun perasaan
Mencoba menerima kenyataan yang ada
2. Defenisi Konseptual
Koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan, respon terhadap situasi yang mengancam yang dapat berupa perubahan cara berfikir, perubahan perilaku atau perubahan lingkungan yang bertujuan untuk mengatasi stres yang dihadapi (Keliat, 1998). Menurut Smeltzer & Bare (2001) berdasarkan penelitian dari 57 penelitian keperawatan yang ditelaah Jalowiec pada tahun 1993, ada lima koping yang sangat penting bila seseorang menghadapi penyakit yaitu, mencoba merasa optimis mengenai masa depan, menggunakan dukungan sosial, menggunakan sumber spiritual, mencoba tetap mengontrol situasi maupun perasaan, dan mencoba menerima kenyataan yang ada.
3. Defenisi Operasional
Lima koping yang digunakan lansia dalam menghadapi penyakit kronis yang dideritanya:
1. Merasa optimis mengenai masa depan, yaitu adanya harapan akan kesembuhan penyakitnya, menganggap situasi yang dialami sekarang hanya bersifat sementara, dan berharap kehidupannya akan lebih baik. 2. Menggunakan dukungan sosial, yaitu dengan mendapatkan bantuan dari
teman dan keluarga, berbicara dengan orang lain, dan mendapatkan perhatian.
3. Menggunakan sumber spiritual, yaitu percaya bahwa Tuhan akan memberikan kesembuhan, yakin bahwa dengan melakukan ibadah dapat menyembuhkan penyakitnya, dan berkonsultasi dengan tokoh agama. 4. Mengontrol situasi maupun perasaan, yaitu dengan makan, minum atau
hal lain, tidur lebih dari biasanya, mencoba melupakan hal yang memperburuk keadaannya dan menolak jika mereka dikatakan pembawa masalah.
5. Menerima kenyataan yang ada, yaitu dengan menerima kenyataan hidup, menerima perubahan fisik dan menerima hal terburuk yang akan terjadi.
BAB 4
METODOLOGI PENELITIAN
1. Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan tujuan untuk mengidentifikasi koping yang digunakan lansia terhadap penyakit kronis yang dideritanya di Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan johor, Medan.
2. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling 2.1 Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Medan yang berjumlah 212 orang (Laporan Kependudukan Kantor Kelurahan Kedai Durian Oktober 2009).
2.2 Sampel
Penetuan besar sampel didasarkan pada rumusan Arikunto (1998) yaitu jika populasinya kurang dari 100, maka lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, jika jumlah sampelnya lebih dari 100 maka dapat diambil dengan ketentuan 20-25% dari total populasi atau tergantung pada kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga, dan dana serta
sempit luasnya wilayah pengamatan. Dari rumusan tersebut didapatkan jumlah sampel sebanyak 53 orang.
2.3 Teknik Sampling
Dalam penelitian ini yang digunakan adalah teknik Purposive sampling yaitu suatu teknik pengambilan sampel di antara populasi sesuai dengan kriteria penelitian, sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakterisrik populasi yang telah dikenal sebelumnya (Nursalam, 2003).
Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Lanjut usia yang berusia 60 tahun ke atas
2. Lanjut usia yang menderita penyakit kronis lebih dari 3 bulan 3. Dapat mendengar
4. Dapat berbahasa Indonesia dengan baik 5. Bersedia menjadi responden penelitian
3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Medan. Adapun alasan pemilihan lokasi ini karena lokasi tersebut penduduknya banyak yang termasuk pada kategori lansia dan berdasarkan data dari Puskesmas setempat lebih kurang 20% dari jumlah lansianya mengalami penyakt kronis walaupun kebanyakan maish dalam tingkat ringan, serta lokasinya cukup strategis
sehingga mudah dijangkau peneliti. Waktu penelitian dilaksanakan pada rentang bulan Maret-April 2010.
4. Pertimbangan Etik
Penelitian ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari institusi pendidikan Fakultas Keperawatan USU, selanjutnya mengirim surat permohonan untuk mendapatkan izin dari Badan Penelitian Daerah Kota Medan, izin dari Kantor Kecamatan Medan Johor, dan izin dari Kantor Kelurahan Kedai Duren.
Setelah mendapatkan izin dari kantor Kelurahan Kedai Duren peneliti memulai pengumpulan data, lembar persetujuan menjadi responden diberikan kepada responden yang akan diteliti, kemudian peneliti mejelaskan maksud, tujuan, dan prosedur penelitian. Kemudian peneliti menanyakan kesediaan menjadi responden dengan menandatangani lembar persetujuan (informed consent). Jika responden menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini maka peneliti tidak memaksa dan tetap menghormati hak-haknya.
Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan nama lengkap tetapi hanya mencantumkan inisial nama responden atau memberi kode pada masing-masing lembar kuisioner. Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti.
Selama proses pengambilan data, peneliti melindungi subjek dari semua kerugian baik material, nama baik dan bebas dari tekanan fisik dan psikologis yang timbul akibat penelitian ini.
5. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk kuesioner. Instrumen penelitian terdiri atas 2 bagian, bagian pertama mengenai data demografi responden yang meliputi usia, jenis kelamin, agama, suku, pendidikan, pekerjaan sebelumnya, jenis penyakit kronis yang diderita serta lama menderita penyakit kronis.
Bagian kedua pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan koping yang digunakan lansia dalam menghadapi stres dan masalahnya. Kuisioner ini terdiri dari 16 butir pernyataan, yang terbagi dalam 3 pernyataan yang mewakili perasaan optimis akan masa depan yaitu pernyataan nomor 1-3, 3 pernyataan yang mewakili dukungan sosial yaitu pernyataan nomor 4-6, 3 pernyataan yang mewakili sumber spiritual yaitu pernyataan nomor 7-9, 4 pernyataan yang mewakili kemampuan mengontrol situasi maupun perasaan yaitu pernyataan 10-13, 3 pernyataan yang mewakili menerima kenyataan yang ada yaitu pernyataan nomor 14-16. Pada kuisioner pola koping menggunakan skala likert dengan pilihan mulai dari pernyataan sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Bobot nilai yang diberikan untuk setiap pernyataan 1 sampai 4, dimana jawaban sangat setuju (SS) mendapat nilai 4, setuju (S) mendapat nilai 3, tidak setuju (TS) mendapat nilai 2, dan sangat tidak setuju (STS) mendapat nilai 1.
6. Uji Validitas
Kuesioner ini dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka konsep, oleh karena itu perlu dilakukan uji validitas. Uji validitas yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji validitas isi. Validitas isi adalah suatu keputusan tentang bagaimana instrumen dengan baik mewakili karakteristik yang dikaji. Penelitian tentang validitas isi ini bersifat subjektif dan keputusan apakah instrumen ini sudah mewakili atau tidak, didasarkan pada pendapat ahli (Broncopp, 1999). Pada penelitian ini, peneliti telah menunjukkan kuesioner yang telah disusun kepada dosen pembimbing Bapak Iwan Rusdi, S.Kp, MNS.
7. Uji Reabilitas
Penelitian ini menggunakan uji reabilitas konsistensi eksternal. Uji reabilitas ini bertujuan untuk menguji kekuatan instrumen sehingga dapat digunakan untuk penelitian berikutnya dalam lingkup yang sama.
Uji reabilitas dilakukan terhadap 10 orang responden sebelum pengumpulan data (Nursalam, 2003). Responden diambil dari lansia yang menderita penyakit kronis di Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Medan. Suatu instrumen dikatakan sudah reliabel bila koefisiennya lebih dari 0,70 (Polit & Hungler, 1995). Hasil uji reabilitas yang dilakukan peneliti pada 10 orang responden adalah 0,79.
8. Pengumpulan Data
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pada tahap awal, permohonan izin pelaksanaan penelitian diajukan kepada institusi pendidikan Fakultas Keperawatan USU, izin yang diperoleh diajukan ke Badan Penelitian Daerah (BAPEDA) Kota Medan. Kemudian surat rekomendasi dari BAPEDA Kota Medan diajukan ke kantor Kecamatan Medan Johor Medan dan surat rekomendasi dari kantor Kecamatan Medan Johor Medan diajukan ke kantor Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Medan. Setelah mendapat izin penelitian, pengumpulan data dilaksanakan. Setelah mendapat calon responden, peneliti menjelaskan tujuan, manfaat, prosedur penelitian dan proses pengisian kuesioner dijelaskan. Data yang diperlukan dikumpulkan oleh peneliti dengan cara pernyataan berikut semua pilihannya dibacakan pada responden. Setelah semua data yang dibutuhkan sudah terkumpul, maka seluruh data akan dikumpulkan untuk dianalisa.
9. Analisa Data
Setelah semua data terkumpul maka dilakukan analisa data melalui beberapa tahap. Pertama adalah editing yaitu mengecek nama dan kelengkapan identitas serta data responden serta memastikan bahwa semua jawaban telah diisi sesuai petunjuk. Kedua koding yaitu memberi kode atau angka tertentu pada kuisioner untuk mempermudah waktu mengadakan tabulasi dan analisa. Ketiga mensortir dengan memilih data menurut jenisnya. Keempat memasukkan data yang sudah diberi kode kategori dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data, dan persentase. Kelima
membersihkan data, yaitu mengecek kembali data yang dientri untuk mengetahui ada kesalahan atau tidak. Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik komputerisasi yaitu SPSS versi 17,0.