• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam sub bagian ini penulis akan mengembangkan kerangka teori sebagai bahan analisa dari permasalahan yang di angkat dalam skripsi ini. Penulis akan mendeskripsikan bagaimana konsep implementasi kebijakan, tahapan-tahapan implementasi kebijakan, serta evaluasi kebijakan.

1. Konsep Implementasi

Salah satu tahapan penting dalam siklus kebijakan publik adalah implementasi kebijakan. Implementasi sering dianggap hanya merupakan pelaksanaan dari apa yang telah diputuskan oleh legislatif atau para pengambil keputusan, seolah-olah tahapan ini kurang berpengaruh. Akan tetapi dalam kenyataannya, tahapan implementasi menjadi begitu penting karena suatu kebijakan tidak akan berarti apa-apa jika tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan benar. Dengan kata lain implementasi

12 merupakan tahap dimana suatu kebijakan dilaksanakan secara maksimal dan dapat mencapai tujuan kebijakan itu sendiri.

Secara Etimologis, implementasi menurut kamus Webster yang dikutib oleh Solichin Abdul Wahab adalah sebagai berikut:

“Konsep implementasi berasal dari bahasa inggris yaitu to implement.

Dalam kamus besar webster, to implement (mengimplementasikan) berati to providethe means for carrying out (menyediakan sarana untuk melaksanakan sesuatu); dan to give practical effect to (untuk menimbulkan dampak/akibat terhadap sesuatu (Webster dalam Wahab (2006:64)”

Definisi lain juga diutarakan oleh Daniel Mazmanian dan Paul Sabatier yang menjelaskan makna implementasi dengan mengatakan bahwa: Hakikat utama implementasi kebijakan adalah memahami apa yang seharusnya terjadi sesudah suatu program dinyatakan berlaku atau dirumuskan. Pemahaman tersebut mencakup usaha-usaha untuk mengadministrasikannya dan menimbulkan dampak nyata pada masyarakat atau kejadian-kejadian (Mazmanian dan Sabatier dalam Widodo (2010:87) . Berdasarkan definisi yang disampaikan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa implementasi merupakan suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh pelaksana kebijakan dengan harapan akan memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan atau sasaran dari kegiatan tersebut.

2. Tahapan Implementasi

Untuk mengefektifkan implementasi kebijakan yang ditetapkan, maka diperlukan adanya tahapan-tahapan dari implementasi kebijakan tersebut. M. Irfan Islamy membagi tahap implementasi dalam dua bentuk, yaitu :

13 a) Bersifat self executing atau yang berarti bahwa dengan dirumuskannya dan disahkannya suatu kebijakan maka kebijakan tersebut akan terimplementasikan dengan sendirinya, misalnya pengakuan suatu Negara terhadap kedaulatan Negara lain.

b) Bersifat non – self executing atau yang berarti bahwa suatu kebijakan publik perlu diwujudkan dan dilaksanakan oleh berbagai pihak supaya tujuan pembuatan kebijakan tercapai.

3. Evaluasi Kebijakan

Menurut Abidin evaluasi secara lengkap mengandung tiga pengertian yaitu:

1. Evaluasi awal, sejak dari proses perumusan kebijakan sampai saat sebelum dilaksanakan.

2. Evaluasi dalam proses pelaksanaan atau monitoring.

3. Evaluasi akhir, yang dilakukan setelah selesai proses pelaksanaan kebijakan.

Evaluasi dilakukan karena tidak semua program kebijakan public mencapai hasil yang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Kebijakan publik seringkali terjadi kegagalan dalam meraih maksud dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Wibawa dkk mengemukakan bahwa evaluasi kebijakan bermaksud untuk mengetahui 4 aspek yaitu :

1. Proses pembuatan kebijakan. 2. Proses Implementasi.

3. Konsekuensi kebijakan, dan 4. Evektifitas dampak kebijakan.

14 F. Definisi Konsep

Konsep merupakan definisi yang dpakai dalam unsur dari suatu generalisasi serta fenomena-fenomena tertentu, yang dimaksud konsep adalah: merupakan suatu definsi dari apa yang kita amati, konsep-konsep yang dinyatakan antara variabel-variabel mana kita ingin menentukn hubungan empiris.10

Dengan demikian yng dimaksud dengan definisi konsep adalah merupakan konsep-konsep yang dinyatakan sebagai variabel-variabel yang akan penulis pelajari, jadi variabel yang ada merupakan penjabaran dari konsep itu sendiri, variabel yang terdapat didalam konsep itu adalah:

1. Implementasi Kebijakan

Implementasi kebijakan sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan baik individu-individu atau pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau pihak swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan. Dari uraian

10

Singarimbun, Masri dan Sofan Efendi, Metode Penelitian survey, Jakarta: LP3ES, 1981 dan 1995 Pembuatan kebijakan oleh Legislatif Proses Pelaksanaan Kebijakan Evaluasi Implementasi Kebijakan Monitoring Oleh Dinas Perhubungan

15 tersebut dapat disimpulkan, bahwa kebijakan merupakan aspek yang penting dari keseluruhan proses kebijakan.

Implementasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses tindakan administrasi dan politik, hal ini ditegaskan dengan pendapat Peter S.

Cleaves yaitu “ a process of moving towrd a policy objective by means of

dminstrative and political steps”, kemudin dari itu proses implementasi

kebijakan dapat di evaluasi dengan cara mengukur atau membandingkan antara hasil akhir dari program-program tersebut dengan tujuan-tujuan kebijakan.11

2. Peraturan Daerah

Menurut Undang- Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud dengan Peraturan Daerah (Perda) adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Definisi lain adalah peraturan perundang- undangan yang dibentuk bersama oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan Kepala Daerah baik di Propinsi maupun di Kabupaten/Kota Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda), Perda dibentuk dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah Propinsi/Kabupaten/Kota dan tugas pembantuan serta merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan cirri khas masing-masing daerah.

11

Peter S.Clave, Implementation Amid Scarity and Apathy: Political Power anda Policy Design in M.S. Grindle (ed), Politiccs and Policy Implementation in the Third World, Princeton University Press, Princeton, 1980.

16 Sesuai ketentuan Pasal 12 Undang- Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, materi muatan Perda adalah seluruh materi muatan dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan dan menampung kondisi khusus daerah serta penjabaran lebih lanjut Peraturan Perundang-undangan yang lebh tinggi. Rancangan Peraturan Daerah dapat berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Gubernur atau Bupati/Walikota. Apabila dalam satu kali masa sidang Gubernur atau Bupati/Walikota dan DPRD menyampaikan rancangan Perda dengan materi yang sama, maka yang dibahas adalah rancangan Perda yang disampaikan oleh DPRD, sedangkan rancangan Perda yang disampaikan oleh Gubernur atau Bupati/Walikota dipergunakan sebagai bahan persandingan. Program penyusunan Perda dilakukan dalam satu Program Legislasi Daerah 4, sehingga diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dalam penyiapan satu materi Perda.

3. Pengalihan Terminal Gadang menuju Terminal Hamid Rusdi

Untuk mengatasi dan menghindari kemacetan yang semakin parah di daerah pasar Gadang tersebut, pemerintah kota Malang mengambil inisiatif untuk melakukan pemindahan atau pengalihan terminal Gadang menuju terminal Hamid Rusdi kota Malang dengan tujuan menguraikan kemacetan yang ada di daerah terminal/pasar Gadang. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan luasnya terminal Hamid Rusdi kota Malang dan jalan menuju terminal Hamid Rusdi juga termasuk luas dan

17 sepi, sehingga apabila para sopir angkutan kota berhenti dipinggiran jalan sekitar terminal Hamid Rusdi tidak menggangu jalannya kendaraan umum lainnya dan tidak terjadi kemacetan kembali.

Selain berfungsi untuk mengurangi atau menguraikan kemacetan yang terjadi di daerah sekitar terminal/pasar Gadang, pengalihan terminal ini juga bertujuan untuk memberikan sarana dan prasarana yang bermanfaat dan dapat memuaskan warga masyarakat yang menggunakan jasa terminal Hamid Rusdi beserta para sopir angkutan kota tersebut.

Dokumen terkait