Oleh Yenni Kuntari, SE, MSi, Akt
A. Definisi Teori
TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Kerlinger dalam Indriantoro dan Supomo(1999: 57), teori adalah suatu kumpulan construct atau konsep, definisi dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variable dengan tujuan untuk menjelaskan (memprediksi) fenomena alam. Sedangkan Sekaran dalam bukunya Kuncoro (2003: 9) menyatakan bahwa teori adalah sebuah kumpulan proposisi yang saling berkaitan dan digunakan untuk menjelaskan hubungan yang timbul antara beberapa variable yang diobservasi. Formulasi teori adalah upaya untuk mengintegrasikan semua informasi secara logis sehingga alasan atas masalah yang diteliti dapat dikonseptualisasikan dan diuji.
Tinjauan Pustaka, atau survei literatur adalah bertujuan untuk melihat apa saja yang pernah dilakukan sehubungan masalah yang diteliti. Selain menghindarkan diri dari duplikasi penelitian, tinjauan pustaka juga bisa menghasilkan pengertian dan pandangan yang lebih jauh tentang permasalahan yang diteliti. Melalui langkah ini penyusunan hipotesis juga lebih baik karena permasalahan yang diteliti akan lebih mendalam (Kuncoro, 2003: 9). Teori:
Adalah suatu kumpulan kunstruk atau konsep, definisi dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variable dengan tujuan untuk menjelaskan (memprediksi) fenomena alam
Tinjauan Pustaka: Bertujuan untuk melihat apa saja yang pernah dilakukan sehubungan masalah yang diteliti
Dalam membuat tinjauan pustaka atau tinjauan literatur, bukan hanya sekedar meringkas berbagai buku, artikel tetapi melibatkan identifikasi dan analisis secara sistematis sehingga mampu memberikan jawaban terhadap pertanyaan what has been done and what to be done (Supramoko dan Haryanto, 2003:348).
Kajian Teori dan Riset Terdahulu
Teori itu penting sebagai orientasi yang membatasi jumlah fakta yang harus dipelajari.
Teori memberikan pedoman yang dapat memberikan hasil terbaik.
Teori memberikan sistem mana yang harus dipakai dalam mengartikan data yang tepat.
Teori dapat digunakan untuk memprediksi fakta-fakta. Teori
Pengertian Teori
Prinsip-prinsip umum dari bidang keilmuan atau ajaran yang berlaku yang dapat dibuktikan dengan data empiris.
pandangan-pandangan empiris yang sudah disepakati secara umum karena merupakan hasil penyaringan fakta-fakta yang terjadi sebelumnya dan dapat digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa ataupun mengatasi suatu masalah.
Kumpulan konstruk atau konsep, definisi, dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena.
Teori (Wimmer dan Dominick, 1987). Seperangkat proposisi (pernyataan) yang berhubungan, yang menggambarkan suatu pemikiran sistematis terhadap fenomena melalui penentuan hubungan antar konsep.
Suatu teori dapat terdiri dari: konsep-konsep, asumsi-asumsi,
hipotesis, dan hubungan perilaku.
Proposisi : pernyataan yang membenarkan atau menolak suatu perkara.
Asumsi : dasar/ alasan yang mendasari argumentasi. Asumsi bisa cocok dengan realitas bisa juga tidak.
Konsep : “pendapat ringkas” yang dibentuk melalui proses penyimpulan umum dari suatu peristiwa berdasarkan hasil observasi yang relevan.
Tiga Hal Pokok dalam Teori
Elemen teori terdiri dari konstruk, konsep dan proposisi.
Memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena melalui hubungan antar variabel.
Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam.
Fungsi Teori
Sumber menggali permasalahan atau merumuskan topik
Memberikan kerangka kerja sehingga memperlancar pelaksanaan penelitian hingga ditemukan jawaban yang diinginkan.
Contoh Teori
Teori Kontinjensi
Pendekatan kontinjensi pada akuntansi managemen didasarkan pada premis bahwa, tidak ada sistem akuntansi manajemen secara universal selalu tepat untuk bisa diterapkan pada seluruh organisasi dalam setiap keadaan tetapi sistem akuntansi manajemen tergantung juga pada faktor –faktor situasional yang ada dalam organisasi.
Gambar 4.1 Konsep
Gambar 4.2
Proses Membangun Teori Dari Ilmu
B. Konsep – Construct
Konsep menggambarkan suatu fenomena secara abstrak yang dibentuk dengan jalan membuat generalisasi terhadap sesuatu yang khas. Dalam ilmu eksak konsep sangat mudah dijelaskan, misalnya berat adalah pengamatan dari obyek yang cirinya ringan atau tidak ringan. Namun dalam ilmu sosial sering sulit mendefinisikan konsep. Misalnya motivasi, kepuasan dan lain-lain.
Umumnya konsep dibuat dan dihasilkan oleh ilmuwan secara sadar untuk keperluan ilmiah yang khas dan tertentu. konsep ini disebut konstruk.
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai. Badan misalnya bukan variable, namun berat badan adalah variable. Karena badan tidak mempunyai
variasi nilai sedangkan berat badang memiliki, misalnya 50 kg, 60 kg, dan seterusnya. Konsep dapat diubah menjadi variable dengan memusatkan pada aspek tertentu dari variable itu sendiri. Misal badan menjadi berat badan.
Konsep mengekpresikan suatu abstraksi yang terbentuk melalui generalisasi dari pengamatan terhadap fenomena-fenomena. Konsep merupakan abstraksi dan realitas yang tersusun dengan mengklasifikasi fenomena-fenomena (berupa obyek, kejadian, atribut, atau proses) yang memiliki kesamaan kharakteristik
Prestasi akademik misalnya merupakan konsep yang mengekspresikan abstarksi dari kemampuan belajar mahasiswa dalam mengerjakan suatu tugas.
Bobot adalah konsep yang menyatakan abstraksi dari suatu benda yang mempnyai kharakteristik berat atau ringan.
Konsep ada yang mudah diidentifikasi ada yang tidak. Tanah, gedung, peralatan merupakan konsep yang mudah diidentifikasi namun demikian konsep seperti kepuasan kerja, motivasi kerja adalah lebih sulit diidentifikasi. Konsep seperti ini sering disebut konstruk.
Konstruk merupakan konsep-konsep yang masih abstrak dan mempunyai makna tambahan yang sengaja diadopsi untuk keperluan ilmiah.
Kepuasan misalnya adalah suatu abstraksi dari pengamatan fenomena psikologis yang dirasakan seseorang. Kepuasan sebagai konstruk ilmiah berbeda dengan pengertiannya sebagai konsep. Puas dan tidaknya Konsep:
Menggambarkan suatu fenomena secara abstrak yang dibentuk dengan jalan membuat generalisasi terhadap sesuatu yang khas
seseorang merupakan tanggapan seseorang terhadap berbagai macam obyek, misalnya kepuasan terhadap pekerjaan yang selanjutnya disebut konstruk kepuasan kerja.
Variabel adalah segala sesuatu yang dapat diberi nilai. Variable merupakan proksi atau representasi dari konsruk yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai.
Konsep adalah sejumlah pengertian atau kharakteristik, yang dikaitkan dengan peristiwa, obyek, kondisi, situasi dan perilaku tertentu. konsep adalah pendapat abstrak yang digenaralisasi dari faktor tertentu.
Bagaimana construct dalam riset?
Construct dalam riset tidak hanya diartikan lebih abstrak, namun juga menyangkut apa yang dipersepsikan orang. Contruct dalam riset mempunyai makna yang berbeda dengan konsep sebab construct merupakan abstraksi dari fenomena yang dapat diamati dari berbagai dimensi.
Contoh Construct Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan abstraksi dari fenomena psikologis seorang terhadap pekerjaan yang diamati berdasarkan persepsi yang bersangkutan terhadap berbagai dimensi lingkungan pekerjaan yaitu:
Dimensi Tugas yang dikerjakan, rekan-rekan sekerja, atasannya, kompensasi, promosi karir dan lain-lain. Dimensi-dimensi construct yang tersusun menjadi
construct yang lebih abstraks yaitu construct kepuasan kerja.
Misal dimensi contruct kepuasan terhadap tugas dapat diobservasi berdasarkan tanggapan seseorang mengenai sifat, jenis, kondisi atau hal lain yang ditugaskan misalnya rutinitas tugas, kompelksitas tugas dan sebagainya.
Gambar 4.3
Contoh Dimensi Construct Kepuasan Kerja