BAB 1
TINJAUAN UMUM PENELITIAN
Oleh Iin Indarti, SE, MSi
A.
Motivasi dan Tujuan Penelitian
Kegiatan penelitian dimulai pada saat seseorang tertarik pada sesuatu yang ada di sekitar lingkungannya. Perhatian terhadap suatu fakta/fenomena serta didorong keinginan untuk mengetahui jawaban dari sebuah fenomena yang ada lebih mendalam, yang nantinya akan menimbulkan berbagai pertanyaan-pertanyaan, yang selanjutnya akan disertai dengan keinginan untuk menemukan suatu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam dirinya, sehingga suatu riset dimulai dari dirinya dengan mengangkat APA, serta dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan MENGAPA yang menjadikan motivasi seorang peneliti, setelah itu SIAPA yang akan menggunakan serta BAGAIMANA aplikasinya dalam praktek.
Jadi dapat disimpulkan sesuai yang diungkapkan oleh Indriantoro dan Supomo (2002:2) bahwa penelitian merupakan suatu kegiatan yang dimulai dengan pengamatan terhadap fakta yang menarik perhatian dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan.
Tapi kegiatan penelitian tidak hanya menemukan pertanyaan-pertanyaan, karena pertanyaan ini akan
Penelitian:
Merupakan suatu kegiatan yang dimulai dengan pengamatan terhadap fakta yang menarik perhatian dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan
mendorong seseorang untuk terus mencari jawaban berdasarkan ilmu yang dimiliki atau dapat dikatakan untuk memecahkan suatu masalah.
Sehingga tujuan penelitian menurut Indriantoro dan Supomo (2002:2) adalah untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Definisi senada juga disampaikan oleh Buckley et al dalam Indriantoro dan Supomo (2002:3), bahwa penelitian dapat didefinisikan sabagai suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, jadi dapat dirumuskan tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan.
Tujuan penelitian juga dinyatakan oleh Sekaran (2006:7), bahwa penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
Lebih jelasnya, sebenarnya tujuan penelitian adalah langkah-langkah untuk mengetahui:
1. Tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. 2. Berhubungan erat dengan rumusan masalah yang
ditulis (terdapat dalam tujuan umum dan tujuan khusus).
3. Jawaban rumusan masalah dan tujuan penelitian harus nampak pada bagian kesimpulan penelitian, contoh seperti pada tabel 1.1
Tujuan Penelitian:
Utuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah
Tujuan Penelitian Bisnis:
Merupakan tujuan yang bersifat jangka panjang karena tidak langsung berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah praktis
Tujuan pertama dalam penelitian bisnis merupakan tujuan yang bersifat jangka panjang karena tidak langsung berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah praktis, lain dengan tujuan jangka pendek yang lebih menekankan pada usaha pemecahan masalah praktis yang digunakan untuk pertimbangan dalam pembuatan keputusan bisnis.
Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka motivasi untuk melakukan penelitian dapat dibedakan menjadi :
1. Penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia dalam proaktif manusia untuk meningkatkan pengetahuannnya mengenai suatu hal.
2. Penelitian merupakan kegiatan yang didorong oleh keinginan reaktif manusia untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah dalam kehidupan (Indriantoro dan Supomo, 2002:3).
Tabel 1.1
Contoh Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan Masalah Tujuan
Bagaimanakah pemahaman
mahasiswa (ambil skripsi) tentang metodologi penelitian ?
Mengetahui pemahaman
mahasiswa (ambil skripsi) tentang metodologi penelitian Apakah terdapat pengaruh beasiswa
terhadap peningkatan IP mahasiswa di STIE Widya Manggala?
Mengetahui pengaruh
pemberian beasiswa terhadap peningkatan IP mahasiswa di
Motivasi Penelitian Bisnis:
Penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia
Penelitian merupakan kegiatan yang didorong oleh keinginan reaktif manusia untuk menjawab pertanyaan
STIE Widya Manggala
Adakah pengaruh gaya
kepemimpinan terhadap kinerja pegawai ?
Mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai.
Apakah terdapat perbadaan volume dan harga saham sebelum dan setelah stock Split?
Mengetahui perbedaan volume dan harga saham sebelum dan setelah stock split
Lain halnya menurut Jogiyanto (2004:23) tujuan riset adalah apa yang ingin dicapai dengan melakukan penelitiannya, secara umum dapat juga untuk mencapai sasaran penelitian dari isu riset yang terdiri dari:
1. Memecahkan masalah, cantoh isu yang berhubungan dengan permasalahan yang berdasarkan hasil penelitian akan diperbaiki untuk mencapai kesempatan yang akan dicapai:
Contoh :
a. Penerapan reward kehadiran dalam rangka peningkatan kinerja karyawan.
b. Balanced Score Card sebagai alternatif penilaian kinerja perusahaan.
c. Penerapan Just in Time dalam rangka penentuan harga pokok produk.
d. Activity Based Costing sebagai dasar penentuan tarif Rumah Sakit / Hotel X.
e. Rasio Keuangan Daerah sebagai Alat Penilaian Kinerja APBD di daerah Y.
Sasaran Penelitian:
Memecahkan masalah, menangkap opportunity, memverifikasi fenomena dengan teori yang ada.
2. Menangkap opportunity
3. Memferifikasi Fenomena dengan teori yang ada dan menemukan teori yang baru. Contoh pengujian suatu teori :
a. Pengaruh harga dan volume saham pada perusahaan yang melakukan Stock Split. b. Pengaruh Cash Flow dan Laba perusahaan
terhadap Kebijakan Pembagian Deviden. c. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Struktur
Modal Perusahaan X.
Selain itu penelitian dapat juga menemukan sebuah teori baru :
a. Pengaruh Right Issue disekitar terpilihnya Presiden OBAMA.
b. Pengaruh Pembagian Deviden sekitar peristiwa 27 Juli 1996
Hal yang paling utama dalam melakukan penelitian adalah isu riset, karena sistematika dijalankannya sebuah penelitian tergantung dari isu yang diangkat dan harus memperoleh penyelesaiannya baik melalui pelaksanaan hasil penelitian, penemuan kesempatan baru, ataupun untuk menemukan sebuah teori.
B.
Karakteristik Penelitian
Sumber : Indriantoro dan Supomo (2002:4)
Gambar 1.1
Bagan Karakteristik Penelitian
Berdasarkan gambar di atas, tujuan penelitian merupakan salah satu dari tiga karakteristik penelitian yang dikemukakan oleh Murdick (Indriantoro dan Supomo, 2002:3) Karakteristik Penelitian dibagi 3,yaitu :
1. Tujuan penelitian berdasarkan Indriantoro dan Supomo (2002:3), dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Untuk mengembangkan pengetahuan.
Pengembangan pengetahuan dalam penelitian bisnis merupakan tujuan jangka panjang, yaitu tujuan yang tidak berhubungan langsung dengan permasalahn yang harus dipecahkan atau dijawab dalam sebuah penelitian.
Karateristik Penelitian METODE-METODE PENELITIAN HUBUNGAN PENELITIAN & ILMU PENGEMBANGAN PENGETAHUAN PEMECAHAN MASALAH KARATERISTIK PENELITIAN TUJUAN PENELITIAN
b. Untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian.
Tujuan yang kedua ini berkaitan dengan keputusan jangka pendek yang harus diambil dalam pemecahan masalah yang ada.
2. Metode-Metode Penelitian
Berdasarkan definisi penelitian yang merupakan usaha penyelidikan yang sistematis dan teroganisir. Sistematis dan terorganisasi merupakan cara-cara yang diatur dengan baik (metode-metode) untuk mencapai tujuan penelitian. Metodologi penelitian berisi mengenai ketentuan-ketentuan tentang metode yang berguna dalam penelitian.
3. Penelitian dan Ilmu
Penelitian adalah kegiatan mengembangkan pengetahuan. Ilmu sendiri merupakan bagian pengetahuan yang memiliki kriteria-ktiteria. Sehingga, penelitian memiliki hubungan yang erat dengan ilmu. Penelitian merupakan operasionalisasi dari metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah yang dikenal dengan metode ilmiah.
C.
Metode Ilmiah
Metode penelitian menurut Jogiyanto (2002:4) merupakan prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Indriantoro dan Supomo (2002: 4) juga menjelaskan hal yang serupa, bahwa penelitian terkait dengan pengembangan
Metode Penelitian:
Merupakan prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh
ilmu. Dalam metode ilmiah, disamping aspek motivasi, tujuan dan definisi penelitian, dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai hakekat penelitian. Metode ilmiah merupakan prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu. Pengetahuan tidak semuanya ilmu, karena ilmu merupakan pengatahuan yang memiliki kriteria tetentu. Cara untuk memperoleh pengetahuan dalam kajian filsafati dikenal dengan istilah epistemologi (filsafat pengetahuan).
Metode ilmiah dengan demikian adalah epistemologi ilmu yang mengkaji sumber-sumber untuk memperoleh pengetahuan yang benar. Fokus pembahasan metode ilmiah disini diarahkan untuk memahami hakekat penelitian sebagai operasionalisasi dari prosedur-prosedur tertentu memperoleh pengetahuan ilmiah.
Dalam pembahasan metode ilmiah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Karakteristik ilmu
Seseorang dalam bersikap dan bertindak diperlukan proses melihat, mendengar, merasa, dan berpikir. Ketiga proses tersebut merupakan dasar dari suatu pengetahuan. Indriantoro dan Supomo (2002: 5) mengemukakan jika ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang memberikan penjelasan mengenai fakta atau fenomena alam (fakta yang benar atau pada umumnya dinilai benar). Pengetahuan yang terkandung
Dalam Pembahasan Metode Ilmiah Karakteristik Ilmu Perlu Diperhatikan
dalam ilmu dinilai sebagai pengetahuan yang benar untuk menjawab masalah-masalah dalam kehidupan manusia.
Ilmu sebagai sumber kebenaran adalah pengetahuan yang memiliki kriteria tertentu. Kriterianya pengetahuan yang dapat dikategorikan sebagai ilmu, jika memiliki kriteria yang rasional dan teruji.
Pengetahuan yang rasional merupakan suatu pengetahuan yang dirancang menggunakan pola pikir yang logis atau masuk akal. Pengetahuan rasional sering disebut juga pengetahuan yang menggunakan penalaran. Adanya unsur logika atau penalaran tersebut maka dalam pengetahuan rasional dalam mengambil kesimpulan menggunakan logika atau penalaran.
Ilmu dijadikan sumber kebenaran dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan. Namun kebenaran ilmu tidaklah mutlak, akan tetapi bersifat relatif. Hal ini, tergantung pola pikir yang digunakan ilmu untuk menyusun pengetahuannya. Pengetahuan yang berdasarkan logika bisa saja benar untuk logika tertentu namun belum tentu benar pada logika yang lainnya.
Pengetahuan yang teruji adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan fakta. Fakta didapat dari kejadian-kejadian atau pengalaman yang dialami oleh manusia. Kriteria ilmu dengan demikian, merupakan pengetahuan yang diperoleh secara empiris atau
pengalaman hidup manusia. Pengetahuan yang teuji secara empiris memberikan batasan pada ilmu sebagai pengetahuan yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.
Kedua kriteria tersebut merupakan dasar utama untuk menentukan kesahihan (validitas) dan keandalan ilmu sebagai sumber kebenaran. Pasalnya, ilmu harus disusun dari penalaran yang di dukung oleh fakta empiris. Pengetahuan hanya berdasarkan penalaran saja tanpa adanya fakta empiris, menjadikan ilmu sebagai sumber yang kurang valid dan kurang andal. Hal itu menjadikan pengetahuan kurang memadai dalam menjelaskan dan memprediksi fakta, untuk itu fungsi utama ilmu adalah memberikan penjelasan tentang fakta atau fenomena alam secara rasional yang di dukung oleh fakta atau fenomena yang dijelaskan.
2. Rasiaonalisme dan Empirisme
Metodologi Penelitian yaitu cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu dilandasi oleh metode keilmuan (gabungan antara pendekatan rasional dan empiris).
Pendekatan rasional memberikan kerangka berpikir yang koheren dan logis.
Pendekatan empiris memberikan kerangka pengujian dalam memastikan suatu kebenaran.
Cara ilmiah:
– Data obyektif : Semua orang memberi penafsiran yang sama. Rasionalisme Dan Empirisme Perlu Diperhatikan Dalam Pembahasan Metode Ilmiah
– Data valid : Ada ketepatan antara penelitian dan sesungguhnya.
– Data reliable : Data konsisten sepanjang waktu. METODE ?
PENELITIAN ?
METODE PENELITIAN PADA DASARNYA
MERUPAKAN CARA ILMIAH UNTUK
MENDAPATKAN INFORMASI DENGAN
TUJUAN DAN KEGUNAAN TERTENTU
CARA ILMIAH DIDASARKAN PADA CIRI-CIRI KEILMUAN:
– RASIONAL – EMPIRIS
– SISTEMATIS
Ciri – Ciri Keilmuwan
a. Empirisisme: Observasi/ pengamatan dan proposisi berdasar pada pengalaman dengan menggunakan metoda inductive logic, termasuk matematik dan statistik. Empiris berusaha mendiskripsi, menjelaskan, dan memprediksi informasi faktual yang diperoleh melalui observasi
b. Rasionalisme: Sumber utama pengetahuan adalah penalaran (reasoning dan judgment). Pengetahuan dideduksi dari kebenaran dan hukum alam. Karena hukum alam mengatur semesta secara logik.
c. Sistematis : Sesuai prosedur tertentu/ terstruktur, tidak ruwet, dan terorganisasi berdasar satu atau lebih teori sentral dan sejumlah prinsip umum
3. Pengembangan Ilmu dan Penelitian
Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang rasional dan teruji yang menjelaskan (dan memprediksi) fenomena-fenomena alam. Penjelasan atau keterangan mengenai fenomena alam disebut teori. Ilmu yang demikian merupakan pengetahuan teoritis yang memberi penjelasan atau keterangan mengenai fenomena-fenomena alam.
Aspek utama dalam proses pengembangan ilmu, yaitu : 1. Penyusunan konstruksi.
2. Pengujian, verifikasi atau evaluasi terhadap kontruksi teori
Kedua aspek tersebut saling berhubungan satu sama lain, pasalnya proses pengembangan ilmu berdasarkan pada konstruk teori yang disusun secara bertahap melalui proses pengujian atau verifikasi.
Fakta dalam kehidupan alam, tidak bersifat stastis melainkan dinamis yaitu berubah sesuai dengan berjalannya waktu. Ilmu, yang demikian selalu dikembangakan sesuai dengan perubahan-perubahan pada fenomena alam yang dijelaskannya. Ilmu yang tidak dikembangkan akan menjadi pengetahuan teoritis yang tidak sesuai dengan fakta yang mengalami perubahan. Kemungkinan yang terjadi, ilmu yang tidak dikembangkan akan menjadi teori yang usang yang tidak relevan lagi, sehinga teori tersebut ditinggalkan oleh penggunanya (manusia).
Pengembangan Ilmu Dan Penelitian Perlu Diperhatikan Dalam Pembahasan Ilmiah
Untuk itu perlu adanya evaluasi terhadap ilmu, apakah ilmu tersebut masih relevankah dengan fenomena yang telah berubah, adalah salah satu cara untuk menjaga kebenaran suatu pengetahuan. Caranya adalah dengan rekontruksi teori, ini merupakan proses pengembangan ilmu yang meliputi penyusunan dan pengujian terhadap konstruksi teori secara operasional dilakukan melalui penelitian-penelitian. Pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan menguji kesesuaian antar teori-teori yang ada dengan fakta yang dijelaskannya.
Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan jika penelitian adalah operasionalisasi dari proses pengembangan ilmu. Penelitian sebelumnya, hendaknya diperbaiki oleh hasil penelitian-penelitian baru. Sehingga ada jalinan yang erat antara penelitian dengan ilmu. Penelitian secara bertahap dan berkelanjutan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu melalui penyusunan pengujian kontruksi teori.
D.
Proses Penelitian
Penelitian merupakan proses untuk mengembangkan pengetahuan dan menjawab suatu masalah memerlukan beberapa persyaratan. Indriantoro dan Supomo (2002:8) mengemukakan persyaratan – persyaratan tersebut, antara lain sebagai berikut:
Proses Penelitian: Penelitian merupakan proses untuk mengembangkan pengetahuan dan menjawab suatu masalah
1. Merupakan penyelidikan sistematis terhadap masalah tertentu.
2. Menggunakan metode ilmiah.
3. Mengumpulkan bukti yang cukup dan representatif sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
4. Menggunakan penalaran logis dan tidak memihak (bias) dalam menarik kesimpulan.
Untuk lebih jelas mengenai alur proses penelitian, perhatikan gambar 2.1 berikut ini:
Sumber: Indriantoro dan Supomo (2002 : 9)
Gambar 1.2 Bagan Proses Penelitian
Masalah / Pertanyaan Penelitian Kerangka Teoretis Pengujian Fakta Kesimpulan Hipotesis Hasil
Penjelasan mengenai gambar bagan di atas : 1. Masalah Penelitian
Penelitian dapat dikaji sebagai proses yang mencakup penemuan masalah (Problem finding) dan pemecahan masalah (problem solving). Tahap yang paling sulit dan krusial dalam penelitian adalah tahap penemuan masalah, pasalnya tujuan utama penelitian adalah menjawab masalah penelitian, jadi suatu penelitian menjadi kurang baik jika perumusan masalah kurang jelas. Proses penemuan masalah mencakup tahap-tahap antara lain : identifikasi bidang permasalahan, pemilihan atau penentuan pokok masalah dan perumusan masalah atau pertanyaan penelitian. Rumusan permasalahan atau pertanyaan penelitian akan mempengaruhi pelaksanaan tahap selanjutnya dalam proses penelitian. Konsep-konsep teoretis yang telaah harus relevan dengan rumusan masalah yang diteliti. Rumusan masalah juga menjadi pertimbangan dalam memilih metode-metode pengujian fakta. Proses tersebut disebut juga dengan strategi penelitian,sehingga strategi penelitian adalah pendekatan yang digunakan peneliti untuk menjawab masalah penelitian. 2. Kerangka Teoretis
Sebutan lain kerangka teoretis antara lain kajian teoretis, telaah teoretis, atau landasan teoretis adalah tahap dalam proses penelitian yang
Masalah Penelitian
bertujuan untuk menyususn kerangka teoretis yang menjadi dasar untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian. Dalam tahap tersebut diperlukan teori-teori untuk menjelaskan fakta yang diteliti, jika menginkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumber-sumber kebenaran.
Pada tahap kerangka teoretis merupakan bagian prises penelitian yang memberikan jawaban masalah penelitian secara rasional atau berdasarkan penalaran. Dalam metode ilmiah kerangka teoretis adalah tahap penelitian yang menguji terpenuhinya kriteria pengetahuan rasional.
Proses pada tahap ini memerlukan elaborasi pengetahuan-pengetahuan teoretis yang relevan dengan masalah penelitian. Teori-teori yang dikaji berasal dari literatur, diantaranya adalah berupa
hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Jawaban masalah atau pertanyaan-pertanyaan penelitian dari proses kerangka teoretis merupakan dugaan-dugaan yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yang disebut hipotesis yang perlu diuji kebenarannya.
Proses penelitian yang mengembangkan hipotesis melalui kerangka teoretis merupakan tipe penelitian yang bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis (hypotheses testing). Pengujian teori atau hipotesis yang menggunakan fakta ini merupakan proses pengembangan teori atau limu yang menggunakan pendekatan deduktif. Tipe
penelitian ini menggunakan hipotesis untuk pedoman atau arahan sebagai menentukan metode-metode penelitian yang digunakan dalam pengujian fakta. Penelitian, semacam ini banyak dibahas dalam buku-buku metodelogi penelitian yang dikenal dengan pendekatan hypotetico-deductive. 3. Pengujian Fakta
Pengujian fakta atau pengujian data merupakan tahap dalam proses penelitian yang secara garis besar terdiri atas proses: pemilihan, pengumpulan dan analisis fakta yang terkait dengan masalah yang diteliti. Data adalah sekumpulan fakta yang diperoleh melalui pengamatan (observasi) langsung atau survei. Pengujian fakta pada dasarnya bertujuan untuk memilih, mengumpulkan dan menganalisis data, yang hasilnya digunakan sebagai dasar (bukti) yang cukup mewakili atau representatif untuk menyusun kesimpula penelitian. Kajian proses pengujian data atau fakta tersebut disebut dengan desain penelitian/ desain riset, yaitu prosedur-prosedur yang digunakan oleh peneliti dalam pemilihan, pengumpulan, dan analisis data secara keseluruhan.
Pemilihan data adalah bagian dari proses pengujian fakta atau data yang berkaitan dengan penentuan jumlah dan jenis data yang diteliti. Penelitian pada hakekatnya menggunakan seluruh data yang ada (populasi) namun karena berbagai
Pengujian Fakta
hal, penelitian dapat menggunakan sebagian data (sampel). Beberapa alasan dan teknik yang dapat digunakan oleh peneliti dalam pemilihan sampel. Karakteristik sampel yang dipilih untuk di uji harus representatif dengan karakteristik populasi yang diwakilinya.
Pengumpulan data, bagian dari proses pengujian data yang berkaitan dengan sumber dan cara untuk memperoleh data penelitian. Banyak metode yang dapat digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data, namun secara garis besarnya antara lain adalah observasi dan survei.
Analisis Data, merupakan bagian proses pengujian data yang hasilnya digunakan sebagai bukti yang memadai untuk menarik kesimpulan penelitian. Untuk mendapatkan hasil yang menyakinkan, secara umum peneliti menggunakan teknik statistik untuk menganalisis data penelitian. Pemilihan teknik statistik ini disesuaikan dengan konteks jawaban atau pemecahan masalah yang diinginkan dalam penelitian.
Rentetan hasil proses pengujian fakta ini, dimaksudkan untuk menguji hipotesis dapat juga digunakan untuk mengembangkan hipotesis. Pengembangan hipotesis melalui pengujian fakta merupakan proses pengembangan ilmu atau teori yang menggunakan pendekatan induktif.
Pengujian fakta adalah bagian dari proses
penelitian yang menguji terpenihinya kriteria pengetahuan yang teruji, hal ini sesuai dengan ketentuan dalam metode ilmiah.
4. Kesimpulan
Kesimpulan adalah hasil penelitian yang memberikan umpan balik (feed-back) pada masalah atau pertanyaan penelitian. Sesuai
dengan tujuan penelitian, yaitu
mengembangkan ilmu dan pemecahan masalah. Kesimpulan penelitian yang lebih menekankan pada pengembangan ilmu kemungkinan dapat berupa, sebagai berikut:
a) Dukungan atau penolakan terhadap hipotesis penelitian yang dikembangkan dari kerangka teoretis, atau.
b) Pengungkapan fakta yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan teori atau hipotesis.
Kesimpulan dari tipe penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah berupa informasi mengenai solusi masalah yang bermanfaat sebagai dasar pembuatan keputusan.
E.
Paradigma Penelitian
Penelitian selama ini dikategorikan dalam dua paradigma , yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif (Indriyantoro dan Supomo, 2002:70). Ada
perbedaan prinsip diantara keduanya. Perbedaan itu juga menyangkut tujuan penelitian.
Penelitian kuantitatif memiliki tujuan untuk menguji atau verifikasi sebuah teori, meletakkan teori pada kedudukan deduktif menjadi landasan dalam penemuan dan pemecahan masalah penelitian. Dalam paradigma kuantitatif teori digunakan sebagai landasan pada perumusan masalah, pengembangan hipotesis, pengujian data dan pembuatan kesimpulan. Pada tahap akhir suatu penelitian, yaitu tahap penyimpulan penelitian, teori akan direfleksikan apakah hasil penelitian merupakan dukungan atau penolakan suatu teori. Penelitian kuantitatif biasanya didahului adanya fenomena realita penerapan teori yang tidak konsisten di lapangan. Pada satu bidang atau satu industri mungkin aplikasi suatu teori dapat berbeda dengan aplikasi teori pada bidang/ industri lainnya. Sedemikian pentingnya teori dalam paradigma penelitian kuantitatif.
Penelitian kualitatif memiliki tujuan yang berbeda dengan paradigma penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menyusun teori, serta memandang teori sebagai hasil proses induksi dari pengamatan terhadap fakta (pengumpulan informasi). Teori merupakan puncak/hasil penelitian kualitatif yang disusun dari pengumpulan data, kategorisasi data dan pengembangan pola atau susunan (pattern) teori (indriyantoro dan Supomo, 2002:71)
Pendekatan Deduktif:
Tipe penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis melalui validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaan tertentu
Teori dikembangkan berdasar dua aspek yaitu pengujian dan penyusunan konstruksi teori. Aspek tersebut menciptakan paradigma dalam proses pengembangan teori, yaitu pendekatan deduktif dan pendekatan induktif. Penelitian deduktif adalah tipe penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis melalui validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaan tertentu. Pendekatan deduktif merupakan operasionalisasi dari proses pengembangan teori dengan penekanan pada pengujian konstruksi teori. Dengan pendekatan ini, maka penelitian yang dilakukan akan digunakan untuk membuktikan apakah sebuah teori dapat konsisten diterapkan pada seting, tempat dan waktu yang berbeda. Pendekatan induktif
merupakan tipe penelitian yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta. Penelitian induktif merupakan proses penyusunan teori yang berdasar pada pengamatan atas fakta/ fenomena. Dengan pendekatan teori ini, penelitian dilakukan untuk menemukan sebuah konstruksi teori. Pendekatan deduktif dan pendekatan induktif masing-masing merupakan karakteristik utama dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Untuk lebih jelasnya mengenai dua paradigma tersebut, dapat kita lihat pada gambar 1.3 berikut.
Pendekatan Induktif:
Tipe penelitian yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta
Sumber : Indriyantoro dan Supomo (2002:72) Gambar 1.3
Penelitian Deduktif dalam Paradiga kuantitatif
Peneliti menguji konstruksi teori
Peneliti menguji hipotesis/pertanyaan penelitian yang
diperoleh dari teori
Peneliti mengopersionalisasikan
konsep (
construct
) atau variable –
variabel yang diperopleh dari teori
Peneliti menggunakan instrumen
untuk mengukur variable dalam teori
Sumber : Indriyantoro dan Supomo (2002: 73) Gambar 1.4
Penelitian Induktif dalam Paradigma Kualitatif
Lebih jauh pembahasan cara berpikir deduktif dan induktif, sebagai berikut :
Jawaban atas persoalan dapat ditemukan dengan proses deduksi, induksi atau dengan kombinasi keduanya. Deduksi adalah proses dimana kita tiba pada suatu
kesimpulan beralasan melalui generalisasi logis dari
Peneliti menyusun konstruksi teori atau
membandingkan teori dengan teori lain
Peneliti mencari teori- teori
Peneliti membentuk kategori-kategori
Peneliti menjawab pertanyaan-pertanyaan
sebuah fakta yang diketahui. Misalnya, kita mengetahui bahwa semua orang yang berkinerja tinggi adalah sangat menguasai pekerjaan mereka.
Atau deduksi adalah proses menarik kesimpulan dari analisis logis dari sebuah fakta yang meyakinkan. Induksi adalah membuat preposisi umum secara logis
berdasarkan fakta atas fenomena yang diamati.
F.
Kriteria Penelitian Ilmiah
Kriteria penelitian ilmiah yang baik antara lain : 1. Menyatakan tujuan secara jelas
Penelitian yang baik adalah penelitian yang menyatakan tujuan dengan jelas, pasalnya tujuan merupakan bagian untuk menjawab suatu masalah atau pertanyaan. Untuk itu suatu permasalahan harus dinyatakan secara jelas agar mudah menyatakan tujuan penelitian, proses selanjutnya difokuskan pada usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh peneliti.
2. Menggunakan landasan teoretis dan metode pengujian data yang relevan
Penelitian ilmiah menggunakan teori-teori yang baik dan ketat sebagai landasan untuk menjawab permasalahan atau pertanyaan penelitian. Selain itu juga memerlukan penerapan metode pemilihan, pengumpulan dan analisis data yang sesuai untuk menjawab masalah yang diteliti.
8 Hal Yang Merupakan Kriterian
3. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari kerangka teoretis atau berdasarkan pengungkapan data Penelitian ilmiah dengan pendekatan deduktif mengembangkan hipotesis-hipotesis melalui kerangka teoretis yang harus dapat diuji dengan data yang dikumpulkan. Sedangkan pendekatan induktif mengembangkan hipotesis melalui pengungkapan data yang diteliti.
4. Memiliki kemampuan untuk diuji ulang (replikasi) Sesuai dalam pembahasan, metode ilmiah dilakukan secara bertahap melalui pengujian-pengujian, hal ini dimaksudkan menilai penelitian untuk dilakukan pengujian ulang (direplikasi) oleh penelitian-penelitian berikutnya (replicability).
5. Memilih data dengan presisi dan sehingga hasilnya dipercaya
Data yang digunakan dalam penelitian umumnya data sebagian dari populasi (sampel). Untuk itu diperlukan teknik pengambilan sampel sehingga sampel yang dipilih dapat mewakili semua data populasi. Jadi kesimpulan yang dihasilkan dapat akurat, dapat dipercaya (confidence) dan andal.
6. Menarik kesimpulan secara obyektif
Pengumpulan data atau bukti yang cukup dan representatif sebagai dasar untuk menarik kesimpulan dengan menggunakan penalaran logis dan obyektif atau tidak memihak. Obyektivitas merupakan asumsi yang berlaku pada paradigma penelitian kuantitatif.
7. Melaporkan hasilnya secara parsimony
Pelaporan hasil penelitian sebaiknya dibuat simpel atau parsimony. Penyajian laporan yang sederhana bukan berarti mengurangi penjelasan yang penting atau faktor – faktor yang mempengaruhi masalah tersebut. Namun penjelasan yang berlebihan ditakutkan membaurkan masalah dan argumentasi ilmiah yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian.
8. Temuan peneliti dapat digeneralisasi
Temuan ilmiah juga diupayakan dapat digeneralisasi, dalam artian bahwa hasil penelitian dapat diterapkan atau diaplikasikan pada lingkup yang lebih luas, pasalanya akan semakin meningkatkan kontribusi dari temuan tersebut terhadap pengembangan teori atau praktek.
Hal serupa juga diungkapkan olah Uma Sekaran (1992), mengenai Karakteristik Utama Penelitian Ilmiah :
1. Memiliki tujuan yang jelas, berdasarkan pada permasalahan tepat.
2. Menggunakan landasan teori yang tepat dan metode penelitian yang cermat dan teliti.
3. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji.
4. Dapat didukung (diulang) dengan menggunakan riset-riset yang lain, sehingga dapat diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya .
5. Memiliki tingkat ketepatan dan kepercayaan yang tinggi
6. Bersifat obyektif, artinya kesimpulan yang ditarik harus benar-benar berdasarkan data yang diperoleh
dilapangan
7. Dapat digeneralisasikan, artinya hasil penelitian dapat diterapkan pada lingkup yang lebih luas
8. Efisien: kerangka penelitian yang melibatkan sedikit variabel yang dapat menjelaskan suatu kejadian
RINGKASAN
Penelitian merupakan ketertarikan seseorang pada sesuatu yang ada di sekitar lingkungannya, mengenai fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian mengenai fakta atau fenomena adalah bagian awal dari penelitian yang nantinya menimbulkan maslaha atau pertanyaan. Penelitian merupakan penyelidikan yang sistematis dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk menjawab pertanyaan atau masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.
3 faktor karakteristik penelitian yaitu tujuan penelitian, metode-metode penelitian, dan hubungan penelitian denga ilmu. Selain aspek motivasi dan tujuan, dalam penelitian juga membutuhkan aspek metodologi penelitian sebagai pengetahuan yang mengkaji ketentuan yang berlaku dalam metode-metode penelitian. Penelitian berhubungan erat dengan ilmu, pasalnya penelitian merupakan operasionalisasi dari metode pengembangan pengetahuan yang disebut ilmu (metode ilmiah)
Hubungan peneliti dengan ilmu dapat dikaji dari proses penyusunan dan pengujian kontruksi ilmu. Penelitian adalah proses pengembangan ilmu yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Penyusunan kontruksi ini digunakan untuk menguji konsistensi dengan ilmu-ilmu sebelumnya dan secara komulatif mengembangkannya dari pengujian –pengujian penalaran dengan fakta yang ada.
Penelitian secara keseluruhan merupakan proses untuk menemukan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Penemuan masalah dilakukan dengan cara : pengidentifikasian permasalahan dan perumusan masalah. Pemecahan masalah mencakup dua dimensi utama yaitu kerangka teoretis dan pengujian fakta. Dua dimensi pengujian tersebut adalah dasar untuk menarik kesimpulan hasil penelitian.
Kerangka teoretis dalam penelitian dibagi menjadi dua paradigma, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Paradigma penelitian berpengaruh pada cara pandang peneliti terhadap fakta dan memahami permasalahan, perlakuan terhadap ilmu untuk menjawab masalah-masalah penelitian. Yang membedakan penelitian kuantitatif dan kualitatif adalah asumsi-asumsi yang mempengaruhi penerapan strategi dan desain penelitian pada masing-masing paradigma penelitian.
Aspek utama untuk melihat apakah penelitian ilmiah itu baik adalah melihat dari : (1) Menyatakan tujuan secara jelas (2) Menggunakan landasan teoretis dan metode pengujian data yang relevan (3) Mengembangkan hipotesis
yang dapat diuji dari kerangka teoretis atau berdasarkan pengungkapan data (4) Memiliki kemampuan untuk diuji ulang (replikasi) (5) Memilih data dengan presisi dan sehingga hasilnya dipercaya (6) Menarik kesimpulan secara obyektif (7) Melaporkan hasilnya secara parsimony (8)Temuan peneliti dapat digeneralisasi.
BAB 2
LINGKUP DAN KLASIFIKASI
PENELITIAN BISNIS
Oleh
Nurdhiana, SE, MSi
Dan Yenni Kuntari, SE, MSi, Akt
A.
Penelitian Bisnis
Penelitian bisnis merupakan proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan objektif untuk membantu pembuatan keputusan-keputusan bisnis (Indriantoro dan Supomo, 2002: 20). Perbedaan penelitian bisnis dengan penelitian lainnya terdapat pada sifat dan fakta yang diuji. Fakta penelitian bisnis adalah bagian dari manusia dan usahanya dalam meningkatkan kesejahteraan.
Perkembangan zaman yang semakin mendorong beriringan pula dengan perkembangan penelitian bisnis. Oleh sebab itu banyak hal baru yang harus dipecahkan permasalahannya untuk menghadapi tuntutan perkem-bangan zaman, khususnya dalam dunia bisnis. Misalnya dalam sebuah organisasi, para manajer atau secara kolektif disebut menajemen memerlukan informasi yang valid dan andal untuk mendukung pembuatan keputusan. Informasi itu digunakan untuk mengurangai ketidakpastian. Semakin banyak dan baik informasi yang diperoleh akan semakin cepat dan relefan untuk mengatasi masalah yang dihadapi
Penelitian Bisnis:
Merupakan proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan objektif untuk membantu pembuatan keputusan-keputusan bisnis
dalam dunia bisnis. Fungsi utama manajemen sebagai pembuat keputusan dan fungsi penyedia informasi (keuangan) oleh akuntansi, merupakan fungsi yang memegang peranan penting dalam organisasi bisnis dalam memperoleh keunggulan bersaing. Kunci keunggulan bersaing terletak pada keunggulan informasi. Kebutuhan akan informasi yang valid dan andal merupakan kebutuhan dasar manajemen, mendorong perkembangan dan kebutuhan penelitian bisnis, termasuk diantaranya adalah penelitian manajemen dan akuntansi.
Lingkup Penelitian Manajemen
Penelitian menejemen berada pada lingkup bidang-bidang seperti: bisnis umum, pemasaran, keuangan (finance), manajemen dan perilaku organisasi dan manajemen sumber daya manusia. Berikut ini adalah beberapa contoh judul dalam penelitian manajemen : a. Potret Evektivitas Organisasi Publik
b. Work ethos and Organizational Climate Indonesia Imigration Service Case
c. Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kepemimpinan Transaksional terhadap Organisasi Pembelajaran
d. Pengaruh Modal Social pada Kinerja Anggota Organisasi (Kasus untuk Kayawana Setingkat Staf pada sebuah Perusahaan Otomotif di Jateng)
e. Organizational City Zenskip Behavior (OCH) Anteseden dan Dampaknya bagi Organisasi
f. Struktur Organisasi agar Efektif
Lingkup Penelitian Manajemen
g. Pengaruh Organisasi terhadap Prestasi Kerja
h. Pengaruh Pembelajaran Organisasi terhadap Orientasi Pasar dan Dampaknya terhadap Kinerja Organisasi. i. Analisis Pengaruh Gender, Kepuasan Kerja dan
Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan
j. Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen,
Desentralisasi, dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kinerja Manajerial pada PT X
k. Analisis Sistem Antrian Bank ...sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi Pelayanan
l. Penjadwalan Proyek Pembangunan dengan Metode PERT di....
m. Evaluasi Tata Letak Pabrik pada PT...
n. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Motivasi Kerja
Lingkup Penelitian Akuntansi
Lingkup penelitian akuntansi antara lain dalam bidang: akuntansi keuangan, pasar modal, akuntansi manajemen, auditing, sistem informasi akuntansi dan perpajakan.Berikut ini adalah beberapa contoh judul dalam penelitian akuntansi:
a) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Auditor pada Badan Pengawas Daerah Kota Semarang. b) Analisis Faktor-Faktor yang memotivasi Perencanaan
Pajak oleh Wajib Pajak Orang Pribadi di Kel….
c) Pengaruh Kemampuan dan Motivasi terhadap Kinerja Akuntan pada KAP X
Lingkup Penelitian Akuntansi
d) Evaluasi Kualitas Pelayanan Account Representative terhadap Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang Timur.
e) Pengaruh Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan bagian Akuntansi pada PT...
B.
Klasifikasi Penelitian Bisnis
Penelitian berdasarkan sudut pandang dapat diklasifikasikan, sebagai berikut:
1. Menurut tujuan penelitian 2. Menurut karakteristik masalah 3. Menurut jenis data
1. Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian dapat diklasifikasikan, menjadi:
a) Penelitian dasar, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan teori.
b) Penelitian terapan, yaitu penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah.
Penelitian Dasar, merupakan tipe penelitian yang berkaitan juga dengan pemecahan persoalan, namun dalam pengertian yang berbeda, yaitu berupa persoalan yang berifat teoritis sehingga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap penentuan kebijakan, tindakan atau kinerja tertentu. Tujuannya untuk pengembangan dan evaluasi konsep-konsep teoretis. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori.
Kasifikasi Penelitian Berdasarkan Sudut
Penelitian dasar, berdasarkan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan teori dapat diklasifikasikan, yaitu :
Penelitian deduktif adalah tipe penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis melalui validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaan tertentu. Pendekatan deduktif merupakan operasionalisasi dari proses pengembangan teori dengan penekanan pada pengujian konstruksi teori. Dengan pendekatan ini, maka penelitian yang dilakukan akan digunakan untuk membuktikan apakah sebuah teori dapat konsisten diterapkan pada seting, tempat dan waktu yang berbeda.
Pendekatan induktif merupakan tipe penelitian yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta. Penelitian induktif merupakan proses penyusunan teori yang berdasar pada pengamatan atas fakta/fenomena. Dengan pendekatan teori ini, penelitian dilakukan untuk menemukan sebuah konstruksi teori. Pendekatan deduktif dan pendekatan induktif masing-masing merupakan karakteristik utama dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1 dan 2.2, berikut ini :
Penelitian Dasar:
Pemecahan persoalan yang bersifat teoretis sehingga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap penentuan kebijakan
Gambar 2.1 Penelitian Deduktif
Gambar 2.2 Penelitian Induktif
Penelitian Terapan, merupakan tipe penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah-masalah praktis. Penelitian ini digunakan untuk menjawab masalah spesifik mengenai keputusan, tindakan, kebijakan tertentu. Temuan hasilnya biasanya dipakai dalam menjawab permasalahan pragmatis. Masalah praktis ini umumnya berkaitan dengan masalah suatu organisasi bisnis yang segera untuk dipecahkan masalahnya atau pun untuk organisasi bisnis yang perlu dilakukan pembenahan. Penelitian Terapan dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu:
Penelitian Evaluasi, yaitu penelitian yang digunakan untuk mendukung pemilihan terhadap beberapa alternatif tindakan dalam proses pembuatan keputusan bisnis.
Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk baru atau pengembangan proses untuk mengembangkan produk.
Penelitian Tindakan/Aksi, yaitu bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan atau pendekatan baru dan memecahkan masalah tertentu. masalah yang diteliti umumnya merupakan masalah praktis dan relevan dengan kondisi aktual lingkungan kerja.
2. Berdasarkan Karakteristik Masalah, penelitian dapat diklasifikasikan menjadi 6 yaitu: penelitian historis, penelitian deskriptif, studi kasus atau
Penelitian Terapan: Penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah-masalah praktis Penelitian Berdasarkan Karakteristik Masalah
lapangan, penelitian korelasional, penelitian kausal-komparatif, penelitian eksperimen.
1) Penelitian Historis : Peneltian terhadap masalah yang berkaitan dengan fenomena masa lalu (historis).
2) Penelitian Deskriptif : Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
3) Studi Kasus : Mempelajari secara intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit yang menjadi subjek, tujuannya memberikan gambaran secara detail tentang latar belakang, sifat, karakteristik yang khas dari kasus, yang kemudian dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Hasilnya merupakan suatu generalisasi dari pola-pola kasus yang tipikal. Ruang lingkupnya bisa bagian/ segmen, atau keseluruhan siklus /aspek. Penelitian ini lebih ditekankan kepada pengkajian variabel yang cukup banyak pada jumlah unit yang kecil. Penelitian kasus menurut Arikunto (2002:120) adalah suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tehadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Ditinjau
dari wilayahnya, penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subjek yang sangat sempit, tapi jika ditinjau dari sifat penelitiannya lebih mendalam dalam melakukan analisa.
Penelitian kasus berbeda dengan penelitian populasi maupun penelitian sampel, karena penelitian kasus, hasil penelitiaanya atau kesimpulannya hanya berlaku untuk daerah yang diteliti itu saja.
Studi kasus meliputi analisis kontekstual dan mendalam terhadap hal yang berkaitan dengan situasi dalam suatu tempat, dan studi kasus jarang sekali digunakan dalam pemecahan masalah dalam perusahaan, karena penemuan suatu masalah yang sama kemudian dibandingkan dalam suatu kurun waktu yang berbeda adalah sulit, tapi analisa studi kasus yang bersifat kualitatif sangat berguna dalam mengambil solusi pemecahan masalah terbaru berdasarkan pengalaman pemecahan masalah dimasa lampau. Kondisi ini bermanfaat nuntuk mempelajari suatu fenomena dan memahaminya, yang akhirnya mampu menemukan teori yang nantinya akan menjadi bahan pengujian empiris berikutnya.
Studi kasus pada umumnya bersifat kualitatif dan kadang-kadang digunakan sebagai alat pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Metode kasus bisa dalam studi eksploratif, yang
memerlukan pengujian lebih lanjut atau sekedar studi deskriptif, yang terletak pada hasil akhirnya.
Contoh Penelitian Populasi:
Pengaruh Pemberian Beasiswa terhadap
Prestasi Belajar Mahasiswa se Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah.(Peneliti mengumpulkan data mahasiswa yang menerima beasiswa se Jawa Tengah)
Contoh Penelitian Sampel:
(Berhubung keterbatasan dana dan waktu peneliti dalam mengumpulkan data mahasiswa yang menerima beasiswa se Jawa Tengah maka mengambil beberapa data dari beberapa PTS se Jawa Tengah yang nantinya bisa mewakili seluruh mahasiswa penerima beasiswa se Jawa Tengah) Contoh Studi Kasus:
(Berhubung peneliti hanya ingin mengetahui pengaruh pemberian beasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa hanya di STIE Widya Manggala maka dalam mengumpulkan data mahasiswa yang menerima beasiswa hanya di STIE Widya Manggala saja )
4) Penelitian Korelasional (Asosiasi), Jika terdapat banyak variabel independent yang menjelaskan atau mempengaruhi variabilitas suatu variabel dependen maka tipe hubungan antar variabel yang
paling mungkin adalah hubungan korelasional (Asosiasi).
Menurut Arikunto (2010:239) penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu.
Koefisein korelasi adalah suatu alat statistik, yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antar variabel. Dalam beberapa hal, riset korelasi memang sama dengan riset komparasi secara akibat (causal comparative study), dan kenyataannya koefisien korelasi biasanya dapat dihitung dari kemanfaatan menjelaskan studi komparasi sebab-akibat.
Perbedaan antara riset komparasi sebab-akibat dengan riset korelasi adalah sebagai berikut (Arikunto, 2010:239):
1. Dalam riset komparasi, dua kelompok individu yang pada umumnya sama. Dipilih karena kedua kelompok tersebut telah menunjukkan adanya persamaan-persamaan dalam beberapa ciri khusus.
2. Dalam riset korelasi, individu-individu yang dipilih adalah mereka yang menampakkan perbedaan dalam beberapa variabel penting (critical variable) yang sedang diteliti.
Perbedaan Riset Komparasi Sebab Akibat Dengan Riset
Cara menghitung Korelasi :
1. Koefisien korelasi bivariat, yaitu statistik yang dapat digunakan oleh peneliti untuk menerangkan keeratan hubungan antara dua variabel
2. Metode korelasi multi variat (multi variat correlation methods) yaitu metode statistik yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan dan menentukan hubungan antara tiga variabel atau lebih. Kemampuan ini sangat penting mengingat bahwa di dunia pendidikan variabel penyebab itu bukanlah tunggal.
Macam-macam analisis korelasi : 1. Korelasi Liner Sederhana
Korelasi sederhana merup analisis yang tidak mencari variabel mana yang berpengaruh terhadap suatu variabel tertentu, melainkan hanya mencari derajat hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain
Gambar 2.3
Korelasi Linier Sederhana
2. Korelasi Berganda, analisa apabila mencari derajat hubungan antara beberapa variabel.
Gambar 2.4 Korelasi Berganda
Dalam analisis korelasi berganda, kecuali diketahui hubungan antara beberapa variabel, juga dapat ditemukan variabel-variabel tersebut menentukan variabel-variabel lain, yang lebih dikenal variabel bebas dan varaibel terikat.
X
X
X
X
X
Dalam korelasi linear berganda untuk mengetahui hubungan derajat keeratan/ kekuatan secara bersamaam variabel bebas dengan variabel bebas dapat digunakan 2 macam uji hipotesa yaitu :
1. Uji hipotesa secara parsial 2. Uji hipotesa secara serentak.
Tema-tema penelitian akuntansi perilaku
adalah :
a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Auditor pada Badan Pengawas Daerah Kota Semarang.
b. Analisis Faktor-Faktor yang memotivasi Perencanaan Pajak oleh Wajib Pajak Orang Pribadi di Kel….
c. Pengaruh Kemampuan dan Motivasi terhadap Kinerja Akuntan pada KAP X d. Evaluasi Kualitas Pelayanan Account
Representative terhadap Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang Timur.
e. Pengaruh Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan bagian Akuntansi pada PT...
5) Penelitian Sebab Akibat (Kasusal), Jika variabel dependen (V.D.) dijelaskan atau dipengaruhi olah variabel independent (V.I.) tertentu, maka hubungan antara Variabel maka Dependen V.D.
Tema Penelitian Akuntansi Perilaku
dengan variabel Independen (V.I.) merupakan hubungan sebab akibat.
6) Penelitian Eksperimen, Dilakukan dengan
mengadakan manipulasi terhadap obyek penelitian serta diadakan kontrol terhadap variabel tertentu. Untuk pengujian hipotesis tertentu; dimaksudkan untuk mengetahui hubungan hubungan sebab - akibat variabel penelitian; Konsep dan varaiabelnya harus jelas, pengukuran cermat. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan akibat serta berapa besar hubungan sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakukan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.
Sedangkan berdasarkan metode analisis data yang digunakan dalam sebuah penelitian berkaitan dengan jenis desain penelitian (Purwanto, 2011:1). Beberapa jenis desain penelitian yang membahas serupa dengan klasifikasi penelitian berdasarkan karakteristik masalah, namun menurut Purwanto (2011:1), disebutkan lebih kompleks lagi mengenai jenis penelitian berdasarkan karakteristik masalah, antara lain:
1. Penelitian historis.
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kejadian pada masa lalu secara akurat. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan
Penelitian Eksperimen:
Dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap penelitian serta diadakan kontrol
bukti-bukti berupa catatan-catatan, artefak-artefak atau laporan verbal, untuk dievaluasi dan dianalisis. Hasil dari penelitian adalah sebuah laporan berbentuk narasi deskriptif. Desain penelitian jenis ini biasanya penelitian bidang sejarah dan hal-hal yang terkait dengan sejarah.
2. Penelitian deskriptif.
Penelitian ini digunakan untuk
menggambarkan keadaan sebuah obyek pengamatan apa adanya dan penggambaran secara akurat. Langkah-langkah yang dilakukan pada desain penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah, mendefinisikan masalah secara spesifik, merumuskan rancangan, menganalisa data dan membuat laporan.
3. Penelitian perkembangan.
Ini merupakan penelitian untuk mengetahui sebuah kejadian perkembangan dari objek pengamatan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya penelitian mengenai perkembangan prinsip akuntansi berterima umum dari sejak pembentukannya bernama Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) sampai menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Penelitian ini juga dapat dikategorikan dalam penelitian terapan.
4. Penelitian korelasi.
Penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih.
5. Penelitian kausal komparatif.
Penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan sebab dan akibat, mengamati akibat yang ada dan mencari penyebab dari akibat tertentu melalui pengumpulan data.
6. Penelitian eksperimen semu.
Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan penelitian yang dimiliki oleh peneliti, karena kurangnya perhatian aspek internal dan aspek eksternal. Penelitian ini dilakukan hanya untuk mendapatkan informasi tertentu berupa perkiraan yang dapat digunakan sebagai data untuk menghasilkan informasi
pada penelitian eksperimen yang
sesungguhnya.
7. Penelitian eksperimen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengekspose satu atau lebih sampel percobaan untuk mengetahui kemungkinan hubungan sebab dan akibat.
8. Penelitian tindakan.
Penelitian memiliki sifat praktis, langsung terhadap kondisi saat itu dan relevan dalam situasi saat itu pula. Penelitian ini agak lemah karena kekurangan pada validitas internal dan
Jenis Penelitian Berdasarkan Karakteristik Masalah
eksternalnya. Penelitian ini memiliki ciri-ciri sangat situasional dan sampelnya kecil. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: perencanaan, tindakan, evaluasi, dan refleksi. Langkah tersebut akan diulang-ulang sampai menemukan metode yang paling ideal. Penelitian ini juga dapat dikategorikan dalam penelitian terapan.
9. Penelitian fenomenologi.
Penelitian ini untuk menggambarkan pengalaman seseorang dalam kehidupannya dan juga terhadap interaksinya dengan orang lain.
10. Penelitian kasus.
Penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan akurat dari sebuah latar belakang keadaan dan interaksinya sosialnya secara apa adanya. Subyek penelitian dapat berupa individu, kelompok, institusi, atau masyarakat. Subyek yang diteliti biasanya terbatas, namun variabelnya sangat luas
11. Penelitian grounded.
Penelitian yang bertujuan untuk menemukan problem-problem yang muncul dalam kehidupan. Penelitian ini banyak menggunakan formulasi, pengujian, pengembangan ulang preposisi dalam penyusunan teorinya.
12. P enelitian etnografi.
Penelitian ini ingin mengungkapkan keseharian masyarakat dengan ikut terlibat dalam masyarakat tersebut. Biasanya peneliti tinggal dalam masyarakat tersebut untuk kurun waktu tertentu.
13. P
enelitian teori kritik.
Penelitian ini berupaya menemukan pema-haman mengenai cara seseorang berkomunikasi dan bagaimana ia mengembangkan makna simbolik di masyarakat. Banyak pemahaman yang diterima apa adanya, tanpa dianalisa dan didiskusikan. Biasanya berupa aturan-aturan adat.
14. P
enelitian inkuiri filosofis.
Penelitian ini digunakan untuk memperjelas makna, membuat nilai-nilai menjadi nyata, berusaha mengidentifikasi etika dan melakukan studi tentang hakekat pengetahuan.
3. Berdasarkan Jenis Data
Berdasarkan jenis data yang diteliti, penelitian dapat di klasifikasikan menjadi 3, yaitu : penelitia opini; penelitian empiris ; penelitian arsip.
Penelitian Opini, merupakan suatu penelitian yang berdasarkan pada fakta yang berupa opini atau
Penelitian Berdasarkan Sudut Pandang Menurut
pendapat orang lain (responden). Data yang diteliti dapat berupa data responden secara individu atau kelompok. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki pandangan, persepsi atau penilaian responden terhadap masalah tertentu yang berupa tanggapan dari responden atau lingkungan serta perubahannya. Sesuai dengan data yang diteliti, dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Tujuan survei menurut Indriantoro dan Supomo (2002: 29) adalah mengumpulkan informasi faktual secara detail, mengidentifikasi masalah atau justifikasi kondisi-kondisi dan prktik-praktik saat ini; membuat perbandingan dan evaluasi. Berdasarkan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, penelitian deskriptif dapat dikategorikan kedalam tipe penelitian.
Penelitian Empiris; penelitian ini mengutamakan data yang berupa fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman. Dalam penelitian ini peran peneliti sangat penting, pasalnya memerlukan kehadiran peneliti untuk melakukan observasi mengenai fakta atau segala sesuatu yang dialami tanpa perantara orang lain. Penelitian ini lebih menekankan pada penyelidikan perilaku pada kejadian yang sebenarnya dari pada opini/persepsi. Sehingga jenis penelitian studi kasus / lapangan merupakan contoh penelitian empiris.
Penelitian Arsip, penelitian yang menitikberatkan pada fakta tertulis, sehingga jenis data yang digunakan berupa arsip data. Dokumen atau arsip yang diteliti berdasarkan sumbernya dapat berasal dari data internal, yaitu dokumen, arsip dan catatan orisinil yang diperoleh dari suatu organisasi atau berasal dari data eksternal, yaitu publikasi data yang diperoleh dari orang lain. Proses pengumpulan data berupa dokumen atau arsip dapat dikerjakan sendiri oleh peneliti atau berupa publikasi data yang diproses pengumpulannya dikerjakan oleh orang lain
RINGKASAN
Penelitian bisnis dalam jangka pendek bertujuan untuk usaha yang segera diperlukan untuk membantu pembuatan keputusan bisnis yang berkaitan pemecahan masalah-masalah praktis. Tujuan dalam jangka panjang adalah mengembangkan konsep-konsep teoretis yang tidak terkait secara langsung dengan pemecahan masalah-masalah praktis
Lingkup penelitian manajemen dapat dikelompokkan pada bidang, bisnis umum, pemasaran, keuangan (finance), manajemen dan perilaku organisasi dan manajemen sumber daya manusia. Sedangkan lingkup penelitian akuntansi dapat dikelompokkan pada bidang, akuntansi keuangan, pasar modal, akuntansi majemen, auditing, sistem informasi akuntansi dan perpajakan.
Penelitian berdasarkan sudut pandang dapat diklasifikasikan, sebagai berikut: menurut tujuan penelitian, menurut karakteristik masalah dan menurut jenis data
Penelitian menurut tujuannya ada 2, penelitian dasar dan terapan. Penelitian dasar, berdasarkan pendekatan yang
digunakan dalam pengembangan teori dapat
diklasifikasikan, yaitu: penelitian deduktif dan pendekatan induktif. Penelitian Terapan, merupakan tipe penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah-masalah praktis penelitian terapan dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu: Penelitian evaluasi, penelitian dan pengembangan, penelitian tindakan/ aksi.
Berdasarkan Karakteristik Masalah, penelitian dapat diklasifikasikan menjadi 6 yaitu: penelitian historis: penelitian deskriptif, studi kasus atau lapangan, penelitian korelasional, penelitian kausal-komparatif, penelitian eksperimen.
Berdasarkan jenis data yang diteliti, penelitian dapat di klasifikasikan menjadi 3, yaitu : penelitian opini, penelitian empiris, penelitian arsip.
BAB 3
MASALAH PENELITIAN
Oleh Suhaji, SE, MM
A.
Pentingnya Masalah
Gambar 3.1 Bagan Proses Riset Bisnis Masalah Penelitian
Tahap paling krusial, sebab tujuan akan menjawab permasalahan. Kalau permasalahan tidak jelas , penelitian tidak bisa dilakukan dengan baik.
Penemuan masalah harus dibarengi dengan pemecahan masalah.
Proses penemuan masalah: Identifikasi bidang, pemilihan pokok masalah, dan perumusan masalah. Latar belakang masalah merupakan dasar bagi perumusan masalah. Latar belakang masalah akan memberikan informasi mengapa peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Latar belakang masalah bisa bersumber dari teoritik maupun pragmatik. Teoritik artinya dilakukan dengan me-riview literatur untuk menemukan celah/kesenjangan masalah penelitian. Kesenjangan tersebut antara lain:
Hasil-hasil penelitian sebelumnya yang
kontradiktif/berlawanan sehingga dilakukan penelitian lagi untuk memperoleh hasil mendukung salah satu hasil penelitian sebelumnya.
Hasil penelitian sebelumnya mungkin belum memasukkan variabel kunci sehingga variabel tersebut perlu dimasukkan.
Periode pengamatan terlalu pendek dan sampelnya terlalu kecil sehingga harus dilakukan penelitian lagi. Pernah diteliti di negara lain yang tentu saja kondisinya
berbeda, dan dilakukan penelitian di Indonesia.
Untuk latar belakang masalah yang bersumber praktek atau peristiwa riil dalam perusahaan biasanya bertujuan untuk merumuskan hipotesis, model atau membangun teori. Misalnya seorang peneliti tertarik melakukan penelitian karena adanya pergeseran selera konsumen rokok untuk mengkunsumsi rokok yang rendah tar dan nikotin. Peneliti
Latar Belakang Masalah:
Merupakan dasar bagi perumusan masalah
ingin melihat segmen pasar yang sesungguhnya dari rokok tersebut.
Latar belakang masalah yang bersifat pragmatig juga bisa bersumber dari asas empiris secara khusus dalam rangka untuk mencari penyelesaian masalah tertentu sehingga lebih bersifat penelitian terapan. Misalnya dalam sebuah perusahaan terjadi penurunan penjualan, reaksi menanggapi pesaing, strategi menetapkan harga, dan lain-lain.
Definisi dan Tujuan Perumusan Masalah
Permasalahan merupakan segala sesuatu yang terjadi akibat adanya gejala permasalahan (symptom). Symptom sendiri diartikan sebagai tanda-tanda adanya permasalahan. Gejala permasalahan berbeda dengan permasalahan itu sendiri (problemnya). Misalnya demam yang dialami seseorang menunjukkan gejala akan permasalahan yaitu adanya penyakit tertentu. menurunkan demam bukan berarti menyembuhkan penyakitnya, karena penyakit yang sebenarnya mungkin infeksi di tenggorokan, yang harus diidentifikasi dahulu. Contoh-contoh gejala (symptom): Penjualan perusahaan menurun.
Pemakai-pemakai system informasi di Perusahaan X mengeluh karena keterlambatan informasi yang diperlukan .
Dari symptom yang ada kemudian diteruskan ke pertanyaan penelitian, yaitu yang digunakan untuk memecahkan permasalahnnya. Dari contoh gejala di atas, pertanyaan yang dapat diajukan dalam penelitian ini, antara lain: Apakah perlu diterapkan sistem kompensasi?
Definisi Dan Tujuan Perumusan
Apakah perlu diberikan diskon penjualan? Apakah perlu membuat produk baru yang lebih
bervariasi.
Kegiatan penelitian di peroleh dari adanya masalah dan di akhiri dengan masalah, diketahui, ditemukan, dipecahkan dan munculnya masalah baru, dengan demikian, penelitian di awali dengan masalah dan di akhiri masalah pula. Oleh karena itu, tidak salah bila para penguji bertanya kepada mahasiswa yang di diuji dengan pertanyaan: ”Apa masalah penelitian anda?”
Masalah timbul karena adanya tantangan, kesangsian atau kebingungan kita terhadap suatu hal atau fenomena, adanya kemenduaan arti (ambiguity), adanya halangan dan rintangan, adanya celah (gap) baik antar kegiatan atau antar fenomenanya. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah tersebut.
Para peneliti sering beranggapan bahwa penelitian hanyalah kegiatan mengumpulkan data/fakta. Tidak sedikit peneliti (pemula) yang bersemangat mengumpulkan data tanpa mengetahui permasalahan yang sesungguhnya yang hendak di pecahkan, di temukan, atau diverifikasi setelah data terkumpul, ia tidak tahu apa yang dilakukan, bahkan setelah hasil penelitiannya dilaporkan, tetap saja tidak mengerti apa yang sesungguhnya yang ia tulis.
Seorang peneliti tidak selalu dapat merumuskan masalahnya secara sederhana, jelas, dan lengkap. Mungkin peneliti hanya memilik gagasan yang agak umum, belum bulat, bahkan membingungkan tentang masalah itu.
Seorang peneliti perlu melakukan penjelajahan atau explorasi pemikiran dan penelitian yang sungguh sebelum dapat menyatakan dengan jelas permasalahan yang diangkat dan merumuskan dengan baik pernyataan yang memadai tentang masalah penelitian. Masalah penelitian merupakan satu di antara bagian terpenting dalam penelitian. Memang tidak ada kesepakatan mengenai kapan seseorang peneliti dapat mengemukakan masalah dengan jelas dan lengkap. Peneliti mengharuskan sebelum turun ke kancah, sedangkan peneliti naturalistik menghendakinya dalam proses atau setelah pengumpulan data. Terlepas dari itu, kemampuan mengemukakan dengan jelas dan lengkap (mendalam) adalah mutlak dalam penelitian.
Perumusan masalah mempunyai beberapa tujuan, antara lain:
Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang.
Memuaskan perhatian serta keinginan seseorang akan hal-hal baru.
Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya.
Memenuhi keinginan sosial.
Menyediakan sesuatu yang bermanfaat.
B.
Tipe Masalah
Tipe Masalah Penelitian:
a. Masalah dalam lingkungan organisasi
4 Kemungkinan Tipe Masalah Dalam
b. Masalah dalam area tertentu suatu organisasi. c. Persoalan teoritis untuk menjelaskan fakta. d. Permasalahan yang perlu jawaban empiris. Sekaran dalam Indriantoro dan Supomo (2002:37) mengidentifikasi 4 kemungkinan tipe masalah dalam penelitian, yaitu :
1. Masalah-masalah yang ada saat ini di suatu lingkungan organisasi yang memerlukan solusi.
Contoh :
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan penjualan produk
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru pada PT A.
2. Area-area tertentu dalam suatu organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan. Contoh :
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja KAP di kota Semarang.
b. Pengaruh Pemberian Beasiswa PPA dan BBM terhadap Prestasi Mahasiswa.
3. Persoalan-persoalan teoritis yang memerlukan penelitian untuk menjelaskan suatu fenomena. Contoh :
a. Balanced Score Card sebagai salah satu alat pengukur Kinerja Perusahaan.
b. Keputusan Menerima atau menolak Pesanan Khusus.